8 BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1. Kedudukan dan Koordinasi
Selama periode magang penulis ditempatkan pada bagian graphic designer di divisi creative perusahaan.
1. Kedudukan
Dalam periode ini penulis ditempatkan di posisi Intern Designer pada divisi Creative di perusahaan Twister Communication. Pada posisi ini penulis ditugaskan untuk mebuat desain-desain komersial yang diberikan dari client- client perusahaan yang diberikan oleh Human Resource Department. Desain desain yang diberikan pun tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan brand tersebut sesuai kebutuhan perusahaannya.
Gambar 3.1. Bagan Kedudukan Divisi Creative
9 2. Koordinasi
Pada koordinasi kerja selama magang, proyek proyek yang masuk ke perusahaan pada awalnya akan diterima oleh pihak HRD/Human Resource Department untuk di konfirmasi dan tanda tangan kontrak kerja. Setelah menyelesaikan negosiasi dan kontrak, klien akan memulai briefing kepada pihak HRD untuk menetukan seberapa besar proyek dan detail detail seperti tempat, waktu, dan bagian-bagian apa saja yang perlu turun dalam menangani event ini.
Dari hasil meeting dengan client, HRD pun menentukan bagian bagian yang memerlukan desain baru atau by request oleh perusahaan client. Dari sini divisi Creative pun turun tangan dalam membuat desainnya, Head of Creative yang akan mengikuti meeting dengan Head of Division lain kemudian membagikan tugas-tugas desain kepada anggota divisi kreatif yang salah satunya merupakan penulis.
Gambar 3.2. Bagan Struktur Koordinasi Penulis sebagai Intern Graphic Designer
3.2. Tugas yang Dilakukan
Berikut beberapa proyek yang dipercayakan pada penulis dari perusahaan.
Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang
No. Minggu Proyek Keterangan
1 1 Glico Wings Melakukan Brainstorming,
membuat sketsa, alternatif dan membuat finalisasi vector telur paskah untuk pameran di
10 Kalibata City Mall.
2 2 Mie Sedap Membuat mock up dan design
travelator untuk Mie Sedap yang digunakan untuk promosi di Mall.
3 3 L’oreal Membuat alternatif desain sesuai
dengan ketentuan yang diberikan oleh atasan untuk backdrop acara pameran L’oreal.
4 4 L’oreal Melakukan Brainstorming, membuat
alternatif dan membuat finalisasi E-vite yang digunakan untuk promosi event L’oreal
5 4 Mie Sedap Membuat desain IG post mengikuti
arahan desain sebelumnya yang sudah menjadi konten Ignya.
6 5 L’oreal Membuat sketsa, alternatif, dan
finaslisasi vector tattoo untuk keperluan promosi event L’oreal.
3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Pelaksanaan kerja magang yang dilakukan penulis selalu dimulai dengan brief singkat secara keseluruhan oleh supervisor, brief singkat ini dilakukan agar para desainer dapat lebih mudah mengerti keseluruhan keperluan desain per masing- masing event. Mayoritas pekerjaan yang diberikan kepada penulis adalah melanjutkan asset-asset yang sudah dimiliki oleh perusahaan untuk dibuat kembali menjadi desain-desain baru seperti banner, IG post, E-vite dan desain bersifat komersial lainnya. Penulis juga dipercaya untuk membuat beberapa desain yang dibuat dari awal yaitu dengan menggunakan proses brainstorming, sketsa, dan alternatif yang kemudian dipilih untuk dibuat finalisasinya. Masih ada beberapa proyek yang tidak dipublikasikan kedalam laporan karena bersifat rahasia perusahaan yang diminta untuk tidak disebarluaskan.
11 3.3.1. Proses Pelaksanaan
Diantara banyaknya proyek yang dipegang oleh penulis, terlah dipilih 3 yang menurut penulis paling layak untuk dibahas dan dicantumkan didalam laporan ini, proyek itu adalah pembuatan dekorasi stand Glico Wings, E-vite L’oreal, dan Travelator Mie Sedap. Dalam proses pembuatannya pun penulis sudah disediakan asset resmi dari perusahaan brand masing-masing yang akan penulis bahas sebagai berikut:
3.3.1.1. Perancangan Desain Visual Dekorasi Pameran Booth Stand Glico Wings
Glico Wings merupakan proyek pertama yang dipercayakan kepada penulis, pada proyek ini penulis diminta untuk membuat beberapa alternatif desain berbentuk telur paskah, hal ini disesuaikan dengan keinginan client dimana ia merasa desain telur yang disediakan sebelum terlalu biasa/tidak menarik. Pada proyek ini penulis pun diberikan brief singkat dimana supervisor merasa desain awal yang dibuat oleh perusahaan terlalu plain dan biasa.
Gambar 3.3. Desain Awal Telur Glico
12 Disini supervisor meminta penulis untuk membuat beberapa jenis alternatif telur berbentuk vector, pemberian referensi warna pun dilakukan agar dapat mempermudah pembuatan desain oleh penulis. Brainstorming pun dilakukan dan penulis berhasil membuat beberapa jenis alternatif yang diberikan kepada supervisor untuk diberikan feedback.
Gambar 3.4. Referensi Pembuatan Desain Telur Glico
13
Gambar 3.5. Sketsa Awal Telur Glico
Sketsa alternatif yang penulis berikan kepada supervisor pun mendapat persetujuan dan masukan untuk menggunakan warna yang lebih mendekati makanan agar menyesuaikan dengan tema. Penambahan pernak pernik pun diidekan agar desain terlihat lebih menarik dan lucu.
14
Gambar 3.6. Desain Telur Glico Wings 1
Setelah memperlihatkan desain awal dengan tema kue dan makanan manis kepada supervisor, penulis pun mendapat feedback untuk mengubah desain telurnya menjadi lebih sederhana agar mudah dicetak dibahan yang akan digunakan yaitu kayu dan triplek, desain pertama dianggap terlalu rumit dan akan menghabiskan banyak biaya. Penulis pun melakukan beberapa revisi agar desain telur menjadi lebih sederhana untuk menekan biaya produksi sesuai dengan keinginan client dan supervisor.
15
Gambar 3.7. Desain Telur Glico Wings 2
Setelah desain ke 2 selesai, penulis pun mendapat feedback tambahan, yaitu untuk merombak desain telur tersebut dan membuang tema paskahnya, penulis diajukan untuk membuat desain telur yang sesuai dengan jenis-jenis eskrim Glico yang sudah beredar dipasaran, hal ini juga diajukan agar promosi es krim Glico tersebut lebih mudah dilakukan.
Setelah feedback tersebut penulis pun melakukan alternatif desain baru sebagai berikut.
Gambar 3.8. Referensi Telur Glico Wings 3
16
Gambar 3.9. Sketsa Telur Glico Wings 3
Gambar 3.10. Desain Telur Glico Wings 3
Pada alternatif desain yang mengikuti jenis es krim Glico yang sudah beredar, penulis mendapatkan persetujuan dari pihak atas dan client untuk menurunkan desain ini ke percetakan, bahan akhir yang digunakan
17 pun disetujui menjadi triplek dan sticker, dikarenakan hal ini, penulis pun diminta untuk membagi bagian bagian dari desain es krim agar lebih mudah digunakan karena akan dibuat mock-up 3Dnya dan dicetak secara terpisah agar hasil akhir dapat memiliki volume.
Gambar 3.11. Desain Telur Glico Wings 4
Gambar 3.12. Contoh Mock Up Telur Glico
Setelah penulis melakukan pemisahan bagian gambar sesuai dengan gambar diatas, gambar vector tersebut pun ditest mock-up pada program 3D oleh desainer lain, setelah melihat semua bagian bisa digunakan dan
18 dinyatakan layak turun ke percetakan penulis pun dianggap sudah menyelesaikan proyek ini dengan mendapatkan persetujuan akhir dari client dan supervisor.
3.3.1.2. Percancangan E-vite L’oreal
Proyek selanjutnya yang dipercayakan kepada penulis adalah perancangan E-vite untuk promosi event terbaru L’oreal, dimana event ini berfokus untuk mempromosikan lipstick terbaru mereka. Pada bagian brief pun penulis diberikan gambaran bagaimana style desain yang diincar oleh client. Desain yang diingankan adalah simple, komersial, dan bold dimana ketiga hal ini disesuikan dengan jenis produk mereka. Alternatif pertama pun diberikan oleh penulis kepada supervisor sebagai bentuk dasar yang disesuaikan dengan desain desain L’oreal sebelumnya dimana penulis awalnya hanya diminta untuk mengubah susunan layout.
Gambar 3.13. E-vite L’oreal 1
19 Setelah perubahan layout sederhana, supervisor penulis merasa bahwa desain seperti ini akan plain jika terus digunakan karena terlihat kosong dan membosakan, maka dari ini penulis pun dipercayakan untuk menggunakan asset resmi dari perusahaan untuk membuat layout E-vite baru. Sketsa alternatif pertama pun diajukan penulis kepada supervisor untuk diberikan feedback. Setelah mendapatkan persetujuan supervisor, penulis pun mulai menggunakan asset yang sebelumnya sudah digunakan dan disediakan resmi dan perusahaan L’oreal. Pengantian font pun dilakukan untuk menyesuaikan dengan desain dan agar terseksan lebih professional.
Gambar 3.14. Sketsa Layout E-vite L’oreal 2
20
Gambar 3.15. E-vite L’oreal 2
Dari desain yang sudah penulis submit, didapatkan beberapa permintaan untuk mengubah tata letak beberapa tulisan dan gambar, namun perubahan itu ditunda karena menunggu data-data yang belum diberikan dari client. Selama menunggu data tersebut, penulis pun diminta untuk melakukan beberapa perombakan layout oleh client karena beberapa bagian dianggap terlalu ramai. Dari permintaan ini pun penulis menyediakan alternatif ke 3 dimana desain dibuat dengan lebih simple dan minimalis.
21
Gambar 3.16. Sketsa Layout E-vite L’oreal 3
Pada desain ini supervisor merasa bahwa desain sudah cukup sesuai dan memenuhi keinginan client dengan warna hitam dan merah yang bisa menonjolkan sisi bold lipstik yang dipromosikan, desain pun dirasa sudah cocok untuk dibagikan kepada calon ambassador karena seumua informasi dan data cukup jelas serta terkesan formal. Desain pun diberikan kepada client untuk mendapatkan feedback.
22
Gambar 3.17. E-vite L’oreal 3
Feedback pun diberikan dari client yaitu berupa penyetujuan untuk desain bagian atas, namun client meminta untuk beberapa bagian dijadikan template karena aka nada perubaha tanggal, nama perserta, lokasi event, dan waktu pengiriman untuk E-vite. Client juga memberikan feedback untuk merombak bagian bawah desain agar lebih bisa menonjolkan produk dengan menambahkan desian berbentuk moodboar, hal ini juga diminta untuk memberika arahan dresscode bagi ambassador yang diundangan oleh pihak L’oreal. Pemilihan style baju dan gambar pada desain pun
23 diberikan arahan oleh L’oreal, dari sini penulis pun mulai melakukan perombakan pada bagian desain bawah dan memilih beberapa foto yang sepantasnya selaras dengan desain yang sudah diberikan sebelumnya.
Setelah mendapat persetujuan oleh client, penulis pun memasukan asset- asset baru didesain E-vite ini dan mengirimkan desain terbaru untuk diberikan feedback oleh client.
Pada desain akhir ini client pun merasa bahwa desain secara keseluruhan sudah cukup pantas untuk digunakan dan dikirimkan secara luar diinternet, tidak ada lagi perubahan yang diinginkan, hanya beberapa bagian diminta untuk dikosongkan mengingat client ingin mempunyai desain ini dalam versi template untuk digunakan dikemudian hari. Proyek ini pun dianggap selesai oleh kedua belah pihak.
Gambar 3.18. Sketsa Layout E-vite L’oreal 4
24
Gambar 3.19. E-vite L’oreal 4
25 3.3.1.3. Perancangan Travelator Mie Sedap
Pada Proyek ini penulis di percayakan untuk membuat desain Travelator yang berfungsi untuk mempromosikan varian baru dari client Mie Sedap, dalam brief desain ini, penulis hanya diminta untuk merombak asset-asset desain yang sudah ada sebelumnya, permintaan ini didasarkan atas permintaan client dimana Twister Communication sendiri sudah pernah membuat desain commercial dan Mie Sedap menginginkan desain yang selaras. Setelah penulis mendapatkan asset-asset resmi, pembuatan layout pun dilakukan.
Gambar 3.20. Contoh Layout feed Mie Sedap
Tidak dilakukan banyak perubahan pada desain karena hanya mengikuti kemasan Mie Sedap yang sudah ada, layout pun dibuat semirip mungkin dan sejelas mungkin. Sketsa alternatif pun diberikan oleh penulis kepada supervisor sebagai layout basic agar mempermudah penyusunan dalam membuat desain trevalator ini, hal ini dilakukan karena file yang dibuat harus seamless agar mudah digunakan dalam pengaplikasiannya.
26 Dalam pembuatannya pun diwajibkan untuk memasukan beberapa hal yaitu dua logo Wings Food, foto model promosi, tiga tagline berbeda yang disediakan resim oleh perusahaan, gambar asli mie, pop up baru, dan splash kuah sebagai penghias background serta pelengkap desain.
Gambar 3.21. Sketsa Layout alternatif Mie sedap
27 Dalam pembuatan proyek ini tidak didapatkan feedback yang berarti atau besar. Layout pun dirasa sudah cukup pantas pada pengajuan pertama, feedback ringan hanya berupa gambar yang ingin di gesek sedikit kearah kanan dan kiri. Layout akhir yang diberikan kepada client pun berupa 2 file berbeda dikarenakan kendala pada laptop penulis, dimana laptop penulis tidak kuat menahan pembuatan travellator dengan panjang yang asli, dari sini pun client menyetujui adanya 2 file berbeda dengan gambar yang seamless, hal ini juga diterima karena pada hasil akhir dipercetakan.
Gambar 3.22. Final Layout Travelator Mie Sedap
28 Gambar akan dibagi menjadi 2 karena ukuran sticker percetakan yang terbatas/ada. Setelah mendapat semua persetujuan diatas, penulis pun dianggak sudah menyelesaikan proyek ini karena tidak adanya revisi lain dan gambar suddah turun cetak dengan persetujuan kedua belah pihak.
Gambar 3.22. Mock Up Trevalator Mie Sedap
3.3.2. Kendala yang Ditemukan
Beberapa kendala yang ditemukan oleh penulis adalah pengetahuan penulis mengenai dunis branding dan event yang cukup minim, penulis yang pertama kali disuguhkan desain komersial pada awalnya tidak begitu mengerti karena desain komersial dan studion memiliki beberapa layout yang berbeda. Hal ini pun menyebabkan besarnya file yang dibuat, karena beberapa desain akan digunakan untuk turun cetak dan dibuat dalam file 3D. Device berupa laptop yang digunakan penulis pun tidak dapat memadai beberapa proyek yang diberikan oleh perusahaan.
29 3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan
Beberapa solusi yang didapatkan oleh penulis adalah dengan belajar menggunakan layout yang diberikan oleh perusahaan, penulis pun diajarkan beberapa jenis layout baru oleh supervisor dimana layout tersebut difokuskan dalam bentuk komersial. Dalam menangani kendala laptop penulis yang tidak kuat membuat beberapa proyek, dipinjamkan juga computer kantor yang memiliki spesifikasi lebih tinggi dari laptop penulis sehingga penulis dapat lebih mudah mengerjakan proyek yang diberikan.