BERITA ACARA PENJELASAN PELELANGAN (BAPP) NOMOR: 03.23/BAPP/ULP-BTG/POKJA/IV/2016

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN BANTAENG

UNIT LAYANAN PENGADAAN T.A. 2016

Jalan A. Mannappiang No. 5 Kab. Bantaeng

BERITA ACARA

PENJELASAN PELELANGAN (BAPP)

NOMOR: 03.23/BAPP/ULP-BTG/POKJA/IV/2016

Pada hari ini, Kamistanggal Dua Puluh DelapanBulan AprilTahun Dua Ribu Enam Belaspukul 11.00 WITA sampai dengan 12.00 WITA, Pokja Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Bantaeng Tahun Anggaran 2016, telah melaksanakan penjelasan dokumen pengadaan Paket Pekerjaan Pedestrian Jalan Bangau dan Jalan Pahlawan, yang dilaksanakan melalui LPSE Kabupaten Bantaeng Sebagai Berikut :

1. Lingkup Pekerjaan :

Nama dan Uraian Paket Pekerjaan sebagaimana pada BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) Tertulis Sbb. :

Nama paket pekerjaan :

Pedestrian Jalan Bangau dan Jalan Pahlawan

Uraian singkat pekerjaan : pekerjaan/kegiatan yang akan dilaksanakan dapat dilihat pada Lembar ”Daftar Kuantitas dan Harga”

Lokasi : Kab. Bantaeng

Nilai HPS : Total Nilai HPS Rp. 2.400.000.000,-(Dua Milyar Empat Ratus Juta Rupiah)

Jangka Waktu Penyelesaian : 150 (

Seratus Lima Puluh) hari kalende

r

Pekerjaan

Sumber Dana : APBD Kabupaten Bantaeng Tahun Anggaran 2016 2. Penjelasan Dokumen Pemilihan

Dokumen Pemilihan terdiri dari: BAB I s/d. BAB XIV

Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen Pemilihan termasuk lampirannya yaitu Daftar Kuantitas dan Harga , Spesifikasi Teknis, serta Gambar yang merupakan bagian tak terpisahkan dari dokumen pemilihan ini. Kelalaian menyampaikan Dokumen Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan ini sepenuhnya merupakan resiko peserta.

Penjelasan Dokumen pengadaan dilakukan oleh Pokja Unit Layanan Pengadaan dengan tujuan untuk menyamakan presepsi terhadap isi dokumen pengadaan.

(2)

3. Sesuai BAB II Pengumuman :

- Pengumuman pelelangan tercantum pada aplikasi SPSE.

Jadwal Pemilihan tercantum pada aplikasi SPSE dan bersifat perkiraan (tentative) yang mungkin dapat berubah apabila terjadi perubahan sebelum batas akhir pemasukan penawaran.

4. Metode Pemilihan.

Metode Pemilihan dilaksanakan dengan Metode Pemilihan Langsung, Pascakualifikasi, Satu File, Sistem Gugur, Kontrak Harga Satuan -.

5. Cara Penyampaian Dokumen Penawaran

Sesuai BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) Pasal 22 antara antara lain berbunyi :

Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP Kabupaten Bantaeng Tahun Anggaran 2016dengan ketentuan:

a. Data kualifikasi disampaikan melalui form isian elektronik kualifikasi yang tersedia pada aplikasi SPSE.

b. Jika form isian elektronik kualifikasi yang tersedia pada aplikasi SPSE belum mengakomodir data kualifikasi yang disyaratkan Pokja ULP, maka data kualifikasi tersebut diunggah (upload) pada fasilitas pengunggahan lain yang tersedia pada aplikasi SPSE.

c. Peserta dapat mengirimkan data kualifikasi secara berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. Data kualifikasi yang dikirmkan terakhir akan menggantikan data kualifikasi yang telah terkirim sebelumnya

d. Dilanjutkan dengan mengunggah file penawaran terenkripsi (*.rhs) hanya melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan dengan penjelasan sebagaimberikut :

1)

Dokumen penawaran disampaikan melalui fitur penyampaian penawaran pada aplikasi SPSE atau Apendo/ Spamkodok.

2)

Setelah File penawaran administrasi, teknis dan harga dienkripsi menggunakan Apendo/Spamkodok.

