ANALISIS PENGARUH KUALITAS AUDITOR DAN KUALITAS LAPORAN KEUANGAN TERHADAP OPINI AUDIT PERIODE TAHUN 2008–20011
(STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM LQ 45 DI BEI PERIODE 1 AGUSTUS 2008 – 31 JANUARI 20011)
Rilla Gantino, SE.Ak.MM Marafina
Staff Pengajar Prodi Akuntansi Univ Esa Unggul
This study aims to determine whether there is influence between Quality Auditor and Financial Statements Quality on.Audit Opinion Financial statements that present information to the parties concerned are expected to reflect the actual company financial condition without any earnings manipulation practices that may mislead users of financial statements. Audit expected to limit the practice of earnings management and help maintain and enhance public confidence in the financial statements. However, the effectiveness of the auditor's ability to detect and earnings management depends on the quality of the auditor. In this study the quality of the auditor assessed by grouping the Big Four auditors with non big four and the quality of financial reports can be viewed based on the presence or whether the income smoothing is deliberately done by companies that are considered by Eckel index. Method of data analysis is a statistical method that is used binary logistic regression. The conclusion is a company incorporated in LQ 45 2008-31 period August 1 January 2011 that performs the income smoothing. The first hypothesis test results the quality auditor and quality the financial statements simultaneously affect, but not significant to the audit opinion. The second hypothesis test results showed that the quality of the financial statements but does not significantly affect on the audit opinion and the results of the third hypothesis is the quality of the auditor has no significant effect on the audit opinion
Keywords: Quality Auditor, Quality of Financial Statements, Audit Opinion
A. Latar Belakang Masalah
Laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta arus kas suatu perusahaan yang bermanfaat bagi para pemakai laporan keuangan dalam mengambil keputusan ekonomi yang kemudian dijadikan sebagai sarana untuk membuat rencana dan kemudian akan digunakan pula untuk melaksanakan pengendalian. Informasi dalam laporan keuangan tersebut harus relevan dan handal supaya dapat berguna bagi pemakai. Hal ini sesuai dengan pernyataan Batemen dan Snell (2007:20) bahwa para manajer yang
berada dalam manajemen akan melaksanakan kegiatan dengan efisien dan efektif melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen, perencanaan (planning), peng-organisasian (organizing), kepemim-pinan (leading) dan pengendalian (controlling). Informasi mempunyai kualitas relevan bila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai, yaitu dengan cara dapat berguna untuk mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan atau mengkoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu.
yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan.
Banyaknya kasus manipulasi data keuangan yang dilakukan oleh perusahaan besar seperti Enron, Worldcom, Xerox dan lain-lain yang pada akhirnya bangkrut, menyebabkan profesi akuntan publik banyak mendapat kritikan (Rilla, Marafina,2013).. Opini yang diberikan oleh auditor mempunyai kandungan informasi, oleh sebab itu informasi yang ada harus mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Informasi yang berkualitas hanya dapat diberikan oleh auditor yang berkualitas juga. DeAngelo (1981) dalam penelitian Rilla dan Marafina (2013) menyatakan bahwa auditor berskala besar memiliki insentif yang lebih untuk menghindari kritikan kerusakan reputasi dibandingkan auditor skala kecil. Hal ini bertentangan dengan Sidhu dan Sharma (2001), Barnes dan Huan (1993), Margaretta dan Fanny (2000) menyatakan bahwa besar kecilnya kantor akuntan tidak mempengaruhi dalam pemberian opini audit. Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk meningkatkan (menurunkan) laba yang dilaporkan saat ini atas suatu unit, di mana manajer bertanggung jawab tanpa mengakibatkan peningkatan (penurunan) profitabilitas ekonomis jangka panjang unit tersebut.
Praktek manajemen laba banyak dilakukan, dan beberapa kasus yang terkait dengan praktek manajemen laba ini mengakibatkan banyak perusahaan-perusahaan yang ikut praktek manajemen laba kemudian bermasalah. Fenomena adanya praktik manajemen laba pernah terjadi di pasar modal Indonesia, khususnya pada emiten manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Contoh kasus terjadi pada PT Kimia Farma Tbk. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal, 2002), diperoleh bukti bahwa terdapat kesalahan penyajian dalam laporan
keuangan PT Kimia Farma Tbk., be-rupa kesalahan dalam penilaian persediaan barang jadi dan kesalahan pencatatan pen-jualan, dimana dampak kesalahan tersebut mengakibatkan overstated laba pada laba bersih untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2001 sebesar Rp32,7 miliar1.
