• Tidak ada hasil yang ditemukan

No Judul Penelitian Keterangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "No Judul Penelitian Keterangan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

0

Hubungan Antara Terpaan Iklan Terhadap Citra Universitas Pandanaran Di Kalangan Mahasiswa Baru (2017)

Oleh : Bramandityo

Dosen Pada Universitas Pandanaran Semarang

Abstract

The purpose of this inquire is to get better understanding of corelation between Advertisement’s exposure toward the image of Pandanaran University as there are some fraud in education’s context (by kompas.com) and public’s distrust. Regarding the methodology, the survey new student in the year 2017 of University Pandanaran. A total of 60 Student were completed questionairs. The result show that the correlations is only in medium between each variable (independent to dependen). It does mean that the image of pandanaran was not connected in ultimate way, therefore there are another variable that can’t explaned by this inquiry, indeed the exposure’s influence as independent variable only in Internet that tend to makes unclear/difficulty of believes of respondent who has low involvement. The Image of Pandanaran University is in medium way, so the new student’s trust toward its logo, slogan Go Asean, the product need to be increased, especially in Internet’s Ads. It is necesarry to implement foundation’s support toward hmjkommunication_new as the first internal public using internet as powerfull tool of Marketing Public Relation. The characteristic homogeneous of respondent (graduate from vocational school, young age) should be respond as good information for other campus’s tools of marketing public relation (including public relation). There is urgency for campus of not only build the image, but continually build its reputations to make an mutual and continuity relation between institution and its public (especially students).

Hint: Advertisement Exposure, Image of Pandanaran University, Ultimate, inquiry, involvement, trust, Marketing Public Relation, homogeneous, build, reputation

1.1. latar belakang

Penggunaan Iklan sebagai salah satu media promosi merupakan hal yang

digunakan oleh universitas untuk mendapatkan perhatian publik terutama calon

mahasiswa baru. Namun demikian, kegiatan pencitraan salah satu yang dilakukan

oleh suatu institusi terkadang dapat berjarak dengan kebutuhan untuk melakukan

kegiatan nyata yang berujung dengan pembentukan sebuah reputasi. Berdasarkan

penelitian terdapat indikasi ketidakpercayaan publik mahasiswa ketika penelitian

pendahuluan menunjukkan seorang mahasiswa menyatakan urgensi Unpand untuk

melakukan kegiatan yang jujur yang terkait ketidakpercayaan pada berbagai hal

yang tertulis di MMT yang terpasang. Sejalan dengan responden pertama,

responden kedua, dan ketiga melihat bahwa berbagai kebijakan memang terkait

pencitraan sebagaimana kurang maksimal pelayanan, Janji membangun dan

perbedaan intrepretasi pesan antara pihak mahasiswa dengan pihak universitas

(2)

1

pada ketidakjelasan kebijakan misalnya terkait dengan pembayaran, janji pembangunan, tag line Go Asean dan kebijakan denda.

Efek komunikasi dari iklan terhadap publik penting untuk diketahui oleh universitas sebagai pihak komunikator bagaimanapun juga. Opini publik kemudian menjadi salah satu hal yang dijadikan sumber informasi terkait dengan preferensi publik yaitu pendapat mahasiswa baru tentang universitas yang bersangkutan. Opini publik dapat mempengaruhi saat terdapat konflik, kegelisahan, dan frustrasi (masalah) (Soemirat, Soleh dan Elvinaro, Ardianto, 2002: 104).

Kasus pencitraan dalam dunia pendidikan terjadi terkait dengan keberadaan kampus abal-abal (https://www.youtube.com/watch?v=ET2o3- MEN4Y). Keberadaan isu penipuan publik menarik yaitu diketahui secara ketika

upacara wisuda

(https://www.youtube.com/channel/UCIOj9FyUAyLYilapZFpowAw/featured).

Kasus pencitraan dalam dunia pendidikan menjadi kasus yang menarik yaitu bagaimana terdapat kemungkinan informasi yang tidak benar (terselubung).

Sebagaimana opini publik merupakan hasil dari pikiran orang, kasus korupsi pada sebuah organisasi akan mempengaruhi citra organisasi/perusahaan.

Citra universitas dipengaruhi oleh berbagai kasus negatif yang terjadi seperti korupsi ketika terjadi pemilihan rektor yang ada dalam universitas-universitas beraset besar (http://nasional.kompas.com diunduh 15 Oktober 2010 pukul 10.00).

Selain faktor ekonomi, kasus pencorengan citra juga terjadi secara politis karena terkait dengan melibatkan petinggi partai. Dikatakan bahwa kerusakan citra tidak hanya pada universitas tetapi bahkan institusi pendidikan secara keseluruhan.

Citra disebut sebagai cara bagaimana pihak lain memandang (Soemirat, Soleh dan Elvinaro, Ardianto, 2002: 113) sebuah universitas. Semakin banyak orang memandang negatif terhadap suatu institusi maka citra universitas sebagai institusi pendidikan akan rusak. Penilaian masyarakat menjadi penting, sehingga sebuah tugas bagi institusi untuk menghasilkan citra yang baik dari masyarakat (publik).

Berikut ini beberapa penelitian terdahulu sebagai state of the art:

(3)

2

No Judul Penelitian Keterangan

1 Keterkaitan antara kualitas layanan, fasilitas, citra universitas, kepuasan terhadap loyalitas, Marvianta, Sunardi, dan Tjadrawan. Universitas Kristen Duta Wacana

Variabel mempunyai hubungan kekuatan kuat (maksimal).

Variabel Citra menjadi variabel Independent.

2 Hubungan Antara Iklan MMT terhadap Perilaku Konsumen Sepeda Motor di Universitas Pandanaran. Arif Setiawan, Univeristas Pandanaran

Variabel mempunyai kekuatan yang medium. Variabel Terpaan Iklan Menjadi vaeriabel Independent.

3 Pengaruh Pengambilan Keputusan Mahasiswa terhadap Citra Universitas.

Biaya Pendidikan relatif, Kelompok Rujukan, komunikasi pemasaran, Terhadap Citra Perguruan Tinggi, Motivasi, Sikap, dan Pengambilan Keputusan. Sawaji, Hamzah, dan Idrus Taba

Citra dipengaruhi oleh biaya pendidikan relatif. Variabel Citra termasuk dalam variabel dependent (Y1).

Mahasiswa Baru angkatan 2017 menarik untuk diteliti sebagaimana tahun tersebut universitas pandanaran memulai penggunaan publisitas/promosi melalui beberapa media, baik media baru atau media lama (cetak/televisi). Tulisan ini akan menjelaskan hubungan antara terpaan iklan terhadap citra universitas pandanaran di kalangan mahasiswa baru (angkatan 2017). Secara teoritis tulisan ini akan menambah pengetahuan tentang teori citra dalam marketing public relation sebagai bagian dari teori yang berguna dalam jurusan Public Relations.

Secara Praktis, hasil penelitian menjadi bahan masukan bagi universitas terkait tentang Citra Universitas sebagai bukti dari program kerja Universitas dan masukan bagi pihak lain terkait dengan kepentingan penelitian lanjutan.

Review Literatur

Marketing Public Relation

Menurut Ruslan, Marketing Public Relations didefinisikan sebagai suatu

proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengevaluasian program-program yang

dapat merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi

informasi yang dapat dipercaya, melalui kesan-kesan positif tentang identitas

perusahaan atau produk dan sesuai dengan kebutuhan-keinginan-perhatian-

(4)

3

kepentingan bagi para konsumen (Ruslan, 2013: 245). Meskipun berawal dari konsep Marketing, penekanan sisi Public Relations menjadi tidak terelakkan dimana kepercayaan terbangun memang terbangun dari proses komunikasi.

Slogan Unpand Go ASEAN menarik untuk diteliti sebagaimana secara teoritis merupakan contoh dari pelaksanaan MPR.

MPR berkaitan dengan 3 strategi dalam melaksanakan tujuan yaitu 1. pull Strategy

2. Push Strategy 3. Pass Strategy

Tujuan pembelian barang tidak hanya menjadi ultimate goal, tetapi sebagaimana proses komunikasi kepada pembeli (consumer) berjalan, penyampaian nilai-nilai dari produk/jasa (added value) dan pencapaian kepuasan pelanggan (satisfied customer)pasca pembelian merupakan tujuan proses dari program PR. Komunikasi secara timbal balik yang dilakukan untuk menarik (pull Strategy) berdasarkan informasi yang dapat dipercaya, kemudian dilakukan strategi pendorong terkait dengan peningkatan penjualan/pelayanan/promosi.

Setelah pull Strategy, pass Strategy melalui komunikasi slogan/magic word merupakan proses lanjutan untuk membujuk sebagai dukungan dari tujuan utama MPR.

1.6.1. Iklan

Iklan merupakan salah satu dari bauran pemasaran (Morisan, 2010: 16).

Iklan digunakan untuk memberikan informasi tentang produk. Selain Iklan, terdapat bauran pemasaran yang lain yaitu:

1. Pemasaran Langsung 2. Pemasaran Interaktif 3. Promosi Penjualan 4. Hubungan Masyarakat 5. Penjualan Personal

Terpaan iklan atau Advertisement Exposure adalah situasi dimana konsumen

berinteraksi dengan pesan pemasar (Shimp, 2003: 182). Pesan pemasar

(5)

4

disampaikan melalui berbagai media misalnya televisi, radio, media cetak.

Terpaan dapat ditentukan dari:

1. Frekuensi:

Seberapa sering melihat iklan, membaca, dan mendengarkan. Semakin tinggi frekuensi biasanya akan disertai dengan semakin pesan tersebut menempel. Selain itu perhatian juga akan lebih diberikan.

2. Intensitas:

Seberapa jauh, dan dalam khalayak mengerti tentang isi iklan.

3. Durasi:

Seberapa lama khalayak melihat, membaca dan mendengarkan iklan.

1.6.3. Citra

Dalam model Public Relations citra dapat dilihat pada proses efek yaitu pada saat dampak setelah pesan disampaikan (Soemirat dan Ardianto, 2002:118).

Public Relations melalui berbagai media menyampaikan pesan kepada berbagai jenis publik dalam konteks hubungan yang setara. Publik Relation sebagai penyampai pesan menyampaikan dalam proses komunikasi yang bersifat mutual.

Hal ini berdampak realitas simbolis dengan harapan bahwa setiap pesan akan menguntungkan produk atau perusahaan (lembaga).

Citra adalah kesan, perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan (Soemirat dan Ardianto, 2002:113). Dari sisi perusahaan atau organisasi, persoalan citra sebagai hal yang sensitif di tengah menghadapi publik yang kritis sebagaimana diharapkan untuk mengganggap citra sebagai komoditas yang rapuh (fragile). Pemahaman penting bahwa persoalan citra perusahaan dilakukan dengan tidak hanya untuk melepaskan diri dari kesan publik negatif tetapi merupakan kepentingan bersama dan merupakan sebuah hubungan dalam jangka panjang (tidak hanya kepentingan sesaat). Selain itu, citra dihasilkan dari pandangan pihak lain, dan bukan dinilai oleh lembaga sendiri, sehingga urgensi mengetahui citra dari pihak publik menjadi penting.

Citra adalah suatu gambaran tentang mental, ide yang dihasilkan dari

imajinasi atau kepribadian yang ditunjukkan kepada publik oleh seseorang, dan

(6)

5

sebagainya (Oliver, Sandra, 2006:50). Public Relations membutuhkan pemahaman tentang citra karena permintaan terhadap bagaimana perusahaan/pihak mempertahankan citra (atau mempertahankan sikap low profile). Citra dikatakan bersifat samar-samar tetapi juga bersifat nyata. Samar- samar dalam kaitan bahwa citra hanya dapat berupa konsep yang abstrak, tetapi bagaimanapun juga bersifat nyata karena orang bereaksi terhadap perusahaan berdasarkan persepsi yang mereka anggap nyata (persepsi terhadap realitas).

Dalam konteks proses, Citra adalah proses akumulasi amanah kepercayaan yang telah diberikan oleh individu-individu tersebut yang dalam suatu proses (cepat/lambat) akan membentuk suatu opini yang lebih luas (Ruslan, 2001: 76).

Penelitian tentang Citra penting karena merupakan bukti kinerja universitas apakah mendapatkan akumulasi amanah kepercayaan dari publik terutama mahasiswa baru. Citra yang positif didapatkan seharusnya juga menunjukkan bahwa produk layanan pendidikan universitas Pandanaran disukai oleh publik.

Pencapaian citra positif dapat berkaitan dengan kemunculan rasa hormat (respek), kesan-kesan yang baik dan menguntungkan terhadap suatu citra lembaga/organisasi atau produk dan jasa pelayanannya diwakili oleh PRs (Ruslan, :75-76). Keberadaan universitas sebagai institusi secara sengaja mencoba membentuk suatu kesan yang selanjutnya ditangkap oleh publik sebagai suatu kesan yang positif. Kesan positif ini menjadi salah satu aset penting organisasi.

Kesan publik universitas, terutama mahasiswa baru, sebagai sumber/bahan dalam melaksanakan program nyata agar menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Sebagaimana, citra merupakan cara bagaimana publik memandang organisasi, calon mahasiswa baru sebagai salah satu dari publik organisasi dapat memandang keberadaan universitas dari beberapa program, atau penawaran yang diberikan dalam promosi. Citra yang ingin dicapai misalnya kampus dengan biaya terjangkau, kampus bervisi entrepreneurship, kampus bervisi bebas narkoba, dll.

Proses jangka pendek atau panjang terkait dengan kepercayaan publik terjadi ketika setiap tawaran tersebut dapat bertemu dengan kemauan publik. Kampus

“Go Asean” merupakan citra yang berusaha dibentuk untuk membentuk

(7)

6

kepercayaan meskipun masih belum dipercaya berdasarkan penelitian pendahuluan (wawancara dengan beberapa mahasiswa).

Terkait dengan solusi permasalahan citra, Frank Jefkin mengatakan bahwa citra itu tidak dapat dibuat (Jefkin, 1994:19). Hal Ini menarik sebagaimana citra merupakan bayangan yang didapat dari pengetahuan seseorang terhadap kegiatan nyata perusahaan. Apa yang dilakukan oleh perusahaan (dalam hal ini universitas) melalui program-program yang nyata seharusnya bukan merupakan kegiatan untuk membuat citra (karena itu tidak seharusnya dan tidak makes sense) tetapi merupakan kegiatan membentuk identitas perusahaan. Terutama dalam proses jangka panjang, universitas mendapatkan citra dari berbagai bukti dari setiap hal yang ditawarkan kepada publik.

Citra berkaitan erat dengan reputasi sebagaimana konsep reputasi merupakan titik pertemuan antara Citra Organisasi oleh publik luar dan pandangan publik internal berupa indentitas organisasi. Reputasi memiliki konsep yang lebih luas karena dipengaruhi oleh pihak luar (calon mahasiswa) dan pihak dalam mahasiswa baru yang sudah menjadi anggota. Reputasi ada perpaduan antara indentitas dan citra organiasi (Irianta, Yosal. 2008:102)

Hubungan antara Terpaan Iklan terhadap Citra Universitas

Menurut Ray M.L dalam (Ruslan, Rosady, 2003: 118) terdapat model hirarki efek untuk menjelaskan bagaimana kaitan antara pesan terhadap efek yang ditimbulkan. Urutan proses model ini adalah

pengetahuan-perilaku-sikap-pengetahuan-sikap-perilaku

Terdapat 3 jenis keterlibatan yaitu:

1. Keterlibatan rendah 2. Disonansi

3. pembelajaran

Ketiga hirarki (model) tersebut merupakan jenis keterlibatan yang dari khalayak yang mengalami informasi (dilakukan secara berulang-ulang/repetisi).

1 2

3

(8)

7

Pada keterlibatan rendah, khalayak mempunyai informasi yang terbatas, berusaha untuk diubah perilaku/keterlibatan. Pada disonansi, terdapat pencarian informasi yang lebih rasional melalui proses pembelajaran yaitu ketika khalayak menanggapi secara rasional apa yang dirasakan dan diketahui dari pesan.

1.13. Alur Pikir

1.10. Metodologi Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe kuantitatif eksplanatori (Sugiyono, 2007: 14). Dalam penelitian ini, populasi penelitian yaitu keseluruhan mahasiswa baru pada tahun 2017 yaitu berjumlah 316. Pada Tahun 2007, merupakan tahun dimana Universitas melakukan pencitraan dengan dengan

Komunikasi/Public Relations IMC (morisan, 2010:16)

Iklan PR MPR

Internet /Cyber

(Onggo, 2004:1-3)

Stimulus

Terpaan ((Shimp, 2003: 182)

-frekuensi -Durasi

-intensitas/kedalaman

Citra (Soemirat dan Ardianto, 2002:113).

Persepsi Kognisi Motivasi -Perusahaan/Organisasi -Logo

-Jurusan -Tag Line

Reputasi

(Irianta,

2008:102)

(9)

8

mengunakan promosi iklan. Penulis menetapkan tingkat kesalahan sebesar 5%

dan pengambilan sampel dilakukan dengan stage-random dengan jumlah 60 orang responden yaitu seluruh kepada seluruh mahasiswa baru yang mengikuti acara pada hari ketiga dengan asumsi bahwa hari ketiga menunjukkan angka partisipasi yang tinggi.

Sumber data penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Data primer adalah data dari kuesioner. Data sekunder diambil dari studi kepustakaan dari buku-buku referensi yang berhubungan dengan objek penelitian, internet, intranet,serta sumber lain. Terkait dengan Analisi data, penulis menggunakan skala likert sebagai penilaian kuesioner yang dibagikan (4 skala).

Analisis data pada penelitian ini bersifat analisis data assosiatif (menggunakan program SPSS). Uji Validitas dilakukan dengan membandingkan r hitung (dengan bantuan SPSS) dengan r tabel (Tabel product Moment, taraf signifikansi 10%) (Arikunto, 2010: 211). Uji Reliabilitas Kuisioner dilakukan dengan melihat angka Alpha Cronbach dengan persyaratan reliable bila menunjukkan angka lebih > dari 0,6 (Gozhali, 2001: 129).

1.1. Uji Validitas

Berdasarkan Tabel terlihat semua pertanyaan dari variabel bebas yaitu Terpaan Iklan dari kuisioner valid.

Validitas X Tabel R

(N=58) Indikator Kuisioner

Corrected Item-Total

Correlation Keterangan

0.259 Frekuensi 0.582 Valid

0.259 Kedalaman/Menyimak 0.623 Valid

0.259 Durasi Konsumsi 0.701 Valid

0.259 Terpaan Eksposure 0.853 Valid

Tabel 3.21 Validitas Variabel Bebas

Berdasarkan Tabel terlihat semua pertanyaan dari variabel Terikat yaitu Citra Universitas Pandanaran dari kuisioner valid.

Validitas Y

(10)

9

Tabel R

(N=58) Indikator Kuisioner

Corrected Item-Total

Correlation Keterangan

0.259 Nama Baik .720 Valid

0.259 Logo .697 Valid

0.259 Jurusan Dipilih .513 Valid

0.259

Kepercayaan Thd Universitas

.578 Valid

0.259

Unpand Go Asean Relevan Dengan

Harapan

.523 Valid

Tabel 3.21 Validitas Variabel Terikat

Berdasarkan Tabel terlihat semua variabel (bebas dan terikat) adalah reliabel.

1.2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas

Cronbach Alpha Keterangan

Terpaan X .769

Reliabel Citra Universitas Pandanaran Y .774

Reliabel

Tabel 3.22 Reliabilitas Kebaruan Penelitian

Sebagaimana masih sedikit penelitian PR di Universitas Pandanaran tempat penulis mengajar penelitian tentang Citra Universitas Pandanaran (dihubungkan dengan Terpaan Iklan) maka judul ini dapat bermanfaat nyata.

Pengambilan Sampel kepada Mahasiswa tahun 2017, merupakan tahun dimana universitas melakukan pencitraan dengan memulai penggunaan Iklan sebagai bagian dari promosi dari Marketing Publik Relations.

Diskusi

Berdasarkan Uji hipotesis dengan menggunakan rumus korelasi Pearson

(dibantu dengan program SPSS) terlihat kekuatan hubungan korelasi bersifat

sedang, signifikan dan searah. Meskipun Citra Universitas dipercayai oleh

mayoritas responden, namun level skor hanya pada level baik (level 3) sehingga

kepercayaan masih belum maksimal. Sebagaimana hubungan searah tercipta

(11)

10

(dengan nilai positif dari korelasi, maka makin terpaan bertambah, maka semakin tinggi tingkat kepercayaan terhadap universitas).

Universitas melalui iklan (Morisan, 2010: 16) ternyata berhasil membuat publik mahasiswa baru percaya terhadap keberadaan universitas, meskipun hanya iklan yang berasal dari internet. Cyber PRs (Onggo, 2004:1-3) relevan terkait dengan ini. Citra (Ruslan, :75-76) lembaga universitas merupakan dampak dari kegiatan lembaga tersebut. Berbagai media internet perlu terus digunakan tidak hanya dari website tetapi juga dari postingan instagram dari hmj (hmjkomunikasiunpand_new) sehingga perlu memaksimalkan dana secara lebih terarah lagi. Hal ini karena berbagai Media seperti radio, cetak, dan televisi bukan menjadi media sumber informasi dari calon mahasiswa Unpand.

Media lain-lain yang signifikan selain internet yaitu media pertemanan.

Komunikasi antar pribadi menjadi cara yang efektif bagi penyebaran informasi bagi penciptaan citra yang positif. Komunikasi ini berlawanan sifat dengan pencitraan yang dilakukan universitas. Kepercayaan karena pertemanan mempunyai alasan yang lebih signifikan yaitu menunjukkan hubungan searah yang sejalan dengan ilmu public relation. Universitas jangan hanya melakukan pencitraan, bangunlah hubungan dengan hal yang nyata.

Pencitraan yang dilakukan oleh universitas Pandanaran terlihat tidak maksimal dengan angka korelasi yang sedang. Baik skor dari variabel terpaan (frekuensi, durasi, dan jenis media) dan variabel citra universitas memiliki skor yang hanya pada level baik (level 3, tidak level sangat baik). Kepercayaan sedang ini pun karena responden yang masih fresh graduate, sehingga bila pembangunan reputasi bisa dimaksimalkan tentu akan berdampak bagi karateristik riwayat pendidikan lain (yang belum maksimal).

Citra itu tidak seharusnya dibuat (jefkin 1994:19). Kepercayaan publik

kepada universitas harus dibangun berdasarkan reputasi, bukan citra yang

sementara. Kepercayaan dibangun berdasarkan pembuktian dari setiap tagline

dengan relevansi, pembuktian dalam kegiatan nyata, dll. Promosi melalui iklan,

terlihat tidak maksimal (internet), dibutuhkan sebuah kerangka berpikir yang lebih

berdasarkan hubungan melalui internet sebagai media utama, dan media lain

(12)

11

sebagai media sekunder. Hal ini berarti pemanfaatan jurusan hubungan masyarakat (komunikasi) sangat relevan. Daripada kegiatan promosi, dilakukan program PRs melalui berbagai media.

Karateristik responden yang muda tampak menjadi alasan kepercayaan di level baik tersebut dengan penggunaan media yang lumayan/level 2. Mayoritas responden yang merupakan lulusan SMK fresh graduate mungkin menjadi alasan kepercayaan responden yang merupakan tujuan dari penciptaan citra universitas.

Mirip dengan responden ini, mereka yang berlatar belakang SMK tetapi sudah bekerja menjadi publik penting sebagaimana juga mempunyai skor yang signifikan. Latar Belakang Agama, juga menunjukkan karateristik penting untuk sebagai bahan pertimbangan promosi ke depan

Korelasi

Terpaan Eksposure Total Y

Terpaan Eksposure

Pearson Correlation

1 .437

**

Sig. (2-tailed) .000

N 60 60

Total Y Pearson Correlation

.437

**

1

Sig. (2-tailed) .000

N 60 60

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Tabel 3.24 Tabel Hasil Korelasi Pearson

Berdasarkan Uji Hipotesis dan kriteria signifikansi (Sugiono,2007:184 ) bahwa setelah Dilakukan Uji korelasi Pearson (dibantu dengan program SPSS) terlihat kekuatan hubungan korelasi bersifat sedang, signifikan dan searah. Kekuatan korelasi sedang terlihat pada tabel di bawah tentang kekuatan korelasi pearson (0,43 itu sedang).

Hubungan bersifat signifikan sebagaimana nilai Signifikasi/P.Value

kurang dari 0,05. Selain itu, sebagaimana hubungan searah/berbanding

(13)

12

lurus (dengan angka positif korelasi, maka makin tinggi terpaan, maka makin tinggi nilai citra universitas.

Simpulan dan Saran

Berikut ini penulis akan menarik kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai hubungan antara terpaan iklan terhadap Citra Universitas Pandanaran di kalangan Mahasiswa Baru (2017). Berdasarkan Hasil Uji hipotesis dengan korelasi menunjukkan hubungan kekuatan yang sedang (4.37), positif dan searah. Meskipun hipotesis penelitian dapat diterima, kekuatan masih belum maksimal.

Berbagai saran yang penulis berikan yaitu:

1. Universitas Pandanaran lebih memaksimalkan lagi media internet sebagai media public relation. Dukungan dana atas Hmjkomunikasi perlu diwujudkan setelah ini merupakan prestasi/dukungan pertama kali Unpand sejak iklan internet digunakan oleh Hmj (bukan hanya promosi yang bersifat pencitraan belaka).

2. Berbagai Karateristik responden, seperti keanekaragaman keagamaan, dan homogen dari riwayat pendidikan seharusnya menjadi alasan buat universitas untuk mengambil peran melalui delegasi dana dan wewenang bagi jurusan komunikasi dalam melakukan pengenalan reputasi universitas.

3. Meskpun tingkat kepercayaan ada, tetapi hanya menunjukkan nilai sedang, sehingga butuh kejujuran dan keberanian dari pemimpin untuk melakukan kebijakan nyata ekstreem terkait dengan publik relation sebagai pengganti dari kegiatan promosi-pencitraan belaka.

4. Berbagai tingkat kepercayaan yang tidak maksimal terhadap logo,

nama baik universitas, jurusan, atau bahkan relevansi Unpand Go

Asean harus menjadi dasar bagi pembuat kebijakan yaitu pejabat

structural (Universitas) bukan pihak lain, untuk bekerja nyata

mewujudkan program PR yang dapat maksimal dalam meraih

kepercayaan publik sehingga reputasi Universitas Pandanaran

dapat kokoh.

(14)

13

5. Perlu perbandingan penelitian dengan responden publik internal,

mahasiswa tingkat lama sebagai komparasi karena publik eksternal

dan internal sama-sama penting bagi pembangunan citra (reputasi).

(15)

14 Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Ghozali, Imam. 2001. Aplikasi Analisis Multivariate dengan progran SPSS.

Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Morissan. 2010. Periklanan komunikasi pemasaran terpadu, Jakarta : Penerbit.

Kencana Prenada Media.

Shimp, Terence A. 2000. Periklanan Promosi: Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu.Jakarta: Erlangga

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Iriantara, Yosal. 2007. Community Relations: Konsep dan Aplikasinya.Bandung:

PT Remaja Rosdakarya

Irianta, Yosal. 2008. Media Relations: Pendekatan dan Praktik. Bandung:

Simbiosa Rekatama Media.

Rosady, Ruslan. 2013. Metode Penelitian: Public Relations dan Komunikasi.

Jakarta: Rajawali Pers.

Soemirat,SOleh dan Elvinaro Ardianto. 2002. Dasar-dasar Public Relations.

Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ruslan, Rosady. 2013. Kampanye Public Relations: Kiat dan Strategi. Jakarta:

Rajawali Pers.

Onggo, Bob Julius. 2004. Cyber PRs.Jakarta: Elex Media Komputindo Sumber Internet

http://nasional.kompas.com/read/2016/10/26/15125741/kpk.dugaan.korupsi.pemil ihan.rektor.biasanya.di.universitas.beraset.besar

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=23&cad=

rja&uact=8&ved=0ahUKEwiJ_57KqZfYAhVCpI8KHZWRB0k4FBAWCDYwA g&url=http%3A%2F%2Fpasca.unhas.ac.id%2Fjurnal%2Ffiles%2F93eafc626f188 4778a6b787f77c1832b.pdf&usg=AOvVaw2xfnwvI9CkCOdF93HYCSHT http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/

http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/93eafc626f1884778a6b787f77c1832b.pdf.

Referensi

Dokumen terkait

Peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa merupakan salah satu kegiatan yang harus ada dalam kegiatan pembelajaran, apalagi pada masa pandemi covid-19 ini.. Guru

Uygulamayı kullanabilmek için öncelikle kullnıcıların Routh kriteri uygulanacak sistemin karakteristik denkleminea ait katsayıların programa girilmesi gereklidir. Burada dikkat

Sebuah Sel Surya dalam menghasilkan energi listrik (energi sinar matahari menjadi photon) tidak tergantung pada besaran luas bidang Silikon, dan secara konstan

Hal itu menjadi petunjuk bahwa kondisi pendapatan antar petani di agroekosistem lahan kering tingkat ketimpangannya relatif rendah; (4) Rendahnya sumbangan pendapatan dari

fasilitas relaksasi stres sangat memperhatikan ketenangan dan kenyamanan dalam penyelesainan masalah stres, dimana fasilitas yang tidak membutuhkan tingkat ketenangan yang

seluruh Kabupaten Malang. Sementara untuk memenuhi kebutuhan susu akan dilakukan langkah- langkah strategi dalam bidang persusuan yaitu meningkatkan keinginan masyarakat

Apabila salah seorang pesero meninggal dunia, perseroan tidak harus dibubarkan, tetapi (para) pesero yang masih ada bersama-sama dengan (para) ahli waris dari

1. Sebagai pendidik yang mendidik jamaah remaja putri, seperti mengajarkan tentang tauhid, ibadah dan akhlak terpuji. Sebagai pembimbing yang membimbing pribadi