• Tidak ada hasil yang ditemukan

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ILMU PENGETAHUAN SOSIAL"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

S M P N E G E R I 5 T A P U N G H U L U

KELAS VIII

ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Perdagangan Antardaerah, Antar Pulau dan Internasional

PERANGKAT PEMBELAJARAN

(2)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 5 Tapung Hulu Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester : VIII / Genap

Kompetensi Dasar : 3.3 Memahami keunggulan dan keterbatasan ruang dalam penawaran dan permintaan, teknologi serta pengaruhnya terhadap interaksi antarruang bagi kegiatan ekonomi, sosial, budaya, di Indonesia dan negara-negara ASEAN.

Materi : Perdagangan Antardaerah, Antar Pulau dan Internasional Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit

Pertemuan ke : Pertama

TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui penerapan Model Pembelajaran Exo Olo Task dengan mengamati video (Literasi) peserta didik diharapkan mampu mengananlisis Perdagangan Antardaerah, Antar Pulau, dan Internasional dengan baik dan benar.

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pendahuluan

1. Orientasi (salam, sapa, periksa dan doa).

2. Apersepsi (mengarahkan siswa ke topik yang akan dipelajari dengan cara yang

Menarik). 10’

3. Motivasi (sampaikan tujuan dan manfaat)

Kegiatan Inti SINTAK

Uraian kegiatan Guru dan Siswa

(AKSI, REAKSI, PREDIKSI, SOLUSI) dan Soal/Tugas EXO (C1-C3) dan OLO (C4-C6) Kegiatan Guru

(Aksi, Reaksi, Prediksi dan Solusi)

Kegiatan Siswa

(Aksi, Reaksi, Prediksi dan Solusi) Waktu 1. Penguatan

Konsep

(Kelas ditata dalam bentuk U

atau Pleno)

1. Guru menampilkan kata kunci atau peta konsep materi (PPT atau di Kertas Manila) dan meminta siswa menjelaskan artinya dan kaitanya dengan topik dan Video.

2. Guru mengamati siswa dengan teliti dan jika ada yang kesulitan maka didorong untuk bertanya kepada teman. Jika belum bisa juga maka siswa bisa membuka buku/gawai.

3. Guru memastikan semua siswa sudah memiliki penguasaan materi yang memadai sebelum lanjut ke langkah berikutnya.

1. Siswa mengamati Video, berpikir dan menjelaskan arti kata kunci/peta konsep dan kaitanya dengan topik. (Literasi)

2. Siswa yang belum menguasai kata kunci/peta konsep bertanya kepada teman terdekat. Jika belum bisa juga maka siswa membaca buku atau mengakses sumber2 daring dalam pengawasan guru dan secara bertanggung jawab.

3. Siswa merefleksi penguasaan materinya dan bertanya jika diperlukan.

15’

2. Examination Oriented Task (EXO)

(Kelas ditata dalam bentuk U

atau Pleno)

1. Guru membagikan soal kategori EXO (C1-C3) dan meminta siswa mengerjakannya secara individu atau berpasangan. Diawali dengan petunjuk pengerjaan dan waktu.

2. Guru memimpin pembahasan soal dan meminta perwakilan siswa tampil mempresentasikan hasil kerjanya (siswa dipilih dengan pertimbangan khusus).

1. Siswa mengerjakan soal/tugas kategori EXO (C1-C3) secara individu. Jika kesulitan, siswa bertanya/berdialog dengan teman di sebelah kiri/kanan.

2. Siswa memperhatikan presentasi siswa lain dengan penuh antusias dan memberi tanggapan jika diperlukan.

30’

3. Olympiad Oriented Task (OLO)

(Kelas ditata dalam bentuk Komisi/Kelompok)

1. Guru membagikan soal kategori OLO (C4-C6) dan meminta siswa mengerjakannya dalam kelompok. Diawali dengan petunjuk pengerjaan dan waktu. Guru mendorong terjadinya dialog dan kolaborasi.

2. Guru memimpin pembahasan soal dan meminta perwakilan siswa tampil mempresentasikan hasil kerjanya (siswa dipilih dengan pertimbangan khusus ).

1. Siswa mengerjakan soal/tugas kategori OLO (C4-C6) dalam kelompok. Salah satu soalnya berupa grafik ekspor impor (Numerasi). Dialog dan kolaborasi dilakukan jika menemui kesulitan.

2. Siswa memperhatikan presentasi siswa lain dengan penuh antusias dan memberi tanggapan jika diperlukan .

15’

4. Reflection (Kelas kembali ke

posisi U/Pleno)

Guru meminta siswa melakukan refleksi diri dengan pola Three Ways Conference (1-1-1)

Siswa yang terpilih menyampaikan refleksi diri

terkait pembelajaran. 5’

Penutup

1. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pokok2 materi yang dikuasai setelah belajar.

2. Guru merefleksi pembelajaran dan memberikan apresiasi.

3. Guru menugaskan siswa untuk membaca materi untuk pertemuan berikutnya

4. Guru mengajak siswa bersyukur dan menutup pembelajaran.

1. Siswa menyampaikan pokok2 materi yang telah dikuasai.

2. Siswa dengan antusias menyimak refleksi pembelajaran dan penugasan.

3. Siswa bersyukur. 5’

PENILAIAN

Penilaian Sikap: Observasi/Jurnal; Penilaian Pengetahuan: Tes Tulis (PH), Penugasan (Flipped Learning); Penilaian Keterampilan: Unjuk Kerja Kegiatan diskusi dan presentasi.

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 5 Tapung Hulu

Tapung Hulu, Juli 2021 Guru Mata Pelajaran

Murniati, S.Pd

NIP. 19740623 200701 2 003

Zulkifli, Gr., M.Pd

NIP. 19910320 201903 1 002

(3)

LAMPIRAN INSTRUMEN PENILAIAN

A. PENILAIAN SIKAP I. Teknik penilaian:

observasi/jurnal II. Instrumen penilaian

1. JURNAL PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL Nama Sekolah : SMPN 5 Tapung Hulu Mata Pelajaran : IPS

Kelas/Semester : VIII /Genap Tahun Pelajaran : 2020/2021

Petunjuk:

1. Kegiatan pengamatan dilakukan selama proses (jam) pembelajaran dan/atau di luar jam pembelajaran 2. Pencatatan hanya pada perilaku ekstrim yang ditunjukkan oleh seorang siswa

No. Waktu/

Tanggal

Nama

Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap

Ttd Tindak Lanjut Contoh 1/7/2021 Si A Tidak mengikuti shalat yang

diselenggarakan di sekolah. Ketakwaan - Pembinaan

2. JURNAL PENILAIAN SIKAP SOSIAL

Nama Sekolah : SMPN 5 Tapung Hulu Mata Pelajaran : IPS

Kelas/Semester : VIII /Genap Tahun Pelajaran : 2020/2021

Petunjuk:

1. Kegiatan pengamatan dilakukan selama proses (jam) pembelajaran dan/atau di luar jam pembelajaran 2. Pencatatan hanya pada perilaku ekstrim yang ditunjukkan oleh seorang siswa

No. Waktu/

Tanggal

Nama

Siswa Catatan Perilaku Butir Sikap Ttd Tindak Lanjut

Contoh 01/02/21 Si X

Menolong orang lanjut usia untuk menyeberang jalan di depan sekolah.

Kepedulian - -

B. PENILAIAN PENGETAHUAN KISI-KISI SOAL UH

No. KD Materi Indikator soal Bentuk

Soal

Jlh.

Soal 1. 3.3 Memahami

keunggulan dan keterbatasan ruang dalam penawaran dan permintaan, teknologi serta pengaruhnya terhadap interaksi antarruang bagi kegiatan ekonomi, sosial, budaya, di Indonesia dan negara- negara ASEAN.

Perdagangan Antardaerah/pulau dan Perdagangan Internasional a. Perdagangan

Antardaerah/antarpulau o Pengertian perdagangan

antardaerah/pulau.

o Tujuan perdagangan antarpulau.

o Faktor pendorong dan manfaat perdagangan antarpulau/antardaerah b. Perdagangan Antarnegara o Pengertian dan ruang

lingkup perdagangan antarnegara/internasional.

o Aktivitas perdagangan antarnegara.

o Kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor.

o Faktor pendorong ekspor.

o Manfaat perdagangan antarnegara.

o Faktor pendorong perdagangan antarnegara.

o Perbedaan perdagangan antar pulau dengan perdagangan antarnegara

1. Menjelaskan hubungan peran rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen berdasarkan bagan siklus perekonomian dua sector.

2. Menjelaskan tiga peran pemerintah dalam perekonomian;

3. Mengidentifikasi keunggulan dan keterbatasan sumber daya yang dimiliki Indonesia dan negara-negara ASEAN;

4. Mengidentifikasi peran rumah tangga perusahaan;

5. Menjelaskan komponen pendapatan rumah tangga keluarga;

Uraian

Uraian

Uraian

Uraian

Uraian 1

1

1

1

1

Jumlah soal 5

BUTIR SOAL:

1. Jelaskan pengertian perdagangan!

2. Identifikasilah faktor pendorong terjadinya perdagangan antarpulau!

3. Jelaskan manfaat perdagangan internasional bagi Indonesia!

4. Jelaskan perbedaan antara perdagangan antarpulau dan perdagangan internasional!

5. Jelaskan kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor dan impor dari grafik 5 tahun terakhir !

(4)

RUBRIK PENILAIAN DAN PEDOMAN PENSKORAN

No. Kunci Jawaban Skor Bobot

1. 2 20

2. 2 20

3. 2 20

4. 2 20

5 2 20

Jumlah 10 100

Skor perolehan

Nilai = --- x Bobot soal Skor maksimal

C. PENILAIAN KETERAMPILAN

Berupa Observasi Kegiatan Diskusi dan Presentasi KISI-KISI

No. Kompetensi Dasar Materi Indikator Bentuk

Penilaian 1 4.3 Menyajikan

keunggulan dan keterbatasan ruang dalam penawaran dan permintaan, teknologi serta pengaruhnya terhadap interaksi antarruang bagi kegiatan ekonomi, sosial, budaya, di Indonesia dan negara-negara ASEAN.

Perdagangan Antardaerah/pulau dan Perdagangan Internasional

a. Perdagangan Antardaerah/antarpulau o Pengertian perdagangan

antardaerah/pulau.

o Tujuan perdagangan antarpulau.

o Faktor pendorong dan manfaat perdagangan antarpulau/antardaerah b. Perdagangan Antarnegara

o Pengertian dan ruang lingkup perdagangan

antarnegara/internasional

o Aktivitas perdagangan antarnegara.

o Kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor.

o Faktor pendorong ekspor.

o Manfaat perdagangan antarnegara.

o Faktor pendorong perdagangan antarnegara.

o Perbedaan perdagangan antar pulau dengan perdagangan antarnegara

4.3.1 Keterampilan melaksanakan diskusi dan presentasi tentang Perdagangan Antardaerah/pulau dan Perdagangan Internasional.

Penilaian Kinerja dan Produk

LEMBAR PENILAIAN KETERAMPILAN - UNJUK KERJA 1. Penilaian Kinerja Diskusi dan Presentasi

Dilaksanakan pada saat proses pembelajaran, saat siswa menyampaian hasil diskusi tentang Perdagangan Antardaerah atau Antarpulau dan Perdagangan Internasional. Serta kemampuan siswa dalam menganalisis grafik kegiatan perdagangan internasional berupa Expor dan impor (Numerasi)

(5)

1

Lembar Kerja Peserta Didik Soal Exo Task

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 5 Tapung Hulu Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester : VIII / Dua

Materi : Perdagangan Antardaerah, Antar Pulau dan Internasional Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit

Pertemuan ke : Pertama TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui penerapan Model Pembelajaran Exo Olo Task peserta didik diharapkan mampu mengananlisis Perdagangan Antardaerah, Antar Pulau, dan Internasional

Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling benar!

1. Organisasi kerja sama ekonomi di wilayah Asia Tenggara adalah….

A. ASEAN B. OPEC C. APEC D. AFTA

2. Salah satu contoh perdangan antarnegara adalah... (Literasi)

A. Pak Rudi pedagang salah dari Sleman mengirimkan salak ke Malang

B. Indonesia membeli pewasat Sukoi dari Amerika Serikat

C. Bu Nita membeli batik dari Pekalongan untuk dijual kembali di Medan

D. Dodi membeli durian dari Kalimantan untuk dibawa ke Surabaya

3. Perdagangan yang dilakukan oleh penduduk atau lembaga suatu daerah atau pulau dengan penduduk / lembaga suatu daerah atau pulau dalam satu batas wilayah negara, disebut... .

A. Perdagangan antarnegara B. Perdagangan internasional

C. Perdagangan antarpulau/antardaerah D. Perdagangan ekspor

4. Bu Diah memiliki usaha kerajinan yang dijual ke luar negeri. ditinjau dari aktivitasnya, Bu Diah dikategorikan sebagai....

A. Agen B. Importir C. Eksportir D. Distributor

5.

Menurut data Badan Pusat Statistik atau BPS mengenai perkembangan ekspor dan impor Indonesia per Mei 2020 untuk kegiatan impor di tahun 2020 hingga 42,20 persen jika dibandingkan Mei 2019, artinya terjadi ...

yang cukup tinggi (Numerasi) A. Kenaikan

B. Penurunan C. kestabilan D. Lonjakan

6. Kegiatan tukar-menukar barang dan jasa sesuai dengan kesepakatan bersama tanpa ada unsur pemaksaan merupakan pengertian dari

A. Kebutuhan B. Supermarket C. Distribusi D. Perdagangan

7. Berikut ini merupakan ruang lingkup perdagangan antarnegara berkaitan dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut, kecuali....

A. Perpindahan tenaga kerja dari suatu negara ke negara lain.

(6)

2 B. Perpindahan wisatawan dari dalam

negeri ke luar negeri

C. Perpindahan barang & jasa dari satu negara ke negara lainnya.

D. Perpindahan modal dalam investasi asing dari luar ke dalam negeri.

8. Keuntungan utama ekspor adalah keuntungan dalam bentuk mata uang asing yang disebut...

A. Devisa B. Deposito C. Letter of Credit D. Valas

9. Berikut ini yang bukan merupakan Manfaat Perdagangan Antarpulau / Antardaerah adalah

A. Menyediakan alternatif alat pemuas kebutuhan bagi konsumen

B. Mempercepat jalur distribusi barang dan jasa

C. Memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat

D. Meningkatkan produktivitas

10. Barang-barang yang diimpor ke Indonesia terdiri dua jenis, yaitu

A. Abstrak dan konkret B. Mahal dan murah C. Modal dan konsumsi D. Migas dan nonmigas

11. Faktor-Faktor yang Mendorong adanya Perdagangan Antarnegara adalah sebagai berikut, kecuali (Numerasi)

A. Meningkatkan jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia B. Untuk memenuhi kebutuhan barang

dan jasa dalam negeri

C. Kelebihan jumlah produksi produk di dalam negeri menyebabkan perlu untuk mencari pasar baru untuk pemasaran produk tersebut

D. Adanya perbedaan keadaan seperti SDA, budaya, tenaga kerja, iklim &

jumlah penduduk

12. Ibu Asmirandah membeli barang-barang dari luar negeri untuk dijual kembali di Indonesia, berarti Ibu Asmirandah telah melakukan kegiatan

A. Barter B. Ekspor

C. Valas D. Impor

13. Indonesia mengekspor karet ke Australia, sedangkan Australia mengekspor gandum ke Indonesia. Perdagangan kedua negara terjadi karena

A. Perbedaan SDM B. Perbedaan SDA C. Perbedaan Teknologi D. Adanya efisiensi produksi

14. Sumber utama penambahan devisa negara berasal dari

A. Impor

B. Investasi asing C. Utang luar negeri D. Ekspor

15. Salah satu manfaat perdagangan antar Negara adalah, kecuali

A. Kebutuhan setiap negara dapat tercukupi

B. Dapat memperluas lapangan kerja C. Dapat menurunkan kegiatan produksi D. Meningkatkan persahabatan antar

Negara

(7)

Lembar Kerja Peserta Didik Soal Olo Task

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 5 Tapung Hulu Nama Siswa:_________________

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester : VIII / Dua

Materi : Perdagangan Antardaerah, Antar Pulau dan Internasional Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit

Pertemuan ke : Pertama TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui penerapan Model Pembelajaran Exo Olo Task peserta didik diharapkan mampu mengananlisis Perdagangan Antar Pulau, Antardaerah dan Antarnegara

1. Adanya MEA memberikan dampak bagi kehidupan negara-negara yang ada di ASEAN. Bagi negara yang belum siap menghadapi adanya MEA, maka salah satu dampak yang mungkin terjadi adalah meningkatnya angka pengangguran. Upaya yang bisa dilakukan oleh Indonesia untuk mencegah dampak buruk yang ditimbulkan oleh adanya MEA tersebut adalah….

(Literasi)

A. Menggunakan robot untuk meningkatkan produktivitas industri B. Memudahkan visa kerja untuk tenaga kerja asing

C. Menarik tenaga ahli asing untuk bekerja di indonesia D. Meningkatkan pendidikan dan keterampilan penduduknya Berikan alasan atas jawaban yang diberikan!!

2. Wilayah Bukittinggi, Sumbar dengan tanah yang subur lebih mungkin memproduksi sayur mayur lebih banyak daripada wilayah Tapung Hulu. Contoh diatas merupakan faktor pendorong terjadinya perdagangan antardaerah yaitu... . (Numerasi)

A. Perbedaan tingkat harga B. Perbedaan wilayah

C. Perbedaan faktor produksi yang dimiliki D. Perbedaan ketinggian wilayah

Berikan alasan atas jawaban yang diberikan!!

Alasan jawaban No. 1

Alasan jawaban No. 2

(8)
(9)

BAHAN AJAR

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 5 Tapung Hulu Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas/Semester : VIII / Satu

Materi : Pengaruh perubahan dan interaksi keruangan terhadap kehidupan di negara-negara ASEAN

Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit

Perdagangan Antar Daerah atau Antar Pulau dan Perdagangan

Internasional

(Materi IPS Terpadu SMP Kelas 8 – Halaman 155 s/ d 166)

Keunggulan masing – masing daerah disebabkan karena perbedaan potensi daerah yang satu dengan potensi daerah yang lain. Perbedaan potensi daerah juga bisa terjadi karena perbedaan teknologi. Setiap daerah memiliki keunggulan komparatif tersendiri. Contoh : Lampung memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi dan Jawa Barat memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi beras. Dalam ilmu ekonomi, kedua daerah akan saling menguntungkan jika bersedia bertukar kopi dan beras. Keuntungan dari pertukaran sumber daya inilah yang menyebabkan terjadinya interaksi antar ruang terhadap kegiatan ekonomi, sosial, budaya dan perdagangan di Indonesia dan ASEAN. Perdagangan antar daerah atau antar negara akan terjadi jika ada produk yang diperdagangkan. Untuk menghasilkan produk, diperlukan kegiatan ekonomi berupa aktivitas produksi. Aktivitas produksi akan menghasilkan produk. Produk apa yang dihasilkan bergantung pada sumber daya yang dimiliki oleh suatu daerah. Jawa Barat memproduksi minyak, the, susu, sutra alam, baterai, kertas, semen, beras dan pupuk. Kalimantan Timur memproduksi kayu lapis, gas alam cair, minyak bumi, tenun, Kristal, timah. Jawa Barat menawarkan beras, susu, teh ke Kalimantan Timur. Begitu juga sebaliknya Kalimantan Timur menawarkan minnyak bumi, tenun, kayu Lapis ke jawa barat, sehingga muncul penawaran dan permintaan dari kedua daerah tersebut. Dengan demikian, antara Jawa Barat dan Kalimantan Timur terjadi interaksi ekonomi.

1. Perdagangan dan Perdagangan Antar Daerah / Antar Pulau.

a. Pengertian Perdagangan dan Perdagangan Antar Pulau.

Perdagangan atau perniagaan merupakan kegiatan tukar – menukar barang atau jasa berdasarkan kesepakatan bersama tanpa ada unsur pemaksaan. perdagangan antar daerah atau antar pulau merupakan perdagangan yang dilakukan oleh penduduk / lembaga suatu daerah atau pulau dengan penduduk / lembaga suatu daerah / pulau lain dalam satu batas wilayah negara atas dasar kesepakatan bersama. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau lebih dari 13.000. Lalu bagaimana proses terjadinya perdagangan antar pulau ?. Apa manfaat dari perdagangan antar pulau ?.

b. Tujuan Perdagangan Antar Pulau.

Pada saat sekarang ini, perdagangan antar daerah atau antar pulau tidak lagi dengan cara tradisional, walaupun masih ada beberapa wilayah yang masih mempertahankan cara tradisional. Jual beli online telah memudahkan masyarakat untuk melakukan perdagangan lintas daerah bahkan lintas negara. dengan bantuan alat komunikasi, jasa

(10)

kirim, serta internet, jarak bukan lagi masalah. Perdagangan antar pulau dilakukan oleh beberapa pelaku ekonomi dengan beberapa tujuan. Tujuan adanya perdagangan antar pulau antara lain adalah sebagai berikut :

1. Memperoleh Keuntungan.

Tujuan utama dilakukan perdagangan antar pulau adalah untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan diperoleh dari selisih antara harga beli dengan harga jual. Jika barang diproduksi sendiri, maka keuntungan diperoleh dari selisih antara harga jual dan biaya produksi.

2. Memperluas Jangkauan Pasar.

Perdagangan sampai ke luar daerah atau luar pulau dapat memperluas jangkauan pasar. Jangkauan pasar yang dimaksud adalah jumlah konsumen yang mengonsumsi barang tersebut semakin banyak dan tersebar di berbagai daerah.

Contohnya, produk minyak gosok tradisional dari daerah X dijual ke daerah Y.

Maka, sekarang pengguna minyak gosok tersebut bukan hanya penduduk daerah X, tetapi juga penduduk daerah Y. Semakin lama, minyak gosok semakin dikenal banyak orang, sehingga pengguna minyak gosok tradisional di daerah Y pun juga meningkat.

c. Faktor Pendorong dan Manfaat Perdagangan Antar Pulau / Antar Daerah

1. Faktor pendorong Perdagangan Antar Pulau / Antar Daerah.

a. Perbedaan Faktor produksi yang dimiliki.

Faktor pendorong perdagangan antar daerah antara lain perbedaan faktor produksi yang dimiliki, terutama faktor produksi alam. Daerah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dengan tanah yang subur lebih mungkin memproduksi sayur – mayor lebih banyak dan menjualnya sampai ke luar daerah dibandingkan misalnya daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.

b. Perbedaan tingkat harga antar daerah.

Selain perbedaan kekayaan alam, perbedaan tingkat harga antar daerah juga mendorong terciptanya perdagangan antar daerah. Contoh : di daerah yang kaya akan buah durian, harga durian pasti lebih murah dari daerah lain yang hanya sedikit memiliki pohon penghasil durian. Hal ini juga akan mendorong adanya perdagangan antar daerah.

2. Manfaat Perdagangan Antar Pulau / Antar Daerah.

Manfaat dari perdagangan antar pulau / antar daerah antara lain adalah :

a. Menyediakan Alternative Alat Pemuas Kebutuhan Bagi Konsumen.

Manfaat dari perdagangan antar daerah atau antar pulau antara lain menyediakan alternative alat pemuas kebutuhan bagi konsumen. Perbedaan kandungan alam serta perbedaan produk antar daerah akan menyebabkan barang hasil produknya pun berbeda. Dengan adanya perdagangan antar daerah atau antar pulau, konsumen dapat menikmati produk yang tidak diproduksi di tempat tinggalnya.

b. Meningkatkan Produktivitas.

Pemasaran produk yang makin meluas akan menyebabkan permintaan atau pemesanan terhadap produk menjadi meningkat. hal ini akan mendorong produsen meningkatkan produksi sehingga meningkatkan produktivitas.

c. Memperluas Kesempatan Kerja Bagi Masyarakat.

Peningkatan jumlah barang yang diproduksi dalam jumlah besar akan menyebabkan produsen butuh tenaga kerja tambahan, sehingga aka nada lowongan kerja tambahan. Selain itu, perdagangan lintas daerah juga akan

(11)

memunculkan unit – unit usaha baru, seperti jasa kirim, perluasan transportasi dan sebagainya.

2. Perdagangan Antar Negara.

Pada zaman sekarang, batas dan jarak bukan lagi menjadi penghalang bagi seseorang atau badan untuk melakukan perdagangan. Bahkan antar negara pun dapat melakukan perdagangan dengan mudah. Perdagangan antar negara yang dimaksud adalah individu atau lembaga dari negara kita yang menjual atau membeli barang dari individu atau badan yang ada diluar negeri. Terjadinya aktivitas perdagangan antar negara akan menimbulkan aktivitas yang dinamakan ekspor dan impor.

a. Pengertian dan Ruang Lingkup Perdagangan Antar Negara / Internasional.

Perdagangan antar negara atau sering disebut perdagangan internasional merupakan aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh masyarakat suatu negara dengan masyarakat negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Masyarakat yang dimaksud dapat berupa individu, kelompok, lembaga, pemerintah suatu negara dengan negara lain. Ruang lingkup perdagangan antar negara berkaitan dengan beberapa kegiatan yaitu :

1. Perpindahan barang dan jasa dari suatu negara ke negara lain.

2. Perpindahan modal melalui investasi asing dari luar negeri ke dalam negeri.

3. Perpindahan tenaga kerja dari suatu negara ke negara lain.

4. Perpindahan teknologi dengan mendirikan pabrik – pabrik di negara lain.

5. Penyampaian informasi tentang kepastian adanya bahan baku dan pangsa pasar.

b. Aktivitas Perdagangan Antar Negara. (Numerasi)

Aktivitas perdagangan antar negara terkait dengan dua aktivitas yang disebut dengan ekspor dan impor.

1. Ekspor.

Ekspor merupakan kegiatan menjual barang atau produk ke luar negeri. Ekspor dilakukan oleh seseorang atau badan. Pelaku ekspor ini disebut eksportir. Tujuan utama kegiatan ekspor adalah untuk memperoleh keuntungan. Barang yang diekspor akan dibayar oleh pihak pembeli dengan alat pembayaran berupa mata uang asing atau mata uang luar negeri, seperti Dollar. Mata uang asing ini selanjutnya ditukarkan menjadi Rupiah pada bank dalam negeri. Mata uang asing ini ditampung oleh pemerintah dan disebut sebagai devisa negara. Devisa yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai impor.

2. Impor.

Impor merupakan kegiatan membeli barang dari luar negeri. Seseorang atau badan yang melakukan impor disebut importer. Seorang importer membayar barang yang ia beli dengan mata uang asing. Importir dapat menukarkan uang rupiah mereka dengan mata uang asing di bank dalam negeri. Selanjutnya, digunakan untuk membayar barang yang diimpor.

Barang – barang yang diimpor oleh Indonesia terdiri dari dua macam, yaitu :

a. Barang Migas.

Barang yang termasuk dalam kelompok Migas antara lain minyak tanah, bensin, solar dan elpiji.

b. Barang Non Migas.

Barang yang termasuk kelompok Non Migas antara lain karet, kopi, ikan, kayu lapis, kelapa sawit, serta barang tambang non migas seperti nikel dan batubara.

c. Kebijakan Pemerintah Untuk mendorong Ekspor.

1. Memberi Kemudahan kepada Produsen Barang Ekspor.

(12)

Dalam kebijakan yang pertama ini, untuk meningkatkan ekspor, pemerintah dapat memberikan beberapa kemudahan bagi produsen barang ekspor.

Kebijakan yang mendukung peningkata ekspor antara lain berupa kemudahan mengurus perizinan serta memberikan fasilitas kepada produsen barang ekspor. Fasilitas dapat berupa pemberian bantuan teknologi, pelatihan inovasi produk, bantuan kredit dengan bunga rendah. Hal ini akan menjadikan produsen menjadi semangat untuk berproduksi. Harga faktor produksi yang murah dapat menurunkan harga jual sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan.

2. Menjaga Kestabilan Nilai Tukar Rupiah.

Kestabilan nilai tukar rupiah sangat penting bagi eksportir karena nilai tukar rupiah yang stabil terhadap nata uang asing akan mempermudah para eksportir untuk menghitung biaya produksi produk ekspornya. Dengan kepastian nilai Rupiah, para eksportir lebih mudah dalam menentukan harga produknya di pasar internasional. Keadaan ini akan mengurangi tingkat keraguan eksportir untuk melakukan ekspor pada produk mereka.

3. Membuat Perjanjian Dagang Internasional.

Perjanjian mengenai perdagangan internasional telah banyak dilakukan oleh beberapa negara. Perjanjian ini mencakup kesediaan masing – masing negara untuk menjadi pembeli atau penjual suatu barang, sehingga masing – masing negara memperoleh keuntungan. Penjual atau eksportir mempunyai pasar dengan perlindungan istimewa dari perjanjian tersebut. Selain itu, pembelli juga dapat mempunyai penjual yang telah memenuhi kriteria sesuai perjanjian.

4. Meningkatkan Promosi.

Dalam rangka mengenalkan produk dalam negeri di pasaran internasional, promosi menjadi hal yang sangat penting. Pelaksanaan promosi dapat berupa kegiatan pameran dagang, festival olah raga, seni maupun kegiatan lainnya yang dapat berfungsi sebagai promosi. Promosi dagang tersebut dilakukan oleh individu, lembaga swasta maupun pemerintah. Pemerintah dapat menangani promosi dan pusat informasi dagang di luar negeri. Contohnya, kantor – kantor pusat promosi dagang Indonesia atau Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC), yang mengusahakan agar produk – produk Indonesia dikenal di luar negeri.

Pemerintah telah mengusahakan membuat berbagai kebijakan terkait dengan ekspor untuk mendorong berkembangnya produsen dalam negeri. Akan tetapi, pada pelaksanaannya, terdapat pula beberapa hal yang dapat mempengaruhi lancar atau tidaknya perkembangan ekspor suatu negara.

d. Faktor Pendorong Ekspor. (Numerasi)

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi ekspor, baik dalam negeri ataupun luar negeri, diantaranya :

1. Keadaan Pasar Luar Negeri.

Besar atau kecilnya permintaaan dari berbagai negara dapat mempengaruhi harga di pasar dunia. Apabila permintaan di pasar dunia lebih banyak dari pada penawaran, maka harga cenderung naik. Sebaliknya, apabila penawaran lebih banyak dari permintaan, maka harga cenderung turun. keadaan ini akan mempengaruhi para eksportir untuk meningkatkan atau menurunkan ekspornya.

2. Keuletan Eksportir untuk Menangkap Peluang Pasar.

Seorang eksportir harus pandai menangkap dan memanfaatkan peluang pasar.

Dengan kepandaian tersebut, mereka dapat memperoleh wilayah pemasaran yang luas. Oleh karena itu, para eksportir harus ahli di bidang strategi pemasaran.

(13)

3. Kondisi Sosial, Ekonomi, Politik Suatu Negara.

Bidang ekonomi, sosial dan politik merupakan bidang yang terkait satu sama lain.

Ketika ada ketidakstabilan pada salah satu bidang, maka bidang lain akan terpengaruh. Contohnya negara tujuan ekspor sedang mengalami kerusuhan politik berupa perang antar suku. Hal tersebut tentu sangat mempengaruhi keberlangsungan proses ekspor ke negara tersebut.

e. Manfaat Perdagangan Antar negara.

Menurut sadono Sukirno (2010), manfaat perdagangan antar negara adalah sebagai berikut :

1. Memperoleh Keuntungan.

Manfaat dari perdagangan adalah memperoleh keuntungan. Dengan adanya spesialisasi, yaitu produk unggul yang khas di tiap – tiap negara, produsen dapat menghasilkan produk dengan efisien. Perdagangan antar negara menyebabkan produsen semangat memaksimalkan produktivitas mereka tanpa khawatir kelebihan produknya tidak akan terjual. Sebab, mereka dapat menjualnya ke luar negeri.

2. Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri.

Setiap negara memiliki sumber daya yang belum dimiliki oleh negara lain, sehingga hasil produksi tiap negara pun berbeda pula. Banyak faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut, antara lain kondisi geografis, iklim, penguasaan teknologi. Dengan adanya perdagangan antar negara, setiap negara dapat bertukar hasil produksi untuk memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negara mereka.

3. Menjalin Persahabatan antar negara.

Jalinan persahabatan antar negara menjadi hal yang sangat penting di era globalisasi. Adanya perdagangan antar negara akan lebih memudahkan terjalinnya persahabatan. Hubungan yang baik di bidang ekonomi akan mempengaruhi hubungan di bidang yang lain, seperti pendidikan, kesehatan, sosial serta kemanusiaan.

4. Transfer Teknologi Modern.

Untuk menggunakan barang – barang impor berteknologi tinggi, dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan tertentu. Maka, pada umumnya importer memberikan pelatihan penggunaan teknologi tersebut. Hal ini akan mempercepat terjadinya transfer teknologi modern.

f. Faktor – faktor yang Mendorong Perdagangan Antar Negara.

Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan antar negara, diantaranya :

1. Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri.

2. Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.

3. Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi

dalam mengolah sumber daya ekonomi.

4. Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk

menjual produk tersebut.

5. Adanya Perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja,

budaya dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi.

6. Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara

lain.

7. Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup

sendiri.

(14)

g. Perbedaan Perdagangan Antar Pulau dengan Perdagangan Antar Negara.

Ada Tiga (3) perbedaan utama antara perdagangan antar negara dan perdagangan domestic / perdagangan antar pulau, yaitu sebagai berikut :

1. Peluang Perdagangan yang lebih Luas. (Numerasi)

Pada perdagangan antar negara, suatu negara dapat menjual barang / jasanya ke negara lain dan bisa membeli barang / jasa dari negara lain. Dalam perdagangan antar pulau, kita hanya dapat melakukan perdagangan antar daerah atau pulau dalam lingkuo satu negara. Jika tidak ada perdagangan antar negara, orang Indonesia tidak bisa memiliki mobil, Orang Amerika belum dapat makan pisang, seluruh dunia tidak dapat menikmati film Holliwood, dll.

2. Adanya Kedaulatan Bangsa.

Pada perdagangan antar negara, bangsa – bangsa dapat mengatur aliran barang / jasa, tenaga kerja dan keuangan. Negara – negara menunjukkan kedaulatannya disini. Sementara di perdagangan domestic, aliran perdagangan berjalan secara bebas tanpa regulasi yang berarti dari negara.

3. Penggunaan Kurs Tukar.

Dalam melakukan perdagangan antar negara, negara – negara menggunakan kurs tukar yang berbeda – beda. Ini berbeda dengan perdagangan domestic yang hanya menggunakan satu kurs tukar. Perdagangan antar negara juga membutuhkan system keuangan antar negara yang dapat memastikan kelancaran aliran mata uang ini.

Untuk mendukung perkembangan perdagangan di Indonesia, perlu dikembangkan sector yang potensial untuk mendukung perdagangan, yaitu ekonomi maritime dan agrikultur.

(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)

Referensi

Dokumen terkait

Lembaga yang berhak mengedarkan uang sebagai alat pembayaran yang sah adalah ..B. Pada tahun 1619, VOC berpindah markas ke Batavia atas prakarsa

Sikap penduduk di daerah Timur Laut Pulau Pinang terhadap mesej kempen adalah sangat positif dan penduduk juga mengamalkan mesej kempen seperti yang telah disarankan

Guru bertanya jawab dengan siswa tentang cara-cara yang dilakukan untuk merawat berbagai jenis koleksi benda... dokumen dan koleksi

(12) pengembangan lembaga teknologi pangan dan kegiatan penelitian; (13) penyempurnaan tataniaga dan distribusi pangan untuk meningkatkan efisiensi perdagangan antar pulau/antar

Perdagangan antar daerah adalah perdagangan yang dilakukan dalam suatu wilayah negara dan pulau oleh dua pihak atau lebih berdasarkan kesepakatan bersama.. Salah satu contoh

Manusia sebagai makhluk ekonomi adalah manusia yang dalam melakukan tindakan ekonomi bertindak secara efisien, mempertimbangkan pengorbanan yang dilakukan dan

 Perdagangan rempah antar pulau dan Perdagangan rempah antar pulau dan daerah pada daerah pada akhirnya melahirkan hubungan dagang akhirnya melahirkan hubungan

Banyak contoh pekerjaan yang dilakukan dengan cara bekerja sama dengan lingkungan tetangga kita.. Setelah mempelajari materi pada bab ini kamu diharapkan dapat