25
Universitas Kristen Petra
3. METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survei. Menurut Hermawan (2005, p.31) penelitian kuantitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang bersifat obyektif, mencakup pengumpulan dan analisis data kuantitatif serta menggunakan metode pengujian statistik. Metode survei adalah metode penelitian yang menggunakan angket sebagai sarana untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan. Dari data-data yang telah dikumpulkan, peneliti ingin mengetahui pengaruh kepuasan terhadap kompensasi finansial dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT Anugerah Gaya Abadi.
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian 3.2.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2010, p.61).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Anugerah Gaya Abadi yang berjumlah 68 orang yang terdiri dari karyawan office dan karyawan outlet.
3.2.2 Sampel
Eriyanto (2007, p.9) menjelaskan pengertian sampel sebagai bagian dari populasi atau representasi dari populasi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu non-probability sampling dengan menggunakan purposive sampling. Menurut Sugiyono (2010, p.120) “Non- probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberi peluang / kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel”. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2010, p.218). Dari total keseluruhan jumlah karyawan PT Anugerah Gaya Abadi sebanyak 68 orang, peneliti hanya memakai sampel sebanyak 35 orang yang merupakan karyawan outlet karena
26
Universitas Kristen Petra
mereka yang langsung terjun di lapangan dan mengerti dengan baik bagaimana kondisi lapangan. Karyawan outlet yang berhubungan langsung dengan customer, melakukan transaksi dengan customer, dan sebagai penentu tercapainya target penjualan yang ditetapkan oleh perusahaan. Kinerja karyawan outlet akan sangat berpengaruh dan penting bagi tercapainya target dan tujuan perusahaan.
3.3 Definisi Operasional Variabel
Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel bebas (independent variable), yaitu Kepuasan terhadap Kompensasi Finansial (X1) dan Motivasi Kerja (X2) dan satu variabel terikat (dependent variable) yaitu Kinerja Karyawan (Y). Definisi operasional dari masing-masing varibel adalah sebagai berikut:
A. Kepuasan terhadap Kompensasi Finansial (X1) adalah tingkat kepuasan atau ketidakpuasan karyawan terhadap semua kompensasi finansial baik kompensasi finansial langsung ataupun tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang telah diberikan kepada perusahaan.
Kepuasan terhadap Kompensasi finansial diukur melalui indikator-indikator:
1. Gaji
Gaji yang diberikan perusahaan dapat memenuhi kebutuhan karyawan dan sesuai dengan beban pekerjaannya.
2. Komisi
Komisi yang diterima karyawan sesuai dengan target penjualan yang tercapai.
3. Tunjangan kesehatan
Tunjangan kesehatan yang diberikan oleh perusahaan cukup untuk menanggung biaya pengobatan karyawan yang sakit.
4. Tunjangan hari raya
Tunjangan hari raya yang diberikan perusahaan sudah sesuai dengan peraturan yang ada.
5. Cuti tahunan
Hak cuti tahunan yang diberikan oleh perusahaan sesuai dengan harapan karyawan.
27
Universitas Kristen Petra
6. Cuti hamil
Hak cuti hamil yang diberikan oleh perusahaan sesuai dengan harapan karyawan.
B. Motivasi Kerja (X2) adalah semangat kerja pada diri karyawan yang menggerakkan diri karyawan agar dapat bekerja maksimal sehingga target kerja yang diinginkan dapat tercapai. Motivasi kerja seseorang dapat dilihat dari tiga unsur yaitu arah perilaku, tingkat usaha, dan tingkat kegigihan dalam bekerja. Indikator dari tiap unsur tersebut adalah :
1. Arah perilaku
a. Tingkat kehadiran kerja.
b. Ketaatan pada peraturan kerja dalam perusahaan.
c. Dapat bekerja sama dengan rekan kerja.
2. Tingkat usaha
a. Kesungguhan dalam bekerja 3. Tingkat kegigihan
a. Pantang menyerah dan tidak mudah putus asa.
C. Kinerja Karyawan (Y) adalah suatu hasil perilaku karyawan outlet PT Anugerah Gaya Abadi yang dinilai oleh enam kriteria atau standar mutu suatu hasil kerja yaitu kualitas kerja, produktivitas, pengetahuan pekerjaan, kehandalan, kehadiran, dan kemandirian. Indikator dari tiap kriteria atau standar mutu tersebut adalah :
1. Kualitas kerja
a. Kesesuaian hasil kerja dengan standar perusahaan.
2. Produktivitas
a. Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan.
b. Penyelesaian kuantitas pekerjaan.
3. Pengetahuan pekerjaan
a. Pengetahuan terhadap bidang tugas.
4. Kehandalan
a. Dapat dipercaya dalam menyelesaikan pekerjaan.
b. Kejujuran dalam bekerja.
28
Universitas Kristen Petra
5. Kehadiran
a. Ketepatan waktu masuk kerja.
b. Kesesuaian jam pulang kerja dengan peraturan yang berlaku.
6. Kemandirian
a. Kemampuan bekerja dengan supervisi minimal.
b. Kemampuan bekerja tanpa bantuan orang lain.
3.4 Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini jenis dan sumber data yang digunakan adalah:
3.4.1 Data Primer
Data Primer adalah data yang didapatkan dari sumber informasi yang pertama (Kuncoro, 2009, p.145). Dalam penelitian ini, sumber data primer diperoleh langsung melalui angket yang akan dibagikan oleh peneliti dan angket tersebut akan diisi oleh karyawan outlet PT Anugerah Gaya Abadi.
3.4.2 Data Sekunder
Menurut Kuncoro (2009, p.148) “data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain”. Jadi, data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber kedua atau pihak lain. Data sekunder yang digunakan untuk penelitian ini berupa profil PT Anugerah Gaya Abadi yaitu sejarah singkat, struktur organisasi, jumlah karyawan, dan job description,
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Menurut Kuncoro (2003, p.18), “Pengumpulan data merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian karena bagian ini merupakan bagian yang mempengaruhi kualitas analisis yang di dalamnya mengandung informasi yang akan berdampak pada ketepatan keputusan yang akan diambil”. Data primer maupun data sekunder sangat diperlukan dalam pengumpulan data hingga kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:
Penelitian Lapangan (Field Research)
Penelitian ini dilakukan secara langsung melalui penyebaran angket kepada karyawan outlet PT Anugerah Gaya Abadi. Menurut Arikunto (2009, p.102-
29
Universitas Kristen Petra
103) “Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang tersebut bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna”. Dalam penelitian ini, angket yang digunakan dan disebarkan kepada responden adalah angket tertutup. Alasan dari penggunaan angket tertutup ini adalah agar peneliti dapat memahami batasan- batasan variabel berupa jawaban-jawaban dari responden, dan juga responden dapat dengan cepat memahami pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam angket tersebut dengan memberikan jawaban langsung dalam pengisian angket tanpa keluar dari batasan-batasan variabel jawaban yang ada di dalam angket.
3.6 Skala Pengukuran
Peneliti menggunakan penghitungan dengan skala Likert satu sampai lima.
Menurut Sugiyono (2010, p.93) “Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial”. Skala likert banyak digunakan untuk riset-riset SDM yang menggunakan metode survei.
Dengan skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak ukur menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan.
No. Keterangan Skor
1. Sangat Setuju 5
2. Setuju 4
3. Ragu-Ragu 3
4. Tidak Setuju 2
5. Sangat Tidak Setuju 1
(Sumber: Sugiyono, 2010, p.94)
30
Universitas Kristen Petra
3.7 Teknik Analisis Data
Alat ukur yang digunakan adalah angket. Jumlah responden yaitu 35 orang. Kevalidan hasil angket ini dibuktikan dengan program SPSS 21.0. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif.
3.7.1 Validitas dan Reliabilitas
Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, maka dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas.
3.7.1.1 Uji Validitas
Priyatno (2014, p.51) berpendapat bahwa uji validitas merupakan uji instrumen data untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur tingkat kebenaran data. Pengujian validitas pada penelitian ini dilakukan dengan metode korelasi Pearson, yaitu dengan cara mengorelasikan skor item dengan skor total. Langkah-langkah analisis uji validitas pada SPSS 21.0:
1. Buat skor total masing-masing item variabel 2. Klik Analyze >> Correlate >> Bivariate.
3. Pada kotak dialog Bivariate Correlations, masukkan semua variabel ke kotak Variables.
4. Klik tombol OK
3.7.1.2 Uji Reliabilitas
Menurut Priyatno (2014, p.64) uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi dan kehandalan suatu alat ukur. Uji reliabilitas juga dimaksudkan untuk mengukur angket yang merupakan indikator dari variabel. Reliabilitas diukur dengan uji statistik cronbach’s alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai cronbach alpha > 0,6. Perhitungan reliabilitas menggunakan program SPSS. Langkah-langkah analisis uji reliabilitas pada SPSS 21.0:
1. Buka program SPSS 21.0
2. Klik Analyze >> Scale >> Reliability Analysis
3. Pada kotak dialog Reliability Analysis, masukkan item-item variabel ke kotak Items.
4. Klik tombol OK.
31
Universitas Kristen Petra
5. Lihat output Reliability Statistics, jika nilai cronbach’s alpha > 0,6 maka instrumen varibel angket bisa dikatakan reliabel.
