Taye Shim +62-21-515-3281 [email protected] For subscription of our Daily Focus, please contact us at [email protected]
Embun Pagi
Unfolding of a short-term trading opportunity
Dalam penulisan Daily kami "Apa yang perlu kita ketahui tentang pelemahan nilai tukar rupiah," kami menerangkan bahwa 1) itu adalah penguatan siklus dollar (bukan melemahnya rupiah), 2) Kelemahan rupiah net positif bagi Indonesia dan 3) fundamental ekonomi Indonesia yang kuat untuk perubahan lingkungan. Kami menyimpulkan bahwa depresiasi rupiah memberikan alasan yang baik bagi investor untuk mengambil keuntungan dan mengambil nafas dari tingkat valuasi yang sudah tinggi. Keyakinan kami adalah bahwa peningkatan makro, dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintahan baru, dan spillover likuiditas dari inisiatif QE ECB harus kolektif diterjemahkan ke dalam pendapatan perusahaan yang lebih tinggi dan merevaluasi ulang tingkat IHSG. Kesimpulan nya, ke depan nya kami berharap aka nada nya peluang perdagangan jangka pendek karena investor cenderung akan beralih ke saham yang tertinggal (dan undervalued). Kami menyajikan ide perdagangan satu bulan bagi investor sebagai berikut:
Meninjau sektor yang tertinggal rally. Pada perdagangan terakhir 12 Maret kinerja IHSG naik 4,0% year-to-date. Dalam waktu yang sama, perdagangan (+
11,6%), keuangan (+8,7%), konsumen (+6,8%), lain-lain (+5.0%) mengungguli benchmark, sedangkan properti (+2,5%), pertanian (0,0%), infrastruktur (- 3,1%), pertambangan (-5,4%) dan industri dasar (-7,5%) mempunyai kinerja YTD di bawah indeks.
Pemilihan saham kami untuk horizon investasi 1 bulan. Kami ingin menyarankan sejumlah saham untuk 1 bulan ke depan. Pemilihan saham kami didasarkan pada 1) analisis teknis, 2) Dana investor asing, 3) tingkat valuasi saat ini dan sejarah dan 4) sentimen pasar. Kami melihat saham-saham yang oversold dari segi teknis (sebagian besar dari pengamatan kami dari Bollinger Band), dan saham yang sedang dijual seperti yang kita harapkan untuk melihat rotasi aliran yang layak untuk menendang. Kami memilih saham yang diperdagangkan pada diskon untuk 5 tahun rata-rata historis. Kami ingin menekankan bahwa saham berikut ini tidak didasarkan pada analisis fundamental (harapkan untuk penilaian konsensus) dan hanya untuk tujuan perdagangan saja. Pemilihan saham kami sebagai berikut:
K KDB Daewoo Securities "Tactical trading" stocks
Ticker Technical Foreign fund flows Valuation d/c. Target px Upside
PGAS Oversold Heavy sell off -14.0% 5,500 5.8%
TAXI Oversold Heavy sell off -40.0% 810 14.1%
JPFA Flattening 20DMA Moderate sell off -14.0% 900 6.5%
SMGR Oversold Heavy sell off -14.0% 15,080 4.9%
ADHI Oversold Turned to net buy 35.0% 3,340 6.9%
CTRP Oversold Strong purchase -41.0% 730 8.1%
LSIP Slightly oversold Turned to net sell -16.0% 1,945 5.4%
ADRO Oversold Turned to net buy -29.0% 1,020 5.2%
INCO Oversold Mixed purchase -58.0% 3,520 7.0%
Source: KDB Daewoo Securities Research Market Index
Last Trade Chg (%) MoM YoY
JCI 5,439.8 0.4 0.8 14.7
MSCI EM 948.5 0.6 -4.4 0.0
HANG SENG 23,798.0 0.3 -3.9 9.0
KOSPI 1,980.8 -0.5 1.2 2.4
FTSE 6,761.1 0.6 -2.2 2.6
DJIA 17,895.2 1.5 -2.1 9.5
NASDAQ 4,893.3 0.9 -0.9 13.8
Valuation
2015F P/E (x) P/B (x) ROE (%)
JCI 16.0 2.7 19.8
Key Rates
Last Trade Chg (bps) MoM YoY
Policy Rate 7.50 0 -25 -25
3yr 7.24 -4 18 -21
10yr 7.51 -33 2 -52
FX
Last Trade Chg (%) MoM YoY
USD/IDR 13,183. -0.1 3.0 15.4
USD/KRW 1,126.35 0.3 1.4 5.2
USD/JPY 121.29 -0.1 2.1 19.1
USD/CNY 6.26 0.0 0.3 1.9
Commodities
Last Trade Chg (%) MoM YoY
WTI 47.1 -2.3 -12.3 -47.9
Gold 1,153.7 -0.1 -6.2 -15.8
Coal 61.8 -1.0 -0.6 -25.4
Palm Oil 655.0 1.9 -3.3 -30.4
Rubber 129.4 0.0 -3.9 -19.0
Nickel 13,775.0 -2.0 -6.3 -12.0
Copper 5,730.0 -0.6 -0.2 -11.9
Tin 17,610.0 1.0 -3.2 -24.1
JCI Index VS MSCI Emerging Markets
800 1,000 1,200
3,500 4,500 5,500
05/13 02/14 11/14
(pt) JCI MSCI EM (pt)
2
KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Local flashes
KRAS: Omzet Turun, Rugi Krakatau Steel Bengkak 970% Jadi Rp 1,8 Triliun. PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Tbk membukukan kinerja negatif di 2014. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen baja ini mencatat rugi US$ 149,8 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun (kurs dolar AS Rp 12.000). Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan Krakatau Steel, kerugian tersebut bengkak 971% dibandingkan kerugian 2013 yang hanya US$ 13,9 juta (Rp 166,8 miliar). Kerugian itu terjadi akibat omzet yang turun sementara beberapa pos beban ada yang naik. (Detik Finance)
GZCO: Gozco Plantations anggarkan capex Rp 200 miliar. PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) tak akan terlalu ekspansif berbelanja. Tahun ini, GZCO menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 200 miliar. Capex tersebut turun 20%
dibanding Rp 250 miliar di tahun lalu. Pasalnya, GZCO mulai mengurangi penanaman lahan barunya. Produsen kelapa sawit ini beralasan ingin berfokus meningkatkan kualitas tanamannya. Tahun ini, GZCO berencana melakukan penanaman 1.000 hektar sampai 2.000 hektar lahan baru. (Kontan)
PBRX: Pan Brothers Tuntaskan Proses Akuisisi 2 Perusahaan Garmen. PT Pan Brothers Tbk. (PBRX) telah menandatangani kesepakatan melakukan perjanjian jual beli saham dengan persyaratan atau conditional share purchase agreement dengan dua perusahaan garmen asal Semarang Jawa Tengah. Fitri Ratnasari Hartono, Direktur Pan Brothers, mengatakan hingga saat ini, perseroan masih melakukan penelaahan atas lingkup bisnis, strategi penjualan, dan seluruh aspek operasional produksi dan penjualan, keuangan, sumber daya manusia, serta seluruh hal terkait sinergi dengan PBRX. (Bisnis Indonesia)
DEWA: Harga Jual Lemah, Produksi Batu Bara Darma Henwa (DEWA) Dipangkas.
Emiten tambang PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) memangkas realisasi produksi batu bara sepanjang periode 2014 menjadi 11,5 juta ton atau 68,4% dari target 16,8 juta ton. Wachjudi Martono, Direktur Utama Darma Henwa, mengatakan kondisi industri batu bara yang mengalami pelemahan harga jual menyebabkan perseroan harus melakukan renegosiasi dengan pelanggan terhadap mining rate, escalation rate, dan target produksi. (Bisnis Indonesia)
BRPT: Barito Pacific Bangun Pembangkit Listrik Rp4 Triliun. PT Barito Pacific Tbk.