Kasus yang sama juga pernah terjadi pada PT Indofarma Tbk. Berdasarkan hasil pemeriksaan Bapepam terhadap PT Indofarma Tbk. (Badan Pengawas Pasar Modal, 2004), ditemukan bukti bahwa nilai barang dalam proses diniliai lebih tinggi dari nilai yang seharusnya dalam penyajian nilai persediaan barang dalam proses pada tahun buku 2001 sebesar Rp28,87 miliar. Aki-batnya penyajian terlalu tinggi (overstated) persediaan sebesar Rp28,87 miliar, harga pokok penjualan disajikan terlalu rendah (understated) sebesar Rp28,8 miliar dan laba bersih disajikan terlalu tinggi overstated dengan nilai yang sama2.
Praktik manajemen laba juga terjadi di luar negeri. AAER (Accounting and Auditing Enforcement Releases), suatu Divisi di The SEC (Security and Exchange Commision), pada tahun 2000 dalam Mulford dan Comiskey (2010), menerbitkan laporan tentang beberapa kasus manajemen laba, antara lain sebagai berikut:
Teori signaling memberikan indikasi bahwa perusahaan akan memilih auditor berkualitas tinggi untuk menunjukkan kinerja superior mereka. Menurut Scott, (2001), manajer yang rasional tidak akan memilih auditor berkualitas tinggi dan membayar fee yang tinggi apabila karakteristik perusahaan tidak bagus. Argumen ini didasari anggapan bahwa auditor berkualitas tinggi akan mampu mendeteksi karakteristik perusahaan yang tidak bagus dan menyampaikannya kepada publik. Selain memberikan opini audit atas
1 www. blog.
manajemen-laba-baik-atau-buruk-5.html
laporan keuangan, mengenai kewajarannya auditor juga bertanggungjawab untuk menilai apakah terdapat kesangsian besar terhadap kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya (going concern) dalam periode waktu
Audit adalah suatu proses untuk mengurangi ketidakselarasan informasi yang terdapat antara manajer dan pemegang saham dengan menggunakan pihak luar untuk memberikan pengesahan terhadap laporan keuangan. Audit diharapkan dapat membatasi praktek manajemen laba serta membantu menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat umum terhadap laporan keuangan. Namun demikian, efektifitas dan kemampuan auditor untuk mendeteksi manajemen laba tergantung kepada kualitas auditor tersebut. Kualitas auditor ini biasanya dapat dikaitkan dengan auditor yaitu big four dan non-big. Auditor big dianggap memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan auditor non-big. Dalam penelitian ini kualitas auditor dinilai berdasarkan pengelompokan auditor big four dengan non big four (seperti peneitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Rilla dan Marafina, 2013).
Auditor sebagai pihak yang independen dalam pemeriksaannya atas laporan keuangan suatu perusahaan akan memberikan opini atas laporan keuangan yang diauditnya. Opini diberikan oleh akuntan publik didasarkan atas bukti-bukti audit yang diperoleh selama melaksanakan tugas auditnya.
Indeks LQ 45 merupakan salah satu dari tujuh jenis indeks yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang menggambarkan sekelompok saham pilihan yang memenuhi kriteria likuid dan kapitalisasi pasar sebagaimana ditetapkan oleh BEI. Saham pada kelompok LQ 45, tergolong saham pilihan yang baik.
Beberapa penelitian sebelumnya seperti penelitian Rahayu Budhi Purwanti (2012)
menjelaskan bahwa variabel kualitas auditor memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba (earnings management), serta penelitian Ibrahim Maraputra(2012) menjelaskan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitias auditor terhadap opini audit dan penelitian Rilla dan Marafina (2013) menjelaskan bahwa secara parsial kualitas auditor dan kualitas laporan keuangan berpengaruh tidak signifikan atas opini audit dan secara simultan tidak terdapat pula pengaruh yang signifikan.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Kualitas Auditor Dan Kualitas Laporan Keuangan Terhadap Opini Audit Periode Tahun 2008–20011 (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Tergabung Dalam Lq 45 Di Bei Periode 1 Agustus 2008 – 31 Januari 20011)”
Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya ruang lingkup dari faktor-faktor yang menentukan kualitas laporan keuangan, maka pembahasan perlu dibatasi agar penulisan ini lebih terarah. Berdasarkan latar belakang, penulis hanya akan meneliti variabel kualitas auditor dan kualitas laporan keuangan yang merupakan faktor utama dalam menentukan opini auditor. Kualitas auditor dibatasi oleh penulis hanya dikategorikan menjadi KAP Big Four dan Non-Big Four. Dan kualitas laporan keuangan dapat dilihat berdasarkan ada tidaknya tindakan perataan laba yang sengaja dilakukan oleh perusahaan.
Dari semua industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, data yang diambil oleh penulis adalah perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 periode 1 Agustus 2008 sampai dengan 31 Januari 2011.
Perumusan Masalah
1. Apakah terdapat pengaruh secara signifikan Kualitas Auditor, dan Kualitas Laporan Keuangan secara simultan terhadap opini audit?
2. Apakah terdapat pengaruh secara signifikan Kualitas Auditor, dan Kualitas Laporan Keuangan secara parsial terhadap opini audit?
B. Tinjauan Pustaka 1. Auditing Vs Auditor
Mmenurut Sukrisno Agoes, pengertian Pemeriksaan Akuntan (auditing) adalah, “Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen, beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut”.
Beberapa karakteristik dalam pengertian auditing menurut Soekrisno Agus :
a. Informasi yang dapat diukur dan kriteria yang telah ditetapkan
b. Entitas Ekonomi (Economy Entity) c. Aktivitas Mengumpulkan dan
Mengevaluasi Bahan Bukti
d. Independensi dan Kompetisi Auditor Pelaksana
e. Pelaporan Audit
Auditor menurut Mulyadi adalah seseorang yang menyatakan pendapat atas kewajaran dalam semua hal yang material, posisi keuangan hasil usaha dan arus kas yang sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum di Indonesia.
Dalam melaksanakan tugasnya auditor akan mematuhi standar auditing, yaitu :
a. Standar Umum
b. Standar Pekerjaan Lapangan c. Standar Pelaporan
Kualitas Audit
AAA Financial Accounting Committee (2000) dalam Christiawan (2003:35) menyatakan bahwa “Kualitas audit ditentukan oleh 2 hal yaitu kompetensi (keahlian) dan independensi”
Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan ini dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya oleh para pemilik perusahaan. Disamping itu laporan keuangan dapat juga digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan lain, yaitu sebagai laporan kepada tiap pihak diluar perusahaan.
Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) Nomor 1 dinyatakan bahwa pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yang:
a. Berguna bagi investor dan kreditur yang ada dan yang potensial dan pemakai lainnya dalam membuat keputusan untuk investasi, pemberian kredit dan keputusan lainnya. b. Dapat membantu investor dan kreditur yang ada dan yang potensial dan pemakai lainnya untuk menaksir jumlah, waktu dan ketidak pastian dari penerimaan uang dimasa yang akan datang yang berasal penjualan, pelunasan atau jatuh temponya surat-surat berharga atau pinjaman-pinjaman.
dan pengaruh dari transaksi-transaksi, kejadian-kejadian dan keadaan-keadaan yang mempengaruhi sumber-sumber dan klaim atas sumber-sumber tersebut. selama ini belum ada. Walaupun demikian, secara intuitif dapat dibedakan menjadi dua, yaitu diukur dengan konserfatisme serta keberadaan manipulasi laporan keuangan yang biasanya diukur dengan manajemen laba.
Seringkali perhatian pengguna laporan hanya ditujukan kepada informasi laba, tanpa memperhatikan bagaimana laba tersebut dihasilkan. Hal ini mendorong manajemen perusahaan untuk melakukan beberapa tindakan yang disebut manajemen atas laba (earning management) atau manipulasi laba (earning manipulation). Salah satu cara yang dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan tindakan manajemen laba adalah dengan perataan laba (ΔS : Perubahan penjualan dalam satu periode income smoothing).
