1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Good Morning Hard Rockers Show (GMHR) adalah salah satu program di 89,7 Hard Rock FM Surabaya yang sudah mengudara selama 10 tahun sejak tahun 2002. Program yang disiarkan setiap hari Senin – Jumat pukul 06.00 – 10.00 pagi ini bertujuan untuk menemani Hard Rockers (sebutan untuk pendengar radio Hard Rock FM) mengawali aktivitasnya seharian. Program GMHR ini awalnya dipandu oleh Ivan Arbani dan Meity Piris. Duet ini terkenal dengan gaya siarannya yang lucu, kompak, sedikit nakal, dan sangat dekat dengan pendengarnya. Program ini juga mempunyai beberapa insert atau segmen yang tidak dimiliki oleh radio lain dan menjadikan signature siaran GMHR seperti “Jam Weker”, program yang menjahili orang via telepon, dan “Birthday Beat” yang memberikan kejutan kepada Hard Rockers yang berulang tahun. Karena duet ini sukses, pendengar setia acara ini yang disebut Koncoplexxx memberikan julukan kepada Ivan-Meity sebagai Suhu CongTi (Congor Sakti – Mulut Sakti). Dengan Suhu CongTi dan pendengar setianya, Koncoplexxx, GMHR pernah menjadi acara morning show yang paling didengar oleh warga Surabaya. Survey internal dari Hard Rock FM (2004) menyebutkan kalau GMHR menjadi acara populer di pendengar (53%), dan acara terfavorit (38%) dari 1000 Hard Rockers yang disurvey waktu itu (Research & Development Department Hard Rock FM, 2004). Angka ini adalah presentase yang paling tinggi di antara program Hard Rock FM yang lain. Menurut data dari AC Nielsen tahun 2005 Wave 3, GMHR (Hard Rock FM) pernah menyentuh angka 20.000 pendengar di Surabaya, yang artinya kurang lebih 20.000 orang mendengarkan siaran GMHR setiap harinya.
Karena prestasi inilah yang membuat GMHR menjadi salah satu acara unggulan dari Hard Rock FM Surabaya sampai sekarang. (Research & Development Department Hard Rock FM, 2012)
Seiring dengan tuntutan kreativitas yang semakin tinggi, tidak jarang program GMHR kelewatan dalam berkreasi. Akibatnya, baik program atau penyiarnya tidak
Jatim) atas konten siaran yang berlebihan. Puncaknya, tanggal 16 November 2010, GMHR pernah diprotes masyarakat atas penayangan insert “Jam Weker” yang juga tayang di SBO TV, di mana saat itu Ivan Arbani menjahili orang via telepon dan mengucapkan kata-kata “Astaghfirullah” sebanyak lebih dari 5 kali ke penelpon yang baru saja melakukan ‘malam pertama’ setelah menikah. Karena protes yang keras, membuat hari tersebut menjadi hari terakhir duet Ivan Arbani dan Meity Piris bersiar di GMHR, dan kemudian digantikan oleh duet penyiar yang lain.
Pengganti Ivan Arbani dan Meity Piris di GMHR adalah duet Angga Prameswara dan Mika Affandy, yang dikenal sebagai AM Show (Angga Mika Show – AM merujuk ke waktu pagi) (2010-2011) dan duet Angga Prameswara dan Citra Permata yang dikenal sebagai AADC (Ada Angga Dan Citra) (2011-sekarang).
Dengan pergantian penyiar GMHR, ternyata mengakibatkan pendengar Hard Rock FM menurun. Survey AC Nielsen 2012 Wave 1 menunjukkan pendengar Hard Rock FM adalah 66.000, Wave 2 turun menjadi 54.000, dan Wave 3 adalah 0 (dibawah 1000 orang) (Data AC Nielsen di Hard Rock FM, 2012). Turunnya jumlah pendengar ini cukup signifikan, padahal dari bentuk program dan kreatif acara tidak banyak berubah, dan treatment dari produser atau bentuk kreatif dari acara GMHR sendiri tidak banyak berubah. Menurut wawancara dengan Manit, produser GMHR periode 2009-2010 (Wawancara dengan Manit, 16 November 2012), secara umum bentuk program GMHR jaman Ivan-Meity atau Angga-Citra tidak terlalu banyak perubahan.
Produser memberikan script siaran yang akan dibacakan oleh penyiar dan secara bentuk kreatif juga tidak terlalu banyak ada perubahan, kecuali insert ”Jam Weker”
yang dihentikan akibat kasus yang terjadi di November 2010.
Menurut wawancara dengan Dego Taharuddin, Program Director Hard Rock FM (2012), program GMHR termasuk program prime time di Hard Rock FM bersama dengan Drive & Jive. Sebagai program prime time, GMHR menjadi ‘pilar’
pagi atau kekuatan program Hard Rock FM di pagi untuk menjaring pendengar, sehingga pendengar akan tetap mendengarkan Hard Rock FM seharian penuh.
Sehingga, penyiar dari program GMHR juga harus mempunyai peran yang bagus
untuk menjaring pendengar, dan membuat pendengar tetap mendengarkan Hard Rock FM.
Radio adalah salah satu media massa elektronik yang mempunyai keunggulan dalam bidang auditori (suara). Secara psikologis suara adalah sensasi yang terpersepsikan ke dalam kemasan auditif. Suara dalam radio adalah kombinasi tekanan emosional, perseptual, dan fisikal yang timbul dan berasal dari suatu suara yang termediasi teknologi yang kemudian menimbulkan formasi imajinasi visual tertentu di benak pendengar. Setiap suara memiliki komponen visual yang menciptakan gambaran. Percampuran antara kata, musik, dan efek suara lainnya akan mempengaruhi emosi pendengar serta mengajak mereka berada di lokasi kejadian yang dikomunikasikan, yang kemudian dikenal dengan konsep theatre of mind (Masduki, 2004, p.16). Dengan menggunakan theatre of mind, kita mampu menghadirkan sebuah brand sekaligus menanamkan pesan ke dalam benak pendengar melalui suara (Hakim, 2006, p.40). Kemampuan memberikan gambaran dari tuturan kalimat yang diucapkan penyiar akan membantu pendengar agar tetap menyimak sebuah acara (Masduki, 2004, p.18-19).
Radio, sebagai salah satu bentuk media massa yang tidak kalah saing dengan media massa lain, seperti televisi, surat kabar, majalah dan internet. Hal tersebut tampak dalam riset Media Scene 2008 bahwa Media Penetration Type Media 2007- 2008 radio mengalami penetrasi tertinggi setelah televisi yaitu sebesar 44,23%.
Mengingat fungsi radio sebagai media massa yang bersifat auditif, maka fungsi yang menonjol adalah menghibur (to entertain). Hal tersebut dibuktikan melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh Paul Lazarsfeld pada tahun 1945 di Amerika Serikat, bahwa kira-kira setengah dari pendengar radio menggunakan radio bukan untuk tujuan pendidikan, akan tetapi untuk hiburan dan informasi. Penelitian radio yang dilakukan oleh Jessica Staples tahun 1998 juga mengatakan bahwa sebagian besar orang mendengarkan radio karena dua alasan utama yaitu untuk mendapatkan informasi dan hiburan (Staples, 1998, p.80). Oleh karena itu, program siaran radio harus memperhatikan teknik penyiaran yang baik, agar tidak terjadi hambatan
identitas radio sebagai media auditif. Sekaligus bisa berkompetisi dengan media radio lainnya.
Penyiar radio adalah orang yang mampu mengomunikasikan gagasan, konsep, dan ide, serta bertugas membawakan atau menyiarkan suatu program acara di radio.
Dalam hal ini, penyiar radio memiliki tanggung jawab terhadap acara yang sedang dibawakannya sehingga dapat berlangsung dengan lancar (Yulia, 2010, p. 17).
Penyiar adalah narasumber dan sumber segala informasi yang diberikan kepada pendengar. Dalam sebuah siaran radio, fungsi penyiar bisa diibaratkan sebagai ujung tombak, etalase dan filter terakhir karena penyiar yang mengomunikasikan pesan, baik iklan lagu dan sebagainya. Itulah penyiar tampil sebagai wakil dari radio tempat dia bekerja.
Ada dua teknik siaran yang harus dikuasai oleh seorang penyiar. Pertama, teknik Ad Libitum, yaitu teknik siaran dengan cara berbicara santai, enjoy, tanpa beban atau tanpa tekanan, sesuai dengan seleranya (ad libitum means to speak at pleasure, as one wishes, as one desires) dan tanpa naskah. Kedua, teknik membaca naskah (spoken reading). Dalam teknik ini, penyiar melakukan siaran dengan cara membaca naskah siaran yang sudah disusun sendiri atau dengan bantuan script writer. (Romli, 2009, p.39)
Peran penyiar sangatlah penting, maka dengan itu bagaimana seorang penyiar melakukan aktivitas siaran khususnya dalam bertutur sehingga pendengar merasa nyaman untuk selalu mendengarkan. Untuk itulah peneliti ingin melihat bagaimana peran penyiar di program Good Morning Hard Rockers dalam menjaring pendengarnya.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang ada di latar belakang tersebut, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran penyiar di program Good Morning Hard Rockers dalam menjaring pendengarnya.
1.3. Tujuan Penelitian
Dari perumusan masalah yang telah ditentukan sebelumnya maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran penyiar di program Good Morning Hard Rockers dalam menjaring pendengarnya.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang bisa didapat dari penelitian tentang peran penyiar di program Good Morning Hard Rockers dalam menjaring pendengarnya adalah sebagai berikut:
1. Manfaat akademis
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya wawasan keilmuan tentang peran penyiar di radio, dan bidang ilmu penyiaran dan ilmu komunikasi pada umumnya.
2. Manfaat praktis
Hasil penelitian dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi bagi radio Hard Rock FM agar dapat menerapkan strategi programming yang tepat, dalam hal ini adalah pemilihan penyiar pada sebuah program. Selain itu juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan penyiar yang bersangkutan.
1.5. Batasan Masalah
Agar penelitian ini lebih fokus dan mudah dipahami sesuai dengan tujuan pembahasan, dan untuk memperjelas lingkup masalah yang dibahas, maka perlu dilakukan pembatasan masalah. Adapun batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Masalah yang diteliti adalah bagaimana peran penyiar dalam menjaring pendengar.
2. Program radio yang diteliti adalah program Good Morning Hard Rockers, di Hard Rock FM Surabaya, dengan penyiarnya adalah Angga Prameswara dan Citra Permata.
3. Penelitian dilakukan selama dari tanggal 1 November – 16 November 2012
1.6. Sistematika Penulisan
Pembahasan dalam skripsi ini diuraikan dalam 5 bab dimana masing-masing bab akan dijabarkan sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab ini mengemukakan latar belakang permasalahan, perumusan masalah, tujuan yang ingin dicapai, manfaat yang ingin diberikan, dan sistematika pembahasan.
BAB 2 LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan dijelaskan tentang teori-teori yang dipakai sesuai rumusan masalah. Peneliti menggunakan teori radio sebagai media massa, format program radio, penyiaran radio (radio announcing), penyiar radio, jenis-jenis penyiar, penyiar dan pendengar, fenomenologi, nisbah antar konsep, dan kerangka pemikiran.
BAB 3 METODE PENELITIAN
Pada bab ini akan dijelaskan tentang definisi konseptual, jenis penelitian, metode penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
BAB 4 ANALISIS DATA
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai gambaran umum objek peneltian, deskripsi data, dan analisis data.
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisikan tentang kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis dan pembahasan, serta saran-saran yang berhubungan dengan analisis dan pembahasan tersebut.