3)

peserta mengunggah (upload) file penawaran administrasi, teknis dan harga yang telah terenkripsi (*.rhs) melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan.

e. Peserta dapat mengunggah file penawaran secara berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. File penawaran terakhir akan menggantikan file penawaran yang telah terkirim sebelumnya.

6. Dokumen yang harus dilampirkan pada dokumen penawaran adalah seperti yang diminta dalam BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) Pasal 15 point 15. 1 dan pada BAB VI HURUF A BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA BADAN USAHA/KEMITRAAN (KSO) (UNTUK 1 (SATU) FILE) SERTA HURUF D. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS (UNTUK 1 (SATU) FILE) sebagai berikut :

1. Daftar Kuantitas dan Harga,

2. [Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi, apabila ada]; 3. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :

a. Metoda Pelaksanaan; b. Jadwal Waktu Pelaksanaan; c. Daftar Personil Inti;

d. Jenis, kapasitas, komposisi, dan jumlah peralatan utama minimal yang dibutuhkan; e. Spesifikasi teknis;

f.

Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakkan [bila ada]

g. RK3K

h. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Personil

4. [Formulir rekapitulasi perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), apabila memenuhi syarat untuk diberikan preferensi harga]; dan

5. Dokumen Kualifikasi.

(3)

Dokumen Penawaran untuk Daftar Kuantitas dan Harga (RAB) yang diupload disarankan selain berbentuk .pdf juga berbentuk microsoft excel untuk lebih mempermudah dalam Proses Koreksi Aritmatik

7. Pembukaan Penawaran .

Penawaran harus disampaikan secara elektronik melalui aplikasi SPSE kepada Pokja ULP, Jadwal Pemasukan Penawaran, Batas Akhir Pemasukan Penawaran Serta Pembukaan Penawaran

dilakukan secara online melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal dalam aplikasi SPSE LPSE Kabupaten Bantaeng . Aplikasi SPSE menolak setiap file penawaran yang melampamui batas akhir pemasukan penawaran.

8. Metode dan Cara Evaluasi.

Metode dan cara Evaluasi Dalam hal dokumen penawaran dengan 1 (satu) file (sampul) Sistem Gugur dapat dilihat BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) pasal 26 mengenai Evaluasi Penawaran.

9. Hal-Hal yang menggugurkan dokumen penawaran dan Dokumen Kualifikasi adalah :

Apabila dokumen yang diminta tidak lengkap atau Kurang dan atau Apabila dokumen yang dimasukkan isinya tidak benar dan atau apabila dokumen yang dimasukkan tidak sah.

10. Jenis Kontrak yang digunakan.

Kontrak yang digunakan adalah kontrak harga satuan sehingga memungkinkan untuk diadakan pekerjaan tambah kurang dengan tidak merubah nilai pekerjaan (Harga satuan tetap dan kuantitas pekerjaan dapat berubah sesuai dengan prioritas pekerjaan berdasarkan MC. 0). Untuk pekerjaan Fisik

11. Ketentuan tentang penyesuaian harga;

Penyesuaian harga hanya diberlakukan pada Kontrak Tahun Jamak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan pekerjaan.

14. Surat Kuasa dan Sanggahan

1. Untuk Surat Kuasa, berlaku apabila Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar dapat menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa, sepanjang pihak tersebut adalah pengurus/karyawan perusahaan yang berstatus sebagai tenaga kerja tetap dan mendapat kuasa atau pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani Kontrak Pengadaan Barang/Jasa.

2. Sesuai Pasal 33 BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) Peserta yang memasukkan penawaran dapat menyampaikan sanggahan secara elektronik melalui aplikasi SPSE atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu yang telah ditetapkan dengan disertai bukti terjadinya penyimpangan dan dapat ditembuskan secara offline (di luar aplikasi SPSE) kepada PA/KPA dan APIP (Inspektorat) Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng

15. Penjelasan tambahan.

Surat edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng Bagi Pemenang Lelang yang belum mempunyai NPWP Wilayah Bantaeng maka diwajibkan untuk mengambil NPWP wilayah Bantaeng guna mendukung Dana Perimbangan lewat pemasukan Pajak Dari kabupaten/Kota.

(4)

16. Penjelasan Teknis

Pada Dokumen Lelang yang di upload pada tanggal 25 April 2016 belum ter upload Spesifikasi Teknis maka untuk itu Spesifikasi Teknis pelaksanaan pekerjaan akan dilampirkan pada Berita Acara Penjelasan Lelang dan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.

17. Tanya Jawab : Tidak ada

18. Penutup

Berita Acara Penjelasan Pelelangan (BAPP) ini dapat diunggah melalui aplikasi SPSE .

Demikianlah Berita Acara Penjelasan Pelelangan (BAPP) ini dibuat dengan sebenarnya dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dokumen pengadaan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

UNIT LAYANAN PENGADAAN

PEMERINTAH KABUPATEN BANTAENG TAHUN ANGGARAN 2016 KELOMPOK KERJA ULP KAB. BANTAENG

(5)

SPESIFIKASI TEKNIS

1. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan rencana kerja dan syarat-syarat kerja (RKS) ini adalah :

Pembangunan Pedestrian / Trotoar Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan

2. Syarat - Syarat Pelaksanaan

2.1. Penetapan Ukuran dan Spesifikasi Bahan

Rekanan bertanggung jawab atas tepatnya pelaksanaan pekerjaan menurut ukuran yang tercantum dalam RKS dan gambar-gambarnya serta wajib memberitahukan kepada Direksi bila akan memulai dengan sesuatu bagian dari pekerjaan dan rekanan tidak dibenarkan merubah atau membetulkan kesalahan-kesalahan dalam bestek dan gambar sebelum ada persetujuan tertulis dari Direksi dan Pemimpin Kegiatan.

2.2. Rencana Kerja Rekanan harus melaksanakan pekerjaan dan mengatur persediaan bahan-bahan bangunan, tenaga kerja dan peralatan-peralatan yang dibutuhkan di tempat pekerjaan sesuai dengan time schedule, kecuali bila terpaksa menyimpang karena sesuatu hal yang harus dipertimbangkan lebih lanjut dan disetujui Pemimpin Kegiatan dan Direksi terlebih dahulu.

2.3. Laporan Harian

3. Jenis dan Mutu Bahan

a. Rekanan selain membuat laporan harian di lapangan juga harus membuat laporan mingguan pada direksi mengenai kemajuan pekerjaan, juga jenis dan volume pekerjaan, jumlah tenaga kerja dan kejadian lain yang dianggap penting.

b. Rekanan harus menyediakan buku harian untuk direksi, pengawas memberi petunjuk-petunjuk peringatan maupun perintah-perintah dan hal lainnya mengenai jalannya pelaksanaan pekerjaan dan juga menyediakan buku tamu.

c. Rekanan harus memasang semua gambar di kantor direksi atau di tempat pekerjaan secara aman dan rapi beserta dengan RKS dan Berita Acara Penjelasan termasuk time schedule dalam keadaan baik dan dapat dibaca setiap saat dalam masa pelaksaan pekerjaaan. Rekanan wajib mengadakan kantor lapangan yang sederhana dan bisa dipergunakan selama pelaksanaan.

1. Jenis dan mutu bahan yang akan dilaksanakan harus diutamakan bahan-bahan produksi dalam negeri, sesuai dengan Keputusan bersama Menteri Perdagangan dan Koperasi, Menteri Perindustrian dan Menteri Penertiban Aparatur Negara tanggal 23 Desember 1980 dan Keppres No. 24/1995 dan Keppres No. 18/2000. Serta berpedoman pada Spesifikasi Binamarga 2010-3.

2. Bahan-bahan bangunan atau tenaga kerja setempat, sesuai dengan lokasi yang ditunjuk, bila bahan-bahan bangunan dari semua jenis memenuhi syarat teknis, sesuai dengan peraturan yang ada dianjurkan untuk dipergunakan mendapatkan izin dari direksi.

3. Bila bahan-bahan bangunan yang telah memenuhi spesifikasi teknis terdapat beberapa / bermacam-macam jenis ( merk ) diharuskan memakai jenis dan mutu bahan sejenis.

4. Bahan-bahan bangunan yang telah ditetapkan jenisnya, dimana bahan-bahan bangunan tersebut mempunyai beberapa macam mutu, maka diharuskan ditetapkan untuk dilaksanakan dengan mutu 1 ( satu ) untuk dipergunakan.

(6)

5. Bila rekanan telah menandatangani / melaksanakan jenis dan mutu bahan untuk pekerjaan atau bagian pekerjaan tidak sesuai dengan yang ditetapkan bahan-bahan tersebut harus ditolak dan dikeluarkan dari lokasi pekerjaan paling lambat 24 ( dua puluh empat ) jam setelah ditolak dan biaya menjadi tanggung jawab rekanan.

