• Tidak ada hasil yang ditemukan

PESERTA Diklatpim IV ANGKATAN VIII TAHUN 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PESERTA Diklatpim IV ANGKATAN VIII TAHUN 2014"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

PESERTA Diklatpim IV

ANGKATAN VIII TAHUN 2014

Nama

: RAJA SITI HARTATY

NIP

: 19731023 199303 2008

Jabatan : Kasubag keuangan

Unit Kerja : Badan Ketahanan Pangan

(4)
(5)

Latar Belakang

Surat Pertanggungjawaban Pengeluaran Belanja (SPJ) sangatlah penting dalam rangka penyusunan tertib administrasi pengelolaan Keuangan pada Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Riau.

Sesuai dengan Asas Umum Pengelolaan Keuangan daerah yaitu keuangan harus dikelola secara tertib , efektif, efisien, ekonomis, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Surat Pertanggungjawaban Pengeluaran belanja (SPJ) merupakan bukti pembelian atas transaksi beban belanja yang dikeluarkan atau dilakukan oleh pelaksana kegiatan.

Pengelolaan surat pertangungjawaban pengeluaran belanja (SPJ) secara baik dan benar akan melahirkan dokumen dokumen yang valid dan akurat yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan undang undang yang berlaku

(6)

Oleh sebab itu dipandang perlu disusunnya buku pedoman atau petunjuk teknis tentang pertanggungjawan pengeluaran belanja keuangan ,sehinga dapat mempermudah para pelaksana kegiatan mempertanggungjawaban belanja yang diluarkan dan dikelolanya. Adapun buku pedoman yang dimaksud adalah tentang kelengkapan dokumen kwitansi perngeluaran belanja keuangan dengan besaran dana 0 s/d 20 juta rupiah.

Buku Pedoman atau petunjuk teknis Surat Pertanngung jawaban pengeluaran belanja (SPJ) sangat membantu untuk proses percepatan pertanggungjawaban belanja keuangan guna mendukung realisasi anggaran sesuai target.

Latar Belakang (lanjutan)

(7)

A. Analisis lingkungan strategis eksternal dan internal Eksternal

Adanya Kwitansi yang belum dilengkapi oleh rekanan, misalnya belum ditandatangani dan dibubuhi cap/ stempel perusahaan sampai batas yang ditentukan

Internal

Pelaksana Kegiatan kurang memperhatikan dan memahami dokumen pendukung kelengkapan kwitansi pertanggungjawaban keuangan.

Permasalahan

(8)

B. Masalah inti

Pertanggungjawaban pengembalian belanja keuangan melewati batas waktu yang ditentukan dan berdampak terhadap penyerapan atau realisasi keuangan tidak sesuai target.

C. Analisis kondisi eksisting dan Benchmarking Kondisi eksisting

a. Penyampaian SPJ tidak tepat waktu. b. Dokumen SPJ tidak lengkap (surat

pesanan,invoice, setoran pajak,kwitansi).

Permasalahan (lanjutan)

(9)

D. Benchmarking

Berdasarkan hasil pengamatan pada Lokus yang kami kunjungi disana tertib pembagian kerja sangat teratur, kami mencermati bahwa tertib administrasinya sudah teratur, hal ini menjadi inspirasi kami untuk melakukan perubahan pada SKPD kami , terkait pengelolaan tertib administrasi keuangan pada Badan Ketahanan Pangan Prov. Kepri

Permasalahan (lanjutan)

(10)

Perubahan yang ingin diwujudkan

Outcome dari proyek perubahan ini adalah :

a. Mempermudah para pelaksanan kegiatan dalam penyusunan Surat Pertanggungjawaban Belanja keuangan (SPJ)

b. Penyampaian surat pertanggungjawaban belanja (SPJ) tepat pada waktunya.

c. Realisasi anggaran sesuai target

d. Terciptanya tertib administrasi Pertanggungjawaban Keuangan pada Badan Ketahanan Pangan secara, efektif, efisien, ekonomis, transparan serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai perundang- undangan yang berlaku.

.

(11)

Perubahan yang ingin diwujudkan

Output dari proyek perubahan ini adalah :

a. Adanya Kesepakatan dan persamaan persepsi dengan

Stakeholder terkait (Inspektorat dan BPKKD) tentang dokumen pendukung SPJ Keuangan.

b. Tersusunnya buku pedoman tentang surat pertanggungjawaban pengeluaran belanja ( SPJ) Keuangan Badan Ketahanan

Pangan Prov.Kepri

.

(12)

Area , isi, ruang Lingkup

Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Riau melalui bagian keuangan akan melakukan penertiban administrasi keuangan dengan membuat Buku pedoman / petunjuk teknis tentang surat pertanggungjawaban belanja keuangan (SPJ) sehingga tertib administrasi keuangan dapat tersaji secara benar dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan perundangan yang verlaku.

Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan

- Pecepatan dalam penyampaian SPJ Keuangan oleh pelaksana Kegiatan. - Pertanggungjawaban keuangan sesuai waktu yang ditentukan.

- Keseragaraman dalam penyusunan SPJ Keuangan.

- Meningkatnya Kinerja Badan Ketahanan Pangan khusunya Bagian Keuangan

Kerugian

Tidak ada kerugian dalam proyek perubahan ini.

(13)

Kendala yang mungkin terjadi

1. Kurangnya dukungan dan kerjasama dari stake holder terkait karna kesibukan masing masing stakeholder.

2. Persepsi yang berbeda dari stakeholder terkait dalam penetapan dokumen pendukung SPJ Keuangan.

Kedua hal tersebut diatas kemungkinan akan menyebabkan keterlambatan dalam penyelesaian pembuatan buku pedoman proyek perubahan.

(14)

Strategi pelaksanaan

1. Melakukan komunikasi dengan sponsor 2. Membentuk tim pendukung

3. Melakukan pendekatan dan membangun Komunikasi dengan stake holder terkait.

4. Melakukan Konsultasi dengan stake Holder terkait. 5. Menyusun buku pedoman

6. Sosialisasi

(15)

Stakeholder Peranan Pengaruh Frekwensi

Kepala Badan Ketahanan Pangan

Prov.Kepri Pembina / Penasehat

Mempunyai pengaruh yang sangat

besar

Sering

Inspektorat Verifikator dokumen kelengkapan SPJ

Keuangan penting Sangat 2 kali

BPKKD Verifikator dokumen kelengkapan SPJ Keuangan

Sangat

penting 2 kali

I

(16)

Peranan Stake holder

 KEPALA BADAN KETAHANAN PANGAN PROV.KEPRI  INSPEKTORAT PROV. KEPRI  BPKKD PROV. KEPRI

Pembina atau penasehat

dalam penyusunan buku pedoman

Memverifikasi dokumen untuk kelengkapan SPJ keuangan dalam penyusunan buku pedoman

Memverifikasi dokumen untuk kelengkapan SPJ keuangan dalam penyusunan buku pedoman

:

:

:

(17)

a. Kepala Badan Ketahanan Pangan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam pengesahan proyek perubahan (Pedoman/ petunjuk teknis SPJ Keuangan)

b. Inspektorat, berpengaruh sangat penting dalam verifikasi kelengkapan dokumen SPJ dalam penyusunan Buku pedoman/petunjuk teknis pertanggungjawaban Keuangan.

c. BPKKD, berpengaruh sangat penting dalam verifikasi kelengkapan dokumen SPJ dalam penyusunan Buku pedoman/petunjuk teknis pertanggungjawaban Keuangan

Pengaruh Stakeholder

(18)

Rencana aksi

Tahap awal

1. Pembentukan tim pendukung 2. SK tim dan pembagian tugas

3. Penjadwalan pelaksanaan kegiatan 4. Konsultasi ke Stakeholder terkait

Tahap akhir

1. Mulai menyusun buku pedoman 2. Sosialisasi 15 Mei 2014 16 s/d 19 Mei 2014 20 s/d 23 Mei 2014 26 Mei s/d 14 Juli 2014 16 Juli s/d 30 Juli 2014 5 Agustus 2014 Tahap awal

1. Pembentukan tim pendukung 2. SK tim dan pembagian tugas

3. Penjadwalan pelaksanaan kegiatan 4. Konsultasi ke Stakeholder terkait

Tahap akhir

1. Mulai menyusun buku pedoman 2. Sosialisasi 15 Mei 2014 16 s/d 19 Mei 2014 20 s/d 23 Mei 2014 26 Mei s/d 14 Juli 2014 16 Juli s/d 30 Juli 2014 5 Agustus 2014 10/7/2015 18

(19)

•SPONSOR : Membimbing dan mengarahkan Projeck Leader dalam melaksanakan proyek perubahan.

•PROJECT LEADER : Mengeksekusi proyek perubahan.

•COACH : Sebagai penasehat memberi masukan dan membantu projek leader apabila terjadi kendala dalam penyelesaian projek

perubahan.

•BENDAHARA : Menyiapkan dokumen pendukung kelengkapan SPJ dalam penyusunan buku pedoman

•STAF KEUANGAN : Membantu proses penyusunan /pembuatan buku pedoman( Administrasi dan fhotograper)

Pembagian tugas dalam Penyelesaian

Proyek Perubahan

(20)

Kriteria keberhasilan

1. Terbentuknya tim berdasarkan SK dengan mempertegas fungsi masing masing tim pendukung

2. Tersusunnya Buku pedoman tentang tertib administrasi Keuangan

3. Terselenggaranya sosialisasi di SKPD Badan Ketahanan Pangan sebanyak 6 orang dalam melaksanakan tertib administrasi keuangan untuk pengelolaan dana antara 0 S/d 20 Jt.

(21)

Faktor –faktor keberhasilan

1. Dukungan dan motivasi dari Kepala kantor yang luar biasa dalam rangka penyelesaian pembuatan buku pedoman dimaksud.

2. Mentor yang selalu membantu dan memberi bimbingan serta mencarikan solusi apabila terjadi kesulitan dalam proses penyelesaian buku pedoman.

3. Tim yang solid saling mendukung proses pembuatan buku pedoman.

4. Coaching,yang selalu memberi motivasi dan dukungan moril dalam menyelesaikan proyek perubahan.

15. PERSETUJUAN MENTOR

(22)

Antisipasi kendala dan strateginya

1. Melakukan komunikasi terus menerus dengan stake holder.

2. Melakukan pendekatan serta berusaha mempengaruhi stake holder tentang pentingnya penyusunan dokumen pendukung pertanggungjawaban keuangan

3. Berusaha menyakinkan stake holder bahwa buku pedoman tentang SPJ sangat mendukung terciptanya tertib administrasi keuangan, khususnya pada Badan Ketahanan Pangan, dan umumnya pada SKPD Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

15. PERSETUJUAN MENTOR

(23)

Sistem monitoring dan sistem pelaporan

a. Monitoring dilaksanakan seminggu sekali dan evaluasi

dilaksanakan pada tahap akhir kegiatan proyek perubahan oleh Kasubag keuangan

b. Instrumen monitoring dan evaluasi berupa cheklist tahapan kerja.

a. Pelaporan dibuat berdasarkan hasil monitoring setiap minggunya dan hasil evaluasi pada akhir kegiatan.

b. Pelaporan disusun oleh Kasubag Keuangan

c. Pelaporan ditujukan kepada Kepala Badan Ketahanan Pangan Prov.Kepri setelah selesai Proyek perubahan

Sistem monitoring

Sistem Pelaporan

(24)

Sekian

&

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Semua siswa yang lulus dengan baik tidak suka bermain.. Tidak ada hubungan antara kelulusan dengan

Hasil belajar matematika dalam penelitian ini dengan menerapkan pendekatan pembelajaran Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI) juga meningkat.

Badan usaha yang telah memperoleh izin usaha dari Menteri untuk melakukan kegiatan usaha sebagai Perusahaan Penjaminan, tetap dapat melanjutkan kegiatannya dan untuk

Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa nilai d-spacing dari ketiga variasi waktu pengadukan menunjukan nilai yang sama, akan tetapi salah satu dari ketiga variasi

(1) Retribusi terutang berdasarkan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan, SKRDKBT, STRD dan Surat Keputusan Keberatan yang menyebabkan jumlah Retribusi yang

Desain bahan bakar baru telah diusulkan untuk mengganti bahan bakar UO 2 dengan uranium hidrida (U-ZrH x ), dimana dalam desain bahan bakar baru tersebut dapat

Pengelolaan Wilayah Pesisir adalah suatu proses perencanaan, pemanfaatan, pengawasan dan pengendalian sumberdaya pesisir secara berkelanjutan yang mengintegrasikan

Mellisa : Jadi aku mau Tanya, selama bekerja jadi FDA, mbak Dewi pernah mengalami kesulitan dalam menghadapi tamu yang mendesak mbak Dewi untuk dapet kamar gak?. Dewi : Tentu