3.7.2 Uji Asumsi Klasik
Sebelum analisis dengan model regresi linier berganda dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik agar hasil perhitungan dapat diinterpretasikan dengan akurat. Uji asumsi klasik yang dilakukan meliputi:
3.7.2.1 Uji Normalitas
Menurut Priyatno (2014, p.90) pengujian normalitas memiliki tujuan untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Untuk menguji normalitas, dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov. Normalitas dapat dilihat dari nilai signifikansinya. Jika Sig. > 0,05 maka nilai residual berdistribusi normal, sedangkan jika Sig. < 0,05 maka nilai residual tidak berdistribusi normal.
Langkah-langkah analisis uji normalitas pada SPSS 21.0:
1. Buka program IBM SPSS Statistics 21.0
2. Klik Analyze >> Nonparametric Tests >> Legacy Dialogs >> 1 Sample K-S 3. Pada kotak dialog One Sample Kolmogorov-Smirnov Test.
4. Masukkan varibel ke kotak Test Variable List 5. Klik tombol OK
6. Pada hasil output NPar Tests, jika nilai signifikansi (Asymp Sig 2-tailed) >
0,05 maka data berdistribusi normal, sedangkan jika nilai signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
3.7.2.2 Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antarvariabel bebas atau independen. Hubungan linear antar variabel inilah yang disebut dengan multikolinearitas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel bebas (Priyatno, 2014, p.99).
Cara untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala multikolinieritas antara lain dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan Tolerance, apabila nilai
32
Universitas Kristen Petra
VIF kurang dari 10 dan Tolerance lebih dari 0,1 maka dinyatakan tidak terjadi multikolinieritas. Langkah-langkah analisis uji multikolinieritas pada SPSS 21.0:
1. Buka program IBM SPSS Statistics 21.0 2. Klik Analyze >> Regression >> Linear
3. Pada kotak Linear Regression, masukkan varibel terikat ke kotak Dependent, dan variabel bebas ke kotak Independent.
4. Beri tanda centang pada Collinearity diagnostics, kemudian klik Continue 5. Klik OK.
6. Pada hasil output Coefficients, jika nilai Tolerance variabel lebih dari 0,10 dan VIF kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas.
3.7.2.3 Uji Heterokedastisitas
Menurut Priyatno (2014, p.108) heterokedastisitas adalah varian residual yang tidak sama pada semua pengamatan di dalam model regresi. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
Kebanyakan data cross section mengandung situasi heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran (kecil, sedang dan besar).
Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan meregresikan nilai absolut residual dengan variabel independennya atau dengan menggunakan uji glejser.
Ada tidaknya heteroskedastisitas dapat diketahui dengan melihat tingkat signifikansinya terhadap α = 5%. Jika nilai signifikansi antara variabel independen dengan residual lebih dari 0,05 , maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Langkah- langkah analisis uji heteroskedastisitas pada SPSS 21.0:
1. Buka program IBM SPSS Statistics 21.0 2. Klik Analyze >> Regression >> Linear
3. Pada kotak Linear Regression, masukkan varibel terikat ke kotak Dependent, dan varibael bebas ke kotak Independent.
4. Klik tombol Save, kemudian muncul kotak dialog Linear Regression Save.
5. Pada Residuals, beri tanda centang pada “Unstandardized”, kemudian klik Continue.
33
Universitas Kristen Petra
6. Klik tombol OK. Kemudian muncul variabel baru (RES_1)
7. Mencari nilai absolute dari nilai residual, klik Transform >> Compute Variable
8. Pada kotak dialog Compute Variable, masukkan nama varibel baru yang akan dibuat pada kotak Target Variable.
9. Pada kotak Numeric Expression ketikkan ABS (lalu masukkan variabel Unstandardized Residual (RES_1)), kemudian klik tombol OK.
10. Untuk meregresikan nilai variabel independen dengan absolute residual dengan cara klik Analyze>>Regression>>Linear
11. Masukkan variabel ABS_RES ke kotak Dependent, kemudian masukkan variabel bebas ke kotak Independent.
3.7.3 Analisis Regresi Linier Berganda (Multiple regression analysis)
Menurut Sugiyono (2010, p.277), “Analisis regresi linier berganda adalah analisis yang digunakan peneliti, bila bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya)”.
Dalam analisis ini yang ingin diperoleh adalah ada tidaknya hubungan sebab- akibat antara variabel-variabel tersebut, variabel yang menyebabkan terjadinya perubahan terhadap variabel lain disebut variabel bebas (independent), sedangkan variabel yang terkena pengaruh variabel lainnya disebut variabel terikat (dependen). Langkah-langkah analisis regresi linier berganda pada SPSS 21.0:
1. Buka program IBM SPSS Statistics 21.0 2. Klik Analyze>>Regression>>Linear
3. Masukkan variabel bebas ke kotak Independent dan variabel terikat ke kotak Dependent.
4. Klik tombol OK.
3.7.4 Analisis Koefisien Determinasi Berganda
Pada hasil model linear berganda ini, akan dilihat besarnya kontribusi untuk variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya dengan melihat besarnya koefisien determinasi totalnya (R2) pada tabel Model Summary.
34
Universitas Kristen Petra
Jika R² terletak di antara 0 dan 1, 0 ≤ R² ≤ 1
Bila R² = 1 berarti ada pengaruh signifikan antara variabel tidak bebas dengan variabel bebas.
Bila R² mendekati 0 berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel tidak bebas dengan variabel bebas.
3.7.5 Uji Hipotesis
Pembuktian hipotesis yang akan digunakan adalah:
3.7.5.1 Uji t (Uji Parsial)
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebasnya secara sendiri-sendiri berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikatnya. Rumus uji t yang digunakan adalah:
t = bj (3.1) SE bj
Keterangan:
Bj = koefisien regresi
SE b1 = standar error dari koefisien regresi (Djarwanto, 2001, p.194)
Kriteria penolakan dan penerimaan hipotesis, dengan membandingkan nilai t dihitung dengan t tabel:
Jika ttabel > thitung, maka H0 diterima.
Jika ttabel< thitung, maka Ha diterima.
Dan jika sig > α (0,05), maka H0 diterima Ha ditolak, dan jika sig < α (0,05), maka H0 ditolak Ha diterima.
3.7.5.2 Uji F (Uji Simultan)
Uji F ini digunakan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel bebas terhadap varibel terikat.Rumus uji F yang digunakan adalah:
F = ( R² / k-1 ) (3.2) (1-R²) / (n-k)
35
Universitas Kristen Petra
Keterangan:
R² = jumlah kuadrat regresi n = banyaknya sampel k = jumlah variabel (Djarwanto, 2001, p.193)
Untuk mengetahui signifikan atau pengaruh secara bersama-sama variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan probabilitas sebesar 5% (α= 0,05). Jika signifikansi Fhitung < 0,05, maka Ha diterima atau secara bersama-sama variabel bebas dapat menerangkan variabel terikatnya secara serentak. Sebaliknya apabila signifikansi Fhitung > 0,05, maka H0 diterima atau secara bersama-sama variabel bebas tidak memiliki pengaruh terhadap variabel terikat.
Dengan menggunakan model matematis sebagai berikut:
H0-1 β = 0, artinya Kepuasan terhadap Kompensasi Finansial (X1) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan outlet PT Anugerah Gaya Abadi Surabaya.
Ha-1 β ≠ 0, artinya Kepuasan terhadap Kompensasi Finansial (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan outlet PT Anugerah Gaya Abadi Surabaya.
H0-2 β = 0, artinya Motivasi Kerja (X2) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan outlet PT Anugerah Gaya Abadi Surabaya.
Ha-2 β ≠ 0, artinya Motivasi Kerja (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan outlet PT Anugerah Gaya Abadi Surabaya.
H0-3 β = 0, artinya Kepuasan terhadap Kompensasi Finansial (X1) dan Motivasi Kerja (X2) bersama-sama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja (Y) karyawan outlet PT Anugerah Gaya Abadi Surabaya.
Ha-3 β≠0, artinya Kepuasan terhadap Kompensasi Finansial (X1) dan Motivasi Kerja (X2) bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja (Y) karyawan outlet PT Anugerah Gaya Abadi Surabaya.
36
Universitas Kristen Petra
Kriteria penolakan dan penerimaan hipotesis yaitu jika nilai sig > α (0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak, dan jika nilai sig < α (0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima.