UNTUNG SURAPATI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
METODOLOGI PENELITIAN
KOPERTIS XII
Sesuai dengan tuntutan pembangunan nasional telah disadari bahwa peranan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin penting, apalagi menjelang tahun 2035 jumlah
penduduk Indonesia tidak kurang dari 300 juta orang penduduk. Tentunya bagi kita tidak ada pilihan lain kecuali mencukupi kebutuhan dasar manusia mereka akan pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan dengan tantangan dinamika sosial ekonomi dan budaya yang terikut di dalamnya. Dengan demikian dapat diartikan bahwa pengembangan dan penerapan iptek tidak harus didukung oleh pembangunan infrastruktur iptek.
Fungsi utama infrastruktur iptek adalah : menyusun sasaran, menggerakkan dan membangun iptek, menyampaikan dan memanfaatkan iptek, melatih pelaku iptek, memberikan pelayanan pendukung iptek, termasuk informasi dan pengkajiannya,
menyususn norma pengujian iptek, melakukan alih teknologi termasuk proses perolehannya, melaksanakan evolusi pendanaan untuk pembangunan iptek di satu sisi dan
mengaplikasikan pengetahuan keilmuan dan penguasaan teknologi di sisi yang lain.
Fungsi-fungsi infrastruktur iptek di atas ditunjang oleh 3 pilar yaitu : (1) pendidikan dan pelatihan (education and training), (2) penelitian, pengembangan dan rekayasa (R, D and E), dan (3) pelayanan iptek (engineering service).
Bidang dinamika sosial ekonomi dan budaya. Ruang lingkup kegiatan bidang dinamika sosial ekonomi dan budaya diarahkan untuk dapat menjawab permasalahan yang berkaitan dengan : pengembangan SDM dan SDS (sumber daya sosial) untuk mendukung
pengembangan berkelanjutan ; dinamika ketenagakerjaan dalam konteks industrialisasi dan pengembangan pola pengelolaannya; pengembangan sikap jati diri bangsa dalam era
globalisasi ekonomi dan demokratisasi; otonomi daerah dan peningkatan persatuan bangsa dalam dinamika perubahan pedesaan dan urbanisasi; peningkatan kualitas masyarakat melalui pengembangan sistem hukum dan sistem politik yang berkeadilan. Fokus
pembahasan dan analisis temuan hasil riset diarahkan kepada upaya untuk pengembangan strategi dan kebijaksanaan pembangunan dalam rangka meningkatkan kemampuan nasional menuju kemandirian bangsa.
1.
Memelihara Nasionalisme di Kepulauan Terluar Indonesia;
Kajian atas masyarakat perbatasan Indonesia Timor Leste,
Indonesia Aussie
2.
Studi Indeks Perdamaian Regional Maluku
Social Distance Antar Etnis di Ambon;
Upaya harmonisasi hubungan antara warga Buton, Bone, dan
Ambon
4.
Penggalian dan Revitalisasi Kearifan Lokal Bagi Mediasi dan
Transformasi Konflik di Maluku
5.
Pelestarian Lingkungan Melalui Model Pewarisan Nilai Adat di Pulau
Seram
6.
Institusional Kerjasama Antar Daerah Otonom Kepulauan
(Merancang model resolusi konflik desentralisasi di daerah
kepulauan)
7.
Pengembangan Model Sekuritas Sosial untuk Pemberdayaan
Perempuan dari Kerawanan Sosial Ekonomi di Maluku (Studi kasus:
Kota Ambon)’
8.
Pengembangan dan Implementasi Sistem Pengelolaan Pemerintah
Daerah Berdasarkan “Blanced Scorecard” di Maluku
9.
Akuntabilitas Pemerintahan Berbasis Hak Rakyat (Right Based) dan
“Informasi Instution” Strategi menuju “Democratic Governance” di
Maluku.
10. Pengembanga Model Institusionalisasi Nilai Ambonesse Wisdom Sebagai
Nilai Resolusi Konflik Bagi Partai Politik Sebagai Agen Resolusi Konflik di Maluku.
11. Model Mapping Potensi PNS dengan Metode Statis Pribadi “Spider Plot” di
Maluku
12. Model Pengembangan “Price on nonconformance/PONC” untuk penciptaan
quality improvement performance layanan administrasi kependudukan di Maluku
13. Model Pengembanga Layanan Informasi Public Berbasis E-government
dalam Mendukung Penciptaan Efektivitas dan Peningkatan Quality Service Performance di Maluku
14. Dinamika Kombinasi Politik atas Partisipasi dan Keterwakilan Perempuan di
Parlemen (studi kasus DPRD Prov. Maluku)
15. Analisis Pengaruh Komunikasi Kepemimpinan dan Pendidikan terhadap
Tingkat Partisipasi Masyarkat dalam Pengembangan Desa Wisata di Prov. Maluku.
16. Pengembangan Model Kelembagaan Pekerja Wanita Pada Sektor Pertanian
dalam Rangka Peningkatan Peran Wanita Pada Pembangunan Pedesaan
17. Model Formulasi Kebijakan Reformasi Birokrasi Pemerintah Daerah Otonom
Baru Melalui Pemberian Pelayanan Publik yang Berwawasan Good Government dan Clean Government
18. Strategi Peningkatan Kesetaraan dan Keadilan Gender Melalui Model….? 19. Pemahaman Nilai Etika Kepemimpinan dalam Lakon Tradisional Papa Raja:
20. Kontekstralisasi Model “Sound Public Government” dalam Perencanaan
Pembangunan Daerah untuk Meningkatkan Kinerja Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Studi kasus……..?
21. Model Penguatan Modal Sosial dan Akses Administrasi Daerah untuk
Pengentasan Masyarakat Miskin yang Berkelanjutan: Studi kasus…..?
22. Desentralisasi dan Sistem Pengeluaran Kinerja Pemerintah Daerah
Terhadap Implementasi Sistem……… oleh Pemerintah Propinsi Maluku
23. Pengembangan Model Pembentukan GSK Terhadap Tingkat Penggunaan
Kondom pada PHB (Studi eksprimental dalam kerangka penanggulangan HIV/AIDS di….)
24. Perilaku Masyarakat dalam Mencari Pelayanan Kesehatan dan Utilisasi
Penyembuhan Tradisional di Kabupaten….Propinsi Mauluku
25. “Mindstreaming” Multikulturalisme dalam Studi Agama Sebagai Upaya
Pengembangan Modal Sosial dalam Kehidupan Beragama
Secara umum, metodologi penelitian kualitatif adalah suatu upaya yang
sistematis melibatkan kaidah-kaidah maupun teknik-teknik untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia pada suatu fenomena sosial, atau cara untuk
memperoleh “kebenaran” dalam pengetahuan.
26. Model pengembangan sosial – Ekonomi komunitas nelayan miskin Berbasis
Perempuan (Studi pada komunitas nelayan di Pantai Timur P. Seram, Maluku).
27. Pengembangan dan pemberdayaan Dosen untuk meningkatkan
produktifitas kerja Dosen Fisip di kota Ambon.
28. Kajian histeris terhadap situs kota …., kecamatan ….., kabupaten….,
Maluku.
29. Inventarisasi sistem simbol dan nilai dalam adat Perkawinan
masyarakat……
30. Model revitalisasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) untuk
meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di kabupaten ……, P. Buru, Maluku.
31. Model formulasi kebijakan penataan ruang untuk mewujudkan
pembangunan perkotaan yang berdimensi spatial, integral, dan berkelanjutan di kota……
32. Pengembangan model kerjasama pemimpin formal-informal sebagai upaya
meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Desa pada Desa-Desa terbelakang di P. Buru, Maluku.
33. Identifikasi dan pelestarian situs sejarah budaya dalam pengembangan
ilmu dan kepariwisataan di P. Banda, Maluku.
34. Mencari pola baru dalam penanggulangan kekerasan terhadap istri yang
mandiri secara ekonomi menurut prespektif postfenisme.
35. Analisis kondisi dan strategi pengembangan desa tertinggal dalam
36. Pemberdayaan musik daerah (….) menjadi terapi musik untuk penurunan
depresi pasien smake.
37. Model pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal, Analisis
Sosio-kultural terhadap Branding Pariwisata “Molluccas the spirit of Indonesia”.
38. Peran sexual script dalam komunikasi seksual suami-istri. Kajian personal
sexual idiom pada etnis Maluku, Bugis, Tionghoa, dan Arab di Ambon.
39. Pengembangan model teknik retorika berbasis Trustworthiness dan
Attractiveness bagi para pendeta/penginjil untuk mencapai komunikasi khotbah yang efektif.
40. Revitalisasi nilai-nilai sosial masyarakat berbasis kearifan lokal dalam era
globalisasi dan modernisasi di Maluku.
41. Perubahan sosial di daerah pedesaan (suatu kajian proses dan dampak
konflik SARA di kecamatan……., kabupaten……).
42. Sumbangan nilai-nilai luhur budaya tradisional Maluku terhadap
pembangunan nasional.
43. Implementasi nilai-nilai filosofis “……….” sebagai media pembentuk budi
pekerti anak.
44. Pengembangan buku pedoman ritual pertanian.
45. Bentuk-bentuk respons dan strategi adaptasi masyarakat pedesaan dalam
menghadapi krisis dilihat dari perpektif sejarah.
46. Pemberdayaan masyarakat adat sebagai basis penataan penyelenggaraan
47. Potensi E-learning melalui sistem On-line dalam meningkatkan kualitas
pembelajaran di Prodi Sosiologi, Fisip, Univ. Pattimura.
48. Identifikasi dan Estimasi Kerawanan Pekerja Anak di Propinsi Maluku dan
Solusi kebijakan.
49. Penyusunan model resolusi antar desa dan antar kampung melalui
pembangunan modal sosial pada masyarakat pedesaan pantai ……..di propinsi Maluku.
50. Modal sosial dan pengembangan model transmisi modal sosial dalam
upaya peningkatan kesejahteraan keluarga (studi pada 2 komunitas masyarakat).
51. Model perencanaan pembangunan partisipatif pemerintah kabupaten….. 52. Pemetaan penulis dan pusat-pusat penulisan naskah-naskah (?) pada
masyarakat di propinsi Maluku.
53. Civil Society dalam kepemimpinan lokal di Maluku (Analisis terhadap
perjuangan hak-hak warga dalam surveillance Negara dan Desa Adat yang ketat di era reformasi.
54. Pluralisme Agama : studi pemikiran dan gerakan di Maluku.
55. Kampung multikultural sebagai strategi alternatif penguatan integrasi
“memperkaya khazanah ilmu
pengetahuan (Body of knowledge)
sebagai jawaban atas pertanyaan
mengapa (why)
Penelitian dasar
(Fundamental
“Jenis penelitian yang terealisasikan”
A. Pengembangan institusi
1.
Latihan meneliti (peneliti : Yunior)
2.Penelitian level S1/S2
3.
Memperkaya ilmu pengetahuan
B. Inovasi / Terobosan
4.
Latihan meneliti (Peneliti : Senior)
5.Penelitian Level S3
6.
Kerjasama penelitian dengan institusi di luar PT.
C. Penanggulangan masalah pembangunan
7.
Aplikasi teknologi
8.Pemantauan
9.
Penanggulangan masalah pembangunan
Proses dan produk ipteks
Potensi HAKI
Artikel ilmiah (nasional/internasional) terakreditasi
Memperkaya bahan ajar, laporan penelitian
Teknologi tepat guna
Produk: 1. Metoda / cara
2. Prototipe / model
3. System
4. Blue print
5. Policy
Melalui program hibah pekerti, diharapkan kesenjangan akses terhadap
sarana penelitian yang lengkap dan baik dapat diatasi dengan memberikan kesempatan kepada peneliti yang belum berkembang untuk dimanfaatkan keahlian, budaya, dan peralatan yang baik dan lengkap dari laboratorium penelitian pergunaan yang telah maju, melalui kerjasama penelitian antara Tim Peneliti Pengusul (TPP) dan Tim Peneliti Mitra (TPM). Target dari
program ini adalah terjadinya kerjsama yang harmonis antar perguruan tinggi pada bidang ilmu sejenis yang mampu memaju inovasi IPTEKS
Peningkatan kemampuan meneliti tim TPP dan berkembangnya program
penelitian yang baik di TPP setelah pekerti berakhir TPP = ketua dan maks. 2 anggota
TPM = ketua dan satu anggota TPP PTN / PTS
a. S2 dan / atau S3
b. Dari kelompok peneliti yang baru berkembang c. Tidak sedang memangku jabatan struktural d. Tidak sedang mengikuti pascasarjana
e. Tidak sedang terikat untuk penelitian lainnya
TPM
TPM yang sama hanya diperbolehkan sebagai mitra untuk 2 usulan termasuk penelitian pekerti yang sedang berlangsung.
1. Carilah keanehan-keanehan yang menyimpang dari keteraturan yang biasa
diamati.
2. Dengarlah keterangan orang mengenai pemenuhan itu, bukan untuk
langsung dianggap benar, melainkan untuk dipakai sebagai sumber bertanya-tanya.
3. Kumpulkan data melalui pengamatan-pengamatan pendahuluan untuk
membantu mempertajam pertanyaan-pertanyaan yang kemudian akan dipakai menyusun pendapat sementara mengenai permasalahan yang dihadapi itu.
4. Uraikanlah permasalahan itu menjadi golongan-golongan permasalahan,
sehingga penanganan permasalahan dapat dilakukan bertahap.
5. Tegarkanlah diri membuat hipotesis yang berani melalui perumusan yang
berani pula.
6. Upayakan menemukan penjelasan yang wajar saja atas
keanehan-keanehan yang ditemukan dan akan menjadi pengetahuan baru.
7. Tolaklah mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku kalau terasa bahwa
aturan-aturan itu mengekang kreasi
8. Selalulah bertanya “Apa sebabnya” apabila menghadapi suatu
pengetahuan lama.
9. Menghayallah dengan bebas. Ingat bahwa suatu ciptaan adalah hasil suatu
khayalan.
10. Jangan takut berbuat kesalahan. Kesalahan adalah pengalaman yang
menghindarkan pembuatan kesalahan yang aman dimasa depan.
Ada 10 langkah yang dapat dipakai dalam
Metode Kuantitatif Metode Kualitatif
A. Desain
1. Spesifik, jelas, rinci
2. Ditentukan secara mantap sejak awal 3. Menjadi pegangan langkah demi
langkah
A. Desain 1. Umum 2. Fleksibilats
3. Berkembang dan muncul dalam proses penelitian
B. Tujuan
1. Menunjukkan hubungan untuk variabel 2. Menguji teori
3. Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
B. Tujuan
1. Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif
2. Menggambarkan realitas yang kompleks
3. Memperoleh pemahaman makna 4. Menemukan teori
C. Teknik Penelitian 1. Teknik penelitian 2. Koesioner
3. Observasi yang telah terstandar
C. Teknik Penelitian 1. Participant observation 2. In depth interview
3. Dokumentasi 4. Tringulasi D. Instrumen Penelitian
1. Test, angket, wawancara terstruktur 2. Instrumen yang telah terstandar
D. Instrumen Penelitian
1. Peneliti sebagai instrument (human instrument)
2. Buku catatan, tape recorder, camera, handycam dll
E. Data
1. Kuantitatif
2. Hasil pengukuran variable yang dioperasionalkan dengan
menggunakan instrument
E. Data
1. Deskriptif
2. Dokumen pribadi, catan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dll
Metode Kuantitatif
Metode Kualitatif
F. Sampel
1. Besar
2. Representatif
3. Sedapat mungkin random 4. Ditentukan sejak awal
F. Sampel
1. Kecil
2. Tidak representatif 3. “Purpose”, “Snowball”
4. Berkembang selama proses penelitian
G. Analisis
1. Setelah selesai pengumpulan data 2. Deduktif
3. Menggunakan statistik
G. Analisis
1. Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian
2. Induktif
3. Mencari pola, model, tema teori
H. Hubungan dengan responden
1. Berjarak, bahkan sering tanpa kontak 2. Peneliti merasa telah unggul
3. Jangka pendek
H. Hubungan dengan responden
1. Empati dan akrab
2. Kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan 3. Jangka lama
I. Usulan Desain
1. Luas dan rinci
2. Literatur yang berhubungan dengan masalah, dan varabel yang diteliti
3. Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkah 4. Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas 5. Hipotesis dirumuskan dengan jelas
6. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan
I. Usulan Desain
1. Singkat
2. Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama
3. Prosedur bersifat umum, seperti akan merencanakan piknik
4. Masalah bersifat sementara dan anak ditemukan setelah studi pendahuluan
5. Tidak dirumuskan hipotesis karena justru akan menemukan hipotesis
6. Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan
J. Kapan penelitian dianggap selesai
- Selesai semua data yang direncanakan dapat terkumpul
J. Kapan penelitian dianggap selesai
• Setelah tidak ada data yang dianggap baru/jenuh
K. Kepercayaan terhadap hasil penelitian
1.
PENELITIAN TEORITIK
DIDASARKAN ATAS TEORI BAKU
UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI SUATU SISTIM
SISTIM DISUSUN BERDASARKAN TEORI
LANGKAH-LANGKAH :
Identifikasi masalah
Penentuan landasan analisis atau kerangka studi
Rumusan masalah
Perhitungan/penyelesaian matematik Penafsiran dan evaluasi hasil
2.
PENELITIAN EKSPERIMENTAL
MENDAPATKAN PENGETAHUAN ATAU INFORMASI TENTANG SUATU
SISTEM MELALUI EKSPERIMEN. INFORMASI YANG DIMAKSUD
MENYANGKUT HUBUNGAN/INTERAKSI ANTAR KOMPONEN DALAM
SISTIM, SERTA HUBUNGAN ANTARA SIFAT-SIFAT KOMPONEN
Penelitian Eksprimental
(Sutrisno, 1992)
Dunia
Nyata
Pengetah
uan
TEORI
Eksperi
men
Hasil
Inferensi : cakupan
keandalan
Abstraksi
Konsep variabel
3. PENELITIAN REKAYASA
Suatu kegiatan perancangan yang tidak rutin, sehingga di dalamnya
terdapat kontribusi baru baik dalam bentuk proses maupun produk/prototif
Kegiatan Rekayasa
1.Perancangan produk 2.Perancangan proses 3.Perancangan rekayasa
Ciri-ciri Kegiatan Rekayasa
4.Merupakan kegiatan kreatif yang dilandasi oleh pemahaman yang baik atas
bidang keilmuan
5.Merupakan optimasi atas tujuan tertentu dalam berbagai kendala yang ada 6.Mengandung tahapan-tahapan utama sebagai berikut :
1)Kejelasan rencana/tugas 2)Rancangan konseptual 3)Susunan rancangan 4)Rancangan detil
Secara umum, metodologi penelitian kualitatif adalah suatu upaya yang sistimatis melibatkan kaidah-kaidah maupun teknik-teknik untuk memuaskan rasa ingin tahu
manusia pada suatu fenomena social atau cara untuk memperoleh “kebenaran” dalam memperoleh pengetahuan
Pengkajian
wilayah dan kota arsitektur
a. Proses Penelitian
b. Motivasi penelitian menguji suatu hipotesis eksplorasi suatu minat
c. Struktur Penelitian penelitian deskriptif penelitian eksplorasi penelitian eksplanatori d. Operasional penelitian
e. Sampling f. Survey peneliti
MASALAH :
1.Kesenjangan antara kondisi yang ideal dengan kondisi yang nyata
2.Celah yang nampak antara apa yang diinginkan/diharapkan dengan apa yang
tersedia.
KEADAAN YANG DAPAT MENIMBULKAN MASALAH:
3.Ada informasi yang mengakibatkan adanya kesenjangan dalam pengetahuan kita 4.Ada hasil-hasil penelitian yang bertentangan
5.Ada suatu kenyataan yang menarik dan kita bermaksud menjelaskan melalui
penelitian
LANGKAH-LANGKAH :
a)Mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah penelitian
b) Penelusuran kepustakaan untuk menelaah masalah tersebut, dari segi teori
ataupenemuan yang relevan, serta berbagai alternatif pemecahan masalah serupa oleh peneliti lain
c)Merumuskan dan mengemukakan hipotesis d)Merancang cara pengumpulan data/informasi e)Mengumpulkan data/informasi
f)Menyusun, mengolah dan menganalisis data/informasi yang diperoleh dalam
rangka menguji hipotesis
KESULITAN-KESULITAN DALAM MENGHADAPI
MASALAH
1. Kurang tahu caranya memecahkan masalah 2. Kekurangan fakt-fakta yang sehubungan dengan masalah
Kekurangan formal atau metodologik
Kekurangan material
Cara yang ditempuh untuk memikirkan pemecahan suatu masalah
1. Cara berpikir analitik 2. Cara berpikir sintetik
Berdasarkan dasar-dasar pengetahuan yang umum, dari proposisi-proposisi yang berlaku secara umum dan meneliti persoalan-persoalan khusus dari segi dasar-dasar pengetahuan yang umum itu. Kesimpulan ditarik secara DEDUKTIF. Pembuktian kebenarannya bersifat A PRIORI
METODE PENELITIAN
PROSEDUR
MENCAKUP:
Tindakan pikiran pola
kerja
Tata langkah Cara Teknis
PENGETAHUAN BARU MENGEMBANGKAN
PENGETAHUAN TEKNOLOGI
BUKAN MENCARI STRUKTUR SUATU GEJALA YANG ADA
MEMBENTUK STRUKTUR GEJALA BARU
TERCIPTANYA BENDA Atau
Bidang pengetahuan analist
Teori
Hipotesis
Penyimpanan ekstern disobidik Cuplikan – system bocor – system alami
Penyimpanan Lingk. eksprimen
- Buatan - Alami
Penyimpanan Inst. Observasi dan Pengambilan Data
Dugaan dari pengalaman dari observasi dari literature atau dari
produksi gejala baru
Pengolahan data dan Interpretasi
1. Intelegence, seorang peneliti harus cerdas dan pintar.
2. Interest, punya perhatian dan keingintahuan. Biasanya spesifik dalam
bidang yang lebih dikuasai.
3. Imagination, peneliti harus mempunyai daya khayal.
4. Initiative, berinisiatif atau mempunyai gagasan dan kemauan.
5. Information, jangan bosan membaca pustaka untuk mengumpulkan
informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan.
6. Inventative, punya daya cipta.
7. Industrious, giat dan berusaha serta segan menggunakan dua tangan dan bagian tubuh lainnya.
8. Intense observation, melakukan pengamatan secara intensif.
9. Integrity, kejujuran mutlak diperlukan dan jangan membohongi diri sendiri. 10. Infectious entusiasm, peneliti memiliki antusias yang meluap-luap.
11. Indefagitable writer, penulis yang tidak mudah putus asa. Hasil penelitian
baru menjadi ilmu pengetahuan jika hasil sudah dipublikasikan. Untuk mencapai ini diusahakan supaya semua penelitian yang dihasilkan ditulis dan dipublikasikan secara luas.
12. Incentive, pahala, nikmati dan cintai hasil penelitian. Dari sana diperoleh
insentif untuk memenuhi kebutuhan dan biaya penelitian yang lebih lanjut.
Uraian Simple Random Sampling Stratified Random Sampling Cluster Random Sampling
1. Penggunaan 1. Penyebaran populasi tidak terlalu meluas menurut area
2. Penyebaran sifat populasi lebih kurang homogen
3. Daftar satuan elementer dapat diperoleh
1. Bila populasi dapat dibedakan atas lapisan yang nyata, dengan catatan satuan elementer dalalm lapisan sifat yang akan diuji (strata) lebih kurang homogen
2. Bila diinginkan estimate yang lebih tepat pada lapisan tertentu dari populasi 3. Jumlah satuan
elementer setiap lapisan dapat diperoleh
1. Bila populasi
menyebar sangat luas dan dapat dibedakan atas kelompok
dengan catatan suatu elementer dalam kelompok lebih kurang heterogen seperti halnya populasi
2. Bila biaya penelitian sangat terbatas
3. Tidak diperoleh frame populasi
2. Kebaikan 1. Mean sampel
merupakan estimate tidak bias dari mean populasi
2. Metode estimasi mudah dan sederhana
1. Stratifikasi dapat menambah presisi estimate
2. Mudah dari segi administrasi
1. Tidak diperlukan frame populasi 2. Biaya lebih murah
3. Keburukan 1. Biaya lebih mahal karena kadang-kadang sampel menyebar
2. Membutuhkan frame populasi secara nyata
1. Biaya juga lebih tinggi apalagi kalau daerah penelitian cukup luas 2. Membutuhkan frame
strata
1. Prosedur estimasi lebih sulit
2. Biaya analisis lebih besar
Kriteria Metode Sensus Metode Survei Metode Data Sekunder Metode Studi Kasus
Penggunaan
metode Umum berlaku untuk semua populasi
Daerah
penelitian yang cukup luas. Populasi tersebar
menurut daerah
Tergantung pada objek yang akan
diteliti biasanya lebih banyak digunakan untuk
menganalisis kebijakan dan pertumbuhan
Terbatas pada populasi,
tempat, dan waktu tertentu
Biaya penelitian Sangat mahal, butuh biaya, tenaga, dan waktu yang sangat banyak
Lebih murah dibanding sensus, lebih mahal dari metode data sekunder atau studi kasus
Sangat murah, hanya butuh biaya
perbanyakan (foto copy) dan sedikit
transportasi
Antara biaya yang
dibutuhkan untuk metode studi kasus dengan metode data sekunder Teknis
penelitian Lebih mudah karena tidak butuh
pengambilan sampel, alat analis
sederhana
Cukup rumit terutama dalam menentukan sampel dan alat analisis yang digunakan
Mudah Cukup mudah, kadangkala hampir mirip survei
D. Pradigma Penelitian
PARADIGMA TEKNIK UTAMA KEBENARANDEFINISI CONTOH
Logis Analisis Demonstrable Matematika,
filsafat
Positivistik Eksperimen Confimable Fisika, Biologi Naturalistik Studi Lapangan Inclutable Etnografi,
Anthropologi
Judgemental Pengindraan Recognizable Musik, Seni rupa, Arsitektur,
Perfomances Adversarial Eksaminasi silang,
triangulasi Energent Hukum, Jurnalistik Modus Operandi Uji Sekuenes Trackable Diagnosis Medis,
Metodologi forensik Demographic Indikator Macroscopically
Qualitative Paradigm Quantitative Paradigm
Advocates the use of qualitative
methods Advocates the use quantitative methods Phenomenologism and verstehen
concerned with understanding human behavior from the actor’s own frame of reference.
Logical-positivism; “seeks the facts or causes of sosial phenomena with little regard for the subjective states of
individuals”. Naturalistic and uncontrolled
observation. Obtrusive and controlled measurement.
Subjevtive. Objective.
Close to the data; the “inside:”
perspective. Removed from the data; the “out-sider” perspective. Grounded, discovery-oriented,
exploratory, expansionist, descriptive, and inductive.
Ungrounded, verivication-oriented, confirmatory, reductionist, inferential and hypothetico-deductive.
Process-oriented. Outcome-oriented.
Valid; “real”, “rich”, and “deep” data. Reliable, “hard”, and replicable data. Ungeneralizable; single case studies. Generalizable; multiple case studies.
Holistic. Particularistic.
Assumes a dynamic reality. Assumes a stable reality.
F. Proses Penelitian Isipol
Interpretasi
hasil
Pengumpul
an data
operasionalis asi
Problemasi
Teori dan
Hipotesis
Analisa
data
1.
Analysis of Variance
2.
Operation Research Methods
3.
Causal Modeling
4.
Tests of Significance
5.
Cohort Analysis
6.
Canonical Analysis and
Factor Comparison
7.
Analysis of Nominal Data
8.
Analysis of Ordinal Data
9.
Time Series Analysis
10.
Ecological Inference
11.
Multidimensional Scaling
G. Aplikasi Kuantitatif dalam Ilmu-Ilmu Sosial
12.
Analysis of Covariance
13.
Introduction to Factor Analysis
14.Factor Analysis
15.
Multiple Indicators
16.
Exploratory Data Analysis
17.
Reliability and Validity
Assessment
18.
Analyzing Panel Data
19.
Discriminant Analysis
20.
Log-Linear Model
21.
Interrupted Time Series
Analysis
1. Departures from Conventional religion: The Nominally Religious, the
Non-religious, and the Alternatively Religious;
2. Images of God and Their Social Meanings;
3. Quantitative Approaches to Sect Classification and the Study of Sect
Development;
4. Ethic Variations in Religious Commitment;
5. Status Inconsistency and Religious Commitment;
6. The Religious Factor and Delinquency; Another Look at the Hellfire
Hypotheses;
7. Religious Commitment, Affiliation, and Marriage Dissolution; 8. Religious Affiliation and Socioeconomic Achievement;
9. The Blending of Catholic Reproductive Behavior;
10.The Effects of Residential Migration on Church Attendance in Indonesia; 11.A Crisis in the Moral Order; The Effects of “Musim Berbohong” upon
Confidence in Social Institutions;
12.Sovereign Groups, Subsistence, and the Presence of a High God in Primitive
Societies;
13.Moral Climates of Nations; Measurement and Calassification;
14.Spirituals, Jazz, Blues, and Soul Music; The Role of Elaborated and Retricted
Codes in the Maintenance of Social Solidarity. Catatan: No. 9. Agama disesuaikan
No. 10. Rumah Ibadah bisa disesuaikan
Keunggulan Metode RRA Kelemahan Metode RRA
1. Waktu cepat, biaya murah, dan hasil tidak bias
1. Metode sampling diabaikan
2. Dapat melayani policy makers yang ingin memutuskan suatu hal dengan segera dan mereka memerlukan informasi terakhir sebelum keputusan tersebut diambil
2. Reliabilitas dan validitas informasi dikumpulkan secara cepat. Yang lebih menonjol adalah expert judgerment peneliti
3. Mampu memonitor dan mengevaluasi proyek atau program pembangunan
3. Tidak mampu mengungkapkan data kuantitatif
4. Mampu melakukan identifikasi dan mendiagnosis masalah atau isu baik di bidang penelitian maupun perencanaan
4. Banyak mengambil kebijakan lebih tertrik dengan data konkret, misalnya sautu teknologi telah diadopsi masyarakat
sebesar 70%, daripada informasi tentang adopsi teknologi meningkat.
5. Dapat membantu dalam pemecahan cara penyebaran teknologi (terutama karena kendala sosial dan ekonomi), dan
bagaimana mengakomodasi keinginan masyarakat sebagai pengguna teknologi 6. Mampu memahami suatu permasalahan
atau isu dengan perspektif lintas disiplin ilmu
7. Dapat membantu dalam
menginterprestasikan data kuantitatif yang telah dikumpulkan sebelumnya. Jumlah data yang banyak dan sulit dihubungkan satu dengan lainnya, dapat dipecahkan dengan metode RRA
Kriteria RRA PRA
Priode pengembangan Akhir 70-an dan 80-an Akhir 80-an dan 90-an Penemu utama Universitas dan
Lembaga penelitian Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pengguna utama Lembaga donor,
universitas, dan lembaga penelitian
LSM dan pemerintah lokal yang bergerak di lapangan
Tujuan ideal Belajar dari luar Kekuatan masyarakat Sumber yang sering
terlupakan Pengetahuan masyarakat setempat Kemampuan dan pemberdayaan masyarakat
Fokus utama Penggalian (extractive) Peran serta (participatory) Hasil akhir jangka
panjang Perencanaan, proyek, dan publikasi Aksi masyarakat yang berlanjut, termasuk kelembagaan
PENYUSUNAN USUL
PENELITIAN DAN KRITERIA
PENELITIAN
OLEH
UNTUNG SURAPATI
(JURUSAN HAMA DAN
PENYAKIT TUMBUHAN,
UNIVERSITAS HASANUDDIN)
TOPIK PENELITIAN
Pemilihan topik penelitian dalam upaya penulisan atau
pembuatan suatu rencana penelitian sering tidak dihayati atau
didalami oleh para peneliti. Suatu topik penelitian yang baik
berasal dari kemampuan menemukan masalah. Hal ini akan
tercapai jika masalah penelitian yang ada, dipilih dengan cermat
sehingga cukup memberikan peluang untuk melakukan
penelitian sejati dengan persoalan ilmiah murni sehingga
menghasilkan kesimpulan yang positif dan belum masuk
khasanah pengetahuan.
MASALAH PENELITIAN
Masalah merupakan inspirasi terjadinya suatu penelitian. Menemukan suatu
masalah serta memahaminya secara baik, merupakan hal yang tidak mudah,
dan yang harus dikuasai serta dilatihkan pada para peneliti.
Beberapa sumber untuk memberikan inspirasi dalam mencari masalah
penelitian dapat disebutkan antara lain ; pengalaman dan pengamatan pribadi,
diskusi, seminar, simposium, studi kepustakaan, pemegang otoritas dan
perasaan instuitif peneliti itu sendiri. Keadaan yang dapat menimbulkan
masalah, (1) ada yang mengakibatkan adanya kesenjangan dalam
pengetahuan kita, (2) ada hasil-hasil penelitian yang bertentangan dan (3) ada
suatu kenyataan yang menarik dan kita bermaksud menjelaskan melalui
penelitian.
Tentunya tidak semua masalah cukup bernilai untuk diteliti, mana masalah
yang baik untuk diteliti dan mana yang tidak, tergantung pada sejauhmana
masalah penelitian itu memiliki kemungkinan untuk diteliti dari berbagai segi,
baik dari segi teori, keahlian maupun segi lain seperti dana, waktu dan
Ada 10 langkah yang dapat dipakai dalam pegangan ajaran seseorang
lebih mudah menemukan masalah :
Carilah keanehan-keanehan yang menyimpang dari keteraturan yang biasa diamati.
Dengarlah keterangan orang mengenai pemenuhan itu, bukan untuk langsung
dianggap benar, melainkan untuk dipakai sebagai sumber bertanya-tanya.
Kumpulkan data melalui pengamatan-pengamatan pendahuluan untuk membantu
mempertajam pertanyaan-pertanyaan yang kemudian akan dipakai menyusun
pendapat sementara mengenai permasalahan yang dihadapi itu.
Uraikanlah permasalahan itu menjadi golongan-golongan permasalahan, sehingga
penanganan permasalahan dapat dilakukan bertahap.
Tegarkanlah diri membuat hipotesis yang berani melalui perumusan yang berani
pula.
Upayakan menemukan penjelasan yang wajar saja atas keanehan-keanehan yang
ditemukan dan akan menjadi pengetahuan baru.
Tolaklah mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku kalau terasa bahwa aturan-aturan itu
mengekang kreasi.
Selalulah bertanya “Apa sebabnya” apabila menghadapi suatu pengetahuan lama.
Mengkhayallah dengan bebas. Ingat bahwa suatu ciptaan adalah hasil suatu
khayalan.
Untuk dapat merumuskan masalah dengan baik, ada
beberapa kriteria, yaitu :
Masalah tersebut harus secara eksplisit mengatakan
kaitan dua variabel atau lebih.
Masalah tersebut harus dinyatakan secara jelas dan
tidak kabur yang sebanyak mungkin dalam bentuk
pertanyaan sesuai dengan apa yang ingin diketahui
(batas ruang lingkup penelitian).
Rumusan masalah butir (1) dan (2), mensyaratkan
demikian sehingga menunjukkan kemungkinan
pengujian secara empirik. Apabila masalah tersebut
tidak menunjukkan kemungkinan untuk diuji secara
empirik, maka masalah tersebut bukan masalah
Kegiatan penelitian ilmiah meliputi suatu rangkaian langkah yang tertib. Dalam
kepustakaan, metodologi ilmu; tidak ada kesatuan pendapat mengenai jumlah,
bentuk dan urutan langkah yang pasti. Sebuah prosedur dalam metode ilmiah
yang umum diketahui :
Satu
: Kenali bahwa situasi yang tak menentu ada. Ini merupakan suatu
situasi bertentangan atau kabur yang mengharuskan penyelidikan.
Dua
: Nyatakan masalah itu dalam istilah-istilah spesifik.
Tiga
: Rumuskan suatu hipotesis kerja.
Empat
: Rancang suatu metode penyelidikan yang terkendali dengan
jalan
pengamatan atau dengan jalan percobaan ataupun kedua-duanya.
Lima
: Kumpulkan data/informasi (data kasar) dan catat bahwa
pembuktian dapat dilakukan
Enam
: Alihkan data kasar ini menjadi suatu pernyataan yang mempunyai
makna dan kepentingan
Tujuh
: Tibalah pada suatu penegasan yang tampak dapat
dipertanggungjawabkan. Kalau penegasan itu betul, ramalan-ramalan dapat
dibuat.
Adapun kesulitan-kesulitan dalam menghadapi suatu masalah ;
Kurang tahu caranya memecahkan masalah (kekurangan formal atau
metodologik).
Kekurangan fakta-fakta yang sehubungan dengan masalah
(kekurangan material).
Cara yang ditempuh untuk memikirkan pemecahan suatu
masalah :
1. Cara berfikir analitik
Berlandaskan dasar-dasar pengetahuan yang umum, dari
proposisi-proposisi yang berlaku secara umum dan meneliti persoalan-persoalan
khusus dari segi dasar-dasar pengetahuan yang umum itu. Kesimpulan
ditarik secara DEDUKTIF. Pembuktian kebenarannya bersifat A
PRIORI.
2. Cara berfikir sintetik
PENYUSUNAN USUL PENELITIAN
Kriteria dan takaran penelitian dosen muda (PDM) dan studi kajian
wanita (SKW) adalah sebagai berikut :
PDM :
Pembinaan bagi dosen muda, sehingga menghasilkan peneliti mandiri.
Mendorong publikasi dan meningkatkan mutu pengajaran.
Meningkatkan budaya meneliti untuk berbagai bidang ilmu.
Diperuntukkan bagi dosen bukan doctor dan belum lector kepala.
SKW :
Penyusunan usul penelitian PDM dan SKW meliputi (dapat berubah berdasarkan kemungkinan aturan baru) :
A. Judul Penelitian
Singkat, spesifik, cukup jelas memberikan gambaran penelitian. Rumusan judul dibuat maksimum 15-20 kata.
B. Bidang Ilmu
(Agama, Sastra/filsafat, Pendidikan, Hukum, Ekonomi, Sosial, Pertanian, MIPA/Farmasi, Teknologi, Psikologi, Kesehatan/Olah raga, Seni/Budaya).
C. Abstrak (tidak lebih dari 2/3 halaman)
Tuliskan secara singkat dan konprehensip riset yang akan digunakan dengan menjelaskan masalah ilmiah yang akan diteliti dan latar belakangnya, hipotesa yang akan dibuktikan
dan/atau kegunaan hasil risetnya serta metodologi yang akan dipakai untuk mengungkapkan masalah riset.
D. Pendahuluan
Latar belakang yang mendorong atau argumentasi pentingnya dilakukan penelitian, uraian proses mengidentifikasi masalah.
E. Rumusan Masalah