• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI PEMASARAN KEDAI KOPI/ROTI AKUR BIENAM DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS COFFEE SHOP DI RANTAUPRAPAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STRATEGI PEMASARAN KEDAI KOPI/ROTI AKUR BIENAM DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS COFFEE SHOP DI RANTAUPRAPAT"

Copied!
168
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI PEMASARAN KEDAI KOPI/ROTI AKUR BIENAM DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS

COFFEE SHOP DI RANTAUPRAPAT

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

Disusun Oleh:

SRI UFA INDIRA 170907060

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI BISNIS FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2021

(2)

Universitas Sumatera Utara

(3)
(4)

Universitas Sumatera Utara

(5)

ABSTRAK

STRATEGI PEMASARAN KEDAI KOPI/ROTI AKUR BIENAM DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS COFFEE SHOP DI

RANTAUPRAPAT Nama : Sri Ufa Indira

Nim : 170907060

Program Studi : Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Dosen Pembimbing : Onan Marakali Siregar, S.Sos, M.Si Bisnis kuliner yang saat ini sangat diminati dan berkembang pesat di masyarakat adalah bisnis coffee shop. Ditengah munculnya persaingan bisnis coffee shop modern, Kedai Kopi/Roti Akur Bienam yang merupakan kedai kopi konvensional mampu mempertahankan eksistensinya selama 125 tahun. Hal ini menunjukkan adanya keberhasilan perusahaan menjalankan strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan bisnis coffee shop modern di Rantauprapat.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang berfokus pada bauran pemasaran (marketing mix) dengan indikator 7P Kedai Kopi/Roti Akur Bienam dalam menghadapi persaingan bisnis coffee shop di Rantauprapat. Bauran pemasaran sebagai bentuk implementasi strategi pemasaran dalam menghadapi persaingan bisnis.

Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dari penelitian ini di peroleh dari data primer dan data sekunder. Menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara serta data tambahan yang di peroleh dari jurnal, skripsi, buku serta internet.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kedai Kopi/Roti Akur Bienam mampu bersaing dalam persaingan bisnis dengan coffee shop yang ada di Rantauprapat yang ditinjau melalui strategi pemasaran melalui bauran pemasaran (marketing mix) 7P. Hal ini terbukti melalui data yang menunjukkan bahwa kedai Akur tetap ramai dikunjungi konsumen setiap harinya walau coffee shop modern sudah banyak berada di Kota Rantauprapat. Serta kualitas produk dan keberadaan kedai Akur yang sudah melegenda menjadi alasan kedai Akur menang dalam persaingan bisnis.

Kata Kunci: Kedai Kopi/Roti Akur Bienam, Strategi Pemasaran, Bauran Pemasaran 7P, Persaingan Bisnis, Rantauprapat

(6)

ii ABSTRACT

MARKETING STRATEGY OF KEDAI KOPI/ROTI AKUR BIENAM ACCORDING TO FACING COMPETITION IN THE COFFEE SHOP

BUSINESS IN RANTAUPRAPAT Name : Sri Ufa Indira Student Number : 170907060

Department : Business Administration Science Faculty : Social and Political Sciences

Advisor : Onan Marakali Siregar, S.Sos, M.Si The culinary business that is currently in great demand and growing rapidly in the community is the coffee shop business. In the midst of the emergence of modern coffee shop business competition, Kedai Kopi / Roti Akur Bienam which is a conventional coffee shop has been able to maintain its existence for 125 years. This shows the company's success in carrying out marketing strategies in the face of modern coffee shop business competition in Rantauprapat.

This study aims to determine a marketing strategy that focuses on the marketing mix with the 7P indicator of Kedai Kopi / Roti Akur Bienam in the face of competition in coffee shop business in Rantauprapat. Marketing mix as a form of marketing strategy implementation in business competition.

The form of research used in this study is qualitative descriptive approach.

Data from this study were obtained from primary and secondary data. Using data collection techniques by mean of interviews as well as additional data obtained from journals, theses, books and the internet.

The results showed that Kedai Kopi / Roti Akur Bienam was able to compete in business competition with coffee shops in Rantaprapat which reviewed a marketing strategy through 7P marketing mix. this is proven by data showing the Akur shop is still crowded with consumers visiting every day even though there are many modern coffee shops in Rantauprapat. The quality of products and the existence of the legendary accomodation shop, the reason for the accomodation shop winning in business competition.

Keywords: Kedai Kopi/Roti Akur Bienam, Marketing Strategy, 7P Marketing Mix, Business Competition, Rantauprapat

Universitas Sumatera Utara

(7)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT.

Yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang penulis beri judul “Strategi Pemasaran Kedai Kopi/Roti Akur Bienam Dalam Menghadapi Persaingan Bisnis Coffee Shop Di Rantauprapat.”

Penyusunan skripsi ini merupakan bagian dari persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara guna mendapatkan gelar sarjana. Penulis tak lepas dari bantuan orang-orang terdekat dalam usaha menyelesaikan skripsi ini, doa yang terus dipanjatkan untuk mendukung penulis, mendapatkan arahan dan bimbingan serta partisipasi ikut terjun dalam penelitian yang penulis lakukan.

Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada:

1. Kepada kedua orang tua saya Bapak Sofran Sagala dan Ibu Juli Syofnida Chaniago serta kedua adik kembar saya Akmal Faturrahman Sagala dan Ikmal Fahrurrozi Sagala.

2. Bapak Drs. Hendra Harahap, M.Si., Ph.D selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Prof. Dr. Marlon Sihombing, MA selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

(8)

iv

4. Bapak Onan Marakali Siregar, S.Sos, M.Si selaku Dosen Pembimbing yang telah banyak membantu dan membimbing hingga penulis mampu menyelesaikan skripsi.

5. Ibu Siswati Saragi, S. Sos., M.SP dan Bapak Ahmad Farid, S.H. selaku Staf Administrasi Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis yang telah mendukung penulis selama menjadi mahasiswa Prodi Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Sumatera Utara.

6. Kak Wulan Nabila Ardin yang telah banyak mendukung serta membimbing penulis hingga penyelesaian skripsi.

7. Seluruh Dosen dan staf karyawan di Prodi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang sudah mendukung penulis dalam penyelesaian skripsi.

8. Pemilik, para pegawai serta para pengunjung Kedai Kopi/Roti Akur Bienam yang telah mengizinkan penulis melakukan penelitian serta dukungan, ilmu dan arahan yang diberikan.

9. Saudara-saudari tercinta penulis Nenek Rosmiah Nasution, Oom Irwansyah Rambe, Bunda Yusmita Chaniago, Kakak Sepupu Melda Mahniza Chaniago, Kakak Sepupu Novi Rizky Amanda Sagala, Maktuo Yulizar Chaniago, Paktuo Yusfiansyah Chaniago, Adik Sepupu Yoga Baheramsyah Nst.,yang telah mendukung penulis melalui doa, harapan, ilmu, dorongan, partisipasi dalam kehidupan serta perkuliahan penulis.

10. Para sahabat penulis Rika Ramdani Hamsyah Lubis, Ririn Hamsyah Lubis, Maya Dhita, Ibu Jerniati, Bapak Ali Hamsyah Lubis, Kak Afrimadona, Bujing Dedek.

Universitas Sumatera Utara

(9)

11. Teman seperjuangan penulis Dina Harniati, Putri Indah Lestari Nst., Erliani Aulia, Yuli Afnida, Tsania Salsabila, Har Reza Asanah, Monik, Afifah Ainurrohmah Imroatu Firdausiah, Uswatun Hasanah, Zulfi Amandar Pasaribu, Muhammad Vadly Azhar Lubis, Harry Chrystian Purba, Muhammad Dwi Hardi, Widya Tasya, Della Agita Br Sembiring, Deo Fanni Nababan, Sondang A. Y. Nadeak, M. Rivaldi Mahardika, Prengki J Nababan, Khairunnisa Nasri yang saling membantu berjuang menyelesaikan skripsi.

12. Seluruh teman seperjuangan angkatan 2017 A dan B program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang sedang menyelesaikan skripsi.

13. Para saudara, sahabat yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu namanya yang telah mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi.

Penulis menyadari bahwa masih memiliki banyak kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik, saran, dan masukan dari semua pihak yang membaca agar lebih sempurna penulisannya.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga skripsi ini membawa banyak manfaat bagi khalayak ramai.

Medan, Agustus 2021 Penulis

Sri Ufa Indira

(10)

vi DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... x

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Masalah ... 7

1.4 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KERANGKA TEORI 2.1 Strategi ... 9

2.1.1 Pengertian Strategi ... 9

2.1.2 Tingkatan Strategi ... 10

2.1.3 Tipe-Tipe Strategi ... 12

2.2 Pemasaran ... 14

2.2.1 Pengertian Pemasaran ... 14

2.2.2 Konsep Pemasaran ... 15

2.3 Strategi Pemasaran ... 17

2.3.1 Pengertian Strategi Pemasaran ... 17

2.3.2 Unsur Strategi Pemasaran ... 18

2.4 Bauran Pemasaran ... 19

2.5 Persaingan Usaha ... 23

2.5.1 Pengertian Persaingan Usaha ... 23

2.5.2 Faktor Pendorong Persaingan ... 24

2.6 Strategi Umum Bertahan Saat Covid-19 ... … 26

2.7 Penelitian Terdahulu ... 26

2.8 Kerangka Pemikiran ... 30

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Bentuk Penelitian ... 30

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 30

3.3 Jenis dan Sumber Data ... 30

3.3.1 Jenis Data ... 30

3.3.2 Sumber Data ... 31

3.4 Informan Penelitian ... 32

3.5 Metode Analisis Data ... 32

BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian ... 34

Universitas Sumatera Utara

(11)

4.1.1 Sejarah Usaha ... 34

4.1.2 Profil Umum Usaha ... 35

4.1.3 Logo Perusahaan ... 36

4.1.4 Struktur Organisasi ... 37

4.2 Profil Informan ... 37

4.3 Penyajian Data ... 37

4.4 Hasil Wawancara ... 40

4.4.1 Hasil Wawancara Dengan Informan Kunci dan Informan Utama ... 40

4.4.2 Hasil Angket yang di Sebar Kepada 30 Responden ... 62

4.4.3 Identitas Responden ... 62

4.4.4 Pertanyaan Kepada Responden Mengenai Kedai Kopi/Roti Akur Bienam ... 64

4.5 Pembahasan ... 83

4.5.1 Strategi Pemasaran Bauran Pemasaran (marketing mix) 7P Kedai Kopi/Roti Akur Bienam ... 83

4.5.2 Strategi Pemasaran Produk Kedai Akur... 83

4.5.3 Strategi Pemasaran Harga Kedai Akur ... 86

4.5.4 Strategi Pemasaran Tempat Kedai Akur ... 88

4.5.5 Strategi Pemasaran Promosi Kedai Akur ... 89

4.5.6 Strategi Pemasaran Lingkungan Fisik Kedai Akur ... 91

4.5.7 Strategi Pemasaran Orang (people) Kedai Akur ... 92

4.5.8 Strategi Pemasaran Proses Kedai Akur ... 93

4.5.9 Persaingan Usaha Kedai Akur ... 94

4.6.0 Strategi Umum Bertahan Kedai Kopi/Roti Akur Bienam Saat Covid-19 ... 95

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 100

5.2 Saran ... 102 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(12)

viii

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1.1 Produksi Kopi di Indonesia Tahun 2016-2018

(000 Ton) ... 3

Tabel 1.2 Daftar Pesaing Kedai Kopi/Roti Akur Bienam di Kota Rantauprapat ... 4

Tabel 1.3 Harga Produk Kedai Kopi/Roti Akur Bienam ... 6

Tabel 1.4 Produksi Roti dan Kopi di Kedai Kopi/Roti Akur Bienam Per Hari ... 6

Table 4.1 Identitas Informan Kunci ... 38

Tabel 4.2 Identitas Informan Utama ... 38

Table 4.3 Identitas Informan Tambahan ... 39

Tabel 4.4 Informasi Jenis Kelamin Informan Kedai Kopi/Roti Akur Bienam ... 63

Tabel 4.5 Identitas Responden Berdasarkan Usia ... 63

Tabel 4.6 Informasi Mengetahui Kedai Kopi/Roti Akur Bienam ... 64

Tabel 4.7 Jumlah Kunjungan Konsumen Dalam Minggu Terakhir ... 65

Tabel 4.8 Pendapat Responden Mengenai Kualitas Produk Kedai Akur Bienam ... 65

Tabel 4.9 Perbedaan Bahan Baku Kedai Akur Dengan Bahan Baku Coffee Shop Yang Ada di Rantauprapat ... 66

Tabel 4.10 Rasa dari Produk Kedai Akur Sesuai Dengan Selera Lidah Konsumen ... 66

Tabel 4.11 Ketersediaan Produk di Kedai Kopi/Roti Akur Bienam ... 67

Tabel 4.12 Kedai Akur Memiliki Nama yang Unik ... 68

Tabel 4.13 Alasan Kedai Akur Memiliki Nama yang Mudah Diingat ... 68

Tabel 4.14 Kemasan Kedai Akur menarik ... 70

Tabel 4.15 Perbedaan Kemasan Kedai Akur dengan Coffee Shop di Rantauprapat ... 71

Tabel 4.16 Alasan Kedai Kopi/Roti Akur Bienam Memiliki Harga Standar ... 71

Tabel 4.17 Alasan Lebih Memilih Membeli Roti Bakar Akur Bienam Dibandingkan Roti Bakar Dari Coffe Shop di Rantauprapat ... 71

Tabel 4.18 Lokasi Kedai Akur Mudah di Jangkau Kendaraan Bermotor dan Angkot ... 73

Tabel 4.19 Lokasi Kedai Akur Sangat Luas ... 74

Tabel 4.20 Konsumen Mengetahui Kedai Akur Melalui ... 74

Tabel 4.21 Promosi Yang Dilihat dan Didengar Sesuai Dengan Produk yang Disajikan ... 74

Tabel 4.22 Alasan Menyukai Nuansa di Kedai Akur ... 75

Tabel 4.23 Kedai Akur Menjadi Lokasi Pilihan Saat Ingin Bersantai ... 76

Tabel 4.24 Alasan Menyukai Pelayanan Kedai Akur ... 77

Tabel 4.25 Pegawai Kedai Akur Kompeten Dalam Melayani ... 77

Tabel 4.26 Lebih Menyukai Pelayanan Kedai Akur Dibandingkan Pelayanan Coffee Shop di Rantauprapat. ... 78

Universitas Sumatera Utara

(13)

Tabel 4.27 Alasan Menyukai Proses Pembuatan Produk Kedai

Akur ... 79 Tabel 4.28 Menyukai Proses Kedai Akur Karena Proses yang

Cepat... 80 Tabel 4.29 Alasan Kedai Akur Lebih Unggul Dibandingkan Coffee

Shop Dalam Hal Aspek ... 81 Tabel 4.30 Kedai Akur Mampu Bersaing Dengan Coffee Shop

Karena Dapat Dinikmati Oleh Berbagai Golongan ... 82

(14)

x

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Konsep Inti Pemasaran ... 17

Gambar 2.2 Kerangka Berpikir ... 29

Gambar 4.1 Profil Kedai Kopi/Roti Akur Bienam ... 36

Gambar 4.2 Logo Perusahaan ... 36

Gambar 4.3 Struktur Organisasi Kedai Kopi/Roti Akur ... 37

Universitas Sumatera Utara

(15)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Persaingan global yang terjadi di Indonesia menuntut pelaku bisnis untuk terus mengembangkan strateginya di pasar. Era globalisasi seperti saat ini, persaingan bisnis menjadi sangat tajam, baik di pasar domestik (nasional) maupun di pasar internasional atau global. Situasi yang demikian, tidak ada lagi pilihan lain bagi pelaku bisnis kecuali berusaha untuk menghadapinya atau sama sekali keluar dari arena persaingan. Seperti yang dikemukakan Bestari (2003: 85) bahwa respon yang paling baik untuk melindungi pasar yaitu dengan melakukan inovasi terus menerus (continous innovation) karenanya pelaku bisnis perlu terus berinovasi mengembangkan strategi pemasarannya guna menghadapi persaingan bisnis.

Strategi pemasaran yang efisien merupakan kontribusi penting dalam setiap kesuksesan bisnis. Memahami strategi pemasaran yang ada dan kerja keras pelaku usaha di perusahaan akan meningkatkan kinerja perusahaan. Strategi pemasaran adalah salah satu cara memenangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan baik itu untuk perusahaan yang memproduksi barang atau jasa.

Dipandang dari semakin tumbuhnya persaingan bisnis, maka diperlukan adanya perencanaan yang menyeluruh untuk dijadikan pedoman bagi aspek perusahaan dalam menjalankan kegiatannya. Perusahaan hendaknya mengetahui pasar di mana nantinya produk atau jasa yang diproduksi akan ditawarkan atau

(16)

2

dipasarkan (Umar, 2005: 58). Salah satu usaha bisnis yang memiliki banyak pesaing ialah usaha bisnis kuliner.

