• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT

NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG

PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI KUTAI BARAT,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, maka dipandang perlu membentuk Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Keuangan Daerah;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Keuangan Daerah.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3962);

2.

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3.

Undang - Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);

4.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

5.

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengeloaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

7.

Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

8.

Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran

(2)

Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952);

9.

Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 202, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4022);

10.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 Tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4262);

11.

Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 02 Tahun 2001 Tentang Kewenangan Kabupaten (Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat Tahun 2001 Nomor 3).

Dengan Persetujuan Bersama

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT dan

BUPATI KUTAI BARAT MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :

1.

Daerah adalah Kabupaten Kutai Barat;

2.

Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah;

3. Perangkat Daerah adalah Perangkat Kabupaten Kutai Barat;

4.

Kepala Daerah adalah Bupati Kutai Barat;

5. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

6. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disebut DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah;

7.

Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat;

8.

Badan adalah Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Kutai Barat;

9. Unit Pelaksana Teknis Badan adalah Unit Pelaksana Teknis Badan yang berkedudukan di Kecamatan;

10.

Coordination Progaram and Finance Office disingkat CPFO atau Manajemen Keuangan dan Pengendalian Program disingkat MKKP atau yang disebut dengan nama lain berkedudukan di ibukota Kabupaten Kutai Barat;

11. Eselonering adalah Tingkatan Jabatan Struktural;

12.

Bendahara Umum Daerah adalah Bendahara Umum Daerah Kabupaten Kutai Barat;

13.

Kelompok Jabatan Fungsional adalah Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pengelola Keuangan Daerah;

(3)

14.

Pengelola Fiskal adalah merupakan fungsi unit kerja yang meliputi fungsi pengelolaan kebijakan fiskal, penganggaran, administrasi pendapatan dan perbendaharaan.

BAB II PEMBENTUKAN

Pasal 2

Dengan Peraturan Daerah ini Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Keuangan Daerah dibentuk.

BAB III

KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pasal 3

Badan Pengelola Keuangan Daerah adalah unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dibidang keuangan daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

Pasal 4

Badan Pengelola Keuangan Daerah mempunyai tugas membantu Bupati dalam menyelenggarakan kekuasaan pengelolaan keuangan daerah sebagai pengelola fiskal, pengelola pendapatan dan melaksanakan tugas dekonsentrasi serta tugas pembantuan lainnya.

Pasal 5

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada pasal 4, Badan Pengelola Keuangan Daerah mempunyai fungsi :

a.

menyusun, mengkoordinasikan dan melaksanakan kebijakan pengelolaan APBD;

b.

menyusun rancangan anggaran, rancangan perubahan anggaran dan perhitungan anggaran serta rencana keuangan daerah sebagai bahan masukan untuk penyusunan APBD;

c.

melaksanakan tugas dekosentrasi dan tugas pembantuan dalam memimpin dan mengkoordinasikan seluruh usaha dibidang pendapatan daerah dan pengeluaran daerah berdasarkan ketentuan yang berlaku;

d.

melaksanakan fungsi Bendahara Umum Daerah;

e.

menyusun laporan keuangan yang merupakan pertanggungjawaban Kepala Daerah.

BAB IV ORGANISASI

Pasal 6

(1)

Susunan Organisasi Badan Pengelola Keuangan Daerah terdiri dari : a. Kepala Badan;

b.

Bagian Tata Usaha, membawahi : 1. Sub Bagian Keuangan;

2.

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

c.

Bidang Pendapatan Daerah, membawahi :

1.

Sub Bidang Pengelolaan Pajak, Retribusi dan Pendapatan lain-lain; 2. Sub Bidang Koordinasi, Evaluasi dan Monitoring Pendapatan.

d.

Bidang Akuntansi, membawahi :

1.

Sub Bidang Pengelolaan Data dan Pelaporan;

(4)

2.

Sub Bidang Pengembangan Sistem Akuntansi.

e.

Bidang Anggaran dan Perbendaharaan, membawahi :

1.

Sub Bidang Anggaran dan Verifikasi; 2. Sub Bidang Perbendaharaan. f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2)

Struktur Organisasi Badan Pengelola Keuangan Daerah sebagaimana tercantum dalam lampiran ini dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

Pasal 7

Uraian tugas dan fungsi badan, Bagian Tata Usaha, Sub Bagian, Bidang-Bidang dan Sub-Sub Bidang, CPFO/MKKP, UPTB serta Bendahara Umum Daerah ditetapkan dengan Peraturan Bupati.

Pasal 8

(1)

Bagian Tata Usaha mempunyai tugas memberikan pelayanan administrasi kepada unit-unit dilingkungan Badan Pengelola Keuangan Daerah;

(2)

Dalam melaksanakan tugasnya Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi :

a.

pengelolaan Keuangan;

b.

pengelolaan Kepegawaian;

c.

pengelolaan Administrasi Umum dan Perlengkapan.

Pasal 9

(1) Bidang Pendapatan mempunyai tugas melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah.

(2) Dalam melaksanakan tugas Bidang Pendapatan mempunyai fungsi :

a.

penyusunan kebijakan teknis dibidang pemungutan pendapatan daerah;

b.

pengembangan dan evaluasi tata cara pemungutan pajak, retribusi dan pungutan lainnya yang sah;

c.

penelitian dan pengembangan sumber-sumber pendapatan daerah yang baru;

d.

pembinaan teknis pemungutan pendapatan daerah.

Pasal 10

(1)

Bidang akuntansi mempunyai tugas menyelenggarakan sistem akuntasi keuangan daerah; (2) Dalam melaksanakan tugas Bidang akuntansi mempunyai fungsi :

a.

penyelenggaraan dan pengembangan sistem akuntansi keuangan daerah;

b.

perumusan kebijakan akuntasi keuangan daerah;

c.

penyusunan laporan rekonsiliasi keuangan daerah;

d.

penyusunan laporan keuangan daerah;

e.

penyelenggaraan verifikasi bukti pembukuan.

Pasal 11

(1)

Bidang Anggaran dan Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan penyusunan draft anggaran, perubahan anggaran dan nota anggaran, pembuatan prosedur dan petunjuk teknis perbendaharaan serta menyelenggarakan pembinaan perbendaharaan;

(5)

a.

pengumpulan dan pengolahan bahan penyusunan, petunjuk pelaksanaan rancangan anggaran, perubahan anggaran dan nota keuangan;

b.

pembuatan pedoman dalam penyusunan usulan program, pendapatan, anggaran satuan kerja dilingkungan Pemerintah Daerah;

c.

penyelenggaraan dan perumusan kebijakan teknis anggaran pendapatan, anggaran belanja dan anggaran pembiayaan daerah;

d.

penerbitan Surat Keputusan Otorisasi (SKO);

e.

pengawasan anggaran;

f.

penyusunan dan pengembangan prosedur penerimaan, penyimpanan dan pengeluaran daerah;

g.

penyelenggaraan verifikasi kelengkapan, kebenaran Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan ketersediaan anggaran;

h.

penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM);

i.

penyusunan laporan SPP yang telah diverifikasi dan laporan SPM yang telah diterbitkan;

j.

pembinaan para pemegang kas pada unit kerja lainnya.

BAB V

UNIT PELAKSANA TEKNIS BADAN Pasal 12

(1) Unit Pelaksana Teknis Badan merupakan unsur pelaksana yang mempunyai tugas mengoptimalkan pelaksanaan pemungutan, pengumpulan dan pemasukan pendapatan daerah.

(2) Dalam melaksanakan tugas Unit Pelaksana Teknis Badan mempunyai fungsi :

a.

pelaksana pemungutan, pengumpulan dan penyetoran pajak, retribusi dan pendapatan lain-lainnya,

b.

pelaksana pemungutan, pengumpulan dan penyetoran PKB/BBN-KB,

c.

pelaksanaan koordinasi pungutan dengan instansi atau unit kerja terkait,

(3)

Unit Pelaksana Teknis Badan berkedudukan di Kecamatan.

BAB VI CPFO/MKKP

Pasal 13

(1)

CPFO/MKKP atau yang disebut dengan nama lain adalah organisasi unit manajemen program dan pengendalian yang mengkoordinasikan program bantuan dampingan (pembiayaan) berjangka dalam rangka pelaksanaan program pembangunan dan pengembangan daerah Kabupaten Kutai Barat;

(2) CPFO/MKKP atau disebut dengan nama lain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Bupati.

BAB VII

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 14

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian Tugas Badan sesuai keahlian dan kebutuhan.

Pasal 15

(6)

(1)

Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(2)

Kelompok Jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk dan berada di bawah serta bertanggungjawab kepada Kepala Badan;

(3)

Kelompok Jabatan Fungsional dapat dibagi atas kelompok dan sub kelompok sesuai kebutuhan;

(4)

Kelompok Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan sifat jenis dan beban kerja;

(5) Pembinaan terhadap tenaga fungsional dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB VIII

BENDAHARA UMUM DAERAH Pasal 16

(1)

Bendahara Umum Daerah mempunyai tugas menatausahakan kas dan kekayaan daerah; (2) Dalam melaksanakan tugas Bendahara Umum Daerah mempunyai fungsi :

a.

Menyimpan uang milik daerah pada bank yang sehat dengan cara membuka rekening kas daerah;

b.

Mengelola penerimaan dan pengeluaran kas daerah serta segala bentuk kekayaan daerah lainnya;

c. Setiap bulan menurut pembukuan bendahara umum daerah dengan saldo menurut laporan bank.

BAB IX TATA KERJA

Pasal 17

(1)

Dalam melaksanakan tugas Badan, UPTB, Bendahara Umum Daerah dan Kelompok jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing maupun antar satuan organisasi sesuai dengan tugas masing-masing;

(2)

Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Badan bertanggung jawab kepada Kepala badan secara berjenjang;

(3)

Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Badan berkewajiban memberi petunjuk, bimbingan dan pengawasan pekerjaan unsur-unsur pembantu pelaksana yang berada dilingkungan kerjanya;

(4) Dalam melaksanakan tugasnya badan wajib menyelenggarakan koordinasi secara fungsional dengan baik.

Pasal 18

(1)

Kepala Badan dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Bupati;

(2) Kepala Badan wajib memberikan petunjuk, membina, membimbing dan mengawasi setiap pekerjaan yang dilaksanakan oleh unsur-unsur pembantu dan pelaksana yang berada dalam lingkungan Badan.

BAB X KEPEGAWAIAN

(7)

(1)

Kepala Badan dan pejabat-pejabat lainnya dilingkungan Badan diangkat dan diberhentikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

(2)

Eselon dan kepangkatan serta sistem kepegawaian diatur sesuai dengan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang beralku;

(3) Bendahara Umum Daerah adalah Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan diberhentikan oleh Kepala daerah atas usul Kepala Badan.

BAB XI PEMBIAYAAN

Pasal 20

Segala biaya yang timbul berkenaan dengan ditetapkannya Peraturan Daerah ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kutai Barat.

BAB XII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 21

(1)

Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2001 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Barat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2005 dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi.

(2)

Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati.

Pasal 22

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Kutai Barat.

Ditetapkan di Sendawar

pada tanggal 07 November 2006 BUPATI KUTAI BARAT,

ttd

ISMAIL THOMAS

Diundangkan di Sendawar pada tanggal 07 November 2006

Plt. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT,

ttd

YAHYA MARTHAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT TAHUN 2006 NOMOR 10 SERI D

(8)
(9)

- UPTB - CPFO/MKKP

LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT.

=================================================== STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA

BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAERAH

KEPALA

SUBAG

UMUM DAN KEPEGAWAIAN

SUBAG KEUANGAN

BIDANG PENDAPATAN DAERAH

SUB BIDANG PENGELOLAAN DATA DAN

PELAPORAN

SUB BIDANG

PENGEMBANGAN SISTEM AKUNTANSI SUB BIDANG

PENGELOLA PAJAK, RETRIBUSI DAN PENDAPATAN LAIN-LAIN

SUB BIDANG KOORDINASI, EVALUASI DAN

MONITORING PENDAPATAN

BIDANG ANGARAN DAN PERBENDAHARAAN

SUB BIDANG ANGGARAN DAN VERIFIKASI

SUB BIDANG PERBENDAHARAAN

BAGIAN TATA USAHA

BIDANG AKUNTANSI

BUPATI KUTAI BARAT, ttd

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai macam motif para lansia untuk datang dan tinggal di panti, pertama; because motive adalah: rasa tidak

Dengan merubah sedikit karya Panitia Bersama oleh kedua Pemerintah dijadikan Rancangan UUDS RI dan diajukan kepada DPR, Senat dan Banda kerja KNIP yang tanpa

Studi Pustaka Studi Lapangan Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah Penetapan Tujuan Pengumpulan Data Analisis Pemilihan Tata Letak Paling Efisien Kesimpulan dan

Selain itu, setiap komika pun harus memiliki ciri khas dalam menyampaikan komedi serta memberikan informasi yang baik dimana info baik dalam bentuk humr ini disebut

Surat pernyataan tidak masuk daftar hitam (black list) pada instansi dimana pernah melaksanakan pekerjaan. Data teknis yang disampaikan sesuai dengan Dokumen Pengadaan, jadwal

Tentukanlah gaya tarik grafitasi yang dialami oleh bola bermassa 5 kg yang terletak pada jarak 2 meter dari kedua massa tersebut.. Sebuah bola bermassa 3 kg terletak pada

Bantuan insentif yang selanjutnya dapat juga disebut Bantuan Pemerintah atau Bantuan saja, adalah jenis Bantuan yang memiliki karakteristik Bantuan Pemerintah yang

·         Laporan sekolah yang mengungkapkan berbagai temuan dapat digunakan untuk melakukan validasi internal (menilai dan mencocokkan) oleh pengawas sekolah, dan validasi