• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA BISNIS MINIATUR HANDYCRAFT DENGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RENCANA BISNIS MINIATUR HANDYCRAFT DENGA"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA BISNIS MINIATUR HANDYCRAFT

DENGAN ANALISA

MODEL BISNIS KANVAS

DISUSUN OLEH

IHSAN MUBARAK

NIM. S. 1317.168

PROGRAM STUDI

BISNIS DAN MANAJEMEN ISLAM

SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM TAZKIA

BOGOR

(2)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Sampah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali barang yang kita pakai tidak lepas dari adanya sampah. Setiap makanan, miuman, dan lain sebagainya pasti menimbulkan adanya sampah. Maka, sebagai masyarakat yang baik, yang cinta terhadap lingkungan, akan mengolah sampah dengan sebaik mungkin, supaya sampah tersebut tidak menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan tubuh. Sampah menjadi masalah di setiap daerah, kota, bahkan negara. Sering terjadi bencana seperti banjir di setiap kota yang salahsatunya di sebabkan oleh banyaknya sampah yang menumpuk. KOMPAS.com, di Jakarta, 17 Januari 2013 telah terjadi banjir yang diyakini penyebanya karena sampah-sampah menutupi 3 pintu dari 4 pintu air di karet, sehingga air terus meluap. Efek terhalangnya tiga dari empat pintu air di Karet berpotensi menyebabkan peningkatan tinggi muka air di segmen Manggarai-Karet sampai 10 meter dari ketinggian yang seharusnya hanya enam meter jika empat pintu air tersebut bekerja sempurna, jelas Muhari. Selain di daerah jakarta, di wilayah tanjungpandan kabupaten belitung juga terjadi banjir yang disebabkan tersumbatnya aliran sungai oleh sampah (BANGKAPOS.COM, BELITUNG). Di indonesia total jumlah sampah di beberapa provinsi terus meningkat setiap tahunnya. Sebagai contoh : di provinsi jawa barat pada tahun 2000 jumlah sampah sebesar 10,00 juta ton, dan meningkat pada tahun 2002 sebesar 10,37 juta ton. Berikut tabel jumlah peningkatan sampah di beberapa provinsi.

No Provinsi Produksi sampah (juta ton)

2000 2002 2004 2006

1 Jawa Barat 10,00 10,37 10,75 11,13

2 Jawa Timur 9,73 9,82 9,91 9,99

3 Jawa Tengah 8,74 8,82 8,89 8,96

4 Sumatra Utara 3,26 3,35 3,44 3,53

5 DKI Jakarta 2,34 2,38 2,42 2,45

Tabel 1 jumlah peningkatan sampah di indonesia. Sumber : Kementrian Lingkungan Hidup

Provinsi di indonesia yang paling banyak produksi sampahnya yaitu jawabarat, dikuti oleh jawa timur, jawa tengah, sumatera utara, dan DKI jakarta.

(3)

No Sumber

Tabel 2 jumlah dan presentasi sampah yang dihasilkan di indonesia

Jumlah sampah yang dihasilkan terbesar adalah dari rumah tangga, yaitu sebesar 16,7 juta ton atau 44,5. Selanjutnya dihasilkan dari pasar, jalan, fasilitas umum, kantor, industri dan lain-lain.

Meskipun sampah sudah tidak dapat dipakai atau tidak ada nilainya lagi. Tetapi sampah juga dapat berguna bagi masyarakat dan lingkungan jika di kelola dengan baik. Contohnya sampah bisa dijadikan sebagai pupuk tanaman, atau membuat kerajinan tangan dari sampah- sampah yang tidak dipakai tersebut. Sehingga sampah yang tadinya tidak ada nilainya menjadi bernilai karena dikelola dengan cara yang baik.

Melihat banyaknya barang-barang yang sudah tidak layak pakai berserakan dimana-mana yang akhirnya menjadi sampah yang dapat menimbulkan pengaruh yang negatif, maka, penulis mempunyai solusi dan tertarik untuk membuat konsep bisnis daur ulang barang-barang bekas dengan menggunakan bisnis model canvas yang sembilan blok. Sembilan blok tersebut meliputi Customer segments (Segmentasi pelanggan), Value propositions (proposisi nilai), Channels (saluran), Customer Relationship (Hubungan pelanggan), Revenue Streams (Arus Pendapatan), Key Resources (Sumber Daya Utama), Key Activities (Aktivitas Kunci), Key Partnership (Kemitraan Utama), dan Cost Structure (Struktur Biaya).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka perumusan masalahnya adalah : 1. Siapakah yang menjadi costumer segmen produk miniatur rumah?

