4
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIAYANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
I. Perbaikan Citra &
Reformasi Organisasi
IV. Tim Nasional Hebat V. Kompetisi
Profesional
III.Pengembangan Insan Sepakbola
& Sarana Sepakbola II.Memassalkan Sepakbola.
Pengembangan Usia Dini
& Usia Muda
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
8
I. Perbaikan Citra dan Reformasi Organisasi
Sebagai induk organisasi sepakbola dengan kepengurusan yang baru terpilih, maka membangun citra baru merupakan hal yang harus segera dilakukan. Hal ini merupakan langkah yang harus diambil dalam rangka membangun kepercayaan para anggota (klub dan asosiasi), stakeholder termasuk sponsor, dan publik. Sesuai visi Ketua Umum, maka kampanye citra baru PSSI adalah : PSSI “Profesional dan Bermartabat”.
PSSI memiliki beberapa program aksi yang dapat menunjang dan membantu untuk berusaha menjadi lebih baik. Diantaranya adalah melakukan kunjungan (visit) kepada media nasional secepatnya pasca Kongres 2016 dan mendatangi pemangku kepentingan (Pemerintah, BUMN, Swasta, Akademisi) untuk berdialog dalam rangka sinergi membangun sepakbola Indonesia. Strategi komunikasi yang baik dengan media dan pemangku kepentingan akan menjadi senjata utama dalam membentuk citra yang baik untuk PSSI kedepannya.
Reformasi organisasi menjadi bagian utama dalam pembenahan PSSI. Sumber Daya Manusia menjadi bagian terpenting dalam pembenahan organisasi, dimulai dengan merekrut SDM yang professional dan menempatkannya di posisi yang tepat dan membuat struktur/hirarki serta tugas dan fungsi yang efektif dan jelas.
Hal mendesak yang harus segera direalisasikan oleh PSSI adalah pengadaan Gedung Kantor yang representatif untuk menjalankan visi dan misi PSSI. Keberadaan Gedung Kantor yang representatif akan memudahkan PSSI merencanakan dan melaksanakan program – programnya. PSSI juga akan memperbaiki tata kelola organisasi yang mendorong tercapainya kesinambungan organisasi melalui pengelolaan yang didasarkan pada asas transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi serta kesetaraan dan kewajaran.
Sebagai organisasi yang profesional dan bermartabat, PSSI harus memiliki business process dan komunikasi internal yang terintegrasi dengan sistem IT, agar PSSI dapat menjadi organisasi yang transparan dan modern. Sistem IT yang baik dapat juga memudahkan PSSI dalam melakukan pengawasan dan membantu memberikan informasi yang baik dan diperlukan.
Target
PSSI mengharapkan melalui program aksi pada perbaikan citra dan reformasi organisasi akan mendapatkan hasil sebagai berikut:
a. PSSI dipercaya kembali oleh masyarakat, insan sepakbola dan pemerintah.
b. Mendapatkan SDM yang professional dan bermartabat dengan sistem kerja yang transparan, akuntabilitas yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.
Objective
/ Strategy Program Detail Target Timeline
Perbaikan Citra PSSI
1. Kampanye Citra Baru dari PSSI
“Profesional dan
Bermartabat” di media
Sosialisasi di media konvensional (koran, tabloid), media elektronik (televisi, radio), media online (portal berita), media sosial (Instagram, Facebook)
Citra PSSI berubah menjadi baik, meningkat secara konsisten, bertahap dan berlanjut
Minimal satu media setiap bulan (2016-2020)
2. Media Visit &
Gathering
Mendatangi dan berdialog dengan media nasional, serta mengundang media hadir ke acara PSSI, untuk memberikan/mendapatkan saran maupun informasi dari media.
a. Meyakinkan media bahwa PSSI sedang berubah menjadi lebih baik.
b. Menjadikan media sebagai mitra strategis dalam proses perbaikan citra PSSI dan reformasi organisasi
Pertemuan reguler dengan media setiap
bulan (2016-2020)
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
10
Perbaikan
Citra PSSI 3. Stakeholder Visit &
Roadshow
Silaturahmi ke pemangku kepentingan sepakbola, baik di dalam maupun luar negeri untuk membahas sinergi dan supporting program kerja
Roadshow dan berkomunikasi aktif dengan stakeholder di luar negeri, yaitu :
a. FIFA, AFC dan AFF
b. Federasi sepakbola negara lain yaitu Jepang, Spanyol, Portugal, Jerman
c. Klub profesional negara lain (Jepang, Spanyol, Portugal)
Silaturahmi ke stakeholder dalam negeri yaitu : a. Pemerintah :
- Kementerian Pemuda dan Olahraga
- Kementerian Dalam Negeri
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi - Kementerian Pariwisata - Kementerian BUMN
b. Swasta dan BUMN
Program Kerja PSSI dilaksanakan dengan target sinergi dan supporting berupa :
a. Meminta atau memaksimalkan program FIFA Pro (program asistensi untuk SDM dan fasilitas infrastruktur) b. Kerjasama
pengembangan kurikulum kepelatihan, pengiriman pemain muda dan pelatih, serta sports science.
c. Kerjasama dalam pengiriman pemain muda dan pelatih ke klub luar negeri.
- Pembinaan sektoral dan APBN
- Integrasi dokumen kependudukan dengan database PSSI, pemakaian lapangan milik pemerintah provinsi dan kota/kab - Pemassalan sepakbola di kurikulum SD - Sports science di perguruan tinggi
- Sports tourism berupa event rutin - Penggunaan dana CSR dan fasilitas Sponsor
a. Nov - Des 2016
b. 2017-2020
c. 2017-2020
- Nov 2016 - Des 2016
- Jan 2017
- Jan 2017
- Feb 2017 - Feb 2017
2016-2020
4. Strategi Komunikasi PSSI
Pembuatan manual book dan segala bentuk promosi dan marketing oleh
konsultan independen dan profesional.
Adanya keseragaman komunikasi marketing dalam segala bentuk media komunikasi PSSI
Jan-Mar (2017-2020)
5. Pengadaan Kantor PSSI
Menempati “Rumah Baru”
PSSI untuk sepakbola Indonesia yang lebih
profesional dan bermartabat, dengan ukuran yang cukup untuk menampung aktivitas seluruh staf Sekretariat
Menempati kantor baru yang
representatif dengan lokasi di wilayah Ibukota
2016
Reformasi Organisasi
PSSI
1. Peningkatan kualitas SDM
Pembuatan struktur organisasi yang efektif dilengkapi dengan job description yang jelas dan terbuka.
Proses pengambilan keputusan yang transparan
Nov 2016
Menempatkan SDM yang profesional dan bermartabat di seluruh lini
Menjadikan SDM berprestasi dan memiliki integritas
Nov – Des 2016
Merekrut dan menempatkan staf yang terbuka tanpa diskriminasi umur, gender, etnik
Mendapatkan SDM terbaik pada
bidangnya dan menguatkan PSSI dengan
keberagaman yang ada
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
12
Reformasi Organisasi
PSSI
2. Menciptakan akuntabilitas organisasi
Implementasi sistem keuangan dan melakukan audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang
dipublikasikan di media
Menciptakan akuntabilitas dan transparansi keuangan yang dapat
dipertanggungjawab kan
Mar-Jul (2017-2020)
Melakukan internal audit terhadap sistem dan prosedur secara berkala serta menerapkan ISO Manajemen
Zero tolerance atas penyimpangan dan harus sesuai
dengan prosedur standar
(compliance)
2016-2020
Memperbaiki tata kelola (GCG) kedisiplinan,
keselamatan dan keamanan, pemain dan keanggotaan, dll.
Meningkatkan kualitas organisasi dan integritas insan sepakbola yang bersih dan dapat dipertanggungjawab kan
2016-2020
Menerapkan Pakta Integritas dan pelaporan SPT Pajak kepada Pengurus PSSI dan calon Staf Sekretariat
Menciptakan akuntabilitas dan integritas personalia yang dapat
dipertanggungjawab kan
Nov-Des 2016.
Selanjutnya menyesuaikan
3. Menciptakan organisasi yang transparan dengan
implementasi IT
Membuat sistem IT
terintegrasi untuk business process di seluruh lini serta pemanfaatan sosial media untuk publikasi informasi.
Komunikasi internal dengan sistem komputerisasi untuk memudahkan
pengawasan dan komunikasi serta hasil kerja yang maksimal.
Jan-Mar 2017
Membuat website khusus untuk menerima pengaduan tentang pengaturan skor, suap, pemalsuan data, dll
Menciptakan PSSI yang bermartabat
Jan-Mar 2017
Reformasi Organisasi
PSSI
3. Menciptakan organisasi yang transparan dengan
implementasi IT
Proses pengadaan (e- procurement) yang terbuka dan sesuai standar yang ditetapkan
Mendapatkan barang dan jasa yang berkualitas dan bebas dari penyimpangan
Jan-Mar 2017
Membuat database berupa biodata, statistik pemain dan rekam jejak pemain untuk keperluan pemandu bakat maupun seleksi, dan juga database untuk pelatih, wasit dan administratur
pertandingan.
Terciptanya database secara terpusat (nasional) dengan
Asprov/Askot/Askab menjadi ujung tombak penyedia data dan dapat diakses oleh publik
Jan-Mar 2017
4. Menciptakan Tatanan Baru Organisasi
Memperkuat statuta PSSI dengan memperjelas kewenangan tiap
lembaga/departemen di struktur PSSI
Menciptakan batas yang jelas mengenai kewenangan serta hubungan antar lembaga/
departemen di PSSI
Nov-Des 2016.
Selanjutnya menyesuaikan
Mengatur hubungan kerja dan tata organisasi antara PSSI dengan
Asprov/Askot/Askab
Terciptanya sinergi hubungan PSSI dengan
Asprov/Askot/Askab serta Program Kerja terlaksana di
seluruh daerah
Jan-Mar 2017
Membebaskan PSSI dari kepentingan politik praktis
Menjadikan PSSI organisasi yang independen dan profesional
2016-2020
Membentuk Departemen Pengawasan (Inspektorat)
Meminimalisasi penyimpangan / fraud dalam organisasi serta meningkatkan kinerja
Nov-Des 2016.
Selanjutnya menyesuaikan
II. Memassalkan Sepakbola, Pengembangan Usia Dini dan Usia Muda
Pengenalan sepakbola kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia harus disegerakan, karena saat ini sepakbola di seluruh dunia sudah menjadi gaya hidup. Peran serta setiap insan sepakbola sangat dibutuhkan untuk membantu memasyarakatkan sepakbola. Pemassalan sepakbola, juga dapat diwujudkan melalui audio visual, tujuannya adalah bahwa sepakbola (terutama sepakbola Indonesia) dapat dinikmati oleh seluruh keluarga. Merchandise dapat digunakan sebagai alat pendukung untuk mempopulerkan sepakbola di kalangan keluarga, kaum wanita dan masyarakat kelas menengah atas.
Pengembangan usia dini menjadi pondasi bagi pesepakbolaan suatu negara. Pengelolaan SSB dan akademi sepakbola yang baik akan melahirkan bibit – bibit pemain muda yang menjadi tulang punggung Tim Nasional di berbagai jenjang usia.
Kurangnya kompetisi dan metode latihan yang tidak sesuai dengan standar internasional membuat pembinaan usia muda menjadi kurang berkembang di Indonesia, sehingga diperlukan kompetisi SSB/Akademi di setiap jenjang umur ditingkat Askot/Asprov dan nasional.
Target
PSSI mengharapkan melalui program aksi memassalkan Sepakbola, Pembinaan usia dini dan muda mendapatkan hasil sebagai berikut:
a. Membuat kalangan keluarga, kaum wanita dan kelas menengah ke atas mencintai dan mendukung sepakbola Indonesia sehingga penyelenggaraan aktivitas sepakbola akan selalu ramai oleh seluruh lapisan masyarakat dan sponsor semakin marak.
b. Mencetak talenta – talenta muda menjadi pemain Dunia di masa depan.
c. Menjadi juara di kompetisi Internasional di setiap jenjang umur (U13, U15 dan U17) yang nantinya dapat membela dan membawa Indonesia menjadi juara di setiap ajang kejuaraan Dunia.
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
16
Objective /
Strategy Program Detail Target Timeline
Menjadikan Sepakbola
sebagai Gaya Hidup (Lifestyle) di
seluruh kalangan masyarakat
1. Family Day dan Game Khusus Sepakbola
a. Kegiatan aksi di Mall, Taman Kota, Fasilitas Umum atau di acara Car Free Day
b. Menyelenggarakan
turnamen family tiap 3 bulan di lingkungan sekolah maupun perumahan.
Menjadikan
sepakbola sebagai fun activity (sangat menyenangkan) sehingga seluruh lapisan masyarakat (Tua - Muda, Pria - Wanita, Kaya - Miskin) khususnya kalangan menengah ke atas mencintai sepakbola.
Jan-Des (2017-2020)
2. Kampanye sepakbola melalui sarana audio visual kepada anak dan keluarga
Pembuatan film kartun, komik dan video game yang
bertemakan sepakbola, kerja sama dengan production house dan stasiun televisi
Menjadikan anak- anak usia dini "cinta dan fanatik"
terhadap sepakbola melalui tokoh
"Hero"-nya.
Jan-Des (2017-2020)
3. Membuat merchandise yang menarik untuk anak, wanita dan keluarga
Pembuatan merchandise seperti kaos, topi, tas sekolah, jaket, syal, handuk, permainan anak, dll.
Kalangan anak-anak dan wanita akan aktif bermain sepakbola, serta para Ibu khususnya golongan menengah ke atas mendukung keluarganya bermain sepakbola.
Jan-Des (2017-2020)
Pembinaan usia dini/grass root (usia 6 -
12 tahun) yang sportif
1. Pembuatan kartu anggota PSSI
Kartu untuk setiap anggota PSSI yang juga berfungsi sebagai kartu ATM, bekerja sama dengan perbankan nasional yang menjadi mitra program PSSI.
a. Seluruh murid SSB di Indonesia pada tingkat
Askot/Askab/Asprov mempunyai Kartu Anggota.
b. Anak dan orang tua akan bangga menjadi bagian dari PSSI Hebat.
c. PSSI akan memiliki biodata, statistik dan rekam jejak pemain.
d. Menghindari pencurian umur.
(2016-2020)
2. Penataan sekolah sepakbola (SSB) dengan standar PSSI
Melakukan penataan sekaligus pembinaan kepada Sekolah Sepakbola (SSB) dengan standar PSSI melalui cara : a. Memberikan Kurikulum
kepelatihan (skill) kepada seluruh SSB di Indonesia dan
mewajibkan SSB menggunakan kurikulum tersebut agar tercipta satu standar yang seragam di seluruh Indonesia.
b. Memberikan standar
manajemen operasional kepada SSB/ Akademi di masing - masing kota/kabupaten.
c. Memberikan standar penilaian (raport) pemain di SSB/Akademi.
a. Adanya keseragaman kurikulum di seluruh SSB di Indonesia.
b. Seluruh
SSB/Akademi memiliki kemampuan untuk mengelola SSB dengan baik.
c. Seluruh pemain SSB mempunyai penilaian (raport) dengan format seragam dan berstandar PSSI
Jan-Des 2017-2020
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
18
Pembinaan usia dini/grass root (usia 6 -
12 tahun) yang sportif
3. Menggulirkan kompetisi rutin berdasarkan kelompok umur yang berjenjang
Kompetisi tahunan untuk usia dini (8-12 tahun) putra-putri yang berjenjang, dimulai dari tingkat Askot/Askab hingga tingkat Asprov.
Kelompok usia yang akan berkompetisi minimal U-8, U-9, U-10, U-11 dan U-12.
a. Seluruh peserta kompetisi (SSB dan pemain) bermain minimal 35 kali setahun dengan standar dari PSSI
b. Setiap Asprov wajib menggelar kompetisi setiap tahun.
Jan - Apr dan Agu - Sep (2017-2020)
4.Memasyarakatk an dan
mengadakan festival sepakbola di tingkat Sekolah Dasar
Melakukan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di seluruh Sekolah Dasar di Indonesia untuk mengenalkan dan memasyarakatkan
sepakbola/futsal kepada siswa putra dan putri.
Menjadikan
sepakbola sebagai ekstrakurikuler wajib di tingkat Sekolah Dasar
Jul 2017
Menggelar Festival sepakbola usia dini putra - putri antar Sekolah Dasar secara rutin untuk mengenalkan dan memasyarakatkan sepakbola.
Menggairahkan kecintaan akan sepakbola sekaligus mendapatkan bibit - bibit muda
Des-Jan dan Jun-Jul 2017-2020
Kompetisi Usia Muda
1. Sepakbola Usia Muda (U- 13, U-15 dan U- 17) tingkat Provinsi
Kompetisi Usia Muda (U-13, U- 15 dan U-17) yang diikuti oleh SSB/ Akademi/PPLP yang terdaftar dan terbaik di setiap kelompok umur pada masing- masing provinsi.
- Setiap kelompok umur diikuti oleh 16 tim
- Sistem kompetisi penuh (home and away)
- Juara kompetisi ditentukan oleh nilai tertinggi di akhir kompetisi.
- Pelaksanaan di akhir pekan.
- Lokasi diadakan di ibukota Provinsi
Terlaksananya program kompetisi dari tingkat
Askot/Askab sampai Asprov selama 30 minggu per musim.
Nov 2016 - Apr 2017
Okt 2017 - Apr 2018
Okt 2018 - Apr 2019
Okt 2019 - Apr 2020
2. Sepakbola Usia Muda (U- 13, U-15 dan U- 17) tingkat Nasional
Kejuaraan Nasional (U-13, U- 15 dan U-17) diikuti oleh setiap juara dari masing - masing Provinsi di setiap kelompok umur.
- Setiap kelompok umur diikuti oleh 34 tim/provinsi yang dibagi dalam 8 grup - Setiap grup akan saling bertemu, juara dan runner up tiap grup akan maju ke babak 16 Besar dengan
menggunakan sistem gugur.
- Pelaksanaan selama seminggu.
- Lokasi diadakan di ibukota Jakarta.
Mendapatkan Juara Nasional di setiap kelompok umur, sehingga menjadi cikal bakal TimNas U-16 dan U-19.
Mei (2017-2020)
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
20
Kompetisi Usia Muda
3. Sepakbola Usia Muda (U- 13, U-15 dan U- 17) tingkat Dunia
Mengirim tim yang menjadi Juara Nasional pada masing- masing kelompok umur ke Gothia Cup yang merupakan Kejuaraan Dunia antar klub.
- Setiap kelompok umur akan bertanding dengan 82 negara - Setiap grup akan saling bertemu, juara dan runner up tiap grup akan maju ke babak berikutnya dengan
menggunakan sistem gugur.
- Pelaksanaan selama seminggu di bulan Juli.
- Lokasi diadakan di Swedia.
Tiap tim menjadi Juara pada Gothia Cup pada kelompok usianya.
Diharapkan menambah jam terbang di kejuaraan internasional dan mengasah mental bertanding
menghadapi tim asing.
Juli (2017-2020)
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
22
III. Pengembangan Insan Sepakbola dan Sarana Sepakbola
Insan sepakbola yang terdiri dari pelatih, pemain, dan wasit merupakan tulang punggung pengembangan sepakbola di suatu negara. Oleh karena itu, PSSI menitikberatkan program pengembangan sepakbola melalui ketiga pilar tersebut. Khusus di Indonesia sepakbola wanita belum tersentuh dengan baik, terbukti dengan ketiadaan turnamen apalagi kompetisi khusus wanita.
Pelatih memegang peranan kunci terhadap tinggi rendahnya kualitas sepakbola, kualitas tim dan kualitas individu. Pelatih merepresentasikan sebuah gaya dari sebuah klub/tim sebuah negara, dan bahkan dapat menciptakan nilai-nilai yang pada saat tertentu menjadi langka. Kualitas pelatih adalah kualifikasi, pendidikan, pengetahuan dan sekaligus karakter. Hingga di akhir dari karya seorang pelatih adalah dalam meningkatkan kualitas tim yang dilatihnya. Menyelenggarakan kursus kepelatihan AFC di setiap jenjang (lisensi C, B dan A) adalah bagian dari prioritas PSSI ke depannya.
Mutu suatu pertandingan sangat ditentukan oleh kualitas wasit yang memimpin, perangkat pertandingan dan komisioner pertandingan. Oleh karenanya kepelatihan wasit harus konsisten dan berkelanjutan sehingga setiap wasit dapat menjalankan fungsinya secara profesional saat memimpin pertandingan di tingkat nasional. Ke depannya pendirian akademi wasit menjadi program unggulan untuk mencetak wasit di tingkat AFC. PSSI juga perlu menggelar program aksi yang dapat menambah jumlah serta meningkatkan kapasitas dan kualitas Komisioner Pertandingan dengan mengadakan kursus berlisensi.
Tidak hanya itu, PSSI juga berkomitmen mengadakan turnamen dan kompetisi wanita serta membuka kesempatan yang luas bagi kaum wanita untuk berprofesi sebagai pelatih, wasit dan komioner pertandingan.
Pengembangan insan sepakbola tidak dapat berjalan dengan baik jika tidak didukung oleh sarana dan infrastruktur yang cukup dan berkualitas. PSSI melalui program aksinya berencana untuk menambah jumlah sarana lapangan di seluruh pelosok Indonesia.
Target
PSSI mengharapkan melalui program aksi pada setiap insan sepakbola (Pelatih, Wasit, Komisioder, dan Wanita) dan Infrastruktur akan mendapatkan hasil sebagai berikut:
a. Peningkatan mutu dan jumlah insan sepakbola professional yang mampu tampil di pentas Internasional, yang pada gilirannya dapat menyejahterakan insan sepakbola.
b. Peningkatan mutu dan jumlah sarana dan infrastruktur sepakbola yang dapat menunjang minat dan kreativitas setiap pesepakbola dari muda hingga senior yang nantinya dapat menghasilkan prestasi yang maksimal.
Objective /
Strategy Program Detail Target Timeline
Pengembangan Insan Sepakbola
1. Pelatih Hebat dan Profesional
Melakukan Kursus Kepelatihan Lisensi : a. 10 kali Lisensi C
b. 3 kali Lisensi B
c. 2 kali Lisensi A
Setiap pelatihan diikuti oleh 25 peserta.
Peserta Lisensi C akan mendapatkan subsidi dari PSSI
Hasilnya adalah mendapatkan Pelatih sebanyak :
a. Lisensi C = 250 orang per tahun
b. Lisensi B = 75 orang per tahun
c. Lisensi A = 30 orang per tahun
Jan-Des (2017-
2020)
Mengirim Pelatih ke negara rujukan (Jepang, Spanyol, Portugal) yang berasal dari setiap Provinsi di Indonesia.
1 orang Pelatih per provinsi tiap tahun, sehingga selama 3 tahun akan terkirim 102 orang (34 provinsi @ 3 orang).
PSSI mendapatkan ilmu yang dijadikan materi dalam pembuatan
kurikulum standar SSB/Akademi, yang nantinya dapat menyeragamkan karakter bermain di dalam TimNas
Jan-Des (2017-
2020)
Pelatih yang dikirim belajar ke luar negeri harus
membagi ilmunya ke daerah asalnya sekembali dari luar negeri.
Membantu
penyebarluasan ilmu kepelatihan yang modern dari luar negeri kepada SSB/Akademi di provinsi masing- masing.
Jan-Des (2017-
2020)
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
24
Pengembangan Insan Sepakbola
2. Wasit Hebat dan Profesional
Mendirikan Akademi Perwasitan (program pendidikan 1 tahun)
Sebagai program unggulan menarik minat para kaum muda yang ingin berprofesi sebagai wasit.
Syarat :
- Usia max 25 tahun.
- Memiliki kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL min. 400)
a. Menghasilkan wasit baru
berkualitas yang bisa mengikuti Lisensi AFC
b. melaksanakan regenerasi wasit
2017-2020
Mendorong dan membina Asprov untuk
menyelenggarakan kursus perwasitan yang berjenjang C1, C2, dan C3.
Minimal 1 kali setiap Asprov dalam 1 tahun
Memperbanyak jumlah wasit
berlisensi di seluruh Indonesia
2017-2020
Mengawasi dan menilai korps wasit secara transparan dan terukur
Menghasilkan wasit yang berintegritas sehingga tidak ada lagi wasit yang menerima suap
2016-2020
Memberi remunerasi yang baik serta jenjang karir kepangkatan yang jelas dan profesional
Menyejahterakan wasit sehingga tidak ada lagi wasit yang menerima suap
2016-2020
Pengembangan Insan Sepakbola
3. Komisioner Pertandingan Hebat dan Profesional
Mengadakan kursus dan workshop Komisioner Pertandingan berstandar AFC
Minimal 1 kali setiap Asprov dalam 1 tahun
Menciptakan pertandingan sepakbola yang berkualitas dan bersih.
2017-2020
Membuat pedoman dan standarisasi mengenai tugas sebagai komisioner pertandingan.
2016-2020
4. Insan Sepakbola Wanita yang Hebat
Menggulirkan kembali turnamen khusus untuk wanita yaitu Pertiwi Cup U- 25 dan Kartini Cup U-17
Memberikan wadah sekaligus
kesempatan bermain bagi para pemain wanita di berbagai jenjang usia
2016-2020
Membuka kesempatan / kuota dan subsidi yang lebih banyak kepada wanita untuk mengikuti kursus Kepelatihan, Perwasitan dan Administatur
Pertandingan.
Memberikan
kesempatan seluas - luasnya kepada kalangan wanita untuk berprofesi dalam dunia
sepakbola nasional maupun
internasional.
2016-2020
Pengembangan Sarana Sepakbola
1. Revitalisasi lapangan sepakbola
Revitalisasi lapangan sepakbola milik pemerintah dan TNI untuk
pengembangan usia dini dan usia muda.
Dilakukan pada 34 provinsi, minimal 10 lapangan tiap
provinsi.
2017-2020
2. Menjadikan lapangan kembali sesuai fungsinya.
Bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk mengembalikan lapangan sepakbola yang beralih fungsi karena digunakan tidak sebagaimana mestinya, dengan menggunakan rumput sintetis.
Menambah jumlah lapangan sepakbola di setiap Provinsi.
2017-2020
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
26
Pengembangan Sarana Sepakbola
3 Pembangunan Lapangan Mini Sepakbola / Futsal
Bekerja sama dengan pemerintah kota/kabupaten untuk pembangunan
lapangan mini di setiap taman kota.
Lapangan mini sebagai sarana latihan dan sarana rekreasi yang mudah dijangkau oleh kaum remaja.
Adanya kewajiban membangun lapangan mini sepakbola/futsal di taman kota
2017-2020
4.Pembangunan Lapangan
Sepakbola
Bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui pemerintah kota untuk membangun lapangan sepakbola di setiap Desa/Kecamatan.
Lapangan Desa akan
menjadi sarana latihan serta lokasi festival/turnamen sepakbola di wilayah tersebut.
Tiap
Desa/Kecamatan memiliki 1 lapangan sepakbola
2017-2020
5. Stadion dengan Standar Dunia
Bekerja sama dengan pemerintah provinsi / kota / kabupaten untuk
pembangunan stadion berstandar FIFA bagi perhelatan pertandingan liga profesional maupun tingkat FIFA / AFC.
Memiliki minimal 10 stadion berstandar FIFA di 10 kota besar.
2017-2020
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
28
IV. Tim Nasional Hebat
Tim nasional sepakbola yang tangguh merupakan impian seluruh pecinta sepakbola di Indonesia. Prestasi lewat sepakbola dapat memberikan kebanggaan dan semangat untuk seluruh rakyat Indonesia, sekaligus menjadi hiburan dan daya tarik bagi seluruh pecinta sepakbola.
Untuk membentuk TimNas senior yang tangguh diperlukan adanya pelatih yang berkualitas, materi pemain yang sudah harus dibentuk dari TimNas junior serta pengalaman bertanding di tingkat internasional. Pelatih harus dipilih secara selektif untuk membentuk gaya permainan TimNas yang tangguh sesuai dengan postur dan karakter pemain Indonesia. Sedangkan pemilihan TimNas junior harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan banyak pihak.
Dalam jangka pendek PSSI harus segera menyiapkan TimNas U23 untuk pertandingan multi event Sea Games 2017 di Kuala Lumpur dan Asian Games 2018 di Jakarta. Sedangkan untuk jangka panjang, PSSI mempersiapkan TimNas masa depan yang bermaterikan pemain berusia 15 tahun untuk Olimpiade 2024 dan Piala Dunia 2026
TimNas wanita juga menjadi fokus yang tidak kalah penting, karena tidak terarahnya pelatihan TimNas sepakbola wanita Indonesia menjadikan timnas tertinggal jauh dengan negara lain. Terpuruknya peringkat Indonesia dalam FIFA juga menjadi konsentrasi utama yang harus dibenahi. Kurangnya turnamen dan kompetisi menjadi penyebabnya.
Untuk meningkatkan kualitas TimNas secara maksimal dibutuhkan fasilitas – fasilitas pendukung seperti National Training Center. PSSI mencanangkan Pembangunan Training Center Nasional terpadu yang modern dengan fasilitas pendukung lainnya, termasuk sport science yang ditunjang dengan lab sepakbola . Selain itu PSSI mencanangkan pembangunan Medical Center yang dapat digunakan untuk penanganan cidera pemain dan pengaturan nutrisi serta gizi yang tepat.
Target
PSSI mengharapkan melalui program aksi TimNas akan mendapatkan hasil sebagai berikut:
a. TimNas senior menjadi Top Class Asia dan generasi emas yang dapat menembus Olimpiade 2024.
b. TimNas yang kuat karena didukung oleh fasilitas – fasilitas seperti National Training Center ,Sport Science Facility dan Medical Center.
Objective /
Strategy Program Detail Target Timeline
Tim Nasional yang Kuat
1. Penguatan materi pemain TimNas Senior, U-23, U-19, U-16 dan Tim Wanita
Menunjuk Direktur Teknik dan memilih Pelatih berkualitas yang bisa
membentuk karakter bermain tim yang sudah ditentukan dengan mempertimbangkan postur tubuh (rujukan : Jepang, Spanyol, Portugal).
Meningkatnya prestasi dalam kejuaraan internasional.
2016-2020
Membina dan menguatkan Tim Nasional Junior dengan cara menitipkan pemain TimNas Junior di kompetisi kasta tertinggi (ISL A) dan memberikan kesempatan bertanding ke luar negeri di event antar negara (AFF, AFC) dan antar klub dunia.
Mendapatkan pemain TimNas senior yang berkualitas tinggi yang menonjol.
2016-2020
Melakukan transparansi dalam pemilihan pemain TimNas di semua kelompok usia dengan melakukan talent scouting secara terbuka.
Proses ini melibatkan banyak pelatih dan mengundang pemain dari seluruh Indonesia (dapat diseleksi pada Kejuaraan Nasional U- 15, U-17 dan Liga ISL Junior U-19 dan U-21).
Mendapatkan pemain TimNas berkualitas tinggi yang teruji.
2016-2020
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
30
Tim Nasional yang Kuat
Memilih calon lawan tanding FIFA yang tepat dalam rangka strategi untuk menaikkan peringkat PSSI.
Menaikkan peringkat FIFA menjadi : - saat ini : 179 - 2016 : 170 - 2017 : 130 - 2018 : 120 - 2019 : 100
2016-2020
2. Persiapan Sea Games 2017 dan Asian
Games 2018.
Memilih Pelatih asing
berkualitas tinggi dan Asisten Pelatih lokal serta Official pendukung yang berkualitas
Menyeleksi pemain terbaik
yang saat ini usia di bawah Menjadi Juara Sea Games 2017
Nov 2016
2016-2017
diaspora untuk membentuk TimNas yang dipersiapkan untuk Sea Games dan Asian Games 2018.
Semifinalis Asian Games 2018
Membuat detil program persiapan dan TC TimNas U-23 selama 20 bulan ke depan.
2016-2018
3. Persiapan Generasi Emas untuk Olimpiade 2024 dan Piala Dunia 2026
Memilih Pelatih berkualitas tinggi dan Asisten Pelatih serta Official pendukung yang berkualitas.
Mendapatkan bimbingan dan pendampingan secara tepat dan berkualitas tinggi.
2016-2017
Membangun tim dari
kerangka materi pemain U-15 yang memiliki prestasi
sebagai Juara Dunia di Gothia Cup 2016 serta melakukan seleksi secara terbuka dan transparan bagi pemain tambahan yang berkualitas tinggi.
Mendapatkan materi 25 pemain berkualitas tinggi dengan mental juara.
2016-2017 21 tahun, termasuk pemain dan
Tim Nasional yang Kuat
Mengirim 25 pemain U-15 untuk belajar pada akademi - akademi pilihan yang
berbeda di negara
Spanyol/Portugal/Jepang, sehingga tiap akademi membina 3 s/d 5 pemain.
Tim memiliki fisik, skill, kecerdasan dan mental yang dibutuhkan untuk bertanding di kejuaraan internasional.
2017- 2019
Mengikutsertakan pemain TimNas U-15 saat usia 18 tahun di League A Indonesia.
Terbiasa dengan permainan cepat dan lebih
mengasah skill, fisik, kecerdasan dan mental secara maksimal.
2017-2020 2021-2024
Mengikutsertakan TimNas U- 15 pada berbagai kejuaraan internasional yaitu
:
- 2017 : Gothia Cup U-16 - 2018 : AFF U-19
- 2020 : AFF U-19 - 2020 : AFC U-19
- 2021 : Piala Dunia U-20 - 2023 : Kualifikasi Olimpiade - 2024 : Olimpiade
- Juara - Semifinalis - Juara - Semifinalis
- Peserta
- Lolos kualifikasi - Peserta
2017-2020
2021-2024
4. Pembangunan National Training Center (NTC)
Pembangunan National Training Center (NTC)
terpadu yang modern dengan fasilitas pendukung lainnya untuk keperluan TimNas maupun tim/klub yang menjadi wakil Indonesia di kejuaraan internasional.
a. 1 lokasi NTC dekat dengan Ibukota dan memiliki minimal empat lapangan (3 lap. rumput dan 1 lap. sintetis)
b. 1 lokasi NTC di wilayah
pegunungan (ketinggian) untuk hasil prestasi lebih maksimal.
2016-2020
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
32
Tim Nasional yang Kuat
5. Pembangunan Medical Center
Pembangunan fasilitas Medical Center yang modern untuk keperluan TimNas maupun tim/klub yang menjadi wakil Indonesia di kejuaraan internasional.
a. Meminimalisir terjadinya cedera dan penanganan terhadap pemain lebih akurat
b. Memberikan nutrisi dan gizi kepada setiap pemain secara tepat.
2016-2020
Pembangunan fasilitas Sport Science yang modern
ditunjang dengan Lab Sepakbola untuk keperluan TimNas maupun tim/klub yang menjadi wakil Indonesia di kejuaraan internasional.
Memberikan
informasi yang vital dan akurat untuk pengembangan pemain dan tim agar hasil prestasi lebih maksimal.
2016-2020
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
34
V. Kompetisi Profesional
Kompetisi dalam negeri antar klub yang tertata rapi menjadi ajang untuk setiap klub mengeluarkan kemampuannya untuk menjadi juara. Tiap negara memiliki struktur liga yang teratur dan rapi, dari kasta tertinggi hingga kasta terendah. Kasta tertinggi memiliki kesempatan untuk bermain di tingkat Internasional menghadapi klub – klub Asia.
Para pemain dapat mengeluarkan semua kemampuan dalam wadah liga yang dibuat. Sistem liga yang jangka panjang membuat setiap pesepakbola dapat menambah jam terbang. Yang nantinya dapat menambah performa pemain dalam membela negara, termasuk kualitas dan jam terbang pelatih dan wasit untuk peningkatan lisensi.
PSSI mendesain Indonesia League A sebagai liga dengan kasta tertinggi di Indonesia, dengan peserta merupakan klub – klub terbaik di Indonesia.PSSI juga mendesain Indonesia League B sebagai kasta kedua di Indonesia dibagi dalam tiga zona regional : Barat, Tengah dan Timur, yang masing-masing zona diikuti oleh 18 klub profesional, sehingga total menjadi 54 klub. Untuk Indonesia League B, jumlah peserta akan dikurangi secara bertahap menjadi jumlah yang ideal.
Sedangkan untuk klub amatir lokal di seluruh provinsi Indonesia, PSSI mendesain Indonesia League C sebagai wadah kompetisi bagi 18 klub amatir di tiap provinsi, sehingga mengasah pengembangan klub agar suatu saat masuk Indonesia League B bahkan League A di masa depan. PSSI juga menggelar Indonesia Junior League U-19 dan U-21 sebagai liga amatir di tingkat nasional untuk pemain muda berbakat.
Sebagai industri yang melibatkan banyak pihak, maka diperlukan regulasi yang jelas dalam sebuah kompetisi, mulai dari pengaturan kontrak pemain profesional hingga penentuan jumlah pemain asing dalam sebuah klub. Adanya regulasi yang jelas dalam mengatur dan melindungi hak dan kewajiban antara pihak sponsor dan pengelola liga, akan menggairahkan dan memajukan industri sepakbola.
Demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi setiap masyarakat Indonesia dalam menyaksikan sepakbola, PSSI akan mendorong klub untuk membina supporter melalui berbagai cara diantaranya penerapan football spectator act dan pembuatan kartu anggota.
Target
PSSI mengharapkan melalui program aksi kompetisi dan industri yang professional sebagai berikut:
a. Penyelenggaraan kompetisi professional secara konsisten menghasilkan pemain yang tangguh dan dapat membawa TimNas senior berprestasi di kejuaraan internasional dan klub dapat berpartisipasi di AFC Championship.
b. Terciptanya industri sepakbola yang profesional dan memiliki nilai komersial tinggi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat terhibur dan para insan sepakbola menjadi sejahtera.
Objective /
Strategy Program Detail Target Timeline
Pembagian Kasta Kompetisi Profesional
1.Kompetisi
"Indonesia League A"
Menggelar Indonesia League A sebagai kasta tertinggi liga profesional yang diikuti oleh 18 klub profesional berlisensi (club licensing AFC)
a. Menghasilkan pemain profesional yang tangguh yang dapat membawa TimNas senior berprestasi di kejuaraan internasional
b. Berpartisipasi di kejuaraan AFC
c. Menjadi sumber penghasilan PSSI
2016-2020
2.Kompetisi
"Indonesia League B"
Menggelar Indonesia League B sebagai kasta kedua liga profesional dibagi pada 3 zona regional : Barat-Tengah-Timur.
- Jumlah peserta : 18 klub tiap zona regional
- Total peserta : 3 x 18 klub
= 54 klub
- Sistem kompetisi penuh (home and away)
- Juara kompetisi ditentukan oleh nilai tertinggi di akhir kompetisi.
- Juara tiap zona akan dipromosikan ke Indonesia League A (total 3 klub yang promosi)
a. Menghasilkan pemain profesional yang tangguh dan dapat membawa TimNas senior berprestasi di kejuaraan internasional
b. Menjadi sumber penghasilan PSSI.
c. Secara bertahap akan mengurangi jumlah peserta Indonesia League B
2016-2020
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
36
Pembagian Kasta Kompetisi Profesional
3.Kompetisi
"Indonesia League C"
Menggelar Indonesia League C sebagai kasta amatir di tingkat provinsi, diikuti oleh 18 klub amatir di setiap provinsi, sehingga menjadi jembatan bagi pemain junior untuk masuk ke level senior (dari pemain amatir menjadi pemain profesional).
- Jumlah peserta : 18 klub tiap provinsi
- Sistem kompetisi penuh (home and away)
- Juara kompetisi ditentukan oleh nilai tertinggi di akhir kompetisi.
a. Menjadi wadah bagi para klub amatir untuk mengikuti kompetisi kasta ketiga
b. Memberikan kesempatan para pemain muda dan daerah untuk
berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi
2016-2020
4. Kompetisi Liga Junior U-19 dan U-21
Menggelar Indonesia Junior League U-19 dan U-21 sebagai liga amatir bagi pemain muda, dimana seluruh peserta Indonesia League A diwajibkan
memiliki tim U-19 dan U-21, sehingga pemain muda akan mampu bersaing dengan pemain senior profesional.
- Jumlah peserta : 18 klub tiap kategori usia
- Sistem kompetisi penuh (home and away) dibagi kedalam 3 zona:
barat – tengah – timur.
- Juara kompetisi ditentukan oleh nilai tertinggi di akhir kompetisi.
- Jadwal mengikuti tim senior Indonesia League A
a. Menggairahkan dan memotivasi pemain muda untuk
berprestasi setinggi–
tingginya.
b. Menjadi reserve pemain untuk tim senior di klub maupun di TimNas.
2016-2020
Industri Sepakbola
yang Profesional dan Memiliki
Nilai Komersial
Tinggi
1. Pengelolaan Liga
Membentuk badan khusus pada struktur organisasi PSSI untuk mengelola Liga Profesional di Indonesia, mulai dari kasta tertinggi hingga terendah.
Memaksimalkan potensi pendapatan liga profesional dan meningkatkan valuasi liga professional
Nov 2016 s.d Feb 2017
Pengaturan jadwal pertandingan liga yang matang dengan
menyesuaikan letak geografis dari lokasi pertandingan.
Efisiensi biaya bagi klub dan
penyelenggara liga
Disesuaikan dengan
jadwal kompetisi
2. Regulasi Perbaikan regulasi mengenai kontrak/gaji pemain profesional dengan klub, termasuk mengenai commercial right pemain dengan klub.
Pemain dan klub akan saling menghargai hak dan kewajiban, sehingga tidak ada lagi penunggakan gaji pemain.
Disesuaikan dengan
jadwal kompetisi
Pengaturan jumlah pemain asing, maksimal 2 orang dengan kualitas sangat baik.
a. Memberikan ruang lebih besar bagi pemain lokal.
b.Kualitas
pertandingan menjadi meningkat secara signifikan.
Disesuaikan dengan
jadwal kompetisi
MENUJU SEPAKBOLA INDONESIA
YANG PROFESIONAL & BERMARTABAT
38
Industri Sepakbola
yang Profesional dan Memiliki
Nilai Komersial
Tinggi
Adanya regulasi jelas yang mengatur dan melindungi hak dan kewajiban antara klub dan pengelola liga.
Terjalinnya kerja sama yang saling menguntungkan antara klub dengan pengelola liga.
Disesuaikan dengan
jadwal kompetisi
Disesuaikan dengan
jadwal kompetisi Membuat kebijakan
penghargaan atas hasil kerja SSB/Akademi dengan mewajibkan klub untuk mengalokasikan 2,5% dari nilai kontrak pemain
profesional kepada SSB/Akademi yang
mendidik pemain tersebut.
a. Menggairahkan dan menghidupi
SSB/Akademi yang berprestasi.
b. Menjadi stimulus setiap SSB/Akademi untuk mencetak pemain yang berkualitas.
3. Pembinaan Klub
Melakukan pembinaan kepada seluruh klub profesional anggota PSSI untuk melakukan perbaikan dan standarisasi, baik badan hukum, manajemen, kontrak pemain, dan
finansial dengan mengacu kepada Club Licensing oleh AFC.
Seluruh klub di Indonesia League A mendapatkan Lisensi AFC
Untuk klub di Indonesia League lainnya, menjadi lebih profesional dan menguntungkan.
Jan-Mar 2017.
Mendorong klub untuk membina supporter untuk memiliki manajemen supporter yang baik, diantaranya :
dengan penerbitan kartu identitas.
Football spectator Act, regulasi untuk mengatur supporter
Terciptanya suasana pertandingan di dalam maupun di luar
stadion yang aman dan nyaman, sehingga kelas menengah dan atas (pria-wanita, keluarga) tertarik untuk hadir menonton
pertandingan sepakbola.
Disesuaikan dengan
jadwal kompetisi
Industri Sepakbola
yang Profesional dan Memiliki
Nilai Komersial
Tinggi
4.Sportainment Memasukkan unsur Sportainment ke turnamen/liga yaitu:
- Dengan mengundang pemain/klub internasional untuk ikut berpartisipasi di setiap turnamen.
- Menampilkan hiburan yang digemari oleh keluarga dan kalangan perempuan dari kelas menengah atas.
Dapat menarik partisipasi keluarga, kaum wanita, dan kelas menengah atas.
Disesuaikan dengan
jadwal kompetisi
5.Pembentukan Tim TUNTAS (Tim Pengawas
Akuntabilitas dan Transparansi)
Mencegah terjadinya pengaturan skor dan suap terhadap perangkat
pertandingan di seluruh kompetisi, baik profesional maupun amatir.
Terciptanya
pertandingan yang bersih dari suap, sehingga penonton meningkat dan menarik minat sponsor
Jan 2017