Bisnis kuliner adalah salah satu bidang usaha yang berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan bisnis kuliner ini berpotensi untuk terus berkembang. Bisnis kuliner menjadi sebuah bisnis yang sanggup menghasilkan keuntungan mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Data ini sejalan dengan data yang dimiliki oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Salah satu usaha bisnis kuliner yang menguntungkan adalah kedai kopi.

Kedai kopi telah ada di Indonesia sejak tahun 1878, mulai dari warung kopi dalam bentuk yang kecil sampai besar.

Menurut Raharjo dan Bismo (Hong et al., 2020) kopi termasuk dalam kategori komoditi strategis di Indonesia. Indonesia merupakan pengekspor kopi terbesar keempat dunia dengan pangsa pasar sekitar 11 persen di dunia. Indonesia, perkembangan produksi kopi Perkebunan Besar (PB) dari tahun 2016 sampai dengan 2018 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2016 produksi kopi sebesar 31,87 ribu ton menurun menjadi 30,29 ribu ton pada tahun 2017 atau terjadi penurunan sebesar 4,95 persen. Tahun 2018 produksi kopi turun menjadi 28,14 ribu ton atau turun sebesar 7,1 persen (lihat tabel 1.1).

Universitas Sumatera Utara

(17)

Tabel 1.1

Produksi Kopi di Indonesia Tahun 2016-2018 (000 Ton)

Sumber: Badan Pusat Statistik (2018)

Apabila dilihat menurut provinsi, produksi kopi yang terbesar terjadi pada tahun 2018 yaitu berasal dari Provinsi Jawa Timur dengan produksi sebesar 28,87 ribu ton atau 3,53 persen dari total produksi Indonesia. Bagi Perkebunan Rakyat (PR), produksi dari tahun 2016 sampai 2018 cenderung mengalami peningkatan setiap tahun. Produksi pada tahun 2016 sekitar 632 ribu ton, pada tahun 2017 menjadi 685,80 ribu ton atau meningkat 8,51 persen. Tahun 2018 mencapai 685,79 ribu ton atau turun 0,002 persen dibandingkan dengan tahun 2017.

Menurut provinsi, produksi PR pada tahun 2018 terbanyak berasal dari provinsi Sumatera Selatan yang mencapai 184,17 ribu ton atau sekitar 25,80 persen dari total produksi nasional.

Tingginya tingkat produksi kopi di Indonesia sejalan dengan tingkat permintaan dan konsumsi kopi dipasaran. Mulai dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2015 tercatat terjadi peningkatan kebutuhan kopi di Indonesia mulai dari 190.000.000 kg dengan tingkat konsumsi kopi sebesar 0.80 sampai 280.000.000 dengan tingkat konsumsi kopi 1.08. Sedangkan menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Kementerian Pertanian, konsumsi kopi nasional pada 2016 mencapai sekitar 249.800 ton. Tahun 2018, angkanya tumbuh menjadi 314.400

(18)

4

ton. Kedepannya konsumsi kopi Indonesia diprediksi terus tumbuh rata-rata sebesar 8,22 persen per tahunnya. Tahun 2021, estimasi konsumsi kopi diprediksi mencapai angka 370.000 ton.

Tabel 1.2

Daftar Pesaing Kedai Kopi/Roti Akur Bienam di Kota Rantauprapat No. Nama Kedai Kopi Pesaing

1. Kedai Kopi On Mada 2. Kedai Kopi Gelas Batu 3. Kedai Kopi Abstrak 4. Kedai Kopi Z&S 5. Kedai Kopi Kok Tong 6. Kedai Kopi RP

7. Kedai Kopi Sollah 8. Kedai Kopi Sap 9. Friend Coffee Shop 10. Warkop Tata Café 11. Warung Kopi Wak 12. Warung Kopi Botimon 13. Kedai Kopi Kong Kali Kong 14. Coffee Shop Ben'z

15. Dapor Gayo Kopi 16. Kedai Kopi Amey 17. Jen's Corner Kopi 18. Kedai Kopi Aroma 19. Coffee Shop Taksa 20. Kedai Kopi Seulanga Sumber: Peneliti (2021)

Berdasarkan tabel 1.2 dapat dilihat bahwa jumlah kedai kopi yang berada di Kota Rantauprapat cukup banyak, terdapat beberapa kedai kopi yang menjadi

Universitas Sumatera Utara

(19)

pesaing Kedai Kopi/Roti Akur Bienam sehingga menciptakan persaingan yang sangat ketat antar kedai kopi. Banyaknya kedai kopi juga coffee shop modern yang ada hampir di tiap sudut Kota Rantauprapat menunjukkan bahwa bisnis kedai kopi memang cukup menjanjikan karena kedai kopi semakin tumbuh berkembang dengan sangat pesat. Persaingan bisnis pada bidang kuliner coffee shop sangat ketat sehingga menuntut pemilik bisnis kedai kopi untuk mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi di pasar dengan berbagai cara yang digunakan agar konsumen tertarik dengan barang yang dijual.

Seiring meningkatnya bisnis kopi serta adanya perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, harapannya jumlah pengunjung di kedai kopi mengalami peningkatan. Semakin banyak pengunjung yang datang juga akan membuat kedai kopi lebih banyak dikenal masyarakat. Menurut Basu (Dwinanda et al., 2020) persaingan usaha adalah istilah yang sering muncul dalam berbagai literatur yang menuliskan perihal hukum persaingan bisnis. Munculnya persaingan bisnis coffee shop modern menunjukkan apakah adanya keberhasilan Kedai Kopi/Roti Akur Bienam dalam menjalankan strategi pemasarannya menghadapi persaingan bisnis coffee shop di Rantauprapat.

Berdasarkan hasil observasi didapatkan bahwa Kedai Kopi/Roti Akur Bienam mampu bersaing dengan coffee shop lainnya yang ada di Rantauprapat.

Dibuktikan dengan khas roti tawar tanpa bahan pengawet kemudian dipanggang dengan arang hingga mengeluarkan aroma yang khas. Roti Bakar Akur ini juga menjadi salah satu kuliner dan makanan khas Rantauprapat. Roti Bakar Akur ini juga sudah berdiri sangat lama sehingga tidak sedikit orang yang mengenal

(20)

6

namanya. Kedai Kopi/Roti Akur Bienam adalah warung kopi pertama yang ada di Kota Rantauprapat.

Tabel 1.3

Harga Produk Kedai Kopi/Roti Akur Bienam

No. Produk Harga

1. Roti Bakar Semua Rasa (Selai Srikaya, Selai Coklat,

Selai Mentega Gula)

Rp 12.000

2. Kopi Hitam Rp 5000

3. Kopi Susu Rp 8000

4. The Manis Rp 5000

Sumber: Kedai Kopi/Roti Akur Bienam (2021)

Tabel 1.4

Produksi Roti dan Kopi di Kedai Kopi/Roti Akur Bienam Per Hari

No. Produk Jumlah Habis Terjual/Hari

1. Roti Bakar Selai Srikaya >300 Batang/Hari 2. Roti Bakar Selai Mentega Gula >200 Batang/Hari 3. Roti Bakar Selai Coklat >100 Batang/Hari 4. Roti Bakar Selai Campur >200 Batang/Hari

5. Kopi >60 Gelas/Hari

6. Kopi Susu >60 Gelas/Hari

7. Teh Manis >60 Gelas/Hari

Sumber: Kedai Kopi/Roti Akur Bienam (2021)

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti, Kedai Kopi/Roti Akur Bienam menerapkan strategi pemasarannya dengan menawarkan kenyamanan kepada para pelanggan dengan menikmati kopi berkualitas plus roti bakar yang memiliki ciri khas tersendiri. Namun dalam menerapkan strategi bisnis untuk

Universitas Sumatera Utara

(21)

meningkatkan loyalitas pelanggannya, terdapat beberapa kendala yang menghalangi yaitu banyaknya pesaing dengan usaha sejenis. Walau begitu dengan keunggulan bersaing yang dimiliki kedai kopi Akur, ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penulis untuk meneliti lebih jauh. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk membuat tugas akhir dengan judul “Strategi Pemasaran Kedai Kopi/Roti Akur Bienam Dalam Menghadapi Persaingan Bisnis Coffee Shop Di Rantauprapat”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan, maka dapat ditarik rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana Penerapan Strategi Pemasaran Kedai Kopi/Roti Akur Bienam Dalam Menghadapi Persaingan Bisnis Coffee Shop Di Rantauprapat”.

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemasaran melalui bauran pemasaran 7P Kedai Kopi/Roti Akur Bienam dalam menghadapi persaingan bisnis coffee shop di Kota Rantauprapat.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk melatih meningkatkan dan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta lebih mengerti dan memahami teori-teori yang didapat selama proses perkuliahan.

2. Bagi pemilik usaha, diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menjadi kontribusi atau bantuan bagi pelaku usaha Kedai Kopi/Roti Akur Bienam

(22)

8

dalam memperhatikan strategi pemasaran yang dilakukan agar bisnis yang dijalankan dapat berkembang lebih baik lagi kedepannya.

3. Bagi Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan serta diharapkan mampu dipergunakan seperlunya sebagai referensi guna membantu penelitian baru yang akan mendatang. Serta dapat memberikan sumbangan kepustakaan merupakan informasi tambahan yang berguna dan memberikan sumbangan pemikiran bagi pihak- pihak yang mempunyai permasalahan yang sama atau ingin mengadakan penelitian lebih lanjut.

Universitas Sumatera Utara

(23)

BAB II

KERANGKA TEORI

2.1 Strategi

2.1.1 Pengertian Strategi

Menurut Doembana et al (2017: 12) strategi adalah keseluruhan keputusan kondisional tentang tindakan yang akan dijalankan guna mencapai tujuan.

Menurut Byrne dan Hasan (Labaso, 2018) mendefinisikan strategi adalah sebuah pola yang mendasar dari sasaran yang berjalan dan yang direncanakan, penyebaran sumber daya dan interaksi organisasi dengan pasar, pesaing, serta faktor-faktor lingkungan. Strategi pemasaran sangat penting diperhatikan agar produk/jasa yang dihasilkan dapat memberikan rasa kepuasan kepada pelanggan, sehingga pada gilirannya akan memberikan impact berupa loyalitas pelanggan kepada perusahaan, selaku produsen dari produk/jasa tersebut.

Menurut Arifuddin et al (2020: 18-19) mendefinisikan strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai. Strategi bisnis mancakup ekspansi geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, pengetatan, divestasi, likuidasi, dan usaha patungan atau joint venture. Strategi merupakan tindakan, langkah-langkah sebuah organisasi secara keseluruhan guna mencapai misi/tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Strategi yaitu untuk mempertahankan eksistensi perusahaan serta untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Strategi dilakukan suatu organisasi demi kehidupan berkelanjutan sebuah perusahaan. Selain demi laba atau keuntungan strategi juga dilakukan organisasi untuk dapat bersaing di dunia bisnis.

(24)

10

2.1.2 Tingkatan Strategi

Menurut Doembana et al (2017: 19-21) tingkat-tingkat strategi menyangkut enterprise strategy, corporate strategy, business strategy and functional strategy. Seorang pemimpin perusahaan akan mengambil keputusan strategik dengan mempertimbangkan untung ruginya. Pertimbangan seperti itu perlu dilakukan agar keputusan yang diambil tidak beresiko negatif terhadap perusahaan yang dipimpinnya. Perusahaan perlu menyusun strategi untuk tiga level yang berbeda dalam organisasi yaitu :

1. Corporate Strategy, strategi korporat menjelaskan wilayah bisnis yang ingin dimasuki perusahaan. Perusahaan dapat menggunakan salah satu bentuk strategi korporat, yaitu:

a. Strategi bisnis tunggal

Perusahaan dapat mengkonsentrasikan seluruh sumber daya dan keahliannya pada produk atau jasa. Akan tetapi strategi ini meningkatkan kerentanan perusahaan terhadap persaingan dan perubahan lingkungan eksternal.

b. Strategi diversifikasi berhubungan

Membuat perusahaan mampu meningkatkan kompetensi disatu pasar agar dapat memperkuat daya saingnya di pasar lain. Diversifikasi yang berhubungan memiliki beberapa keuntungan. Pertama, perusahaan tidak terlalu tergantung pada satu produk atau jasa, sehingga perusahaan tidak terlalu rentan terhadap ancaman persaingan atau ekonomi.

c. Strategi diversifikasi yang tidak berhubungan

Universitas Sumatera Utara

(25)

Perusahaan beroperasi di beberapa industri dan pasar yang saling berhubungan.

2. Functional strategy, strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain. Ada tiga jenis strategi fungsional yang bisa mendukung konsep tersebut yakni strategi fungsional ekonomi, strategi fungsional manajemen, dan strategi isu strategik.

3. Business strategy,strategi bisnis berfokus pada bisnis khusus, anak perusahaan atau unit operasi khusus dalam perusahaan. Tiga bentuk dasar strategi bisnis adalah:

a. Diferensial

Berusaha membangun dan mempertahankan citra (baik nyata maupun hanya anggapan) bahwa barang atau jasa SBU (strategic business units) pada dasarnya unik dibandingkan dengan barang atau jasa lain diaspek pasar yang sama.

b. Kepemimpinan biaya penuh

Perusahaan berfokus pada pencapaian prosedur operasi yang sangat efisien sehingga biayanya lebih rendah dibandingkan dengan biaya para pesaingnya.

c. Fokus

Perusahaan membuat target atas tipe produk tertentu untuk kelompok pelanggan atau wilayah tertentu. Kelompok pelanggan ini dapat dibagi berdasarkan wilayah geografis, etnis, daya beli, selera, atau faktor lain yanag mempengaruhi pola pembelian. Strategi tingkat bisnis diterapkan oleh masing-masing unit bisnis strategi. Strategi bisnis biasanya diformulasikan

(26)

12

oleh manajer tingkat bisnis melalui negosiasi dengan manajer korporasi dan memusatkan pada cara bersaing dalam dunia bisnis. Strategi bisnis harus melalui dan diperoleh serta didukung oleh strategi korporasi.

4. Enterprise strategy berkaitan dengan respon masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada diluar organisasi yang tidak dapat dikontrol. Masyarakat yang tidak terkendali, ada pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok politik dan kelompok sosial. Kelompok-kelompok ini mempunyai keterkaitan dan tuntutan yang sangat bervariasi terhadap organisasi.

2.1.3 Tipe-tipe Strategi

Menurut Rachmat (Putra, 2020) mendefinisikan tipe strategi sebagai strategi alternatif yang dapat dikejar perusahaan apabila perusahaan menjalankan beberapa strategi risiko sekaligus, hal tersebut dapat menjadi sangat berisiko.

Maka, perusahaan harus mengutamakan prioritas dan sumber daya terbatas yang dimiliki perusahaan.

1. Strategi integrasi ke depan, integrasi ke belakang, dan integrasi horizontal secara kolektif disebut sebagai integrasi vertikal (vertical integration).

Integrasi vertikal memungkinkan sebuah perusahaan memperoleh kendali atas distributor, pemasok (supplier), dan pesaing.

a. Strategi integrasi ke depan berkaitan dengan usaha untuk memperoleh kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas distributor.

b. Strategi integrasi ke belakang.

Universitas Sumatera Utara

(27)

Strategi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pemasok perusahaan. Strategi tersebut sangat tepat ketika pemasok perusahaan yang ada saat ini tidak bisa diandalkan, terlampau mahal, atau tidak mampu memenuhi kebutuhan perusahaan.

c. Strategi integrasi horizontal. Strategi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pesaing perusahaan. Merger, akuisisi, dan pengambilan di antara pesaing memungkinkan peningkatan skala ekonomi serta mendorong transfer sumber daya dan kompetensi.

2. Strategi intensif terbagi menjadi analisis strategi ke dalam pasar dan produk.

Dapat digunakan pada saat menentukan strategi atas produk baru atau penawaran produk baru di pasar yang ada ataupun pasar yang baru. Penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk disebut sebagai strategi intensif untuk meningkatkan posisi kompetitif suatu perusahaan dengan produk yang ada saat ini.

a. Strategi penetrasi pasar adalah strategi yang mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat ini melalui upaya pemasaran yang lebih besar.

b. Strategi pengembangan pasar meliputi pengenalan produk atau jasa yang ada saat ini ke wilayah-wilayah geografis yang baru.

c. Strategi pengembangan produk mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi produk atau jasa yang ada saat ini.

(28)

14

3. Strategi diversifikasi

Ada dua tipe umum strategi diversifikasi, yaitu terkait dan tidak terkait.

Dikatakan terkait apabila rantai nilai bisnis memiliki kesesuaian strategik lintas bisnis yang bernilai secara kompetitif. Bisnis dikatakan tidak terkait apabila rantai nilai bisnis yang bernilai secara kompetitif yang terbagi menjadi dua yaitu horizontal ditujukan kepada pelanggan yang sudah ada dan konglomerat ditujukan bagi pelanggan baru.

4. Strategi defensif, perusahaan dapat melakukan penciutan, divestasi, dan likuidasi. Penciutan terjadi apabila perusahaan melakukan pengelompokan ulang melalui pengurangi biaya dan aset untuk membalik penjualan dan laba yang menurun. Divestasi adalah menjual satu divisi atau bagian dari suatu perusahaan. Divestasi dapat menjadi bagian dari keseluruhan strategi penciutan untuk membebaskan organisasi dari bisnis yang tidak lebih menguntungkan, yang membutuhkan terlalu banyak modal atau yang tidak begitu sesuai dengan aktivitas perusahaan yang lain. Likuidasi adalah menjual seluruh aset perusahaan secara terpisah-pisah untuk kekayaan berwujudnya.

2.2 Pemasaran

2.2.1 Pengertian Pemasaran

Menurut Handayani dan Fathoni (2019: 7) pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang harus dilakukan oleh perusahaan. Secara historis, kemunculan kajian pemasaran dimulai sejak berkembangnya teori-teori ekonomi kapitalis dan sosialis tentang pertumbuhan budaya konsumsi. Meskipun kemunculan dan pertumbuhan kajian pemasaran dimulai pada tahun 1900-an, namun pada dasarnya kajian ini telah ada sejak kapitalisme industri yang

Universitas Sumatera Utara

(29)

didasarkan pada teori pasar bebas dan invisible hand. menurut Doembana et al (2017: 57) pemasaran perlu dipahami dalam arti yang lebih luas, yaitu suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.

Menurut Sitorus dan Utami (2017: 2) perusahaan seperti bagian produksi dan logistik yang juga memiliki tanggung jawab atas manajemen pasokan, pemasar juga bertanggung jawab atas manajemen permintaan. Mereka berusaha memengaruhi tingkat, waktu, dan komposisi permintaan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perkembangannya pada saat ini dunia pemasaran bergerak menuju era digital dengan tetap berorientasi pada konsumen, seorang pemasar perlu mempertimbangkan aspek bauran pemasaran bagi konsumen dengan melakukan pemetaan terhadap kondisi pasar dengan cara membagi pasar menjadi kelompok- kelompok homogen berdasarkan faktor geografis, demografis, psikografis dan perilaku konsumen seperti gaya hidup dan kebiasaan berbelanja.

2.2.2 Konsep Pemasaran

Untuk memahami strategi pemasaran, kita perlu memahami serangkaian konsep inti dalam pemasaran. Beberapa konsep inti dalam pemasaran diantaranya adalah:

1. Kebutuhan, keinginan, dan permintaan

Kebutuhan adalah syarat hidup dasar manusia. Kebutuhan akan menjadi keinginan ketika diarahkan ke objek tertentu. Permintaan adalah keinginan akan produk-produk tertentu yang didukung oleh kemampuan untuk membayar 2. Segmentation, positioning and targetting

(30)

16

Seorang pemasar jarang dapat memuaskan semua orang dalam satu pasar.

Karenanya, pemasar memulai dengan membagi pasar ke dalam aspek-aspek.

Mereka mengidentifikasi dan membuat profil dari kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin lebih menyukai bauran produk dan jasa yang beragam.

3. Penawaran dan merek

Penawaran dapat berupa suatu kombinasi produk, jasa, informasi dan pengalaman. Merek adalah suatu penawaran dari sumber yang diketahui.

4. Nilai dan kepuasan

Nilai mencerminkan sejumlah manfaat baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, dan biaya yang dipersepsikan oleh pelanggan. Kepuasan mencerminkan penilaian seseorang tentang kinerja produk anggapannya (atau hasil) dalam kaitannya dengan ekspektasi.

5. Saluran pemasaran

Untuk mencapai pasar sasaran, pemasar menggunakan tiga jenis saluran pemasaran yaitu saluran komunikasi, saluran distribusi dan saluran layanan.

6. Rantai pasokan (supply chain)

Rantai pasokan adalah saluran yang lebih panjang yang membentang dari bahan mentah hingga komponen sampai produk akhir dihantarkan ke pembeli akhir.

7. Persaingan

Persaingan mencakup semua penawaran dan produk substitusi yang ditawarkan oleh pesaing baik yang aktual maupun yang potensial, yang mungkin dipertimbangkan oleh seorang pembeli.

Universitas Sumatera Utara

(31)

8. Lingkungan pemasaran

Lingkungan pemasaran terdiri dari lingkungan tugas (perusahaan, pemasok, distributor, dealer dan pelanggan sasaran) dan lingkungan demografis (lingkungan ekonomi, fisik, teknologi, politik-hukum dan sosial budaya) (Farhan, 2017: 68-69).

Gambar 2.1 Konsep inti pemasaran

Sumber: Manajemen Pemasaran (2017: 2)

2.3 Strategi Pemasaran

2.3.1 Pengertian Strategi Pemasaran

Berikut adalah penjelasan Hamid (2020) “Strategi pemasaran adalah sekumpulan tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberikan arahan kepada upaya pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada setiap tingkatan dan acuan serta peruntukannya, terutama dalam menanggapi perusahaan dalam menghadapi lingkungan”. Menurut Assauri (Hamid, 2020) strategi pemasaran adalah rencana yang komprehensif, terintegrasi, dan terpadu yang memberikan pedoman pada kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan pemasaran suatu perusahaan.

(32)

18

Menurut Kotler dan Keller (Hamid, 2020) menjelaskan bahwa strategi pemasaran merupakan pengambilan keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dengan kondisi lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan yang dihadapi. Menurut McCarthy (Hamid, 2020) tujuan dari strategi pemasaran perusahaan adalah agar strategi yang diterapkan lebih efektif dan mencapai profitabilitas yang berkelanjutan, sehingga harus berorientasi pada product, price, promotion and place. Jadi, strategi pemasaran merupakan upaya, tindakan yang dilakukan organisasi di dalam sebuah lingkungan bisnis. Strategi pemasaran dilakukan organisasi guna mencapai misi perusahaan. Penetapan strategi pemasaran yang baik akan membawa perusahaan ke posisi yang baik pula.

2.3.2 Unsur Strategi Pemasaran

Berikut adalah penjelasan Mubarok dan Maldina (2017: 78-79) bahwa unsur strategi pemasaran ada tiga yaitu: segmentation, targeting, and positioning yang akan dijelaskan seperti berikut:

1. Segmentation, yaitu tindakan mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah. Masing-masing konsumen dibedakan menurut karakteristik kebutuhan produk dan bauran pemasaran tersendiri.

2. Targeting, yaitu tindakan memilih satu atau lebih aspek pasar yang akan dimasuki. Unsur targeting memiliki aspek-aspek yang perlu dievaluasi yaitu:

a. Ukuran dan pertumbuhan aspek, perusahaan perlu mengevaluasi data mengenai tingkat permintaan pasar, tingkat pertumbuhan pasar, serta tingkat keuntungan yang diharapkan dari setiap aspek.

Universitas Sumatera Utara

(33)

b. Daya tarik aspek, setelah mengetahui ukuran dan pertumbuhan aspek, perusahaan perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi daya tarik jangka panjang setiap aspek.

c. Sasaran dan sumber daya perusahaan, apabila setiap aspek memiliki ukuran dan pertumbuhan aspek tepat, maka perusahaan perlu menentukan sasaran dan sumber daya perusahaan. Suatu aspek yang besar dan menarik mungkin tidak akan berarti apa-apa apabila perusahaan tidak memiliki sumber daya yang tepat untuk bersaing diaspek ini.

3. Positioning adalah menetapkan posisi pasar, tujuannya adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang ada di pasar ke dalam benak konsumen. Strategi penentuan posisi pasar terdiri dari:

dasar atribut (harga murah atau harga mahal), menurut kelas pengguna, menurut kelas produk.

2.4 Bauran Pemasaran

Putri (2017: 81) menyebutkan bahwa terdapat banyak tulisan dalam literatur yang mendorong manajer untuk menggunakan model bauran pemasaran untuk memandu pengambilan keputusan. Pengembangan strategi pemasaran, dikembangkan dengan menerapkan bauran pemasaran atau yang dikenal dengan marketing mix atau strategi 4P: Product, Price, Place, and Promotion. Kegiatan- kegiatan ini perlu dikombinasikan dan di koordinasikan agar perusahaan dapat melakukan tugas pemasarannya seefektif mungkin. Jadi, perusahaan/organisasi tidak hanya sekedar memilih kombinasi yang terbaik saja, tetapi juga harus mengkoordinasikan berbagai macam elemen dari marketing mix tersebut.

(34)

20

Menurut Kotler dan Amstrong (Masyitah, 2020) dalam bauran pemasaran terdapat seperangkat alat pemasaran yang dikenal dalam istilah 4P, yaitu product (produk), price (harga), place (tempat atau saluran distribusi), dan promotion (promosi), sedangkan dalam pemasaran tambahan seperti people (orang), physical evidence (fasilitas fisik), dan process (proses), sehingga dikenal dengan istilah 7P maka dapat disimpulkan bauran pemasaran jasa yaitu product, price, place, promotion, people, physical evidence, and process. Adapun pengertian 7P yakni:

1. Product (produk)

Produk adalah mengelola unsur produk termasuk perencanaan dan pengembangan produk atau jasa yang tepat untuk dipasarkan dengan mengubah produk atau jasa yang ada dengan menambah dan mengambil tindakan yang lain yang mempengaruhi bermacam-macam produk atau jasa.

Menurut Utami dan Firdaus (2018: 138) produk juga dapat diartikan sebagai sekumpulan atribut berupa fitur, fungsi, manfaat, dan penggunaan yang digunakan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Kerangka perilaku konsumen, produk merupakan salah satu indikator dalam melakukan pencarian, pembelian, penggunaan, dan evaluasi produk.

2. Price (harga)

Harga adalah suatu sistem manajemen perusahaan yang akan menentukan harga dasar yang tepat bagi produk atau jasa dan harus menentukan strategi yang menyangkut potongan harga, pembayaran ongkos angkut dan berbagi variabel yang bersangkutan. Menurut Khasanah (2015: 166) harga adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan suatu produk. Menurut budianto (2015: 257) harga merupakan elemen yang

Universitas Sumatera Utara

(35)

paling fleksibel sebagai faktor yang paling penting dan paling rumit yang dihadapi oleh manajer perusahaan, sehingga penetapan harga adalah permasalahan yang paling utama yang harus dihadapi oleh para eksekutif.

3. Promotion (promosi)

Promosi merupakan kegiatan untuk mengkomunikasikan kelebihan-kelebihan produk dan membujuk konsumen untuk membelinya, dengan kata lain promosi adalah kegiatan memperkenalkan suatu produk dari perusahaan tertentu agar dapat dikenal publik dan menarik minat pembeli kegiatan promosi ini biasanya merupakan komponen yang menjadi prioritas dari kegiatan pemasaran. Dengan adanya promosi maka konsumen mengetahui bahwa perusahaan meluncurkan produk baru yang menarik konsumen untuk melakukan kegiatan pembelian.

Menurut Abbas (2015: 248) promosi merupakan salah satu variabel marketing mix yang sangat penting untuk membuka pangsa pasar yang baru atau memperluas jaringan pemasaran. Promosi merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk atau mengingatkan pasar sasaran (konsumen) atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan oleh perusahaan yang bersangkutan.

4. Place (tempat) atau distribusi

Tempat atau distribusi yakni memilih dan mengelola saluran perdagangan yang dipakai untuk menyalurkan produk atau jasa dan juga untuk melayani pasar sasaran, serta mengembangkan sistem distribusi untuk pengiriman dan perniagaan produk secara fisik. Menurut Khasanah (2015: 167) lokasi berarti berhubungan dengan tempat perusahaan jasa/produk harus bermarkas dan

(36)

22

melakukan aktivitas kegiatannya. Lokasi yang strategis, nyaman dan mudah dijangkau akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

5. People (orang)

Orang adalah semua pelaku yang memainkan peranan penting dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli. Elemen dari orang adalah pegawai perusahaan, konsumen, dan konsumen lain. Semua sikap dan tindakan karyawan, cara berpakaian karyawan dan penampilan karyawan memiliki pengaruh terhadap keberhasilan penyampaian jasa. Menurut Dimyati (Nur, 2019) people merupakan individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu di dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus berlatih dan dikembangkan kemampuannya.

6. Process (proses)

Proses adalah semua prosedur aktual, mekanisme, dan aliran aktivitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa. Elemen proses ini memiliki arti sesuatu untuk menyampaikan jasa. Proses dalam jasa merupakan faktor utama dalam bauran pemasaran jasa seperti pelanggan jasa akan senang merasakan sistem penyerahan jasa sebagai bagian jasa itu sendiri. Menurut Khasanah (2015: 167) proses diartikan sebagai prosedur dalam rangkaian aktivitas untuk menyampaikan jasa dari produsen ke konsumen. Konteks jasa pendidikan, proses adalah prosedur pendidikan yang mendukung terselenggaranya proses kegiatan belajar mengajar guna terbentuknya produk/lulusan yang diinginkan 7. Physical evidence (sarana fisik)

Sarana fisik merupakan hal nyata yang turut mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Universitas Sumatera Utara

(37)

Menurut Machali dan Hidayat (2016: 293) unsur yang termasuk dalam sarana fisik antara lain lingkungan atau bangunan fisik, peralatan, perlengkapan, logo, warna dan barang-barang lainnya. Physical Evidence (bukti fisik) merupakan lingkungan fisik tempat jasa diciptakan, yang langsung berinteraksi dengan konsumennya. Menurut Dimyati (Nur, 2019) Sarana fisik merupakan lingkungan fisik perusahaan jasa layanan diciptakan di mana penyedia jasa dan pelayanan berinteraksi, ditambah unsur-unsur berwujud yang ada dipakai untuk berkomunikasi atau mendukung peran jasa.

Ketujuh elemen marketing mix merupakan panduan yang mesti digunakan oleh pelaku bisnis dalam strategi pemasaran. Demi kelangsungan hidup perusahaan perlu diperhatikan dengan baik strategi pemasaran yang digunakan.

bauran pemasaran dalam memenangkan persaingan bisnispun merupakan pilihan yang tepat sebagai strategi yang akan digunakan karena dapat menarik konsumen untuk menjadi pelanggan yang setia.

2.5 Persaingan Usaha

2.5.1 Pengertian Persaingan Usaha

Menurut Kuncoro (Masyitah, 2020) mendefinisikan persaingan adalah keadaan ketika organisasi berlomba untuk mencapai tujuan atau hasil yang diinginkan seperti konsumen, pangsa pasar, peringkat survei, atau sumber daya yang dibutuhkan. Sedangkan menurut Swastha dan Sukotjo (Masyitah, 2020) Persaingan usaha (bisnis) adalah istilah yang sering muncul dalam berbagai literatur yang menuliskan perihal aspek hukum persaingan bisnis. Terdapat dua sisi yang ditimbulkan oleh persaingan, yaitu sisi kesuksesan karena mendorong perusahaan-perusahaan untuk lebih dinamis dan bersaing dalam menghasilkan

(38)

24

produk serta memberikan layanan terbaik bagi pasarnya, sehingga persaingan dianggapnya sebagai peluang yang memotivasi.

Sisi lainnya adalah kegagalan karena akan memperlemah perusahaan- perusahaan yang bersifat statis, takut akan persaingan dan tidak mampu menghasilkan produk-produk yang berkualitas, sehingga persaingan merupakan ancaman bagi perusahaannya. Persaingan bisnis merupakan hal yang bersifat umum dan pasti terjadi di sebuah bisnis. Persaingan bisnis merupakan kompetisi, perlombaan antara pedagang kecil maupun perusahaan demi mendapatkan pelanggan sebanyak mungkin, keuntungan sebesar mungkin dan mendapat pangsa pasar.

2.5.2 Faktor pendorong persaingan

Siagian (Ema, 2018) mengatakan bahwa munculnya persaingan di dalam sebuah bisnis tentunya dipicu oleh adanya faktor pendorong persaingan. Pakar manajemen strategi menyoroti lima hal yang perlu diperhitungkan dalam menentukan kemampuan bersaing yang meliputi:

1. Ancaman dari para pendatang baru merupakan seberapa mudah atau sulit bagi pendatang baru untuk memasuki pasar. Biasanya semakin tinggi hambatan masuk, semakin rendah ancaman yang masuk dari pendatang baru.

2. Faktor pemasok biasanya sedikit jumlah pemasok, semakin penting produk yang dipasok, dan semakin kuat posisi tawarnya. Demikian juga dengan kekuatan tawar pembeli, dimana kita bisa melihat bahwa semakin besar pembelian, semakin banyak pilihan yang tersedia bagi pembeli dan pada umumnya akan membuat posisi pembeli semakin kuat.

Universitas Sumatera Utara

(39)

3. Faktor pembeli mencakup faktor- faktor seperti pembeli, informasi pembeli.

Daya tawar menawar pembeli mempengaruhi harga yang ditetapkan pedagang.

4. Faktor produk subtitusi mencakup faktor-faktor seperti biaya perpindahan dan loyalitas pembeli menentukan sejauh mana pelanggan-pelanggan cenderung untuk membeli suatu produk pengganti.

5. Faktor persaingan semakin banyak, pesaing dengan produk yang sama maka akan menentukan kekuatan produk yang ada di pasar yang meliputi kekuatan harga dan kekuatan penawaran permintaan produk. Persaingan yang makin tajam terjadi apabila:

a. Makin banyak perusahaan yang menghasilkan dan memasarkan produk yang serupa atau sejenis.

b. Makin banyak perusahaan yang mampu menawarkan produk substitusi kepada para konsumen dengan manfaat yang relatif sama.

c. Makin langkanya bahan mentah atau bahan baku untuk diproses lebih lanjut.

d. Masuknya produk yang sedang "trendy" ke pasaran.

e. Terjadi pergeseran dalam perilaku para konsumen dalam memilih dan membeli produk tertentu.

f. Terjadi peningkatan kemampuan ekonomi para pelanggan atau pemakai produk sehingga orientasi mereka "bergeser" dari harga ke mutu dan pelayanan, termasuk pelayanan puma jual.

g. Beralihnya posisi suatu negara, misalnya dari masyarakat agraris ke masyarakat industri.

(40)

26

Faktor-faktor di atas penting untuk diperhatikan bagi organisasi untuk mengambil keputusan yang strategik. Mengenali ciri dari kelima faktor maka dapat dipastikan ancaman yang akan datang sudah dapat dihindari.

2.6 Strategi Umum Bertahan Saat Covid-19

Osler (2019: 37) menyebutkan bahwa pihak berwenang China telah mengunci seluruh Kota di pusat wabah, dan para peneliti dengan cepat berbagi data virus dengan Kesehatan Dunia Organisasi dan dengan peneliti. Tetapi jumlah kasus meningkat, dan 9.000 orang telah melonjak dalam satu hari terakhir, sebagian besar di Cina. Ilmuwan khususnya, prihatin dengan munculnya wabah baru di luar China. Virus ini sudah tersebar dalam kelompok kecil yang tersebar di Vietnam, Jepang, Indonesia, Jerman dan AS, tetapi para pejabat dapat mengisolasi orang-orang yang terkena dampak. Mulai Januari 30 kurang dari 100 kasus sudah dilaporkan di luar China termasuk Indonesia.

Perusahaan-perusahaan yang berada di negara berdampak Covid-19 terpaksa menutup bisnis mereka hingga waktu yang ditentukan. Akibatnya, demi tetap menjalankan bisnis, para pebisnis memikirkan cara lain agar bisnis mereka tetap berjalan namun tidak berdampak terhadap Covid-19. Strategi pemasaran yang dianggap pemerintah aman untuk diterapkan oleh perusahaan maka perusahaan tersebut tidak perlu menutup bisnisnya selama pandemi Covid-19.

2.7 Penelitian Terdahulu

Penelitian-penelitian terdahulu yang digunakan sebagai bahan referensi dalam penelitian ini antara lain:

1. Nur Nazmah Desky (2019) yang berasal dari jurusan Ilmu Administrasi Binis Universitas Sumatera Utara melakukan penelitian berjudul “Analisis Strategi

Universitas Sumatera Utara

(41)

Pemasaran Dalam Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cozy Coffee & Kitchen cukup menerapkan strategi pemasaran yang sudah ada dan dilakukannya dari aspek bauran pemasaran. Produk, selalu melakukan inovasi dan menyesuaikan pasar, menjaga kualitas dan membuat produk yang unik dari yang lain, baik dari segi rasa dan penampilan yang menarik. Harga, harganya sendiri sangat terjangkau oleh konsumen, dan dari fasilitas maupun dekorasi tempat yang unik dan nyaman sudah sesuai dengan keinginan. Harga di Cozy Coffee & Kitchen cukup sebanding dengan harga yang ada di pasar mulai dari 2.000-25.000.

Tempat, yaitu memiliki desain yang unik dan dapat menarik pelanggan keunikannya. Walaupun jalan menuju Cozy Coffee & Kitchen ini kurang strategis untuk dijangkau, namun tempat ini dijadikan tempat nongkrong, meeting, rapat dan tempat reunian yang bisa di booking dalam bentuk acara, dengan fasilitas yang lengkap dan nyaman. Promosi, menggunakan promosi dalam sosial media dan pemasaran produknya kepada konsumen melalui beberapa aplikasi seperti, Facebook, Instagram, Google Review, dan Deal Medan kerap melakukan promosi dengan bentuk promo/discount, Namun dengan itu saja masih belum maksimal. Harusnya ada personal selling yang terus dikembangkan dan tidak juga hanya dengan berinteraksi antara barista dengan konsumen, karena hal tersebut belum cukup untuk menarik konsumen untuk datang ke Cozy Coffee & Kitchen ini dan harus menggunakan sosial media yang ternama.

2. Eva Masyitah (2020) yang berasal dari jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Sumatera Utara melakukan penelitian berjudul “Analisis Strategi

(42)

28

Pemasaran Terhadap Keunggulan Bersaing Pada Usaha Kedai Kopi Roti Akur Rantauprapat”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan oleh Kedai Kopi/Roti Akur adalah dari mulut ke mulut (word of mouth) ditambah dengan penggunaan sosial media Instagram. Kedai Kopi/Roti Akur dalam menjalankan usahanya tidak takut pada pesaingnya dikarenakan mereka merupakan pionir dalam bidang ini dan selalu menjaga kualitas dan cita rasa produk mereka. Usaha ini tidak kalah saing dikarenakan telah memiliki konsumen yang setia dan tetap berkunjung di tengah maraknya berkembang kedai kopi lainnya.

3. Fakhriyan Sefti Adhaghassani (2016) yang berasal dari jurusan Pendidikan Teknik Boga Universitas Negeri Yogyakarta melakukan penelitian yang berjudul “Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix) 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence) Di Cherryka Bakery”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi bauran pemasaran (marketing mix) yang diterapkan di Cherryka Bakery yang diketahui melalui data hasil kuesioner menunjukkan aspek bauran pemasaran yang paling baik berada pada aspek price dengan rata-rata 4. Lalu yang kedua berada pada aspek product dengan rata-rata 3,75 dengan hasil kategori sangat baik. Dilanjutkan dengan physical evidence dengan rata-rata 3,6 juga dalam kategori sangat baik. Aspek proses dengan rata-rata 3,5, place dengan dengan rata-rata 3,3, promotion dengan rata-rata 2 lalu aspek terakhir yaitu people dengan rata-rata 2,67.

4. Almira Nabila (2020) yang berasal dari jurusan Agribisnis Universitas Sumatera Utara melakukan penelitian berjudul “Strategi Pemasaran Pisang Pasir Di Kota Medan”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi

Universitas Sumatera Utara

(43)

pemasaran pisang pasir di Kota Medan berdasarkan hasil analisis SWOT terletak di kuadran I dan strategi yang digunakan adalah strategi S-O (Strenghts – Opportunities). Strategi ini adalah dimana perusahaan memiliki kekuatan dan peluang sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif, yaitu memanfaatkan teknologi sosial media dalam kegiatan promosi, membuat inovasi varian rasa baru dengan bahan baku yang tersedia dipasaran, menambah produksi seiring meningkatnya permintaan konsumen. Konsisten dengan cita rasa produk, menjaga sikap pelayanan terhadap konsumen, dan tetap menjaga harga produk agar tidak lebih mahal dari perusahaan pesaing.

5. Nurul Arifka (2021) yang berasal dari jurusan Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri Purwokerto melakukan penelitian berjudul “Penerapan Strategi Bauran Pemasaran 7P Dalam Meningkatkan Penjualan Sambel Layah Arcawinangun”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menarik minat konsumen, Sambel Layah Arcawinangun menerapkan strategi bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, promosi, proses, SDM dan bukti fisik. Strategi yang digunakan Rumah Makan Sambel Layah Arcawinangun dalam meningkatkan penjualan yaitu melakukan kegiatan pemasarannya secara sehat dengan melakukan perbaikan produk, promosi, tempat, harga, proses, orang/SDM, dan bukti fisik Rumah Makan Sambel Layah Arcawinangun dalam meningkatkan penjualan.

Hasil dari penelitian diatas menunjukkan beberapa aspek yang memiliki kemiripan dengan penelitian ini yaitu terkait dengan strategi pemasaran bauran pemasaran (marketing mix) dan menghadapi persaingan bisnis. Penelitian yang

(44)

30

lebih memiliki kemiripan dan persamaan dengan penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Eva Masyitah. Adapun persamaan penelitian tersebut yaitu teori bauran pemasaran dan variabel bauran pemasaran. Sedangkan perbedaannya penelitian yang dilakukan Eva Masyitah pembahasannya mencangkup keunggulan objek penelitian dalam memenuhi strategi pemasaran marketing mix 7P sehingga objek penelitian dapat terus berdiri, sedangkan dalam penelitian ini berfokus pada kendala-kendala yang dihadapi objek penelitian serta adanya solusi terhadap kendala yang dihadapi melalui strategi pemasaran marketing mix 7P berupa product, price, promotion, place, people, process, and physical evidence yang diterapkan industri dalam menghadapi persaingan bisnis.

2.8 Kerangka Pemikiran

Peneliti menggunakan analisis strategi pemasaran dengan fokus bauran pemasaran 7P sebagai formulasi dan bahan evaluasi terhadap penerapan strategi pemasaran yang sesuai pada suatu usaha dalam menghadapi persaingan bisnis.

Universitas Sumatera Utara

(45)

Gambar 2.2 Kerangka Berpikir

Sumber: Peneliti (2021).

Bauran Pemasaran 7P

Produk

Persaingan Bisnis

Harga Tempat Promosi Orang Proses Sarana Fisik

Strategi Umum Bertahan Saat Covid-19

Strategi Pemasaran

(46)

30 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Adapun bentuk dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif.

Penelitian deskriptif kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peneliti melakukan pendeskripsian atau menggambarkan tentang karakteristik individu dan situasi kelompok. Tujuannya ialah mengetahui secara langsung strategi pemasaran Kedai Kopi Roti Akur Bienam dalam menghadapi persaingan bisnis melalui fakta-fakta yang diperoleh.

3.2 Tempat Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kedai Kopi/Roti Akur Bienam, Jalan Jendral Ahmad Yani No. 24/26B, Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Labuhan Batu, Kecamatan Rantau Utara, Kartini. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2021.

3.3 Jenis dan Sumber Data 3.3.1 Jenis Data

Ada 2 jenis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini, yaitu data Internal dan Eksternal sebagai berikut:

1. Data Internal

Data internal yang akan digunakan oleh peneliti berasal dari manajemen pemasaran kedai Akur yang berhubungan dengan strategi pemasaran kedai Akur. Data akan didapatkan melalui wawancara dengan para informan.

Universitas Sumatera Utara

(47)

2. Data Eksternal

Data eksternal yang akan digunakan peneliti didapat dari jawaban-jawaban responden mengenai keunggulan yang dimiliki kedai Akur dalam aspek bauran pemasaran 7P.

3.3.2 Sumber Data

Penelitian ini memiliki sumber data didapat dari data primer dan data sekunder seperti berikut:

1. Data primer

Data primer skripsi ini, data tentang strategi pemasaran yang dilakukan Kedai Kopi/Roti Akur Bienam. Untuk mendapatkan data tersebut maka peneliti melakukan teknik wawancara.

2. Data sekunder

Data strategi bauran pemasaran yang dijalankan oleh Kedai Akur didapatkan melalui aspek produk, harga, promosi, lokasi, orang, proses serta sarana fisik.

Peneliti mencari data melalui beberapa sumber seperti jurnal, skripsi, serta buku. Pencarian melalui internet juga merupakan pendukung dalam mendapatkan data yang diharapkan.

Jenis dari penelitian ini merupakan penelitian yang turun ke lapangan.

Penelitian merupakan proses mencari data melalui sumber-sumber tertentu di lokasi yang sudah disepakati sebelumnya. Seperti yang disebutkan oleh Handayani dan Fathoni (2019: 96) “Suatu penelitian yang dilakukan di lapangan atau di lokasi penelitian, merupakan suatu tempat yang dipilih sebagai lokasi untuk menyelidiki gejala objektif yang terjadi di lokasi tersebut, yang dilakukan untuk penyusunan laporan ilmiah”.

(48)

32

3.4 Informan Penelitian

Memperoleh suatu informasi, penulis menetapkan informan penelitian yaitu :

1. Informan kunci merupakan informan yang memiliki informasi toko atau tempat usaha yang sangat diperlukan dalam penelitian yaitu pemilik usaha Kedai Kopi/Roti Akur Bienam yang berjumlah satu orang.

2. Informan utama merupakan informan yang terlibat langsung yaitu pegawai usaha Kedai Kopi/Roti Akur Bienam berjumlah tiga orang.

3. Informan tambahan merupakan informan yang terlibat langsung maupun tidak langsung yaitu konsumen kedai Akur berjumlah tiga puluh orang.

Raco (2010: 115-116) mengatakan bahwa sampel yang jumlah banyak tidak akan punya arti jika tidak berkualitas atau informannya tidak kredibel dan sampel juga harus sesuai dengan konteks. Sampel yang banyak hanya akan menyebabkan informasi tumpang tindih serta patokan umum untuk sarnpel jumlahnya kecil, karena dengan jumlah kecil peneliti akan mampu mengumpulakan data yang mendalam jumlahnya bisa bervariasi dari satu hingga 40. Tetapi karena penekanannya pada informasi yang rinci dan kaya, maka jumlah yang besar akan menjadi masalah, karena akan terjadi pengulangan informasi.

Juga sampel yang banyak biasanya hanya memberikan informasi yang berulang.

3.5 Metode Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan langkah-langkah, yaitu:

1. Pengumpulan data

Universitas Sumatera Utara

(49)

Kegiatan pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara.

2. Penyajian data

Penyajian data kualitatif dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk teks naratif.

3. Penarikan kesimpulan

Merupakan kegiatan akhir dari analisis data. Penarikan kesimpulan berupa kegiatan interpretasi, yaitu menemukan makna data yang telah disajikan.

(50)

34 BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian 4.1.1 Sejarah Usaha

Kedai Kopi/Roti Akur Bienam Rantauprapat berdiri pada tahun 1896.

Agus Sugianto, merupakan penerus kedai Akur saat ini mengatakan bahwa awalnya, kakek dan neneknya yang merupakan pendiri pertama kedai Akur berasal dari pulau Cina yang terletak di daerah Sei Barombang. Mereka merantau ke Kota Rantauprapat dan mendirikan kedai kopi bernama ‘Akur Bienam’ dengan menyewa ruko sebagai tempat usaha sekaligus tempat tinggal mereka.

Alasan mereka mendirikan kedai Akur tak lain demi meningkatkan perekonomian keluarga. Kedai Akur pada saat itu merupakan kedai kopi pertama yang ada di Kota Rantauprapat. Walaupun populasi yang masih terhitung sedikit, kedai Akur masih memberanikan diri membuka usaha yang belum pernah ada sebelumnya di Kota Rantauprapat. Memiliki rasa keinginan yang kuat, kedai Akur menciptakan produk dengan bahan baku yang mudah di dapat, harga terjangkau serta berkualitas. Selai srikaya yang diolah sendiri dengan bahan resep rahasia serta kopi dengan kualitas rasa yang tinggi.

Kualitas dan rasa yang tetap terjaga membuat kedai Akur terus dapat berdiri hingga saat ini. Seiring berjalannya waktu kedai Akur tak lagi berdiri sendirian, munculnya kedai kopi lainnya menimbulkan persaingan antar usaha kedai kopi termasuk kedai Akur. Kedai Kopi Akur pada mulanya menggunakan promosi dari mulut ke mulut (word of mouth). Seiring berjalannya waktu dan

Universitas Sumatera Utara

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat hubungan antara pengetahuan, tingkat pendidikan orang tua dan jumlah anggota keluarga dengan kejadian

KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya, laporan tugas akhir yang berjudul “Rancang Bangun Sistem

1) Timbangan telah terealisasi dibuat sesuai dengan perencanaan dan perancangan alat dengan menggunakan satu sensor Load Cell dengan kapasitas maksimal beban 10 kg.

(4) Dalam hal metoda pelelangan umum atau pelelangan terbatas dinilai tidak efisien dari segi biaya pelelangan, maka pemilihan penyedia barang/jasa dapat dilakukan

Tujuan penelitian ini adalah membuat sistem informasi berbasis web yang dilengkapi dengan fasilitas sms gateway yang mampu menyimpan , mencetak laporan dan

Jadi, pembelanjaan perusahaan dapat diartikan sebagai seluruh aktivitas yang bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya minimal

Dari sekian banyaknya persaingan bisnis ini, kedai kopi yang mampu bertahan adalah kedai kopi yang paling baik dalam memberikan keputusan pembelian, baik itu

Diharapkan dengan perancangan buku ini, masyarakat Surabaya dapat mencerna informasi yang terkandung dalam buku ini dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari –