Analisis Perencanaan Agregat Dalam Upaya Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi Di PD.Santosa Cirebon.

20 

Teks penuh

(1)

iv Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

Planning is a beginning step from reaching a goal for the company, This planning is a pole for the growth the company. The produced system need to be planned for carefully, this system's can be doing by using the aggregat plan system. The aggregat plan system is to reach a minimize cost of production, but in the fact situation not even just the cost of production are calculate for the aggregate planning system.. Santosa P.D. is one of the company who need the correct production planning system. When the PD. Santosa apply the aggregate plan system it purposely for the efficient cost. The strategy where it's apply for the PD. Santoso is chase demand system, level production system, overtime system and undertime system.

(2)

v Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Perencanaan merupakan langkah awal dari pencapaian tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan acuan bagi jalannya sebuah perusahaan. Dalam memproduksi diperlukan perencanaan yang matang agar proses produksi berjalan dengan semestinya. Perencanaan produksi dapat dilakukan dengan menggunakan perencanaan agregat. Penerapan strategi perencanaan agregat bertujuan untuk meminimalkan biaya produksi, namun dalam kenyataannya tidak hanya faktor biaya saja yang menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk menerapkan salah satu strategi perencanaan agregat. PD. Santosa merupakan salah satu perusahaan yang dalam kegiatan memproduksinya membutuhkan perencanaan yang matang. Penerapan perencanaan agregat di PD. Santosa akan membantu meningkatkan efisiensi biaya. Strategi perencanaan agregat yang di terapkan pada PD. Santosa adalah chase demand, level production, dan overtime and undertime. Dari pengolahan data diperoleh perencanaan agregat dengan strategi chase demand

memiliki total biaya yang lebih kecil yaitu sebesar Rp. 209.850.000.

(3)

vi Universitas Kristen Maranatha

1.2 Identifikasi Masalah ... 6

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ... 7

1.4 Pembatasan Masalah ... 8

1.5 Kegunaan Penelitian ... 8

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Manajemen Operasi ... 10

2.2 Perencanaan Agregat ... 11

2.2.1 Pengertian Perencanaan Agregat ... 11

2.2.2 Tujuan Perencanaan Agregat... 14

2.2.3 Keputusan yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran ... 16

2.2.4 Strategi Perencanaan Agregat ... 18

2.2.4.1 Level Production ... 20

2.2.4.2 Chase Demand ... 21

2.2.4.3 Overtime and Undertime ... 24

2.2.4.4 Subcontracting ... 26

2.2.4.5 Part-time Workers ... 28

2.3 Perencanaan Produksi ... 29

2.3.1 Pengertian Perencanaan Produksi... 29

2.3.2 Tujuan Perencanaan Produksi ... 32

2.3.3 Jenis dan Ciri Perencanaan Produksi ... 34

2.3.4 Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Produksi ... 35

(4)

vii Universitas Kristen Maranatha

2.4 Peramalan ... 38

2.4.1 Pengertian Peramalan ... 38

2.4.2 Metode Peramalan... 40

2.4.2.1 Pendekatan Kualitatif ... 41

2.4.2.2 Pendekatan Kuantitatif ... 41

2.4.3 Ketelitian Peramalan ... 47

2.4.3.1Mean Absolute Deviation ... 47

2.4.3.2 Mean Absolute Percent Deviation ... 48

2.4.3.3 Cumulative Error ... 48

2.5 Biaya yang Berkaitan dengan Perencanaan Produksi Agregat ... 49

2.6 Hubungan Metode Peramalan dengan Perencanaan Agregat ... 51

2.7 Hubungan Strategi Perencanaan Produksi Agregat dalam Menghasilkan Biaya yang Paling Efisien ... 52

2.8 Kerangka Pemikiran ... 53

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pengertian Penelitian ... 61

3.2 Jenis Penelitian ... 62

3.3 Jenis Data... 63

3.3.1 Berdasarkan Cara Memperolehnya ... 63

3.3.2 Berdasarkan Sifatnya ... 64

3.3.3 Berdasarkan Sumbernya ... 64

3.3.4 Berdasarkan Waktu Pengumpulannya ... 64

3.4 Lokasi Penelitian ... 65

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.1 Objek Penelitian... 66

4.1.1 Sejarah Perusahaan ... 66

4.1.2 Organisasi Perusahaan ... 71

4.2 Proses Produksi ... 74

4.2.1 Pemotongan ... 74

4.2.2 Bagian-bagian Rak Hiasan ... 75

4.2.2.1 Pintu Rak Kaca... 75

4.2.2.2 Dinding Rak ... 75

4.2.2.3 Kaki Rak Hiasan ... 76

(5)

