• Tidak ada hasil yang ditemukan

Value for money. Apple s earnings and share price trajectory 45,000. Net Income (L) Share price (R) 40,000 35,000 30,000 25,000 20,000 15,000 10,000

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Value for money. Apple s earnings and share price trajectory 45,000. Net Income (L) Share price (R) 40,000 35,000 30,000 25,000 20,000 15,000 10,000"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Embun Pagi

March 25, 2014

Value for money

Di Jakarta, terdapat sekitar 68 mall yang cukup terkenal. Bila Ditambah dengan mall lainnya maka akan berjumlah 180. DI antara mall-mall tersebut, kita dapat melihat berbagai jenis mall mulai dari Cilandak Town Square (merek-merek terjangkau) sampai Pacific Place (merek-merek mewah). Menurut kami, alasan utama berbagai jenis mall dibangun di Jakarta dikarenakan populasi kelas menengah yang berkembang. Para pengembang properti bertaruh pada kenyataan bahwa masyarakat kelas menengah akan mengarah ke pengeluaran yang lebih tinggi. Kami setuju dengan pandangan konsensus yang menyatakan bahwa meningkatnya kekayaan kelas menengah akan mendorong tingkat konsumsi swasta. Namun, kami berpendapat bahwa tren belanja konsumen selalu berubah.

Menurut pandangan kami, pada saat ini konsumen telah menjadi semakin cerdas dan sensitif. Dengan kata lain, menghabiskan banyak uang untuk barang berkualitas terbaik adalah tren masa lalu. Hal ini dapat dilihat dari iPhone yang menunjukkan pertumbuhan penjualan sebesar 7% tahun lalu, tetapi berada jauh dari pertumbuhan penjualan ponsel pintar global yang mencapai 34%. Selain itu, Samsung Electronics juga mencatat perlambatan pertumbuhan pendapatan sejak 2011, yang merupakan indikasi yang jelas bahwa konsumen lebih memilih untuk membeli produk yang menawarkan pengalaman serupa dengan harga yang wajar.

Menurut laporan Euromonitor, pasar barang mewah di Indonesia diperkirakan akan tumbuh 10% pada tahun 2013. Kami tidak berpendapat bahwa prospek untuk merek-merek mewah di Indonesia sudah pudar. Oleh karena itu, kami lebih tertarik dengan perusahaan yang memproduksi barang-barang terjangkau kepada pasar massal seperti barang konsumsi (INDF, UNVR), farmasi (KLBF, KAEF), dan utilitas (JSMR, PGAS).

Taye Shim Apple’s earnings and share price trajectory

Market Index

Last Trade Chg (%) MoM YoY

JCI 4,720.4 0.4 2.7 -2.1

MSCI EM 953.9 0.9 -1.4 -6.9

HANG SENG 21,846.5 1.9 -3.9 -3.7

KOSPI 1,945.6 0.5 -1.0 -1.6

FTSE 6,520.4 -0.6 -4.5 2.6

DJIA 16,276.7 -0.2 0.6 12.3

NASDAQ 4,226.4 -1.2 -0.4 31.8

Key Rates

Last Trade Chg (bps) MoM YoY

Policy Rate 7.50 0 0 175

3yr 7.46 1 -21 304

10yr 8.14 7 -36 266

FX

Last Trade Chg (%) MoM YoY

USD/IDR 11,380.00 -0.4 -1.9 17.3

USD/KRW 1,077.15 -0.1 0.5 -3.0

USD/JPY 102.23 0.0 0.0 8.6

USD/CNY 6.19 -0.5 2.1 0.2

Commodities

Last Trade Chg (%) MoM YoY

WTI 99.3 0.1 -1.5 8.7

Gold 1,310.8 -1.9 -2.4 -18.5

Coal 72.9 -0.3 -4.5 -17.1

Palm Oil 940.0 -2.8 1.6 8.6

Rubber 162.8 -0.4 4.4 -12.8

Nickel 16,110.0 1.6 12.4 -6.1

Copper 6,473.0 0.8 -8.4 -15.3

JCI Index VS MSCI Emerging Markets

600 800 1,000 1,200

3,000 4,000 5,000 6,000

12/12 05/13 10/13 03/14

(pt) JCI

MSCI EM

(pt)

3,495

6,119 8,235 14,013

25,922 41,733

37,037

0 100 200 300 400 500 600

0 5,000 10,000 15,000 20,000 25,000 30,000 35,000 40,000 45,000

Net Income (L) Share price (R)

(USDmn) (USD)

(2)

Local flashes

BWPT: Laba Bersih BW Plantation (BWPT) Merosot 30,67%. PT BW Plantation Tbk.

(BWPT), perusahaan perkebunan kelapa sawit, mendulang laba bersih pada 2013 sebesar Rp181,78 miliar, turun 30,67% dari laba bersih 2012 sebesar Rp262,18 miliar.

Laba bersih turun lantaran laba usaha turun 21,97% menjadi Rp325,6 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp417,29 miliar. (Bisnis Indonesia)

TOTL: 2013, Laba Bersih Total Bangun Persada (TOTL) Naik 17,31%. Laba bersih PT Total Bangun Persada Tbk. (TOTL) membukukan pertumbuhan laba bersih 17,31%

sepanjang tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan 2013 yang dirilis Senin (24/3/2014), laba bersih emiten jasa konstruksi itu tercatat Rp213,17 miliar, naik dari Rp181,72 miliar pada 2012. (Bisnis Indonesia)

DSNG: Laba Bersih Dharma Nusantara Turun 15%. PT Dharma Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan laba usaha sebesar Rp657 miliar pada 2013, naik 33% dibandingkan Rp494 miliar pada periode sebelumnya. Sementara itu, laba bersih perusahaan turun 15% menjadi Rp216 miliar pada tahun lalu dari Rp252 miliar pada 2012. (Bisnis Indonesia)

AISA: Genjot pendapatan, AISA resmikan pabrik baru. PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) kian mantap mengembangkan bisnis pengolahan beras. Setelah punya dua pabrik pengolahan beras di Cikarang dan Cikampek, Jawa Barat, AISA kini meresmikan pabrik pengolahan beras yang berlokasi di Sragen, Jawa Tengah. Pabrik baru AISA itu berkapasitas produksi 240.000 ton beras per tahun. Jumlah tersebut dua kali lipat lebih besar dari dua pabrik sebelumnya. (Kontan)

UNTR: Februari, penjualan alat berat UNTR turun 25,64%. PT United Tractors Tbk (UNTR) gagal mempertahankan kinerja penjualan alat berat merek "Komatsu".

Berdasarkan data yang dirilis di situs resmi UNTR, penjualan alat berat di Februari 2014 hanya mencapai 374 unit. Perolehan ini turun 25,64% dari kinerja Januari 2014 yang sebanyak 503 unit. Anjloknya penjualan ke sektor pertambangan menjadi penyebab utama buruknya performa UNTR di Februari. (Kontan)

ADHI: Adhi Karya Gandeng Operator MRT Singapura Bangun Monorel Jabodetabek.

PT Andhi Karya Tbk (ADHI) menjalin kerjasama dengan SMRT untuk mengoperasikan dan mengembangkan monorel Jabodetabek fase I. SMRT merupakan operator MRT (Mass Rapid Transit) di Singapura. Proses pembicaraan dengan SMRT sampai saat ini masih berlangsung. Namun secara detail, bentuk kerjasama antara ADHI dan SMRT belum diatur. (Detik Finance)

PWON: Laba Pakuwon Jati Tumbuh 51%. Emiten bidang properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), membukukan laba bersih Rp1,13 triliun pada 2013 tumbuh 51%

dibandingkan tahun sebelumnya Rp748 miliar. Direktur Investor Relation Pakuwon Jati Irene Tedja menguraikan pertumbuhan laba yang signifikan didapat dari pendapatan Rp3,03 triliun naik 40% dibanding periode sebelumnya Rp2,16 triliun. (Bisnis Indonesia)

(3)

Technical analysis

Investor sentiment

Belum adanya sentimen positive maupun sentiment negative membuat pergerakan IHSG masih dalam range yang sempit. Investor masih terfokus pada proses kampanye yang saat ini sedang berlangsung untuk menentukan president yang akan datang.

Intraday chart

Pada perdagangan hari ini dapat kita analisa secara intraday seperti pada chart 1 dimana IHSG dibuka dan mengalami penurunan hingga 4,695 sebagai level terendah kemarin lalu kembali naik menjelang penutupan pada level 4,727 dan akhirnya ditutup pada level 4,720. Indikator PSAR memberikan sinyal bearish, indicator MACD berada di downtrend, serta indicator stochastic yang telah memasuki area overbought. Sehingga untuk perdagangan besok cukup berat bagi IHSG untuk mampu melanjutkan kenaikan.

Volume figure chart

Pada chart 2, kita akan melihat volume figure dari IHSG yang saat ini telah berada di level volume transaksi yang terbanyak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa saat ini merupakan level support terhadap IHSG. Level volume terbanyak berikutnya adalah level 4,400 yang akan menjadi level support berikutnya jika IHSG gagal mempertahankan level 4,650 sebagai batas support.

Dari analisa kita diatas dapat kita simpulkan bahwa peluang penurunan mungkin terjadi mengingat indicator stochastic yang memasuki overbought.

Chart 1. Intraday chart Chart 2. Volume figure chart

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia

Recommendation Trading Buy

Target price 4,808

Stop-loss 4,650

Close 4,720

Indicator

Stoch OB

MACD DN

PSAR DN

Volume DN

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down

(4)

Stocks on our focus list

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Saham UNVR saat ini berada area normal yang antara strong support pada garis biru dan resistance yang sedikit lemah yang kita tandai dengan garis hitam. Hal ini dapat kita lihat pada figure 3. Indikator stochastic yang kita tandai dengan kotak hijau baru saja keluar dari area oversold. Sedangkan indicator MACD masih berada di bearish area sehingga buy on weakness sementara dapat kita lakukan dengan level entry pada 27,700.

Indikator MACD yang ditandai oleh lingkaran biru telah memberikan sinyal deadcross, namun volume penurunan ini juga semakin kecil sehingga membuat peluang teknikal rebound terbuka. Apalagi posisi indicator stochastic yang memungkinkan untuk goldencross.

Pada tahun ini PT Unilever Indonesia Tbk telah mampu meningkatkan pendapatan dari 23.5T menjadi 27.3T. Hal paling mengesankan, perusahaan telah mampu mengurangi persentase biaya penjualan yang terdiri dari efiseinsi untuk penjualan, biaya umum dan administrasi dari 27,91% menjadi 27,23%. Ini adalah driver yang menyebabkan pertumbuhan bottom line dari 4.2T ke 4.8T.

Pada tanggal 13 Maret 2014 saham UNVR mengalami foreign flow yang cukup besar dimana asing net buy sebesar 40 M. Dengan broker CS yang melakukan pembelian terbanyak hingga 34,332 lot dengan average 28,373.

Recommendation Buy on Weakness

Target price 28,800

Stop-loss 26,900

Entry price 27,700

Close 28,300

Indicator

Stoch UP

MACD DN

PSAR DN

Volume DN

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down

Figure 3. UNVR

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia

(5)

PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP)

Pergerakan saham INTP dapat kita lihat pada figure 4 dimana saat ini indicator stochastic telah melakukan goldencross (lingkaran biru). Sedangkan indicator MACD berada pada bullish area. Sehingga peluang kenaikan panah hijau dapat terjadi dengan target adalah garis merah yang merupakan garis resistance.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2014 sebesar Rp4,5 triliun. Executive Director Chief Operator Officer PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Christian Kartawijaya mengatakan, belanja modal pada tahun lalu sebesar Rp2,19 triliun. Sepanjang tahun ini meningkat jadi Rp4,5 triliun.

Margin laba bersih PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sepanjang tahun lalu mengalami penyusutan. Tercatat, per akhir 2013, margin laba bersih perseroan sebesar 26,8%. Sebagai perbandingan, pada 2012, margin laba bersih produsen semen Grup Salim ini mencapai 27,53%. Hal ini lantaran ada pembengkakan di sejumlah pos beban, sedangkan pendapatan hanya naik tipis

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) mencetak laba bersih sebesar Rp5,01 triliun sepanjang 2013 atau tumbuh 5,25% dibandingkan dengan posisi 2012 senilai Rp4,76 triliun. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan di Bisnis Indonesia pada tanggal 18 Maret 2014, laba bersih per saham dasar produsen semen itu naik dari Rp1.293,15 menjadi Rp1.361,02. Dari segi pendapatan, Indocement membukukan pertumbuhan 8,1% menjadi Rp18,69 triliun dari tahun sebelumnya Rp17,29 triliun

Recommendation Trading Buy

Target price 24,500

Stop-loss 22,500

Entry price 23,000

Close 24,200

Indicator

Stoch UP

MACD UP

PSAR DC

Volume DN

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down

Figure 4. INTP

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia

(6)

PT Tambang Bukit Asam (PTBA)

Indikator saham PTBA dilihat dari stochastic yang telah goldencross beberapa hari yang lalu, kemudian MACD yang baru saja goldencross, memberikan sinyal positif untuk pergerakan lanjutan. Hal ini dapat kita lihat pada figure 5. Peluang untuk menembus garis resistance (garis hijau) sangat terbuka lebar dengan target di 9,600.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah bersiap menambah cadangan maupun produksi batubara lewat akuisisi areal tambang baru. Rencananya, perusahaan pelat merah tersebut akan segera menuntaskan proses akuisisi beberapa izin usaha pertambangan (IUP) baru di Sumatra maupun Kalimantan pada tahun 2014 ini. Joko Pramono, Corporate Secretary PTBA mengatakan, dari 14 areal tambang yang telah melalui proses kajian, beberapa di antaranya akan dilanjutkan pada tahapan uji tuntas atau kegiatan due diligence. "Tapi, jumlahnya belum saya bisa sebutkan. Yang jelas, kami harapkan akan selesai tahun ini," kata dia.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berencana melakukan pembelian kembali saham perseroan (buyback) sekitar 1,53% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Periode pelaksanaan buyback dilakukan pada 10 Maret 2014-9 Juni 2104. Untuk melaksanakan buyback ini, perseroan menyiapkan dana sekitar Rp 428,33 miliar. Dana buyback ini berasal dari saldo laba yang belum dicadangkan senilai Rp 1,61 triliun pada 31 Desember 2013. Pembelian kembali saham Perseroan akan dilakukan dengan harga lebih rendah, atau saham dengan harga penawaran yang terjadi sebelumnya. Perseroan pun telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas untuk melakukan pembelian kembali saham.

Recommendation Trading Buy

Target price 9,600

Stop-loss 9,050

Entry price 9,275

Close 9,275

Indicator

Stoch UP

MACD GC

PSAR DN

Volume DN

GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution NM = Normal OB = Overbought OS = Oversold DN = Down

Figure 5. PTBA

Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia

(7)

Chart 1. JCI Vs. IDR/USD Chart 2. JCI performance (absolute vs. relative)

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Note: Relative to MSCI EM Index

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia

Chart 3. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 4. Oil price

Note: The latest figure for India is March 21th

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia

Chart 5. Non-ferrous metal price Chart 6. Precious metal price

Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia 10,800

11,300 11,800 12,300 12,800

3,750 4,000 4,250 4,500 4,750 5,000

12/13 1/14 2/14 3/14

(IDR) (pt)

JCI Composite Index (L) USD/IDR (R)

0.4

-3.2

3.1

-0.1 -0.5

-4.3

2.8

6.6

-6 -4 -2 0 2 4 6 8

1D 1W 1M 1Y

Absolute Relative (%, %p)

40

234

24 29 7

701

-345 247

128 79 35

1,441

-500 -100 300 700 1,100 1,500

Korea Taiwan Indonesia ThailandPhilippines India

1 Day 5 Days

(USDmn)

90 95 100 105 110

12/13 1/14 2/14 3/14

(pt) WTI Brent Dubai

85 90 95 100 105 110 115

12/13 1/14 2/14 3/14

(pt) Copper Nickel Tin

95 100 105 110 115 120

12/13 1/14 2/14 3/14

(pt) Silver Gold Platinum

(8)

Table 1. Key valuation metrics

Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*

(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY13 FY14 FY13 FY14 FY13 FY14

BANKING

Bank Central Asia Tbk PT BBCA 10,275 253,330 -0.5 -6.2 -1.0 -5.7 16.6 15.8 3.7 3.4 24.6 22.9

Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 9,500 221,667 1.3 -4.8 5.0 -0.5 10.1 11.3 2.1 2.2 22.5 20.6 Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 9,425 232,507 1.3 -5.8 0.0 9.6 8.4 10.1 2.3 2.4 29.7 26.2 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 4,810 89,700 0.2 -6.6 5.8 3.4 8.1 9.4 1.5 1.6 19.9 17.9 Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 4,400 42,172 4.3 0.2 5.8 -29.0 9.0 10.3 1.2 1.2 13.5 12.5 Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 4,400 25,697 -0.5 -10.8 1.1 -17.0 11.8 10.9 2.5 2.1 24.2 21.2 PROPERTY

Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 1,015 4,776 -0.5 -4.2 24.5 -37.0 6.6 5.9 2.2 1.6 35.7 29.3 Ciputra Property Tbk PT CTRP 870 5,351 1.8 -0.6 20.0 -6.5 10.2 9.6 1.2 1.1 12.4 11.8

Pakuwon Jati Tbk PT PWON 357 17,193 1.4 -7.5 12.3 -3.5 11.5 11.7 3.4 3.4 33.4 31.1

Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 635 12,477 0.0 -3.8 8.5 -41.7 9.0 8.1 2.2 1.8 29.0 24.3

Bumi Serpong Damai PT BSDE 1,680 29,395 0.3 -1.8 9.8 -3.4 8.4 14.1 2.2 2.6 29.7 18.4

CONSTRUCTION

Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 1,000 3,410 2.0 0.5 29.9 -2.0 8.8 14.8 4.7 3.8 27.2 29.0

Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 2,940 5,296 2.8 -2.6 27.8 -2.0 6.7 12.7 1.8 2.9 29.9 24.1

Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 2,385 14,644 1.1 -3.2 14.9 21.7 17.0 20.6 3.3 4.0 20.6 20.6 Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 1,790 8,668 0.0 -1.1 27.4 59.8 13.4 17.7 2.8 3.8 23.1 22.8 Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 775 7,465 2.0 -2.5 16.5 12.3 10.6 18.4 1.6 2.9 16.8 16.2 RETAIL & CONSUMER

Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 7,050 61,902 -3.8 -8.1 1.1 -4.1 23.2 14.7 2.5 2.3 11.2 16.2

Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,450 67,969 1.8 -2.7 1.0 16.9 35.0 29.6 8.5 7.4 25.7 25.9

Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 6,425 10,666 0.0 -7.6 -5.9 -23.5 28.1 23.2 4.3 3.8 16.2 17.0

Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 28,300 215,929 0.6 -4.8 -0.4 24.4 39.5 36.1 48.4 42.8 129.2 127.7 Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 10,200 59,476 -7.1 -8.5 -9.3 12.7 26.7 21.4 4.7 4.1 18.5 20.0 Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 1,400 9,934 4.5 1.4 1.1 5.3 21.9 20.3 3.1 2.9 14.2 14.5

Mayora Indah Tbk PT MYOR 30,000 26,831 0.0 -0.7 -2.0 33.6 28.8 27.8 6.9 5.9 26.7 23.0

Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 745 12,777 -0.7 -5.7 -5.7 -8.0 28.8 24.4 6.7 5.5 24.4 23.4

Gudang Garam Tbk PT GGRM 46,250 88,989 0.3 -4.2 -1.6 0.4 20.6 17.9 3.1 2.8 15.5 15.4

Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,065 5,391 -2.3 -7.4 -9.0 -25.5 34.1 25.1 6.9 5.8 21.3 22.8 AUTOMOTIVE

Astra International Tbk PT ASII 7,275 294,518 -1.0 -8.2 8.6 -4.9 14.2 14.1 3.3 3.1 25.0 22.9 Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 5,050 13,965 -2.4 -1.9 -2.9 -9.0 25.4 14.5 2.8 2.1 16.3 15.5

Astra Otoparts Tbk PT AUTO 3,940 18,990 1.9 -1.7 7.4 2.7 16.4 14.0 2.0 1.9 14.6 14.2

TELECOMMUNICATION

Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,230 224,784 3.2 -0.9 -2.6 4.8 14.6 14.3 3.4 3.3 25.3 24.2

XL Axiata Tbk PT EXCL 4,230 36,101 1.9 -3.4 -3.2 -19.4 43.0 35.5 2.9 2.2 6.7 6.4

Indosat Tbk PT ISAT 3,895 21,165 -0.1 -3.1 -2.6 -36.1 93.4 30.5 1.9 1.2 2.0 2.3

INFRASTRUCTURE

Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 5,800 39,440 -0.4 -2.5 6.9 0.0 24.0 23.0 3.5 3.8 14.9 16.5

Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 6,050 29,019 0.8 -0.8 -1.6 2.5 22.3 20.0 7.0 4.8 31.3 26.3 MINING

Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 1,155 11,017 1.8 5.0 11.6 -15.7 25.3 42.9 0.8 0.8 3.2 2.6

Timah Persero Tbk PT TINS 1,845 9,286 5.4 7.6 25.1 30.9 15.6 14.2 1.6 1.8 10.9 13.3

Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 9,275 21,371 -0.8 0.0 1.4 -34.7 12.4 10.8 3.0 2.3 23.0 22.0 CEMENT

Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 24,200 89,086 2.8 -1.2 10.5 9.0 14.7 16.1 3.2 3.3 23.7 22.0 Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 2,745 21,035 -0.2 -1.6 12.3 -24.3 18.3 18.9 2.0 2.2 11.1 12.0 Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 15,750 93,421 2.3 -4.5 7.5 -10.0 15.6 15.9 4.0 3.9 28.1 25.9 Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia

*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates

(9)

Sector performance Top 10 market cap performance

Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)

Agricultural 2,283.1 0.1 TOWR IJ 4,045 41,270.8 6.4

Mining 1,283.8 -0.9 LPPF IJ 13,650 39,829.6 5.8

Basic-Industry 547.6 1.7 GEMS IJ 1,690 9,941.2 5.6

Miscellaneous Industry 1,283.8 -0.9 TINS IJ 1,845 9,285.9 5.4

Consumer Goods 1,917.7 -0.7 GIAA IJ 484 10,958.2 5.2

Property & Construction 436.5 0.5 ARNA IJ 865 6,350.3 4.8

Infrastructure 991.2 1.0 RALS IJ 1,400 9,934.4 4.5

Finance 622.9 0.6 BDMN IJ 4,400 42,172.4 4.3

Trade 848.3 0.9 PNLF IJ 250 7,147.6 4.2

Composite 4,720.4 0.4 SMRA IJ 1,090 15,725.2 3.8

Source: Bloomberg

Top 5 leading movers Top 5 lagging movers

Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close

TLKM IJ 3.2 2,230 ICBP IJ -7.1 10,200

BBRI IJ 1.3 9,425 PGAS IJ -3.5 4,995

BMRI IJ 1.3 9,500 ASII IJ -1.0 7,275

TOWR IJ 6.5 4,045 INDF IJ -3.8 7,050

INTP IJ 2.8 24,200 BBCA IJ -0.5 10,275

Source: Bloomberg

Economic Calendar

Time Currency Detail Forecast Previous

12:45am AUD RBA Deputy Gov Lowe Speaks

5:00am EUR German Ifo Business Climate 110.9 111.3

5:30am GBP CPI y/y 1.7% 1.9%

5:30am GBP BBA Mortgage Approvals 50.0K 50.0K

5:30am GBP PPI Input m/m 0.4% -0.9%

5:30am GBP RPI y/y 2.6% 2.8%

5:30am GBP Core CPI y/y 1.6% 1.6%

5:30am GBP HPI y/y 5.7% 5.5%

5:30am GBP PPI Output m/m 0.2% 0.3%

7:00am GBP CBI Realized Sales 30 37

9:00am USD S&P/CS Composite-20 HPI y/y 13.3% 13.4%

9:00am USD HPI m/m 0.7% 0.8%

10:00am USD CB Consumer Confidence 78.7 78.1

10:00am USD New Home Sales 447K 468K

10:00am USD Richmond Manufacturing Index -1 -6

6:30pm AUD RBA Deputy Gov Lowe Speaks

7:00pm USD FOMC Member Plosser Speaks

7:50pm JPY CSPI y/y 0.8% 0.8%

8:30pm AUD RBA Financial Stability Review

Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory

Disclaimers

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position,

(10)

ONLINE OPENING ACCOUNT PROCESSING

Langkah-langkah untuk Opening Account melalui Website www.dwsec-id.com 1. Klik Sign Up Isi data klik Submit

2. User ID dan Password akan dikirim melalui email 3. Klik Login Input ID & Password

4. Akan muncul di layar “Temporary Password Change” (nasabah diharuskan mengganti password) 5. Input ulang ID & Password baru

Cara Open Account dengan menggunakan menu “My Page” atau “User Guide”

Langkah menggunakan menu “My Page” : 1. Klik Online Account Open

2. Pilih Pengiriman yang diinginkan nasabah : - Dikunjungi (hanya untuk wilayah Jakarta) atau - Pengiriman Ekspres (Pos)

3. Kemudian isi data-data

(11)

4. Klik Online Application atau Download Aplication Form 5. Nasabah mengisi dan melengkapi form pendaftaran online

6. Setelah data diisi dengan lengkap kemudian klik Print, jika ada koreksi data pilih modify.

Langkah menggunakan menu “User Guide” :

1. Pilih Open Account (disebelah kiri atas) – klik Enter

Input data pada Formulir Online Pembukaan Rekening & Rekening Dana Investor 2. Pilih Pengiriman yang diinginkan :

- Dikunjungi (hanya untuk wilayah Jakarta) atau

- Pengiriman Ekspres (Pos)

(12)

3. Kemudian isi data-data 4. Klik Online Application

5. Nasabah mengisi dan melengkapi form pendaftaran online

6. Setelah data diisi dengan lengkap kemudian klik Print, jika ada koreksi data pilih modify.

Gambar

Figure 3. UNVR
Figure 4. INTP
Figure 5. PTBA
Table 1. Key valuation metrics

Referensi

Dokumen terkait