Tindakan perataan laba dapat diuji dengan indeks Eckel. Eckel menggunakan Coefficient Variation (CV) variabel penghasilan dan variabel penjualan bersih.
ΔI : Perubahan laba dalam satu periode CV: Koefisien variasi dari variabel yaitu standar deviasi dibagi dengan nilai yang diharapkan.
Apabila :
1. CV ΔI > CV ΔS maka perusahaan tidak digolongkan sebagai perusa-haan yang melakukan tindakan perataan laba.
2. CV ΔI ≤ CV ΔS maka perusahaan digolongkan sebagai perusahaan yang melakukan tindakan perataan laba.
CV ΔI = Koefisien variasi untuk perubahan laba
CV ΔS = Koefisien variasi untuk perubahan penjualan.
CV ΔI dan CV ΔS dapat dihitung sebagai berikut :
Δx : perubahan penghasilan bersih/laba (I) atau penjualan (S) antara tahun n-1 ΔX : rata-rata perubahan penghasilan bersih/laba (I) atau penjualan (S) antara tahun n-1
n : banyaknya tahun yang diamati.
Opini Audit (Audit Opinion)
Munurut Standar Profesional Akuntan Publik (PSA 29 SA Seksi 508), ada lima jenis pendapat akuntan, yaitu :3
a. Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion)
b. Pendapat wajar tanpa pengecualian c. Pendapat wajar dengan pengecualian
(Qualified Opinion)
d. Pendapat tidak wajar (Adverse Opinion) e. Pernyataan tidak memberikan pendapat
(Disclamer Opinion)
E. Hipotesis
Berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu diatas maka perlu diadakan pengujian pengujian empiris. Hipotesa yang ingin dibuktikan dalam penelitian ini diformulasikan dengan alternatif (Ha),
hipotesa-hipotesa tersebut adalah sebagai berikut :
Ha1: Kualitas Auditor dan Kualitas Laporan
Keuangan secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap Opini Audit
Ha2: Kualitas Laporan Keuangan
mem-punyai pengaruh secara signifikan terhadap Opini Audit
Ha3: Kualitas Auditor mempunyai pengaruh
signifikan terhadap Opini Audit C. Metode Penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Bursa Efek Indonesia melalui website
www.idx.co.id. Waktu yang digunakan
penulis untuk penelitian ini berlangsung dari bulan April 2013 sampai dengan selesai.
Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini data yang
digunakan adalah data kualitatif dan data
kuantitatif. Data tersebut antara lain:
a. Daftar Perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 periode 1 Agustus 2008 sampai dengan 31 Januari 2011.
b. Data Kantor Akuntan Publik (KAP) yang termasuk dalam kategori big four.
c. Laporan Keuangan Periode 2008-2011
d. Laporan Auditor Independen Periode 2008-2011
Sumber Data
Sumber data penelitian ini adalah berupa data sekunder adalah merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dan dikumpulkan dari hasil publikasi pihak
lain berbagai sumber, seperti website
www.idx.co.id, website
www.id.wikipedia.org, dan sumber lain
yang dibutuhkan dalam penelitian.
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 1 Agustus 2008 sampai dengan 31 Januari 2011 dan bergerak dalam bidang indeks LQ 45 yang merupakan salah satu dari tujuh indeks yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Yang lain diantaranya adalah IHSG, Indeks Sektoral, Indeks Individual, Jakarta Islamic Indeks (JII), Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan, Indeks Kompas 100.
Sampel
Kriteria yang ditetapkan dalam pengambilan sampel, yaitu merupakan perusahaan yang tergabung dalam LQ 45 periode 2008 dan tersedianya Laporan Keuangan dengan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008-2011.Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara data dalam populasi dimasukkan menjadi sampel dengan kriteria terdaftar di indeks LQ 45 selama 4 tahun berturut-turut periode 2008-2011.
Metode Pengumpulan Data 1. Penelitian Kepustakaan 2. Penelitian Lapangan
Metode Analisis Data
independen x1, x2, ..., xk terhadap variabel
dependen y yang berupa variabel kategorik (binomial, multinomial, atau ordinal) atau juga untuk memprediksi nilai suatu variabel dependen y (yang berupa variabel kategorik) berdasarkan nilai variabel-variabel independen x1, x2, ..., xk.
