• Tidak ada hasil yang ditemukan

PANTUN MENUNTUT ILMU. Pantun Menuntut Ilmu 33

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PANTUN MENUNTUT ILMU. Pantun Menuntut Ilmu 33"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Pantun Menuntut Ilmu 33

PANTUN

MENUNTUT

ILMU

(2)

Pantun Menuntut Ilmu 34

Kampung jelemu seberang koto Disitu banyak orang terpandang Urang berilmu kalu berkato Pandai menjago perasaan orang

Rumah kecik bedinding papan Rumah gedang belum terbuat Wahai saudaro saudari sekalian Belajarlah kito selagi sempat

Masang cametik kacar-kacar Dapatlah udang sebalango Dari kecil wajiblah belajar Dunio akhirat bakal baguno

Tumbuh merata pohon tebu

Pergi kepasar membeli daging

Banyak harta miskin ilmu

Bagai rumah tidak berdinding

(3)

Pantun Menuntut Ilmu 35

Orang selat menjual jamu Jamu dijual dipasar bulian Banyak-banyak menuntut ilmu Untuk bekal dihari kemudian

Menimbal kayu dipokok jati Labing di ujung karang dimakan Ketika hidup belum mati

Baiklah tuan ilmu Carikan

Ke hulu membuat pagar

Jangan terpotong batang durian Cari guru tempat belajar

Supaya jangan sesal kemudian

Budak-budak berkejar-kejar Rasa gembira bermain di sana Kalau kita rajin belajar

Tentu kita akan berjaya

(4)

Pantun Menuntut Ilmu 36

Belah kundur silau bulan Jangan ditunggu bulan puasa

Sungguh-sungguhlah wahai teman Tuntutlah ilmu sampai kemana

Pisang kapas pisang sembatu Ditanam orang di tengah ladang Jangan puas menuntut ilmu Supaya kelak kita senang

Kalau anda membeli baju Jangan dibeli baju yang ketat Kalau anda menuntut ilmu Tuntutlah ilmu sampai dapat

Timun emas membawa paku

Lari kencang takut raksasa

Rajin membaca bertambah ilmu

Rajin sholat masuk surga

(5)

Pantun Menuntut Ilmu 37

Kemumu ditengah-tengah pekan Di embus angina jatuh ke bawah Ilmu yang tidak diamalkan

Bagai pohon tidak berbuah

Kehulu membuat pagar

Jangan terpotong batang durian Cari guru tempat belajar

Supaya jangan sesal kemudian

Berburu ke padang datar Dapat rusa belang kaki Berguru ke palang ajar

Bagaikan bunga kembang takjadi

Julung-julung mudik kehulu Ikan gabus didalam payo

Mintak tulung kepada pak guru

Agar badan tidak sangsaro

(6)

Pantun Menuntut Ilmu 38

Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda dampai ke tua Ajaran baik jangan diubah

Pakai baju warna biru

Pergi ke sekolah pukul Satu Murid sentiasa hormatkan guru Kerana guru pembekal ilmu

Ramai orang membeli jamu Dibawah pokok cuaca redup

Bersungguh-sungguh mencari ilmu Ilmu dicari penyuluh hidup

Orang haji dari Jeddah

Buah kurma berlambak-lambak

Pekerjaan guru bukanlah mudah

Bagai kerja menolak ombak

(7)

Pantun Menuntut Ilmu 39

Terang bulan di malam sepi

Cahya memancar kepangkal kelapa Hidup di dunia buatlah bakti

Kepada ibu dan juga bapa

Bintang tujuh sinar berseri

Bulan purnama datang menerpa Ajaran guru hendak ditaati Mana yang dapat jangan dilupa

Ramai orang menggali perigi Ambil buluh lalu diikat

Ilmu dicer tak akan rugi Buat bekalan dunia akhirat

Indah sekali petikan gitar Apa lagi di iringi lagu

Ayolah kawan kita belajar

Supaya jadi orang berilmu

(8)

Pantun Menuntut Ilmu 40

Dengarkan lagu dengan cermat Supaya bisa masuk kehati

Pada guru haruslah hormat Itulah murid yang berbudi

Bunga mawar bunga melati

Harum semerbak tumbuh ditaman Orang sabar dan baik hati

Pasti di sukai semua teman

Kait-kait di padang temu

Terap ditimbun di ujung galah Baik-baik berpegang pada ilmu Harapkan ampun pada allah

Bertemu orang suku kubu

Hidupnya senang berpindah tempat Wajiblah kita menuntut ilmu

Bekal selamat dunia akhirat

(9)

Pantun Menuntut Ilmu 41

Gali sumur di bawah tanah Dapat emas pakai pita

Jangan pernah katakan menyerah Dalam meraih cita-cita

Andi tinggal di pasar lama

Ayah nya kerja di kantor camat Bekalilah anak dengan ilmu agama Agar selamat dunia akhirat

Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan

Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Supaya engkau tidak ketinggalan

Tumbuh merata pohon tebu

Pergi kepasar membeli daging

Banyak harta miskin ilmu

Bagai rumah tidak berdinding

(10)

Pantun Menuntut Ilmu 42

Apalah tanda batang tebu Batang tebu halus uratnya Apalah tanda orang berilmu Orang berilmu halus sifatnya

Elok mudah nyawa bertemu Sepokok jati bercarak empat Bukan mudah mencari ilmu Suruh mengenal jalan ma’rifat

Orang selat menjual jamu Jamu dijual dipasar bulian Banyak-banyak menuntut ilmu Untuk bekal dihari kemudian

Bertemu orang suku kubu

Hidupnya senang berpindah tempat Wajiblah kita menuntut ilmu

Bekal selamat dunia akhirat

(11)

Pantun Menuntut Ilmu 43

Masang cametik kacar-kacar Dapatlah udang sebalango Dari kecil wajiblah belajar Dunio akhirat bakal baguno

Burung balam kakinya dua Dia memakan buah padi Rukun islam adanya lima Dari syahadat sampai kehaji

Rumah kecik bedinding papan Rumah gedang belum terbuat Wahai saudaro saudari sekalian Belajarlah kito selagi sempat

Ibu datang membawa jambu

Paman datang membawa mangga Kita harus mencari ilmu

Untuk bekal dihari tua

(12)

Pantun Menuntut Ilmu 44

Bunga mawar sedang mekar Harum baunya sudahlah pasti Cari ilmu walaupun sukar Cita-cita ingin berhasil nanti

Tulis kata jadi kalimat Ambil tulisan buat cerita Belajarlah kuat-kuat Buat ilmu hari tua

Main kompangan di senaung Ngarak penganten kito basamo Biak ilmu setinggi gunung

Idak sholat apo gunonyo

Bunga bakung di tepi kali Sungguh indah dan menawan Buat apa berilmu tinggi

Bila tidak diamalkan

(13)

Pantun Menuntut Ilmu 45

Parang ditetak kebatang sena Belah buluh taruhlah temu

Barang dikerja takkan sempurna Bila tak penuh menaruh ilmu

Menangkap ikan memakai pukat Pukat di pasang ditepi lukah Tuntutlah ilmu sepanjang hayat Karena bagian amal jariyah

Sumur tua berair jernih Sumur terbuat dari bata Ilmu dunia boleh dicari Ilmu akhirat jangan di lupa

Siang-siang makan mentimun

Mentimun dimakan di atas bangku Daripada banyak melamun

Lebih baik membaca buku

(14)

Pantun Menuntut Ilmu 46

Menanam pisang disamping rumah melihat anak bermain gundu

Senang hati dating ke sekolah Ketemu kawan dan dapat ilmu

Pergi ke hutan cari rambutan Karena rambutan manis rasanya Marilah cari ilmu pengetahuan Karena ilmu banyak manfaatnya

Tangan terangkat si tangan mungil Si tangan mungil hendak bersatu Belajarlah kita diwaktu kecil Bak mengukir dia atas batu

Punya hutang harus dicatat Jika tidak ingin rugi

Kalau ingin ilmu yang bermanfaat

Jauhilah semua perbuatan keji

(15)

Pantun Menuntut Ilmu 47

Anak itik makan ikan

Ikan dimakan satu persatu

Siapa yang mengiginkan kemuliaan Milik Allahlah kemuliaan itu

Air mengalir dari hulu Tiba dihilir air melimpah

Banyak berfikir, bertambah ilmu Banyak berzikir, disayang Allah

Pergi kekebun melihat rusa Rusa dilihat tak punya mata Belajar rajin tanpa putus asa Untuk menggapai cita-cita

Tumbuh merata pohon tebu

Pergi ke pasar membeli daging

Banyak harta miskin ilmu

Bagai rumah tidak berdinding

(16)

Pantun Menuntut Ilmu 48

Pinang muda dibelah dua Anak burung mati diranggah Dari muda sampai ketua Ajaran baik jangan diubah

Temu itu banyak warnanya Ada yang putih ada yang biru Ilmu itu banyak gunanya Tiada boleh orang mengaru

Sungguh indah nusantaraku Dengan ragam corak budaya Takkan sengsara jalan hidupmu Bila ilmu kau patri didada

Sarang lebah penghasil madu Dijual ahmad ke tengah kota Hiasi dunia dengan ilmu

Penuhi akhirat dengan do’a

(17)

Pantun Menuntut Ilmu 49

Naik perahu ke arab melayu Terlihat bintang lagi redup Jangan lupa tuntutlah ilmu Sebagai bekal penuntun hidup

Beli batik ke kota jambi

Perahu bercadik dari nenek moyang

Tuntutlah ilmu sejak dini

Agar jadi orang yang terpandang

Hendak berlayar ke pulau sumpit Di tengah laut terserang badai Gantungkan impian setinggi langit Semoga kelak dapat tercapai

Pergi berkunjung ke rumah pak said Sampai disana adanya gempa

Layangkan kakimu menuju masjid

Buka Al-qur’an baca isinya

(18)

Pantun Menuntut Ilmu 50

Capung hinggap di pohon randu Randu ada di tepi sungai

Janganlah bosan menuntut ilmu Agar menjadi orang yang pandai

Gadis jambi bagaikan mawar Bentuk nya elok tapi berduri Al Qur’an itu sebagai penawar Mari bersama kita mengaji

Anak pendekar datang bersinggah Duduk bersilah diatas dipan

Seberapapun jauh engkau melangkah

Kasih bunda terlupakan jangan

Buah salak buah cempedak

Jangan diletak diatas tungku

Kalaulah hidup hanya setenggak

Banyak ibadah tuntutlah ilmu

(19)

Pantun Menuntut Ilmu 51

Kakek ke kebun pagi buta Untuk memetik segala buah Ingin berhasil cita-cita

Usaha dan do’a pantang menyerah

Bunga mawar di atas kayu Hancur karena dimakan lipan Untuk apa kaya ilmu

Jika lakumu seperti hewan

Kapal berlayar jauh disana Menuju arah kota hujarat Jika engkau ingin bahagia Perkuatlah ilmu dunia akhirat

Saya datang membawa pedang

Untuk menyembelih si burung camar Saya datang bukan sembarang datang Saya datang untuk belajar

(20)

Pantun Menuntut Ilmu 52

Untuk apa membeli baju

Kalau hanya untuk dipamerkan Untuk apa menuntut ilmu

Kalau hanya untuk dibanggakan

Bertemu kuda bersama ikan

Hidup bersama pecahkan masalah Bila ilmu tidak diamalkan

Bagaikan pohon tanpa buah

Lima sempurna empat sehat Menu seimbang tuk keseharian Tuntutlah ilmu dengan semangat Kelak berguna tuk kehidupan

Makan dendeng di tepi sawah

Jangan lupa lewat batanghari

Jika ingin di sayang allah

Jadilah anak pandai mengaji

(21)

Pantun Menuntut Ilmu 53

Sungai batanghari ada di seberang Pasar angso duo di kota jambi Jika kamu ingin hidup senang Carilah ilmu sampai ajal menanti

Tuan Haji memakai jubah

Singgah sembahyang di tepi lorong Kalau sudah kehendak allah

Rezeki segenggam jadi sekarung

Referensi

Dokumen terkait

Bagi kepala sekolah, sebagai lembaga pendidikan formal, memberikan informasi dan masukan tentang hubungan antara kematangan beragama remaja muslim dengan motivasi menuntut ilmu

Syekh ‘Abd al-Shamad al-Falimbānī sangat memerintahkan seorang murid agar memiliki adab dengan memuliakan gurunya, karena dalam hal menuntut ilmu, yang diharapkan

Berdasarkan temuan di lapangan proses transinternalisasi nilai etika santri dalam menuntut ilmu ditunjukkan dengan melaksanakan kegiatan yang ada di pondok

awlawiya>t sangat membantu dalam memecahkan persoalan antara ibadah umrah lebih dari sekali dan menuntut ilmu dilihat dari kaca mata fiqih prioritas. Mana yang lebih

Selama penulisan skripsi yang berjudul Adab Menuntut Ilmu Menurut Syekh „Abd Al-Samad Al-Falimbānī (Analisis Pedagogis Terhadap Kitab Hidāyah Al-Sālikīn).. Penulis

Menurut penulis konsep etika menuntut ilmu menurut Syekh Muhammad Syakir dalam kitab Washaya Al- abaa’ Lil Abnaa’ yang garis besarnya berisi belajar yang

Menurut penulis relevansi adab peserta didik dalam menuntut ilmu dalam kitab Athlab , pada era modern saat itu yaitu di mana era yang penuh dengan android dan media digital

Dalam kitab Alala juga dijelaskan syarat menuntut ilmu yaitu waktu yang lama, artinya orang yang belajar memerlukan waktu yang lama, namun tetap dengan target.15 Dari definisi tersebut