T MTK 1404586 Chapter5

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Nuni Fitriarosah, 2016

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS SISWA SMP MELALUIPEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

135 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Penelitian kuasi eksperimen ini dilakukan pada siswa kelas VIII salah satu SMP di Cipatat Kabupaten Bandung Barat tahun pelajaran 2015/2016 dengan materi Bangun Ruang Sisi Datar. Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan penelitian sebagai berikut:

1. Pencapaian kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi secara signifikan dibanding siswa yang memperoleh pembelajaran biasa. Namun, pencapaian yang diperoleh pada kelompok PBM masih tergolong sedang. Walaupun belum mencapai hasil yang diharapkan namun pencapaian siswa yang tergolong dalam kategori KAM sedang di kelas PBM mempunyai hasil yang dapat menyamai siswa yang berada pada kategori KAM tinggi pada kelas PB. 2. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh

pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi secara signifikan daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa ditinjau secara keseluruhan termasuk pada kategori sedang.

3. Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis yang signifikan antara siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah ditinjau dari kategori KAM (tinggi, sedang dan rendah).

(2)

136

Nuni Fitriarosah, 2016

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS SISWA SMP MELALUIPEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

5. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi secara signifikan dibanding siswa yang memperoleh pembelajaran biasa ditinjau secara keseluruhan. Tingkat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis pada kelompok PBM termasuk pada kategori sedang.

6. Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis yang signifikan antara siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah ditinjau dari kategori KAM (tinggi, sedang dan rendah). 7. Terdapat korelasi yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis dan

berpikir kreatif matematis pada siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah, dan tingkat korelasinya lemah.

5.2 SARAN

Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa penelitian yang dilakukan masih terbatas pada siswa kelas VIII SMP di Cipatat Kabupaten Bandung Barat pada materi Bangun Rruang Sisi Datar. Untuk mendapatkan hasil yang lebih meyakinkan maka penelitian ini bisa dilanjutkan pada materi matematika atau tingkatan kelas yang berbeda . Adapun beberapa saran terkaiit dengan hasil penelitian berdasarkan temuan yang diperoleh peneliti selam pembelajaran Berdasarkan analisis data dan hasil penelitian, maka peneiti mengemukakan beberapa saran sebagai berikut:

(3)

137

Nuni Fitriarosah, 2016

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS SISWA SMP MELALUIPEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis diperoleh tergolong dalan kategori sedang. Hasil ini bukan berarti bahwa pembelajaran berbasis masalah tidak cocok diterapkan pada siswa SMP untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis. Namun, hal ini hanya memberikan gambaran atau kecenderugan bahwa tidak selamanya pembelajaran dengan pendekatan student centre itu dapat mencapai hasil maksimal . Hasil ini juga menjadi kajian yang menarik untuk diteliti lebih lanjut oleh peneliti selanjutnya. Hal ini disebabkan karena diperlukan durasi waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil yang meyakinkan tentang perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah. Siswa memerlukan waktu yang cukup untuk melakukan fase-fase pembelajaran terutama pada tahap orientasi siswa pada masalah serta pada tahap penyelidikan mandiri dan kelompok. Penggunaan LKS yang menarik diduga menentukan hasil pembelajaran dan merupakan bentuk intervensi siswa Diperlukan penelitian lanjutan dengan bahan ajar dan LKS yang lebih baik juga lebih menarik.

3. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis pada siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah pada tiap kategori KAM tidak terdapat perbedaan secara signifikan, artinya pembelajaran berbasis masalah ini dapat digunakan pada siswa pada semua kategori KAM. Sehingga pembelajaran berbasis masalah ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika baik itu pada kelas yang berbeda atau pada materi yang berbeda dari penelitian yang telah dilakukan.

(4)

138

Nuni Fitriarosah, 2016

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF MATEMATIS SISWA SMP MELALUIPEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

meningkatkan skor pencapaian sehingga berada pada kategori yang lebih tinggi.

5. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis diperoleh tergolong dalan kategori sedang. Hasil ini bukan berarti bahwa pembelajaran berbasis masalah tidak cocok diterapkan pada siswa SMP untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Namun, hal ini hanya memberikan gambaran atau kecenderugan bahwa tidak selamanya pembelajaran dengan pendekatan student centre itu dapat mencapai hasil maksimal . Hasil ini juga menjadi kajian yang menarik untuk diteliti lebih lanjut oleh peneliti selanjutnya. Hal ini disebabkan karena diperlukan durasi waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil yang meyakinkan tentang perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah. Siswa memerlukan waktu yang cukup untuk melakukan fase-fase pembelajaran terutama pada tahap orientasi siswa pada masalah serta pada tahap penyelidikan mandiri dan kelompok. Penggunaan LKS yang menarik diduga menentukan hasil pembelajaran dan merupakan bentuk intervensi siswa Diperlukan penelitian lanjutan dengan bahan ajar dan LKS yang lebih baik juga lebih menarik. 6. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis pada siswa yang

memperoleh pembelajaran berbasis masalah pada tiap kategori KAM tidak terdapat perbedaan secara signifikan, artinya pembelajaran berbasis masalah ini dapat digunakan pada siswa pada semua kategori KAM. Sehingga pembelajaran berbasis masalah ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika baik itu pada kelas yang berbeda atau pada materi yang berbeda dari penelitian yang telah dilakukan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...