66
BAB VIII IPA DAN TEKNOLOGI
8.1 IPA sebagai Dasar Perkembangan Teknologi
Menurut Casey (2012), IPA berusaha untuk mendeskripsikan sifat dan karakteristik ilmiah yang menghasilkan pengetahuan. IPA sebagai disiplin ilmu memiliki ciri-ciri sebagaimana disiplin ilmu lainnya. Setiap disiplin ilmu selain mempunyai ciri umum, juga mempunyai ciri khusus/karakteristik. Adapun ciri umum dari suatu ilmu pengetahuan adalah merupakan himpunan fakta serta aturan yang menyatakan hubungan satu dengan lainnya. Fakta-fakta tersebut disusun secara sistematis serta dinyatakan dengan bahasa yang tepat dan pasti sehingga mudah dicari kembali dan dimengerti untuk komunikasi (Prawirohartono, 1989: 93).
IPA merupakan cabang pengetahuan yang berawal dari fenomena alam. IPA didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan tentang objek dan fenomena alam yang diperoleh dari hasil pemikiran dan penyelidikan ilmuwan yang dilakukan dengan keterampilan bereksperimen dengan menggunakan metode ilmiah. Definisi ini memberi pengertian bahwa IPA merupakan cabang pengetahuan yang dibangun berdasarkan pengamatan dan klasifikasi data, dan biasanya disusun dan diverifikasi dalam hukum-hukum yang bersifat kuantitatif, yang melibatkan aplikasi penalaran matematis dan analisis data terhadap gejala-gejala alam. Dengan demikian, pada hakikatnya IPA merupakan ilmu pengetahuan tentang gejala alam yang dituangkan berupa fakta, konsep, prinsip, dan hukum yang teruji kebenarannya serta melalui suatu rangkaian kegiatan dalam metode ilmiah.
Dalam perkembangan selanjutnya, metode ilmiah tidak hanya berlaku bagi IPA tetapi juga berlaku untuk bidang ilmu lainnya. Hal yang membedakan metode ilmiah dalam IPA dengan ilmu lainnya adalah cakupan dan proses perolehannya. IPA meliputi dua cakupan yaitu IPA sebagai produk dan IPA sebagai proses. Science is both of knowledge and a process (Trowbridge dan Sund, 1973:2).
Hakikat IPA terdiri atas 3 aspek yaitu sikap ilmiah, proses ilmiah, dan produk ilmiah. Sikap ilmiah merupakan pijakan awal ilmuwan sekaligus bekal untuk melakukan proses ilmiah, sehingga mampu menghasilkan produk ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Teknologi merupakan produk ilmiah yaitu hasil penerapan dari IPA.
67
8.2 Sejarah Peradaban Manusia dan Perkembangan Teknologi
Menurut para ahli sejarah peradaban manusia diperkirakan dari zaman masyarakat purba antara 4.000.000 tahun SM sampai 20.000-1.000 tahun yang lalu. Pada masa itulah teknologi sederhana sudah dikenal manusia yang disebut juga periode kuarter.
Dari beberapa penemuan manusia purba misalnya ditemukan perkembangan struktur manusia dari bentuk manusia primitif ke manusia modern. Tidak hanya perubahan pada manusia,namun teknologi peradaban mereka juga berkembang sesuai hasil penemuan sebagai berikut:
1. Temuan Eugene Dubois (1887) berupa fosil Pythecantropus Erectus dan Homo Erectus di daerah Trinil, tepian sungai Begawan Solo.Hidupnya kira-kira 500.000-300.000 tahun yang lalu pada zaman plaestosan tengah. Mereka diperkirakan sudah dapat membuat alat untuk berburu dari batu tajam, telah menggunakan api dan diduga sudah berbicara. Volume otaknya antara 770-1000 cc.
2. Manusia Cromagnon (20.000 tahun yang lalu) yang dianggap nenek moyang Bangsa Eropa, mereka sudah mempunyai peradan yang tinggi. Ditemukan lukisan-lukisan di dalam gua yang menunjukkan bahwa mereka sudah memuja dewa tertentu. Mereka juga membuat alat berburu, hidup bermasyarakat, sudah membuat rumah. Namun makanan mereka bergantung pada apa yang ada di alam sehingga hidup mereka berpindah-pindah (nomaden). Perpindahan mereka menyebar ke beberapa tempat mencari tanah-tanah yang subur.
3. Ditemukan sisa-sisa rumah panjang dari penggalian di Jerman dan Swiss, semacam rumah panjang di daerah Kalimantan dan diperkirakan berumur 16.000 tahun yang lalu.
Meski demikian, belum terungkap hubungan manusia Cromagnon dengan manusia sekarang dikarenakan ada selang waktu ribuan tahun yang belum jelas. Namun yang jelas perkembangan budaya masing-masing tempat di dunia ini memang tidak sama kurun waktunya. Misalnya: abad ke 13 di Mesir sudah ada Universitas Al Azhar,di Italia sudah berdiri menara Pisa, sedangkan di Indonesia waktu itu peradabannya masih sangat sederhana.
Menurut Alvin Tofler (1980) dalam bukunya the third wave, ia membagi sejarah umat manusia menjadi tiga gelombang yaitu:
1. Gelombang pertama, antara tahun 800 SM - 1700 M disebut gelombang pembaharuan.
Manusia masih menerapkan teknologi pertanian. Tanah merupakan dasar bagi kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Hubungan antar manusia sangat akrab, personal dan komunikasinya sederhana dengan tulisan sebagai alat bantu. Kemudian struktur ini berubah total oleh datangnya industri.
68
2. Gelombang kedua, (1700-1970 M) mulai berimpit dengan revolusi industri. Manusia beralih ke energi lain seperti minyak, batu bara, dan gas. Ditemukan mesin uap yang dipadukan dengan pabrik yang menghasilkan barang produksi massal. Hubungan manusia menjadi impersonal, komunikasi dikuasai media massa.
3. Gelombang ketiga, 1970-sekarang adalah peradaban yang didukung oleh kemajuan teknologi komunikasi dan pengolahan data. Misalnya: Penerbangan, terbarukannya energi alternatif, rekayasa genetika, dan bioteknologi. Pada era ini jaringan komunikasi, data, informasi, dan teknologi adalah yang terpenting.
Kehebatan gelombang ketiga ini melanda negara-negara berkembang. Kemajuan teknologi,di satu sisi telah berhasil mengatasi hambatan ruang dan waktu sedang di sisi lain ternyata mempertajam ketidakseimbangan arus informasi antar negara maju dan berkembang.
Meninjau penggunaan energi pada gelombang pertama manusia pengguna baterai alamiah karena tanah merupakan dasar bagi kegiatan ekonomi mereka. Sehingga sumber energi mereka bersumber pada alam. Sedangkan pada gelombang kedua sumber energi mereka adalah energi fosil seperti: minyak, batu bara, dan gas . Sedangkan pada gelombang ketiga lebih kepada penghematan energi karena pada era ini manusia menyadari keterbatasan sumber energi fosil yang tidak dapat diperbaharui sehingga mereka harus melakukan penghematan energi atau mencari alternatif sumber energi lain.
Rekayasa peradaban manusia tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ilmu pengetahuan akan memberikan wawasan keilmuan, sosial, dan budaya yang dapat membentuk peradaban manusia. Semakin modern kehidupan manusia, arus informasi semakin majemuk dan global sifatnya. Manusia tidak dapat melakukan seleksi informasi dengan baik apabila tidak dibarengi dengan motivasi yang tepat, sehingga pada gilirannya akan merubah peradaban manusia yang dibentuk oleh wawasan keilmuannya serta wawasan sosial dan budayanya.
Teknologi adalah sebuah terminologi yang berasal dari Barat/Yunani, yaitu “technology”. Dia merupakan penerapan atau implementasi dari ilmu pengetahuan dan rekayasa untuk tujuan tertentu. Tujuan tertentu ini antara lain untuk penyelesaian masalah (problem solving), untuk menghasilkan suatu produk, dan sebagainya.
Namun seiring dengan awal perkembangan teknologi yang berasal dari Barat, maka seringkali teknologi dikaitkan dengan ide-ide “kebarat-baratan” atau “Western”, seperti Demokrasi, Freedom, Free market ekonomi, pergaulan bebas, dan sebagainya. Misalnya komputer atau internet. Kedua perkembangan teknologi ini seringkali ‘ditunggangi’ dengan ide kebarat-baratan. Salah satu hal
69
yang turut “mendukung” perkembangan internet adalah pornografi. Pornografi sendiri merupakan hasil budaya permisif dari Barat yang menghalalkan penampakan aurat dan perbuatan zina. Maka ketika internet masuk ke Indonesia, seolah-olah budaya pornografi tersebut “harus” turut masuk ke Indonesia. Contoh lain misalnya televisi, di mana televisi seringkali memuat pesan-pesan hegemoni Barat. Pesan-pesan hegemoni Barat dapat kita rasakan melalui tayangan-tayangan film atau iklan.
Film yang menyampaikan “pesan” hegemoni barat tidak film Barat, tetapi juga film produk dalam negeri yang muatannya bahkan lebih barat dari orang barat. Dan tidak sedikit dari film dalam negeri tersebut yang merupakan jiplakan total dari ide barat.
Teknologi dan peradaban seringkali dijadikan satu-kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Seakan-akan teknologi yang berasal dari Barat tidak bisa dipisahkan dengan peradaban Barat itu sendiri. Maksudnya, ketika kita menerima sebuah teknologi, seringkali kita merasa tidak bisa menerimanya tanpa menerima nilai-nilai peradaban barat di dalamnya. Padahal teknologi dan peradaban adalah dua hal yang terpisah. Kita perlu membedakan antara teknologi yang diciptakan oleh para ahlinya dengan peradaban barat itu sendiri.
8.3 Manfaat dan Dampak IPA dan Teknologi dalam Kehidupan Sosial
IPA dan teknologi sangat berperan dalam kelangsungan hidup di masa mendatang.
Bertambahnya jumlah penduduk menimbulkan aspek positif juga aspek negatif. Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan kemajuan IPA dan teknologi, namun IPA dan teknologi juga dapat memperburuk keadaan. Manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya kemajuan IPA dan teknologi, adalah sebagai berikut :
1) Energi
Dalam kehidupan manusia modern sekarang ini, energi merupakan bagian terpenting dari kehidupan manusia. Seluruh aspek kehidupan kita seperti industri, transportasi, rumah tangga, dan semua sektor membutuhkan energi. Energi yang dibutuhkan berwujud adalam bentuk panas, gerak, cahaya, kimia nuklir, dan sebagainya. Energi juga dapat berubah-ubah bentuk. Energi panas misalnya dapat berubah ke bentuk lain (misal mekanik) contohnya dalam mengubah air menjadi uap. Uap panas mengembang bertekanan tinggi menggerakkan baling- baling suatu turbin. Sehingga, gerakan turbin ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Energi mekanik juga dapat berubah ke bentuk energi lain seperti listrik di mana terjadinya perputaran dinamo sehingga bisa menghasilkan listrik. Energi listrik dapat berubah menjadi energi cahaya, dapat berubah menjadi energi mekanik kembali dan dapat berubah
70
menjadi energi kimia. Dari aliran listrik juga dapat diubah ke energi kimia, misalnya pada proses penyepuhan.
Pada hakikatnya, energi adalah kekal atau dapat dikatakan bahwa tidak ada energi yang hilang, hanya saja energi tersebut berubah bentuk ke bentuk yang lain. Secara umum, energi dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Energi mekanik
Energi mekanik merupakan penjumlahan antara energi potensial dan energi kinetik.
b. Energi panas
Energi panas dikenal dengan energi kalor yaitu energi yang muncul karena adanya perubahan suhu.
c. Energi magnetik
Energi magnetik dapat timbul apabila dua batang magnet dengan kutub yang berbeda dilekatkan.
d. Energi listrik
Energi listrik dapat ditimbulkan dengan berbagai cara yaitu berasal dari:
1) Air terjun, yaitu dengan mengubah air sungai menjadi energi kinetik;
2) Energi angin yang menggerakkan kincir angin;
3) Diesel dengan mengubah energi kimia dari solar;
4) Nuklir dengan mengubah air menjadi uap air dengan bahan bakar unsur radioaktif seperti Uraniun, Titanium dan sebagainya;
5) Uap air untuk menggerakkan generator;
e. Energi kimia
Energi kimia dihasilkan dari suatu proses reaksi kimia.
f. Energi bunyi
Energi bunyi diartikan sebagai getaran yang timbul. Getaran yang merambat melalui medium udara akan menghasilkan gelombang bunyi.
g. Energi nuklir
Energi nuklir timbul jika suatu atom dari unsur radioaktif dipecah sehingga menimbulkan reaksi nuklir.
h. Energi cahaya
Energi cahaya merupakan energi yang bersumber dari cahaya, energi cahaya menyebabkan tempat gelap menjadi terang.
71 2) Nuklir
Pemanfaatan teknologi nuklir sampai saat sekarang ini masih menjadi kontroversi yang semakin seru. Namun di satu sisi, peran teknologi nuklir sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia karena ramah lingkungan. Di sisi lain akibat yang ditimbulkan oleh kecerobohan dan kecelakaan juga sangat mengerikan misalnya kota Cernobyl, Rusia. Berikut beberapa manfaat yang diperoleh dari penggunaan teknologi nuklir, antara lain:
a. PLTN
Kecenderungan menggunakan dan memanfaatkan energi nuklir bukan hanya dilakukan oleh negara maju saja, tetapi negara-negara berkembang juga berlomba-lomba memanfaatkan energi ini. Banyak negara-negara maju yang secara maksimal memanfaatkan energi ini, dan ada puluhan reaktor nuklir di dunia yang telah beroperasi. Bahkan, negara maju misalnya Perancis 80% kebutuhan listriknya berasal dari PLTN. Teori Bohr dan Rutherford yang mengatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yaitu proton dan neutron, dan elektron- elektron yang mengelilinginya. Atom yang bersifat radioaktif (misal Uranium) jika ditembak akan meluruh dan menghasilkan energi yang sangat besar. Energi yang keluar ini diserap dan dialirkan ke dalam air. Air ini akan menguap, uap inilah yang digunakan untuk menggerakkan turbin dan selanjutkan akan menggerakkan generator listrik.
b. Teknik Nuklir dalam Kesehatan
Penemuan sinar Rontgen dan pemanfaatannya dalam kesehatan dianggap sebagi temuan yang luar biasa. Posisi atau keadaan bagian dalam tubuh pasien dapat ditentukan dengan mudah, sehingga pengobatan selanjutnya dapat dilakukan dengan akurasi yang tinggi.
c. Teknik Nuklir dalam Bidang Industri
Penggunaan teknik nuklir dibidang industri juga cukup luas, antara lain meliputi : 1) Industri pengawetan makanan
Hal ini dapat dilakukan karena secara prinsip, kuman atau bakteri pembusuk dapat dibasmi dengan radiasi, sehingga pembusukan dapat dicegah. Cara ini biasanya lebih unggul dibanding dengan pemanasan, pengasapan maupun pemakaian bahan kimia.
Hampir seluruh produk makanan, baik untuk kebutuhan ekspor ataupun distribusi lokal dapat memanfaatkan teknologi nuklir.
2) Industri Kesehatan
Dalam dunia kesehatan, teknik nuklir dapat dimanfaatkan pada tahap diagnosis maupun terapi. Beberapa contoh untuk diagnosis antara lain: menentukan lokasi tumor otak, kanker, kelenjar gondok, batu ginjal, dan sebagainya. Sedangkan untuk
72
terapi misalnya dengan pemanfaatan radiasi tertentu yang dapat digunakan untuk memecah batu ginjal sehingga tidak perlu melakukan pembedahan.
3) Pemuliaan benih tanaman
Pemanfaatan sinar gamma dapat dilakukan untuk mengadakan mutasi gen dari biji- bijian, dapat dicari muatan yaitu variasi hasil mutasi gen yang menguntungkan bagi manusia. Akhir-akhir ini banyak tanaman yang dimodifikasi dengan teknologi ini.
Misalnya, perolehan tanaman padi yang lebih singkat masa panennya, tahan terhadap penyakit, serta hasil beras yang rasanya enak dan melimpah.
4) Industri kayu
Kualitas kayu olahan dapat ditingkatkan dengan cara merendam dengan senyawa organik (monomer), di mana jika bahan ini diradiasi akan menjadi polimer (plastik).
Sehingga kayu menjadi lebih kuat, tahan terhadap perubahan cuaca dan tahan terhadap hama (serangga).
5) Hidrologi
Radioaktif dapat digunakan dan dimanfaatkan sebagai perunut dalam bidang hidrologi (ilmu tentang tata air). Misalnya untuk mendeteksi kebocoran pada pipa di bawah tanah. Karena dengan teknik ini tidak perlu lagi menelusuri dengan membongkar pipa atau tanah. Dengan menggunakan alat Geiger Muller dapat dipastikan kecepatan alir dan kebocoran pipa dideteksi lebih akurat. Alat ini menggunakan zat radioaktif.
6) Industri Radiografi
Foto radiografi biasanya dimanfaatkan pada dunia kesehatan, misalnya memastikan tulang yang patah dengan foto Rontgen. Namun, sekarang teknik ini sudah berkembang sangat luas misalnya pada industri konstruksi. Dengan pemanfaatan radiasi dipastikan kemungkinan tertekan pada baja, dan sebagainya.
d. Studi Pencemaran Lingkungan
Senyawa radioaktif dapat dimanfaatkan untuk melihat tingkat pencemaran lingkungan.
Misalnya atom C-14 yang radioaktif digunakan sebagai perunut pencemaran pestisida yang dimanfaatkan petani, karena secara prinsip senyawa pestisida dan sejenisnya sulit sekali terurai di alam. Sehingga tingkat pencemaran yang diakibatkan pestisida ini dapat terdeteksi.
3) Penemuan mesin uap oleh James Watt memicu terjadinya revolusi industri. Sehingga, kemajuan industri diidentikkan sebagai kemajuan suatu negara atau bangsa. Karena dengan kebutuhan manusia yang begitu pesat hanya dapat dipenuhi oleh industri yang juga menghasilkan produk dalam jumlah yang banyak. Sehingga industri tumbuh dan berkembang
73
ke berbagai bidang kehidupan manusia. Mulai dari industri makanan, obat-obatan, transportasi, sandang pangan, konstruksi, dan sebagainya.
4) Penemuan lain yang juga ikut memicu perkembangan industri adalah penemuan listrik, karena listrik memicu perkembangan industri itu sendiri dan kehidupan manusia pada umumnya.
Muara dari itu adalah kemudahan hidup manusia, misalnya teknologi transportasi. Sebelum ditemukannya mesin uap, manusia mengandalkan teknologi sederhana seperti dayung maupun dari alam misalnya angin. Namun, setelah ditemukannya mesin uap, waktu perjalanan dapat dipersingkat, karena gerakan kapal sudah diinterfensi dengan mesin.
5) Dalam bidang lain misalnya, penemuan mesin tenun juga merupakan evaluasi dalam bidang pemenuhan sandang jika melihat sejarah perkembangan manusia yang memulai menutup tubuhnya dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya. Misalnya dengan pemanfaatan daun, kulit pohon atau kulit hewan tertentu sebagai penutup tubuhnya.
6) Manusia tidak hanya memanfaatkan bahan bahan alam. Tetapi juga memulai menggunakan teknologi sederhana dengan memanfaatkan serat kayu atau bulu binatang untuk dianyam atau ditenun dengan teknologi sederhana untuk memperoleh bahan pakaian mereka. Dengan sentuhan IPA dan teknologi industri, penemuan ini berkembang sangat pesat, seiring dengan semakin menipisnya persediaan bahan alam yang dapat dimanfaatkan. Sehingga selain serat alami manusia juga membuat serat buatan mentah kebutuhan sandang, apalagi dipadu dengan industri pewarnaan dan estetika.
Selain dampak positif atau manfaat yang diperoleh, IPA dan teknologi juga memberikan dampak negatif yang mengancam kelangsungan hidup manusia. Berikut dampak negatif yang ditimbulkan dari IPA dan teknolgi, antara lain:
1. Dampak Negatif Teknologi Nuklir
Reaktor nuklir ternyata menghasilkan sampah nuklir yang demikian berbahaya bagi kehidupan manusia. Sampah nuklir ini bisa dalam bentuk gas, cair, dan padat. Pembangunan reaktor nuklir tanpa kendali yang ketat bisa mengakibatkan kecelakaan yang sangat fatal.
Misalnya pada kasus Chernobyl di Rusia yang diakibatkan kebocoran reaktor nuklir, mengakibatkan kematian langsung manusia dan ribuan manusia yang terpapar radiasi sehingga meninggalkan keturunan yang cacat sampai sekarang. Juga beberapa kecelakaan reaktor nuklir lainnya seperti di Jepang, Amerika Serikat, dan sebagainya. Penggunaan senjata nuklir juga mengakibatkan pemusnahan massal yang mengerikan. Penggunaan 2 bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki Jepang yang menghancurkan kedua kota tersebut dan kematian ratusan ribu jiwa manusia. Dan senjata nuklir yang dikembangkan saat ini diduga ratusan kali lebih hebat dari kedua bom atom tersebut.
74 2. Dampak Negatif Penyalahgunaan Sumber Daya Alam
Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak terkontrol mengakibatkan kerusakan yang mengerikan. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia sering lupa akan kesetimbangan alam. Penggundulan hutan yang terus-menerus mengakibatkan kesetimbangan berubah.
Daerah resapan air yang digunakan sebagai penyangga, jika terkena hujan yang besar akan mengakibatkan malapetaka dan membawa korban yang besar. Misalnya, pada petaka Bahorok (Sumatera Utara) tahun 2003, Trenggalek (Jawa Timur) tahun 2005 yang merupakan rangkaian petaka akibat penggundulan hutan yang luar biasa.
Pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui secara berlebihan seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan sebagainya juga akan membawa petaka di masa sekarang dan masa mendatang. Dampak negatif pemanfaatan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ini bukan hanya berdampak pada manusia, tetapi juga berdampak pada berbagai industri, karena begitu banyak industri yang bergantung pada sumber daya alam ini.
3. Dampak Negatif Terhadap Transportasi, Komunikasi, dan Informasi
Mudahnya alat-alat transportasi, komunikasi, dan informasi untuk dimiliki, menyebabkan adanya rangsangan manusia untuk menggunakan dan memproduksi sebanyak-banyaknya.
Kecepatan perkembangan teknologi ternyata belum seimbang dengan perkembangan mental manusia. Akibatnya timbul kecenderungan bukan manusia yang mengendalikan alat transportasi, komunikasi, dan informasi namun justru sebaliknya. Penggunaan lahan sawah, pegunungan, dan kehutanan yang diubah untuk jalan dan perumahan, sehingga peresapan air menjadi berkurang, produksi pangan berkurang, varietas, gen dan keindahanpun juga berkurang.
4. Dampak Negatif Terhadap Kesehatan
Pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan mengakibatkan keseimbanganpun juga berubah. Padahal, di alam keseimbangan tersebut saling tergantung dan mempengaruhi.
Berikut adalah bentuk interaksi kesetimbangan antara manusia dan lingkungan. Apabila interaksi antara manusia dan penyebab penyakit serta lingkungan tidak seimbang, maka berakibat bagi manusia terutama kesehatan. Semua penyakit dipengaruhi oleh 3 faktor ekologi, yaitu sebagai berikut: :
a. Adanya ketidakseimbangan antara interaksi penyebab penyakit dan manusia.
b. Ketidakseimbangan hubungan interaksi tergantung pada karakteristik manusia dan penyebab penyakit.
c. Karakteristik hubungan interaksi antara penyebab penyakit dan manusia itu yang disebabkan oleh keadaan langsung fisik.
75 8.4 IPA dan Teknologi Masa Depan
Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Namun, perkembangan itu berlangsung dengan kecepatan yang tidak sama. Perkembangan terpesat adalah dalam bidang-bidang mikroelektronik, teknologi bahan dan bioteknologi. Mikroelektronik berkembang melalui tahapan yang ditunjang dengan kemajuan ilmu bahan baik secara fisika maupun kimia. Penemuan peralatan elektonik misalnya radio dan peralatan komunikasi yang memicu penemuan teknologi elektronika lainnya, baik produk maupun bahan dasar pembuatnya.
Penemuan dan penggunaan material sebagai tabung diode, transistor, dan silikon sebagai otak peralatan elektronika tahun 1990 dibandingkan dengan tahun 1965 yang terjadi penyusutan 11.000 kali penyusutan semula. Mungkin masih ingat dengan komputer yang pertama di Indonesia (IBM) di UGM yang besarnya satu ruangan, namun kapasitas yang tidak lebih baik dari pentium I atau Pentium II. Coba bayangkan ukuran laptop sekarang, penemuan semi konduktor dengan kapasitas lebih tinggi sebagai Chips yang memicu teknologi mikroelektronika semakin kecil dengan kapasitas yang lebih besar.
Perkembangan ilmu optoelektronik yang memanfaatkan serat optik memicu teknologi elektronik lain dan manfaatnya berkembang ke berbagai sektor kehidupan, seperti komunikasi, kesehatan, persenjataan, dan sebagainya. Selain mikroelektronik, perkembangan teknologi bahan juga sangat pesat. Penemuan-penemuan bahan yang dengan spesifikasi tertentu misalnya super konduktor, bahan tahan panas dan keramik canggih yang terus diperoleh.
Saat ini, revolusi bahan menjadi lebih luar biasa dengan dikembangkannya teknologi nano.
Pengertian nano berarti satu permiliar (10-9). Nano teknologi dirintis oleh Norio Taniguchi (1974).
Nano teknologi dipandang sebagai suatu teknologi yang paling relevan pada Abad 21. Teknologi nano saat ini sudah merambah hampir semua sektor kehidupan, karena manusia juga melihat peristiwa di alam yang merupakan teknologi nano pada tumbuhan, yaitu perubahan CO2 + H2O menjadi karbohidrat berlangsung secara nano, apalagi dalam dunia kesehatan. Saat ini ada ribuan hasil riset setiap minggunya yang dipublikasi tentang teknologi nano disemua bidang.
EVALUASI 1. Jelaskan perbedaan antara sains dan teknologi!
2. Buatlah contoh kaitan antara sains dengan teknologi untuk masing-masing bidang fisika, kimia, dan biologi!
76
3. Mengapa kita harus menghemat energi yang berasal dari minyak bumi? Jelaskan usaha yang dapat kita lakukan untuk menghemat energi tersebut!
4. Energi bersifat kekal, berikan contoh aplikasi dalam kehidupan sehari-hari!
5. Apa peran IPA dalam pengembangan teknologi masa depan?
6. Apa tujuan manusia untuk terus mengembangkan teknologi? Jelaskan!
7. Menurut pendapat Anda, apakah perkembangan teknologi mutlak diperlukan? Jelaskan dengan memberi contoh dampak positif dan negatif yang ditimbulkan!
8. Seiring perkembangan zaman, teknologi juga berkembang. Apa pentingnya seseorang mempelajari teknologi kelautan dan teknologi industri?
77
BAB IX BEBERAPA PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PENTING
Dalam kehidupan manusia dewasa ini tidak terlepas dari Ilmu Alamiah dan ilmu terapannya berupa teknologi dalam berbagai bidang. Ilmu Alamiah murni memang tidak berperan langsung terhadap kehidupan manusia tetapi antara ilmu murni dan ilmu terapan (teknologi) mempunyai hubungan yang erat. Dari konsep ilmu murni dapat dikembangkan menjadi ilmu terapan. Sebaliknya, teknologi atau ilmu terapan memberikan sumbangan penemuan penemuannya kepada prinsip atau hukum-hukum baru dan seterusnya. Berikut akan dipaparkan beberapa perkembangan teknologi penting:
9.1 Bioteknologi
Dalam rangka memenuhi dan meningkatkan mutu kebutuhan hidup, manusia memanfaatkan biologi terapan yang digabungkan dengan teknologi modern sehingga tercipta ilmu baru yang dikenal dengan nama Bioteknologi atau juga sering disebut Biomasadepan. Dalam perkembangannya lebih lanjut muncullah bioteknologi kedokteran, bioteknologi farmasi, bioteknologi pertanian, bioteknologi perternakan dan sebagainya. Beberapa ahli membagi batasaan bioteknologi sebagai berikut:
1. Kegiatan yang menitikberatkan pemanfaatan aktivitas biologi dalam lingkup teknologi proses dan produksi secara besar-besaran dalam industri.
2. Pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah dan kerekayasaan tehadap jasad, sistem atau proses biologi untuk memproduksi benda hidup, benda mati dan jasa bagi kehidupan manusia.
Adapun macam bioteknologi akan dipaparkan sebagai berikut:
1. Bioteknologi Kedokteran a. Insulin manusia
Insulin mansuia saat ini sudah dapat diproduksi secara massal dengan menggunakan bakteri E. Coli hasil rekayasa genetika; produk bioteknologi bidang kesehatan ini telah diperdagangkan untuk mengobat penyakit diabetes dengan merk dagang HumulinR .
78 b. Vaksin hepatitis B
Vaksin hepatitis B sudah dapat diproduksi secara massal dengan memanfaatkan S. Cereviciae hasil rekayasa genetika skala industri; vaksin ini digunakan untuk mencegah infeksi virus hepatitis .
c.Hormon tumbuh manusia (growth hormone)
Hormon tubuh manusia ini diproduksi skala industri dengan memanfaatkan E.
Coli hasil rekayasa genetika; hormon ini untuk mengobati kelainan pertumbuhan misalnya manusia yang bertubuh cebol.
d. Bank Sperma dan Bayi Tabung
Bank sperma beku dan bayi tabung secara ilmiah telah banyak dilakukan di negara yang menganut paham kebebasan dan cara seperti ini sering dilakukan oleh seorang wanita yang mengkehendaki anak di luar pernikahan atau sebuah keluaga yang telah lama menikah namun belum dikaruniai anak. Sperma dipakai untuk membuahi sel telur, jika pembuahan telah terjadi dalam tabung maka zigot ditanam kembali ke dalam rahim ibu.
e. Pencangkokan Alat-alat Tubuh (Transplantasi Organ)
Pencangkokan alat-alat tubuh yang dalam keadaan biasa akan selalu ditolak karena hal tersebut merupakan benda asing bagi pasien namun melalui bioteknologi dengan perantara gen maka pencangkokan dapat dilaksanakan dengan baik. Alat-alat tubuh yang bisa dicangkok adalah ginjal, kelenjar hati, kelenjar pankreas, dan sebagainya.
f. Rekayasa Genetika
Dengan rekayasa genetika dapat diciptakan vaksin yang dapat menghasilkan immuglobin (zat kebal) terhadap beberapa penyakit seperti hepatitis, kanker hati, dan lepra. Dengan rekayasa genetika juga para ahli dapat menciptakan vaksin untuk penyakit hemofili, yaitu penyakit keturunan yang mengakibatkan darah penderita sukar membeku.
79 2. Bioteknologi Farmasi
Dalam memerangi penyakit- penyakit yang disebabkan oleh antigen atau bibit penyakit yang digunakan berbagai macam obat, di mana pada zaman dahulu berupa ramuan beberapa macam tumbuhan yang berupa sari atau ekstrak.
Tetapi pada zaman sekarang sesuai dengan kemajuan teknologi maka dibuat zat sintetis dan mutakhir, melalui biologi molekular dan rekayasa genetika, tubuh dipacu untuk memproduksi obat-obat sendiri. Obat-obatan hasil bioteknologi tersebut antara lain Insulin untuk diabetes, protopin yang merupakan hormon pertumbuhan untuk memperbaiki anak -anak yang mengalami keterbelakangan pertumbuhan, alfainterferon untuk pengobatan sejenis leukimia, dan sebagainya.
3. Bioteknologi Pertanian
Dalam rangka mencukupi kebutuhan pangan dunia yang terus meningkat maka produksi makanan secara konvensional tidak dapat memenuhinya, oleh karena itu diperoleh usaha melalui bioteknologi pertanian yang antara lain:
a. Penggunaan Hormon Pertumbuhan
Penggunaan hormon pertumbuhan yang mengubah tumbuhan dari diploidi menjadi poliploidi sehingga dihasilkan produk yang “raksaksa” misalnya buah tomat, lobak, dan lain-lain.
b. Kultur Jaringan
Dalam mempercepat pembibitan tanaman, kultur jaringan lebih cepat tiga puluh kali daripada cara tradisional. Dengan demikian dapat mengatasi keterlambatan dan kekurangan bibit dalam masa tanam dan juga meningkatkan kualitas panen.
Dalam perbanyakan tumbuhan secara kloning pada tumbuhan hias dan tumbuhan bernilai ekonomi tinggi dapat dilakukan secara besar-besaran dengan kultur jaringan. Untuk perbaikan sifat tumbuhan, maka silang somatik dengan kultur jaringan dapat dibuat keragaman genetik dalam memperoleh tumbuhan yang memiliki sifat unggul. Untuk penelitian penyakit tumbuhan, kultur jaringan dapat mengusahakan keragaman yang bebas virus dari tumbuhan yang terserang. Kultur jaringan juga dapat membuat tanaman toleran terhadap stres serta kultur jaringan juga dapat melestarikan plasma nutfah yang disimpan di tempat yang dingin.
80 c. Rekayasa Genetika
Rekayasa genetika tumbuhan dapat menciptakan tumbuhan yang dapat menciptakan racun sendiri dari insekta yang hendak memakannya.
4. Bioteknologi Perternakan
Para ahli perternakan juga memanfaatkan bioteknologi perternakan, yakni penerapan rekayasa genetika yang melalui dua tahap, yaitu:
a. Untuk memproduksi vaksin dan obat serta hormon pertumbuhan ternak;
b. Melibatkan hewan dapat tumbuh lebih cepat dan makannya lebih sedikit, atau menjadi ternak yang lebih unggul.
9.2 Bioetika
Perkembangan pesat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi cukup membuat masyarakat mengalami dilema. Hal ini mengingat dampak negatif yang yang ditimbulkan bagi kehidupan sosial.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimaksud terkait dengan eksistensi manusia sebagai makhluk hidup yang beradab. Dengan adanya pemikiran akan dilema yang terkait dengan eksistensi manusia timbul pertentangan akan Ilmu pengetahuan dan Teknologi maka lahirlah Bioetika.
Nama bioethics pertama kali digunakan oleh peneliti kanker Amerika Van Rensellaer Potter dalam bukunya “Bioethics: Bridge to The Future”, ia menekankan tanggung jawab para ahli biologi dalam menjamin kelangsungan kehidupan di bumi dan dalam menciptakan syarat-syarat untuk meningkatkan kehidupan manusia. Namun, ia belum terjun sepenuhnya dalam analisis etika.
Bioetika merupakan suatu disiplin baru yang menggabungkan pengetahuan biologi dengan pengetahuan sistem nilai manusia, yang akan menjadi jembatan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan, dan mempertahankan serta memperbaiki dunia beradab (Van Potter, 1970). Bioetika merupakan kajian mengenai pengaruh moral dan teknik-teknik yang dihasilkan oleh kemajuan ilmu- ilmu hayati (Oxford, 1995). Naskah UD-BHR (2005) dalam upaya mencari jalan tengah akhirnya menyepakati rumusan netral dengan mencantumkan cakupan, pernyataan ini diarahkan pada masalah-masalah etika yang terkait dengan kedokteran ilmu-ilmu hayati, dan teknologi-teknologi yang terkait sebagaimana diterapkan pada manusia dengan memperhatikan dimensi-dimensi hukum, sosial, dan lingkungan. Jadi, bioetika adalah sebuah kegiatan yang terkait dengan mencari jawaban dan menawarkan penyelesaian masalah dari konflik moral yang timbul dari kemajuan
81
pesat ilmu-ilmu hayati dan kedokteran yang diikuti oleh perkembangan teknologi yang terkait dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Bidang bioetika yang berhubungan dengan sistem manusia sebagai makhluk yang beradab terdiri atas 2 bidang, yaitu:
1. Bidang Kedokteran
Bidang kedokteran merupakan bidang yang syarat dengan dilema di masyarakat karena inovasi penerapannya untuk manusia. Adapun bidang kedokteran terbagi menjadi:
a. Aborsi
Aborsi adalah masalah yang kontroversial disemua bidang ilmu, termasuk etika.
Aborsi secara umum dapat diartikan sebagai terhentinya atau penghentian hasil konsepsi sebelum akhir masa alamiah kehamilan. Ada dua jenis aborsi, yaitu: abortus spontanea dan abortus provocatus. Aborsi jenis kedua adalah aborsi yang dipermasalahkan. Di bidang medis, aborsi menjadi konflik antara menyelamatkan kehidupan dan prosedur pengguguran. Di bidang hukum, konflik yang terjadi adalah masalah legalisasi dan hukum- hukum yang mengatur aborsi. Sedangkan di bidang agama, aborsi bertentangan dengan nilai kesucian kehidupan. Pada teori-teori etika, masalah aborsi ditempatkan sebagai masalah manusia secara umum.
Adanya hukum moral yang absolut dan universal membuat aborsi merupakan suatu perbuatan yang tidak boleh dilakukan, apapun alasannya. Walaupun tidak semua teori etika absolut dan universal, tetapi pertimbangan yang dipergunakan tidak didasarkan pada kebutuhan dan kepentingan perempuan serta tidak memberi pilihan kepada perempuan atas tubuhnya. Masalah aborsi adalah masalah yang memerlukan suatu pembahasan yang memperhatikan hal-hal partikular yang terdapat pada suatu keputusan apakah akan melakukan aborsi ataupun tidak. Sangat panting untuk memperhatikan dan memahami permasalahan aborsi secara menyeluruh karena setiap kasusnya berbeda-beda, karenanya tidak bisa diselesaikan secara umum.
Etika feminis adalah etika dengan konsep dasar yang mengutamakan care, love, connections, dan relationship. Etika feminis tidak melegalisasi aborsi melainkan memperhatikan keinginan, kebutuhan, dan kepentingan orang per orang sehingga etika feminis menganalisis masalah aborsi sebagai masalah perempuan dan memberinya pilihan atas tubuhnya. Namun etika feminis tetap menghargai janin tetapi dengan status moral yang relasional karena keberadaan janin yang unik dan terikat pada orang lain sebagai
82
penunjang hidupnya. Oleh karena itu penempatan masalah aborsi pada etika feminis berbeda dari teori-teori etika. Hasil dari analisis penempatan masalah aborsi pada etika feminis diharapkan dapat menghasilkan suatu pemikiran yang baik sesuai tujuan etika feminis, yaitu membuat dunia lebih baik dan untuk menggugah kesadaran untuk membuat dunia menjadi Iebih baik. Walaupun demikian, mengakhiri proses tumbuh kembang janin mungkin saja salah, tetapi perempuan yang memiliki hak untuk memutuskan pilihannya.
Tidak ada seorang perempuanpun yang menginginkan aborsi hanya karena ia memang suka melakukannya. Perempuan melakukan aborsi karena ia benar-benar membutuhkannya, sebagai sebuah jalan untuk mempertahankan dan menyelematkan dirinya, hidupnya, serta kehidupannya.
b. Euthanasia
Euthanasia atau suntik mati oleh dokter terhadap seorang pasien yang sudah tidak memiliki kemampuan mengobati penyakitnya saat ini masih merupakan perbuatan pidana yaitu menghilangkan nyawa orang lain. Untuk menempuh euthanasia, selain masih ada persoalan hukum yang melarang hal itu, juga masih ada persoalan etika dan moral. Masih berlakukah sumpah etik dokter, yang berasal dari sumpah Bapak Ilmu Kedokteran Yunani, Hippokrates (400 SM), “tak akan kulakukan, walaupun atas permintaan, untuk memberikan racun yang mematikan, ataupun sekedar saran untuk menggunakannya?“ Pro dan kontra mengenai boleh tidaknya euthanasia dilakukan haruslah dilihat dalam keadaan senyatanya, tetapi akan lebih baik bila sebelum dilakukan didahului pengkajian secara komprehensif, syarat ketat, dan regulasi.
Euthanasia menjadikan buah simalakama bagi insan medis. Euthanasia pada dasarnya masih dianggap tidak ada bedanya dengan pembunuhan yang secara hukum dapat diancam pidana berdasarkan KUHPidana sebagai berikut:
1) Pasal 344: Barang siapa menghilangkan nyawa orang lain atas permintaan yang tegas dan sungguh-sungguh dari orang lain itu sendiri dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua belas tahun. Ketentuan di atas dilakukan bila atas permohonan pasien atau keluarganya (melakukan euthanasia aktif). Namun bila dilakukan tanpa permintaan pasien (dikategorikan euthanasia pasif), ancamannya Pasal 338 dan 340 KUHPidana.
2) Pasal 338: Barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, karena salah telah melakukan pembunuhan dihukum dengan hukuman penjara selama – lamanya lima belas tahun.
83
3) Pasal 340: Barang siapa dengan sengaja dan dengan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, karena salah telah melakukan pembunuhan dengan direncanakan terlebih dahulu, dihukum dengan hukuman mati atau dengan hukuman penjara seumur hidup atau dengan hukuman penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.
Padahal euthanasia pasif dapat memiliki keterkaitan dengan hak-hak pasien, antara lain hak atas informasi, hak memberikan persetujuan, hak memilih dokter, hak memilih rumah sakit, hak atas rahasia kedokteran, hak menolak pengobatan, hak menolak suatu tindakan medis tertentu, hak untuk menghentikan pengobatan. Sedangkan dari sisi lain yaitu etika, pandangan mengenai kesucian kehidupan dan penghargaan pengakuan hak untuk hidup memungkinkan untuk melakukan euthanasia ini, karena adanya pengakuan hak untuk hidup seyogyanya diperlakukan juga setara dengan adanya hak untuk mati. Prinsip menghormati kehidupan adalah salah satu prinsip yang cukup penting dalam etika medis.
c. Bayi Tabung
Bayi tabung atau lebih dikenal dengan istilah inseminasi buatan bukanlah wacana baru pada tataran empirik saat ini. Namun permasalahan ini masih aktual dibicarakan maupun didiskusikan terutama bagi kalangan akademis, intelektualis yang tentunya harus perspektif dalam memahami suatu permasalahan, bukan menjadi masalah bagi dirinya sendiri. Program bayi tabung untuk pertama kali diperkenalkan oleh dokter asal Inggris, Patrick C. Steptoe dan Robert G. Edwards pada sekitar tahun 1970-an dan melahirkan bayi tabung pertama di dunia, Louise Brown pada tahun 1978. Pada awalnya, teknologi ini ditentang oleh kalangan kedokteran dan agama karena kedua dokter itu dianggap mengambil alih peran Tuhan dalam menciptakan manusia (playing God). Tapi sekarang, teknologi ini telah banyak menolong pasangan suami istri yang ingin mempunyai anak yang megalami masalah seperti infertilitas, dan sebagainya.
Infertilitas adalah suatu kondisi dimana pasangan suami-istri belum mampu memiliki anak walaupun telah melakukan hubungan seksual sebanyak 2-3 kali seminggu dalam kurun waktu 1 tahun dengan tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk apapun. Menurut WHO dari seluruh dunia sekitar 50-80 juta pasangan suami istri mempunyai masalah dengan infertilitasnya, dan diperkirakan sekitar duajuta pasangan infertil baru akan muncul tiap tahunnya dan terus meningkat.
Sebagai upaya pertolongan dan pengobatan untuk masalah infertilitas ada beberapa alternatif yang salah satunya adalah bayi tabung atau FIV (Fertilisasi In Vitro).
84
Fertilitas dapat diartikan pembuahan, sedangkan In Vitro adalah di luar. Jadi Fertilitasi In Vitro adalah pembuahan sel telur wanita oleh spermatozoa pria (bagian dari proses reproduksi manusia), yang terjadi diluar tubuh.
Menurut Otto Soemarwoto (1992) dalam bukunya “Indonesia Dalam Kancah Isu Lingkungan Global”, dengan tambahan dan keterangan dari Djumhana menyatakan bahwa bayi tabung pada satu pihak merupakan hikmah, ini dapat membantu pasangan suami istri yang subur tetapi karena suatu gangguan pada organ reproduksi, mereka tidak dapat mempunyai anak. Dalam kasus ini, sel telur istri dan sperma suami dipertemukan di luar tubuh dan zigot yang jadi (mengalami pembuahan) ditanam dalam kandungan istri. Dalam hal ini kiranya tidak ada pendapat pro dan kontra terhadap bayi yang lahir karena merupakan keturunan genetik suami dan istri.
Semula Fertilisasi In Vitro (FIV) di usahakan untuk istri yang mengalami kerusakan kedua tuba. Setelah itu teryata tingkat keberhasilannya meningkat sampai 20% per transfer embrio, indikasinya pun diperluas mencakup: 1) kerusakan kedua tuba; 2) faktor suami (ligospermia); 3) faktor serviks abnormal; 4) faktor immunologik; 5) infertilitas karena endometriosis. Sekarang Fertilisasi In Vitro (FIV) yang awalnya hanya diperuntukan untuk membantu pasangan Pasangan suami istri (pasutri) yang mengalami 1) kerusakan kedua tuba; 2) faktor suami ( ligospermia); 3) faktor serviks abnormal; 4) faktor immunologik; 5) infertilitas karena endometriosis, seiring perkembangan zaman di mana pasangan yang sebenarnya subur sekarang sudah mengikuti juga program FIV dengan alasan sebagian para wanita ingin menjaga postur tubuh agar tetap indah dan terjaga, selain itu juga, ada sebagian wanita yang ingin mempunyai anak tanpa melakukan hubungan seksual (tanpa menikah) misalnya mengambil sperma orang lain untuk ditrasfer ke rahimnya agar wanita tersebut mempunyai anak, dan ada juga pasangan yang mengalami kelainan seksual seperti Homoseksual dan Lesbian yang ingin mempunyai anak bisa saja melakukan program FIV atau bayi tabung dengan mengambil sperma atau sel telur orang lain (tranfer embrio).
Jika benihnya berasal dari Suami Istri, dilakukan proses fertilisasi-in-vitro transfer embrio dan diimplantasikan ke dalam rahim Istri maka anak tersebut baik secara biologis ataupun yuridis mempunyai status sebagai anak sah (keturunan genetik) dari pasangan tersebut. Akibatnya memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya.
Jika ketika embrio diimplantasikan kedalam rahim ibunya di saat ibunya telah bercerai dari suaminya maka jika anak itu lahir sebelum 300 hari perceraian mempunyai status sebagai anak sah dari pasangan tersebut. Namun jika dilahirkan setelah masa 300
85
hari, maka anak itu bukan anak sah bekas suami ibunya dan tidak memiliki hubungan keperdataan apapun dengan bekas suami ibunya. Dasar hukum pasal 255 KUHPer.
Jika embrio diimplantasikan kedalam rahim wanita lain yang bersuami, maka secara yuridis status anak itu adalah anak sah dari pasangan penghamil, bukan pasangan yang mempunyai benih. Dasar hukum pasal 42 UU No. 1/1974 dan pasal 250 KUHPer. Dalam hal ini Suami dari Istri penghamil dapat menyangkal anak tersebut sebagai anak sah-nya melalui tes golongan darah atau dengan jalan tes DNA. (Biasanya dilakukan perjanjian antara kedua pasangan tersebut dan perjanjian semacam itu dinilai sah secara perdata barat, sesuai dengan pasal 1320 dan 1338 KUHPer.)
Jika Suami mandul dan Istrinya subur, maka dapat dilakukan fertilisasi in vitro transfer embrio dengan persetujuan pasangan tersebut. Sel telur Istri akan dibuahi dengan Sperma dari donor di dalam tabung petri dan setelah terjadi pembuahan diimplantasikan ke dalam rahim Istri. Anak yang dilahirkan memiliki status anak sah dan memiliki hubungan mewaris dan hubungan keperdataan lainnya sepanjang si Suami tidak menyangkalnya dengan melakukan tes golongan darah atau tes DNA. Dasar hukum pasal 250 KUHPer.
Jika embrio diimplantasikan kedalam rahim wanita lain yang bersuami maka anak yang dilahirkan merupakan anak sah dari pasangan penghamil tersebut. Dasar hukum pasal 42 UU No. 1/1974 dan pasal 250 KUHPer.
Jika sel sperma maupun sel telurnya berasal dari orang yang tidak terikat pada perkawinan, tapi embrio diimplantasikan ke dalam rahim seorang wanita yang terikat dalam perkawinan maka anak yang lahir mempunyai status anak sah dari pasangan Suami Istri tersebut karena dilahirkan oleh seorang perempuan yang terikat dalam perkawinan yang sah.
Jika diimplantasikan kedalam rahim seorang gadis maka anak tersebut memiliki status sebagai anak luar kawin karena gadis tersebut tidak terikat perkawinan secara sah dan pada hakekatnya anak tersebut bukan pula anaknya secara biologis kecuali sel telur berasal darinya. Jika sel telur berasal darinya maka anak tersebut sah secara yuridis dan biologis sebagai anaknya.
Dari tinjauan yuridis menurut hukum perdata barat di Indonesia terhadap kemungkinan yang terjadi dalam program fertilisasi in vitro transfer embrio ditemukan beberapa kaidah hukum yang sudah tidak relevan dan tidak dapat meng-cover kebutuhan yang ada serta sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan yang ada khususnya mengenai
86
status sahnya anak yang lahir dan pemusnahan kelebihan embrio yang diimplantasikan ke dalam rahim ibunya. Secara khusus, permasalahan mengenai inseminasi buatan dengan bahan inseminasi berasal dari orang yang sudah meninggal dunia, hingga saat ini belum ada penyelesaiannya di Indonesia. Perlu segera dibentuk peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur penerapan teknologi fertilisasi in vitro transfer embrio ini pada manusia mengenai hal-hal apakah yang dapat dibenarkan dan hal-hal apakah yang dilarang d. Transplantasi Organ
Transplatansi organ atau jarigan tubuh manusia merupakan tindakan medis yang sangat bermanfaat bagi pasien dengan gangguan fungsi organ tubuh yang berat (hasilnya lebih memuaskan dibandingkan dengan terapi konservatif). Walaupun transplatansi organ atau jaringan itu telah lama dikenal dan terus berkembang dalam dunia kedokteran, namun tindakan medik ini tidak dapat dilakukan begitu saja, karena masih harus mempertimbangkan dari segi non medik, yaitu segi agama, hukum, budaya, etika dan moral. Klasifikasi organ terbagi menjadi:
1) Autograft, yaitu pemindahan dari satu tempat ketempat lain dalam tubuh itu sendiri.
2) Allograft, yaitu pemindahan dari satu tubuh ke tubuh lain yang sama spesiesnya.
3) Isograft, yaitu pemindahan dari satu tubuh ke tubuh lain yang identik, misalnya pada kembar identik.
4) Xenograft, yaitu pemindahan dari satu tubuh ke tubuh lain yang tidak sama spesiesnya.
Istilah lain transplantasi organ adalah:
1) Eksplantasi merupakan usaha mengambil jaringan atau organ manusia yang hidup atau yang sudah meninggal.
2) Implantasi merupakan usaha menempatkan jaringan atau organ tubuh tersebut kepada bagian tubuh sendiri atau tubuh orang lain.
3) Transplantasi merupakan upaya terakhir untuk menolong seorang pasien dengan kegagalan fungsi salah satu organ tubuhnya. Dari segi etik kedokteran, tindakan ini wajib dilakukan jika ada indikasi, berlandaskan beberapa pasal dalam kodeki, yaitu : Pasal 2:
seorang dokter harus senantiasa melakukan profesinya menurut ukuran tertinggi.
Pasal 10:
Setiap dokter harus senantiasa mengingat dan kewajibannya melindungi hidup insani.
87 Pasal 11:
Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan keterampilannya untuk kepentingan penderita.
Pasal-pasal tentang transplantasi dalam PP No. 18 tahun 1981, pada hakekatnya telah mencakup aspek etik, terutama mengenai dilarangnya memperjualbelikan alat dan jaringan tubuh untuk tujuan transplantasi ataupun meminta kompensasi material lainnya.
e. Kloning
Kloning dalam biologi adalah proses menghasilkan individu-individu dari jenis yang sama (populasi) yang identik secara genetik. Kloning merupakan proses reproduksi aseksual yang biasa terjadi di alam dan dialami oleh banyak bakteria, serangga maupun tumbuhan.
Kloning dalam bioteknologi, merujuk pada berbagai usaha-usaha yang dilakukan manusia untuk menghasilkan salinan berkas DNA atau gen, sel atau organisme. Kloning dalam arti lain digunakan pula di luar ilmu-ilmu hayati. Kata ini diturunkan dari kata clone atau clon, dalam bahasa Inggris, yang juga dibentuk dari kata bahasa Yunani, klonos yang berarti cabang atau ranting, merujuk pada penggunaan pertama dalam bidang hortikultura sebagai bahan tanam dalam perbanyakan vegetatif (Kusmaryanto, 2001: 1-2).
Kloning, sampai saat ini masih menjadi bahan perdebatan (pro dan kontra) di berbagai bidang, termasuk bidang etika, sehingga etika dijadikan sebagai sudut pandang dalam menganalisis kasus praktek kloning. Namun, penelitian ini hanya terfokus pada etika utilitarianisme. Etika, secara etimologis berasal dari kebiasaan. Etika dalam arti ini berkaitan dengan kebaiasaan hidup yang baik, tata cara hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun masyarakat (Keraf, 2006) Burharudin mengatakan: “Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional tentang nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujud dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun secara kelompok”
(Burhanudin, 1997: 1).
Tujuan kloning reproduktif yaitu penciptaan manusia baru maka, kloning manusia dapat dikatakan tidak etis karena tentu saja hal ini melampaui kekuasaan Tuhan. Tujuan kloning dikatakan etis apabila digunakan untuk tujuan kesehatan atau tujuan klinik.
Penelitian yang berlangsung menyangkut diri manusia harus bertujuan untuk menyempurnakan tata cara diagnostik, terapeutik dan pencegahan serta pengetahuan tentang etiologi dan tatogenesis. Kloning tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan
88
pribadi yang dari pengembangannya untuk tujuan ekonomi, militerisme dan tindakan- tindakan kriminal (Kusmaryanto, 2001: 52).
Kloning, sejauh ini dipahami sebagai suatu tindakan yang tidak baik secara moral.
Kloning dianggap sebagai sebuah tindakan pembunuhan dengan menggugurkan hasil-hasil klon yang gagal demi mencapai kesempurnaan gen (generasi unggul), sehingga sebagian besar orang menolak atau tidak setuju dengan praktik kloning.
2. Bidang Pertanian
Bidang pertanian juga merupakan bidang yang terkait dengan perkembangan teknologi yang berperan untuk kesejahteraan manusia, di mana juga menimbulkan dilema di masyarakat.
Adapun bidang pertanian terbagi menjadi:
a. Plasma Nutfah
Pengertian tentang konsep plasma nutfah (PN) sering dicampur-adukkan dengan pengertian keanekaragaman hayati (KH). Konsep KH mencakup semua keanekaragaman organisme di alam ini, baik yang liar maupun yang telah dibudi-dayakan termasuk pula lingkungan hidupnya. Guna memudahkan pemahaman, KH dibagi dalam tiga tingkatan, yakni ekosistem, jenis dan didalam jenis. Di dalam pengertian ini PN termasuk didalam pengertian yang paling sempit, yaitu keanekaragaman didalam jenis atau keanekaragaman sumber daya genetik (SDG) (Diwyanto dan Setiadi, 2003).
Dampak negatif yang ditimbulkan oleh masyarakat yang mengakibatkan adanya pengaruh negatif terhadap kelestarian plasma nutfah melalui hilangnya habitat, eksploitasi secara berlebihan tanpa diikuti dengan upaya reklamasi, pengaruh polusi, kebakaran, juga pengaruh yang ditimbulkan akibat adanya bencana alam, dan sebagainya. Semakin intensifnya penggunaan varietas-varietas unggul baru tanpa diimbangi dengan upaya mempertahankan penggunaan varietas-varietas lokal (land race) juga telah menambah percepatan terjadinya erosi genetik plasma nutfah. Keadaan tersebut makin bertambah parah dengan masih tingginya kegiatan pengambilan serta pertukaran materi plasma nutfah secara ilegal (Syukur, 2006).
b. Kultur Jaringan
Kultur jaringan merupakan salah satu cara perbanyakan tanaman secara vegetatif.
Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan cara mengisolasi bagian tanaman seperti daun, mata tunas, serta menumbuhkan bagian-bagian tersebut dalam media buatan secara aseptik yang kaya nutrisi dan zat pengatur tumbuh dalam wadah
89
tertutup yang tembus cahaya sehingga bagian tanaman dapat memperbanyak diri dan bergenerasi menjadi tanaman lengkap. Prinsip utama dari teknik kultur jaringan adalah perbayakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril. Dasar dari kultur jaringan ini adalah setiap sel atau jaringan hidup dari bagian mana pun memiliki kemampuan menumbuhkan seluruh bagian tubuh secara lengkap, dan hal ini terjadi apabila sel atau jaringan tersebut ditumbuhkan pada media yang cocok. Dan media yang digunakan untuk kultur jaringan terdiri atas campuran berbagai garam mineral, asam amino, gula, vitamin dan langkah pengerjaan dilaksanakan dalam kondisi steril.
Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman, khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif. Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mempunyai sifat yang identik dengan induknya, dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar sehingga tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas, mampu menghasilkan bibit dengan jumlah besar dalam waktu yang singkat, kesehatan dan mutu bibit lebih terjamin, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan konvensional.
Dalam mempercepat pembibitan tumbuhan, kultur jaringan lebih cepat tiga puluh kali dari pada cara tradisional. Dengan demikian dengan demikian dapat mengatasi kekurangan dan keterlambatan bibit dalam masa tanam dan juga meningkatkan kualitas panen. Tahapan yang dilakukan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:
1) Pembuatan media
Media merupakan faktor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan.
Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Media yang digunakan biasanya terdiri dari garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lain-lain.
Zat pengatur tumbuh (hormon) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya maupun jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dilakukan.
Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Media yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf.
2) Inisiasi
Inisiasi adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan. Bagian tanaman yang sering digunakan untuk kegiatan kultur jaringan adalah tunas.
90 3) Sterilisasi
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril.
Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan. Teknisi yang melakukan kultur jaringan juga harus steril.
4) Multiplikasi
Multiplikasi adalah kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang telah ditanami ekplan diletakkan pada rak-rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.
5) Pengakaran
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru (disebabkan jamur) atau busuk (disebabkan bakteri).
6) Aklimatisasi
Aklimatisasi adalah kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptik ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup. Sungkup digunakan untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit karena bibit hasil kultur jaringan sangat rentan terhadap serangan hama penyakit dan udara luar. Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap sungkup dilepaskan dan pemeliharaan bibit dilakukan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.
Keunggulan inilah yang menarik bagi produsen bibit untuk mulai mengembangkan usaha kultur jaringan ini. Saat ini sudah terdapat beberapa tanaman kehutanan yang dikembangbiakkan dengan teknik kultur jaringan, antara lain adalah: jati, sengon, akasia, dan lain-lain. Bibit hasil kultur jaringan yang ditanam di beberapa areal menunjukkan pertumbuhan yang baik, bahkan jati hasil kultur jaringan yang sering disebut dengan jati emas dapat dipanen dalam jangka waktu yang relatif lebih pendek dibandingkan dengan
91
tanaman jati yang berasal dari benih generatif, terlepas dari kualitas kayunya yang belum teruji di Indonesia. Hal ini sangat menguntungkan pengusaha karena akan memperoleh hasil yang lebih cepat. Selain itu, dengan adanya pertumbuhan tanaman yang lebih cepat maka lahan-lahan yang kosong dapat dimanfaatkan.
Dampak positif kultur jaringan sebagai berikut:
1) Pengadaan bibit tidak tergantung musim Bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak dengan waktu yang relatif lebih cepat (dari satu mata tunas yang sudah respon dalam 1 tahun dapat dihasilkan minimal 10.000 planlet/bibit)
2) Bibit yang dihasilkan seragam
3) Bibit yang dihasilkan bebas penyakit (menggunakan organ tertentu) 4) Biaya pengangkutan bibit relatif lebih murah dan mudah
5) Dalam proses pembibitan bebas dari gangguan hama, penyakit, dan deraan lingkungan lainnya
6) Dapat dilakukan dengan dalam ruangan yang relatif sempit 7) Sifat identik dengan induk
8) Dapat diperoleh sifat-sifat yang dikehendaki
9) Metabolit sekunder tanaman segera didapat tanpa perlu menunggu tanaman dewasa Dampak negatif Kultur Jaringan :
1) Bibit yang dihasilkan mempunyai perakaran yang tidak kuat 2) Mempersempit lapangan kerja pembibitan secara konvensional 3) Dapat berakibat hilangnya plasma nutfah dari tanaman tertentu c. Transgenik Tanaman
Tanaman transgenik memiliki potensi yang mampu mengubah dunia agrikultural.
Hal ini dikarenakan tanaman transgenik mampu meningkatkan hasil produktivitas serta mampu menekan biaya dann mengurangi ketergantungan bahan kimia yang mampu mencemari lingkungan (Bhumiratana & Kongsawat, 2008). Pemanfaatan tanaman transgenik mampu meningkatkan produksi tanaman di lebih dari 15 negara serta hampir 80 juta hektar pada tahun 2004 dalam skala global dipakai untuk memproduksi tanaman transgenik seperti kedelai, jagung, kanola dan kapas (Watanabe, 2002). Pada tahun 2009, terjadi peningkatan menjadi 29 negara yang menggunakan tanaman transgenik. Hal ini dikarenakan tanaman transgenik mampu meningkatkan hasil produksi serta mampu memberikan income skala global, mampu mereduksi emisi karbon, serta mampu meminimalisir penggunaan pestisida (Adams, 2011).
92
Tanaman transgenik yang telah diaplikasikan memiliki sejumlah potensi antara lain menghasilkan tanaman yang toleran terhadap herbisida, serangga/hama, kekeringan, banjir, panas, dan kadar garam. Tanaman-tanaman tersebut telah dimodifikasi secara genetik untuk mampu mentoleransi kondisi lingkungannya. Sebagai contoh tanaman kapas yang mampu menghasilkan toksin serangga yang telah disisipi gen dari Bacillus thuringensis (Bt). Di india, tamanan kapas transgenik tersebut secara ekonomi mampu meningkatkan hasil produksi sebesar 39% serta meningkatkan profit sebesar 71% per hektar dan dampak positif terhadap lingkungan adalah mampu mengurangi penggunaan pestisida sebesar 33%
pada tahun 2007. Sementara di China mampu menghasilkan tanaman padi transgenik yang juga disisipi gen penghasil toksin serangga dari Bt dan sebagai hasilnya negara tersebut mampu mereduksi penggunaan 17 kg pestisida per hektar. Dan dalam skala global, penggunaan pestisida mengalami penurunan sebesar 389 juta kg semenjak tahun 1996 (Adams, 2011; Velkov et al., 2005).
Kebijakan publik pada pengembangan dan penggunaan organisme yang dimodifikasi secara genetik (Genetically Modified Organism–GMO) selalu berkaitan dengan manajemen risiko yang akan ditimbulkan. Sehingga diperlukan suatu regulasi yang mengatur suatu produk transgenik. Regulasi yang dikaji berupa Regulation and Risk Assessment, yang merupakan peraturan mengenai peluncuran, pengembangan, dan produksi komersial dari GMO yang berkaitan dengan risiko lingkungan dan kesehatan; dan ‘‘The Natural’’ and Crossing Species Borders, yang merupakan pengaturan mengenai klaim “tidak alami” akibat penyebaran GMO yang dikhawatirkan akan mengganngu biodiversitas (Myskja, 2003).
Adapun regulasi skala global telah yang disepakati adalah Cartagena Protocol on Biosafety yang didasarkan pada asas precationary yang terdiri dari 40 artikel dan 3 annex (Cartagena Protocol, 2000). Protokol tersebut memiliki tujuan untuk memberikan konstribusi dan memastikan keamanan di lingkungan serta menangani dan memberikan sarana bagi organisme transgenik agar tidak merugikan keanekaragaman hayati dengan mempertimbangkan juga pula resikonya terhadap kesehatan manusia. Protokol tersebut juga berlaku bagi perpindahan lintas batas, persinggahan, penanganan dan penggunaan semua organisme hasil modifikasi yang mungkin memiliki efek buruk pada konservasi dan pemanfaatan secara berkelanjutan keanekaragaman hayati, dengan mempertimbangkan pula risiko terhadap kesehatan manusia.
Selain Cartagena Protocol, regulasi regional juga diberlakukan seperti yang dilakukan di negara Denmark pada tahun 2004 yang mengatur beberapa regulasi, yakni:
93
sistem perizinan dalam menumbuhkan tanaman transgenik; isolasi jarak yang secara saintifik telah dievaluasi dan disetujui; dan tanggung jawab terhadap kerusakan yang mungkin muncul akibat hibridisasi/ pencampuran tanaman transgenik dengan non- transgenik.
Dalam skala nasional, sudah dibentuk undang-undang yang berkaitan dengan transgenik yang tertuang dalam UU No. 18/2002 Tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan IPTEK (RPP Penelitian Berisiko Tinggi). Disebutkan pada pasal 22 yang berbunyi: Pemerintah menjamin kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara serta keseimbangan tata kehidupan manusia dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup. 2) Untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), pemerintah mengatur perizinan bagi pelaksanaan kegiatan penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berisiko tinggi dan berbahaya dengan memperhatikan standar nasional dan ketentuan yang berlaku secara internasional.
9.3 Teknologi Informasi
Ilmu Alamiah Dasar telah memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan komunikasi dan informasi. Dengan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat maka segala informasi dapat segera disampaikan ke seluruh penjuru dunia.
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi pada masa kini:
1. Percetakan
Percetakan sebagai alat yang menghasilkan media komunikasi antar manusia. Dengan media massa berupa koran, kini suatu berita dapat diikuti oleh orang banyak dalam waktu yang pendek, meskipun penyebarannya masih tergantung pada alat tranportasi.
2. Telegraf
Telegraf ditemukan sejak Abad ke-18. keunggulan telegraf adalah membuat orang dapat berkomunikasi jarak jauh, namun telegraf hanya dapat mengirimkan tanda- tanda yang harus diterjemahkan terlebih dahulu dan kemudian baru dikirim kembali jawaban yang juga harus diterjemahkan lagi.
3. Telepon
Telepon ditemukan oleh Bell pada tahun 1876. keunggulan telepon adalah orang dapat berbicara langsung dan menerima pembicaraan atau jawaban sebagaimana layaknya orang berbicara satu dengan yang lainnya.
94 4. Radio
Radio dapat mengirimkan pesan- pesan atau informasi tanpa menggunakan kawat seperti telegraf dan telepon. Informasi tersebut dipancarkan melalui pemancar udara dengan demikian orang dapat berkomunikasi walaupun diatas kapal yang tengah berlayar disamudra.
5. Bioskop atau Gambar Hidup
Salah satu alat komunikasi massa yang sangat menggesankan yang menyajikan gambar hidup dan bergerak sehingga pesan yang dikomunikasikan menjadi lengkap dan mudah dimengerti.
6. Televisi
Televisi ditemukan pada Abad ke-20. televisi dapat mengirimkan pesan melalui suara maupun gambar. Dengan televisi orang dapat menggirimkan dan menerima berita yang lengkap, hiburan yang bermutu serta orang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan dan penerangan.
7. Satelit Komunikasi
Satelit komunikasi juga stelit (buatan manusia) yang beredar mengelilingi bumi.
Dengan adanya satelit komunikasi maka informasi dapat disampaikan dengan lebih efektif dan efisien melalui media yang beragam seperti televisi, radio, telepon, dll.
Penyebaran ilmu pengetahuan yang sangat cepat diharapkan dapat menimbulkan saling pengertian antar manusia diseluruh dunia. Untuk negara indonesia yang masih berkembang, satelit komunikasi sangatlah penting.
8. Komputer
Komputer merupakan hasil pengembangan lebih lanjut dari per kembangn listrik (elektronika) dan dari komputer manusia dapat mengembangkan alat -alat lainnya, contohnya :
9. Telepon Ensiklopedia
10. Robot pelayanan rumah tangga/ Robot Humanoid.
11. Internet
12. Pusat informatika 13. Komputer simulasi 14. Robot pekerja 15. Komputer analisis
95
9.4 Teknologi Kearifan Lokal (Usaha Manusia Untuk Masa Depan)
Setelah memahami berbagai aspek IPA terhadap kehidupan manusia, maka ada 2 hal yang sangat menonjol yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.
Yang pertama adalah berkenaan dengan ketergantungan manusia terhadap sumber energi minyak bumi dan yang kedua adalah berkenaan dengan akibat negatif yang timbul dari teknologi dan IPA itu sendiri terutama yang menyangkut kadar polusi akibat industri, penyalahgunaan teknologi dan IPA yang bisa berakibat fatal terhadap kelestarian hidup manusia itu sendiri di bumi. Usaha yang dilakukan dalam rangka m encari Sumber Daya Energi non-konvensional sebagai berikut:
1. Energi Matahari
Matahari merupakan sumber energi yang tidak habis -habis. Kehidupan manusia hampir sepenuhnya berkat energi matahari. Energi matahari pada masa sekarang ini menjadi sangat populer karena teknologi Ilmu Pengetahuan Alam telah mendekati taraf efisiensi penggunaannya.
2. Energi Panas Bumi
Energi panas bumi juga disebut energi geotermal. Bila teknologi Ilmu Pengetahuan Alam semakin maju maka panas bumi juga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran umat manusia.energi geotermal yang dapat kita manfaatkan saat ini adalah yang beraslal dari magma. Magma adalah batuan cair/ panas yang terd apat dalam kulit/kerak bumi. Sementara itu energi yang kita ambil adalah melalui air atau uap air yang terkena panas magma.
3. Energi Angin
Angin adalah udara yang bergerak. Udara itu dapat bergerak dikarnakan adanya perbedaan tekanan udara. Angin juga diman faatkan untuk penggerak perahu layar sehingga dapat menghemat bahan bakar. Energi angin juga dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan generator. Karna sumber energi ini tersedia secara gratis dan angin tetap akan bertiup sepanjang zaman maka energi angin merupakan salah satu potensi penting pengganti minyak bumi.