• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIRO TATA PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH DIY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BIRO TATA PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH DIY"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

BIRO TATA PEMERINTAHAN SEKRETARIAT DAERAH DIY

Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta Telp. : (0274) 562811; Fax : (0274) 581507 Surel : [email protected]

(2)

NIP. 197410171999031002

HA

Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIV Februari 2022 Vogyakarta,

Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat pencapaian instansi yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran strategis berdasarkan indikator-indikator yang ditetapkan.

Diharapkan penyajian LKjlP ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja agar lebih berorientasi pada hasil, relevan, efektif, efisien dan berkelanjutan di masa mendatang.

Laporan Kinerja lnstansi Pemerintah (LKjlP) Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIYTahun 2021 disusun berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2021. LKjlP Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIYTahun 2021 merupakan bentuk akuntabilitas publik dari pelaksanaan tugas dan fungsi dan penggunaan anggaran yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah. Penyusunan LKjlP Tahun 2021 diwarnai agenda refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan darurat serta dampak pandemic COVID-19. Sumber Daya yang dimiliki Pemerintah Daerah difokuskan untuk menjamin ketersediaan dukungan bidang Kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemic COVID-19.

Meskipun demikian, sebagai jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIV, Biro Tata Pemerintahan Setda DIV tetap mengupayakan optimalisasi capaian target kinerja sebagaimana tertuang dalam RPJMD DIV Tahun 2017-2022.

Kata Pengantar

(3)

Ikhtisar Eksekutif

Capaian kinerja Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIYtahun 2021 dalam mewujudkan sasaran strategis dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Capaian sasaran strategis 1 “Tertib administrasi penyelenggaraan pemerintahan umum, otonomi daerah, dan kerja sama”:

- Diukur dengan indikator persentase dinamika penyelenggaraan pemerintahan umum, otonomi daerah dan kerja sama yang direspon dengan kebijakan(Jumlah kebijakan yang merespon dinamika penyelengaraan pemerintahan umum, otonomi daerah dan kerja sama pada tahun berjalan dibagi jumlah dinamika pemerintahan umum, otonomi daerah dan kerjasama pada tahun berjalan yaitu 18 rumusan dikali 100%).

- Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja 2 (dua) Program, yakni Program Pembinaan Otonomi Daerah dan Kerjasama dan Program Pemerintahan Umum.

- Target capaian indikator sasaran tahun 2021 sebesar 100%, sampai dengan bulan Desember 2021 terealisasi121.5%. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 121.5%.

- Dibandingkan dengan capaian target tahun 2020 sebesar 113.85% terjadi peningkatan sebesar 7.65%.

2. Capaian sasaran strategis 2 “Meningkatnya tertib administrasi Kependudukan”:

- Diukur dengan indikator Jumlah instansi/lembaga yang memanfaatkan data kependudukan dan NIK

- Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja Program Pendaftaran Penduduk, Program Pencatatan Sipil, Program Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, dan Program Pengelolaan Profil Kependudukan.

(4)

NIP. 197410171999031002

HA

Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIV Februari 2022 Vogyakarta,

Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat pencapaian instansi yang mengindikasikan tingkat keberhasilan dan kegagalan pencapaian sasaran strategis berdasarkan indikator-indikator yang ditetapkan.

Diharapkan penyajian LKjlP ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja agar lebih berorientasi pada hasil, relevan, efektif, efisien dan berkelanjutan di masa mendatang.

Laporan Kinerja lnstansi Pemerintah (LKjlP) Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIYTahun 2021 disusun berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2021. LKjlP Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIYTahun 2021 merupakan bentuk akuntabilitas publik dari pelaksanaan tugas dan fungsi dan penggunaan anggaran yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah. Penyusunan LKjlP Tahun 2021 diwarnai agenda refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan darurat serta dampak pandemic COVID-19. Sumber Daya yang dimiliki Pemerintah Daerah difokuskan untuk menjamin ketersediaan dukungan bidang Kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemic COVID-19.

Meskipun demikian, sebagai jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIV, Biro Tata Pemerintahan Setda DIV tetap mengupayakan optimalisasi capaian target kinerja sebagaimana tertuang dalam RPJMD DIV Tahun 2017-2022.

Kata Pengantar

(5)

- Target capaian indikator sasaran tahun 2021 sebanyak 13 instansi/lembaga;

sampai dengan akhir Bulan Desember 2021 terealisasi13 instansi/lembaga.

Dengan demikian capaian ini telah mencapai target. Prosentase realisasi terhadap target (capaian dibagi target dikalikan 100%) mencapai 100%.

- Dibandingkan dengan capaian target tahun 2020 sebanyak 100%sehingga pencapaian terhitung konstan tanpa ada penurunan

Terhadap capaian kinerja sebagaimana tersebut di atas terdapat beberapa tantanganyangperlu menjadi perhatian bagi Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIY ke depan, sebagai berikut:

1. Perlu dilakukan pemetaan potensi kerjasama daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta;

2. Perlunya meningkatkan target pemanfaatan data kependudukan kepada instansi/lembaga pelayanan publik

(6)

Daftar Isi

Kata Pengantar ... 2

Ikhtisar Eksekutif ... 3

Daftar Isi ... 5

Daftar Tabel ... 6

Daftar Gambar ... 7

BAB I Pendahuluan ... 8

1.1 Cascading Kinerja sebagai Dasar Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah ... 8

1.2 Mandat Kinerja, Peta Proses Bisnis dan Struktur Organisasi ... 10

1.3 Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan ... 11

1.4 Isu-Isu Strategis ... 15

1.5 Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran ... 16

1.6 Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2020 ... 21

BAB 2 Perencanaan dan Perjanjian Kinerja ... 22

2.1 Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD ... 22

2.2 Strategi dan Arah Kebijakan ... 23

2.3 Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2021 ... 24

2.4 Perjanjian Kinerja Tahun 2021 ... 27

2.5 Instrumen Pendukung Capaian Kinerja ... 28

BAB 3 Akuntabilitas Kinerja ... 31

3.1 Capaian Kinerja Tahun 2021 ... 31

3.2 Realisasi Anggaran ... 62

3.3 Inovasi ... 63

BAB 4 Penutup ... 68

LAMPIRAN ... 69

(7)

Daftar Tabel

Tabel I.1 Jumlah Pegawai Menurut Kualifikas Jabatan, Jenis Kelamin dan

Kompetensi ... 16

Tabel I.2 Sarana-Prasarana ... 19

Tabel I.3 Anggaran Tahun 2021 ... 20

Tabel II.1Sasaran Strategis Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIY, 2017- 2022 ... 24

Tabel II.2Strategi dan Arah Kebijakan ... 24

Tabel II.3.1Struktur Program dan Kegiatan terkait Langsung Pencapaian Sasaran Tahun 2021 ... 25

Tabel II.3.2Struktur Program dan Kegiatan Pendukung Pencapaian Sasaran Tahun 2021 ... 26

Tabel II.4Perjanjian Kinerja Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Tahun 2021 ... 28

Tabel III.1Skala Nilai Peringkat Kinerja ... 32

Tabel III.2Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 32

Tabel III.3Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan ... 33

Tabel III.4Target dan Realisasi Kinerja ... 34

Tabel III.5 6Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan ... 56

Tabel III.6 Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2021 ... 57

Tabel III.7 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung per Sasaran Tahun 2021 ... 63

(8)

Daftar Gambar

c

Gambar I.1. Cascading Kinerja ... 9

Gambar I.2. Mandat Kinerja Peta Proses Bisnis dan Struktur Biro Tata Pemerintahan Setda DIY ... 10

Gambar I.3. Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan pada Organisasi Biro Tata Pemerintahan Setda DIY... 13

Gambar II.1. Website Biro ... 22

Gambar II.2. Konsolidasi data kependudukan... 30

Gambar II.3 Website kependudukan... 30

Gambar II.4 Sipilar ... 31

Gambar II.5 Sistem Integrasi ROPK,Monitoring dan Evaluasi, E-SAKIP ... 31

Gambar III.1 Pelantikan Bupati Bantul, Sleman dan Gunungkidul ... 36

Gambar III.2 Piagam Apresiasi dari Staf Khusus Presiden RI ... 59

Gambar III.3 Pelayanan Terpadu ... 60

Gambar III.4 Fasilitasi Dokumen bagi Penduduk Rentan ... 61

Gambar III.5 Kerjasama Pemanfaatan Kartu Identitas Anak ... 62

(9)

BAB I Pendah

c

uanPendahuluan

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan bentuk pertanggung- jawaban setiap instansi Pemerintah/Pemerintah Daerah yang menyusun Perjanjian Kinerja, atas penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD dan/atau APBN. Dasar hukum penyusunan meliputi:

1. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

2. Peraturan Menteri PAN dan RB RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

3. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 94 Tahun 2016 tentang Pedoman Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Adapun tujuanpenyusunanLKjIPsebagai berikut:

1. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai;

2. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan kinerja instansi.

1.1 Cascading Kinerja sebagai Dasar Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Selaras dengan paradigma Organisasi Berbasis Kinerja (Performance Based Organization) yang diterapkan Pemerintah Daerah DIY, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibentuk untuk memberikan kontribusi pada pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah DIY tahun 2017 – 2022. Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIY dibentuk dengan skema kinerja sebagai berikut:

Bab Iberisi:

1. Cascading Kinerja 2. Mandat Kinerja,Peta

Proses Bisnis dan StrukturOrganisasi 3. Tugas, Fungsi dan Peta

Jabatan 4. Isu-IsuStrategis

5. DukunganSDM, Sarana- Prasarana dan Anggaran 6. TindakLanjutatasRekome ndasi LHE SAKIP Tahun2020

(10)

Gambar I.1Cascading Kinerja

Sumber: Rencana Aksi Biro Tata Pemerintahan Setda DIYTahun 2021

Visi pembangunan jangka menengah 2017-2022 untuk “Terwujudnya Peningkatan Kemuliaan Martabat Manusia Jogja” dicapai melalui 2 misi :

Tujuan : Terwujudnya Reformasi Tata Kelola

Pemerintahan yang baik (good governance)

Indikator Tujuan : Indeks Reformasi Birokrasi

Misi 2 : Mewujudkan Tata Pemerintahan

yang Demokratis Misi 1 :

Meningkatkan Kualitas Hidup, Kehidupan, dan Penghidupan Masyarakat yang Berkeadilan

dan Berkeadaban

Sasaran 1 : Meningkatnya Kapasitas Tata Kelola Pemerintahan

Program 1 : Sinergitas Tata Kelola

Pemerintahan

Sasaran 1 : Tertib administrasi penyelenggaraan pemerintahan umum, otonomi daerah dan kerja sama serta bina

pemerintahan desa/kelurahan dan kecamatan yang direspon dengan kebijakan

RENSTRA BIRO TATA PEMERINTAHAN

Program 1 : Pembinaan otonomi daerah dan

kerja sama

Indikator Program : IPP, IPK, Indeks Integritas

Organisasi

Sasaran 2 : Meningkatnya tertib administrasi kependudukan

Indikator Program : Persentase rumusan bahan

kebijakan penyelenggaraan otonomi

daerah dan kerja sama

Program 3 : Pembinaan pemerintahan umum dan

penataan wilayah Program 2 : Pembinaan

penyelenggaraan pemerintahan desa/kelurahan, dan kecamatan

Indikator Program : Persentase desa tertinggal

dan desa berkembang yang memiliki pengelolaan

keuangan yang baik

Indikator Program : Persentase rumusan bahan kebijakan pemerintahan umum

dan penataan wilayah

Indikator Program : Persentase kepemilikan

dokumen penting administrasi kependudukan

(KTP-el, akta kelahiran anak, dan akta kematian)

Program 4 : Pembinaan administrasi kependudukan

dan pencatatan sipil

(11)

1.2 Mandat Kinerja, Peta Proses Bisnis dan Struktur Organisasi

Hubungan antara mandat kinerja, peta proses bisnis dan desain struktur organisasi Biro Tata Pemerintahan Setda DIY sebagaimana tersaji dalam gambar berikut:

(12)

Gambar I.2 Mandat Kinerja Peta Proses Bisnis dan Struktur Biro Tata Pemerintahan Setda DIY

”Optimalnya Responsivitas Dinamika Penyelenggaraan Pemerintahan”

(13)
(14)

1.3 Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan

Dalam upaya mewujudkan kinerja sebagaimana telah dimandatkan dalam RPJMD, Biro Tata Pemerintahan Setda DIY memiliki tugas dan fungsi yang kemudian menjadi dasar penempatan personil dalam jabatan sebagaimana gambar berikut:

Gambar I.3. Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan pada Organisasi Biro Tata Pemerintahan Setda DIY

Berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 53 Tahun 2018 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi, dan Tata Kerja Sekretariat Daerah, Biro Tata Pemerintahan Setda DIY mempunyai tugas melaksanakan fungsi pendukung di bidang perumusan kebijakan strategis tata pemerintahan dan pelaksanaan urusan pemerintahan bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Adapun fungsi Biro Tata Pemerintahan Setda DIY sebagai berikut:

1. Penyusunanprogramkerja Biro Tata Pemerintahan;

2. Penyiapan bahan perumusan kebijakan bidang otonomi daerah dan kerja sama daerah, pemerintahan desa/ kelurahan dan kecamatan, kependudukan dan pencatatan sipil, pemerintahan umum, ketenteraman, ketertiban, umum, dan pelindungan masyarakat;

3. Koordinasi pelaksanaan kebijakan bidang otonomi daerah dan kerja sama dalam negeri, pemerintahan desa/kelurahan dan kecamatan, kependudukan dan pencatatan sipil, pemerintahan umum, ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat;

4. Pelaksanaan pemantauan bidang otonomi daerah dan kerja sama daerah, pemerintahan desa/kelurahan dan kecamatan, kependudukan dan pencatatan sipil, pemerintahan umum, ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat;

5. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaankebijakan bidang otonomi daerah dan kerja samadalam negeri, pemerintahan desa/ kelurahan dankecamatan, kependudukan dan pencatatan sipil, pemerintahan umum, ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat;

6. Pelaksanaan kebijakan urusan keistimewaan bidang tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas, dan wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur;

7. Fasilitasi dan koordinasi proses pengusulan, pengangkatan, dan pemberhentian Gubernur, Wakil Gubernur, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DIY;

8. Koordinasi pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah;

9. Fasilitasi dan koordinasi penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah;

10. Pelaksanaan koordinasi, pembinaan, dan pengawasan terhadap urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Kabupaten/ Kota;

11. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan;

12. penyusunan laporan pelaksanaan tugas Biro; dan

13. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi Biro.

(15)

Sesuai Pelaksanaan tugas fungsi Biro Tata Pemerintahan dibagi habis ke dalam jabatan struktural dan jabatan pelaksana berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 104 tahun 2018 tentang Kualifikasi Jabatan Pelaksana dan Perkiraan Kebutuhan Pegawai dengan komposisi sebagai berikut:

Jabatan Struktural Jabatan Pelaksana

1. Kepala Biro

2. Kabag Pemerintahan Umum:

1) Kasubbag Tata Praja 2) Kasubbag Bina

Administrasi Kewilayahan 3. Kabag Otonomi Daerah dan

Kerja Sama Dalam Negeri:

1) Kasubbag Otonomi Daerah

2) Kasubbag Kerja Sama Dalam Negeri

4. Kabag Bina Pemerintahan Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren:

1) Kasubbag Pengembangan Kapasitas

Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren 2) Kasubag Bina Administrasi

Pemerintahan

Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren 3) Kasubbag Tata Usaha 5. Kabag Bina Administrasi

Kependudukan dan Pencatatan Sipil:

1) Kasubbag Bina

Pendaftaran Penduduk 2) Kasubag Bina Pencatatan

Sipil

3) Kasubbag Bina Pengelolaan Informasi dan Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data

1. Di bawah Kasubbag Tata Praja:

1) Pengadministrasi Umum 2) Analis Tata Praja

2. Di bawah Kasubbag Bina Administrasi Kewilayahan:

1) Pengawas Perbatasan 2) Pengelola Toponimi

3. Di bawah Kasubbag Otonomi Daerah:

1) Pengadministrasi Umum

2) Analis Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah

4. Di bawah Kasubbag Kerja Sama Dalam Negeri:

1) Analis Kerja Sama

5. Di bawah Kasubbag Pengembangan Kapasitas Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren:

1) Pengadministrasi Umum 2) Analis Desa/ Kelurahan

6. Di bawah Kasubag Bina Administrasi Pemerintahan Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren:

1) Analis Desa/ Kelurahan 7. Di bawah Kasubbag Tata Usaha:

1) Pengadministrasi Persuratan 2) Pranata Kearsipan

3) Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan 4) Pengadministrasi Kepegawaian

5) Pengelola Barang Milik Negara 6) Bendahara

7) Pengadministrasi Keuangan 8) Pengelola Gaji

9) Pengelola Akuntansi

10) Verifkator Data Laporan Keuangan 11) Pengemudi

8. Di bawah Kasubbag Bina Pendaftaran Penduduk:

1) Analis Kependudukan dan Pencatatan Sipil 9. Di bawah Kasubag Bina Pencatatan Sipil:

1) Analis Kependudukan dan Pencatatan Sipil 10. Di bawah Kasubbag Bina Pengelolaan

Informasi dan Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data:

(16)

1.4 Isu-Isu Strategis

Eksistensi sebuah institusi bergantung pada sejauh mana institusi tersebut mampu menemukenalidan merespon isu strategis dengan berbagai kebijakan dan tindakan yang tepat. Secara umum isustrategis dapat bersumber dari lingkungan eksternalmaupun lingkungan internal.

Biro Tata Pemerintahan Setda DIY mempunyai tugas melaksanakan fungsi pendukung perumusan kebijakan strategis bidang tata pemerintahan dan pelaksanaan urusan pemerintahan bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil. Oleh karena itu, Biro Tata Pemerintahan Setda DIY diharapkan mampu menjadi salah satu perangkat daerah yang mampu menopang visi DIY 2017-2022, yaitu terwujudnya peningkatan kemuliaan martabat manusia Jogja melalui misi mewujudkan tata pemerintahan yang demokratis.

Dalam rangka mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur DIY pada periode 2017-2022 maka Biro Tata Pemerintahan Setda DIY menyusun perencanaan strategis untuk lima tahun yang akan datang. Perencanaan strategis tersebut meliputi analisa terhadap isu strategis sampai dengan rencana aksi dalam bentuk program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Salah satu tahapan penting dalam perencanaan strategis adalah pemetaan isu-isu strategis perangkat daerah, maka dihasilkan pilihan strategis (strategic choices), sebagai berikut :

1. Meningkatkan kinerja tata kelola pemerintahan di Biro Tata Pemerintahan yang responsif melalui koordinasi, sinkronisasi, dan kerjasama antar instansi Pemda DIY dan antar jenjang pemerintahan.

2. Meningkatkan kualitas bahan rumusan kebijakan sebagai respon terhadap dinamika penyelenggaraan pemerintahan umum, otonomi daerah dan kerjasama dan pemerintahan desa.

3. Meningkatkan kemampuan dan kualitas pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi SDM Biro Tata Pemerintahan

4. Meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa berdasarkan asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran.

5. Meningkatkan kesadaran penduduk akan dokumen penting kependudukan dan memberikan pelayanan pendukung kepemilikan dokumen penting kependudukan

Dari pilihan-pilihan strategis tersebut di atas, maka isu-isu strategis yang akan ditangani dalam rencana strategis 2017-2022 oleh Biro Tata Pemerintahan antara lain:

1. Peningkatan penyiapan bahan rumusan kebijakan yang responsif

Peningkatan penyiapan bahan rumusan kebijakan yang responsif berkaitan dengan tiga hal. Pertama, pentingnya pemahaman atas kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan ketugasan Biro Tata Pemerintahan. Kedua, perlunya respon yang cepat implementasi kebijakan atau peraturan perundang-undangan. Ketiga, pentingnya peningkatan

(17)

kapasitas dan pemahaman aparatur pemerintahan dalam setiap tingkatan mulai dari tingkat provinsi sampai tingkat desa dalam implementasi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

2. Peningkatan kepemilikan dokumen penting kependudukan.

Dokumen kependudukan merupakan dokumen resmi yang diterbitkan oleh dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten/kota atau unit pelaksana teknis dinas kependudukan dan pencatatan sipil yang mempunyai kekuatan hukum sebagai alat bukti autentik yang dihasilkan dari pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Dokumen kependudukan ini dapat berupa Dokumen Elektronik dan/atau salinan Dokumen Elektronik.

Dokumen kependudukan memberikan keabsahan identitas dan kepastian hukum, merupakan bentuk perlindungan negara terhadap status hak sipil penduduk, dan memberikan manfaat kepentingan administrasi dan pelayanan publik lainnya. Dokumen kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK), KTP-el, dan Akta Pencatatan Sipil sangat dibutuhkan seluruh penduduk, karena merupakan awal dan salah satu persyaratan untuk pengurusan pelayanan publik lainnya.

1.5 Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran

Dukungan sumberdaya manusia, sarana-prasarana dan anggaran pada tahun 2021 sebagaimana tabel berikut:

Tabel I.1 Jumlah Pegawai Menurut Kualifikasi Jabatan, Jenis Kelamin dan Kompetensi

No Jabatan Formasi Pegawai yang

ada

Jenis Kelamin Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi L P

1 2 3 4 5 6 7 8

A. JabatanStruktural

1 Kepala Biro 1 S2,S1 1 S2 1 -

2 Kabag PemerintahanUmum 1 S2,S1 1 S1 - 1

3 Kabag OtonomiDaerah dan

Kerja Sama Dalam Negri 1 S2,S1 1 S2 1 -

4

Kabag Bina Pemerintahan Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/ Kemantren

1 S2,S1 1 S3 1 -

5

Kabag Bina Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

1 S2,S1 1 S1 - 1

(18)

No Jabatan Formasi Pegawai yang ada

Jenis Kelamin Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi L P

1 2 3 4 5 6 7 8

6 Kasubbag TataPraja 1 S1 1 S1 - 1

7 Kasubbag Bina Administrasi

Kewilayahan 1 S1 1 S1 1 -

8 Kasubbag Otonomi Daerah 1 S1 1 S2 - 1

9 Kasubbag Kerja Sama Dalam

Negeri 1 S1 1 S2 - 1

10

Kasubbag Pengembangan Kapasitas Pemerintahan Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren

1 S1 1 S2 1 -

11

Kasubbag Bina Administrasi Pemerintahan

Kalurahan/Kelurahan dan Kapanewon/Kemantren

1 S1 1 S2 1 -

12 Kasubbag Tata Usaha 1 S1 1 S2 - 1

13 Kasubbag Bina Pendaftaran

Penduduk 1 S1 1 S1 1

14 Kasubbag Bina PencatatanSipil 1 S1 1 S2 1 -

15

Kasubbag Bina Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data

1 S1 1 S1 1 -

B. Jabatan Pelaksana Substantif

16 Analis Tata Praja 3 S1,DIV - - - -

17 Penyurvei Batas Wilayah

Administrasi 2 S1 - - - -

18 Analis Toponimi dan Data

Wilayah 1 S1 - - - -

19 Analis Pemerintahan

Umumdan Otonomi Daerah 4 S1 3 S1 1 2

20 Analis Kerjasama 3 S1 2 S1 1 1

21 Analis Desa/Kelurahan 3 S1 2 S1 1 1

22 AnalisDesa dan Kelurahan 3 S1 - - - -

23 Analis Sumber Daya Manusia

Aparatur 1 S1 - - - -

24 AnalisKependudukan dan

Pencatatan Sipil 11 S1,DIV 3 S1,DIV 1 2

25 Pengawas Perbatasan - - 1 S1 - 1

(19)

No Jabatan Formasi Pegawai yang ada

Jenis Kelamin Jml Kualifikasi Jml Kualifikasi L P

1 2 3 4 5 6 7 8

26 Pengelola Sistem Informasi - - 1 S1 1 -

C. JabatanPelaksanaAdministratif

27 Pengadministrasi Umum 4 DIII 2 SMA 1 1

28 Pengadministrasi Persuratan 1 DIII - - - -

29 Pranata Kearsipan 1 DIII 1 SMA - 1

30 Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan

2 S1 1 S1 - 1

31 Kestudioan Barang Milik

Negara 2 S1 - - - -

32 Bendahara 1 S1 1 S1 - 1

33 Pengadministrasi Keuangan 3 DIII 1 S1 1 -

34 Pengelola Gaji 1 DIII 1 SMA 1 -

35 Pengelola Akuntansi 1 DIII 1 DIII - 1

36 Verifikator Data Laporan

Keuangan 1 DIII - - - -

37 Pengemudi 1 SMK - - - -

38 Pengelola Barang Milik Negara - - 2 SMA 2 -

39 CPNS 4 S1 2 1

DIII 1

Jumlah 64 41 20 21

Sumber: Data Kepegawaian Biro Desember 2021

BerdasarkandatapadatabelI.1,tingkatpendidikanSDMBiroTataPemerintahan Sekretariat Daerah DIY relatif tinggi dan merata antara laki-laki dan perempuan, didominasi olehjenjang pendidikan S1 sebanyak 20 orang (49%), disusul oleh

jenjang pendidikan S2 sebanyak 9orang

(22%),jenjangpendidikanSMAsebanyak7orang

(17%),jenjangpendidikanDIVsebanyak 2 orang(5%), jenjang pendidikanS3sebanyak1orang(2%), danjenjang pendidikanDIIIsebanyak 2 orang (5%). Komposisi pegawai perempuan lebih banyak dibanding pegawai laki- laki;untuk jabatan struktural komposisi laki-laki dan perempuan sama banyak. Hal ini menunjukkanadanya sistem merit dan kesetaraan gender dalam manajemen SDM aparatur. Masih terdapatkekurangan pegawai sebanyak 23 orang, terdiri dari, 19 orang pegawai pelaksana substantif dan 4 pegawaipelaksanaadministratif.

(20)

Hal ini tentu berpengaruh pada optimalisasi tugas dan fungsi Biro Tata Pemerintahan Setda DIY sebagai penyiap bahan perumusan kebijakan strategis di bidang kelembagaan dan tata laksana, standarisasi dan pelayanan publik serta reformasi birokrasi.

Tabel I.2 Sarana-Prasarana No Jenis Barang/ Nama Barang Jumlah

Barang

Nilai Aset (Rp)*

1 Aset Tetap

a Alat Besar 1 Rp 17,100,000.00

b Alat Angkutan 14 Rp 1,073,908,300.00

c Alat Bengkel dan Alat Ukur 6 Rp 52,424,400.00 d Alat Kantor dan Rumah Tangga 323 Rp 896,695,180.00 e Alat Studio, Komunikasi dan

Pemancar 34 Rp 127,344,500.00

f Alat Kedokteran dan Kesehatan 1 Rp 4,500,000.00

g Alat Laboratorium 5 Rp 41,150,000.00

h Komputer 161 Rp 1,486,896,868.75

i Tugu Titik Kontrol/Pasti 1 Rp 392,866,000.00

j Jaringan 5 Rp153,180,000.00

k Bahan Perpustakaan 520 Rp29,818,350.00

2 Aset Lainnya

Aset Tidak Berwujud 5 Rp 1,430,107,000.00

Jumlah Rp 5,705,990,598.75

Sumber: Buku Inventaris Aset BiroTata Pemerintahan Desember 2021

*Nilai aset belum memperhitungkan penyusutan di tahun 2021

Kendaraan dinas terdiri dari yakni 5 (lima) unit kendaraan operasional roda empat, dan 7 (tujuh) unit kendaraan roda dua. Kebutuhan ruangan kantor umum relatif sudah tersedia meliputi ruang rapat, ruang pengelola keuangan, ruang arsip, ruang mushola, ruang baca, ruang gudang, ruang tunggu, ruang laktasi, dan toilet.

Adapun perlengkapan kantor berupa meja, kursi, lemari, filling cabinet, pendingin ruangan, alat pemadam kebakaran dan lain-lain sudah tersedia dalam kondisi baik.

Rasio personal komputer/ laptop dibanding jumlah pegawai mendekati 1 : 1.

Dengan demikian ketersediaan sarana dan prasarana sudah memadai.

(21)

Tabel I.3 Anggaran Tahun 2021

Kode

Rekening Uraian Sebelum Perubahan (Rp)

Setelah Perubahan (Rp)

Bertambah/

Berkurang (Rp)

5 BELANJA

DAERAH

11.293.249.075,00 14.813.086.071,00 3.519.836.996

5 1 BELANJA OPERASI

11.293.249.075,00 14.813.086.071,00 3.519.836.996

5 1 01 Belanja Pegawai

5.371.051.965,00 5.522.056.571,00 151.004.606

5 1 02 Belanja Barang dan Jasa

5.791.793.110,00 9.151.060.500,00 3.359.267.390

5 2 BELANJA MODAL

130.404.000,00 139.969.000,00 9.565.000

5 2 02 Belanja Modal Peralatan dan Mesin

130.404.000,00 139.969.000,00 9.565.000

5 2 03 Belanja Modal Gedung dan Bangunan

0 0 -

Jumlah Belanja 11.293.249.075,00 14.813.086.071,00 3.519.836.996 Total Surplus/(Defisit) 11.293.249.075,00 14.813.086.071,00 3.519.836.996 Sumber data: Laporan Realisasi Anggaran Biro Tata Pemerintahan Tahun 2021

Dukungan anggaran untuk melaksanakan tugas dan fungsi Biro Tata Pemerintahan berasal dari APBD Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dana Keistimewaan. Terlihat pada tabel I.3, untuk tahun 2021 Anggaran Biro Tata Pemerintahan semula Rp15.438.493.049,00 dan mengalami perubahan menjadi Rp14.813.086.071,00atau berkurang Rp 625.406.978,00. Perubahan anggaran Tahun 2021 merupakan cerminandukungan Biro Tata Pemerintahan Setda DIY dalam bentuk Refocusing dan realokasi anggaran. Refocusing dan realokasi anggaran dilakukan sebagai bentuk konsolidasi fiskal menjamin ketersediaan dukungan bidang kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemic COVID-19.

(22)

1.6 Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2020

No Saran/Rekomendasi Tindak lanjut

1. Meningkatkan kinerja pelaporan dengan :

- Menyajikan perbandingan data realisasi kinerja atau capaian tahun berjalan disbanding standar nasional

- Menyajikan informasi keuangan yang dapat mengidentifikasi jumlah biaya yang dibutuhkan untuk mewujidkan sasaran tertentu

- Menyajikan analisis besaran efisiensi penggunaan sumber daya yang teradi secara kuantitatif

Meningkatkan kinerja pelaporan dengan menyajikan perbandingan data realisasi kinerja atau capaian tahun berjalan disbanding standard nasional. Menyajikan informasi keuangan yang dapat

mengidentifikasi jumlah biaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan sasaran tertentu. Menyajikan analisis besaran efisiensi penggunaan sumber daya yang terjadi secara kumulatif.

2. Meningkatkan kualitas evaluasi internal dengan mendokumentasikan kegiatan supervise mengenai

keberhasilan atau kegagalan program yang dievaluasi secara teratur dan terdapat bukti yang cukup hasil evaluasi telah ditindaklanjuti

Mendokumentasikan kegiatan monitoring dan evaluasi

program/kegiatan/subkegiatan dan memberikan laporan capaian realisasi belanja langsung setiap bagian.

Mempertahankan kinerja yang telah baik yaitu mencapai target output, outcome dan indicator kinerja utama

1. Melaksanakan monev internal setiap bulannya untuk memastikan target indikator kinerja dapat tercapai dengan optimal.

2. Meningkatkan motivasi kinerja pegawai melalui pertemuan- pertemuan/rapat pembinaan secara berjenjang.

(23)

BAB 2

Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

c

Perencanaan

dan Perjanjian Kinerja

Perencanaan dan penganggaran pada tahun 2021 diwarnai agenda refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan darurat serta dampak pandemic COVID-19. Hal ini membawa dampak pada perumusan Perjanjian Kinerja perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY melalui reviu/perubahan Perjanjian Kinerja Tahun 2021.

Refocusing dan realokasi anggaran dilakukan sebagai bentuk konsolidasi fiskal menjamin ketersediaan dukungan bidang kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemic COVID-19. Meskipun demikian, sebagai jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY, Biro Tata Pemerintahan Setda DIY tetap mengupayakan optimalisasi capaian target kinerja sebagaimana tertuang dalam RPJMD DIY Tahun 2017-2022.

Renstra Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIY yang merupakan penjabaran operasional RPJMD 2017 - 2022 telah mengakomodasi dinamika program/kegiatan selama kurun waktu 2017 – 2022. Renstra ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 20 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2017–2022 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 60 Tahun 2021 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 20 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2017–2022.

2.1 Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD

Sesuai cascade kinerja, Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIY mendukung pencapaian sasaran Pemerintah Daerah meningkatnya kapasitas tata kelola pemerintahan yang didukung oleh program sinergitas tata

Bab 2 Berisi :

1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD 2. Strategi dan Arah

Kebijakan

3. Struktur Program dan KegiatanTahun 2020 4. PerjanjianKinerja Tahun

2020 5. Instrumen

PendukungCapaian Kinerja OPD

(24)

kelolapemerintahan. Terkait hal tersebut tujuan jangka menengah Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIYselama lima tahun adalah:

“Optimalnya Responsivitas Dinamika Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah”

Adapun sasaran Biro Tata Pemerintahan Setda DIY dalam waktu lima tahun sebagai berikut:

Tabel II.1 Sasaran Strategis Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIY, 2017- 2022

NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA SATUAN Baseline 2017

TARGET TAHUNAN Target Akhir Renstra 2018 2019 2020 2021 2022

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1. Tertib administrasi penyelenggaraan pemerintahan umum, otonomi daerah, dan kerja sama

Persentase dinamika penyelenggaraan pemerintahan umum, otonomi daerah dan kerja

sama yang

direspon dengan kebijakan

% 100 100 100 100 100 100 100

2. Meningkatnya tertib administrasi

Kependudukan

Jumlah

instansi/lembaga yang

memanfaatkan data

kependudukan dan NIK

Perangkat Daerah

0 4 7 10 13 15 15

2.2 Strategi dan Arah Kebijakan

Strategi dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah, diuraikan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel II.2 Strategi dan Arah Kebijakan

NO. SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN

1. Tertib administrasi penyelenggaraan pemerintahan umum, otonomi daerah, dan kerja sama

1. Meningkatkan sinkronisasi dan koordinasi dalam penyelenggaraan

pemerintah umum, penataan otonomi daerah, optimalisasi kerjasama daerah, dan pembinaan

Harmonisasi hubungan antar pemerintah dalam penyelesaian permasalahan perbatasan antar pemerintah daerah.

Meningkatkan respon terhadap setiap perubahan kebijakan dalam proses tata kelola pemerintahan.

(25)

NO. SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN pemerintahan desa/

kelurahan dan kecamatan 2. Meningkatkan kualitas

pelayanan internal Biro Tata Pemerintahan

Peningkatan kapasitas aparatur pemerintah dalam setiap tingkatan mulai dari tingkat provinsi sampaitingkat desa.

Memanfaatkan teknologi informasi dalam upaya meningkatkan kualitas dan kemampuan SDM serta dalam proses kerja.

2. Meningkatnya tertib administrasi

Kependudukan

Peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengembangan standarisasi

Meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan.

Meningkatkan jumlah instansi/

lembaga pengguna data kependudukan untuk kebutuhan verifikasi dan validasi status kependudukan.

Mendorong kerja sama antarinstansi/lembagayang berdampak pada percepatan pelayanan serta perbaikan kualitas data kependudukan.

2.3 Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2021

Struktur program dan kegiatan yang berkaitan langsung dengan tercapainya sasaran Biro Tata Pemerintahan Setda DIY tahun 2021 maupun program dan kegiatan pendukung sebagaimana tabel berikut:

Tabel II.3.1. Struktur Program, Kegiatan, dan Sub Kegiatan terkait Langsung Pencapaian Sasaran Tahun 2021

Sasaran Program/Kegiatan/Sub Kegiatan Sebelum Perubahan (Rp)

Setelah Perubahan(Rp)

Bertambah / Berkurang

(Rp) 1. Tertib

administrasi penyelenggara an

pemerintahan umum, otonomi daerah, dan kerja sama

1.1.ProgramPemerintahandanOt onomi Daerah

2.090.852.500 1.810.168.500 (280.684.0 00) 1.1.1.PelaksanaanTugasPemerint

ahan

173.594.000 151.444.000 (22.150.00 0) 1.1.2.PelaksanaanOtonomiDaera

h

809.568.500 560.664.500 (248.904.0 00) 1.1.3.FasilitasiKerjasamaDaerah 1.107.690.000 1.098.060.000 (9.630.000) 1.2. Program

Penyelenggaraan Keistimewaan UrusanKelembagaandan Ketatalaksanaan

750.000.000 4.692.406.000 3.942.406.0 00

1.2.1. Penataan Kelembagaan 750.000.000 4.692.406.000 3.942.406.0

(26)

Sasaran Program/Kegiatan/Sub Kegiatan Sebelum Perubahan (Rp)

Setelah Perubahan(Rp)

Bertambah / Berkurang

(Rp) dan Ketatalaksanaan Urusan

Keistimewaan

00

2. Meningkatnya tertib administrasi Kependuduka n

2.1.

ProgramPendaftaranPe nduduk

52.950.000 49.518.000 (3.432.000)

2.1.1.PelayananPendaftaranKe pendudukan

52.950.000 49.518.000 (3.432.000) 2.2.ProgramPencatatanSipil 192.738.000 139.142.000 (53.596.00

0) 2.2.1.PelayananPencatatanSipil 192.738.000 139.142.000 (53.596.00

0) 2.3. ProgramPengelolaan

Informasi dan

AdministrasiKependudukan

1.291.577.000 236.161.000 (1.055.416.

000) 2.3.1.PenyelenggaraanPengelol

aanInformasiAdministrasiKepe ndudukanProvinsi

227.872.000 227.636.000 (236.000)

2.3.2.Pembinaandan Pengawasan

PengelolaanInformasiAdministr asiKependudukanProvinsi

1.063.705.000 8.525.000 (1.055.180.

000)

2.4.ProgramPengelolaanProfilK ependudukan

173.900.000 173.900.000 0

2.4.1.PenyediaanProfilKependu dukan

173.900.000 173.900.000 0

Total Anggaran yang Berkaitan Langsung dengan Pencapaian Sasaran

4.552.017.500 7.101.295.500 2.549.278.0 00 Sumber: Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran Biro Tata Pemerintahan Tahun 2021

Tabel II.3.2. Struktur Program dan Kegiatan Pendukung Pencapaian Sasaran Tahun 2021

No. Program/Kegiatan Sebelum

Perubahan (Rp)

Setelah Perubahan(Rp)

Bertambah/

Berkurang (Rp) 1. Program Penunjang Urusan Pemerintahan

Daerah Provinsi

6.721.861.049 7.346.963.071 625.102.022

1. Perencanaan, Penganggaran, dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah

73.217.750 292.150.750 218.933.000

1.1. Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah

60.455.750 57.985.750 (2.470.000)

1.2. Koordinasi dan Penyusunan DPA-SKPD 0 208.498.000 208.498.000 1.3. Koordinasi dan Penyusunan Laporan

Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

0 13.505.000 13.505.000

(27)

No. Program/Kegiatan Sebelum Perubahan (Rp)

Setelah Perubahan(Rp)

Bertambah/

Berkurang (Rp) 1.4. Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah 12.162.000 12.162.000 0 1.5.

2. Administrasi Keuangan Perangkat Daerah

5.816.408.299 5.630.414.821 (185.993.478)

2.1. Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN 5.664.865.049 5.479.096.571 (185.768.478) 2.2. Penyediaan Administrasi Pelaksanaan

Tugas ASN

144.121.250 144.121.250 0

2.3. Koordinasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun SKPD

2.913.000 2.913.000 0

2.4. Koordinasi dan Penyusunan Laporan Keuangan

Bulanan/Triwulanan/Semesteran SKPD

2.620.000 2.395.000 (225.000)

2.5. Penyusunan Pelaporan dan Analisis Prognosis Realisasi Anggaran

1.889.000 1.889.000 0

3. Administrasi Kepegawaian Perangkat Daerah

0 576.398.000 576.398.000

3.1. Sosialisasi Peraturan Perundang- Undangan

0 409.846.000 409.846.000

2.2. Bimbingan Teknis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan

0 166.552.000 166.552.000

3. Administrasi Umum Perangkat Daerah 553.127.000 553.127.000 0 4.1. Penyediaan Komponen Instalasi

Listrik/Penerangan Bangunan Kantor

6.298.000 6.298.000 0

4.2. Penyediaan peralatan dan Perlengkapan kantor

36.559.000 36.559.000 0

4.3. Penyediaan Peralatan Rumah Tangga 5.017.000 5.017.000 0 4.4. Penyediaan Barang Cetakan dan

Penggandaan

27.973.000 27.973.000 0

4.5. Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi SKPD

477.280.000 477.280.000 0

5. Pengadaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah

55.259.000 119.333.000 64.074.000

5.1. Pengadaan Peralatan dan Mesin Lainnya

0 64.074.000 64.074.000

5.2 Pengadaan sarana dan Prasarana Gedung atau Bangunan Lainnya

55.259.000 55.259.000 0

6. Penyediaan Jasa Penunjang Urusan 19.200.000 110.070.000 90.870.000

(28)

No. Program/Kegiatan Sebelum Perubahan (Rp)

Setelah Perubahan(Rp)

Bertambah/

Berkurang (Rp) Pemerintahan Daerah

6.1. Penyediaan Jasa Surat Menyurat 19.200.000 110.070.000 90.870.000 7. Pemeliharaan Barang Milik Daerah

Penunjang Urusan Pemerintah Daerah

204.649.000 200.243.500 (4.405.500)

7.1. Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan dan Pajak Kendaraan Perorangan Dinas atau Kendaraan Dinas Jabatan

151.959.000 147.553.500 (4.405.500)

7.2. Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, Pajak dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional atau Lapangan

52.690.000 52.690.000 0

Total Anggaran Pendukung 6.721.861.049 7.346.963.071 625.102.022 Sumber: Dokumen Pelaksanaan Anggaran dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran Biro Tata Pemerintahan Tahun 2021

2.4 Perjanjian Kinerja Tahun 2021

Dokumen Perjanjian Kinerja (PK) merupakan dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerjanya. Adapun Perjanjian Kinerja Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY yang merepresentasikan kinerja instansi dengan Bapak Gubernur DIY sebagai berikut:

Tabel II.4 Perjanjian Kinerja Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIYTahun 2021 No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target

Tahunan Triwulan Target 1. Tertib administrasi

penyelenggaraan pemerintahan umum, otonomi daerah, dan kerja sama

Persentase dinamika penyelenggaraan pemerintahan umum, otonomi daerah dan kerja sama daerah yang direspon dengan kebijakan

% 100 Triwulan I 24,26 Triwulan II 52,33 Triwulan III 71,33

Triwulan IV 100

2. Meningkatnya Jumlah instansi Perangkat 13 Triwulan I 10

(29)

2.5 Instrumen Pendukung Capaian Kinerja

1. Website Biro Tata Pemerintahan Setda DIY (http://birotapem.jogjaprov.go.id/)

2. Konsolidasi Data kependudukan yang bersumber pada Sistem Administrasi Kependudukan. adalah sistem informasi yang berisi database kependudukan yang bersumber dari Kabupaten/Kota

3. Website Kependudukan, dalam website ini, tersedia fitur berupa cek NIK, KTP, KK, dan KIA.Dapat digunakan mengakses informasi tersebut

dalam satu website yang sama.Selain

tertib administrasi Kependudukan

lembaga yang memanfaatkan data

kependudukan dan NIK

Daerah Triwulan II 10

Triwulan III 11 Triwulan IV 13

(30)

itu,penggunalayanandapatmeninjauprodukhukumyangterkaitdenganpe nyelenggaraanadminduk.

4. Aplikasi“Sipilar”,BiroTataPemerintahanDIYbersinergidenganpengelolaa plikasiKabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengelola langsung data-data pilaryangadadi DaerahIstimewaYogyakarta

5. Aplikasisengguh.jogjaprov.go.idyangmengintegrasikanperencanaanter masukRencanaOperasional Pelaksanaan Kegiatan (ROPK), anggaran

kas, monitoring dan evaluasi

capaiankinerjabulanan,triwulanan,semesteran,dantahunanOPD.

(31)

Sumber:http://sengguh.jogjaprov.go.id/

6. Aplikasi SIPD (Sistem Informasi Pembangunan Daerah) yang terintegrasi dengan PemerintahPusat melalui Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menginput data perencanaananggaranbelanja.

7. Aplikasi Simitra, dalam rangka peningkatan efektifitas dan efisiensi fasilitasi kerja sama dalamnegeri maka dibentuklah sistem informasi digital berupa aplikasi “SIMITRA” (Sistem InformasiTerpadu Kerja Sama) yang secara garis besar memuat proses dan tata cara pengajuan kerjasama dalam negeri, dokumen administrasi yangdiperlukan, danmonitoring dan evaluasipelaksanaanperjanjiankerjasama.

8. Sistem Informasi Kalurahan, pada aplikasi ini, pengguna layanan dapat mengakses informasiterkait pemerintah desa, seperti nama kalurahan, identitas lurah, serta tahun mulai jabatantersebut.

(32)

BAB 3

Akuntabilitas Kinerja

c

Akuntabilitas Kinerja

3.1 Capaian Kinerja Tahun 2021

Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIYtelah melaksanakan pengukuran kinerja atas kinerja yang diperjanjikan Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIYdengan Bapak Gubernur DIY tahun 2021. Pengukuran mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentangTata Cara Perencanaan, Pengendaliandan Evaluasi Pembangunan Daerah dengan skala nilai peringkat kinerja sebagaimana tabel berikut:

Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja

 Sumber: Permendagri Nomor 86 Tahun 2017

TabelIII.2 Capaian Kinerja Tahun 2021

NO SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR/META INDIKATOR

SATUA N

BASE LINE 2017

CAPAIAN 2020

TAHUN 2021 TARGET

AKHIR RPJMD TARGE

T

REALI SASI

PERSEN TASE

KRITERIA / KODE

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1 Tertib administr asi penyelen ggaraan pemerint ahan umum, otonomi daerah, dan kerja

Indikator:

Persentase dinamika penyelenggaraan pemerintahan umum, otonomi daerah, dan kerja sama yang direspon dengan kebijakan.

Meta Indikator:

Jumlah rumusan bahan

% 100 113,85 100 121.5 121.5 Sangat Baik

100

No. Interval Nilai Realisasi Kinerja

Kriteria Penilaian Realisasi

Kinerja Kode

1. 91 ≤ 100 Sangat Baik Hijau Tua

2. 76 ≤ 90 Tinggi Hijau Muda

3. 66 ≤ 75 Sedang Kuning Tua

4. 51 ≤ 65 Rendah Kuning Muda

5. ≤ 50 Sangat Rendah Merah

Bab 3 Berisi :

1. Capaian Kinerja Tahun 2021

2. RealisasiAnggaran 3. Inovasi

Referensi

Dokumen terkait

 Cairan koloid digunakan pada pasien dengan perembesan plasma hebat, dan tidak ada respon pada minimal volume cairan kristaloid yang diberikan.  Volume cairan rumatan

( TANES, KHOO & PAULRAJ ) PERSATUAN KARATE-DO PAHANG 20 Notis Permohonan Pengurusan Kes 9.00 PAGI.. Nombor Kes Plaintif / Pemohon Defendan Kand Pendengaran Jenis

(2) Tarif layanan Badan Layanan Umum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung pada Kementerian Agama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan

Animasi ini adalah penggabungan antara berbagai tipe animasi. Tidak jarang film-film menggunakan teknik animasi ini untuk membangun cerita atau sebagai peran pengganti. Film

Hingga pertengahan Tahun 2017 ini satupun prodi yang ada belum menerapkan kurikulum KKNI berorientasi mutu internasional, pada hal dalam Renstra telah

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen, yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (umur, jenis kelamin, riwayat keluarga dengan

Itulah tips tentang cara memutihkan wajah secara alami, buat kamu yang ingin mencerahkan kulit wajah dengan produk dari tiens ayo hubungi aku

Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Implementasi model pembelajaran Cooperative Learning Tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) Pada Sub Pokok