• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPATUHAN CUCI TANGAN PETUGAS KESEHATANDI RUANG RAWAT INAP RSUP HAJI ADAM MALIKMEDAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEPATUHAN CUCI TANGAN PETUGAS KESEHATANDI RUANG RAWAT INAP RSUP HAJI ADAM MALIKMEDAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KEPATUHAN CUCI TANGAN PETUGAS KESEHATANDI RUANG RAWAT INAP RSUP HAJI ADAM MALIKMEDAN

SKRIPSI Oleh

Indah Lestari Napitupulu 101101071

(2)
(3)

Judul : Kepatuhan Cuci Tangan Petugas Kesehatan di Ruang Rawat Inap RSUP Haji Adam Malik Medan

Nama Mahasiswa : Indah Lestari Napitupu lu

NIM : 101101071

Jurusan : Sarjana Keperawatan (S.Kep)

Tahun : 2014

ABSTRAK

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat oleh pasien di rumah sakit. Angka kejadian infeksi nosokomial di dunia 9% dari 1,4 juta pasien rawat inap. Salah satu cara mencegah infeksi nosokomial adalah dengan mencuci tangan. Pengendalian infeksi tersebut dilakukan oleh seluruh petugas kesehatan yang ada di rumah sakit Data RISKESDAS 2007 mengatakan bahwa masih ada 76.8% petugas kesehatan yang tidak mencuci tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan kepatuhan cuci tangan petugas kesehatan sesuai prosedur 5 momen dan 6 langkah di ruang rawat inap RSUP Haji Adam Malik Medan. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh tindakan cuci tangan yang dilakukan petugas kesehatan (perawat, bidan, dokter, dan petugas lab) di Instalasi Rindu B. Jumlah sampel tindakan ditentukan berdasarkan batasan waktu 20 sesi setiap ruangan dengan menggunakan teknik aksidental sampling. Penelitian ini dilakukan bulan Maret-Mei 2014. Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan perawat (44,31%), bidan (46,60%), dokter (25,24%) dan petugas lab (19,27%). Berdasarkan kepatuhan per indikasi sebelum kontak dengan pasien (37,21%), sebelum tindakan aseptik (30,47%), setelah terpapar cairan tubuh pasien (46,53%), setelah kontak dengan pasien (45,60%), dan setelah bersentuhan dengan lingkungan sekitar pasien (21,27%). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan cuci tangan petugas kesehatan paling tinggi dilakukan oleh bidan dan perawat. Kepatuhan tertinggi berdasarkan indikasi cuci tangan yang dilakukan petugas kesehatan pada momen setelah terpapar cairan tubuh pasien. Petugas kesehatan diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan kesadaran dalam kepatuhan cuci tangan perlu ditingkatkan lagi agar pelaksanaan cuci tangan menjadi budaya kerja yang diterapkan dengan baik sehingga dapat mengurangi terjadinya infeksi nosokomial.

(4)

Title : Hand Hygiene Compliance of Health Care Workers in the Hospitalization Room in Haji Adam Malik Hospital Name : Indah Lestari Napitupu lu

NIM : 101101071

Major : Bachelor of Nursing

Year : 2014

ABSTRACT

Nosocomialinfectionsareinfections acquiredbypatientsin hospitals. The incidence ofnosocomial infectionsinthe world9% of the1.4millionhospitalized patients. One way to preventnosocomialinfectionis hand hygiene. Infection controliscarried outby allhealth care workersin thehospital.DataRISKESDAS2007saidthatthere are still76.8% of health care workers whodo notwash their hands. The purpose ofthis study was todescribehand hygienecomplianceof health care workersaccording to the proceduremoment5and 6stepinpatient unitHajiAdamMalikHospitalMedan. Inthis researchpopulationareall actionsperformedhand hygiene by health care workers(nurses, midwives, doctors, andlab assistant) inInstallationRinduB.The

numberof samples action set based on time limit

20sessionseachroombyusingaccidentalsamplingtechnique. This researchwas conducted fromMarch to May2014results showedcomplianceof nurses(44.31%), midwives(46.60%), doctors(25.24%) andlabpersonnel(19.27%). Based oncomplianceperindicationbeforecontactwithpatients(37.21%),

beforeasepticmeasures(30.47%), after body fluid exposure risk(46.53%), aftercontactwithpatients(45.60%), andaftercontact with patient surrounding(21.27%). The conclusionof this researchshowsthathand

hygienecompliancehighesthealth care workersmost high performedbymidwivesandnurses. The highest compliancebased onindicationsthathand washingis doneatthe moment after health care workersexposed tobody fluids of patients. Health care workers areexpected

toincreasemotivationandawarenessinhandhygienecomplianceshould be increasedagaintothe implementation ofhand hygieneinto awork culturethat

isappliedproperlyso as toreducethe occurrence ofnosocomial infections.

(5)

PRAKATA

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas kasih karuniaNya penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian ini dengan judul “Kepatuhan Cuci Tangan Petugas Kesehatan di Ruang Rawat Inap RSUP Haji Adam Malik Medan”. Adapun tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk syarat mendapat gelar sarjana.

Proses penulisan skripsi ini tidak terlepas dari dukungan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, dalam kesempatan ini izinkan penulis untuk mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhomat:

1. dr. Dedi Ardinata M.Kes selaku dekan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

2. Direktur RSUP HAM yang telah memberikan ijin untuk melakukan pengambilan data.

3. Erniyati S.Kp, MNS selaku Pembantu Dekan I Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

4. Salbiah S.Kp, M.Kep selaku pembimbing dalam proposal ini, terimakasih yang sebesar-besarnya atas pengorbanan waktu dan bimbingan yang telah diberikan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

5. Achmad Fathi S.Kep, Ns, MNS sebagai penguji I dan sebagai penguji validitas instrumen yang digunakan peneliti, terimaksah atas masukan serta waktu yang dimiliki untuk melakukan validitas pada instrument saya. 6. Ellyta Aizar S.Kep, Ns sebagai penguji II yang telah memberikan banyak

(6)

9. Kepada kedua orang tua tersayang yang selalu mendoakan, mendukung penulis dalam bentuk perhatian maupun materil serta senantiasa memberikan semangat dan segala hal yang terbaik bagi penulis.

10. Kakak dan Abang yang telah mendukung penulis menyelesaikan skripsi ini. Terimakasih untuk semangat dan materil yang telah diberikan.

11. Teman-teman tersayangku Priska, Mahda, Widya, Sartika, Senova, Sri, Ruth, Febe, dan Elza.

12. Kepada seluruh pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, penulis ucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuannya dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak sangat di harapkan dan diucapkan terimakasih.

Medan, Juni 2013

(7)

DAFTAR ISI

Halaman Judul………..….…… i

Persetujuan………. ii

Prakata ……… iii

Daftar Isi ………. iv

Daftar Tabel……… viii

Daftar Skema……….. ix Bab 1. Pendahuluan……… 1 1.1. Latar Belakang………. 1 1.2. Rumusan Masalah……… 5 1.3. Tujuan Penelitian………. 6 1.4. Manfaat Penelitian………... 7

Bab 2. Tinjauan Pustaka………. 8

2.1. Kepatuhan….………... . 8

2.1.1. Definisi Kepatuhan………... 8

2.2. Konsep Cuci Tangan……… 8

2.2.1. Definisi Cuci Tangan……….. 8

2.2.2. Tujuan Cuci Tangan……… … 9

2.2.3. Indikasi Cuci Tangan………... 10

2.2.4. Teknik dan Prosedur Cuci Tanga…………. 11

2.2.5. Prinsip Cuci Tangan……… 16

2.3. Petugas Kesehatan………. 18

2.3.1. Definisi Petugas Kesehatan……… 18

2.3.2. Jenis Profesi Petugas Kesehatan…………. 19

Bab 3. Kerangka Penelitian……….. 21

3.1. Kerangka Konsep……….. 22

3.2. Definisi Operasional……….. 23

Bab 4. Metode Penelitian……… …. 25

4.1. Desain Penelitian……….. 25

4.2. Populasi dan Sampel Penelitian………... 25

4.2.1. Populasi Penelitian……… 25

(8)

5.1. Hasil……… 32

5.1.1. Kepatuhan Cuci Tangan Petugas Kesehatan Berdasarkan Kategori Profesi………. 32

5.1.2. Kepatuhan pada Setiap Momen Indikasi Cuci Tangan Oleh Petugas Kesehatan………. 38

5.1.3. Tindakan Cuci Tangan Petugas Kesehatan…. 40 5.2. Pembahasan………. 41

5.2.1. Kepatuhan Cuci Tangan Petugas Kesehatan Berdasarkan Kategori Profesi………. 41

5.2.2. Kepatuhan pada Setiap Momen Indikasi Cuci Tangan Oleh Petugas Kesehatan……… 46

5.1.3. Tindakan Cuci Tangan Petugas Kesehatan……….. 50

Bab 6. Kesimpulan dan Rekomendasi……… 52

6.1. Kesimpulan……….. 52

6.2. Rekomendasi……….. 52

6.2.1. Bagi Praktek Pelayanan Kesehatan………. 52

6.2.2. Bagi Pendidikan Keperawatan………. 53

6.2.3. Bagi Penelitian Selanjutnya………. 53

6.2.4. Bagi Pihak Rumah Sakit……….. 53

Daftar Pustaka……… … 54

Lampiran-lampiran

1. Indikator Variabel 2. Lembar Observasi

3. Data Mentah Observasi Kepatuhan 4. Data Mentah Tindakan Cuci Tangan 5. Jadwal Tentatif Penelitian

6. Taksasi Dana 7. Riwayat Hidup

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Definisi Operasional……… 23 Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi dan Presentase Tindakan Cuci Tangan

Petugas Kesehatan Berdasarkan Kategori Profesi……… 33 Tabel 5.2. Kepatuhan Cuci Tangan Petugas Kesehatan Berdasarkan

Kategori Profesi……… 36

Tabel 5.3. Kepatuhan pada Setiap Momen Indikasi Cuci Tangan oleh

Petugas Kesehatan ……… 38 Tabel 5.4. Kepatuhan Cuci Tangan pada 5 Momen oleh Petugas

Kesehatan………... 40

Tabel 5.5. Distribusi Frekuensi dan Presentase Tindakan Cuci Tangan Petugas Kesehatan………40

(10)

DAFTAR SKEMA

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian kualitatif digunakan karena dianggap lebih tepat untuk mendapatkan gambaran holistic dalam memahami masalah sosial yang dalam hal ini tipe

seseorang untuk menyesuaikan diri sendiri sesuai dengan keinginan yang berasal dari dalam.. diri sendiri, yang dapat diterima oleh

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat dan hidayah-Nyalah skripsi yang berjudul “ANALISIS PERBEDAAN TRADING FREQUENCY

Return Data Aktual Dari gambar 3 terlihat jelas bahwa data mengandung volatilitas, hal ini ditunjukkan dengan adanya lonjakan- lonjakan yang terjadi pada semua

Beda halnya dengan risiko yang ada pada pembiayaan yang menggunakan akad murabahah dimana pada prakteknya akad ini menjadi akad yang paling dominan digunakan

Peningkatan kual i tas pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah dasar-dasar pemrograman computer melalui pendekatan contructivist teaching and learning

Peningkatan estrogen, progesterone dan HPL selama kehamilan memproduksi daya tahan terhadap insulin pada jaringan maternal, oleh karena itu sisa glukosa darah

Lebih lanjut lagi, Sagala (2012:196) juga menjelaskan bahwa peranan guru lebih banyak menetapkan diri sebagai pembimbing atau pemimpin belajar dan fasilitator