viii Universitas Kristen Maranatha

4.2.3 Perakitan ... 76

4.2.4 Finishing ... 78

4.3 Pembahasan ... 79

4.3.1 Peramalan ... 79

4.3.1.1 Moving Average ... 79

4.3.1.2 Exponential Smoothing ... 84

4.3.1.3 Trend Projection ... 90

4.3.2 Hasil Peramalan ... 94

4.3.3 Strategi Perencanaan Produksi PD. Santosa saat ini ... 96

4.3.4 Perencanaan Agregat ... 99

4.3.4.1 Chase Demand ... 100

4.3.4.2 Level Production ... 105

4.3.4.3 Overtime and Undertime ... 110

4.3.6 Perbandingan Biaya Total Metode Perencanaan Agregat dan strategi yang dimiliki PD. Santosa saat ini ... 116

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 118

5.2 Saran ... 119 DAFTAR PUSTAKA

(6)

ix Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Penjualan Rak Hiasan ... 5

Tabel 2.1 Perencanaan Agregat ... 50

Tabel 4.1 Jumlah Karyawan ... 71

Tabel 4.2 Jumlah Karyawan Bagian Produksi ... 71

Tabel 4.3 Jadwal Kerja PD.Santosa ... 72

Tabel 4.4 Moving Average (3 months) ... 80

Tabel 4.5 Moving Average (6 months) ... 82

Tabel 4.6 Exponential Smoothing (α = 0,3) ... 85

Tabel 4.7 Exponential Smoothing (α = 0,5) ... 87

Tabel 4.8 Trend Projection ... 90

Tabel 4.9 Perbandingan MAD dan MAPD ... 94

Tabel 4.10 Hasil Peramalan Penjualan Produk Rak Hiasan ... 95

Tabel 4.11 Perencanaan Produksi PD. Santosa ... 97

Tabel 4.12 Strategy Chase Demand PD. Santosa... 101

Tabel 4.13 Level Production PD. Santosa... 105

Tabel 4.14 overtime and undertime PD. Santosa ... 110

(7)

x Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

2.1 Kerangka Pemikiran ... 60

4.1 Susunan Organisasi PD. Santosa ... 72

(8)

BAB I PENDAHULUAN

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Dunia usaha yang terus berkembang, mengakibatkan tuntutan akan produk

pun semakin berkembang pula. Di dalam kehidupan, manusia tidak lepas

dari berbagai macam kebutuhan. Berbagai produk untuk memenuhi

kebutuhan-kebutuhan ini diciptakan agar membantu dan mempermudah kita

dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah satu kebutuhan manusia

adalah furniture. Furniture ini dapat berupa tempat tidur, meja kursi tamu,

almari pakaian, dan juga rak hiasan. Sebagai awalnya, produk-produk

furniture ini bertujuan untuk mempermudah kegiatan kita. Misalnya, almari

pakaian bertujuan untuk menyimpan pakaian yang dikenakan agar tidak

mudah rusak, tempat tidur untuk membuat kita nyaman saat beristirahat, dan

rak hiasan untuk menyimpan benda atau barang agar tersusun rapi serta

dapat juga memperindah ruangan. Seiring dengan perkembangan produk,

segi design menjadi salah satu unsur yang berpengaruh terhadap minat beli

konsumen.

Sejalan dengan permintaan konsumen akan produk tersebut, maka

terbukalah peluang bagi perusahaan-perusahaan, khususnya perusahaan yang

(9)

BAB I PENDAHULUAN

2 Universitas Kristen Maranatha adanya peluang usaha, maka tidak heran bila terdapat persaingan diantara

perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang yang sama.

Perusahaan selalu dihadapkan pada situasi dan kondisi yang cepat berubah.

Perubahan yang terus menerus dapat mengakibatkan persaingan yang

dihadapi oleh pelaku industri akan semakin ketat. Oleh karena itu, setiap

pelaku industri harus mampu untuk meningkatkan kemampuannya untuk

menghadapi persaingan tersebut. Perusahaan dapat meningkatkan

kemampuan bersaing dengan cara salah satunya adalah melalui perencanaan

produksi. Perencanaan produksi diperlukan dan dipergunakan sebagai

pedoman untuk melaksanakan aktivitas produksi perusahaan, sehingga

aktivitas tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan konsep

perusahaan. Tanpa adanya perencanaan yang baik maka bukanlah tidak

mungkin suatu aktivitas perusahaan akan menimbulkan masalah bagi

perusahaan itu sendiri, misalnya, persediaan barang yang berlebih,

banyaknya waktu menganggur tenaga kerja, dan pemborosan tenaga kerja,

masalah-masalah ini dapat mengakibatkan peningkatan biaya. Bila biaya

produksi yang dikeluarkan perusahaan lebih besar dari yang seharusnya,

maka dapat dipastikan harga jual dari produknya juga akan lebih tinggi.