(BRPT) tengah membangun pembangkit listrik hingga 150 Megawatt yang diperkirakan menelan investasi hingga Rp4 triliun triliun di Cilegon Banten. Agus Salim Pangestu, Direktur Utama Barito Pacific, mengatakan perseroan berencana untuk meningkatkan kapasitas pasokan pada pembangkit tenaga listrik untuk kepentingan anak usahanya, PT Chandra Asri di Cilegon. Peningkatan kapasitas hingga 150 MW tersebut dilakukan hingga 2018. (Bisnis Indonesia)
BBNI: NPL kartu kredit BNI stabil di level 2%. Bank Negara Indonesia (BNI) mengaku bisa terus mempertahankan level non performing loan (NPL) kartu kredit pada kisaran 2%. Angka itu, kata Dodit Wiweko Probojakti, GM Produk Manajemen & Konsumer Ritel BNI, lebih rendah dari rata-rata NPL industri. "Jadi bisa dibilang tren NPL di kartu kredit terus stabil," jelas Dodit. (Kontan)
NISP: Rupiah Jeblok, OCBC NISP Hati-hati Salurkan Kredit Valas. PT Bank OCBC NISP Tbk membidik rasio kredit bermasalah untuk segmen valas berada di bawah 2,5% pada tahun ini. Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan hingga Desember 2014, perseroan mencatatkan non performing loan (NPL) sebesar 0,4%.
(Bisnis Indonesia)
3
Sector Analysis
Rekap Pasar
IHSG naik 0,4% pada perdagangan kemarin ke IDR5,439.8. Sementara itu, Rupiah masih cenderung berada di zona sekitar IDR13,000 untuk sementara waktu (last price adalah IDR13,183 naik 0,1%.
Trend sektor
Sebagian besar sektor membaik dari pelemahan sebelumnya kecuali Basic-Industry (-0,9%) dan Pertanian (-0.3%). Seperti yang telah kami perkirakan, konsumen menjadi top performance di antara yang lain (+1,6%) mengungguli IHSG (+0,4%). Kami overweight sektor Konsumen antara lain karena kegiatan ekonomi yang meningkat yang akan meningkatkan belanja konsumen di pasar.
Bursa Pemilihan
Kami merekomendasikan investor untuk mengamati saham-saham berkapitalisasi besar di sektor konsumen seperti UNVR (+
2,8%), ICBP (+ 2,1%) dan juga INDF (+ 0,3%) sesuai dengan tema kita: 1) Clear earnings visibility, 2) pelemahan harga komoditas yang meningkatkan belanja konsumen dan 3) Leveraging off government’s economic policies.
Chart 1. JCI Daily Performance Chart 2. JCI Weekly Performance
Source: Daewoo Securities Indonesia Research Source: Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 3. JCI Monthly Performance Chart 4. Sector Performance
Source: Daewoo Securities Indonesia Research Source: Daewoo Securities Indonesia Research 4,000
4,200 4,400 4,600 4,800 5,000 5,200 5,400 5,600
03/14 04/14 05/14 06/14 07/14 08/14 09/14 10/14 11/14 12/14 01/15 02/15 03/15
(IDR)
4,000 4,200 4,400 4,600 4,800 5,000 5,200 5,400 5,600
03/13 08/13 01/14 06/14 11/14
(IDR)
3,500 4,000 4,500 5,000 5,500 6,000
03/12 09/12 03/13 09/13 03/14 09/14 (IDR)
-6.0 -4.0 -2.0 0.0 2.0 4.0 6.0 (%)
1D 1W 1M
4
KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 5. JCI Vs. IDR/USD Chart 6. JCI performance (absolute vs. relative)
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 7. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 8. Energy price
Note: The latest figure for India is March, 11th;
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 9. Non-ferrous metal price Chart 10. Precious metal price
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 11,300
11,500 11,700 11,900 12,100 12,300 12,500 12,700 12,900 13,100 13,300
4,600 4,700 4,800 4,900 5,000 5,100 5,200 5,300 5,400 5,500 5,600
12/11 12/25 1/8 1/22 2/5 2/19 3/5
(IDR)
(pt) JCI Composite Index (L)
USD/IDR (R)
0.4
-0.2
1.2
15.1
-0.2
2.5
5.1
14.5
-4 0 4 8 12 16
1D 1W 1M 1Y
Absolute Relative (%, %p)
-71 75
-10 -13
9
-53 264
-650 -132
-13 15
688
-800 -600 -400 -200 0 200 400 600 800
Korea Taiwan Indonesia ThailandPhilippines India
1 Day 5 Days
(USDmn)
1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400 2,500
40 50 60 70
12/14 12/14 1/15 1/15 2/15 2/15 3/15
(USD/b) Brent (L) CPO(R) (USD)
70 75 80 85 90 95 100 105 110 115
12/14 1/15 2/15 3/15
(D-3M=100) Copper Nickel Tin
85 90 95 100 105 110 115 120 125
12/14 1/15 2/15 3/15
Silver Gold Platinum
5 Table. Key valuation metrics
Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*
(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY14 FY15 FY14 FY15 FY14 FY15
BANKING
Bank Central Asia Tbk PT BBCA 14,200 350,101 -0.5 -2.1 2.2 37.2 19.6 18.5 4.2 3.8 23.3 22.3
Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 11,900 277,667 0.2 0.6 1.1 29.0 12.7 12.4 2.4 2.3 20.9 20.1
Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 12,900 318,232 0.4 0.4 8.6 41.0 11.9 11.9 2.9 2.7 27.4 24.6 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 6,725 125,412 0.4 0.7 0.0 38.7 10.6 10.6 1.9 1.9 20.2 18.7
Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 4,740 45,431 1.9 -0.5 3.0 14.5 16.7 12.7 1.3 1.3 8.1 10.2
Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 4,230 24,704 0.2 0.2 5.6 -4.4 12.5 10.6 2.0 1.8 17.2 18.5 PROPERTY
Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 1,150 5,411 -2.1 -10.5 -6.1 30.7 12.0 8.9 1.9 1.6 16.2 18.6
Ciputra Property Tbk PT CTRP 675 4,151 -0.7 -4.9 -12.3 -20.6 7.9 6.4 N/A N/A 13.9 20.7
Pakuwon Jati Tbk PT PWON 491 23,646 0.8 -5.6 -1.0 32.3 11.6 9.0 3.4 2.6 32.3 31.7
Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 560 11,004 0.9 -8.2 -11.8 -8.9 8.1 7.1 1.5 1.3 20.3 19.7
Bumi Serpong Damai PT BSDE 2,030 37,295 1.5 -5.1 -3.1 21.2 14.3 12.8 2.4 2.1 16.8 16.4
CONSTRUCTION
Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 990 3,376 1.0 -5.3 -10.4 16.5 17.5 13.8 3.7 3.1 21.3 22.6
Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 3,125 5,629 1.0 -5.0 -9.9 15.7 19.3 14.8 3.6 2.7 19.7 19.7
Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 3,455 21,246 0.3 -1.7 -2.1 54.6 26.3 20.4 4.9 4.2 19.3 21.0
Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 3,775 18,280 -0.7 -5.2 -3.9 129.5 32.5 26.0 7.2 6.0 24.3 25.5
Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 1,700 16,537 3.3 -5.3 -5.0 129.7 28.3 27.3 5.0 4.9 19.2 18.6
RETAIL & CONSUMER
Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 7,325 64,317 -0.3 -1.7 -0.3 -3.0 13.4 12.4 2.2 2.0 16.1 15.8
Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,790 83,906 0.3 -0.8 -3.2 26.5 33.2 27.9 7.7 6.7 24.5 25.1
Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 5,000 8,300 -2.4 -6.5 -11.1 -28.3 27.0 17.3 2.9 2.5 11.6 15.8
Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 39,825 303,865 2.8 9.9 11.6 37.3 49.6 43.7 59.2 51.9 124.5 126.0
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 14,600 85,132 2.1 1.6 2.6 32.7 27.0 23.5 5.3 4.7 20.2 20.5
Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 770 5,464 4.1 4.8 1.3 -44.6 13.2 12.1 1.5 1.4 11.9 12.3
Mayora Indah Tbk PT MYOR 27,150 24,282 4.4 10.7 11.7 -10.1 30.8 23.4 5.0 4.3 18.0 19.8
Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 800 13,720 2.6 -3.0 4.6 1.9 21.8 18.6 4.9 4.1 24.1 23.5
Gudang Garam Tbk PT GGRM 54,075 104,045 0.3 -0.4 -1.6 15.0 17.5 15.4 2.8 2.5 16.9 17.2
Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,175 5,948 0.9 -5.6 -9.3 1.7 24.3 19.1 5.1 4.1 22.7 23.0
AUTOMOTIVE
Astra International Tbk PT ASII 7,900 319,820 0.6 0.6 -0.3 9.3 15.7 15.2 3.1 3.0 21.4 20.1
Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 3,990 11,033 0.0 -0.3 -2.7 -23.3 25.4 26.6 2.3 1.8 9.6 7.2
Astra Otoparts Tbk PT AUTO 3,625 17,472 -0.1 -0.7 -7.1 -9.1 23.2 15.8 2.2 1.8 9.8 11.6
TELECOMMUNICATION
Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,925 294,840 -0.5 0.5 1.0 36.4 19.1 17.4 4.1 3.9 22.8 22.2
XL Axiata Tbk PT EXCL 4,390 37,466 0.7 -3.4 -15.6 -0.2 N/A 34.7 3.0 2.4 -6.1 6.8
Indosat Tbk PT ISAT 4,050 22,007 0.0 -1.2 4.2 1.8 20.2 20.8 1.4 1.4 4.1 6.6
INFRASTRUCTURE
Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 7,050 47,940 -0.4 0.0 0.7 28.2 34.2 27.5 4.9 4.4 14.9 16.2
Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 9,500 45,567 3.0 2.7 2.7 56.4 35.3 25.7 11.5 6.5 32.7 32.0 MINING
Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 985 9,395 1.5 -2.0 -6.6 -10.0 N/A 31.9 0.9 0.9 -6.3 3.3
Timah Persero Tbk PT TINS 995 7,411 0.5 -4.8 -7.9 -16.1 13.5 14.6 1.6 1.4 12.2 11.7
Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 10,650 24,539 4.2 -1.6 -5.1 14.8 13.5 12.7 3.2 2.5 25.2 21.1 CEMENT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 22,500 82,828 -2.2 -5.9 -3.8 1.4 15.1 13.4 3.0 2.6 20.4 20.4
Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 1,655 12,682 -2.1 -11.3 -15.6 -36.1 25.1 14.2 1.9 1.3 7.6 9.7
Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 14,375 85,266 -0.5 -3.5 -0.2 -5.0 17.3 14.6 4.0 3.2 24.8 22.5 Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates
6
KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Sector performance Top 10 market cap performance
Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)
Agricultural 2,344.5 -0.3 MEGA IJ 2250 15,668 12.50
Mining 1,299.1 0.8 GJTL IJ 1255 4,373 0.40
Basic-Industry 501.5 -0.9 TRIO IJ 1550 7,380 8.39
Miscellaneous Industry 1,363.0 0.7 DUTI IJ 5700 10,545 7.55
Consumer Goods 2,340.0 1.6 KAEF IJ 1415 7,859 5.99
Property & Construction 538.8 0.0 MYOR IJ 27150 24,282 4.42
Infrastructure 1,124.8 0.0 PTBA IJ 10650 24,539 4.2
Finance 796.8 0.3 RALS IJ 770 5,464 4.05
Trade 980.0 0.2 ITMG IJ 16950 19,152 3.51
Composite 5,439.8 0.4 WSKT IJ 1700 16,537 3.34
Source: Bloomberg
Top 5 leading movers Top 5 lagging movers
Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close
UNVR IJ 2.8 39,825 INTP IJ -2.2 22,500
ASII IJ 0.6 7,900 BBCA IJ -0.5 14,200
ICBP IJ 2.1 14,600 TLKM IJ -0.5 2,925
MEGA IJ 12.5 2,250 PLIN IJ -10.5 2,595
TBIG IJ 3.0 9,500 IIKP IJ -12.0 2,200
Source: Bloomberg
Economic Calendar
Time Currency Detail Forecast Previous
12:30am JPY Revised Industrial Production m/m 4.0% 4.0%
3:00am EUR German WPI m/m -0.2% -0.4%
8:30am USD PPI m/m 0.2% -0.8%
8:30am USD Core PPI m/m 0.1% -0.1%
10:00am USD Prelim UoM Consumer Sentiment 95.6 95.4
10:00am USD Prelim UoM Inflation Expectations 2.8%
Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory
Disclaimers
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Daewoo Securities Indonesia 2015.