• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

23 BAB IV

GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN

4.1. Profil Trans7

4.1.1. Sejarah Trans7

Trans7 yang semula bernama TV7 dimulai pada tanggal 22 Maret 2000 yang diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Nomor 8687 Tahun 2001 tanggal 28 Desember 2001 sebagai PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh. Pada tanggal 4 Agustus 2006 Kelompok Kompas Gramedia membangun hubungan kerjasama strategis dengan CT Corp dan sejak itu TV7 berubah menjadi Trans7.

Saat ini Trans7 beroperasi berdasarkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran Nomor 1820 Tahun 2016 tanggal 13 Oktober 2016 yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, sebagai bagian dari kelompok media yang berada dalam naungan CT Corp.

Trans7 menjadi televisi pilihan pemirsa Indonesia dengan positioning Smart, Entertaining & Family. Dalam perjalanannya sampai dengan saat ini, siaran kami telah tersebar di 29 provinsi di Indonesia. Sebanyak 40 stasiun transmisi telah beroperasi untuk memperluas jangkauan siaran secara nasional dan dioperasikan oleh sumber daya

setempat.

Berbagai pilihan program yang menghibur sekaligus membuka cakrawala pemirsa untuk lebih mengenal Indonesia dan dunia, lebih mencintai budaya bangsa serta berpetualang menjelajahi alam dengan menyajikan program unggulan yang inspiratif, informatif dan menghibur. Trans7 diharapkan mampu membangun keterikatan pemirsa sebagai televisi sahabat keluarga Indonesia.

Berlokasi di Kawasan Terpadu CT Corp, dan didukung oleh peralatan terbaru yang akan memberikan tayangan High Definition dengan kualitas gambar yang lebih baik. Tidak hanya itu, kami juga memiliki 6 buah studio yang terintegrasi dalam komplek studio khusus bernama G7 yang terletak di kawasan Kuningan Jakarta Selatan.

Dengan sinergi dalam group Transmedia bersama Trans TV, Detikcom, Transvision, CNN Indonesia, CNN Indonesia.com dan bisnis holding yang semakin

(2)

24

meluas, diharapkan dapat semakin memperkokoh eksistensi Trans7 dalam menghadapi

peta persaingan bisnis pertelevisian Indonesia.1

4.1.2. Visi dan Misi Trans7 Visi Trans7 :

Menjadi stasiun televisi terbaik di Indonesia dan Asean. Misi Trans7 :

Menjadi wajah ide dan aspirasi guna mengedukasi dan meningkatkan kualitas hidup

masyarakat.2

4.1.3. Program Trans7

Kategori Nama Program

Petualangan

• Detektif Rasa • Mancing Mania • Hijab Traveling

• Jejak Petualang Weekend

Edukasi dan Anak-anak

• Animaniax • Bocah Petualang • Laptop Si Unyil • Si Otan

Komedi • Opera Van Java

• Ups Salah Dokumenter • Indonesiaku • Jejak Si Gundul • Jejak Petualang • Rekonstruksi • The Police Drama • Keluarga Receh • Seribu Kisah • Movie Vaganza

1https://www.trans7.co.id/about#profile diakses pada 8 Juni 2019, 12:11. 2 Ibid.

(3)

25

Keluarga • Bocah Ngapak Ya

• Modern Moms

Hard News

• CNN Indonesia Happening Now • Fact or Fake

• Redaksi CNN Indonesia Siang • Redaksi Pagi • Redaksi Sore • Redaksi Malam Infotainment • Heits Abis • Seleb Expose • Selebrita Pagi • Selebrita Siang

• Selebrita Pagi On The Weekend • Selebrita On The Weekend

Religi • Islampedia • Jazirah Islam • Khalifah • Khazanah • God’s Prophets • Ruqyah • Poros Surga Olahraga • Galeri Sport • One Stop Football • Highlight MotoGP • Kualifikasi MotoGP • MotoGP • Sport 7 Talkshow • Hitam Putih • Mata Najwa • Rumah Uya • Wow Banget • D’Ideas

(4)

26 TV Magazine

• One The Spot • Spotlite • Tau Gak Sih • CCTV

• Enaknya Mantul • Okay Bos

• Ragam Indonesia Tabel 4.1

Kategori dan Nama Program Trans 73

4.2. Sinopsis Mata Najwa Episode “Siapa Rindu Soeharto”

Mata Najwa episode Rabu, 11 Juli 2018 mengangkat tema “Siapa Rindu Soeharto” diawali dengan gambaran suasana kediaman Soeharto, mulai dari halaman depan, ruangan-ruangan, serta Najwa Shihab berjalan masuk ke dalam rumah Soeharto. Setelah itu Najwa Shihab bertemu dengan Tommy Soeharto yang menyambut kedatangannya yang dilanjut dengan berbincang tentang salah satu foto terpajang di ruangan tersebut. Foto itu merupakan foto keluarga besar Soeharto beserta anak, menantu, dan cucu, selanjutnya Najwa Shihab dan Tommy Soeharto masuk ke ruang tamu yang dipakai menerima tamu pada saat Soeharto menjabat sebagai Presiden.

Najwa Shihab membuka acara dengan prolog “Partai Berkarya besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto melenggang ke arena pemilu 2019, tapi ingatan masyarakat belum terhapus putra bungsu Presiden Soeharto ini menyandang status mantan narapidana. Tommy mendekam di penjara selama 6 tahun karena menjadi dalang pembunuhan hakim Syafiuddin Kartasasmita”. Setelah prolog selesai, dilanjut dengan cuplikan video berisi pemberitaan Majalah Tempo tentang buronnya Tommy Soeharto dan penangkapan serta persidangan Tommy Soeharto. Diakhir video terdapat gambar Tommy Soeharto dalam sebuah acara bersama partai Berkarya.

Najwa Shihab memulai wawancara dengan Tommy Soeharto dengan membahas tentang embel-embel mantan narapidana pembunuhan apakah memberatkan sebagai ketua umum sebuah partai. Menurut Tommy Soeharto tidak memberatkan karena secara hukum sudah dijalankan dan sudah bebas murni, jika masih ada masyarakat mengkait-kaitkan itu

(5)

27

hak mereka. Ia juga mengklaim selama persidangan tidak ada satupun saksi yang memberatkannya. Ia juga mempertanyakan peninjauan kembali pada kasusnya yang diterima namun hanya sebagian. Lalu ditegaskan oleh Najwa Shihab bahwa itu bagian yang tidak akan lepas dari rekam jejak Tommy Soeharto. Najwa Shihab juga mempertanyakan apa yang bisa diambil dari masa ketika Tommy didalam penjara dan apa yang kerap dikatakan oleh Soeharto kepadanya. Tommy mengaku bisa lebih konsolidasi pada bisnis dan perusahaannya serta Soeharto hanya bilang “sing sabar” (yang sabar). Pada akhir segmen satu ditampilkan video berisi kronologi kasus Tommy Soeharto, mulai dari buron, penangkapan, persidangan dan kehidupan di dalam penjara.

Pembahasan selanjutnya adalah tentang kasus penyalahgunaan uang negara melalui yayasan Supersemar, dan putusannya mewajibkan mengembalikan uang total sekitar 4,4 triliun. Tommy Soeharto menilai itu merupakan putusan rancu, menurutnya bagaimana dana yang diserahkan yayasan dianggap dana milik negara. Ia juga berpendapat ini lebih ke putusan politik. Lalu Najwa Shihab menegaskan bahwa ini putusan yang berkekuatan hukum tetap, bahkan sudah ada daftar aset yang harus disita. Disini Tommy Soeharto menyarankan untuk langsung bertanya ke Kejaksaan tentang proses berikutnya. Najwa Shihab menambahkan bahwa putusan tersebut baru diputus tiga tahun yang lalu, dan yang masuk pada daftar sitaan adalah gedung Granadi. Tommy Soeharto berkilah bahwa gedung tersebut milik perusahaan, dan saham dari perusahaan tersebut milik yayasan Supersemar. Menurutnya yang seharusnya disita adalah saham dari yayasan Supersemar, sehingga gedung tersebut tidak bisa disita. Najwa Shihab lantas menanyakan bagaimana kewajiban untuk mengembalikan uang 4,4 triliun tersebut, namun Tommy Soeharto menyarankan untuk beranya pada pengurus yayasan Supersemar. Selanjutnya terdapat video yang menjelaskan putusan mengenai penyitaan aset yayasan Supersemar.

Masuk ke pembahasan tentang pelanggaran HAM pada masa Orde Baru, Najwa

melontarkan pertanyaan bagaimana menjelaskan tudingan-tudingan mengenai

pelanggaran HAM yang kerap terjdi pada masa Orde Baru. Disini Tommy justru membalikkan pertanyaan, justru yang seharusnya bisa menjawab adalah Najwa sendiri. Menurutnya jika itu benar terjadi, pada awal reformasi kenapa tidak mengungkap sehingga ketahuan siapa yang melakukan pelanggaran-pelanggaran tersebut. Kenapa setelah dua puluh tahun masih diungkap masalah-masalah HAM selama orba. Najwa mencoba menegaskan apakah Tommy setuju pelanggaran tersebut harus diungkap, Tommy mempersilahkan. Ia mencontohkan kasus penembakan Trisakti, kenapa hanya level komandan lapangan yang diproses, yang diatas kenapa tidak diproses oleh pemerintahan

(6)

28

pada awal reformasi. Najwa kembali menegaskan sikap politik partai Berkarya akan mendukung proses politik dan proses hukum yang membuat pelanggaran-pelanggaran HAM terang benderang. Menurut Tommy, bila itu dijalankan akan membantu mengungkap pelanggaran. Selanjutnya Najwa menyatakan tentang data Komnas HAM, Kontras, Amnesty Internasional, terdapat lima kasus pelanggaran HAM besar yang diduga dilakukan oleh Presiden Soeharto, Tommy menyela kenapa itu tidak dilakukan oleh pemerintah awal reformasi. Menurut Tommy, jika dilakukan sekarang tidak ada manfaatnya, peristiwa pidana setelah sepuluh tahun akan hangus. Jika mau diungkap silahkan untuk kepentingan politik, sedangkan kepentingan hukumnya tidak ada manfaatnya. Ketika ditanya apakah masalah HAM ini akan mengganggu tawaran dari partai Berkarya, menurut Tommy hal tersebut tidak akan terganggu, rakyak sudah pintar dan memahami bahwa keadaan sekarang lebih sulit. Pada akhir segemen ditampilkan sederet pelanggaran HAM pada masa Orde Baru sperti kekerasan Timor Timur, Dom Aceh, tragedi Tanjung Priok, tragedi Talangsari, dan lain lain.

Segmen ketiga dibuka dengan video kerusuhan massa dan demo mahasiswa yang menuntut Presiden Soeharto lengser, dilanjut dengan pidato pengunduran diri Soeharto dari kursi presiden. Masuk pada wawancara, Najwa memaparkan tentang perjalanan politik Tommy Soeharto dari mulai mencalonkan diri sabagai ketua partai Golkar, mendirikan partai Nasrep yang tidak lolos kualifikasi, hingga pada partai Berkarya. Lalu Najwa melontarkan pertanyaan apa yang mendorong Tommy masuk ke dunia politik. Menurut Tommy alasan dia masuk ke politik keprihatinannya kepada masyarakat, dimana sudah dua puluh tahun reformasi tetapi tidak menuju ke arah yang lebih baik. Ia juga berpendapat seharusnya Indonesia tidak bergantung pada hutang. Ketika ditanya cara yang efektif untuk mewujudkan pemikirannya dengan membentuk partai baru, ia berkilah partai hanya “kendaraan” untuk berpolitik dan tujuan akhirnya menguasai Senayan dan istana.

Najwa Shihab juga menyinggung tentang logo partai Berkarya seperti pada pin yang dipakai oleh Tommy Soeharto, logo tersebut mirip dengan logo partai Golkar. Tommy justru menjawab bahwa bukan mirip partai Golkar tapi justru merupakan Golkar yang “asli”, menurutnya partai Golkar yang sekarang sudah menyimpang dari semangat Golkar yang aslinya. Ketika ditanya apakah ini termasuk strategi partai untuk mengambil pasar partai Golkar yang pada 2014 partai pemenang pemilu, Tommy menjawab tidak hanya pasar Golkar, tetapi juga yang peduli dengan keadaan berbangsa dan bernegara. Tommy juga menyinggung tidak adanya GBHN, Repelita saat ini, ia menyebut saat ini kita hanya bergantung pada APBN. Najwa Shihab menyebut seorang petinggi partai

(7)

29

Berkarya yang mengatakan salah satu hal yang ditawarkan partai Berkarya yaitu tagline “Penak jamanku tho?”, apakah itu yang ditawarkan kepada publik tentang hal-hal baik semasa Soeharto menjabat? Tommy pun mengakui pernyataan yang dilontarkan oleh Najwa Shihab, ia mencontohkan program posyandu, PKK yang masih berjalan pada saat ini. Menurut Tommy, tidak adanya trigologi pembangunan saat ini membuat tidak ada pemerataan. Bantuan seperti dana desa, BLT tdiak meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika ditanya lebih lanjut apakah hal itu akan menarik bagi rakyat, Tommy mengaitkannya pada survei yang dilakukan oleh Indo Barometer dimana pada survei tersebut menyatakan kehidupan pada masa Presiden Soeharto yang paling enak. Tapi ketika Najwa Shihab menyebut data pada survei tersebut bahwa sebanyak 79,1% responden menilai saat ini Indonesia bergerak kearah yang benar, Tommy justru mempertanyakan kebenaran survei tersebut, menurutnya perlu dibuktikan lebih lanjut.

Pada segmen keempat baru diperkenalkan narasumber lainnya, yaitu Haris Azhar sebagai advokat HAM, Priyo Budi Santoso sebagai Sekjen Partai Berkarya. Lalu Jusuf Rizal sebagai Presiden Indonesia Center, sebuah lembaga yang ingin mengajukan Tommy Soeharto sebagai calon presiden, dan Nusron Wahid sebagai politikus Partai Golkar. Diawal segmen kembali ditampilkan video yang menampilkan wawanca dengan masyarakat tentang lebih enak Orde Baru atau reformasi, ada yang menilai lebih enak sekarang, lebih enak Orde Baru, tapi juga ada yang menilai keadaan sama saja. Menurut Haris Azhar, di jaman Soeharto orang-orang tidak sadar dengan adanya represi karena diberi kestabilan. Tommy diistilahkan ‘”anak raja”, Tommy susah untuk tahu dampak bruk pada jaman Orde Baru. Hal tersebut pun dibantah oleh Priyo Budi Santoso, menurutnya setiap pemimpin memiliki jasa dan kelebihan, berlebihan jika masih bicara dendam masa lalu. Jusuf Rizal mengklaim yang menilai jaman Soeharto lebih baik ketimbang reformasi yaitu rakyat, rakyat menilai tidak ada perubahan lebih baik setelah reformasi. Mengenai definisi pemerintahan saat ini melenceng, menurut Nusron Wahid jika melenceng dari keinginan elit politik yang pada masa Orde Baru mendapat keistimewaan, itulah esensi dari reformasi yang dituntut.

Pada wawancara dengan Tommy, Najwa juga dengan jelas menanyakan apakah Tommy memiliki ambisi untuk menjadi presiden. Tommy mengaku saat ini tidak ada niatan, menurutnya presiden bukan segalanya karena jika di DPR tidak kompak presiden pun susah bergerak. Di sisi lain, Jusuf Rizal mengaku banyak loyalis Soeharto yang ingin Tommy Soeharto mencalonkan presiden. Hariz Azhar mengakui ada kelompok yang rindu masa Soeharto, di negara lain pun ada yang rindu dengan model otoriter. Menurutnya jika

(8)

30

melihat sisi baik Soeharto juga melihat sisi buruknya. Selanjutnya Najwa Shihab juga menanyakan pilihan politik Partai Berkarya apakah akan mendukung Jokowi atau Prabowo, Tommy mengaku belum menentukan pilihan pada saat itu. Lebih lanjut Njawa juga bertanya apakah masih menganggap Prabowo bagian dari Cendana, Tommy mengamini pertanyaan tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

“...Jadi sebelum partai Golkar menentukan SN Prana Putra Sohe dan H.Sulaiman Kohar maju dalam pemilihan kepala daerah, partai Golkar melakukan survei terhadap elektabilitas

Setelah masa krisis perkembangan PMA terus memberikan trend yang positif sampai tahun 2016 yang mencapai nilai penanaman modal asing hingga 75.430.409 juta rupiah lebih

Kabupaten Magetan terletak di kaki gunung Lawu (ujung barat) sebelah timur yang membentang dari selatan ke utara, oleh sebab itu Kabupaten Magetan dikenal dengan

Penyebab utama dari menurunnya penonton youtube ini dikarenakan anak-anak sekolah minggu di pos pelayanan yang berada di Kembangsari dan Kalimangli tidak dapat menjangkau Channel

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akhirnya menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Penyiaran yang kemudian disahkan oleh Presiden menjadi

Namun apabila perusahaan menghasilkan persentase return on equity negatif yang cukup besar menunjukkan bahwa perusahaan telah menderita kerugian yang cukup besar dari

dulu bernama Raudhatul Athfal (RA). Berdirinya Madrasah Aliyah Darusssalam pada tahun 90-an di desa Bunten Barat Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang tersebut

67 4.4 Uji T Tabel 4.5 Hasil Uji t VARIABEL BATAS HASIL UJI SIGNIFIKANSI KESIMPULAN Motivasi X1 < 0,05 0,021 H1 Diterima Fasilitas Kerja X2 0,006 H2 Diterima Variabel