Perencanaan produksi perusahaan berperan sangat penting, yaitu : (Sofjan

Assauri, 2004: 129)

(10)

BAB I PENDAHULUAN

3 Universitas Kristen Maranatha tertentu dari keuntungan setahun terhadap penjualan yang diinginkan.

b. Untuk menguasai pasar tertentu, sehingga hasil atau output perusahaan ini tetap mempunyai pangsa pasar tertentu.

c. Untuk mengusahakan supaya perusahaan ini dapat bekerja pada tingkat efisiensi tertentu.

d. Untuk mengusahakan dan mempertahankan supaya pekerjaan dan kesempatan kerja yang sudah ada tetap pada tingkatnya dan berkembang.

e. Untuk menggunakan sebaik-baiknya (efisiensi) fasilitas yang sudah ada pada perusahaan yang bersangkutan.

Metode perencanaan produksi adalah dengan metode Agregate Planing.

Pengertian Agregate Planning menurut Sri Joko (2004: 293) adalah

“Penentuan jumlah dan alokasi waktu beberapa sumber daya yang sifatnya fleksibel seperti tenaga kerja dan persediaan guna memenuhi permintaan konsumen untuk jangka waktu menengah, yaitu antara 3 (tiga) sampai

dengan 18 (delapan belas) bulan yang akan datang”

Perencanaan agregat mempunyai tujuan untuk meminimalkan biaya

produksi, ini senada dengan yang diungkapkan oleh Kresnohadi (2001;432),

yaitu :

“tujuan perencanaan agregat adalah meminimalkan biaya sepanjang periode perencanaan”

Peran dan fungsi perencanaan agregat dalam suatu perusahaan dapat

dikatakan sangat penting, karena perencanaan ini akan menjadi acuan

perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya. Dari perencanaan agregat ini

pula dapat terlihat prediksi biaya produksi yang akan dikeluarkan

(11)

BAB I PENDAHULUAN

4 Universitas Kristen Maranatha produk dan akan menjadi penentu harga jual produk itu sendiri. Harga jual

produk nantinya akan menjadi salah satu strategi dalam memenangkan

persaingan dengan produk-produk sejenis yang beredar dipasaran.

Demikian juga dengan PD. Santosa yaitu suatu perusahaan yang bergerak

dalam bidang distribusi kayu dan produksi meubel. PD. Santosa

memproduksi beberapa jenis meubel, yaitu meja kursi tamu, tempat tidur,

almari pakaian dan rak hiasan. PD. Santosa telah menciptakan beberapa

desain untuk masing-masing jenis barang hasil produksinya. Beberapa

desain yang diciptakan mendapatkan pangsa pasar yang besar dikalangan

masyarakat terutama produk rak hiasan, yang bisa dinyatakan sebagai

produk primadona PD. Santosa. Walaupun begitu, PD. Santosa selalu

dihadapkan pada persaingan dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak

dibidang yang sama. Untuk menghadapi persaingan, PD. Santosa perlu

meningkatkan tingkat efisiensi, sehingga biaya produksi dapat ditekan,

dengan biaya produksi yang rendah, PD. Santosa dapat menetapkan harga

jual yang rendah dan diharapkan hal ini dapat memenangkan persaingan.

Selama periode 2009, total penjualan PD. Santosa mencapai 617 unit. Hal

(12)

BAB I PENDAHULUAN

5 Universitas Kristen Maranatha Tabel 1.1 Penjualan Produk Rak Hiasan

Periode Tahun 2009

Strategi yang dapat digunakan untuk memperoleh harga jual produk yang

bersaing dipasaran adalah Perencanaan Agregat. Perencanaan Agregat

memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan memproduksi suatu

produk, antara lain : jumlah tenaga kerja, jumlah produksi, persediaan

produk. Hal-hal tersebut berkaitan dengan biaya operasional dalam

memproduksi produk. Biaya yang timbul dari operasional ini merupakan

salah satu dasar bagi penentuan harga jual produk. Sesuai dengan tujuannya,

Perencanaan Agregat bertujuan untuk meminimalkan biaya produksi, maka

diharapkan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan akan lebih efisien

dan efektif. Dari kondisi diatas maka sudah selayaknya dilakukan penelitian

(13)

BAB I PENDAHULUAN

6 Universitas Kristen Maranatha Perencanaan Agregat dalam Upaya Meningkatkan Efisiensi Biaya

Produksi di PD. Santosa Cirebon”

1.2.Identifikasi Masalah

Persaingan yang semakin ketat dalam dunia usaha dapat menimbulkan

dampak yang tidak sedikit terhadap produsen. Dampak ini dapat memiliki

efek yang negatif maupun positif. Dampak positif misalnya adalah bila

produknya dapat menguasai pasar, maka brand image perusahaan tersebut

akan semakin kuat dan dikenal oleh masyarakat. Dampak negatifnya adalah

perusahaan yang kalah bersaing akan mengalami penurunan omset

penjualan.

Sehubungan dengan hal tersebut, perusahaan perlu mengelola sumber daya

yang dimilikinya secara efisien. Dalam menentukan output hasil produksi,

terdapat beberapa kendala dan keterbatasan atau kelangkaan faktor – faktor

produksi yang dapat menghambat tercapainya tujuan perusahaan. Oleh

karena itu, agar dapat memperhitungkan dan menentukan kuantitas hasil

produksi, diperlukan suatu perencanaan produksi yang dapat membantu

dalam meramalkan kebutuhan akan faktor-faktor produksi serta

memanfaatkan strategi dan kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan.

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka permasalahan yang ada dapat

(14)

BAB I PENDAHULUAN

7 Universitas Kristen Maranatha 1. Bagaimana perencanaan produksi di PD. Santosa yang diberlakukan

selama ini?

2. Mungkinkah perencanaan agregat diterapkan di PD. Santosa?

3. Strategi perencanaan agregat yang bagaimana yang paling tepat

diterapkan di PD. Santosa?

4. Berapa biaya produksi yang harus ditanggung oleh PD. Santosa bila

menggunakan strategi perencanaan agregat?

1.3.Maksud dan Tujuan Penelitian

Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat, mengumpulkan dan meneliti data

yang berkaitan dengan perencanaan produksi serta menarik kesimpulan yang

diperoleh dari pengolahan data yang tersedia. Kesimpulan ini dapat di

pergunakan perusahaan sebagai saran yang dapat diterapkan untuk

perencanaan produksi pada waktu yang akan datang.

Berdasarkan masalah yang telah di urai, maka tujuan di lakukan penelitian

ini adalah :

1. Untuk mengetahui strategi produksi yang dilakukan di PD. Santosa

pada saat ini.

2. Untuk mengetahui kemungkinan penerapan perencanaan agregat di

(15)

BAB I PENDAHULUAN

8 Universitas Kristen Maranatha 3. Untuk mengetahui strategi perencanaan agregat yang paling tepat di

PD. Santosa.

4. Untuk mengetahui besarnya biaya produksi bila menggunakan strategi

perencanaan agregat.

1.4.Pembatasan Masalah

PD. Santosa memiliki beragam jenis hasil usaha, seperti meja kursi tamu,

tempat tidur, almari pakaian, dan rak hiasan. Agar pembahasan penelitian

tidak terlalu meluas, maka dalam penelitian ini dibatasi hanya jenis produk

rak hiasan saja yang akan di bahas. Hal ini dikarenakan, produk jenis ini

yang mendapatkan respon yang paling positif dipasaran.

1.5.Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi beberapa pihak, yaitu :

1. Perusahaan.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan yang berguna dalam

pengambilan keputusan atau pemecahan masalah yang berkaitan dengan

rencana produksi.

2. Akademik.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan berguna untuk

penelitian selanjutnya, sebagai referensi dalam bidang kajian yang serupa.

(16)

BAB I PENDAHULUAN

9 Universitas Kristen Maranatha  Untuk memperoleh data guna penyusunan skripsi, dimana skripsi

ini merupakan salah satu syarat dalam menempuh Sidang Sarjana

Strata Satu Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas

Kristen Maranatha Bandung.

 Untuk menerapkan dan mengembangkan teori – teori yang telah

(17)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

118 Universitas Kristen Maranatha BAB V

KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan seperti yang telah diuraikan pada

bab IV, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu :

a. PD. Santosa sebagai perusahaan yang bergerak dibidang penghasil

meubel, pada bagian rak hiasan merencanakan biaya total produksi

untuk periode tahun 2010 sebesar Rp. 293.300.000.

b. Apabila PD. Santosa menerapkan metode perencanaan agregat, maka

ada 3 kemungkinan yang dapat dilakukan. Bila menggunakan strategi

chase demand rencana total biaya produksi sebesar Rp. 209.850.000.

Bila menggunakan strategi level production rencana total biaya produksi

sebesar Rp. 253.350.000. Bila menggunakan strategi overtime and

undertime rencana total biaya produksi sebesar Rp. 221.913.000.

c. Dilihat dari 3 strategi pada metode perencanaan agregat maka yang

paling efisien adalah apabila menggunakan strategi chase demand, bila

strategi ini dibandingkan dengan strategi yang dimilik oleh PD. Santosa

pun, strategi chase demand masih lebih efisien. Selisih total biaya

produksi antara strategi chase demand dengan perencanaan yang

(18)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

119 Universitas Kristen Maranatha 5.2. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa saran bagi PD.

Santosa agar diharapkan aktivitas usahanya berjalan dengan lebih baik lagi.

Saran tersebut adalah :

a. PD. Santosa dapat menerapkan strategi Chase Demand untuk periode

produksi tahun 2010. Dengan pertimbangan sebagai berikut :

a. Strategi Chase Demand menghasilkan total biaya yang paling

rendah, yaitu Rp. 209.850.000, -

b. Perusahaan dapat melakukan efisiensi biaya sebesar Rp.

83.450.000 untuk periode 2010.

c. Tingkat persediaan akhir tahun 2010 sebanyak 23 unit.

d. Walaupun strategi Chase Demand ini akan mengakibatkan

perputaran tenaga kerja yang lebih tinggi dari strategi lainnya,

namun ini masih dapat ditolerir, karena tenaga kerja kontrak

dikontrak setiap 3 bulan dan kenyataannya selama ini selalu

diperpanjang.

b. PD. Santosa diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan

karyawannya. Peningkatan kesejahteraan ini dapat dilakukan melalui

pemberian bonus.

c. PD. Santosa diharapkan lebih mengawasi kinerja karyawan agar kualitas

produk terjaga dengan baik.

d. Sekarang ini semakin banyak perusahaan yang berdiri pada bidang

usaha yang sama, maka sudah selayaknya PD. Santosa harus lebih

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Aquilano. Chase. Jabobs. (2001). Operation management for competitive

advantage. Mc. Graw Hill. New York.

Assauri, Sofjan. (2004). Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi Revisi. Jakarta :

penerbit Fakultas Ekonomi UI

Baroto, Teguh. (2002). Perencanaan dan pengendalian produksi. Ghalia

Indonesia. Jakarta.

Budakbangka. (2009). Pengertian organisasi.

http://id.shvoong.com/social

-sciences/education/1931281-pengertian-organisasi/ pada tanggal 18 Mei 2010

Fachrul. (2007). Pengertian Penelitian.

http://www.acehforum.or.id/pengertian-penelitian-t9952.html pada tanggal 14 April 2010.

Heizer, Jay. And Render, Barry. (2004). Operations Management. Prentice Hall

International. Inc.

Heizer, Jay. Barry, Render. (2001). Alih bahasa oleh Dwianoegrahwati

Setyoningsih, Indra. Manajemen Operasi, Buku 1, Edisi Ketujuh, bahasa

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Universitas Kristen Maranatha Herjanto, Eddy. (2004). Manajemen Operasi dan Produksi, edisi dua. Grasindo,

Jakarta.

Joko, Sri. (2004). Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi Revisi. Malang :

Universitas Muhammadiyah Malang.

Robbins, Stephen. Coulter, Mary. (2004). Manajemen Operasi, Edisi Bahasa

Indonesia. Alih bahasa oleh Hermaya, T. Indeks, Jakarta.

Roberta, Russell., and Bernand W., Taylor. (2005). Operations Management :

Quality and Competitiveness in a Global Environment, 5th Edition. Prentice

Hall International. Inc.

Schroeder, Roger G. (2005). Operations management : decision making in the

operations functions. Mc. Graw-Hill, Inc.

Schroeder, Roger G. (2005). Operations management : decision making in the

operations functions. Diterjemahkan oleh tim penerjemah Penerbit Erlangga.

Erlangga, Jakarta.

Suliyanto. (2005). Metode Riset Bisnis. Yogyakarta : Penerbit Andi.

Sumayang, Lulu. (2003). Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi,

Figur

Tabel 1.1 Penjualan Produk Rak Hiasan Periode Tahun 2009
Tabel 1 1 Penjualan Produk Rak Hiasan Periode Tahun 2009 . View in document p.12

Referensi

Memperbarui...