Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
1
PENENTUAN JENIS DAN KOMPOSISI PRODUK
A. TUJUAN
Sebagai acuan dalam menentukan jenis dan kompoisi produk yang meliputi komposisi bahan, jumlah dan jenis fortifikan yang digunakan dalam pembuatan produk.
B. BAHAN DAN ALAT
Tabel Angka Kecukupan Gizi Bagi Ibu Hamil (WNPG VIII, 2004) Timbangan
Microtoice
Data status gizi berdasarkan BB/TB dan tingkat konsumsi ibu hamil berdasarkan recall
Bahan dasar tepung dan atau pati, susu skim, telur, flavor dan bahan pelengkap lainnya
Fortifikan terdiri dari: vitamin A, asam folat, vitamin C, iodium, besi dan seng
C. LANGKAH-LANGKAH
Mengidentifikasi defisiensi zat gizi yang dialami ibu hamil di daerah sasaran, berdasarkan BMI (BB/TB) (Form 1-2).
Mempelajari anjuran tambahan gizi bagi wanita hamil baik beresiko maupun tidak, berdasarkan WNPG 2004 (Form 3).
Menentukan angka kontribusi makanan tambahan (makanan kudapan/snack) yang diharapkan terhadap total kecukupan gizi bagi ibu hamil (dihitung berdasarkan Form1-3).
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
2
Menentukan bahan baku dengan kriteria (Form 4) :
a. Banyak dikonsumsi masyarakat termasuk penduduk miskin. b. Bila difortifikasi sifat organoleptiknya tidak berubah dari sifat
aslinya.
c. Pangan yang difortifikasi, aman untuk dikonsumsi.
d. Tersedia teknologi fortifikasi sesuai dengan pangan pembawa dan fortifikan yang digunakan.
e. Ada kerjasama yang nyata antara pihak pemerintah, non pemerintah dan swasta.
f. Pangan hasil fortifikasi, harganya tetap terjangkau oleh kelompok target.
g. Dari sisi pengguna diyakini tidak akan terjadi konsumsi berlebihan.
Mengidentifikasi jenis produk yang potensial berdasarkan daya terima tinggi, umur simpan relatif lama, praktis, mudah dalam penyajian (mengikuti panduan uji sensoris).
Mempelajari jenis dan dosis fortifikan dengan kriteria:
a. Fortifikan tidak mempengaruhi produk akhir, dalam hal sifat organoleptis.
b. Tidak bereaksi dengan bahan-bahan lain. c. Visibel secara ekonomi.
d. Masih tersedia setelah proses selesai.
e. Kualitas produk setelah penyimpanan, tidak mengalami perubahan sifat fisik dan kimia.
f. Tingkat absorbsi dan juga ketersediaanya (bioavailable) tinggi. Contoh kriteria untuk produk biskuit dapat mengacu pada formulir 6.
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
3
Memformulasikan komposisi bahan penyusun untuk memenuhi komposisi yang diharapkan.
Melakukan ujicoba di laboratorium (uji proksimat: protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral; uji biologis: kualitas protein, vitamin, mineral) untuk mendapatkan formula yang tepat dengan komposisi zat gizi sesuai yang dikehendaki.
D. MACAM-MACAM FORMULIR
Dalam penentuan jenis dan komposisi produk dapat menggunakan formulir-formulir di bawah ini:
Formulir 1: Identifikasi Zat Gizi
Tingkat Konsumsi** Kelompok Ibu
Hamil BMI* Energi Protein Vitamin Mineral Trimester I
19-29 th 30-49 th Keterangan:
* BMI (IMT) = Indeks Masa Tubuh = BB(kg)/TB(m)2 , ** Diukur dengan metode food recall
Formulir 2: Konsumsi Zat Gizi Metode Recall 24 Jam yang Lalu
Waktu Jenis Makanan URT Jumlah yang Dikonsumsi
(g) Keterangan
Pagi Siang Sore Malam
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
4
Formulir 3. Tambahan Berat Bagi Ibu Hamil Berdasarkan Kategori BMI Sebelum Hamil
Status Berat
Sebelum Hamil Kategori BMI1) Tambahan Berat (kg) Kategori BMI2) Tambahan Berat (kg)
Berat Rendah <19,8 12,5 -18 <18,5 12,7-18,2 Berat Normal 19,8-25 11,5 -16 18,5-24,9 11,4-15,9 Berat Lebih 26-29 7-11,5 25-29,9 6,8-11,4 Obes > 29 7 >= 30 Min. 6,8 Kehamila Kembar - 16-20 - - Kehamilan Tiga - 23 - - Sumber:
1). Food and Nutrition Board, Institut of Medicine (1990) 2). Plaisted dkk., 2002.
Formulir 4: Penentuan Bahan Baku
Daya
terima Ketersediaan
Harga dengan Standar Tepung
Terigu Dikembangkan Kemungkinan Jenis Tepung T S R M S St Mh Rm Mr Terigu Ubi jalar Jenis Tepung Daya
terima Ketersediaan Standar Tepung Harga dengan Terigu Kemungkinan Dikembangkan T S R M S St Mh Rm Mr Ketela ………. . ………. . Keterangan:
T = Tinggi; S = Sedang; R = Rendah; M = Mudah; St = Sulit; Mh = Mahal; Rm = relatif murah; Mr = Relatif Mahal
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
5
Formulir 5: Formulir Penentuan Ingredien
Ingredien Energi (kkal) Protein (g)
% AKG
Jumlah ……… ……….. ………..
Formulir 6: Jenis dan Jumlah Fortifikan dalam 100 gram Produk Jenis Fortifikan Tanpa Enkapsulasi (mg) Enkapsulasi
(mg)
Vitamin A asetat 11,2 (1176 RE, Vit A) -
Asam Folat 1,1 -
Vitamin C 96 -
KIO3 0,4 (237 μg I) 12
FeSO4.7H2O 216,9 (43,4 mg Fe) 433,7
ZnO 22 (18,1 mg Zn) 45
Keterangan: angka dalam tanda kurung menunjukkan kadar senyawa
elemental
Kandungan energi dan protein per 100 g produk masing-masing 562 kkal dan 15 g.
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
6
PROSES PEMBUATAN PRODUK
A. TUJUAN
Sebagai acuan dalam pembuatan produk pangan yang berkualitas baik sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan untuk ibu hamil.
B. JENIS PRODUK 1. BISKUIT
a. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan biskuit:
Tepung terigu, tepung ubi jalar, tepung garut, atau yang lainnya.
Gula, susu, margarin, telur, minyak nabati, baking powder, garam, flavor.
b. Tahapan Pembuatan Biskuit
Margarin dipanaskan hingga mencair.
Kemudian ditambahkan air, gula dan garam. Mixer selama 15 menit.
Masukkan campuran pati, tepung, fortifikan dan susu, baking
powder, kemudian diaduk sampai adonan menjadi plastis. Cetak adonan, dan di oven pada suhu 160 – 165 oC selama 20
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
7
c. Bagan Alir Pembuatan Biskuit
2. KUKIS a. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kukis:
Tepung terigu, tepung ubi jalar, tepung garut, atau yang lainnya Gula, susu, skim, margarin, minyak nabati, telur, baking
powder, garam, flavor dan air.
Diaduk Adonan Dibuat lembaran
Dipanggang dalam oven pada suhu 160-165 oC selama 20-25 menit
Dicetak
BISKUIT Tepung gula + margarin + telur
Dikocok selama 15 menit
Campuran tepung terigu+ havermuth + susu + baking
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
8
b. Tahapan Pembuatan Kukis
Margarin dipanaskan hingga mencair.
Kemudian ditambahkan air, gula dan susu skim. Dikocok selama 15 menit.
Masukkan kuning telur, baking powder, dan flavor. Dikocok selama 15 menit.
Ditambahkan campuran pati, tepung terigu, dan fortifikan. Diaduk selama 10 menit.
Adonan dimasukkan dalam casing.
Cetak adonan, dan di oven oven pada suhu 180oC selama 14 menit.
c. Bagan Pembuatan Kukis
Ditambah campuran tepung terigu dan tepung beras, serta fortifikan. Diaduk selama 10 menit
Dimasukkan ke dalam “casing” (alat untuk memasukkan adonan ke cetakan) Ditambah kuning telur + baking powder + flavor
Dikocok selama 15 menit
Dicetak
Margarin + Gula + Susu skim diaduk dikocok selama 15 menit
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
9
3. CRACKERS
a. Bahan Pembuatan Crackers
Adonan: Terigu (disubstitusi tepung lokal garut/ubi jalar), tepung gula, margarine, mentega, keju, kuning telur, baking soda, ragi, garam, air dingin, susu skim.
Filler : Terigu (disubstitusi tepung lokal garut/ubi jalar), garam,
baking soda.
b. Bagan Alir Pembuatan Crackers
* Air dingin 50 %
Dicampur dengan terigu 160 gram + ragi
Diaduk sampai kalis
Dipipihkan membentuk lembaran Margarine +mentega+garam + susu +
gula aduk 10 menit
Bagian yang tidak dilapisi dilipat menutup setengah bagian lembaran, ditutup Ditambahkan bahan pengisi (terigu, soda
kue) disebar pada setengah bagian lembaran
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
10
Dicetak dengan ukuran seragam
Difermentasi selama 10 menit Tabur keju parut
Dipanggang : 140 o C = 3 menit 120o C = 5 menit 100o C = 7 menit CRACKERS
*
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
11
UJI SENSORIS
A. TUJUAN
Sebagai acuan dalam melakukan penentuan mutu dan daya terima produk berdasarkan uji sensoris (penglihatan, pencicip, pembau, pendengar, dan peraba).
B. BAHAN DAN ALAT
Kuisioner sebagai instrumen pengujian Produk yang akan diuji
Perlengkapan saji
C. TAHAPAN
Menetapkan tujuan pengujian. Menetapkan jenis pengujian sensoris.
Merekrut panelis untuk melakukan pengujian.
Memberikan penjelasan dan/atau latihan bagi calon panelis.
Membuat desain pengujian untuk meminimalkan kesalahan penilaian dan bias produk.
Menciptakan ruangan yang nyaman untuk dapat melakukan pengujian.
Meminimalkan sumber kesalahan dari produk, penyiapan, dan penyajian.
Melakukan kontrol terhadap waktu, temperatur, dan ukuran saji. Menetapkan jumlah sampel yang akan diuji, dan memberikan periode
waktu istirahat cukup antar pengujian.
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
12
sehingga diperoleh informasi mutu komoditas yang di uji.
D. MACAM-MACAM FORMULIR
Pengujian sensoris produk yang akan digunakan dalam kegiatan feeding dapat menggunakan formulir-formulir berikut ini:
FORMULIR 1: PEREKRUTAN PANELIS
Sebagai upaya penyesuaian tingkat kesukaan saudara terhadap
produk, dan ketrampilan dalam menguji produk, maka saudara
diminta mengisi kuesioner sebagai berikut (semua informasi akan
dijaga kerahasiaannya).
Mohon Ditulis Cetak atau melingkari pilihan jawaban. IDENTITAS
Nama : ____________________________
No.Telepon (kantor)
:______________(rumah/hp):____________________ Usia (tahun) : a. 19 - 25 b. 25 - 34 c. 35 – 45 Jenis kelamin : a. Laki-laki b. perempuan
INFORMASI UMUM/KEBIASAAN
1. Apakah saudara merokok ? a. Tidak b. Ya Jika ya, seberapa banyak saudara merokok?
a. Kadang-kadang b. < 1 bungkus / hr c. 1 bungkus/hr d. >1bungkus/hr 2. Apakah saudara tidak menolak/tidak suka jenis pangan tertentu (alergi,
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
13
3. Apakah saudara melakukan diet khusus ? a. Tidak b. Ya Jika Ya, isilah pertanyaan di bawah ini
Diabet_____________________;sedikit garam_____________________ Tinggi energi _______________;rendah energi____________________ Lainnya___________________________
4. Apakah saudara menderita suatu penyakit ?
a. Tidak b. Ya, sebutkan ____________ 5. Jika Ya, apakah saudara melakukan beberapa perawatan medis?
a. Tidak
b. Ya, sebutkan jenis perawatan __________________________ 6. Apakah saudara menyukai produk biskuit/kukis/crackers?
a. Tidak b. Ya, Jenis biskuit apa yang saudara sukai __________ 7. Sejauh mana saudara menyukai produk biskuit/kukis /crackers?
a. Amat sangat suka b. Sangat suka c. Suka d. Agak suka e. Biasa f. Tidak suka
8. Apakah saudara tertarik untuk mencoba produk biskuit, kukis dan crackers yang dikembangkan ? a. Tidak b. Ya
Terima kasih untuk kerjasamanya
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
14
FORMULIR 2: UJI HEDONIK
Nama Penelis: Tanggal : Kode sampel :
Dihadapan Saudara telah disediakan produk. Saudara diminta untuk memberikan penilaian terhadap rasa, warna, aroma, tekstur produk dan tingkat kesukaan dengan cara melingkari nomor yang sesuai penilaian saudara. WARNA 1 2 3 4 5 6 7 Sangat cerah Cerah Agak cerah Netral/biasa Agak gelap Gelap Sangat sangat gelap TEKSTUR 1 2 3 4 5 6 7 Sangat keras Keras Agak keras Netral/ biasa Agak renyah Renyah Sangat renyah AROMA 1 2 3 4 5 6 7 Sangat tidak berbau Berbau Agak berbau Netral/ biasa Agak menyengat Menyengat Sangat menyengat
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
15 RASA 1 2 3 4 5 6 7 Sangat manis Manis Agak manis Biasa Agak tidak manis Tidak manis Sangat tidak manis
KESUKAAN SECARA UMUM
1 2 3 4 5 6 7 Sangat suka Suka Agak suka Biasa Agak tidak suka Tidak suka Sangat tidak suka Komentar: ……… ……….……… ……….
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
16
PENGEMASAN DAN PELABELAN
1. PENGEMASAN A. TUJUAN
Sebagai acuan dalam melakukan pengemasan untuk menjamin agar pangan terhindar dari kontaminan, bau serta gas dari luar, kerusakan fisik dan meningkatkan umur simpan pangan.
B. BAHAN
Karton
Kertas aluminium Plastik
Plastik polietilen yang pada bagian dalam dilapisi alumunium Kemasan aseptis multilapis terdisi dari 3 bahan utama yaitu
kertas, plastik polietilen dan lapisan aluminium ”Sealer”.
C. JENIS KEMASAN
Terdapat dua macam wadah yaitu :
Wadah primer/utama atau wadah yang langsung berhubungan dengan pangan.
Wadah sekunder merupakan wadah yang tidak langsung berhubungan dengan bahan pangan.
D. SYARAT WADAH UTAMA
Bersifat nontoksik dan inert sehingga tidak terjadi reaksi kimia
yang dapat menyebabkan perubahan warna, flavor, dan perubahan perubahan lainnya.
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
17
Mampu melindungi kandungan air dan lemaknya, mencegah masuknya bau dan gas, melindungi makanan dari sinar, tahan terhadap tekanan atau benturan, dan melindungi dari kontaminasi.
2. PELABELAN A. TUJUAN
Sebagai acuan dalam pembuatan label secara benar sehingga dapat memberikan informasi lengkap mengenai suatu produk.
B. INFORMASI YANG PERLU DICANTUMKAN
Informasi yang perlu dicantumkan pada kemasan meliputi : Nama produk
Komposisi ingridien Berat bersih
Nama dan alamat produsen No. Pendaftaran
Kode produksi
Tanggal/bulan dan tahun kedaluarsa Cara penyimpanan
Cara Penggunaan
Nilai gizi (ukuran saji dan % AKG)
Penggunaan khusus ( Keterangan halal dan diperuntukkan untuk siapa)
Klaim Gambar
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
18
CARA PENYIMPANAN DAN TRANSPORTASI A. TUJUAN
Sebagai acuan dalam penyimpanan dan transportasi produk agar terjamin kualitasnya.
B. KEGIATAN
Menyiapkan ruangan yang terbebas dari berbagai kontaminan pangan, serangga, hama gudang, cahaya langsung, bocor dan sebagainya.
Melakukan kontrol ruangan agar bersih dan tidak lembab. Menyiapkan karton untuk mengepak produk.
Melakukan pengepakan produk ke dalam karton (satu karton bisa 20 bungkus produk). Penyimpanan produk diharapkan pada temperatur kamar agar lebih mudah untuk perawatan dan transportasi/distribusi. Menyusun produk dalam kendaraan berdasarkan target wilayah dan
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
19
CARA PENGGUNAAN PRODUK OLEH IBU HAMIL
A. TUJUAN
Sebagai acuan dalam penggunaan produk oleh ibu hamil untuk mendapatkan manfaat yang optimal.
B. CARA PENGGUNAAN PRODUK OLEH IBU HAMIL
Dikonsumsi langsung hanya sebagai makanan tambahan.
Dikonsumsi setiap hari sebanyak 2 kantong yaitu pagi dan sore, diantara dua waktu makan utama.
Dalam seminggu ada 7 hari mengkonsumsi produk.
Setiap ibu hamil mendapatkan produk yang sama dengan kandungan energi sebanyak 450 kalori dan protein sebanyak 12 g per orang per hari.
Untuk keperluan distribusi produk kepada contoh ibu hamil, maka bungkusan produk tersebut ditempatkan dalam satu kotak.
Sebelum dilakukan pemberian makanan tambahan (biskuit), semua contoh ibu hamil diberi obat cacing untuk mengontrol pengaruh investasi cacing.
Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology, IPB Bekerjasama dengan
Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB dan
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB