LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode Tiga Bulan yang berakhir pada 31 Maret 2018 PT PACIFIC STRATEGIC FINANCIAL Tbk

54 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)
(2)

DAFTAR ISI

Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

1 - 2

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian

3 - 4

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian

5

Laporan Arus Kas Konsolidasian

6

(3)
(4)

Aset

Kas dan setara kas 3e, 3g, 3h, 5 203.663.117.136 141.598.952.929

Investasi 3s, 6 182.533.348.333 178.008.282.938

Piutang lembaga kliring dan penjaminan 3g, 8 2.632.370.668 2.321.956.617

Piutang nasabah 3g, 9 913.429.438.317 506.370.323.362

Portofolio efek 3g, 3q, 7 729.588.007.807 729.588.007.807

Kenaikan penurunan nilai 3g, 3x, 7 218.313.546.975 133.708.843.366

Piutang kegiatan manajer investasi 3g, 10 12.107.475.282 7.178.070.926

Piutang lain-lain 3g, 11 883.484.423 1.317.424.041

Tagihan anjak piutang - pihak ketiga 3g, 3o, 13 232.441.403.213 232.441.403.213 Cadangan kerugian penurunan nilai 3g, 3x, 13 (2.324.414.032) (2.944.414.032)

Piutang pembiayaan konsumen 3g, 3n, 12 1.281.276.068 1.333.116.778

Cadangan kerugian penurunan nilai 3g, 3x, 12 (12.988.545) (13.415.584)

Promissory note 3, 14 180.000.000.000 180.000.000.000

Uang muka dan biaya dibayar dimuka 3g, 3i, 15 98.933.527.307 99.459.204.087

Pajak dibayar dimuka 3z,16 252.759.891

-Penyertaan saham 3g, 17 587.000.000 587.000.000

Aset pajak tangguhan 3z, 26 7.801.290.125 7.801.290.125

Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp. 33.419.578.840,- dan Rp. masing-masing pada tanggal 31 Maret 2018 dan

31 Desember 2017 3j, 3k, 18 173.955.569.696 171.700.864.119

Aset lain-lain 19 3.461.100.943 2.896.265.971

Jumlah Aset 2.959.527.313.604 2.393.353.176.663

Catatan 31 Maret 2018 31 Desember 2017

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

(5)

Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas

Utang lembaga kliring dan penjaminan 3g, 8 129.675.000 12.450.000

Utang nasabah 3g, 21 943.946.588.813 504.733.055.680

Beban akrual 3y, 22 2.586.029.341 2.283.123.862

Liabilitas asuransi 3g, 3w, 23 9.842.684.830 2.934.433.543

Liabilitas imbalan pasca kerja 3l, 24 12.251.617.514 12.251.617.514

Utang pajak 3z, 26 13.515.746.038 6.392.566.742 Utang bank 3g, 20 199.856.990.707 200.820.593.380 Utang lain-lain 3g, 25 1.578.506.905 6.573.359.346 Jumlah Liabilitas 1.183.707.839.148 736.001.200.067 Ekuitas Modal Dasar

180.000.000 saham seri A dengan nilai nominal

Rp. 400 per saham per 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017, 12.722.280.000 saham seri B dengan nilai nominal

Rp. 100 per saham per 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 Ditempatkan dan disetor penuh

140.023.750 lembar saham seri A 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 serta 11.765.963.081 dan 11.765.636.515 lembar saham seri B

Per 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 27 1.218.603.433.100 1.218.570.776.500

Tambahan modal disetor - agio saham 28 43.467.991.744 43.464.726.084

Saldo laba 29 443.107.685.081 330.667.562.886

Penghasilan komprehensif lain

Keuntungan atas liabilitas imbalan kerja 2.713.997.707 2.713.997.707

Jumlah Ekuitas yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 1.707.893.107.631 1.595.417.063.176

Kepentingan nonpengendali 67.926.366.825 61.934.913.419

Jumlah Ekuitas 1.775.819.474.456 1.657.351.976.596

Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 2.959.527.313.604 2.393.353.176.663

dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

Catatan 31 Maret 2018 31 Desember 2017

(6)

Pendapatan Usaha

Pendapatan kegiatan perantara

perdagangan efek 3y, 30 121.841.429.233 (2.378.795.480)

Pendapatan jasa komisi penasehat keuangan

dan komisi penjaminan emisi 3y, 31 -

-Pendapatan kegiatan manajer investasi 3y 21.793.384.608 20.763.417.033

Pendapatan pembiayaan konsumen 3y 46.384.178 253.333.333

Pendapatan bunga anjak piutang 3y 8.602.520.001 10.516.598.049

Pendapatan provisi dan administrasi 3y 292.203.750 698.807.920

Premi bruto 3y, 33 6.865.334.774

-Premi reasuransi 3y, 34 (39.458.918)

-Penurunan premi yang belum merupakan pendapatan 3y (20.713.443)

-Hasil investasi 3y, 32 1.644.409.271

-Jumlah Pendapatan Usaha 161.025.493.454 29.853.360.855

Beban Usaha

Beban gaji dan tunjangan 3y 10.616.997.608 6.671.059.102

Beban penyusutan aset tetap dan amortisasi 3y, 18 1.042.920.367 915.196.929 (Pemulihan)/Beban cadangan kerugian penurunan nilai 3y, 12,13 (427.039) 185.557.495

Beban klaim 3y, 35 6.875.632.464

-Beban administrasi dan umum 3y, 36 9.830.108.071 7.019.119.614

Jumlah Beban Usaha 28.365.231.471 14.790.933.140

Laba Usaha 132.660.261.984 15.062.427.715

Pendapatan (Beban) Lain-Lain 3y

Pendapatan bunga dan jasa giro 2.532.528.148 2.315.930.935

Beban bunga bank (6.577.891.902) (6.352.239.157)

Rugi selisih kurs 1.681.127 (1.842.940)

Lain-lain - bersih (3.878.645) (96.448.395)

Jumlah Beban lain-lain (4.047.561.272) (4.134.599.557)

Laba Sebelum Pajak Penghasilan 128.612.700.711 10.927.828.158

Taksiran Pajak Penghasilan 3y, 26

Beban pajak kini (10.181.125.112) (1.741.172.500)

Manfaat pajak tangguhan - 8.879.200

Jumlah Manfaat Pajak Penghasilan (10.181.125.112) (1.732.293.300)

Laba Neto Tahun Berjalan 118.431.575.601 9.195.534.858

Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain

Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi

Pengukuran liabilitas imbalan pasti -

-Laba (Rugi) Komprehensif Lain Tahun Berjalan - -Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan 118.431.575.601 9.195.534.858

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

(7)

Laba Yang Diatribusikan kepada :

Pemilik entitas induk 112.440.122.195 8.974.656.201

Kepentingan non pengendali 5.991.453.406 220.878.657

Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan 118.431.575.601 9.195.534.858

Laba Komprehensif Yang Diatribusikan kepada :

Pemilik entitas induk 112.440.122.195 8.974.656.201

Kepentingan non pengendali 5.991.453.406 220.878.657

Laba Komprehensif 118.431.575.601 9.195.534.858

Laba per saham 3aa, 37 9,56 0,76

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

(8)

Catatan Modal Tambahan Penghasilan Ekuitas yang Kepentingan

ditempatkan modal disetor Komprehensif Diatribusikan kepada Non-Pengendali

dan disetor Lain Ditentukan Tidak ditentukan Pemilik Entitas Jumlah Ekuitas

penggunaannya penggunaannya Induk

Saldo Per 31 Desember 2016 1.218.206.625.000 43.428.310.934 3.340.118.601 16.500.000.000 194.244.146.241 1.475.719.200.776 57.029.255.591 1.532.748.456.367

Laba Periode berjalan - - - - 8.974.656.201 8.974.656.201 220.878.657 9.195.534.858 Penghasilan Komprehensif lain - - - - - - -

-Saldo Per 31 Maret 2017 1.218.570.776.500 43.464.726.084 2.713.997.707 17.500.000.000 313.167.562.886 1.595.417.063.176 61.934.913.419 1.541.943.991.225 Saldo Per 31 Desember 2017 1.218.570.776.500 43.464.726.084 2.713.997.707 17.500.000.000 313.167.562.886 1.595.417.063.176 61.934.913.419 1.657.351.976.596

Penambahan modal 32.656.600 3.265.660 - - - 35.922.260 - 35.922.260

Laba Periode berjalan - - - - 112.440.122.195 112.440.122.195 5.991.453.406 118.431.575.601 Penghasilan Komprehensif lain - - - - - - -

-Saldo Per 31 Maret 2018 1.218.603.433.100 43.467.991.744 2.713.997.707 17.500.000.000 425.607.685.081 1.707.893.107.631 67.926.366.825 1.775.819.474.456

*) Lihat catatan atas laporan keuangan konsoliodasian No. 5,25 dan 27

Saldo laba

(9)

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Penerimaan komisi perantara pedagang efek 3g, 3y, 30 33.135.486.142 6.916.458.698 Penerimaan komisi penjamin emisi 3g, 3y - -Penerimaan dari pendapatan transaksi pendapatan tetap 3y 21.793.384.608 3.129.764.640 Penerimaan (Pembayaran) atas perdagangan portofolio ef 3y 4.101.239.482 (41.352.500.001) Penerimaan kegiatan manajer investasi - 20.566.767.960 Penerimaan dari pembiayaan konsumen 3g, 3n, 3y 97.797.849

-Penerimaan dari anjak piutang 3g, 3o, 3y 8.602.520.001 10.769.931.382

Pembayaran kas untuk pelanggan 3y (5.384.522.900) (9.107.241.041)

Pembayaran pajak penghasilan 3y, 3z (3.310.705.706) (1.774.504.255)

Penerimaan operasi lainnya 3y 2.472.551.428 5.808.346.388

Penerimaan kas dari pemasok 3y 22.324.737.146

-Pembayaran kas kepada karyawan 3y (10.616.997.608) (6.671.059.102)

Pembayaran beban bunga bank dan administrasi (6.577.891.902) (6.352.239.157)

Kas Bersih Diperoleh (Digunakan)

Untuk Aktivitas Operasi 66.637.598.540 (18.066.274.488)

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Penerimaan bunga deposito dan jasa giro 3y 2.532.528.148 2.315.930.935

Pencairan deposito - 20.000.000.000

Perolehan aset tetap 3g, 3k (3.297.625.945) (1.229.918.541)

Penempatan investasi (2.880.656.124)

-Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)

Aktivitas Investasi (3.645.753.921) 21.086.012.394

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

(Pembayaran) Penerimaan utang bank 3g, 3y (963.602.673) 9.663.198.667

Penambahan modal 32.656.600

-Tambahan agio saham 3.265.660

-Kas Bersih Diperoleh Dari Aktivitas

Pendanaan (927.680.413) 9.663.198.667

Kenaikan Kas dan Setara Kas 62.064.164.207 12.682.936.572

Saldo Kas dan Setara Kas Awal Tahun 141.598.952.929 142.414.980.760

Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 203.663.117.136 155.097.917.333

dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

Catatan 31 Maret 2018 31 Maret 2017

(10)

1. UMUM

a. Pendirian Perusahaan

b.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 23 tanggal 04 Agustus 2016 oleh Humberg Lie, SH., SE., MKn., Notaris di Jakata. Perubahan tersebut terutama mengenai penambahan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan mengenai Anggara Dasar Perusahaan dari menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU - 0014113.AH.01.02. tahun 2016 pada tanggal 05 Agustus 2016.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara lain bergerak dalam bidang investasi. Saat ini, Perusahaan menjalankan kegiatan usaha di bidang investasi yang beroperasi secara komersial pada tahun 1992 Perusahaan berkedudukan di Gedung Office 8 Lt.5 SCBD Lot 28 Jl. Jend Sudirman kav-53, Senayan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12190, Indonesia.

PT. Pacific Strategic Financial Tbk ("Perusahaan") didirikan di Jakarta dengan nama PT. Citramas Securindo berdasarkan Akta No. 57 oleh Arianny Lamoen Redjo. S, SH., Notaris di Jakarta pada tanggal 22 Februari 1989. Akta pendirian tersebut ini telah mendapat pengesahan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-3432.HT.01.01.TH.1989 tanggal 19 April 1989 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 92, Tambahan Berita Negara No. 3064 tanggal 17 November 1989.

Pada tanggal 23 Juni 2011, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. S-7006/BL/2011 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada para pemegang saham dengan menerbitkan sejumlah 2.800.475.000 (dua miliar delapan ratus juta empat ratus tujuh puluh lima ribu) lembar saham Seri B dengan nilai nominal Rp.100 Pada tanggal 31 Maret dan 31 Desember 2017, entitas induk perusahaan adalah PT. Pan Pacific Investama yang tergabung dalam kelompok usaha Pacific Financial Holding Ltd.

Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 25 Nopember 2002, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. S-2514/PM/2002 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana. Penawaran Umum Perdana ini terdiri dari 80.000.000 (delapan puluh juta) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp. 200 (dua ratus rupiah) setiap saham dan harga penawaran Rp. 210 (dua ratus sepuluh rupiah) per saham dan sejumlah 80.000.000 (delapan puluh juta) Waran Seri I yang diterbitkan menyertai Saham Biasa Atas Nama yang ditawarkan kepada masyarakat. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan Penawaran Umum yang dilakukan oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang 1 (satu) saham memperoleh 1 (satu) Waran Seri I dimana setiap 1 (satu) Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru Perusahaan yang dikeluarkan dari portepel dengan nilai nominal Rp. 200 (dua ratus rupiah) setiap sahamnya dan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp. 210 (dua ratus sepuluh rupiah) setiap saham.

Waran Seri I tersebut dapat dikonversi menjadi saham pada harga pelaksanaan Rp. 200 (dua ratus) per waran. Bila waran tidak dilaksanakan sampai dengan batas akhir masa pelaksanaannya, maka waran tersebut menjadi tidak bernilai dan tidak berlaku. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 9 tanggal 14 Januari 2004 oleh Mardiah Said, SH., Notaris di Jakarta, Perusahaan melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dari Rp. 200 (dua ratus rupiah) menjadi Rp. 20 (dua puluh rupiah) per saham.

Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 20 tanggal 28 Maret 2005 oleh Mardiah Said, SH., Notaris di Jakarta, Perusahaan melaksanakan reserve stock dan peningkatan modal dasar Perusahaan menjadi sebesar Rp. 224.038.000.000 (dua ratus dua puluh empat milyar tiga puluh delapan juta rupiah).

(11)

1. UMUM - LANJUTAN b. c. Susunan Pengurus Komisaris Komisaris Utama Komisaris Independen Direksi Direktur Utama Direktur Independen Komite Audit Ketua Anggota

Komite Nominasi Remunerasi

Ketua Anggota

Corporate Secretary

Internal Audit

Sophian Adhi Saputra Jon Adijaya Vonny Tenggasari Sophian Adhi Saputra

Jon Adijaya Vonny Tenggasari

Wiyana

Muhamad Maulana Salsan

31 Maret 2018

Sophian Adhi Saputra

31 Desember 2017

Jon Adijaya Sophian Adhi Saputra

Pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 jumlah karyawan Perusahaan dan entitas anak adalah sebanyak 201 dan 189 orang (tidak diaudit).

Perusahaan telah melakukan PUT I dengan menerbitkan HMETD sehingga terjadi penambahan saham baru sebanyak 2.800.475.000 (dua miliar delapan ratus juta empat ratus tujuh puluh lima ribu) lembar saham, sehingga total saham yang beredar sebanyak 2.940.498.750 (dua miliar sembilan ratus empat puluh juta empat ratus sembilan puluh delapan ribu tujuh ratus lima puluh) lembar saham.

Pada tanggal 30 September 2016 Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-556/D.04/2016 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) kepada para pemegang saham dengan menerbitkan sejumlah 8.821.496.250 (delapan milyar delapan ratus dua puluh satu juta empat ratus sembilan puluh enam ribu dua ratus lima puluh) lembar saham Seri B dengan nilai nominal Rp. 100 (seratus rupiah) setiap saham yang ditawarkan dengan Harga PUT II Rp. 105 (seratus lima rupiah) setiap saham sehingga seluruhnya berjumlah sebesar Rp. 926.257.106.250 (sembilan ratus dua puluh enam milyar dua ratus lima puluh tujuh juta seratus enam ribu dua ratus lima puluh rupiah) melekat Waran Seri II dengan jumlah sebanyak banyaknya 980.166.250 Waran Seri II dengan harga nominal Rp. 100 per saham dan harga pelaksanaan Rp. 110 per saham.

Perusahaan telah melakukan PUT II dengan menerbitkan HMETD sehingga terjadi penambahan saham baru sebanyak 8.821.496.250 (delapan milyar delapan ratus dua puluh satu juta empat ratus sembilan puluh enam ribu dua ratus lima puluh) lembar saham dan pelaksanaan warran sebesar 3.968.081 lembar saham sehingga total saham yang beredar sebanyak 11.765.963.081 (sebelas milyar tujuh ratus enam satu puluh satu ribu juta sembilan ratus sembilan puluh lima ribu) lembar saham.

Seluruh saham Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan Akta No. 24 tanggal 04 Agustus 2016 oleh Humberg Lie, SH., SE., MKn Notaris di Jakarta, Notaris di Jakarta, Perusahaan merubah susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut : Selama periode laporan, terdapat pelaksanaan waran oleh pemegang saham sebesar Rp. 436.488.910,- atau 3.968.081 lembar saham. Sisa waran adalah sebesar 976.198.169 lembar saham.

Penawaran Umum Efek Perusahaan - lanjutan

Wiyana

Muhamad Maulana Salsan Mardianto Tjahja

Sophian Adhi Saputra Henny Suwanti Ayuning Mahastuti Wiyana Jon Adijaya Mardianto Tjahja Wiyana

Sophian Adhi Saputra Henny Suwanti Ayuning Mahastuti

(12)

1. UMUM - LANJUTAN d. Entitas Anak

Kepemilikan langsung

- PT. Pacific Capital Investment

Nama Perusahaan : PT. Pacific Capital Investment

Bidang Usaha : Kegiatan Perusahaan Efek

Didirikan : 6 Juni 2002

Tahun operasi komersial : 27/09/2002

Alamat Domisili Perusahaan : Gedung Office 8 Lt. 5Unit BCE SCBD

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53

Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Pemilikan saham : 97,02%

Jumlah aset per 31 Maret 2018 : 457.806.638.565

Jumlah aset per 31 Desember 2017 : 432.788.470.444

- PT. Pacific Sekuritas Indonesia

Nama Perusahaan : PT. Pacific Sekuritas Indonesia

Bidang Usaha : Kegiatan Perusahaan Efek

Didirikan : 21 Oktober 2004

Tahun operasi komersial : 2005

Alamat Domisili Perusahaan : Gedung Office 8 Lt. 5Unit BCE SCBD

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53

Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Pemilikan saham : 94,46%

Jumlah aset per 31 Maret 2018 : 1.440.854.830.067

Jumlah aset per 31 Desember 2017 : 1.040.990.081.193

- PT. Pacific Multi Finance

Nama Perusahaan : PT. Pacific Multi Finance

Bidang Usaha : Kegiatan Jasa Pengelolaan Keuangan dan Lembaga Pembiayaan

Didirikan : 17 Nopember 2009

Tahun operasi komersial : 2011

Alamat Domisili Perusahaan : Gedung Office 8 Lt. 5Unit BCE SCBD

Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53

Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Pemilikan saham : 99,99%

Jumlah aset per 31 Maret 2018 : 492.132.492.430

PT. Pacific Capital Investment (PCI) didirikan berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 Juni 2002 yang kemudian diubah melalui Akta No. 71 tanggal 25 Juni 2002, keduanya dibuat oleh Fathiah Helmi, SH. Notaris di Jakarta. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-12853 HT.01.01.TH.2002 tanggal 12 Juli 2002.

PT. Pacific Sekuritas Indonesia (PSI) didirikan berdasarkan Akta No. 13 tanggal 21 Oktober 2004 oleh Mardiah Said, SH. Notaris di Jakarta. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-27916 HT.01.01.TH.2004 tanggal 8 November 2004.

PT. Pacific Multi Finance (PMF) didirikan berdasarkan Akta No. 121 tanggal 22 Juli 2011 oleh Humberg Lie, SH. Notaris di Jakarta. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-38871.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 2 Agustus 2011.

(13)

1. UMUM - LANJUTAN d. Entitas Anak - lanjutan

Kepemilikan langsung

- PT. Pacific Strategic Invesco

Nama Perusahaan : PT. Pacific Strategic Invesco

Bidang Usaha :

Didirikan : 23 Mei 2016

Tahun operasi komersial : 2016

Alamat Domisili Perusahaan : Gedung Office 8 Lt. 5Unit BCE SCBD, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53

Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Pemilikan saham : 99,99%

Jumlah aset per 31 Maret 2018 : 414.468.452.096

Jumlah aset per 31 Desember 2017 : 414.237.848.566

Kepemilikan tidak langsung

Melalui PT. Pacific Strategic Invesco

- PT. Pacific Life Insurance

Nama Perusahaan : PT. Pacific Life Insurance

Bidang Usaha : Asuransi Jiwa

Didirikan : 23 Mei 2016

Tahun operasi komersial : 2016

Alamat Domisili Perusahaan : Gedung Office 8 Lt. 5 Unit BCDE SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav.

52-Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Pemilikan saham : 100,00%

Jumlah aset per 31 Maret 2018 : 118.716.061.712

Jumlah aset per 31 Desember 2017 : 113.846.048.521

- PT. Pacific Life Insurance Syariah

Nama Perusahaan : PT. Pacific Life Insurance Syariah

Bidang Usaha : Asuransi Jiwa

Didirikan : 01 Maret 2017

Tahun operasi komersial : 2017

Alamat Domisili Perusahaan : Gedung Office 8 Lt. 5 Unit BCDE SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav.

52-Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Pemilikan saham : 100,00%

Jumlah aset per 31 Maret 2018 : 124.574.948.295

Jumlah aset per 31 Desember 2017 : 123.467.778.096

PT. Pacific Strategic Invesco ("Perusahaan") didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Mei 2016 berdasarkan Akta No. 120 oleh Ardi Kristiar, S.H., MBA Notaris di Jakarta. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-0024994.AH.01.01.TAHUN 2016 tanggal 23 Mei 2016.

Pada tahun 2017 PT Pacific Life Insurance yang merupakan entitas yang dimiliki secara tidak langsung memiliki penyertaan saham pada entitas induk sebesar 0,10%.

Bidang perdagangan, pengangkutan, pembangunan, perindustrian, jasa, percetakan, perbengkelan, pertanian dan kehutanan.

PT. Pacific Life Insurance ( Perusahaan ) didirikan berdasarkan Akta No. 126 tanggal 23 Mei 2016 oleh Notaris Ardi Kristiar, S.H., MBA dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0025086.AH.01.01.TAHUN 2016 tanggal 23 Mei 2016.

PT Pacific Life Insurance Syariah ( Perusahaan ) didirikan berdasarkan Akta No. 03 tanggal 01 Maret 2017 oleh Notaris Yulia, S.H dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0010149.AH.01.01.TAHUN 2017 tanggal 02 Maret 2017.

(14)

2.

a. Standar yang berlaku pada periode berjalan

Penerapan interpretasi baru berikut yang berlaku sejak 1 Januari 2018 adalah sebagai berikut :

-PSAK 69 “Agrikultur”

-Amandemen PSAK 2 “Laporan arus kas”

-Amandemen PSAK 15 “Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama”

-Amandemen PSAK 16 “Aset tetap”

-Amandemen PSAK 46 “Pajak penghasilan”

-Amandemen PSAK 67 “Pengungkapan kepentingan dalam entitas lain”

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING a. Pernyataan Kepatuhan

b. Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian

Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas anak dan tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.

PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REVISI

Berikut ini standar dan interpretasi baru dan revisi yang diterapkan dalam laporan keuangan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2017. Penerapan ini tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan tahun sebelumnya tetapi dapat mempengaruhi akuntasi untuk transaksi dimasa datang.

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi pernyataan dan interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia serta peraturan dan surat edaran tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) berdasarkan Keputusan Ketua Bapepam -LK No. KEP-347/BL/2012 tertanggal 25 Juni 2012.

Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mengacu pada PSAK 65 Standar Akuntansi Keuangan. Kecuali untuk laporan arus kas, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp), dan laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

(15)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN c. Prinsip Konsolidasian

- Entitas Anak

Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan, dan beban dieliminasi pada saat konsolidasian.

- Entitas Asosiasi

Keuntungan atau kerugian dilusi yang timbul dalam investasi entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan Perusahaan.

Entitas asosiasi adalah semua entitas dimana entitas anak mempunyai pengaruh signifikan tetapi tidak mengendalikan, pada umumnya mempunyai kepemilikan saham antara 20% dan 50% hak suara. Investasi pada entitas asosiasi dicatat menggunakan metode ekuitas dan pada awalnya diakui pada harga perolehan. Di dalam investasi entitas anak atas entitas asosiasi termasuk goodwill yang diidentifikasi ketika akuisisi.

Bagian entitas anak atau laba rugi entitas asosiasi pasca akuisisi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan bagian atas mutasi pendapatan komprehensif lainya pasca akuisisi di dalam pendapatan komprehensif lainya dan diikuti dengan penyesuaian pada jumlah tercatat investasi. Dividen yang akan diterima dari entitas asosiasi diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi. Jika bagian entitas anak atas kerugian entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentinganya pada entitas asosiasi, menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali entitas anak memiliki kewajiban atau melakukan pembayaran atas nama asosiasi.

Keuntungan yang belum direalisasi atas transaksi antara entitas anak dan entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas dieliminasi sebanyak kepemilikan entitas anak pada entitas asosiasi tersebut. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang dipindahkan. Kebijakan akuntansi dari entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas akan dirubah apabila perlu untuk menjaga konsistensi dengan kebijakan yang digunakan oleh entitas anak.

Keuntungan atau kerugian dilusi yang timbul dalam investasi entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Keuntungan yang belum direalisasi atas transaksi antara entitas anak dan entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas dieliminasi sebanyak kepemilikan entitas anak pada entitas asosiasi tersebut. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang dipindahkan. Kebijakan akuntansi dari entitas asosiasi dan pengendalian bersama entitas akan dirubah apabila perlu untuk menjaga konsistensi dengan kebijakan yang digunakan oleh entitas anak.

Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak yang dikendalikan oleh Perusahaan (entitas anak). Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya.

Penghasilan dan beban entitas anak yang diakuisisi atau penjualan selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal efektif akuisisi dan sampai dengan tanggal efektif penjualan.

(16)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN d. Kombinasi Bisnis

e. Transaksi Dalam Mata Uang Asing

Nilai tukar

Kurs mata uang asing yang digunakan 2018 2017

Dolar Amerika Serikat Rp 13.548 Rp 13.548

f. Transaksi Pihak Berelasi

1) Orang atau keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut : i. Pengendalian atau pengendali bersama atas entitas pelapor;

ii. Memiliki pengaruh signifikan atas pelapor atau entitas pelapor; atau iii. Personil manajamen kunci entitas atau entitas induk dari entitas pelapor.

Akuisisi entitas anak dan bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya akuisisi adalah nilai agregat nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, liabilitas yang terjadi atau ditanggung dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai pertukaran atas pengendalian dari pihak diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya. Dalam penerapannya, imbalan untuk akuisisi termasuk setiap aset atau liabilitas yang dihasilkan dari suatu kesepakatan imbalan kontijensi diukur terhadap nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar disesuaikan dengan biaya akuisisi ketika memenuhi syarat sebagai penyesuaian pengukuran periode. Semua perubahan selanjutnya di dalam nilai wajar dari imbalan kontijensi diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang dihitung sesuai dengan standar akuntansi yang relevan. Perubahan dalam nilai wajar dari imbalan kontijensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak dicatat.

Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Perusahaan dan entitas anak melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntasinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pihak pengakuisisi menyesuaikan aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan jika diketahui akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.

Periode pengukuran adalah periode dari tanggal akuisisi hingga tanggal Perusahaan dan entitas anak memperoleh informasi lengkap tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan periode pengukuran maksimum satu tahun dari tanggal Penerapan kombinasi bisnis telah sesuai dengan PSAK 22 (Revisi 2010) pada laporan keuangan konsolidasian.

Transaksi dalam mata uang asing adalah mengacu pada PSAK 10 mengenai pengaruh perubahan kurs valuta asing. Pembukuan Perusahaan dan entitas anak diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi dalam mata uang asing selama periode berjalan dicatat sesuai dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan dengan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut.

Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk periode yang bersangkutan.

Pengungkapan pihak sesuai dengan PSAK 7 (Penyesuaian 2015) dimana Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya (dalam hal ini dirujuk sebagai "Entitas Pelapor") sebagai berikut :

(17)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN f. Transaksi Pihak Berelasi - lanjutan

2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut : i.

ii.

iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama; iv.

v.

vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam poin (1); vii.

g. Instrumen Keuangan

Pengakuan dan Pengukuran Awal

Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan

(i) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL)

Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;

Orang yang diidentifikasi dalam poin 1 (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (suatu entitas induk dari entitas).

Perusahaan dan entitas anak tidak memiliki transaksi dengan pihak berelasi. Jika terjadi kondisi tersebut, semua transaksi dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, telah diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian.

Perusahaan dan entitas anak mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Perusahaan dan entitas anak menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Perusahaan dan entitas anak mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.

Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Perusahaan dan entitas anak mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut :

Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portfolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lainnya;

Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);

Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;

Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi.

(18)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN g. Instrumen Keuangan - lanjutan

Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan - lanjutan

(ii) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang

a. b. c.

(iii) Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (HTM)

(iv) Aset Keuangan Tersedia Untuk Dijual (AFS)

Investasi HTM adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Perusahaan dan entitas anak mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.

Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Aset keuangan AFS adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b) investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, atau (c) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki harga kuotasian di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal diukur pada biaya perolehan.

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali :

Pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;

pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual; atau Pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman.

Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

(19)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN g. Instrumen Keuangan - lanjutan

Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan

(i) Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL)

(ii) Liabilitas Keuangan Lainnya

Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

Penurunan Nilai Aset Keuangan

Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Perusahaan dan entitas anak mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam salah satu dari kategori berikut :

Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portfolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai.

Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi.

Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL dikelompokan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir atau Perusahaan dan entitas anak mengalihkan hak kontraktual untuk menerima kas yang berasal dari aset keuangan atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika Perusahaan dan entitas anak secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan tersebut. Jika Perusahaan dan entitas anak secara substansial tidak mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih memiliki pengendalian, maka Perusahaan dan entitas anak mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Jika Perusahaan dan entitas anak secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Perusahaan dan entitas anak tetap mengakui aset keuangan tersebut.

Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan dan entitas anak mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

(20)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN g. Instrumen Keuangan - lanjutan

Penurunan Nilai Aset Keuangan - lanjutan

Berikut adalah bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai : a. Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;

b. Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;

c. Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya; d.

Metode Suku Bunga Efektif

Reklasifikasi

Terdapat data yang dapat diobservasi yang mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset, seperti memburuknya status pembayaran pihak peminjam atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan gagal bayar.

Untuk investasi pada instrumen ekuitas, penurunan yang signifikan atau penurunan jangka panjang dalam nilai wajar instrumen ekuitas di bawah biaya perolehannya merupakan bukti objektif terjadinya penurunan nilai.

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara jumlah tercatat aset dan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut dan diakui pada laba rugi.

Jika penurunan dalam nilai wajar atas aset keuangan tersedia untuk dijual telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif yang direklasifikasi adalah selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui dalam laba rugi.

Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perusahaan dan entitas anak mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lain.

Perusahaan dan entitas anak tidak mereklasifikasi derivatif dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selama derivatif tersebut dimiliki atau diterbitkan dan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan dan diukur melalui laba rugi jika pada pengakuan awal instrumen keuangan tersebut ditetapkan oleh Perusahaan dan entitas anak sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Perusahaan dan entitas anak dapat mereklasifikasi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, jika aset keuangan tidak lagi dimiliki untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali aset keuangan tersebut dalam waktu dekat. Perusahaan dan entitas anak tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan ke diukur pada nilai wajar melalui laba rugi setelah

(21)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN g. Instrumen Keuangan - lanjutan

Reklasifikasi - lanjutan

Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

Pengukuran Nilai Wajar

(i) (ii)

(iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3)

Instrumen ekuitas

Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2)

Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan dan entitas anak sebisa mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Perusahaan dan entitas anak menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

Perpindahan antara level hirarki wajar diakui oleh Perusahaan dan entitas anak pada akhir periode pelaporan dimana perpindahan terjadi.

Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya emisi langsung.

Tambahan modal disetor merupakan selisih antara agio saham (yaitu kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal) dengan biaya-biaya saham yang terkait langsung dengan penerbitan efek ekuitas Perusahaan dalam penawaran umum.

Pembelian kembali instrumen ekuitas milik Perusahaan diakui dan dikurangi langsung ke ekuitas. Keuntungan atau kerugian tidak diakui pada laba rugi atas pembelian, penjualan, penerbitan atau pembatalan instrumen ekuitas milik Perusahaan.

Jika, karena perubahan intensi atau kemampuan Perusahaan dan entitas anak, instrumen tersebut tidak tepat lagi diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka investasi tersebut direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual dan diukur kembali pada nilai wajar. Jika terjadi penjualan atau reklasifikasi atas investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan, maka sisa investasi dimiliki hingga jatuh tempo direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual, kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali, terjadi setelah seluruh jumlah pokok telah diperoleh secara substansial sesuai jadwal pembayaran atau telah diperoleh pelunasan dipercepat; atau terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar.

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling dihapuskan, jika dan hanya jika, Perusahaan dan entitas anak saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.

Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.

Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar :

Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1)

(22)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN h. Kas dan Setara Kas

i. Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka

Uang muka di catat sebesar nilai kas yang dikeluarkan

j. Aset Tetap

Tahun %

Komputer dan telekomunikasi 4 25%

Partisi 4 25%

Peralatan kantor 4 25%

Kendaraan 5 20%

Bangunan 20 5%

k. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan

Nilai aset yang dapat diperoleh kembali dihitung berdasarkan nilai pakai atau harga jual bersih, mana yang lebih tinggi.

Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.

Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan.

Pada akhir tahun pelaporan, Perusahaan dan entitas anak melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan berdasarkan kondisi teknis dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.

Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan dan entitas anak menelaah ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aset dan kemungkinan penyesuaian ke nilai yang dapat diperoleh kembali apabila terdapat keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tersebut.

Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan bank terdiri dari kas, bank, dan semua deposito yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.

Biaya dibayar dimuka diamortisasi berdasarkan taksiran masa manfaat dari masing-masing beban dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method).

Pengungkapan Aset Tetap sesuai dengan penerapan PSAK 16 . Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.

Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.

Setelah pengakuan awal aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan estimasi kerugian penurunan nilai. Tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak disusutkan.

Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset, sebagai berikut :

(23)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN l. Imbalan Kerja

Perusahaan dan entitas anak menerapkan PSAK No. 24 (Revisi 2013) sebagai berikut :

Imbalan Kerja Jangka Pendek

Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.

Imbalan Pasca Kerja

Pesangon

Perusahaan dan entitas anak mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara : (a) Ketika Perusahaan dan entitas anak tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan

(b)

m. Provisi

Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.

Ketika Perusahaan dan entitas anak mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK No. 57 dan melibatkan pembayaran pesangon.

Perusahaan dan entitas anak mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja. Penerapan PSAK 24 (Revisi 2013) tidak berpengaruh signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.

Provisi diakui ketika Perusahaan dan entitas anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan Perusahaan dan entitas anak diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dilakukan.

Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan provisi pada akhir periode pelaporan, dengan memperhatikan unsur risiko dan ketidakpastian yang melekat pada kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.

Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomis untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan dapat diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.

Imbalan pasca kerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”).

Perusahaan dan entitas anak mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode

Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut.

Perusahaan dan entitas anak mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas.

Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.

Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.

(24)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN n. Akuntansi Pembiayaan Konsumen

Pembiayaan Bersama

Kebijakan akutansi pembiayaan konsumen mengacu pada PSAK 30 (Revisi 2011) tentang sewa.

o. Tagihan Anjak Piutang

Piutang pembiayaan konsumen merupakan jumlah piutang setelah dikurangi dengan bagian pembiayaan bersama di mana risiko kredit ditanggung pemberi pembiayaan bersama sesuai dengan porsinya (without recourse), pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan cadangan kerugian penurunan nilai.

Piutang pembiayaan konsumen akan dihapusbukukan setelah menunggak lebih dari 270 hari. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat diterima.

Anjak piutangwith recourse danwithout recourse diakui sebagai tagihan anjak piutang sebesar nilai piutang yang diperoleh dan dinyatakan sebesar nilai neto yang dapat direalisasi, setelah dikurangi pendapatan anjak piutang ditangguhkan. Selisih antara tagihan anjak piutangwith recourse dengan jumlah pembayaran ke klien diakui sebagai pendapatan anjak piutang ditangguhkan, yang akan diakui sebagai pendapatan anjak piutang berdasarkan proporsi waktu selama periode kontrak menggunakan tingkat suku bunga efektif. Selisih antara tagihan anjak piutangwithout recouse dengan jumlah pembayaran kepada klien diakui sebagai pendapatan anjak piutang pada saat transaksi anjak piutang.

Apabila tagihan anjak piutangwith danwithout recourse telah melampaui waktu jatuh tempo 90 hari, maka pendapatan tidak diakui sampai diterimanya pembayaran.

Penyelesaian kontrak sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian periode berjalan pada tanggal terjadinya transaksi.

Pembiayaan bersama terdiri atas pembiayaan konsumen tanpa jaminan(without recourse) dan pembiayaan bersama konsumen dengan jaminan(with recourse). Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai bersama pihak-pihak lain di mana masing-masing pihak menanggung risiko kredit sesuai dengan porsinya (without recourse) disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian secara bersih. Pendapatan pembiayaan konsumen dan beban keuangan yang terkait dengan pembiayaan bersama (without recourse) disajikan secara bersih di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai bersama pihak-pihak lain di mana Perusahaan menanggung risiko kredit (with recourse) disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian secara bruto, sedangkan kredit yang disalurkan oleh penyedia dana dicatat sebagai liabilitas (pendekatan bruto). Pendapatan pembiayaan konsumen dan beban keuangan yang terkait dengan pembiayaan bersama with recourse tersebut disajikan secara bruto di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

Dalam pembiayaan bersamawithout recourse, Perusahaan berhak menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi kepada pelanggan dari tingkat bunga yang ditetapkan dalam perjanjian dengan pemberi pembiayaan bersama. Selisihnya merupakan pendapatan dan disajikan sebagai bagian dari “Pendapatan Keuangan”.

Piutang pembiayaan konsumen diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Lihat Catatan 3h untuk kebijakan akuntansi atas pinjaman yang diberikan dan piutang.

Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui, yang merupakan selisih antara jumlah pembayaran angsuran yang akan diterima dari pelanggan dengan jumlah pokok pembiayaan, akan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu perjanjian pembiayaan konsumen pada tingkat pengembalian berkala yang tetap dari piutang pembiayaan konsumen.

Piutang pembiayaan konsumen yang menunggak dan terjadi wanprestasi, piutang pembiayaan konsumen dapat diselesaikan dengan menjual kendaraan yang dibiayai oleh Perusahaan.

(25)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN p. Piutang premi

q. Transaksi portofolio efek

r. Piutang premi

s. Kontrak asuransi dan investasi - klasifikasi produk

Piutang premi merupakan tagihan premi kepada pemegang polis/agen/broker yang telah jatuh tempo dan masih dalam masa tenggang (grace period). Piutang premi dinyatakan sebesar nilai realisasi neto, setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai, jika ada.

Transaksi pembelian dan penjualan portofolio efek baik untuk nasabah maupun untuk sendiri diakui dalam laporan keuangan konsolidasian pada saat timbulnya perikatan atas transaksi portofolio efek.

Piutang premi merupakan tagihan premi kepada pemegang polis/agen/broker yang telah jatuh tempo dan masih dalam masa tenggang(grace period). Piutang premi dinyatakan sebesar nilai realisasi neto, setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai, jika ada.

Perusahaan dan entitas anak tidak membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang premi sehubungan dengan kebijakan untuk tidak mengakui piutang premi yang telah melewati masa periode pembayaran premi (lapse).

Perusahaan dan entitas anak melakukan penilaian terhadap signifikansi risiko asuransi pada saat penerbitan kontrak. Penilaian dilakukan dengan basis per kontrak, kecuali untuk sejumlah kecil kontrak yang relatif homogen, penilaian dilakukan secara agregat pada tingkat produk. Perusahaan dan entitas anak menilai bahwa semua kontrak yang ada sebagai kontrak asuransi. Kontrak asuransi adalah kontrak ketika Perusahaan dan entitas anak (asuradur) telah menerima risiko asuransi signifikan dari pihak lain (pemegang polis) dengan menyetujui untuk mengkompensasi pemegang polis apabila terdapat kejadian tertentu yang merugikan di masa depan (kejadian yang diasuransikan) yang mempengaruhi pemegang polis.

Secara umum, Perusahaan dan entitas anak mendefinisikan risiko asuransi yang signifikan sebagai kemungkinan harus membayar manfaat pada saat terjadinya atas suatu kejadian yang diasuransikan yang setidaknya lebih dari 3% manfaat yang dibayar jika kejadian yang diasuransikan tidak terjadi. Kontrak asuransi juga dapat mentransfer risiko keuangan.

Kontrak investasi adalah kontrak yang mentransfer risiko keuangan signifikan. Risiko keuangan adalah risiko atas kemungkinan perubahan di masa depan yang mungkin terjadi dalam satu atau lebih variabel berikut: tingkat suku bunga, harga instrumen keuangan, harga komoditas, kurs valuta asing, indeks harga atau tingkat harga peringkat kredit atau indeks kredit atau variabel lainnya dimana variabel tersebut tidak secara khusus untuk satu pihak dalam kontrak.

Ketika suatu kontrak telah diklasifikasikan sebagai kontrak asuransi, maka akan tetap sebagai kontrak asuransi, bahkan jika terjadi penurunan risiko asuransi secara signifikan selama periode, kecuali seluruh hak dan kewajiban tersebut hilang atau berakhir. Kontrak investasi dapat diklasifikasikan kembali sebagai kontrak asuransi setelah penerbitan kontrak jika risiko asuransi menjadi signifikan.

Perusahaan dan entitas anak menganggap produk asuransi sebagai kontrak asuransi pada saat dilaporkan dan tidak adanya keberatan dari Menteri Keuangan.

(26)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN t. Reasuransi

Dalam usahanya, Perusahaan dan entitas anak mensesikan risiko asuransi atas setiap lini bisnisnya.

Perjanjian reasuransi tidak membebaskan Perusahaan dan entitas anak dari kewajibannya kepada pemegang polis.

u. Investasi pada entitas asosiasi

Manfaat Perusahaan dan entitas anak atas kontrak reasuransi yang dimiliki diakui sebagai aset reasuransi. Aset ini terdiri dari piutang yang bergantung pada klaim yang diperkirakan dan manfaat yang timbul dalam kontrak reasuransi terkait. Aset reasuransi tidak saling hapus dengan liabilitas asuransi terkait.

Piutang reasuransi diestimasi secara konsisten dengan klaim yang disetujui terkait dengan kebijakan reasuradur dan sesuai dengan kontrak reasuransi terkait.

Laba rugi mencerminkan bagian atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada ekuitas dari entitas asosiasi, Perusahaan dan entitas anak mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika berkaitan, dalam laporan perubahan ekuitas. Laba atau rugi yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi antara Perusahaan dan entitas anak dengan entitas asosiasi dieliminasi sebesar kepentingan Perusahaan dan entitas anak pada entitas asosiasi. Perusahaan dan entitas anak mereasuransikan sebagian risiko pertanggungan yang diterima kepada perusahaan asuransi lain dan perusahaan reasuransi. Jumlah premi yang dibayarkan atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai premi reasuransi sesuai periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diberikan. Pembayaran atau kewajiban atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar pembayaran yang dilakukan atau liabilitas yang dibukukan sesuai dengan kontrak reasuransi tersebut.

Aset reasuransi ditelaah untuk penurunan nilai pada tanggal pelaporan atau lebih sering ketika indikasi penurunan nilai timbul selama periode pelaporan. Penurunan nilai terjadi ketika terdapat bukti objektif sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset reasuransi dimana Perusahaan dan entitas anak kemungkinan tidak dapat menerima seluruh jumlah terhutang yang jatuh tempo sesuai kontrak dan kejadian yang tersebut memiliki dampak yang dapat dinilai secara andal terhadap jumlah yang akan diterima Perusahaan dan entitas anak dari reasuradur. Kerugian penurunan nilai dicatat dalam laba rugi.

Perusahaan dan entitas anak juga menanggung risiko reasuransi dalam kegiatan usahanya untuk kontrak asuransi jiwa (inward reinsurance). Premi dan klaim reasuransi diakui sebagai pendapatan atau beban dengan cara yang sama seperti halnya ketika reasuransi diterima sebagai bisnis langsung, dengan mempertimbangkan klasifikasi produk dari bisnis yang direasuransikan. Liabilitas reasuransi merupakan saldo yang masih harus dibayar kepada perusahaan reasuransi. Jumlah liabilitas diestimasi secara konsisten dengan kontrak reasuransi terkait. Piutang reasuransi tidak saling hapus dengan utang reasuransi, kecuali apabila kontrak reasuransi menyatakan untuk saling hapus.

Aset atau liabilitas reasuransi dihentikan pengakuannya ketika hak kontraktualnya dilepaskan atau berakhir, atau ketika kontrak dialihkan kepada pihak lain.

Investasi Perusahaan dan entitas anak pada entitas asosiasi dicatat dengan mengunakan metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah entitas dimana Perusahaan dan entitas anak mempunyai pengaruh signifikan. Dalam metode ekuitas, biaya investasi ditambah atau dikurangi dengan bagian Perusahaan dan entitas anak atas laba atau rugi bersih, dan dividen yang diterima dari investee sejak

Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi termasuk dalam jumlah tercatat investasi dan tidak diamortisasi atau tidak dilakukan pengujian penurunan nilai secara terpisah.

(27)

3. KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING - LANJUTAN u. Investasi pada entitas asosiasi - lanjutan

v. Utang klaim

w. Liabilitas asuransi

Liabilitas asuransi diukur sebesar jumlah estimasi berdasarkan perhitungan teknis asuransi

Premi belum merupakan pendapatan

Estimasi liabilitas klaim

Estimasi liabilitas klaim merupakan estimasi jumlah liabilitas yang menjadi tanggungan sehubungan dengan klaim yang masih dalam proses penyelesaian, termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan. Perubahan jumlah estimasi liabilitas klaim, sebagai akibat proses penelahaan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi klaim dengan klaim yang dibayarkan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya perubahan. Perusahaan dan entitas anak tidak mengakui setiap provisi untuk kemungkinan klaim masa depan sebagai liabilitas jika klaim tersebut timbul berdasarkan kontrak asuransi yang tidak ada pada akhir periode pelaporan (seperti provisi katastrofa dan provisi penyetaraan).

Laporan keuangan entitas asosiasi disusun dengan mengunakan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan dan entitas anak. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan untuk menjadikan kebijakan akuntansi sama dengan kebijakan Perusahaan dan entitas Perusahaan dan entitas anak menentukan apakah perlu untuk mengakui tambahan penurunan nilai atas investasi Perusahaan dan entitas anak pada entitas asosiasi. Perusahaan dan entitas anak menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti yang obyektif yang mengindikasikan bahwa investasi pada entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Perusahaan dan entitas anak menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi pada entitas

Jika bagian Perusahaan dan entitas anak atas rugi entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut. Kepentingan pada entitas asosiasi adalah jumlah tercatat investasi pada entitas asosiasi dengan metode ekuitas ditambah dengan setiap kepentingan jangka panjang yang secara substansi, membentuk bagian investasi neto investor pada entitas asosiasi.

Ketika kehilangan pengaruh yang signifikan terhadap entitas asosiasi, Perusahaan dan entitas anak mengukur dan mengakui setiap investasi yang tersisa pada nilai wajar. Selisih antara nilai tercatat asosiasi setelah hilangnya pengaruh signifikan dan nilai wajar dari investasi yang tersisa dan hasil dari penjualan diakui dalam laba rugi.

Utang klaim adalah liabilitas yang timbul dari klaim yang diajukan oleh pemegang polis dan disetujui oleh Perusahaan dan entitas anak, tetapi belum dibayar hingga tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Utang klaim diakui pada saat jumlah yang harus dibayar disetujui, liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya pada saat kontrak berakhir, dilepaskan atau dibatalkan.

Premi belum merupakan pendapatan adalah bagian dari premi yang belum diakui sebagai pendapatan karena masa pertanggungannya masih berjalan pada akhir periode akuntansi, dan disajikan dalam jumlah bruto. Porsi reasuransi atas premi belum merupakan pendapatan disajikan sebagai bagian dari aset reasuransi.

Premi yang belum merupakan pendapatan dihitung secara individual dari setiap pertanggungan dan ditetapkan secara proporsional dengan jumlah proteksi yang diberikan selama periode risiko dengan menggunakan metode harian. Liabilitas ini dihentikan pengakuannya pada saat kontrak berakhir, dilepaskan atau dibatalkan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :