• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI NURHAYATI BAHI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI NURHAYATI BAHI"

Copied!
117
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh

NURHAYATI BAHI 10533 6857 11

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2016

(2)
(3)
(4)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : NURHAYATI BAHI Nim : 10533 6857 11

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Judul Skripsi : Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam

Meningkatkan Kemampuan Menulis Laporan Pengamatan Siswa Kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah hasil karya saya sendiri dan bukan hasil ciptaan orang lain atau dibuatkan oleh siapapun.

Demikian pernyataan ini saya buat dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, Januari 2016 Yang Mengetahui Pernyataan

NURHAYATI BAHI

v

(5)

SURAT PERJANJIAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : NURHAYATI BAHI

Nim : 10533 6857 11

Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesai penyusunan skripsi ini, saya akan menyusunan sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam menyusun skripsi, saya akan selalu melakukan konsultasi dengan pembimbing yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi.

4. Apabila saya melanggar perjanjian seperti pada butir 1, 2, dan 3, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, Januari 2016 Yang Membuat Perjanjian

NURHAYATI BAHI

(6)

Moto dan Persembahan

Hidup adalah kompetisi Jika kamu tidak cepat maka Seseorang akan melampaui medan Melaju kencang meninggalkanmu Pergunakanlah waktu belajar untuk Menorehkan prestasi setinggi-tingginya

…Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat...

(Q.S. 58:11)

Kuperuntukkan karya ini

Kepada Ayahanda, Ibunda, dan Saudara aku tercinta Serta keluarga dan sahabat-sahabatku yang tersayang Yang dengan tulus dan ihklas selalu berdoa dan membantu baik material maupun moril demi keberhasilan penulis

Semoga Allah SWT Memberikan Rahmat dan KaruniaNya Kepada Kita Semua

vii

(7)

Kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar. Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Swadah Rimang dan Iskandar.

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis laporan pengamatan melalui strategi pembelajaran model jigsaw, pada siswa kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah 41 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, dan setiap siklus dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan.

Hasil yang dicapai setelah pelaksanaan tindakan melalui strategi pembelajaran model jigsaw pada kemampuan menulis laporan pengamatan selama dua siklus adalah: a) Meningkatnya hasil kemampuan Menulis Laporan Pengamatan siswa. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya skor rata-rata hasil belajar kemampuan Menulis Laporan Pengamatan model jigsaw, yaitu pada siklus I nilai rata-rata 64,56 dari skor ideal 100, skor tertinggi 85, skor terendah 50 berada pada kategori rendah. Meningkat pada siklus II nilai rata-rata menjadi 77,07 dari skor ideal 100, skor tertinggi 90, skor terendah 65 berada pada kategori tinggi. Siswa tuntas belajar pada siklus I 17,7% dan meningkat pada siklus II menjadi 82,92%. b) Terjadi peningkatan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan selama penelitian.

Perubahan aktivitas siswa, seperti kehadiran siswa pada siklus I 90,5% meningkat pada siklus II menjadi 95.%.

Kata Kunci: Kemampuan Menulis Laporan Pengamatan melalui pembelajaran model jigsaw

viii

(8)

KATA PENGANTAR

Allah Maha Pengasih dan Penyayang, demikianlah kata untuk mewakili atas segala karunia dan nikmat-Nya. Jiwa ini takkan pernah berhenti bertahmid atas anugrah pada detik waktu, denyut jantung, gerak langkah, serta rasa dan rasio pada-Mu, Sang Khalik. Skripsi ini adalah setitik dari sederatan berkah-Mu.

Setiap orang dalam berkarya selalu mencari kesempurnaan, tetapi terkadang kesempurnaan itu terasa jauh dari kehidupan seseorang. Kesempurnaan bagaikan fatamorgana yang semakin dikejar semakin menghilang dari pandangan, bagai pelangi yang terlihat indah dari kejauhan, tetapi menghilang jika didekati.

Demikian juga tulisan ini, kehendak hati ingin mencapai kesempurnaan, tetapi kapasitas penulis dalam keterbatasan. Segala daya dan upaya telah penulis kerahkan untuk membuat tulisan ini selesai dengan baik dan bermanfaat dalam dunia pendidikan, khususnya dalam ruang lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar. Penulis sangat menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, olehnya itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.

Terima kasih yang sedalam-dalamnya dan sembah sujud ananda ucapkan kepada Ayahanda Umar Haji Mustafa dan Ibunda Zainab Umar yang telah mencurahkan cinta dan kasih sayangnya serta keikhlasan dalam membesarkan, mendidik, dan membiayai penulis serta doa restu yang tak henti-hentinya untuk keberhasilan penulis.

ix

(9)

skripsi ini kepada:

Dr. Irwan Akib, M.Pd. Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar. Dr.

Andi Syukri Syamsuri, M. Hum. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Dr. Munirah, M.Pd. Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Syek Adi Wijaya S.Pd., M.Pd. Sekertaris Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar.

Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unismuh Makassar yang dengan ikhlas memberikan ilmu kepada penulis selama mengikuti perkuliahan di Unismuh Makassar. Musdalifah MS, S. Pd, Kepala sekolah SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar yang telah mengizinkan penulis meneliti pada kelas VII, Dr. St. Suwadah Rimang, M.Hum, dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktunya di sela kesibukan beliau untuk mengarahkan dan membimbing penulis dalam penyusunan skripsi ini sampai tahap penyelesaian. Iskandar, S.Pd.,M.Pd, pembimbing II yang telah membimbing dan mengarahkan dalam upaya penyusunan skripsi ini sampai tahap penyelesaian. Nirmawati, S.Pd guru bahasa Indonesia SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar, serta validator instrumen penelitian yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian pada mata pelajaran yang beliau ajarkan. Segenap guru dan staf di SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.

x

(10)

Adik-adik di SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar, khususnya Kelas VII yang dengan senang hati menerima penulis. Rekan-rekan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, khususnya kelas E angkatan 011 serta para sahabat-sahabatku, terima kasih atas dukungannya.

Selanjutnya, terima kasih pula penulis ucapkan kepada keluarga tersayang Mansyur Umar,S. Pd, Abdullah Umar, Bahria Umar, Khadija Umar , Aminah Umar, Muh.Azis Bahi, Syarifudin Bunga dan Sumiyati Bahy yang telah banyak membantu baik secara moril maupun materil. Sahabat-sahabat (Putri, Ummi, Bahra, Mentari, Karmila, Becce, Wati, Asma, Kasmawati dan Rati) atas segala bantuan, canda tawa dan kebersamannya dalam melewati masa perkuliahan yang tidak singkat. Dan seluruh teman-teman angkatan 2011 jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia khususnya kelas E yang tidak sempat penulis sebutkan satu persatu.

Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang tidak sempat disebutkan namanya, atas segala bantuan, dan partisipasi yang diberikan hingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala dapat memberikan imbalan dan pahala yang setimpal atas segala bantuan dan amal baik semua pihak yang turut memberikan andil dalam penyusunan skripsi ini. Semoga kesalahan atau kekurangan dalam penyusunan skripsi ini akan semakin memotivasi penulis dalam belajar. Amin Yaa Rabbal Alamin.

Makassar, Januari 2016 Penulis

Nurhayati Bahi xi

(11)

LEMBAR PENGESAHAN...

PERSETUJUAN PEMBIMBING... ..

SURAT PERNYATAAN...

SURAT PERJANJIAN...

MOTO DAN PERSEMBAHAN... . ABSTRAK.. ...

KATA PENGANTAR ...

DAFTAR ISI ... ..

DAFTAR TABEL ... .

DAFTAR LAMPIRAN………... i

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...………...

B. Rumusan Masalah………...

C. Tujuan Penelitian………...

D. Manfaat Penelitian………...

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. KajianPustaka ……….………...

1. Pengertian Strategi Pembelajaran………...…...

2. Model Pembelajaran Jigsaw...………...

3. Langkah-langkah Pembelajaran Model Jigsaw...

4. Kelebihan dan Kelemahan Model Jigsaw...

5. Menulis Laporan Pengamatan...

B. KerangkaPikir………...

C. HipotesisPenelitian………...

BAB III METODE PENELITIAN

A. JenisPenelitian………...

B. Lokasi Penelitian ... 17 C. Subjek Penelitian ... 17 18 18 23 24 ii iii iv v vi vii viii xi xiii xiv

1 5 5 5 7 7 7 8 10 12 13 15 17 18 18 18 18

xi

(12)

D. Faktor faktor yang diselidiki... 19

E. Prosedur penelitian………... 19

F. Rencana Tindakan... 20

G. Teknik Pengumpulan Data………... 22

H. Teknik Analisis Data... 23

I. Indikator Kinerja... ... 24

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian... 25

1. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus I... 25

2. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus II... 34

B. Pembahasan... . 42

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan... 44

B. Saran ... 44 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

xii

(13)

Tabel 2. Kategori Penilaian Tes Kemampuan Menulis Laporan...

Tabel 3. Hasil Observasi Siswa Selama Mengikuti Pelajaran Siklus I...

Tabel 4. Nilai Menulis Laporan Siklus I...

Tabel 5. Distribusi Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I...

Tabel 6. Hasil Observasi Siswa Selama Mengikuti Pelajaran Siklus II...

Tabel 7. Nilai Menulis Laporan Siklus II...

Tabel 8. Distribusi Hasil Belajar Siswa Pada Siklus II...

23 27 29 32 36 38 40

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

A. Silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

B. Hasil Observasi siswa dan hasil kemampuan Menulis Laporan Pengamatan pada siklus I dan II.

C. Persuratan, dan riwayat hidup.

xi

(15)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan manusia sehari-hari, bahasa merupakan alat yang paling utama dalam berkomunkasi. Pentingnya bahasa tersebut dapat dilihat pada setiap aktivitas manusia yang selalu menggunakan bahasa sebagai wahana pokoknya.

Oleh karena itu, peranan bahasa sangat penting artinya sebagai alat komunikasi dalam kehidupan manusia.

Dalam proses komunikasi terdapat empat aspek keterampilan yang berbeda, namun saling berhubungan yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keempat aspek itu perlu mendapat perhatian sepenuhnya di dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikatakan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

Adapun ruang lingkup mata pelajaran bahasa Indonesia dalam KTSP mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.

Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang ingin dikembangkan penulis adalah keterampilan menulis.

1

(16)

2

Menulis merupakan salah satu kemampuan yang perlu dimiliki oleh siswa sejak mulai sekolah dasar sampai sekolah lanjutan. Dengan memiliki kemampuan menulis cakrawala berpikir kreatif dan kritis siswa dapat berkembang. Selain itu, keterampilan ini akan menunjang kelanjutan studi mereka ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi maupun bekal untuk bekerja.

Pada umumnya, siswa kurang berminat pada kegiatan menulis. Mereka lebih menyukai berkomunikasi secara lisan karena berkomunikasi secara lisan lebih mudah dibandingkan berkomunikasi secara tertulis. Hal inilah yang menyebabkan siswa tidak mampu melakukan kegiatan menulis sebagai perwujudan bentuk komunikasi tertulis dalam bentuk essai ataupun dalam bentuk laporan.

Kepandaian seseorang dalam menulis tidak selalu ditentukan oleh faktor- faktor yang memiliki hubungan dengan kemampuan menulis, yaitu kemampuan menyimak, kemampuan berbicara, dan kemampuan membaca. Jelaslah bahwa ketiga faktor tersebut merupakan bagian dari sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan menulis seseorang.

Dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat siswa dibekali dengan kedewasaan dalam mencerna masalah-masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran melalui desain pembelajaran itu sendiri, khususnya bagaimana seorang siswa dapat memahami serta memiliki kemampuan dalam menemukan kesulitan belajar yang terjadi di sekitar kehidupannya.

Hal ini dikemukakan oleh Buchori (dalam Trianto, 2007:1) bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan para

(17)

peserta didik untuk sesuatu profesi atau jabatan. Di sisi lain seperti yang dikemukakan oleh Roy Killen (dalam Sanjaya 2008:103) bahwa guru harus mampu memilih strategi pembelajaran yang dianggap cocok dengan suatu keadaan. Dalam hal ini siswa tidak diajarkan strategi yang dapat memahami bagaimana belajar, berpikir, dan memotivasi diri sendiri.

Pendidikan merupakan suatu hal terpenting yang tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan manusia karena melalui pendidikan manusia dapat menciptakan peradaban yang lebih baik dari zaman ke zaman. Begitu pentingnya pendidikan ini juga ditegaskan dalam undang-undang no. 20 tahun 2003 bahwa: pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangakan potensi dirinya untuk memiliki kegiatan spiritual keagamaan, pengandalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara, (Hasbullah; 2005).

Konsep mengenai pendidikan yang dikembangkan saat ini, merupakan upaya manusia Indonesia untuk meningkatkan sumber daya yang akhir-akhir ini santer diperbincangkan sehubungan dengan peningkatan sumber daya manusia pembangunan.

Pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran yang diterapkan di seluruh tanah air, sudah tentu tidak terlepas tuntutan zaman dan kebutuhan pendidikan yang cenderung melibatkan seluruh strata sistem kemasyarakatan dalam suatu proses interaksi dan komunikasi yang berimbang sebagai penjabaran operasional

(18)

4

fungsi dan strategi bagi dunia pendidikan. Mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah, cepat dan mudah melalui berbagai sumber dan tempat di dunia ini. Untuk itu, siswa perlu memiliki kemampuan memperoleh, memilih dan mengolah informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah dan penuh dengan persaingan, maka perlu membutuhkan pemikiran kritis, sistematis, logis, kreatif dan kemauan bekerja sama yang efektif. Cara berpikir seperti ini dapat dikembangkan dengan belajar matematika, karena matematika memiliki struktur dan keterkaitan yang kuat dan jelas antar konsepnya sehingga memungkinkan siswa terampil berpikir rasional (Depdiknas, 2005).

Masalah ini banyak dijumpai dalam proses belajar mengajar di kelas khususnya pada kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar. Oleh karena itu, perlu ada perubahan dengan penerapan suatu strategi pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk memahami materi pembelajaran dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mewujudkan efektifitas dalam pendidikan, maka para ahli lebih mendalami serta melahirkan konsep-konsep yang bersifat solutif yang ditandai dengan munculnya berbagai strategi serta model-model pembelajaran yang bersifat inovatif. Salah satu strategi yang dimunculkan sebagai upaya untuk meretas permasalahan pembelajaran dalam menulis laporan yaitu dengan menggunakan model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw. Pada hakikatnya

(19)

program pembelajaran tidak hanya memahami, menguasai apa dan bagaimana sesuatu itu terjadi, akan tetapi dalam pembelajaran perlu ada pembekalan terhadap peserta didik dalam upaya untuk mengatasi kesulitan-kesulitan belajar.

Gambaran di atas merupakan deskripsi yang dapat dijadikan suatu cara untuk memformulasi metode pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi menulis laporan pengamatan pada siswa kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar. Oleh karena itu sangatlah urgent bagi para pendidik, khususnya guru dalam memahami karakteristik materi, peserta didik, dan metode pembelajaran dalam proses pembelajaran terutama berkaitan dengan pemilihan terhadap model-model pembelajaran moderen.

Dengan demikian pembelajaran akan lebih variatif, inovatif serta konstruktif dalam merekonstruksi wawasan pengetahuan dan implementasinya sehingga dapat meningkatkan aktifitas dan kreativitas peserta didik. Berangkat dari gambaran permasalahan dalam praktek pembelajaran di atas peneliti merasa perlu mengangkat permasalahan tersebut dalam suatu penelitian yang berjudul

“Penerapan Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Laporan Siswa Kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar”.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah kemampuan menulis laporan dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw siswa kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar.

(20)

6

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang akan dilakukan adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menulis laporan dengan menggunakan pembelajaran model jigsaw siswa kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar.

D. Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini diharapkan mendapatkan manfaat yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis.

1. Manfaat Teoretis

Hasil penelitian ini diharapkan memiliki sumbangan pengetahuan dalam pembelajaran khususnya pada peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw dan memberikan sumbangan terhadap sekolah sebagai salah satu aspek dalam peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya Menulis Laporan Pengamatan pada siswa Kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar.

2. Manfaat Praktis

Dalam manfaat praktis ditemukan ada tiga manfaat yaitu manfaat bagi siswa, bagi guru, dan bagi sekolah.

a. Bagi siswa

Siswa mudah dalam menerima dan memahami materi pelajaran yang disampaikan guru.

(21)

b. Bagi guru

Sebagai bahan masukan bagi guru dalam memilih alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi belajar serta meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

c. Bagi Sekolah

Sebagai masukan bagi pihak sekolah bahwa pembelajaran kelompok model jigsaw dapat digunakan dalam peningkatan dan pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia siswa Kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar.

(22)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

Pada model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw dibahas tentang pengertian strategi pembelajaran, Pembelajaran model jigsaw, langkah-langkah pembelajaran model jigsaw .

1. Pengertian Strategi Pembelajaran

Pengertian strategi pembelajaran dapat dikaji dari dua kata yaitu strategi dan pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), strategi dapat dikatakan sebagai pola umum yang berisi tentang rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman atau petunjuk umum agar kompetensi sebagai tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Dikatakan pola umum, sebab suatu strategi pada hakikatnya belum mengarah kepada hal-hal yang bersifat praktis dengan kata lain bahwa suatu strategi masih berupa rencana atau gambaran yang menyeluruh (Sanjaya, 2007:99).

Strategi menurut Kemp (1995) adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien, sedangkan pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi antara guru dengan siswa baik interaksi secara langsung (tatap muka) maupun secara tidak langsung (media pembelajaran). Pembelajaran juga dapat diartikan sebagai suatu sistem instruksional yang mengacu pada seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan.

8

(23)

Sebagai sebuah sistem pembelajaran meliputi suatu komponen antara lain tujuan, bahan, peserta didik, guru, metode, situasi dan evaluasi. Agar tujuan itu tercapai, semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antar sesama. Oleh karena itu, guru tidak boleh hanya memperhatikan komponen- komponen tertentu misalnya metode, bahan dan evaluasi saja, tetapi harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan.

Dengan menggunakan suatu strategi dalam kegiatan pembelajaran sangat perlu, karena untuk mempermudah proses pembelajaran agar mencapai hasil yang lebih optimal. Tanpa strategi yang jelas, pembelajaran tidak akan terarah sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sulit tercapai secara optimal,dengan kata lain pembelajaran tidak dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Dari uraian di atas dapat penulis formulasikan pemahaman tentang maksud dari strategi pembelajaran adalah suatu cara atau metode yang dilakukan oleh guru terhadap siswa dalam upaya mengkonstruksi perubahan pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik secara berkesinambungan. Senada dengan pendapatnya Kemp, Dick and Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu perangkat materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada peserta didik atau siswa.

Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw sangat penting dalam proses pembelajaran.

(24)

10

2. Model Pembelajaran Jigsaw

Jigsaw pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot aronson

dan teman-teman. Teknik ini dapat digunakan dalam pengajaran membaca, menulis,mendengarkan, ataupun berbicara.

Terdapat beberapa pendapat mengenai pengertian pembelajaran model jigsaw. Pembelajaran model jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif

yang terdiri dari beberapa anggota. Dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas bagian materi belajar dan mampu mengajarkan materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya (Arends dalam Rusman, 2011:217).

Pembelajaran model jigsaw adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang fleksibel. Banyak riset yang telah dilakukan berkaitan dengan pembelajaran kooperatif dengan dasar pembelajaran model jigsaw. Riset tersebut secara konsisten menunjukan bahwa siswa yang terlibat di dalam pembelajaran kooperatif model jigsaw ini memperoleh prestasi lebih baik, atau mempunyai sikap yang lebih baik dan lebih positif terhadap pembelajaran (Lie dalam Rusman,2011:218).

Pembelajaran model jigsaw ini didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain.

Siswa tidak hanya mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompok yang lain. Dengan demikian, siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara kooperatif mempelajari materi yang ditugaskan.

(25)

Pembelajaran dengan menggunakan strategi model jigsaw akan terjadi kombinasi antara materi yang disampaikan peserta didik selaku pembelajar, dengan materi yang telah dipelajari oleh peserta didik lain selaku pembelajar. Dari sini dapat dibuat sebuah kumpulan pengetahuan yang bertalian.Dalam teknik ini, guru memperhatikan latar belakang pengalaman siswa dan membantu siswa mengaktifkan latar belakang siswa ini, agar bahan pelajaran menjadi lebih bermakna. Selain itu, siswa bekerja sama dengan sesama siswa dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.

Pada pembelajaran model jigsaw, terdapat kelompok asal dan kelompok ahli kelompok asal yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar belakang yang beragam dan merupakan gabungan dari beberapa ahli. Kelompok ahli yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal.

Secara spesifik pembelajaran model jigsaw adalah suatu teknik pembelajaran kooperatif (cooperative learning) atau belajar gotong-royong dengan membagi kelas menjadi beberapa kelompok agar siswa dapat bekerja dengan sesama siswa.

Berdasarkan pengertian para ahli diatas maka penulis dapat simpulkan bahwa pembelajaran model jigsaw adalah salah satu model pembelajaran kooperatif dimana pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa yang

(26)

12

bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran dan mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal, baik pengalaman individu maupun pengalaman kelompok.

3. Langkah-langkah Pembelajaran Model Jigsaw

Adapun langkah-langkah yang harus diperhatikan oleh guru di dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw sebagai berikut:

a. Siswa dikelompokan dengan anggota + 4 orang.

b. Tiap orang dalam tim diberi materi dan tugas yang berbeda.

c. Anggota dari tim yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk kelompok baru (kelompok ahli).

d. Setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan menjelaskan kepada anggota kelompok tentang sub bab yang mereka kuasai.

e. Tiap tim ahli mempresentasekan hasil diskusi.

f. Pembahasan g. Penutup

Stephen, Sikes dan Snap (1978), mengemukakan langkah-langkah pembelajaran kooperatif model jigsaw sebagai berikut:

a. Siswa dikelompokan ke dalam 1-5 anggota tim.

b. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda.

c. Tiap orang dalam tim di beri bagian materi yang ditugaskan.

(27)

d. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian atau sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka.

e. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap angggota lainya mendengarkan dengan seksama.

f. Tiap tim ahli mempresentasekan hasil diskusi.

g. Guru memberi evaluasi.

h. Penutup.

Jhonson (dalam Teti Sobari, 2006:31) melakukan penelitian tentang pembelajaran kooperatif model jigsaw yang hasilnya menunjukan bahwa interaksi kooperatif memiliki berbagai pengaruh positif terhadap perkembangan anak.

Pengaruh positif tersebut yaitu meningkatkan hasil belajar, meningkatkan daya ingat,dapat digunakan untuk mencapai taraf penalaran tingkat tinggi, mendorong tumbuhnya motivasi intrinsic (kesadaran individu), meningkatkan hubungan manusia yang heterogen, meningkatkan sikap anak yang positif terhadap sekolah, meningkatkan harga diri anak, meningkatkan keterampilan hidup bergotong royong.

(28)

14

Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut:

Kelompok Asal

Kelompok Ahli

4. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Model Jigsaw

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw memiliki kelemahan dan kelebihan.

a. Kelebihan Pembelajaran Model Jigsaw

Adapun kelebihan dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw yaitu :

1) Dapat melibatkan seluruh siswa dalam belajar dan sekaligus mengajarkan kepada orang lain.

+ = x –

+ = x – + =

x –

+ + + +

= =

= =

x x x x

+ = x –

– – – –

(29)

2) Mempunyai banyak kesempatan, untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi dalam menulis.

3) Melalui pembelajaran model jigsaw diharapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia akan lebih efektif dan efisien, karena dalam pembelajaran jigsaw ini merupakan solusi alternative.

b. Kelemahan Pembelajaran Model Jigsaw

Adapun kelemahan dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw yaitu :

1) Memerlukan waktu yang cukup banyak.

2) Di bentuk lagi dalam dua kelompok baru.

Dari langkah-langkah model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw yang telah diuraikan di atas dapat dilihat bahwa model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran, terutama dalam memahami menulis laporan pengamatan.

Adapun tujuan dari strategi pembelajaran jigsaw adalah untuk mengembangkan kerja tim, keterampilan belajar kooperatif, dan menguasai pengetahuan secara mendalam dan siswa mencoba untuk mempelajari materi sendiri.

5. Menulis Laporan Pengamatan

Dalam menulis laporan pengamatan dibahas tentang pengertian laporan, langkah-langkah menulis laporan, jenis-jenis laporan.

(30)

16

a. Pengertian Laporan

Laporan merupakan suatu keterangan mengenai suatu peristiwa atau perihal yang ditulis berdasarkan berbagai data, fakta, dan keterangan yang melingkupi peristiwa atau perihal tersebut. Laporan mengenai peristiwa atau perihal yang bersifat penting atau resmi biasanya disampaikan dalam bentuk tulisan (Sudarmawati, 2008). Menurut Hasnun (2005: 83), laporan adalah penyampaian informasi yang bersifat faktual tentang suatu masalah secara perorangan atau kelompok yang akan dilaporkan kepada pihak lain atau akan disampaikan pada orang lain. Laporan juga dapat dikatakan sebagai sesuatu macam dokumen yang disampaikan atau menyampaikan informasi mengenai sebuah masalah yang telah atau tengah diselidiki, dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran atau tindakan yang akan diambil (Keraf, 1993:284).

Dari beberapa pendapat pengertian laporan diatas dapat disimpulkan bahwa laporan merupakan suatu bentuk penyampaian dan penyajian hasil kegiatan baik secara lisan maupun tertulis atau dokumen yang dimanfaatkan guna mengambil sebuah keputusan atau tindak lanjut bagi seseorang atau kepada pihak lain.

Lebih spesifiknya laporan merupakan informasi yang dibuat berdasarkan penelitian dan pengamatan atau merupakan salah satu bentuk komunikasi atau uraian kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan bisa berupa perjalanan atau pengamatan.Hasil pengamatan biasanya ditulis dalam bentuk paparan atau penjelasan dan bentuk format isian.

(31)

b. Langkah-langkah Menulis Laporan

Dalam menulis laporan yang baik memiliki langkah-langkah. Adapun langkah-langkah dalam menulis laporan yaitu :

1) Melakukan pengamatan terhadap satu objek.

2) Mencatat atau mengumpulkan data terhadap objek yang diamati.

3) Membuat kerangka laporan.

4) Mengembangkan kerangka laporan menjadi laporan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

5) Menyunting hasil laporan agar lebih sempurna.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis laporan yaitu tempat pengamatan, objek yang diamati, orang yang mengamati, hasil pengamatan.

c. Jenis-jenis Laporan

Laporan juga memiliki beberapa jenis. Secara umum laporan dibedakan atas beberapa jenis yaitu laporan kegiatan adalah melaporkan suatu kegiatan, laporan perjalanan adalah bentuk khusus dari laporan kegiatan yang melaporkan kegiatan perjalanan ke suatu tempat, laporan pengamatan adalah bentuk khusus dari laporan penelitian yang dilakukan dengan pengamatan atau observasi. Materi yang akan diteliti pada siswa kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar adalah menulis laporan pengamatan. Peneliti harus memberikan gambaran atau pengetahuan secara umum tentang laporan pengamatan. Untuk melihat laporan siswa dengan baik, maka peneliti juga betul-betul memberikan materi laporan dengan menggunakan stretegi pembelajaran model jigsaw. Guru dan siswa juga harus aktif dalam pembelajaran ini. Dalam pembelajaran laporan

(32)

18

pengamatan dengan menggunakan model jigsaw harus efektif dan efisisen, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.

B. Kerangka Pikir

Dalam memberikan pembelajaran kepada siswa, terlebih dahulu melihat materi yang akan diajarkan serta tujuan dari mata pelajaran tersebut. Disini akan diajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menulis laporan. Salah satu bidang studi dimana materi ini banyak berhubungan langsung dengan situasi atau keadaan siswa. Idealnya, dalam proses pembelajaran yang memanfaatkan suatu pendekatan yang efektif serta tujuan agar potensi atau kemampuan siswa dalam memecahkan masalah belajar dapat diselesaikan dengan baik.

Penyelesaian yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini adalah terlebih dahulu memberikan pengetahuan atau gambaran umum mengenai laporan. Kemudian memberikan tugas dan diterapkan model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw.

Setelah semua terlaksana dengan baik, maka peneliti mulai mengkaji dan mengevaluasi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

(33)

Bagan Kerangka Pikir

Keterangan : Berhubungan tapi tidak diteliti Berhubungan dan diteliti C. Hipotesis

Yang dimaksud dengan hipotesis dalam suatu penelitian yaitu dugaan sementara terhadap masalah yang diteliti. Berdasarkan uraian yang terdapat dalam latar belakang, kajian pustaka, maupun kerangka pikir. Hipotesis dalam penelitian ini dapat meningkat dengan menggunakan model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan belajar siswa bidang studi bahasa Indonesia pada Siswa Kelas VII-B Yayasan Pendidikam Bungaya Makassar

Keterampilan Berbahasa

Menulis laporan Berbicara

Menyimak Membaca Menulis

Analisis

Meningkat Pembelajaran model jigsaw KTSP 2006 Pembelajaran Bahasa

Indonesia

(34)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Arikunto (2006:2), Penelitian tindakan kelas adalah salah satu bentuk penelitian yang dilakukan di kelas. Penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research ) memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar.

Penelitian tindakan kelas umumnya dilakukan oleh guru bekerja sama dengan peneliti atau dia sendiri sebagai guru berperan ganda melakukan penelitian individu di kelas, di sekolah, atau di tempat dia mengajar untuk tujuan peningkatan proses pembelajaran atau penyempurnaan penyusunan skripsi.

Desain yang yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas adalah melakukan observasi di tempat penelitian. Kemudian peneliti menentukan jenis tes yang akan diberikan kepada subjek penelitian. Tes berupa laporan dalam hal ini menulis laporan pengamatan dengan menggunakan model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw.

Selanjutnya, menganalisis hasil tersebut sebagai dasar dalam menarik kesimpulan B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2015. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini yaitu SMP Yayasan Pendidikan Bungaya yang terletak di Jln.

Kumala Makassar.

20

(35)

C. Subjek Penelitian

Untuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, hanya satu kelas yang harus diteliti. Peneliti harus mengetahui berapa jumlah subjek yang harus diteliti.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar yang berjumlah 41 siswa.

D. Faktor-faktor yang diselidiki

Ada tiga faktor yang diselidiki dalam penelitian ini yaitu,

a) Input yaitu menyelidiki presentase keaktifan, kehadiran, kemampuan siswa menjawab pertanyaan, perilaku siswa dalam kelas, dan kemampuan awal siswa.

b) Proses yaitu pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas yang melibatkan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar untuk mencapai hasil dan tujuan yang diharapkan.

c) Output yaitu hasil belajar yang diperoleh siswa dalam proses pembelajaran, setelah diberikan tes hasil belajar

E. Prosedur Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang direncanakan dalam dua siklus dengan tahapan sebagai berikut perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.

Siklus 1 dilaksanakan selama 4 kali pertemuan, yaitu 3 kali pertemuan kegiatan pembelajaran dan satu kali pertemuan untuk tes hasil belajar. Sedangkan siklus 2 merupakan perbaikan dari kekurangan yang terjadi selama siklus 1.

(36)

22

Siklus 2 dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, 2 kali pertemuan untuk kegiatan pembelajaran, dan satu kali pertemuan untuk tes hasil belajar.

F. Rencana Tindakan

Dalam rencana tindakan ini, peneliti menggambarkan tentang langkah-langkah rill dalam tindakan. Langkah-langkah tersebut dilakukan dengan menggunakan siklus yang di dalamnya terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.

Penggunaan siklus harus dilakukan dua kali atau lebih apabila peningkatan hasil belum tercapai. Lebih jelasnya, penulis menjelaskan siklus dan bagian-bagiannya di bawah ini:

Siklus I

Pada siklus I ini diuraikan dalam bentuk empat bagian yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi, refleksi.

a. Perencanaan

Tahap perencanaan terdiri dari: (1) merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam PBM, (2) menentukan pokok bahasan, (3) mengembangkan skenario pembelajaran, (4) menyiapkan sumber belajar, (5) menyusun lembar pengamatan, (6) Mengembangkan format evaluasi, dan (7) mengembangkan format observasi pembelajaran.

b. Tindakan

Tindakan adalah menerapkan model jigsaw dalam mengajarkan keterampilan menulis laporan pada siswa kelas VII-A SMP Negeri 24 Makassar.

(37)

c. Observasi

Pengamatan terdiri dari: (1) Melakukan observasi dengan menggunakan format observasi, (2) Penilaian hasil tindakan dengan menggunakan lembar pengamatan.

d. Refleksi

Hasil yang didapat pada tahap observasi, peneliti akan merefleksikan diri dengan melihat data observasi dan tes akhir, hasil analisis dan data di laksanakan dalam tahap ini akan dipergunakan sebagai acuan untuk melaksanakan siklus berikutnya.

Adapun perbaikan-perbaikan yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa antara lain menyesuaikan waktu yang tersedia dengan materi pelajaran yang akan di berikan, motivasi atau dorongan kepada siswa yang masih berada pada tingkat penguasaan materi yang sangat rendah.

Siklus II

Kegiatan yang dilakukan pada siklus kedua ini adalah mengulang kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan pada sisklus I. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Untuk dapat melihat hasil belajar serta membaca pemahaman siswa maka diberikan tes pada akhir siklus. Siklus II merupakan kelanjutan dan perbaikan dari siklus I. Prosedur penelitian yang dilakukan terdiri atas empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi.

(38)

24

Secara lebih rinci langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat dijabarkan sebagai berikut.

a. Perencanaan tindakan

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini sebagai berikut :

1) Melakukan diskusi dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia untuk mengatasi masalah yang terjadi pada siklus I.

2) Merumuskan strategi tambahan untuk membantu meningkatkan keaktifan siswa, seperti memberi pujian dan penghargaan bagi siswa yang berprestasi.

3) Menentukan pokok bahasan yang akan di ajarkan.

4) Mempersiapkan perangkat pembelajaran yakni rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

5) Membuat format observasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas.

b. Tahap pelaksanaan tindakan

1) Mengidentifikasi kesiapan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran.

2) Membahas materi pelajaran sesuai dengan rencana yang telah dirancang.

3) Memberikan dan mengajukan pertanyaan sebagai masalah untuk mengaktifkan siswa yang tidak semangat.

(39)

c. Tahap observasi

Tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah mengamati setiap aktivitas siswa selama proses belajar-mengajar dengan menggunakan lembar obsevasi.

d. Tahap Refleksi

Pada tahap ini, peneliti bersama guru mendiskusikan hasil pengamatan tindakan-tindakan yang telah dilaksanakan. Kegiatan meliputi:

1) Menganalisis hasil pengamatan yang diperoleh dan penerapan, model jigsaw dalam pembellajaran menulis laporan.

Catatan: Apabila pada siklus kedua belum terjadi peningkatan maka dilanjutkan pada siklus-siklus berikutnya.

(40)

26

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes menulis laporan pengamatan melalui pembelajaran model jigsaw. Tes tersebut digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis laporan pengamatan sesuai dengan objek yang diamatinya. Aspek yang dinilai dalam tes menulis laporan pengamatan adalah kesesuaian judul dengan isi, diksi (pemilihan kata), ejaan dan tanda baca, kohesi dan koherensi, keterlibatan panca indera, menunjukkan objek yang ditulis.

Tabel 1. Kriteria Penilaian Tes Keterampilan Menulis Laporan Pengamatan

No Aspek yang dinilai Bobot

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Kesesuaian judul dengan isi Diksi

Ejaan dan tanda baca Kohesi dan koherensi Keterlibatan pancaindera Menunjukan objek yang ditulis

20 15 15 20 15 15

Jumlah 100

(Tolla dan Hartini, 199: 31)

Tabel 2 Kategori Penilaian Tes Kemampuan Menulis Laporan

No Kategori Nilai

1.

2.

3.

4.

5.

Sangat baik Baik Cukup baik Kurang baik Sangat kurang

84-100 73-83 62-72 51-61 0-50 (Nurgiantoro, 1995)

(41)

H. Teknik Analisis Data

Data tentang hasil pengamatan dianalisis secara kualitatif, sedangkan data tentang hasil tes dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif. Data hasil tes yang dianalisis adalah skor perolehan siswa yang telah diubah ke bentuk persen dan selanjutnya disebut skor penguasaan ( daya serap).

Untuk menganalis data hasil pengamatan siswa dalam menulis laporan pengamatan maka rumus yang digunakan adalah :

Jumlah nilai perolehan siswa x100 Jumlah siswa

Untuk keperluan analisis tersebut disusun suatu kategori dengan memadukan antara syarat siswa dikatakan tuntas belajar seperti yang tercantum dalam petunjuk teknis pelaksanaan PBM yang berlaku disekolah (Depdikbud, 1994:37) dengan syarat-syarat keberhasilan siswa seperti dalam surat edaran Direktorat Pendidikan Menengah Umum No. 288/C3/MN/99. Adapun kategori yang di susun itu adalah apabila skor penguasaan 0- 50 di kategorikan sangat kurang, 51-61 kurang baik, dikategorikan cukup baik 62-72, 73–83 dikategorikan baik, dan 84–100 dikategorikan sangat baik.

I. Indikator Kinerja

Indikator kinerja yang dipergunakan yaitu berdasarkan KKM yang telah ditentukan di sekolah tersebut. Dalam indikator kinerja ini, jika KKM di sekolah bersangkutan 70, maka menulis laporan dengan menggunakan model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw dikatakan meningkat apabila 80% siswa mencapai KKM 70.

(42)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini, hasil yang diperoleh dari setiap siklus akan dianalisis dan diberi pembahasan. Data tentang hasil tes akan dianalisis dengan cara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif dan data hasil pengamatan akan dibahas secara kualitatif.

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus I

Untuk melaksanakan hasil penelitian siklus 1 ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

a. Perencanaan

Peneliti bertindak langsung sebagai guru dalam Kegiatan Pembelajaran dikelas. Pada perencanaan siklus I, peneliti mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bertujuan sebagai pedoman atau acuan untuk melaksanakan proses pembelajaran yang akan berlangsung. Peneliti juga mempersiapkan media dan metode pembelajaran yang akan digunakan, kemudian melaksanakan penelitian.

Perencanaan pembelajaran menulis laporan pengamatan siklus I dilaksanakan, kegiatan pemahaman siswa terhadap definisi laporan, ciri-ciri laporan jenis-jenis laporan, cara menulis laporan pengamatan, dan penugasan untuk menulis laporan pengamatan dengan tema yang telah ditentukan. Hal tersebut dimaksudkan agar siswa dapat menuangkan gagasan atau idenya dengan bebas dan mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menulis laporan

28

(43)

apakah sesuai atau masih sulit dalam menulis laporan pengamatan serta mengetahui kesalahannya dalam penerapan tata bahasa dalam menulis laporanpengamatan.

Peneliti mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), contoh laporan pengamatan dan bahan ajar lainnya yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis laporan pengamatan. Proses pembelajarandilaksanakan di dalam kelas seperti kegiatan pembelajaranyang biasa dilakukan.

b. Pelaksanaan

Pada pelaksanaan tindakan, siklus I dilaksanakan mulai hari Senin dan hari Sabtu tanggal 9 November dan 14 November 2015. Pembelajaran menulis laporan berlangsung pada jam ke 3-4 yaitu pada pukul 08.50 sampai pukul 10.10 Wita.

Kegiatan pembelajaran diawali dengan mengondisikan kelas pada situasi belajar yang kondusif dan dilanjutkan dengan apersepsi. Pelaksanaannya pada siklus I yaitu:

1) Kegiatan Pendahuluan

Guru mengondisikan siswa ke arah situasi pembelajaran yang kondusif untuk siap belajar. Sebelumnya, guru tidak lupa untuk mengadakan tanya jawab tentang materi yang sudah dipelajari sebelumnya, dan mengorelasikannya pada materi pembelajaran yang akan dibahas (kegiatan apersepsi).

2) Kegiatan Inti

Guru memberikan penjelasan materi tentang definisi menulis laporan ,ciri- ciri laporan, contoh menulis laporan, dan cara menulis laporan.

(44)

30

Setelah guru menerangkan pengertian menulis laporan, siswa mencatat materi yang dijelaskan oleh guru.Kemudian guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti. Untuk menguji sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap konsep menulis laporan, peneliti mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan sebelumnya.

Setelah siswa terlihat mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan, peneliti memberikan tugas kepada siswa untuk mengamati lingkungan sekolah dengan tema masing-masing. Peneliti berkeliling memeriksa hasil kerja siswa, dan memberi bantuan pada siswa yang terlihat belum begitu menguasai materi tentang menulis laporan pengamatan. Alokasi waktu yang diberikan kepada siswa adalah 70 menit setelah itu hasil pekerjaan siswa dikumpulkan untuk dikoreksi oleh peneliti.

3) Kegiatan Penutup

Setelah proses kegiatan menulis laporan berakhir, guru bersama siswa menyimpulkan kegiatan hasil belajar Kemudian guru menyimpulkan hasil pertemuanya dengan memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya. Setelah itu guru mempersilahkan ketua kelas untuk memberikan salam terakhir.

c. Observasi

Dalam observasi, keadaan siswa dan keaktifan siswa diamati dengan menggunakan lembar observasi, yang diarahkan untuk menganalisis respon dan perilaku siswa terhadap strategi pembelajaran model jigsaw yang telah ditetapkan oleh peneliti.

(45)

Tabel 3. Hasil Observasi Siswa selama mengikuti pelajaran Siklus I

No Nama Siswa Kehadiran

Keaktifan bertanya

Keaktifan menjawab pertanyaan

Keaktifan Menanggapi

1 Alif Abi Waqqas    

2 Arfandi    

3 Adelia Ramadani  -  -

4 Asgar   - -

5 Andi Anugrah    

6 Belinda Azria  -  

7 Dias premaswari .  - - -

8 Dwiga riansa    

9 Eka putrandi  - - -

10 Firman S    

11 Ika    -

12 Indah wati  -  -

13 Jufri yanto  -  -

14 Junaldi r    

15 Kartini  - - -

16 Khaerunnisa    

17 Makmur lasakrandi    

18 Mardiana    

19 Mita  -  -

(46)

32

20 Muzzakar  - - -

21 Muh. Agung g  -  -

22 Muh. Dirgan    -

23 Muh. Farhan  - - -

24 Muh. Hasim    -

25 Muh. Reski    

26 Muh yusril    -

27 Nurul adelia  - - -

28 Nurul istiqomah    -

29 Nurwakhidah    

30 Dwi prasetia  -  -

31 Rahma firdayanti    -

32 Resky wahyudi  -  -

33 Ridwan  -  -

34 Rima melati   - 

35 Risal  -  -

36 Suhardi h  -  -

37 Susi    

38 Swandi  -  -

39 Yusuf  -  -

40 Zabir rabbani  -  -

41 Putri nurul M    

(47)

Dari data di atas peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I sudah cukup antusias dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia, namun siswa masih kurang respon atau aktif selama pembelajaran. Siswa masih ragu untuk bertanya atau menanggapi pertanyaan atau pernyataan guru.

Tabel 4. Nilai Menulis Laporan Siklus I

No Nama Siswa

Aspek yang Dinilai

Skor I II III IV V VI

1 Alif Abi Waqqas 15 15 15 10 15 15 85

2 Arfandi 15 10 15 10 5 10 65

3 Adelia Ramadani 15 10 15 12 10 10 72

4 Asgar 10 10 10 10 5 10 55

5 Andi Anugrah 10 10 10 5 10 10 55

6 Belinda Azria 10 10 10 10 15 7 62

7 Dias premaswari . 20 15 10 15 8 7 75

8 Dwiga riansa 20 15 15 10 5 10 75

9 Eka putrandi 14 12 12 13 10 14 75

10 Firman S 14 13 13 12 11 13 76

11 Ika 12 10 12 12 10 14 70

12 Indah wati 12 12 10 10 14 12 70

13 Jufri yanto 12 10 12 9 10 14 67

14 Junaldi r 10 5 15 10 5 7 52

15 Kartini 10 8 8 6 8 10 50

(48)

34

16 Khaerunnisa 15 15 15 9 8 10 72

17 Makmur lasakrandi 15 12 10 12 10 12 71

18 Mardiana 14 10 7 10 8 8 57

19 Mita 10 10 10 5 10 10 55

20 Muzzakar 13 11 9 10 10 12 65

21 Muh. Agung g 10 10 5 8 7 10 50

22 Muh. Dirgan 15 10 5 10 15 5 60

23 Muh. Farhan 12 10 12 12 10 14 70

24 Muh. Hasim 15 10 15 15 7 8 70

25 Muh. Reski 14 12 12 15 11 14 78

26 Muh yusril 12 15 12 10 12 10 71

27 Nurul adelia 10 13 8 8 9 12 60

28 Nurul istiqomah 12 14 12 15 11 14 78

29 Nurwakhidah 8 8 10 6 8 10 50

30 Dwi prasetia 15 5 10 10 5 10 55

31 Rahma firdayanti 12 10 12 12 10 14 70 32 Resky wahyudi 15 12 10 12 10 12 71

33 Ridwan 10 10 5 8 7 10 50

34 Rima melati 15 10 15 12 10 10 72

35 Risal 15 10 15 10 8 13 71

36 Suhardi h 14 10 7 10 8 8 57

37 Susi 15 10 5 10 7 8 55

(49)

38 Swandi 13 11 9 10 10 12 65

39 Yusuf 15 10 8 7 5 5 50

40 Zabir rabbani 12 8 7 10 10 13 60

41 Putri nurul M 13 10 8 9 8 12 60

Total 2.697

Rata-Rata 64,56

Ket :

1. Kesesuaian judul dengan isi : 20

2. Diksi : 15

3. Ejaan dan tanda baca : 15 4. Kohesi dan koherensi : 20 5. Keterlibatan pancaindera : 15 6. Menunjukan objek yang ditulis : 15

Sesuai dengan tabel di atas hasil perilaku siswa yang menunjukan persentase ketuntasan belajar yaitu siswa yang memperoleh skor 0-50 sebanyak 5 orang dari 41 siswa, 51-61 sebanyak 12 siswa, 62-72 sebanyak 17 siswa, 73-83 sebanyak 6 siswa, 84-100 sebanyak 1. Adapun siswa yang tuntas belajar yaitu siswa yang memperoleh skor tertinggi dari 74-85 sebanyak 7 orang dari 41 siswa.

Oleh karena itu dari data belajar siswa secara individual belum mencapai kriteria dengan nilai rata-rata 64,56. Untuk mengetahui terjadinya peningkatan hasil belajar siswa maka penelitian ini masih dilanjutkan kesiklus II.

Data hasil evaluasi belajar siswa pada siklus ini sesuai dengan menggunakan kategorisasi skala lima, yang mengacu pada teknik kategorisasi

(50)

36

standar yang diterapkan oleh departemen pendidikan nasional ( dalam Kusmiati, 2007: 27 ) diatas dapat kita ketahui bahwa persentase ketuntasan klasikal belum dapat memenuhi target yang diharapkan. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya.

Setelah kegiatan belajar mengajar selesai maka peneliti mengkaji pelaksanaan pembelajaran dan kekurangan yang terdapat pada siklus I akan diperbaiki pada siklus II. Hasil yang diperoleh pada siklus I belum menunjukan hasil yang diharapkan.

Tabel 5.Distribusi hasil belajar siswa pada siklus I

SKOR KATEGORI FREKUENSI

PERSENTASE (%)

84-100 Sangat Baik 1 2,43

73-83 Baik 6 14,63

62-72 Cukup Baik 17 41,46

51-61 Kurang baik 12 29,26

0-50 Sangat kurang 5 12,19

Total 41 100

Berdasarkan tabel di atas dapat dikemukakan bahwa 41 siswa kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar yang menyatakan bahwa pada kategori sangat kurang terdapat 5 siswa dengan persentase (12,19), pada kategori kurang baik terdapat 12 siswa ( 29,26 ), pada kategori cukup baik terdapat 17 dari 41 siswa dengan persentase ( 41,46 ), dan pada kategori baik terdapat 6 siswa

(51)

dengan persentase ( 14,63 ) sedangkan pada katagori sangat baik terdapat 1 siswa dengan persentase ( 2,43 ).

Hasil perilaku siswa diketahui bahwa dari 41 siswa kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar terdapat 7 siswa yang tuntas belajarnya dengan persentase (17,07), dan terdapat 34 orang siswa yang masuk kategori tidak tuntas belajarnya dengan persentase (82,92).

d. Refleksi

Pada tahap ini hasil pekerjaan siswa diperiksa oleh peneliti sesuai kriteria penilaian dalam menulis laporan pengamatan.Aspek-aspek yang dianalisis pada kegiatan ini antara lain :

1. Kesesuaian judul dengan isi : 20 2. Diksi atau pilihan kata : 15 3. Ejaan dan tanda baca : 15 4. Kohesi dan koherensi : 20 5. Keterlibatan Panca Indra : 15 6. Menunjukan Objek Yang ditulis : 15

Untuk memperbaiki kelemahan dan mempertahankan keberhasilan keberhasilan yang telah dicapai pada siklus pertama, maka pada pelaksanaan siklus kedua dapat dibuat perencanaan sebagai berikut :

1. Memberikan motivasi kepada kelompok agar lebih aktif lagi dalam pembelajaran.

2. Lebih intensif membimbing kelompok yang mengalami kesulitan.

3. Memberi pengakuan atau penghargaan.

(52)

38

2. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus II

Dalam hasil penelitian siklus II juga memiliki beberapa tahap yang dilaksanakan.

a. Perencanaan

Peneliti bertindak langsung sebagai guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas. Pada perencanaan siklus II, peneliti mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bertujuan sebagai pedoman atau acuan untuk melaksanakan proses pembelajaran yang akan berlangsung. Peneliti juga mempersiapkan media dan metode pembelajaran yang akan digunakan, kemudian melaksanakan penelitian.

Perencanaan pembelajaran Bahasa Indonesia siklus II dilaksanakan pada fokus pemahaman siswa terhadap cara menulis laporan pengamatan, dan penugasan untuk menulis laporan pengamatan dengan model pembelaaran kooperatif tipe jigsaw. Hal tersebut dimaksudkan agar siswa dapat menggambarkan objek melalui pengamatannya secara langsung, dan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menulis laporan pengamatan apakah sesuai dengan objek yang diamati atau belum sesuai serta untuk mengetahui sejauh mana kesalahan mereka dalam penerapan tata bahasa melalui laporan pengamatan.

Peneliti mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), contoh laporan pengamatan dan bahan ajar lainnya yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis laporan pengamatan. Pembelajaran

(53)

dilaksanakan di dalam kelas dan di luar kelas seperti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang biasa dilakukan.

b. Pelaksanaan

Pembelajaran siklus II dilaksanakan mulai hari Senin dan hari sabtu, tanggal 30 November dan 5 Desember 2015 selama 2x45 menit (2 jam pelajaran).

Pembelajaran menulis laporan pengamatan berlangsung pada jam ke 3-4 yaitu pada pukul 08.50 sampai pukul 10.10 Wita. Pada siklus II ini, peneliti lebih menekankan pada perbaikan untuk menulis laporan pengamatan siswa dengan baik. Siswa diberikan lagi beberapa hal-hal dan langkah-langkah dalam menulis laporan pengamatan. Siswa juga diajak dan dilatih untuk memainkan seluruh pancainderanya yang serius, merinci dan menggambarkan objek secara runtut, serta lebih memperbaiki diksi dalam menulis laporan pengamatan.

Pada awal pembelajaran peneliti memeriksa kehadiran siswa dan mengumumkan tulisan laporan pengamatan yang terbaik untuk memotivasi siswa.

Kemudian peneliti memberikan kata-kata yang bersifat membangun agar siswa tidak malas dalam menulis khususnya laporan pengamatan dan memacu siswa untuk lebih berkreasi lagi.

Setelah itu peneliti membahas kekurangan yang masih terdapat dalam menulis laporan pengamatan Siswa. Siswa kemudian diberikan contoh mengenai laporan pengamatan dan dijelaskan kembali laporan pengamatan dan langkah- langkah menulis laporan pengamatan yakni memiliki tema, tempat, waktu pelaksanaan, latar belakang dan tujuan.

(54)

40

Siswa dibagi menjadi 5 kelompok dan setiap kelompok beranggotakan masing- masing 6 orang. Kelompok pertama menggambarkan Laboratorium SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar, kelompok kedua menggambarkan ruangan perpustakaan, kelompok ketiga menggambarkan ruangan guru, kelompok keempat menggambarkan kolam ikan dan kelompok kelima mengamati ruang tata usaha SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar. Pembagian objek yang akan digambarkan secara berkelompok, tetapi dikerjakan secara individu dengan maksud agar setiap siswa bebas berkreasi, menuangkan ide dan gagasannya dalam menulis laporan pengamatan.

Untuk lebih mengefisienkan waktu, peneliti memberikan waktu 10 menit untuk mengobservasi.Setelah melakukan observasi, siswa masuk kembali ke kelas. Peneliti memberikan waktu 70 menit untuk memperbaiki tulisannya.

Setelah itu, peneliti mengumpulkan hasil pekerjaan siswa untuk diperiksa dan dikoreksi.

c. Observasi

Dalam observasi, keadaan siswa dan keaktifan siswa diamati dengan menggunakan lembar observasi, yang diarahkan untuk menganalisis respon dan perilaku siswa terhadap pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh peneliti.

(55)

Tabel 6. Hasil Observasi Siswa selama mengikuti pelajaran Siklus II

No Nama Siswa Kehadiran

Keaktifan bertanya

Keaktifan menjawab pertanyaan

Keaktifan Menanggapi

1 Alif Abi Waqqas    

2 Arfandi    

3 Adelia Ramadani  -  

4 Asgar   - 

5 Andi Anugrah    

6 Belinda Azria  -  

7 Dias premaswari .  -  

8 Dwiga riansa    

9 Eka putrandi   - 

10 Firman S    

11 Ika    

12 Indah wati    -

13 Jufri yanto  -  

14 Junaldi r    

15 Kartini  -  

16 Khaerunnisa    

17 Makmur lasakrandi    

18 Mardiana    

19 Mita  -  

(56)

42

20 Muzzakar   - 

21 Muh. Agung g  -  -

22 Muh. Dirgan    -

23 Muh. Farhan  -  

24 Muh. Hasim    -

25 Muh. Reski    

26 Muh yusril    

27 Nurul adelia  - - 

28 Nurul istiqomah    -

29 Nurwakhidah    

30 Dwi prasetia  -  

31 Rahma firdayanti    

32 Resky wahyudi  -  

33 Ridwan    

34 Rima melati    -

35 Risal  -  

36 Suhardi h  -  

37 Susi    

38 Swandi  -  

39 Yusuf  -  

40 Zabir rabbani  -  

41 Putri nurul M    

(57)

Dari data di atas peneliti menyimpulkan bahwa aktivitas siswa pada siklus II sudah sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia dan aktif selama pembelajaran. Siswa mampu untuk bertanya atau menanggapi pertanyaan atau pernyataan guru.

Tabel 7. Nilai Menulis Laporan Siklus II

No Nama Siswa

Aspek yang Dinilai

Skor I II III IV V VI

1 Alif Abi Waqqas 15 15 15 15 15 15 90

2 Arfandi 15 14 14 15 13 14 85

3 Adelia Ramadani 15 13 14 15 13 15 85

4 Asgar 14 13 13 14 13 13 80

5 Andi Anugrah 13 12 12 13 12 13 75

6 Belinda Azria 15 15 15 9 8 10 72

7 Dias premaswari . 14 12 12 13 10 14 75

8 Dwiga riansa 13 12 12 13 11 14 75

9 Eka putrandi 14 13 13 12 10 13 75

10 Firman S 15 11 12 13 12 13 76

11 Ika 15 13 12 15 11 14 80

12 Indah wati 13 12 12 14 12 12 75

13 Jufri yanto 13 12 12 13 12 13 75

14 Junaldi r 13 11 11 12 9 14 70

15 Kartini 13 12 12 14 10 14 75

16 Khaerunnisa 13 13 13 15 12 14 80

(58)

44

17 Makmur 14 11 11 12 9 14 71

18 Mardiana 14 9 5 10 9 12 72

19 Mita 14 11 10 10 10 10 65

20 Muzzakar 15 13 13 13 12 14 80

21 Muh. Agung g 15 14 13 12 13 13 80

22 Muh. Dirgan 15 14 12 12 13 14 80

23 Muh. Farhan 14 13 13 14 12 14 80

24 Muh. Hasim 13 12 12 13 12 13 75

25 Muh. Reski 14 12 12 15 12 13 78

26 Muh yusril 15 11 10 10 10 15 71

27 Nurul adelia 15 13 12 15 11 14 80

28 Nurul istiqomah 14 12 12 14 12 14 78

29 Nurwakhidah 13 12 12 13 12 13 75

30 Dwi prasetia 14 12 12 14 10 13 75

31 Rahma firdayanti 15 14 13 12 13 13 80 32 Resky wahyudi 15 14 12 12 13 14 80

33 Ridwan 14 12 12 12 12 13 75

34 Rima melati 13 12 12 13 8 14 72

35 Risal 15 14 14 15 13 14 85

36 Suhardi h 14 12 12 14 10 13 75

37 Susi 14 13 13 14 13 13 80

38 Swandi 14 12 12 12 12 13 75

39 Yusuf 13 12 12 14 10 14 75

(59)

40 Zabir rabbani 15 10 15 10 15 15 80

41 Putri nurul M 14 13 13 14 13 13 80

Total 3,160

Rata-Rata 77,07

Berdasarkan siklus II, menulis laporan dengan menggunakan strategi mogel jigsaw mengalami peningkatan. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa. Perolehan skor rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II adalah 77,07 dari skor ideal 100.

Skor tertinggi 90 dan skor terendah adalah 65 yang berarti hasil belajar menulis laporan dengan menggunakan strategi pembelajaran jigsaw yang dicapai siswa kelas VII SMP Yayaasan Pendidikan Bungaya Makassar meningkat.

Tabel 8. Distribusi hasil belajar siswa pada siklus II

SKOR KATEGORI FREKUENSI

PERSENTASE (%)

84-100 Sangat Baik 4 9,75

73-83 Baik 30 73,17

62-72 Cukup Baik 7 17,07

51-61 Kurang baik 0 0

0-50 Sangat kurang 0 0

TOTAL 41 100

Berdasarkan tabel di atas dapat di kemukakan bahwa 41 siswa kelas VII SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar yang menyatakan bahwa pada

(60)

46

kategori sangat kurang terdapat 0%, pada kategori kurang baik terdapat siswa, pada kategori cukup baik terdapat 7 dari 41 siswa dengan persentase (17,07), dan pada kategori baik terdapat 30 siswa dengan persentase (73,17) sedangkan pada kategori sangat baik terdapat 4 siswa dengan persentase (9,75).

Hasil perilaku siswa diketahui bahwa dari 41 siswa kelas VII SMP SMP Yayasan Pendidikan Bungaya Makassar terdapat 7 siswa yang tidak tuntas belajarnya dengan persentase (17,07), dan terdapat 34 orang siswa yang masuk kategori tuntas belajarnya dengan persentase (82,92).

d. Refleksi

Aspek-aspek yang dianalisis pada kegiatan ini yaitu : 7. Kesesuaian judul dengan isi : 20 8. Diksi atau pilihan kata : 15 9. Ejaan dan tanda baca : 15 10. Kohesi dan koherensi : 20 11. Keterlibatan Panca Indra : 15 12. Menunjukan Objek Yang ditulis : 15

Adapun keberhasilan yang diperoleh selama siklus kedua ini adalah sebagai berikut :

a. Aktivitas siswa dalam KBM sudah mengarah ke pembelajaran model jigsaw secara lebih baik. Siswa mampu membangun kerja sama dalam kelompok untuk memahami tugas yang diberikan peneliti. siswa mulai mampu berpartisipasi dalam kegiatan ini dan mampu mempresentasekan hasil kerjanya.

Gambar

Tabel 1. Kriteria Penilaian Tes Keterampilan Menulis Laporan Pengamatan
Tabel 3. Hasil Observasi Siswa selama mengikuti pelajaran Siklus I
Tabel 4. Nilai Menulis Laporan Siklus I
Tabel 5.Distribusi hasil belajar siswa pada siklus I
+4

Referensi

Dokumen terkait

Program yang akan dilaksanakan adalah Program Pengembangan Wilayah

b) Nilai penggunaan konsumtif bulanan untuk padi di jadual dalam Jadual 1. Hitung penggunaan konsumtif.. Sebuah rumah kediaman bunglo akan dibangunkan di suatu kawasan seluas 900 m

Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Jump Count dapat diterapkan dirumah dengan menyenangkan, agar perkembangan anak terstimulus dengan optimal maka

Tingkatan organisasi kehidupan dimulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, ekosistem, hingga ke tingkatan bioma (Campbell, et

dalam penelitian ini, diantaranya adalah mengetahui besar alih fungsi lahan pertanian sawah dan faktor yang mempengaruhinya, mengetahui keterse- diaan pangan, dan mengetahui

Standar kompetensi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada rumpun penguasaan bidang studi, mahasiswa PGSD adalah harus mampu memilih, menata dan mempresentasikan bahan ajar

Tujuan memproduksi teks negosiasi untuk menghasilkan teks negosiasi, mem- produksi teks negosiasi adalah menghasilkan sesuatu yaitu berupa teks yang berisi percakapan atau

Analisis tentang Moral Anak di Kelurahan Duwet Kota Pekalongan Dari hasil penelitian yang telah dikumpulkan, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data mengenai hasil