6. Contoh-contoh yang dikehendaki oleh pemberi tugas atau wakilnya harus segera disediakan tanpa kelambatan atas biaya Rekanan dan harus sesuai dengan standart.

7. Contoh tersebut diambil dengan cara begitu rupa sehingga dapat dianggap bahwa bahan tersebut yang akan dipakai dalam pelaksanaan pekerjaan, contoh tersebut disimpan sebagai dasar penolakan, bila ternyata bahan atau cara mengajukan yang dipakai tidak sesuai dengan contoh baik kwalitas maupun sifat-sifatnya.

4. Uraian Pekerjaan 4.1. Penyediaan

4.2. Kualitas dan kuantitas

4.3.

4.4.

4.5.

1. Gambar–Gambar Pekerjaan

8. Bila dalam uraian syarat-syarat disebutkan nama pabrik pembuatan dari suatu barang, maka ini hanya dimaksudkan untuk menunjukkan kwalitas dan type dari barang-barang yang memuaskan pemberi tugas.

Rekanan harus menyediakan segala yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara sempurna dan efisien dengan urutan yang teratur, termasuk semua alat-alat pembantu yang dipergunakan seperti alat-alat pengangkat, mesin-mesin, alat penarik, dan sebagainya yang diperlukan oleh rekanan untuk membantu kelancaran dan apabila semua alat tersebut pada waktu pekerjaan selesai harus dibersihkan dari lokasi.

Kualitas dan kuantitas pekerjaan yang termasuk dalam harga kontrak harus dianggap seperti apa yang tertera dalam gambar-gambar kontrak atau diuraikan dalam uraian dan syarat-syarat. Tetapi kecuali yang disebut diatas yang tertera dalam uraian dan syarat-syarat dalam kontrak itu bagaimanapun tidak boleh menolak, mengubah atau mempengaruhi penerapan atau interprestasi dari apa yang tercantum dalam syarat-syarat ini.

Kekeliruan dalam uraian pekerjaan atau kwalitas atau pengurangan bagian-bagian dari gambar uraian dan syarat-syarat tidak boleh merusak (membatalkan) kontrak ini, tetapi hendaknya diperbaiki dan dianggap suatu perubahan yang dikehendaki oleh pemberi tugas.

Segala pernyataan mengenai kwantitas pekerjaan yang mungkin sewaktu-waktu diberikan kepada rekanan tidak boleh merupakan bagian dari kontrak ini dan harga-harga yang dimuat dalam daftar harga tetap digunakan, meskipun ada ketidak sesuaian antara harga-harga itu dengan apa yang telah tercantum perkiraan manapun.

Harga kontrak tidak boleh disesuaikan atau diubah secara bagaimanapun selain menuruti ketetapan-ketetapan yang tepat dari syarat-syarat ini, dan taat pada pasal-pasal dari syarat-syarat ini, segala kekeliruan baik mengenai hitungan atau bukan harga kontrak harus dianggap telah diterima oleh kedua pihak yang bersangkutan.

5.1. Gambar Rencana Pekerjaan yang terdiri dari gambar bestek, gambar situasi dan sebagainya yang telah dilaksanakan oleh konsultan perencanaan telah disampaikan kepada rekanan beserta dokumen-dokumen lain. Rekanan tidak boleh mengubah dan menambah tanpa mendapat persetujuan tertulis dari Pimpinan Kegiatan / Direksi. Gambar-gambar tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan pemborongan ini atau dipergunakan untuk maksud-maksud lain.

(7)

1.2. Gambar Tambahan Bila direksi menganggap perlu, konsultan perencana harus membuat tambahan gambar detail (gambar penjelasan) yang disahkan oleh direksi dan gambar-gambar tersebut menjadi milik direksi.

5.3. S.O.P Drawing dan As Built Drawing.

Untuk semua pekerjaan yang belum terdapat gambar-gambar baik penyimpangan maupun pergeseran karena pekerjaan tidak dapat dilaksanakan atas perintah pemberi tugas atau tidak, kontraktor pelaksana harus membuat gambar-gambar yang sesuai dengan apa yang akan dan yang telah dilaksanakan ( S.O.P ( Standart Operasional Prosedure ) As Built Drawing ) yang jelas memperhatikan perbedaan antara gambar-gambar kontrak dan pekerjaan yang dilaksanakan. Gambar-gambar tersebut harus diserahkan kepada pemberi tugas untuk mendapatkan persetujuan dalam rangkap tiga, semua biaya pembuatan ditanggung oleh rekanan.

5.4. Gambar-gambar di tempat pekerjaan

Rekanan harus menyiapkan 1 rangkap gambar kontrak lengkap termasuk rencana kerja dan syarat-syarat, berita acara Aanwijzing, time schedule, dan Uitzet dalam keadaan baik termasuk perubahan-perubahan terakhir dalam masalah pekerjaan, agar tersedia jika pemberi tugas / wakilnya sewaktu-waktu memerlukan.

5.5. Contoh–contoh barang / bahan yang ditawarkan. 6. Peraturan Teknis Pembangunan yang Dipergunakan 7. Penjelasan RKS dan Gambar

Dalam masa pelaksanaan pekerjaan pembangunan bahan-bahan / barang yang akan dilaksanakan harus sesuai dengan RKS dan berita acara Aanwijzing.

Barang / bahan yang ditawarkan dalam harga satuan pekerjaan dan harga satuan bahan / upah adalah mengikat, rekanan harus menawarkan harga-harga tersebut sesuai dengan RKS dan berita acara Aanwijzing.

Contoh barang / bahan yang ditawarkan tidak dapat dipergunakan bila belum mendapatkan persetujuan dari direksi secara tertulis.

Berlaku dan mengikat didalam rencana kerja dan syarat-syarat ini :

1. Pedoman pelaksanaan APBN/ KEPPRES 16/ 1994, KEPPRES 24/ 1995 dan KEPPRES 18 / 2000.

2. Algemene Voorwaarden ( AV – 41 ) yang disahkan dengan keputusan pemerintah, tanggal 28 Mei 1941 No. 9 dan tambahan lembaran negara No. 1457, apabila tidak ada penyimpangan-penyimpangan seperti yang tertera dalam bestek ini.

3. Peraturan Beton untuk Menteri Pekerjaan Umum, Keputusan Nomor 174 / MEM / 86, tanggal 4 Maret 1986, dan No. 104 / KPTS / 1986, tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

4. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 458 / KPTS / 1996, tentang ketentuan pengamanan sungai dalam hubungannya dengan penambahan bahan galian gol C.

5. Peraturan Daerah Tingkat II No. 16 Tahun 1997 tentang pajak pengambilan dan pengelolaan bahan galian gol C.

6. Keputusan Bupati Daerah Tingkat II Situbondo Tahun 1999 tentang penetapan nilai pasar bahan galian gol C.

7. Peraturan-peraturan daerah setempat mengenai bangunan-bangunan.

1. Bila terdapat perbedaan gambar, antara gambar rencana dan gambar detail maka gambar detail yang dipakai atau diikuti.

2. Bila terdapat skala gambar dan ukuran gambar tidak sesuai, maka ukuran dengan angka dalam gambar yang diikuti.

3. Bila ukuran-ukuran jumlah yang diperlukan dan bahan-bahan / barang yang dipakai dalam RKS tidak sesuai dengan gambar, maka RKS yang diikuti.

(8)

4. Bila rekanan meragukan tentang perbedaan antara gambar-gambar yang ada baik mengenai mutu bahan yang dipakai maupun konstruksi dengan RKS maka rekanan berkewajiban untuk menanyakan kepada pengawas / pimpinan kegiatan secara tertulis.

5. Rekanan berkewajiban untuk mengadakan penelitian tentang hal-hal tersebut diatas. Setelah rekanan menerima dokumen dari pimpinan kegiatan dan hal tersebut akan dibahas dalam rapat penjelasan.

6. Sebelum melaksanakan pekerjaan, rekanan diharuskan meneliti kembali semua dokumen yang ada untuk disesuaikan dengan berita acara rapat penjelasan.

8 Pekerjaan Persiapan

9. Galian Tanah

1. Rekanan harus menyediakan dan mendirikan semua bangunan sementara minimal seluas 15 m2/ secukupnya untuk digunakan sebagai gudang penyimpanan dan perlindungan bahan-bahan bangunan, rekanan pemborong harus pula menyediakan ruangan untuk keperluan direksi dengan perlengkapan : meja, kursi, papan tulis, buku harian , buku direksi, buku tamu, jadwal pelaksanaan dan gambar.

2. Pengukuran

 Pengukuran dilakukan bersama – sama wakil dari kontraktor dan direksi lapangan untuk menentukan batas – batas yang akan dikerjakan disesuaikan dengan kontrak.

 Profil – profil untuk plengsengan dan jembatan harus betul – betul posisinya tidak mudah berubah pada saat pemasangan bangunan dimulai.

 Duga atau titik ketinggian supaya disesuaikan dengan gambar dan petunjuk direksi lapangan.

 Sebelum pekerjaan dimulai pengukuran perlu diulangi ( cek ulang ) untuk memperkecil kesalahan.

 Setelah pekerjaan pasangan / jalan selesai supaya diadakan pengukuran ulang ( opname ) yang disesuaikan gambar rencana. 3. Papan nama

 Papan nama proyek yang merupakan sarana informasi supaya dipasang pada awal kegiatan dengan tempat yang strategis agar masyarakat dapat mengetahui informasi tersebut.

 Tulisan huruf dan angka papan nama kegiatan juga harus jelas terbaca oleh masyarakat.

4. Pembersihan Sisa Material

Kegiatan dinyatakan selesai jika semua sisa – sisa bahan material, bekas bongkaran, sisa galian dll sudah dibersihkan dari lokasi kegiatan dan memuaskan direksi lapangan.

1. Pekerjaan ini terdiri dari penggalian tanah dan pembuangan tanah galian sejauh 30 m dari lubang galian.

2. Galian dilaksanakan untuk pembuatan selokan – selokan, pondasi penahan bahu jalan ( plengsengan ) dan pembuatan duiker.

3. Lebar dan kedalaman galian disesuaikan dengan gambar rencana atau menurut petunjuk direksi lapangan.

4. Penggalian yang memotong jalan harus dilaksanakan dengan cara menggunakan setengah lebar jalan agar jalan tersebut tetap terbuka untuk lalu lintas pada setiap waktu.

5. Kontraktor bertanggung jawab atas biaya pembuangan tanah termasuk pengangkutan, mendapat ijin dari pemilik buangan tersebut ditempatkan. 6. Semua galian terbuka supaya dipasang penghalang atau tanda peringatan

dan pada malam hari dengan drum dicat putih atau lampu merah sehingga memuaskan direksi lapangan.

7. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk mengadakan perlindungan terhadap kabel – kabel telepon, pipa air atau struktur lainnya dibawah permukaan yang ditemukan dan harus bertanggung jawab untuk biaya perbaikan setiap kerusakan yang disebabkan oleh pelaksanaan galian.

(9)

8. Penggalian yang dilaksanakan diluar garis batas profil tidak akan dimasukkan kedalam volume.

9. Satuan pembayaran galian tanah adalah meter kubik.

10. Pasangan Batu Kali

11. Pekerjaan Kanstin Beton 12. Pekerjaan Kanstin Batu Bata 13. Pekerjaan Siaran 14. Pekerjaan Plesteran 15. Pekerjaan Beton

1. Pasangan batu kali digunakan pada pondasi, dinding dan lantai saluran dengan menggunakan campuran 1 PC : 4 Pasir.

2. Batu yang digunakan untuk pasangan harus kuat, bersih dan pecah kecuali untuk muka pasangan ( rain ).

3. Pada saat pemasangan batu, celah – celah diantara batu harus terisi spesi dan susunan batu harus saling mengikat ( tidak segaris ).

4. Pasangan batu yang sudah terpasang namun ada beberapa batu yang menonjol ( tidak segaris ) kontraktor harus memperbaiki kembali hingga memuaskan direksi lapangan.

5. Pasir yang digunakan harus bersih dari debu / kotoran dengan dibuktikan dari laboratorium.

6. Untuk mendapatkan gaya geser yang lebih besar sebelum memasang batu kali pada bagian dasar ( alas supaya diurug pasir / beton rabat ).

1. Pekerjaan kanstin depan dapat menggunakan beton dengan mutu K.175 atau K.250

2. Kanstin beton dibuat dengan panjang maximal 1 m’.

3. Kayu usuk dan papan yang digunakan untuk bekisting kanstin harus lurus dan kuat.

1. Semua pasangan batu bata untuk kanstin belakang dibuat dengan campuran 1 Pc : 4 Psr. { pasir yang dipakai adalah pasir pasang }.

Bata yang digunakan harus berkualitas baik dari hasil pembakaran yang masak dan berukuran sama menurut aturan normalisasi serta warnanya. Sebelum bata dipasang, bata harus direndam dulu didalamair hingga jenuh. Semua bahan harus memenuhi syarat yang ditetapkan dalam Peraturan Umum untuk bahan–bahan di Indonesia ( PUBI 1970 Ni–3 ). Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pemasangan batu bata antara lain :

a. Tidak diperbolehkan memakai batu bata yang pernah dipakai ( bekas ) atau batu bata yang pecah–pecah.

b. Semua voog ( siar ) diantara pasangan batu bata pada hari pemasangan harus dikeruk sedalam 1 cm pada bagian luar dan dalam.

1. Pekerjaan siaran dilaksanakan pada dinding saluran.

2. Perbandingan campuran untuk pekerjaan siaran 1 PC : 2 Pasir dan pekerjaan ini harus dilaksanakan serapi mungkin hingga memuaskan direksi lapangan. 3. Pelaksanaan siaran dibuat menonjol ( timbul ) dengan model mata sapi pada

pasangan dengan muka rain alami, jika menggunakan batu pecah rain buatan maka siaran dibuat rata.

1. Pekerjaan plesteran dilaksanakan pada permukaan atas pasangan dan lantai saluran. Perbandingan campuran untuk pekerjaan plesteran 1 PC : 4 Pasir dan pekerjaan ini harus dilaksanakan serapi mungkin hingga memuaskan direksi lapangan.

2. Pelaksanaan pekerjaan ini pada pertemuan / sudut – sudut harus membentuk sudut yang lurus dan tajam.

1. Bahan yang digunakan untuk campuran beton ( PC, pasir, kerikil, air ) harus mendapatkan persetujuan dari direksi lapangan.

2. Pekerjaan beton dapat dilaksanakan setelah kontraktor mengajukan max design beton ( jika volume beton besar dan yang dikerjakan adalah jembatan ).

3. Komposisi campuran beton supaya mengacu pada mix design yang telah disetujui oleh direksi lapangan.

(10)

4. Sebelum pengecoran dilaksanakan kontraktor harus melapor kepada direksi lapangan paling sedikit 24 jam.

5. Pengeocoran dapat dilakukan pada cuaca kering, apabila keadaan cuaca tidak menentu kontraktor harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk melindungi campuran beton terhadap hujan dan direksi lapangan harus menentukan apakah pengecoran dilanjutkan atau ditunda. 6. Pencampuran beton harus menggunakan mesin pencamur ( molen )

kecuali untuk pekerjaan beton dengan volume kecil dapat digunakan secara manual ( dengan tangan ) namun harus dilakukan diatas permukaan ( alas ) yang keras, bersih dan kedap air.

7. Penuangan beton harus diatur sedemikian rupa jangan sampai terjadi segregasi ( pemisahan agregat ).

8. Acuan perancah yang digunakan harus dari bahan yang disetujui oleh direksi lapangan.

9. Struktur kayu untuk acuan / perancah harus cukup kaku untuk memelihara posisi yang diperlukan selama pengecoran, pemadatan, perawatan dan pengerasan beton.

10. Pemadatan beton harus menggunakan alat penggetar ( vibrator ) utamanya untuk balok dan pada bagian celah – celah yang sulit dilakukan dengan rojokan tangan.

11. Penggetar harus dilaksanakan dengan memasukkan batang penggetar kedalam beton cor yang masih segar dan digetar selama 30 detik pada setiap lokasi berjarak masing– masing 45 cm.

12. Perancah atau acuan tidak boleh dibongkar sebelum beton telah cukup kaku dan mengeras, dan telah mempunyai kekuatan yang cukup untuk berdiri ( mendukung ) sendiri dan harus mendapat ijin dari direksi lapangan.

13. Perawatan beton dilaksanakan setelah beton mulai mengeras, beton harus dilindungi terhadap hujan lebat, panas matahari atau kerusakan fisik yang dapat menggeser beton.

14. Besi beton yang digunakan adalah besi yang baru ( bukan besi bekas sisa bongkaran ) dibuktikan dengan faktur pembelian dan lokasi proses pembuatan ( pemotongan dan pembengkokan ) supaya mendapat persetujuan direksi lapangan.

15. Untuk menjamin pengerasan beton harus dirawat dengan menutup dengan pasir basah atau direndam dengan air.

16. Diameter baja tulangan harus disesuaikan dengan gambar rencana serta baja tulangan yang berkarat ( rusak ) akan ditolak oleh direksi lapangan. 17. Pembengkokan baja tulangan harus dilakukan dengan cara dingin dan

tidak digunakan batang yang sudah dibengkokkan lebih dari dua kali pada tempat yang sama.

18. Kawat pengikat yang digunakan untuk pengikatan baja tulangan harus dari kawat baja dan disetujui oleh direksi lapangan serta akhir puntiran harus menghadap kedalam beton.

19. Batang baja tulangan harus diikat bersama dengan kokoh untuk menghindari perpindahan tempat selama penulangan.

20. Apabila sambungan tertindih disetujui panjang tindihan harus 40 kali diameter dan batang–batang harus dilengkapi dengan kait.

16. Pekerjaan tegel galar

17. Pekerjaan paving

1. Pekerjaan tegel galar dilaksanakan pada permukaan trotoar.

2. Bahan yang digunakan adalah tegel galar warna merah dan hitam. Pola pemasangan tegel galar sesuaikan dengan gambar.

3. Spesi yang digunakan adalah campuran 1 PC : 2 Psr

1. Pekerjaan paving dilaksanakan setelah pekerjaan Tegel galar terpasang. Bahan paving yang digunakan adalah adalah paving kotak abu–abu tebal 7 cm dengan spesifikasi yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. Paving yang rusak / retak tidak boleh dipasang.

2. Dibawah paving dipasang urugan pasir dengan tebal padat 5 cm. 3. Cara pemasangan paving sesuaikan dengan gambar.

(11)

4. Setelah paving terpasang, diatas permukaan paving ditebari pasir setebal 2 cm dan diratakan. Tebaran pasir ini berfugsi sebagai pengunci paving.

18. Pemberitahuan Penyerahan Pekerjaan Pertama 19. Asbuilt Drawing (Gambar Pelaksanaan) 20. Penutup

1. Apabila dalam waktu pelaksanaan dalam kontrak atau tanggal baru akibat perpanjangan waktu sesuai dengan addendum kontrak telah berakhir, kontraktor harus segera menyerahkan hasil pekerjaannya dengan baik sesuai dengan kontrak kepada Pejabat Pembuat Komitmen / Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan secara tertulis dan pengawas berkewajiban :

a. Membuat evaluasi tentang hasil seluruh pelaksanaan sesuai dengan kontrak pemborongan.

b. Menanggapi/melaporkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen tentang hasil pekerjaan pemborong tersebut secara tertulis.

2. Pejabat Pembuat Komitmen akan mengadakan rapat kegiatan mengenai pekerjaan penyerahan tersebut diatas berdasarkan :

a. Kontrak pemborongan.

b. Surat penyerahan pekerjaan dari kontraktor.

c. Surat tanggapan dari pengawas, setelah dapat menerima penyerahan pekerjaan tersebut.

1. Pihak pemborong dengan petunjuk Direksi diharuskan membuat As Built Drawing.

2. Pembuatan As Built Drawing tersebut berdasarkan bentuk/ keadaan pelaksanaan oleh Rekanan dan disetujui secara tertulis oleh Direksi terhadap pekerjaan yang sudah dilaksanakan (ukuran, bentuk, peil, dan sebagainya)

1. Apabila dalam bestek ini untuk uraian bahan-bahan dan pekerjaan tidak disebut perkataan atau kalimat diselenggarakan oleh Rekanan maka hal ini harus dianggap seperti disebutkan.

2. Guna mendapatkan hasil pekerjaan yang baik, bila bagian-bagian yang nyata termasuk dalam pekerjaan ini tetapi tidak dimasukkan atau tidak disebut kata demi kata dalam bestek ini, maka pekerjaan tersebut harus dilaksanakan oleh Rekanan dan diterima sebagai hal yang tersebut di atas.

3. Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan dan syarat-syarat ini diatur berdasarkan AV. Tahun 1941 dan peraturan yang berlaku untuk pekerjaan pemborongan bangunan negara, sepanjang tidak bertentangan dengan rencana kerja dan syarat-syarat ini.

(12)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :