• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMKN 2 Sukorejo

Kelas / Semester : X / Genap

Tema : Teks Puisi

Sub Tema : Menganalisis dan menulis puisi dengan memperhatikan unsur pembangunnya.

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Pembelajaran ke : 1

Alokasi Waktu : 10 Menit

 KI-1 dan KI-2: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.

 KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

 KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.17 Menganalisis unsur

pembangun puisi.

3.17.1 Menganalisis gaya bahasa (majas) dalam puisi.

3.17.2 Menjelaskan gaya bahasa (majas) dalam puisi.

4.17 Menulis puisi dengan memerhatikan unsur pembangunnya (tema, diksi, gaya bahasa, imaji, struktur, perwajahan).

4.17.1 Menulis puisi dengan memerhatikan unsur pembangunnya (tema, diksi, gaya bahasa, imaji, struktur, perwajahan).

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui kegiatan pembelajaran berbasis Discovery Learning dengan pendekatan Saintific peserta didik dapat:

1. Menganalisis gaya bahasa (majas) dalam puisi.

2. Menjelaskan gaya bahasa (majas) dalam puisi.

3. Menulis puisi dengan memerhatikan unsur pembangunnya dengan kreatif, inovatif, baik, dan bersungguh-sungguh disertai rasa percaya diri selama proses pembelajaran.

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Kegiatan Pendahuluan.

a. Mempersiapkan peserta didik secara fisik dan psikis untuk mengikuti pembelajaran dengan mengucapkan salam, berdo’a, mengecek kehadiran peserta didik, memeriksa kebersihan kelas.

b. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan meminta salah satu murid menjadi dirigen.

c. Mereview pembelajaran sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi yang akan dipelajari.

d. Menampilkan gambar dan puisi Sandhang dan Pangan karya M. Adib Fanani yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran.

e. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan teknik penilaian.

2. Kegiatan Inti

a. Peserta didik membentuk kelompok berdasarkan angka kesukaan mulai angka 1 sampai 8.

b. Peserta didik membaca materi pelajaran tentang menulis puisi di buku pegangan siswa Bahasa Indonesia halaman 268-271.

c. Peserta didik mendiskusikan Lembar Kerja tentang analisis gaya bahasa (majas) Sandhang dan Pangan karya M. Adib Fanani yang diberikan guru.

d. Peserta didik saling bertanya jawab tentang informasi atau hal-hal yang belum diketahui dalam puisi tersebut.

e. Guru membimbing dan melayani peserta didik saat diskusi.

f. Secara bergantian peserta didik diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi dan

(2)

kelompok yang lain memberikan tanggapan.

3. Kegiatan Penutup

a. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan.

b. Guru memberi penguatan kepada peserta didik tentang gaya bahasa dan menulis puisi.

c. Guru memberi reward kepada kelompok yang performansinya paling bagus analisis dan menulis puisi.

d. Peserta didik mengerjakan tes akhir untuk mengetahui tindak lanjut dari pembelajaran.

e. Guru mengajak berdoa, menutup pelajaran, dan memberi salam.

C. PENILAIAN PEMBELAJARAN

1. Sikap : dilakukan dengan observasi maupun wawancara yang dicatat dalam buku (jurnal) perkembangan sikap peserta didik.

2. Pengetahuan : tes tulis.

3. Ketrampilan : mempresentasikan hasil menulis puisi dan unjuk kerja.

Pasuruan, 1 Juli 2022 Mengetahui

Kepala SMKN 2 Sukorejo Guru Bahasa Indonesia

Mohamad Supandri, S.Pd., M.T. Muhammad Adib Fanani, S.Pd., Gr.

NIP. 19640903 198903 1 008 NI PPPK. 198804162022211009

(3)

Lampiran 1. Bahan Ajar Pengertian Puisi

Berdasarkan pengertiannya, puisi dapat dikatakan sebagai salah satu genre sastra yang menggunakan kata- kata yang estetis dan berirama. Penggunaan kata-kata indah ini bertujuan untuk membangun makna yang berbeda atau menggantikan makna asli sebuah kata. Pada materi puisi Bahasa Indonesia kelas 10, disebutkan bahwa puisi merupakan ungkapan hati atau pemikiran penyair mengenai berbagai hal dalam kehidupan ke dalam susunan kata- kata yang padat dan penuh makna.

Ciri-Ciri Puisi

Puisi memiliki beberapa ciri sebagai berikut:

Bahasa yang digunakan dalam puisi lebih padat dibandingkan prosa dan drama.

Puisi memiliki rima atau sajak yang teratur.

Puisi lebih menggunakan sajak syair atau pola pantun, khususnya pada puisi lama.

Puisi bersifat simetris.

Puisi memiliki makna konotatif.

Puisi terdiri dari kesatuan sintaksis (gatra).

Unsur-unsur Puisi

Pada materi puisi Bahasa Indonesia kelas 10 ini, kamu juga perlu mengetahui tentang apa saja yang menjadi unsur pada puisi, sebagai berikut:

Struktur Fisik Puisi

Struktur fisik puisi merupakan unsur dari puisi yang dapat dilihat dan diamati secara langsung dengan mata.

Struktur fisik puisi terdiri dari:

Tipografi atau bentuk format puisi

Dalam tipografi ini kamu dapat melihat pengaturan baris, batas tepi kertas kanan, kiri, atas, dan bawah, serta pemilihan jenis huruf yang digunakan oleh penyairnya. Tipografi ini berpengaruh terhadap pemaknaan dari isi puisi.

Diksi

Diksi merupakan pemilihan kata yang digunakan oleh penyair dalam puisinya, yang dimaksudkan untuk mendapatkan efek sesuai dengan keinginan penyair tersebut. Diksi ini sangat berpengaruh dengan makna yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya.

Imaji atau Citraan

Imaji atau citraan merupakan kata atau susunan kata-kata yang mengungkapkan pengalaman indrawi pembaca saat membaca puisi, sehingga pembaca dapat seolah-olah melihat, mendengar, merasakan, atau mengalami hal-hal yang terdapat dalam sebuah puisi. Imaji dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu imaji penglihatan (visual), imaji pendengaran atau suara (auditif), dan imaji sentuh atau perabaan (taktil).

Majas

Majas merupakan pemakaian bahasa dengan melukiskan sesuatu dengan konotasi khusus sehingga arti sebuah kata dapat memiliki banyak makna.

Kata Konkret

Kata konkret merupakan kata yang mengacu atau merujuk kepada suatu benda atau hal yang berwujud, dapat diraba, dilihat, didengar, dan dicium. Kata konkret dalam puisi biasanya merangsang imaji pembaca dan berkaitan dengan lambang atau kiasan. Contoh kata konkret adalah laut, sawah, pantai, meja, uang, rumah, mobil, dan lain sebagainya.

Rima atau Irama

Rima atau irama merupakan persamaan bunyi yang digunakan oleh penyair dalam puisinya dari awal hingga akhir puisi. Rima atau irama terdiri dari:

Pengulangan kata

Atau ungkapan yang menentukan tinggi dan rendah, panjang dan pendek, keras dan lemahnya bunyi yang sangat berpengaruh dan menonjol dalam pembacaan puisi.

Onomatope atau tiruan bunyi

Contoh dari onomatope ini adalah dor! yang merupakan tiruan bunyi suara tembakan. Bentuk intern pola bunyi seperti asonansi, aliterasi, persamaan awal, persamaan akhir, sajak berparuh, sajak penuh, sajak berselang, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya.

(4)

Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi merupakan unsur pembangun puisi yang tidak terlihat mata. Struktur batin puisi terdiri dari:

Tema atau Makna (Sense)

Tema atau makna merupakan salah satu unsur puisi yang tersirat, berupa makna yang ingin disampaikan oleh penyair kepada para pembaca. Tema atau makna dalam puisi berkaitan dengan hubungan tanda dengan makna. Oleh karena itu baik kata, baris, bait, maupun bentuk sebuah puisi memiliki makna tertentu yang ingin disampaikan oleh penyairnya.

Nada (Tone)

Nada merupakan sikap penyair kepada para pembacanya, yang berkaitan dengan tema dan rasa. Dalam sebuah puisi, penyair dapat menyampaikan makna yang ingin disampaikan dengan nada menggurui, mendikte, merendahkan, memuji, atau lain sebagainya.

Rasa (Feeling)

Rasa merupakan sikap penyair terhadap pokok permasalahan dalam puisinya. Rasa biasanya dipengaruhi latar belakang sosial dan psikologi penyair. Misalnya, latar belakang pendidikan, jenis kelamin, kelas sosial, agama, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengetahuan, serta pengalaman sosiologis dan psikologis seorang penyair akan mempengaruhi rasa dalam puisi yang ia tulis.

Amanat atau Tujuan (Intention)

Amanat atau tujuan merupakan pesan yang ingin disampaikan oleh penyair dalam puisinya kepada para pembaca.

Jenis-Jenis Puisi

Nah, setelah mengetahui tentang struktur puisi, pada materi puisi Bahasa Indonesia Kelas 10 ini, Mipi juga akan mengenalkan kamu pada tiga jenis puisi, sebagai berikut:

Puisi Lama

Puisi lama merupakan puisi yang dibuat sebelum abad ke-20 dan terikat pada beberapa aturan. Puisi lama memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Bersifat anonim karena merupakan puisi rakyat,

Disampaikan secara lisan atau dari mulut ke mulut, dan

Terikat aturan-aturan yang mengatur jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata, maupun rima.

Lebih jelasnya, aturan yang mengikat puisi lama adalah sebagai berikut:

Jumlah kata dalam satu baris,

Jumlah baris dalam satu bait,

Jumlah suku kata dalam tiap baris.

Persajakan atau rima, dan

Irama.

(5)

Gambar 1: Puisi Sandhang dikutip dari buku Sarjana Pernikahan karya M. Adib Fanani yang diterbitkan oleh Media Sutra Atiga 2020.

(6)

Gambar 2 : Puisi Pangan dikutip dari buku Sarjana Pernikahan karya M. Adib Fanani yang diterbitkan oleh Media Sutra Atiga 2020.

(7)

TEMA:

JUDUL PUISI:

Lampiran 2. Instrumen Penilaian Pengetahuan Bentuk penilaian : Tes tulis

Instrumen penilaian : Uraian

Tujuan penilaian : Mengukur pengetahuan siswa dalam menganalisis gaya bahasa (majas) dalam puisi.

Soal Kunci Jawaban Skor

Jelaskan gaya bahasa (majas) yang terdapat dalam puisi Sandhang dan Pangan?

Majas metafora: ...Pakaian adalah aurat....

Majas personifikasi: ...Biarlah terik dan hujan menyapa kita untuk sementara waktu....

Benar 2 skor 10 Benar 1 skor 5 Benar 0 skor 0

Lampiran 3: Instrumen Penilaian Keterampilan Penilaian Produk

Buatlah sebuah puisi dengan memperhatikan unsur pembangun puisi yang meliputi, tema, pesan, tipografi, gaya bahasa, serta diksi yang terinspirasi dari gambar yang telah kalian amati!

(8)

Lembar 4: Instrumen Penilaian Sikap

Lembar Observasi

NO NAMA

PESER TA DIDIK

ASPEK PENILIAN SKOR JUMLAH

SKOR JUJUR DISIPLIN KEAKTIF

AN BERTAN

YA

KERJA SAMA

1 2 3 dst

Kriteria Penilaian

Kriteria Indikator

Nilai Kualitatif Nilai

Kuantitatif

80-100 Memuaskan 4

70-79 Baik 3

60-69 Cukup 2

45-59 Kurang cukup 1

Referensi

Dokumen terkait

Irama dapat dilihat dari asonansi, aliterasi, rima mutlak, rima sempurna, rima tak sempurna, rima awal, rima tengah, rima akhir, rima horisontal, dan rima vertikal..

Hasil penelitian ini berupa struktur yang meliputi bunyi (rima awal, rima tengah, rima akhir, rima sempurna dan rima tidak sempurna), tanda yang terdapat dalam setiap kata dan

Pengulangan kata tersebut menghasilkan rima, irama atau ritme” .Menurut Tarigan (1984:4) says, “ kata puisi berasal dari bahasa Yunani ”poeisis” yang berarti penyair,

Siswa tidak lengkap dalam menuliskan kesimpulan tentang bunyi akhir baris-baris pada setiap bait puisi dan tidak masuk akal. Rublik membuat kesimpulan dari pengamatan

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata, irama dan rima sebagai media penyampaian untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran penyair,

Unsur unsur puisi meliputi majas, irama, kata kata konotasi, dan kata kata berlambang. Unsur tersebut berfungsi sebagai unsur fisik puisi. Di samping itu, ada pula unsur

Penyair atau penulis sangat cermat dalam memilih kata-kata. Hal ini terkait dengan pertimbangan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata itu di tengah

Siswa dapat mendeklamasikan puisi dengan mimik muka yang ekpresif, namun tidak konsisten Siswa dapat mendeklamsikan puisi dengan mimik muka yang kurang ekspresif dari