Regresi logistik tidak terbatas hanya dapat diterapkan pada kasus dimana variabel X nya bertipe interval atau rasio saja. Tapi regresi logistik juga bisa diterapkan untuk kasus dimana variabel X nya bertipe data nominal atau ordinal. Hal ini seperti analog dengan regresi linier dengan variabel dummy. Regresi logistik dirancang untuk melakukan prediksi keanggotaan group. Artinya tujuan dari analisis regresi logistik adalah untuk mengetahui seberapa jauh model yang digunakan mampu memprediksi secara benar kategori group dari sejumlah individu.
Metode analisis data bersifat :
1. Deskriptif. 2. Kausalitas
Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linear berganda yang berbasis ordinary least square (OLS). Jadi analisis regresi yang tidak berdasarkan OLS tidak memerlukan persyaratan asumsi klasik, misalnya regresi logistik atau regresi ordinal. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan Uji Univariate Outliers.
Uji Hipotesis
Langkah-langkah yang dilakukan dalam
uji hipotesis :
(1). Omnibus Tests of Model Coefficient (Uji Simultan)
Dasar pengambilan keputusan :
a).Jika P-value > α (5%), maka Ha ditolak
b).Jika P-value < α (5%), maka Ha diterima
(2). Uji Wald (Uji Parsial)
Dasar pengambilan keputusan :
a). Jika P-value > α (5%), maka Ha ditolak b). Jika P-value < α (5%), maka Ha diterima Metode statistik yang digunakan untuk pengujian hipotesis yaitu binary logistic regression yaitu jika variabel dependen merupakan variabel dummy yang berskala nominal sementara variabel independennya dapat berskala nominal, interval, dan rasio. Persamaan regresinnya adalah sebagai berikut :
Dimana :
P = probabilitas perusahaan menerima opini audit dengan variabel bebas kualitas auditor dan kualitas laporan keuangan
βο = konstanta β1- β2= koefisien
x1 = kualitas Auditor
x2 = kualitas laporan keuangan
Sedangkan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen digunakan koefisien Nagelkerke R Square pada tabel Model Summary yang merupakan modifikasi dari koefisien Cox & Snell R Square agar nilai maksimumnya bisa mencapai satu dan mempunyai kisaran nilai antara 0 dan 1, sama seperti koefisien determinasi R² pada regresi linier berganda.
Semua perhitungan dilakukan dengan menggunakan α=5% Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan hasil keputusan yang diperoleh dari pengujian hipotesis alternatif diterima atau tidak serta
2 2 1 1 0
1 P x x
P
Ln
semua pengujian tersebut dilakukan dengan menggunakan hasil keluaran SPSS untuk mempermudah perhitungan statistik.
Definisi Operasional Variabel
Variabel dalam penelitian ini terdiri atas dua variabel, yaitu variabel independen dan variabel dependen. Identifikasi dan pengukuran dari masing-masing variabel dijelaskan berikut ini :
1. Variabel Dependen, yaitu Opini Audit (Y)
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah opini audit yang diklasifikasikan ke dalam 2 jenis, yaitu Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion), wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan (Unqualified Opinion with Explanatory Language).
2. Variabel Independen, yaitu :
a. Kualitas auditor dibedakan dalam Kantor Akuntan Publik (KAP) yang masuk dalam golongan Big Four dan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang masuk dalam golongan Non-Big Four b. Kualitas Laporan Keuangan (X2)
Kualitas laporan keuangan dapat dilihat berdasarkan ada tidaknya tindakan perataan laba yang sengaja dilakukan oleh perusahaan yang diuji dengan indeks Ekcel Skala pengukuran yang digunakan adalah skala nominal. Ekcel menggunakan Coefficient Variation (CV) variabel penghasilan dan variabel penjualan bersih.
D. Hasil Penelitian Deskripsi Data
1. Kualitas Auditor
Seperti yang diuraikan sebelumnya bahwa kualitas auditor dilihat dari apakah perusahaan menggunakan KAP yang Big Four atau Non Big Four, dari data yang dikumpulkan diperoleh informasi bahwa : mulai tahun 2008 sampai dengan tahun 2011, hanya satu perusahaan yang tidak menggunakan KAP yang tergolong non Big Four.
2. Opini Auditor
Opini auditor diklasifikasikan dengan opini unqualified dan non unqualified (unqualified with explanatory, qualified dan lainnya). Dari data diperoleh informasi sebagai berikut :
Tabel 5.1. Opini Auditor Tahun Unqualified Non
Unqualified
2008 9 10
2009 19 0
2010 19 0
2011 19 0
3. Kualitas Laporan
Kualitas laporan keuangan dilihat dari indeks eckel dengan kalsifikasi diberi nilai 0 jika CV Δ I > CV Δ S (Tidak ada tindakan perataan laba) dan nilai 1 jika CV Δ I < CV Δ S (ada tindakan perataan laba). Dari hasil pendataan tentang kualitas laporan keuangan yang diperoleh dari menghitung indeks Eckel, maka diperoleh informasi sebagai berikut :
Tabel 5.2. Kualitas Laporan Keuangan Tahun Perataan
Laba
Tidak Perataan Laba
2008 5 14
2009 3 16
2010 2 17
Hasil Uji Hipotesis
Tabel 5.3. Omnibus Tests of Model Coefficients
Chi-square df Sig.
Step 1 Step 2.310 2 .315
Block 2.310 2 .315
Model 2.310 2 .315
Dari tabel diperoleh nilai Chi-square 2.310 dengan kebebasan 2 menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.315, ini berarti secara simultan variabel kualitas auditor dan kualitas laporan keuangan tidak mempunyai pengaruh terhadap opini audit. Menurut pendapat penulis, hal ini teradi karena jika dilihat dari data kualitas auditor diperoleh informasi bahwa hampir semua perusahaan menggunakan KAP big four selama periode 2008-2011, hanya satu perusahaan yang tidak menggunakan KAP big four sehingga karena hampir semua perusahaan selama periode 2008-2011 menggunakan KAP big four berarti kualitas laporan keuangan nya baik, hal ini dilihat dari data bahwa perusahaan yang melakukan tindakan perataan laba sangat sedikit (menurun jumlahnya dari 2008-2011). Dengan demikian secara simultan kualitas auditor dan kualitas laporan menunjukkan hasil tidak berpengaruh terhadap opini audit (jika dilihat dari data opini audit untuk semua perusahaan ditahun 2009-2011 menunjukkan opini unqualified, hanya di tahun 2008 yang jumlah opini unqualified lebih sedikit dari non unqualified). Artinya dengan kualitas laporan keuangan yang baik dan
menggunakan KAP yang berkualitas yang dalam penelitian ini dikategorikan sebagai KAP big four maka opini audit menunjukkan opini yang lebih banyak unqualified terutama ditahun 2009-2011, untuk tahun 2008 dilihat bahwa hampir semua perusahaan menggunakan KAP big four (hanya satu perusahaan yang tidak menggunakan KAP big four) dan kualitas laporan keuangan menunjukkan bahwa lebih banyak perusahaan yang melakukan praktek perataan laba dibandingkan yang tidak melakukan tindakan perataan laba sehingga laporan auditor menunjukkan lebih banyak yang opini unqualified daripada opini non unqualified.
Tabel 5.4. Variables in the Equation
B S.E. Wald Df Sig.
Exp (B) Step
1(a) KA
-19.493 19901.952 .000 1 .999 .000 PL
.742 .688 1.162 1 .281 2.100 Con
stant 20.880 19901.952 .000 1 .999
1169401869 .424
Dari tabel diatas diperoleh hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap opini audit dan hasil uji hipotesis ketiga menunjukkan hasil yang sama yaitu kualitas auditor berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap opini audit.
E. Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan
Dengan dasar rumusan masalah dan penetapan hipotesis yang kemudian dilakukan uji hipotesis, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
mempunyai pengaruh terhadap opini audit. Menurut pendapat penulis, hal ini teradi karena jika dilihat dari data kualitas auditor diperoleh informasi bahwa hampir semua perusahaan menggunakan KAP big four selama periode 2008-2011, hanya satu perusahaan yang tidak menggunakan KAP big four sehingga karena hampir semua perusahaan selama periode 2008-2011 menggunakan KAP big four berarti kualitas laporan keuangan nya baik, hal ini dilihat dari data bahwa perusahaan yang melakukan tindakan perataan laba sangat sedikit (menurun jumlahnya dari 2008-2011). Dengan demikian secara simultan kualitas auditor dan kualitas laporan menunjukkan hasil tidak berpengaruh terhadap opini audit (jika dilihat dari data opini audit untuk semua perusahaan ditahun 2009-2011 menunjukkan opini unqualified, hanya di tahun 2008 yang jumlah opini unqualified lebih sedikit dari non unqualified). Artinya dengan kualitas laporan keuangan yang baik dan menggunakan KAP yang berkualitas yang dalam penelitian ini dikategorikan sebagai KAP big four maka opini audit menunjukkan opini yang lebih banyak unqualified terutama ditahun 2009-2011, untuk tahun 2008 dilihat bahwa hampir semua perusahaan menggunakan KAP big four (hanya satu perusahaan yang tidak menggunakan KAP big four) dan kualitas laporan keuangan menunjukkan bahwa lebih banyak perusahaan yang melakukan praktek perataan laba dibandingkan yang tidak melakukan tindakan perataan laba sehingga laporan auditor menunjukkan lebih banyak yang opini unqualified daripada opini non unqualified.
2. Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan
berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap opini audit
3. Hasil uji hipotesis ketiga menunjukkan hasil yang sama yaitu kualitas auditor berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap opini audit.
Saran
Berdasarkan pengumpulan data dan hasil penelitian maka penulis menyarankan : 1. Bagi perusahaan yang masih melakukan
tindakan perataan laba hendaknya tidak lagi melakukan tindakan perataan laba tersebut, karena akan memberikan informasi yang kurang akurat bagi pengguna laporan keuangan terutama investor.
2. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan indikator untuk variabel kualitas auditor dan kualitas laporan keuangan (persepsi) dan menggunakan skala interval, selanjutnya penulis juga menyarankan agar menambah variabel lain misalnya variabel tentang going concern.
DAFTAR PUSTAKA
Edy Suwito dan Arleen Herawaty, Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Tindakan Perataan Laba Yang Dilakukan Oleh Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta, Jurnal Ekonomi, SNA VII, Solo, 2005.
http://id.wikipedia.org/wiki/The_Big_Four_ Auditors
http:// www. blog. manajemen-laba-baik-atau-buruk-5.html
(pada perusahaan –perusahaan yang merger dan akuisisi di BEI 1999-2010), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat, Jakarta, 2009.
Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Profesional Akuntan Publik, Salemba Empat, Jakarta, 2001.
Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, 2006.
Mulyadi, Auditing, Edisi Keenam, Jilid Satu, Cetakan Keenam, Salemba Empat, Jakarta, 2008.
Mulyadi, Auditing, Edisi Keenam, Jilid Dua, Cetakan Kelima, Salemba Empat, Jakarta, 2008.
Payamta, Pengaruh Kualitas Auditor, Independensi, dan Opini Audit terhadap Kualitas Laporan Keuangan, Jurnal Ekonomi, FE UNS, Surakarta, 2003.
Rahayu Budhi Purwanti, Pengaruh Kecakapan Manajerial, Kualitas Auditor, Komite Audit, Firm Size Dan Leverage Terhadap Earnings Managemen (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2008-2010), Fakultas Ekonomika Dan Bisnis
Universitas Diponegoro
Semarang,2012
Stanislaus S. Uyanto, Pedoman Analisa Data dengan SPSS, Edisi Ketiga, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2009. Sukrisno Agoes, Auditing (Pemeriksaan
Akuntan) oleh Kantor Akuntan Publik, Edisi Ketiga, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta, 2004.
Sukrisno Agoes dan Jan Hoesada, Bunga Rampai Auditing, Salemba Empat, Jakarta, 2009.
Susan Irawati, Auditing, Edisi Pertama, Penerbit Pustaka, Bandung, 2008. Susiana dan Arleen Herawaty, Analisis
Pengaruh Independensi, Mekanisme Corporate Governance, Dan Kualitas Audit Terhadap Integritas Laporan Keuangan, Jurnal Ekonomi, Simposium Nasional Akuntansi X, Unhas Makasar, 2007.