(4)

Batasan penelitian ini dilakukan agar peneliti tidak melakukan perancangan melebihi fokus perencanaan yang dilakukan. Adapun dalam penelitian ini, aspek yang akan di singgung dari sembilan blok bisnis model kanvas yaitu masalah costumer segmen dan value proposition.

D. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui penerapan segmen pasar produk miniatur rumah.

2. Merancang rencana bisnis miniatur rumah terutama dalam penerapan costumer segmen value proposition

E. Manfaat Penelitian

(5)

BAB II

LANDASAN TEORI 2.1. Definisi Bisnis Model kanvas dan Sembilan Elemen

Tim PPM Manajemen (2012:6) dalam (Permana : 2013) model bisnis adalah: gambaran hubungan antara keunggulan dan sumber daya yang dimiliki perusahaan, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengakusisi dan menciptakan nilai yang membuat perusahaan mampu menghasilkan laba.

Menurut Osterwalder dan Pigneur (2010) dalam (Muttaqin : 2016), Bisnis model kanvas merupakan sebuah media yang digunakan untuk menggambarkan, memvisualisasikan, menilai dan mengubah model bisnis dari konsep awal pikiran pencetus (founders mind) ke dalam sebuah konsep model bisnis yang tepat sasaran sesuai denga kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan menggunakan konsep kanvas model bisnis ini, kita akan mudah menganalisis bisnis kita, apa saja yang kurang tepat dengan bisnis kita dan pada akhirnya kita bisa menjalankan bisnis kita dengan cara teratur.

2.2. Konsep Bisnis

Konsep model bisnis kanvas ini akan mengubah konsep model bisnis yang rumit menjadi sederhana. Dengan pendekatan kanvas, model bisnis ditampilkan dalam satu lembar kanvas, berisi peta sembilan elemen yang mencakup Customer segments, Value propositions, Channels, Customer Relationship, Revenue Stream, Key Resources, Key Activities, Key Partnership, dan Cost Structure.

1. Customer segments

Customer segments adalah suatu kelompok yang akan kita jadikan objek sebagai pelanggan untuk bisnis kita.

Sedangkan pengertian segmentasi itu sendiri menurut Menurut Hermawan Kartajaya dkk (2003) dalam bukunya Rethinking Marketing segmentasi berarti melihat pasar secara kreatif. Dengan menetapkan siapa objek kita yang akan di tuju nanti, maka kita akan lebih fokus untuk memasarkan produk kita dan membuat produk kita sesuai harapan dan keinginan pelanggan.

(6)

 Geografis: Suatu aktivitas pemasaran yang dilakukan dengan membagi--bagi

pasar dalam beberapa unit geografis yang berbeda-beda seperti daerah, populasi, kepadatan dan iklim.

 Demografis: Suatu aktivitas pemasaran yang dilakukan dengan membagi-bagi pasar dalam beberapa grup dengan basis -basis variabel seperti usia, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, agama, ras, generasi, kewarganegaraan, dan kelas sosial.

 Psikografis: Suatu aktivitas pemasaran yang dilakukan dengan membagi konsumen atas beberapa grup yang berbeda -beda dengan basis variabel gaya hidup dan kepribadian.

 Perilaku: Suatu aktivitas pemasaran yang dilakukan dengan membagi konsumen atas grup-grup yang berbeda dengan basis variabel seperti status pengguna, kesetiaan merek, tingkat penggunaan, manfaat yang dicari, kesempatan penggunaan, kesiapan membeli dan sikap terhadap produk.

2. Value proposition

Value proposition merupakan suatu kumpulan nilai dari suatu produk yang akan ditawarkan pelanggan. (Tim PPM Manajemen : 2012) dalam (Permana : 2013) Kumpulan dari produk dan layanan yang bisa ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan.

3. Chanels

Channel merupakan suatu alat untuk memberikan atau menyampaikan value proposition kepada pelanggan yang dituju. (Tim PPM Manajemen : 2012) dalam (Permana : 2013) Channel merupakan media suatu perusahaan membangun dan menjalin hubungan untuk mencapai segmentasi pelanggan dalam memberikan value proposition.

4. Customer Relationships

Costumer relationships ini merupakan cara untuk menjaga hubungan dengan para pelanggan, supaya tidak berpindah ke produk lain. (Tim PPM Manajemen : 2012) dalam (Permana : 2013) merupakan pembinaan hubungan dan bertujuan mendapatkan pelanggan baru.

5. Revenue streams

Revenue stream merupakan pendapatan yang didapatkan dari hasil penjualan produk. (Priyono : 2015) Revenue streams merupakan pendapatan yang diperoleh perusahaan dari customer segments mempertahankan pelanggan lama, menawarkan pruduk baru kepada pelanggan lama

6. Key resources

(7)

pasar, menjaga hubungan dengan customer segments dan memperoleh pendapatan. (Tim PPM Manajemen : 2012) Key Resources adalah gambaran aset terpenting yang menentukan keberhasilan perusahaan dalam mengoperasikan model bisnis.

7. Key activities

Merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses pembuatan produk. (Tim PPM Manajemen : 2012) dalam (Permana : 2013) merupakan aktivitas utama yang dilakukan dalam suatu perusahaan atau organisasi. Aktivitas pada bagian ini tentunya adalah aktivitas yang dapat menjadi nilai lebih dan menguntungkan.

8. Key partnership

(Tim PPM Manajemen : 2012) dalam (Permana : 2013) merupakan aktivitas utama yang dilakukan dalam suatu perusahaan atau organisasi.

9. Cost structure

Merupakan pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan suatu bisnis. Dalam blok ini di cantumkan seluruh rincian biaya untuk jalannya suatu bisnis. 2.3. Gambaran produk

Miniatur adalah sebuah tiruan dari sesuatu benda yang dibuat menjadi sekala kecil dan dibuat menyerupai bentuk aslinya. Sedangkan seni miniatur adalah seni yang memadukan berbagai unsur rupa, yaitu menduplikat suatu obyek yang ukurannya diperkecil dari ukuran yang sebenarnya. Yang termasuk dalam seni miniatur adalah :

 Maket

Kegunaan maket ini adalah untuk melihat rancangan suatu bangunan sebelum bangunan tersebut dibuat, mengetahui keadaan dan kenampakan suatu lokasi dalam keadaan sebenarnya dan untuk memanipulasi penampakan obyek dalam pembuatan suatu film. Gambar dibawah ini merupakan salahsatu contoh seni miniatur maket :

gambar 1 seni miniatur contoh maket

(8)

Diorama adalah maket yang dikemas dalam bentuk etalase yang memperlihatkan keadaan/peristiwa bersejarah atau lingkungan alam suatu bentuk kehidupan. Gambar dibawah ini merupakan salahsatu contoh bentuk seni miniatur diorama :

gambar 2 contoh seni miniatur diorama

Pada rencana bisnis model yang akan penulis jalankan adalah jenis seni miniatur maket dengan memanfaatkan limbah-limbah yang berserakan dilingkungan yang suah tidak layak pakai. Manfaat dari pembuatan produk ini adalah untuk meminimalisir jumlah sampah yang ada di lingkungan dengan harapan bisa mengurangi terjadinya bencana alam seperti banjir yang di sebabkan karena menumpuknya sampah-sampah. Maka, dengan adanya bisnis miniatur gedung yang terbuat dari bahan bekas ini, akan merubah nilai sampah dari yang tadinya tidak ada nilai sama sekali, berserakan dimana-mana, menjadi ada nilainya.

(9)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian

Pengertian metode berasal dari bahasa yunani yaitu method yang berarti cara atau jalan. Sedangkan penelitian atau research berasal dari bahasa inggris yang berarti pencarian, pengumpulan data. Fellin, Tripodi & Meyer (1996) Penelitian adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat di sampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah menggunakan pendekatan analisis kualitatif deskriftif .

3.2. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan penulis dalam jangka waktu pada bulan november sampai desember di daerah bogor yaitu di toko kerajinan sherly art shop, cendera pesona kios dan toko arman asesoris. Tiga tempat itu merupakan tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh para pecinta koleksi kerajinan.

3.3. Pengumpulan Data dan Analisis Data 3.3.1. Pengumpulan Data

Dalam penelitian dengan menggunakan analisis ini, ada dua dalam proses pengumpulan data, yaitu :

 Wawancara

Teknik ini merupakan proses pengumpulan data secara langsung dengan cara tanya jawab yang akan dibahas. Dalam hal ini, penulis akan melakukan wawancara dengan target sesuai dengan segmen produk yang telah dicantumkan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait bisnis miniatur gedung.  Observasi

Teknik ini dilakukan dengan cara turun langsung kelapangan, hal ini dilakukan untuk mendapatkan data pendukung terkait bisnis miniatur gedung.

3.3.2. Analisis data

Analisis ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode action research dengan bisnis model canvas dan sutomer discovery.

(10)

Metode kualitatif memperlakukan data sebagai sesuatu yang bermakna secara intrinsik.

Orientasi kedua adalah penggunaan perspektif yang non-positivistik. Penelitian kualitatif secara luas menggunakan pendekatan interpretatif dan kritis pada masalah-masalah sosial. Peneliti kualitatif memfokuskan dirinya pada makna subjektif, pendefinisian, metapora, dan deskripsi pada kasus-kasus yang spesifik (Neuman, 1997: 329) dalam (somantri : 2005). Orientasi ketiga adalah penggunaan logika penelitian yang bersifat “logic in pratice”. Penelitian sosial mengikuti dua bentuk logika yaitu logika yang direkonstruksi (reconstructed logic) dan logika dalam praktek (logic in practice). Orientasi keempat dari metode kualitatif adalah ditempuhnya langkah-langkah penelitian yang bersifat non-linear. Dalam metode kuantitatif, seorang peneliti biasanya dihadapkan pada langkah-langkah penelitian yang bersifat pasti dan tetap dengan panduan yang jelas sehingga disebut sebagai langkah yang linear.

a) Action research

(Pratika : 2015) Action research atau penelitian tindakan merupakan salah satu bentuk rancangan penelitian, dalam penelitian tindakan peneliti mendeskripsikan, menginterpretasi dan menjelaskan suatu situasi sosial pada waktu yang bersamaan dengan melakukan perubahan atau intervensi dengan tujuan perbaikan atau partisipasi. (Gunawan : 2007) dalam (Pratika : 2015) action research adalah kegiatan dan atau tindakan perbaikan sesuatu yang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya digarap secara sistematik dan sistematik sehingga validitas dan reliabilitasnya mencapai tingkatan riset.

b) Customer development

(Lisanti : 2014) Customer Development adalah suatu kerangka kerja empat langkah untuk menemukan dan memvalidasi bahwa Anda telah mengidentifikasi pasar untuk produk Anda, membangun fitur produk yang tepat yang memecahkan kebutuhan pelanggan, menguji metode yang benar untuk memperoleh dan mengkonversi pelanggan, dan menggunakan sumber daya yang tepat untuk memperbesar skala bisnis.

(11)

a. Customer discovery

Tujuan dari customer discovery seperti tersirat dalam namanya yaitu menemukan siapa konsumen itu suatu produk dan apakah suatu produk tersebut penting bagi konsumen dan dapat menyelesaikan masalahnya. Dan secara formal, dengan step ini bisa mengetahui apakah hipotesis yang kita tentukan itu sudah tepat atau belum untuk bisnis model yang akan kita jalankan. Dalam melakukan hal ini hindari dari hal menebak-nebak, supaya kita bisa menemukan nilai yang tinggi dari konsumen.

b. Customer validasi

Tujuan dari step ini adalah untuk membangun penjualan yang berulang-ulang dan meningkatkan penjualan dan pemasaran. Customer validation membuktikan bahwa kita telah menemukan konsumen dan market yang bereaksi positif terhadap produk kita.

c. Customer creation

Step ini untuk menciptakan permintaan dari end user dan mengantarkan permintaan itu pada channel sales perusahaan. Step ini di simpan setelah customer validation, karena step ini sudah bukan pada tahap sta-up melainkan pada tahap mempertahankan konsumen sebagai aset paling berharga.

(12)

Dimana perusahaan sudah menjadi besar, dari asalnya departemen informal menjadi departemen formal yang fokusnya pada building mision oriented.

(13)

Konsep bisnis miniatur gedung ini mengacu pada sembilan blok bisnis model canvas yang terdiri dari :

a. Segemen pelanggan (customer segments) pelanggan merupakan inti dari semua model bisnis, tanpa pelanggan semua perusahaan tidak akan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Adapun segmen pelanggan untuk bisnis ini adalah sebagai berikut :

 Collector mini house

Segmen ini akan memudahkan memasarkan produk miniatur gedung, karena para collector mini house ini akan mencari jenis kerajinan yang baru. Maka, penulis akan membuat inovasi baru pembuatan miniatur gedung.

 Tourist

Tourist adalah orang asing yang melakukan perjalanan wisat, yang datang memasuki negeri lain yag bukan merupakan negara dimana ia biasanya tinggal. Produk miniatur gedung ini akan dijadikan sebagai oleh-oleh bagi para tourist untuk dibawa ke negaranya masing-masing. Adapun miniatur yang akan ditawarkan yaitu miniatur rumah adat yang ada di Indonesia.

 Kids toy

Penulis akan mencoba menawarkan miniatur gedung ini sebagai mainan anak-anak. Dengan tujuan supaya anak-anak tidak terlalu banyak mengoperasikan gadget. Sehingga dengan adanya produk miniatur gedung ini bisa meminimalisir waktu anak-anak dalam mengoperasikan gadget.

b. Proporsi nilai (value proposition). Blok ini menggambarkan nilai-nilai dari produk yang akan penulis pasarkan. Dengan value proposition inilah pelanggan akan menjadikan alasan untuk berpindah dari suatu produk ke produk lain. Adapun value proposition pada bisnis miniatur gedung yang akan ditawarkan adalah sebagai berikut :

 recycle

Produk miniatur gedung ini dibuat dari barang-barang bekas yang sudah tidak layak pakai. Hal ini bertujuan untuk membantu meminimalisir jumlah sampah yang berserakan khususnya dilingkungan sekitar. Penulis akan bekerja sama dengan para juragan rongsokan untuk memudahkan pencarian barang-barang bekas.

 Costumer design

Untuk memenuhi keinginan pelanggan, maka pada produk miniatur gedung ini menawarkan untuk pembuatan miniatur gedung sesuai dengan keinginan pelanggan.

(14)

Membantu perekonomian pemulung dengan cara membeli barang-barang bekas yang dibutuhkan untuk pembuatan miniatur gedung.

 Free consultation

Untuk mempererat hubungan antar pelanggaan, maka pada produk miniatur ini menerima layanan konsultasi untuk para collector miniatur, dan juga untuk para arsitektur dalam pembuatan miniatur gedung.

c. Saluran (channel) pada blok ini menggambarkan saluran pemasaran untuk menghubungkan antara bisnis miniatur gedung dengan pelanggan. Ada beberapa saluran yang akan digunakan oleh bisnis ini :

 Toko online

Zaman sekarang ini, orang-orang ketika membutuhkan suatu barang, tidak perlu ribet keluar mencari barang. Sekarang ini sudah ada toko online yang menawarkan berbagai macam produk yang di butuhkan oleh konsumen.

 Toko offline

Produk miniatur gedung ini akan di distibusikan ke tiap-tiap toko kerajinan, karena di toko kerajinan akan banyak para collector miniatur yang datang untuk mencari barang-barang yang akan dikoleksinya.

d. Hubungan pelanggan (customer relationship) pada blok ini menggambarkna bagaimana caranya menjaga hubungan dengan pelanggan. Adapun cara bisnis miniatur gedung ini untuk menjaga hubungannya dengan pelanggan yaitu sebagai berikut :

 Social media

Melakukan pendekatan dengan para pelanggan lewat sosial media, membuat dan bergabung dengan group kerajinan tangan khususnya group yang koleksi miniatur.

 SMESCO exibhition

SMESCO merupakan ringkasan dari Medium Enterprises and Cooperative atau dalam bahas Indonesianya disebut sebagai keporasi dan usaha kecil menengah (KUKM). Gedung ini berlokasi di Gedung SME Tower, Gedung utama lantai 5, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 94 Jakarta selatan. Di SMESCO ini para UKM yang berada di seluruh indonesia memiliki kesempatan untuk memajang produk yang akan dijual. Hal ini merupakan peluang emas untuk produk miniatur gedung ini untu memasarkan produknya di SMESCO.

 Art exibhition

Selain menjaga hubungan dengan pelanggan yang lama, cara ini bisa dijadikan ajang mecari atau menarik pelanggan baru.

(15)

f. Sumber daya utama (key resource) dalam bagian blok ini menggambarkan seluruh aset-aset penting yang diperlukan agar proses bisnis berjalan secara maksimal. Adapun key resource untuk produk ini adalah sebagai berikut :

1. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia merupakan modal berharga untuk keberlanjutannya suatu organisasi dan sebagai modal untuk mendapatkan keuntunga. Sebagaimana yang dikemukakan oleh (Becker, 1964) dalam (Kalangi : 2015) bahwa investasi sumber daya manusia bertujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi organisasi baik dalam jangka panjang atau pendek. Pada bisnis model miniatur gedung ini, salah satu sumber daya manusianya adalah sebagai berikut :

 Marketer

Marketer merupakan orang yang bertugas untuk memasarkan produk, supaya produk miniatur gedung ini sampe kepada pelanggan. Pada marketer disini difokuskan untuk memasarkan produk melalui online, karena zaman sekarang kebanyakan orang mancari barang itu melalui media-media online.  Produsen

Sumberdaya ini bertujuan supaya dalam kegiatan memproduksi bisa cepat dan mendapatkan jumlah yang banyak.

2. Alat-alat

Alat-alat ini digunakan untuk membantu jalannya proses produksi miniatur gedung. Adapun alat-alat yang digunakan adalah sebagai berikut :

 Laptop

Laptop digunakan untuk mencari contoh gambar yang akan dijadikan sebagai pedoman pada proses pembuatan miniatur.

 Transportasi

Transportasi digunakan untuk mengantarkan barang pesanan pelanggan.  HP

Hp digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara perusahaan dan pelanggan.

g. Aktivitas kunci (key activities) pada bagian ini menggambarkan hal-hal yang harus dilakukan supaya bisnis tetap berjalan. Adapun aktivitas kunci pada bisnis miniatur gedung ini adalah sebagai berikut :

 Mencari barang-barang bekas yang dibutuhkan

Proses pencarian barang bekas ini bekerja sama dengan para juragan rongsokan untuk memudahkan pencarian barang bekas, membeli barang-barang bekas yang dibutuhkan untuk pembuatan miniatur gedung ini.

(16)

Proses pembuatan produk ini membutuhkan waktu 2 hari untuk setiap pembuatan 1 miniatur gedung yang biasa. Tapi, untuk pembuatan miniatur gedung yang agak rumit membutuhkan waktu 5- 6 hari.

 Promotion

Proses ini dilakukan oleh marketer yang mahir mengoperasikan bisnis di toko-toko online. Dan untuk toko-toko offline dilakukan dengan cara bekerjasama dengan toko-toko kerajianan di berbagai daerah yang terjangkau.

h. Kemitraan utama (key partner) pada bagian blok ini menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat bisnis ini bisa bekerja dan produk miniatur gedung ini bisa sampe ke pelanggan.adapun key partener pada bisnis ini adalah sebagai berikut :

 Juragan rongsokan

Juragan rongsokan ini dapat mempermudah pencarian barang-barang yang dibutuhkan untuk pembuatan miniatur gedung.

 Toko kerajinan

Toko ini yang biasa sering dikunjungi oleh para pecinta kolesi kerajinan. Maka, pada bisnis ini akan bekerja sama dengan beberapa toko kerajinan dengan sistem bagi hasil.

i. Cost structure

Komposisi biaya untuk jalannya bisnis ini antara lain :

1. Fix cost

a. Glue gun : alat untuk membantu melelehkan lem

b. Lem tembak : membantu proses perancangan/pembentukan miniatur gedung c. Internet : untuk penjualan produk di toko online

d. Cat : untuk mendesign miniatur rumah

e. Cutter dan gunting : membantu pemotongan stik es krim, kardus serta barang bekas lainnya yang dibutuhkan.

2. Variabel cost

(17)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran umum penelitian

Bisnis miniatur gedung ini merupakan suatu bisnis dalam daur ulang barang-barang bekas. Bisnis miniatur ini telah banyak yang menjalankannya, namun kebanyakan orang-orang dalam pembuatan miniatur ini dibuat dari styrofoam, kertas tebal 2x, kertas duplex atau bahan yang lainnya yang harga bahan-bahan tersebut cukup mahal. Oleh karena itu, penulis berencana untuk membuat miniatur gedung dengan memanfaatkan barang-barang yang tidak layak dipakai lagi sebagai bahan-bahan pembuatan miniatur gedung.

4.1.1. Analisis SWOT pesaing miniatur gedung

Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis di dalam manajemen perusahaan atau di dalam organisasi yang secara sistematis dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan, baik itu tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.

Perkembangan pengrajin kerajinan tangan saat ini semakin banyak, mulai dari perusahaan besar sampai ke tingkat ibu-ibu komplek yang bergabung untuk membuat kerajinan tangan dengan berbagai macam kerajinan tangan yang dibuatnya, baik dengan cara daur ulang sampah atau edit value suatu barang. Sebelum kita membahas mengenai analisis SWOT pesaing produk miniatur gedung kita akan membahas mengenai analisis SWOT miniatur gedung , yaitu :

Strength : bisa memesan sesuai keinginan pelanggan

Weakness : belum banyak inovasi

Opprtunities : berpeluang untuk menawarkan produk ke para arsitektur

Threats : banyaknya pesaing

4.2. Analisis Strength, Weaknesses, Opportunities, Threats Pesaing a. Strenght

(18)

kekuatan perusahaan tersebut unggul di dalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat di manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan juga kualitas yang lebih maju.

b. Weaknesses

Weaknesses yaitu analisi kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.

c. Opportunity

Opportunity yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang di masa yang akan depan atau masa yang akan datang.

d. Threats

Threats yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan pada suatu perusahaan atau organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera di atasi, ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Dari segi pesaing bisnis miniatur gedung memiliki banyak pesaing, diantaranya : a. Analisis SWOT RF Cratf

RF Craft merupakan salah satu home industri kerajinan tangan yang berdiri sejak tahun 1996 hasilnya diperjual belikan di Dekransada Bogor, pusat kerajinan kota Bogor. Bahan yang dipergunakan memakai bahan daur ulang koran bekas. Untuk pengerjaannya bisa memakan waktu sampai satu hari tergantung dari tingkat kesulitan dan persediaan bahan dan proses pelintingan koran menjadi bentuknya kecil, karena kata Ibu Yani (Istri Pak Afrijal pemilik home industri kerajinan tangan RF Craft) proses pelintingan koran inilah yang paling sulit dan orang jarang ada yang bisa. Beberapa produksi yang dihasilkan RF Craft seperti souvenir, miniatur, lukisan kaca, bros dari kain panel dan yang lainnya untuk promosinya RF Craft lebih fokus di penjualan onlline, RF Craft ini memasarkan produknya melalui web, sosial media, sedangkan penjualan offlinenya RF Craft ini biasa mengikuti pameran-pameran.

(19)

weaknesses : Kesulitan dalam proses pelintingan koran, sehingga menguras waktu opportunities : pemasaran lewat bukalapak, olx, dan toko online lainnya.

Threats : Banyaknya orang yang meniru produk RF Craft, Banyaknya perusahaan baru yang hampir sama dengan RF Craft.

Dari kelemahan RFCraft diatas, CR Craft berharap isa mempunyai alat yang bisa melinting korang dengan rapi atau SDM yang mahir dalam proses pelintingan, karena proses pelintingan ini yang akan menentukan produk itu bisa diproduksi secara banyak atau sedikit.

b. NH Collection

NH Collection merupakan perusahaan kerajinan tangan daur ulang yang berdiri pada 03 oktober 2009. Bahan yang dipakai pada kerajinan NH Collection ini yaitu plastik bekas yang dibuat menjadi aneka seni kerajinan yang memproduksi tas, sandal dan pajangan. NH Collection Handyycaraft telah memasarkan produknya ke Palembang, Bali.

Strength : Dukungan dari pemerintah, Pemberdayaan anak-anak yatim, janda duafa

Weaknesses : Promosi penjualan masih offline, belum ada SDM yang ahli dalam memasarkan melalui media online, Produk masih stagnan belum ada inovasi baru

Opportunities : pemasaran lewat media online.

Threats : Banyak perusahaan yang membuat produk sama dengan NH Collection.

NH Collection ini membutuhkan SDM nya yang memiliki keahlian dalam mengoperasikan internet, karena selama ini hanya bisa memasarkan produknya secara offline, sehingga penjualan barangnya masih sedikit dan terbatas.

4.3. Kondisi wilayah Kota Bogor

(20)

kilometer persegi sangat tinggi diatas 5.000 jiwa/km2, untuk Kota Bogor rata-rata per kilometer ditempati sebanyak 6.662 jiwa penduduk. Kepadatan tertinggi ada di kecamatan Bogor Tengah yaitu sebesar 11.770 jiwa/km2 dan terendah ada di kecamatan Bogor Selatan 5.019 jiwa/km2. Kota Bogor terletak diantara 106 480 BT dan 6 360 LS serta mempunyai ketinggian rata rata minimal 190 meter, maksimal 350 meter, kemiringan lereng antara 0-3%, 4-15%, 16-30% dan diatas 40% dengan jarak dari Ibu Kota kurang lebih 60 Km, dikelilingi Gunung Salak, Gunung Pangrango dan Gunung Gede.

4.3.1. Total Addressable Market (TAM)

TAM menggambarkan jumlah populasi yang akan diharapkan menjadi pelanggan dari produki miniatur gedung, jumlah populasi (TAM) sebesar 5.331.149 yang diperoleh dari indikator kependudukan kabuppaten Bogor.

Uraian Sensus

2010

2012 2013 2014

Jumlah penduduk 4.771.932 5.73.116 5.202.097 5.331.149

Laki-laki 2.452.562 2.598.814 2.663.423 2.728.374 perempuan 2.319.370 2.474.302 2.538.674 2.602.775

Kepadatan penduduk 1.791 1.904 1.953 2.001

Sex ratio (L/P) 106 105 105 105

tabel 4.1 jumlah penduduk kota bogor

4.3.2. Seved Available Market (SAM)

SAM atau Served Availabe Market adalah berapa banyak produk yang dapat dijangkau dengan model bisnis yang dirancang oleh peneliti. SAM didapatkan dari jumlah populasi masyarakat kota bogor dibagi dengan dua pesaing dikota bogor, sehingga SAM miniatur gedung sebesar 2.665.574 jiwa.

4.3.3. Target Market (TM)

(21)

No. Responden :……….

Terimakasih atas partisipasi saudara dalam mengisi kuesioner ini. Kami mahasiswa program studi manajemen pemasaran islam di STEI TAZKIA Sentul City Bogor. Kami sedang melakukan penelitian tentang “Rencana Bisnis Miniatur Handycraft” dengan analisa model bisnis canvas, yang merupakan sumber data utama bagi tugas kami, maka di mohon kesediaannya untuk mengisi kuesioner ini secara lengkap dan benar. Semua informasi yang di terima sebagai hasil kuesioner ini bersifat rahasia dan dipergunakan hanya untuk kepentingan akademis.

Petunjuk Pengisian.

Berilah tanda silang (X) dan berikan alasan sesuai dengan pilihan jawaban yang ada pada kolom isian yang tersedia. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melengkapi data penelitian. Nama : 1. Apakah anda membuang sampah setiap hari?

a. Ya b. Tidak

2. Apa yang terjadi saat sampah yang ada dilingkungan anda terus menumpuk? a. Menimbulkan penyakit

b. Bau tak sedap

3. Biasanya anda buang sampah dimana?

a. Sendiri b. Penjemputan oleh petugas sampah 4. Jenis sampah apa yang anda sering buang?

a. Kayu/stik b. Kardus c. Botol minuman

5. Seberapa sering anda membuang sampah dalam jenis kayu/stik dan kardus? a. Setiap hari b. 3 hari sekali c. > 1minggu

Test the solution

1. Apa tanggapan anda jika diadakan daur ulang sampah dari kayu/stik dan kardus? a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak setuju

2. Apa tanggapan anda jika daur ulang sampah dari kayu/stik dan kardus dibuat menjadi miniatur gedung?

a. Sangat setuju b. Setuju c. Tidak setuju 3. Menurut anda berapa harga yang layak untuk miniatur gedung?

a. 35.000 b. 45.000 c. 50.000

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Kalangi. (2015). PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN KINERJA. Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum, 1-18.

MARLIANI, N. (2014). PEMANFAATAN LIMBAH RUMAH TANGGA (SAMPAH ANORGANIK) SEBAGAI BENTUK IMPLEMENTASI DARI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP. Jurnal Formatif, 124-132.

PERMANA, D. J. (2013). ANALISIS PELUANG BISNIS MEDIA CETAK MELALUI PENDEKATAN BISNIS MODEL CANVAS UNTUK MENENTUKAN STRATEGI BISNIS BARU. Faktor Exacta, 309-319.

Priyono, F. (2015). ANALISA PENERAPAN BUSINESS MODEL CANVAS. AGORA, 358-363.

Somantri, G. R. (2005). MEMAHAMI METODE KUALITATIF. MAKARA, SOSIAL HUMANIORA,, 57-65.

suhendri. (2014).

BANGKAPOS.COM

COMPAS.COM

http://web.stanford.edu/class/archive/engr/engr140a/engr140a/cgi-bin/MFP/wp-content/uploads/2015/03/Session-4-Customer-Development.pdf

http://kotabogor.go.id/index.php/page/detail/120/potensi-usaha#.WFndaVN95H0

Gambar

Tabel 1 jumlah peningkatan sampah di indonesia. Sumber : Kementrian Lingkungan Hidup
Tabel 2  jumlah dan presentasi sampah yang dihasilkan di indonesia
gambar 1 seni miniatur contoh maket
gambar 2 contoh seni miniatur diorama
+2

Referensi

Dokumen terkait

Candi Borobudur tidak dapat dipisahkan dari relief-reliefnya yang indah, arca Buddha yang memiliki berbagai sikap tangan (mudra) dan stupa Candi Borobudur menjadi

Penelitian bertujuan untuk:1) mengetahui karakteristik modul berbasis GIL; 2) menguji kelayakan modul pembelajaran berbasis GIL; dan 3) menguji keefektivan modul

Pada awal kuliah dr.Arlina memberikan sedikit penjelasan tentang family dinamics dan family assessment tools, family dinamics merupakan hubungan antar anggota keluarga yang

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul, “Uji Sari Wortel

Untuk semua pihak yang telah membantu penulis baik dari segi moril maupun materil dalam penyusunan skripsi ini, penulis mengucapkan banyak terima kasih, mohon maaf jika saya

Tujuan dari proyek akhir ini adalah membuat perangkat keras untuk mengetahui dan mengevaluasi proses pengukuran beberapa ciri kualitas produksi secara otomatis dengan

Penulisan Skripsi yang berjudul “MODEL PENGELOLAAN ASET DALAM PENCAPAIAN KEMANDIRIAN OPERASIONAL DI PONDOK PESANTREN ANNUQAYAH DESA GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP”