Pantun Menuntut Ilmu 33
PANTUN
MENUNTUT
ILMU
Pantun Menuntut Ilmu 34
Kampung jelemu seberang koto Disitu banyak orang terpandang Urang berilmu kalu berkato Pandai menjago perasaan orang
Rumah kecik bedinding papan Rumah gedang belum terbuat Wahai saudaro saudari sekalian Belajarlah kito selagi sempat
Masang cametik kacar-kacar Dapatlah udang sebalango Dari kecil wajiblah belajar Dunio akhirat bakal baguno
Tumbuh merata pohon tebu
Pergi kepasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Pantun Menuntut Ilmu 35
Orang selat menjual jamu Jamu dijual dipasar bulian Banyak-banyak menuntut ilmu Untuk bekal dihari kemudian
Menimbal kayu dipokok jati Labing di ujung karang dimakan Ketika hidup belum mati
Baiklah tuan ilmu Carikan
Ke hulu membuat pagar
Jangan terpotong batang durian Cari guru tempat belajar
Supaya jangan sesal kemudian
Budak-budak berkejar-kejar Rasa gembira bermain di sana Kalau kita rajin belajar
Tentu kita akan berjaya
Pantun Menuntut Ilmu 36
Belah kundur silau bulan Jangan ditunggu bulan puasa
Sungguh-sungguhlah wahai teman Tuntutlah ilmu sampai kemana
Pisang kapas pisang sembatu Ditanam orang di tengah ladang Jangan puas menuntut ilmu Supaya kelak kita senang
Kalau anda membeli baju Jangan dibeli baju yang ketat Kalau anda menuntut ilmu Tuntutlah ilmu sampai dapat
Timun emas membawa paku
Lari kencang takut raksasa
Rajin membaca bertambah ilmu
Rajin sholat masuk surga
Pantun Menuntut Ilmu 37
Kemumu ditengah-tengah pekan Di embus angina jatuh ke bawah Ilmu yang tidak diamalkan
Bagai pohon tidak berbuah
Kehulu membuat pagar
Jangan terpotong batang durian Cari guru tempat belajar
Supaya jangan sesal kemudian
Berburu ke padang datar Dapat rusa belang kaki Berguru ke palang ajar
Bagaikan bunga kembang takjadi
Julung-julung mudik kehulu Ikan gabus didalam payo
Mintak tulung kepada pak guru
Agar badan tidak sangsaro
Pantun Menuntut Ilmu 38
Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda dampai ke tua Ajaran baik jangan diubah
Pakai baju warna biru
Pergi ke sekolah pukul Satu Murid sentiasa hormatkan guru Kerana guru pembekal ilmu
Ramai orang membeli jamu Dibawah pokok cuaca redup
Bersungguh-sungguh mencari ilmu Ilmu dicari penyuluh hidup
Orang haji dari Jeddah
Buah kurma berlambak-lambak
Pekerjaan guru bukanlah mudah
Bagai kerja menolak ombak
Pantun Menuntut Ilmu 39
Terang bulan di malam sepi
Cahya memancar kepangkal kelapa Hidup di dunia buatlah bakti
Kepada ibu dan juga bapa
Bintang tujuh sinar berseri
Bulan purnama datang menerpa Ajaran guru hendak ditaati Mana yang dapat jangan dilupa
Ramai orang menggali perigi Ambil buluh lalu diikat
Ilmu dicer tak akan rugi Buat bekalan dunia akhirat
Indah sekali petikan gitar Apa lagi di iringi lagu
Ayolah kawan kita belajar
Supaya jadi orang berilmu
Pantun Menuntut Ilmu 40
Dengarkan lagu dengan cermat Supaya bisa masuk kehati
Pada guru haruslah hormat Itulah murid yang berbudi
Bunga mawar bunga melati
Harum semerbak tumbuh ditaman Orang sabar dan baik hati
Pasti di sukai semua teman
Kait-kait di padang temu
Terap ditimbun di ujung galah Baik-baik berpegang pada ilmu Harapkan ampun pada allah
Bertemu orang suku kubu
Hidupnya senang berpindah tempat Wajiblah kita menuntut ilmu
Bekal selamat dunia akhirat
Pantun Menuntut Ilmu 41
Gali sumur di bawah tanah Dapat emas pakai pita
Jangan pernah katakan menyerah Dalam meraih cita-cita
Andi tinggal di pasar lama
Ayah nya kerja di kantor camat Bekalilah anak dengan ilmu agama Agar selamat dunia akhirat
Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Supaya engkau tidak ketinggalan
Tumbuh merata pohon tebu
Pergi kepasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Pantun Menuntut Ilmu 42
Apalah tanda batang tebu Batang tebu halus uratnya Apalah tanda orang berilmu Orang berilmu halus sifatnya
Elok mudah nyawa bertemu Sepokok jati bercarak empat Bukan mudah mencari ilmu Suruh mengenal jalan ma’rifat
Orang selat menjual jamu Jamu dijual dipasar bulian Banyak-banyak menuntut ilmu Untuk bekal dihari kemudian
Bertemu orang suku kubu
Hidupnya senang berpindah tempat Wajiblah kita menuntut ilmu
Bekal selamat dunia akhirat
Pantun Menuntut Ilmu 43
Masang cametik kacar-kacar Dapatlah udang sebalango Dari kecil wajiblah belajar Dunio akhirat bakal baguno
Burung balam kakinya dua Dia memakan buah padi Rukun islam adanya lima Dari syahadat sampai kehaji
Rumah kecik bedinding papan Rumah gedang belum terbuat Wahai saudaro saudari sekalian Belajarlah kito selagi sempat
Ibu datang membawa jambu
Paman datang membawa mangga Kita harus mencari ilmu
Untuk bekal dihari tua
Pantun Menuntut Ilmu 44
Bunga mawar sedang mekar Harum baunya sudahlah pasti Cari ilmu walaupun sukar Cita-cita ingin berhasil nanti
Tulis kata jadi kalimat Ambil tulisan buat cerita Belajarlah kuat-kuat Buat ilmu hari tua
Main kompangan di senaung Ngarak penganten kito basamo Biak ilmu setinggi gunung
Idak sholat apo gunonyo
Bunga bakung di tepi kali Sungguh indah dan menawan Buat apa berilmu tinggi
Bila tidak diamalkan
Pantun Menuntut Ilmu 45
Parang ditetak kebatang sena Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna Bila tak penuh menaruh ilmu
Menangkap ikan memakai pukat Pukat di pasang ditepi lukah Tuntutlah ilmu sepanjang hayat Karena bagian amal jariyah
Sumur tua berair jernih Sumur terbuat dari bata Ilmu dunia boleh dicari Ilmu akhirat jangan di lupa
Siang-siang makan mentimun
Mentimun dimakan di atas bangku Daripada banyak melamun
Lebih baik membaca buku
Pantun Menuntut Ilmu 46
Menanam pisang disamping rumah melihat anak bermain gundu
Senang hati dating ke sekolah Ketemu kawan dan dapat ilmu
Pergi ke hutan cari rambutan Karena rambutan manis rasanya Marilah cari ilmu pengetahuan Karena ilmu banyak manfaatnya
Tangan terangkat si tangan mungil Si tangan mungil hendak bersatu Belajarlah kita diwaktu kecil Bak mengukir dia atas batu
Punya hutang harus dicatat Jika tidak ingin rugi
Kalau ingin ilmu yang bermanfaat
Jauhilah semua perbuatan keji
Pantun Menuntut Ilmu 47
Anak itik makan ikan
Ikan dimakan satu persatu
Siapa yang mengiginkan kemuliaan Milik Allahlah kemuliaan itu
Air mengalir dari hulu Tiba dihilir air melimpah
Banyak berfikir, bertambah ilmu Banyak berzikir, disayang Allah
Pergi kekebun melihat rusa Rusa dilihat tak punya mata Belajar rajin tanpa putus asa Untuk menggapai cita-cita
Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding
Pantun Menuntut Ilmu 48
Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ketua Ajaran baik jangan diubah
Temu itu banyak warnanya Ada yang putih ada yang biru Ilmu itu banyak gunanya Tiada boleh orang mengaru
Sungguh indah nusantaraku Dengan ragam corak budaya Takkan sengsara jalan hidupmu Bila ilmu kau patri didada
Sarang lebah penghasil madu Dijual ahmad ke tengah kota Hiasi dunia dengan ilmu
Penuhi akhirat dengan do’a
Pantun Menuntut Ilmu 49
Naik perahu ke arab melayu Terlihat bintang lagi redup Jangan lupa tuntutlah ilmu Sebagai bekal penuntun hidup
Beli batik ke kota jambi
Perahu bercadik dari nenek moyang
Tuntutlah ilmu sejak dini
Agar jadi orang yang terpandang
Hendak berlayar ke pulau sumpit Di tengah laut terserang badai Gantungkan impian setinggi langit Semoga kelak dapat tercapai
Pergi berkunjung ke rumah pak said Sampai disana adanya gempa
Layangkan kakimu menuju masjid
Buka Al-qur’an baca isinya
Pantun Menuntut Ilmu 50
Capung hinggap di pohon randu Randu ada di tepi sungai
Janganlah bosan menuntut ilmu Agar menjadi orang yang pandai
Gadis jambi bagaikan mawar Bentuk nya elok tapi berduri Al Qur’an itu sebagai penawar Mari bersama kita mengaji
Anak pendekar datang bersinggah Duduk bersilah diatas dipan
Seberapapun jauh engkau melangkah
Kasih bunda terlupakan jangan
Buah salak buah cempedak
Jangan diletak diatas tungku
Kalaulah hidup hanya setenggak
Banyak ibadah tuntutlah ilmu
Pantun Menuntut Ilmu 51
Kakek ke kebun pagi buta Untuk memetik segala buah Ingin berhasil cita-cita
Usaha dan do’a pantang menyerah
Bunga mawar di atas kayu Hancur karena dimakan lipan Untuk apa kaya ilmu
Jika lakumu seperti hewan
Kapal berlayar jauh disana Menuju arah kota hujarat Jika engkau ingin bahagia Perkuatlah ilmu dunia akhirat
Saya datang membawa pedang
Untuk menyembelih si burung camar Saya datang bukan sembarang datang Saya datang untuk belajar
Pantun Menuntut Ilmu 52
Untuk apa membeli baju
Kalau hanya untuk dipamerkan Untuk apa menuntut ilmu
Kalau hanya untuk dibanggakan
Bertemu kuda bersama ikan
Hidup bersama pecahkan masalah Bila ilmu tidak diamalkan
Bagaikan pohon tanpa buah
Lima sempurna empat sehat Menu seimbang tuk keseharian Tuntutlah ilmu dengan semangat Kelak berguna tuk kehidupan
Makan dendeng di tepi sawah
Jangan lupa lewat batanghari
Jika ingin di sayang allah
Jadilah anak pandai mengaji
Pantun Menuntut Ilmu 53