• Tidak ada hasil yang ditemukan

PTK IPA V (Zat Padat-Media Telpon Mainan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PTK IPA V (Zat Padat-Media Telpon Mainan)"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

Kata PengantarKATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas menyusun laporan pemantapan kemampuan profesional. Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan judul “Meningkatkan minat belajar siswa tentang perambatan bunyi melalui zat padat dengan media telepon mainan pada siswa kelas V SDN Glagga 3 Arosbaya, Bangkalan ”.

Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada:

1. Ibu Dr. Yuliati, M.Pd, Dosen Pembimbing PKP yang senantiasa mendorong bahkan menanyakan sejauh mana hasil penelitiannya

2. Kepala Sekolah SDN Glagga 03 Arosbaya bangkalan

3. Eka Nurhayati, S.Pd selaku teman sejawat yang selalu menyemangati dan member saran-saran yang knstrukstif terhadap penulis

4. Rekan sejawat guru-guru SDN Arosbaya, Bangkalan 5. Siswa-siswa kelas V SDN Galagga 03 Arosbaya, Bangkalan

6. Dan semua pihak secara langsung maupun tidak langsung membantu menyelesaikan menyusun penelitian ini.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran bersifat membangun demi kesempurnaan penyusunan laporan ini. Semoga laporan ini memberi sedikit sumbangan pemikiran untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

(2)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1a : Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 ... Lampiran 1b : Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus 2 ... Lampiran 2a : Lembar Observasi Guru Siklus 1 ... Lampiran 2b : Lembaran Observasi Guru Siklus 2 ... Lampiran 3a : Sistematika Laporan Siklus 1 ... Lampiran 3b : Sistematika Laporan Siklus 2 ... Lampiran 4 : Media Gambar ... Lampiran 5 : Format Kesediaan Sebagai Teman Sejawat ...

(3)

DAFTAR TABEL

1. Jadwal Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran 2. Hasil Observasi Siswa Siklus 1

(4)

3. Pengumpulan Data ... 20 4. Refleksi (Analisis dan interpretasi) ... 22 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBASAHAN

A. Hasil pengolahan data ... 23 B. Pembahasan ... 27 BAB V KESIMPULAN

A. Simpulan ... 28 B. Saran ... 28 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

1. Surat Pernyataan Teman Sejawat

2. Rencana Perbaikan Pembelajaran / RPP (dibuat per siklus)

(5)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRAK ... iv

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR BAGAN/TABEL ... vii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 1

C. Tujuan ... 2

D. Manfaat ... 3

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Konsepsi Pengajaran Sains ... 4

B. Tindakan Penelitian ... 7

C. Tinjauan Masalah dan Tindakan Perbaikan ... 9

D. Kerangka Berfikir ... 11

BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Tempat dan waktu ... 14

(6)

LEMBAR PENGESAHAN

Nama Mahasiswa : Moh. Erfan

NIM : 813976434

Program Studi : S1 PGSD

Tempat Mengajar : SDN Galagga 03 Jumlah Pembelajaran : 2

Jumlah Siklus Pembelajaran I : 2

Tanggal Pelaksanaan : 1. 3 Maret 2010 2. 5 Maret 2010 Jumlah Siklus Pembelajaran II : 2

Tanggal Pelaksanaan : 1. 6 Maret 2010 2. 10 Maret 2010

Pembelajaran I : Meningkatkan minat belajar siswa tentang perambatan bunyi melalui zat padat dengan media telepon mainan.

Pembelajaran II : Meningkatkan kemampuan siswa tentang menceritakan pengalaman menggunakan tehnologi transportasi.

Menyetujui, Supervisor

Dr. Yuliati, M.Pd NIP 195707021983032005

Bangkalan , 10 Maret 2010 Mahasiswa

(7)

LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Judul

MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA TENTANG

PERAMBATAN BUNYI MELALUI ZAT PADAT DENGAN

MEDIA TELEPON MAINAN PADA SISWA KELAS IV SDN

GALAGGA 03 KECAMATAN AROSBAYA, BANGKALAN

Oleh:

Moh. Erfan

NIM: 813976434

UNIVERSITAS TERBUKA

(8)

Lampiran 2

FORMAT KESEDIAAN TEMAN SEJAWAT

DALAM PENYELENGGARAAN PKP

Kepada

Kepala UPBJJ UT Surabaya Di

Surabaya

Yang bertanda tangan di bawah ini, menerangkan bahwa: Nama : Eka Nurhayati, S.Pd

NIP : ... Tempat mengajar : SDN Galagga 03

Asal sekolah : ...– Arosbaya, Bangkalan

Menyatakan bersedia sebagai teman sejawat untuk mendampingi pelaksanaan PKP atas nama:

Nama : Moh. Erfan

NIM : 813976434

Program studi : S1 PGSD

Tempat mengajar : SDN Galagga 03

Alamat sekolah : Glagga.– Arosbaya, Bangkalan

Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Bangkalan , 10 Maret 2010 Teman Sejawat

(9)

Lampiran 1

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Moh. Erfan

NIM : 813976434

UPBJJ-UT : Surabaya

Menyatakan bahwa:

Nama : Eka Nurhayati, S.Pd Tempat mengajar : SDN Galagga 03 Guru Kelas : IV

Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran, yang merupakan tugas mata kuliah PGSD4412 Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).

Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Teman Sejawat

Eka Nurhayati, S.Pd

Bangkalan , 5 Maret 2010 Mahasiswa,

(10)

Lampiran 6

(11)

Lampiran 5b

SISTEMATIKA LAPORAN

(SIKLUS 2)

Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : IV/II

Alokasi waktu : 1 x 40 menit

A. Masalah yang diatasi

1. Siswa dapat menyebutkan contoh perambatan bunyi melalui zat padat..

2. Siswa mampu mendiskripsikan energi panas dan energi yang terdapat di lingkungan.

B. Cara mengatasinya:

1. Memberikan pertanyaan arahan.

2. Memberikan latihan dan contoh yang bervariasi.

C. Hasil

(12)

Lampiran 5a

SISTEMATIKA LAPORAN

(SIKLUS 1)

Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : IV/II

Alokasi waktu : 1 x 40 menit

A. Masalah yang diatasi

1. Siswa mampu mendiskripsikan energi panas dan energi yang terdapat di lingkungan.

2. Siswa masih ragu dalam menyelesaikan tugas

B. Cara mengatasinya:

1. Menjelaskan materi dengan tanya jawab masalah kesulitan yang dihadapi 2. Mendemonstrasikan perambatan bunyi melalui zat padat, cair dan gas.

C. Hasil

(13)

Lampiran 4b

No Aspek yang diobservasi Kemunculan Komentar Ada Tidak

I Persiapan

II Pelaksanaan a. Kegiatan awal

1. Memotivasi siswa 2. Menyampaikan PTK 3. Apersepsi

b. Kegiatan inti

1. Menjelaskan kelemahan dan kelebihan menggunakan

transportasi masa lalu dan masa kini

2. Membimbing siswa tentang perkembangan transportasi

III Suasana Kelas

(14)

Lampiran 4a

No Aspek yang diobservasi Kemunculan Komentar Ada Tidak

I Persiapan

II Pelaksanaan a. Kegiatan awal

1. Memotivasi siswa 2. Menyampaikan PTK 3. Apersepsi

b. Kegiatan inti

1. Menjelaskan materi yang akan disampaikan

2. Melatih siswa untuk:

- Menghargai pendapat orang lain

- Mengambil giliran dan berbagai tugas

- Memberikan bantuan pada kelompok yang mengalami kesulitan

III Suasana Kelas

1. Berpusat pada siswa 2. Siswa aktif

(15)

LKS II

Jawablah dengan singkat!

1. Semua benda-benda yang menghasilkan bunyi disebut.... 2. Kamu bisa mendengar bunyi karena bunyi...

3. Bagian telinga yang berfungsi mengumpulkan bunyi adalah.... 4. Bunyi merambat melalui....

5. Bagaimana jika ruang hampa?

6. Beri 2 contoh bunyi yang merambat melalui zat padat! 7. Dapatkan bunyi merambat melalui kabel?

8. Berikan contohnya!

9. Lebih kelas manakah bunyi telepon mainan yang terbuat dari kaleng dan gelas aqua?

(16)

- Kegiatan inti (30 menit)

1. Memberikan beberapa contoh perambatan bunyi 2. Memberikan tugas siswa untuk menjawab pertanyaan - Kegiatan akhir (5 menit)

1. Pemantapan materi

2. Pemberian tugas di rumah (PR)

F. Materi

Bunyi merambat melalui zat padat

G. Metode

• Tanya jawab • Pemberian tugas

H. Sarana dan Sumber

Buku Erlangga kelas IV

I. Evaluasi

a. Prosedur evaluasi

Evaluasi dilakukan selama proses belajar mengajar

b. Alat evaluasi

(17)

Lampiran 3b

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN

(SIKLUS 2)

Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : IV/II

Alokasi waktu : 1 x 40 menit

A. Kompetensi Dasar

Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.

B. Hasil Belajar

Siswa mampu mendiskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar serta sifat-sifatnya.

C. Indikator

- Siswa mampu mendemonstrasikan perambatan bunyi melalui zat padat dengan media telepon mainan.

D. Tujuan Perbaikan

- Siswa dapat menyebutkan contoh perambatan bunti melalui zat padat.

E. Langkah Pembelajaran

Kegiatan awal (5 menit)

(18)

LKS I

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!

1. Pernahkah kamu mendengar bunyi? 2. Dari mana asal bunyi?

3. Mengapa kita dapat mendengar bunyi?

4. Bunyi dapat merambat melalui media. Tulis 3 media perambatan bunyi! 5. Beri contoh bunyi yang merambat melalui zat padat?

6. Bagaimana jika bunyi melalui ruang hampa?

7. Selain benda padat adakah perambatan bunyi yang lain? 8. Sebutkan perantara perambatan bunyi yang lain!

(19)

- Kegiatan inti (30 menit)

1. Guru menjelaskan materi tentang perambatan bunyi siswa dikelompokkan menjadi 4.

2. Siswa mengeluarkan alat-alat untuk demonstrasi. 3. Siswa menyimpulkan hasil demonstrasi.

- Kegiatan akhir (5 menit)

1. Dengan bimbingan guru siswa menyimpulkan hasil demonstrasi. 2. Pemberian tugas.

F. Materi

Bunyi merawat melalui zat padat dengan media telepon mainan.

G. Sarana dan Sumber

- Dua gelas aqua, benang ini, jarum dan 2 batang korek api. - Buku paket Erlangga.

H. Metode

- Tanya jawab - Demonstrasi - Pemberian tugas

I. Evaluasi

1. Prosedur evaluasi

Evaluasi dilakukan selama proses belajar mengajar

(20)

Lampiran 3a

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN

(SIKLUS 1)

Mata Pelajaran : IPA Kelas/Semester : IV/II

Alokasi Waktu : 1 x 40 menit

A. Kompetensi Dasar

Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

B. Hasil Belajar

Siswa mampu mendiskripsikan energi panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar serta sifat-sifatnya.

C. Indikator

- Siswa mampu mendemonstrasikan perambatan bunyi melalui zat padat, cair dan gas.

D. Tujuan Perbaikan

- Siswa dapat mendemonstrasikan perambatan bunti melalui zat pada dengan media telepon mainan

E. Langkah Pembelajaran

- Kegiatan awal (5 menit)

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. Kurikulum Sains SD 2004. Jakarta.

Haryanto. 2004. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD jilid 4. Jakarta: Penerbit Erlangga. Wardani I.G.A.K. 2002. Penilaian tindakan kelas. Jakarta. Pusat penerbit Universitas

Terbuka.

(22)

BAB V

KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan diatas dapat diambil beberapa kesimpulan:

1. Dalam penyajian materi perambatan bunyi melalui media telepon mainan akan lebih mudah didemonstrasikan bila alat peraganya dari kaleng, benang yang besar dan lain-lain.

2. Pemberian contoh perambatan bunyi akan memudahkan siswa untuk menyelesaikan latihan soal.

3. Siswa akan mahir mendemonstrasikan jika sering diberi latihan dan bimbingan.

B. Saran

1. Penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran IPA sangat cocok untuk ditindak lanjuti pada pembelajaran yang lain.

2. Dalam pembelajaran ini guru mengalokasikan waktu yang cukup.

(23)

B. Pembahasan

Siklus 1

Berdasarkan temua pada pelaksanaan tindakan tersebut, peneliti mengadakan diskusid engan teman sejawat untukmengetahui penyebab yang terjadi pada Siklus 1. dalam diskusi ditemukan bahwa alat peraga yang dipakai kurang tepat.

Untuk mendemonstrasi kembali pada Siklus 1 alat peraga yang digunakan, peneliti menyediakan beberapa benda.

Siklus 2

(24)

Tabel 3 Siklus 2

Hasil Test Formatif Semester Genap kelas IV

SDN Galagga 03 Bidang studi IPA

No Nama siswa Nilai Tuntas Tidak

tuntas Keterangan

1 Ahana mira wardana Nur Haula

(25)

12

Nur Indah Sari Zainal Arifin Moh. Ulil Absor Susilawati

Bagian yang peneliti amati pada pembelajaran ini adalah beberapa contoh perambatan bunyi melalui zat padat.

(26)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil pengolahan data

Siklus 1

Pada perbaikan pembelajaran Siklus 1 bagian yang peneliti amati dari siswa adalah kerja sama dan partisipasi siswa dalam melaksanakan demonstrasi.

Dari data didapatkan bahwa 49% mampu menjawab dengan benar, sedang yang lainnya 50 ke bawah. Berikut ini saya lampirkan tabel observasi pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran Siklus I.

Tabel 2

Hasil Test Formatif Semester Genap kelas IV

SDN Galagga 03

Bidang studi IPA

Siklus 1

No Nama siswa Nilai Tuntas Tidak

tuntas Keterangan

(27)

Keterangan:

Jumlah siswa : 20 Tuntas : 18 Tidak tuntas : 2

(28)

Siklus 2

Berdasarkan data observasi dapat direfleksi bahwa kemampuan siswa untuk mendemonstrasikan sudah baik siswa mampu menyelesaikan tugas dari guru dengan baik.

Hasil Test Formatif Semester Genap kelas IV

SDN Galagga 03

Bidang studi IPA

Siklus 2

No Nama siswa Nilai Tuntas Tidak

tuntas Keterangan

1 Ahana mira wardana Nur Haula

(29)

15

Nur Indah Sari Zainal Arifin Moh. Ulil Absor Susilawati

d. Deskripsi temuan dan refleksi

Siklus 1

(30)

Pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini diamati oleh teman sejawat untuk membantu penelitian dalam merekam data.

Prosedur pelaksanaan

Siklus 2

Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan Siklus 2 adalah: 1. Memotivasi siswa tentang materi yang lalu

2. Menjelaskan contoh perambatan bunyi melalui zat padat 3. Memberi tugas menjawab pertanyaan

c. Pengumpulan Data

Hasil Test Formatif Semester Genap kelas IV

SDN Galagga 03

Bidang studi IPA

Siklus 1

No Nama siswa Nilai Tuntas Tidak

tuntas Keterangan

(31)

Kegiatan Inti (30 menit)

- Memberikan beberapa contoh perambatan bunyi melalui zat padat - Memberi tugas siswa untuk menjawab pertanyaan

Kegiatan Akhir (5 menit) - Pemantapan materi

- Pemberian tugas di rumah (PR)

F. Evaluasi

Prosedur evaluasi

Evaluasi pencapaian siswa dilakukan selama proses belajar mengajar dengan cara pemberian latihan soal.

• Alat evaluasi • Test Tulis

b. Prosedur Pelaksanaan

Siklus 1

Langkah-langkah yang ditempuh Siklus 1 adalah:

1. Memotivasi siswa melalui tanya jawab tentang perambatan bunyi

2. Mendemonstrasikan perambatan bunyi melalui zat padat dengan media telepon mainan.

(32)

d. Sekarang giliranmu berbicara dan teman mendengarkan. Apakah suaramu terdengar oleh temanmu?

e. Cobalah membuat telepon dengan berbagai ukuran panjang benang. Berapa ukuran benang terpanjang yang memungkinkan kamu dan temanmu mendengar suara?

Siklus 2

A. Kompetensi Dasar

Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

B. Hasil Belajar

Siswa mampu mendeskripsikan energi panas danbunyi yang terdapat dilingkungan sekitar serta sifat-sifatnya.

C. Indikator

Siswa mampu mendemontrasikan perambatan bunyi melalui zat padat, cair dan gas.

D. Tujuan Perbaikan

Siswa memberikan beberapa contoh perambatan bunyi melalui zat padat.

E. Langkah Pembelajaran

Kegiatan awal (5 menit)

(33)

LEMBAR TUGAS

Telepon mainan

2. Alat dan bahan: - Dua gelas plastik - Benang

- Jarum

- 2 batang korek api 3. Cara Kerja:

- Lubangi dasar kedua gelas plastik dengan jarum - Potong benang sepanjang 1 meter

- Masukkan ujung benang kedalam lubang pada dasar gelas - Ikat korek api pada ujung-ujung benang

- Uji telepon tersebut. Caranya seperti berikut:

a. Pegang salah satu gelas plastik dan temanmu memegang gelas yang lain.

b. Menjauhlah dari temanmu sampai benang terentang dengan kencang.

(34)

4. Siswa mendemontrasikan perambatan bunyi dengan telepon mainan

5. Siswa menyimpulkan hasil demontrasinya - Kegiatan Akhir (5 menit)

Siswa bersama guru menyimpulkan hasil demontrasi pemberian tugas dirumah (PR).

F. Evaluasi

Prosedur evaluasi

Evaluasi dilakukan selama proses belajar mengajar dengan cara pemberian soal latihan.

(35)

Siklus 1

A. Kompetensi Dasar

Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

B. Hasil Belajar

Siswa mampu mendiskusikan energi panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar serta sifat-sifatnya.

C. Indikator

Siswa mampu mendemontrasikan perambatan bunyi melalui zat padat, cair dan gas.

D. Tujuan Perbaikan

1. Siswa dapat mendemontrasikan perambatan bunyi melalui zat padat dengan media telepon mainan.

2. Siswa dapat memberi contoh perambatan bunyi melalui zat padat.

E. Langkah Pembelajaran

- Kegiatan awal (5 menit)

Apersepsi, tanya jawab tentang bunyi - Menyampaikan tujuan pembelajaran - Kegiatan Inti (30 menit)

(36)

BAB III

PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Tempat dan waktu

Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas IV SDN Galagga 03, Arosbaya, Bangkalan. Jadwal pelaksanaan Siklus 1 sampai Siklus 2 dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1

Jadwal Pelaksanaan Sikus 1 dan Siklus 2

No Hari/tanggal Jam ke Siklus Pengamat

1 Rabu, 3 Maret 2010 07.77 – 08.35 1 Eka Nurhayai, S.Pd

2 Rabu, 10 Maret 2010 07.15 – 07.55 2 Eka Nurhayai, S.Pd

B. Deskripsi Pelaksanaan Persiklus

a. Rencana Perbaikan

Perbaikan pembelajaran dilakukan melalui 2 Siklus. Siklus 1 masalah mendemontrasikan bunyi merambat melalui zat padat dengan media telepon mainan. Siklus 2 mencakup contoh bunyi merambat melalui zat padat.

(37)

e. Refleksi

Guru melakukan refleksi setelah melakukan proses pembelajaran atau proses belajar mengajar berdasarkan analisa data untuk dijadikan perencanaan tindakan siklus berikutnya.

3. Pemantauan

Untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penelitian tindakan kelas ini dilakukan, maka perlu alat-alat pemantauan, evaluasi yang terinci sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur keberhasilan. Data diperoleh melalui dokumentasi, lembar observasi, angket, wawancara, brainstrorming dan tes.

Untuk mengumpulkan data di atas peneliti menggunakan berbagai instrumen. Pemantauannya dilakukan secara kolaborasi bersama dengan guru peneliti lainnya.

4. Analisis dan refleksi

Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik persentase dan hasilnya dijadikan sebagai penyusunan dan perencanaan tindakan pada siklus berikutnya. Analisis dan refleksi dilakukan pada setiap akhir pembelajaran pada setiap akhir siklus.

Pada tahap refleksi ini beberapa pertanyaan yang dijadikan sebagai pedoman keberhasilan, yaitu:

(38)

b. Menetapkan kelas yang akan digunakan sebagai obyek penelitian yaitu kelas IV SDN Galagga 03 Arosbaya, Bangkalan.

c. Menetapkan jenis materi yang dipelajari.

d. Menyusun rencana pembelajaran meliputi: skenario, alokasi waktu, membuat lembar tugas dan menyusun bentuk tes.

e. Menyusun format observasi dengan melakukan analisis validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Instrumen penelitian itu meliputi minat siswa, keseriusan mengerjakan LKS, manfaat tugas, penilaian, persiapan rencana pembelajaran, dan penilaian pelaksanaan pembelajaran.

2. Implementasi tindakan a. Memberi tugas

Guru memberi tugas membaca materi sebelum pelaksanaan proses pembelajaran berupa rangkuman materi esensial untuk memahami penguasaan konsep.

b. Menetapkan materi ajar

Guru terlebih dahulu memilih dan menetapkan materi pembelajaran sesuai dengan urutan materi dalam silabus.

c. Kegiatan inti

Guru melaksanakan kegiatan inti dalam pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun.

d. Melakukan observasi

(39)

D. KERANGKA BERPIKIR

Prestasi belajar siswa kelas IV SDN Galagga 03 Arosbaya, Bangkalan pada mata pelajaran Sains masih rendah. Nilai rata – rata ulangan harian masih sangat rendah. Disamping itu ketuntasan belajar siswa juga masih tergolong rendah.

Rendahnya hasil belajar tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar tersebut antara lain: kurangnya motivasi siswa pada mata pelajaran yang diajarkan, sulitnya materi pelajaran untuk dapat dipahami oleh siswa dan metode pembelajaran yang belum sesuai dengan kondisi siswa dan materi yang diajarkan. Hal ini mengakibatkan siswa kurang bergairah dalam belajar.

Anggapan tindakan kelas yang peneliti gunakan adalah bahwa model pembelajaran yang selama ini peneliti gunakan dalam menyampaikan pelajaran masih belum berhasil. Perlu tindakan kelas baru agar ketuntasan belajar meningkat dan hasil belajar juga meningkat.

Pemikiran peneliti adalah dengan penerapan metode demonstrasi pada mata pelajaran Sains. Dengan penerapan metode ini diharapkan siswa lebih dapat bersemangat, lebih aktif dan pembelajaran lebih menyenangkan.

Adapun kerangka tindakan yang peneliti gunakan dalam metode demonstrasi adalah sebagai berikut:

(40)

tertentu. Karakteristik hubungan antara metode demonstrasi dengan pengalaman belajar siswa adalah sebagai berikut:

Karakteristik Metode Pengalaman Belajar

1. Mempertunjukkan obyek yang sebenarnya

2. Adanya proses peniruan

3. Ada alat bantu yang digunakan 4. Memerlukan tempat yang strategis

yang memungkinkan seluruh siswa aktif

5. Dapat guru atau siswa yang melakukan

1. Mengamati sesuatu pada objek sebenarnya

2. Berpikir sistematis

3. Pemahaman terhadap suatu proses 4. Menerapkan sesuatu cara secara

proses

5. Menganalisis kegiatan secara proses

Prosedur metode demonstrasi yang harus dilakukan dalam pembelajaran adalah: Pertama : Mempersiapkan alat bantu yang akan digunakan dalam

pembelajaran

Kedua : Memberikan penjelasan tentang topik yang akan didemonstrasikan Ketiga : Pelaksanaan demonstrasi bersama dengan perhatian dan peniruan

dari siswa

Keempat : Penguatan (diskusi, tanya jawab dan atau latihan) terhadap hasil demonstrasi

(41)

adalah meteri subyek yang dibahas, guru pengajar, tahap berpikir siswa sebagai subyek belajar, pendekatan dan metode, serta alat evaluasi yang digunakan. Materi subyek yang dibahas harus dapat dikaitkan dengan konsep IPA yang telah dimiliki siswa. Konsep tersebut dipelajari dengan menggunakan analogi terhadap konsep yang berhubungan dan ditemukan dalam kehidupannya sehari – hari, yang merupakan dasar terhadap konsep – konsep IPA (Sutarno, 2007).

Metode pembelajaran adalah cara dalam menyajikan (menguraikan materi, memberi contoh dan memberi latihan) isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Tidak setiap metode pembelajaran sesuai dengan untuk digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, guru harus memiliki metode yang sesuai untuk setiap tujuan yang ingin dicapai. Berbagai metode pembelajaran yang bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode diskusi, metode studi mandiri, metode simulasi, metode latihan dengan teman, metode studi kasus, metode proyek, metode praktikum dan lain – lain (Hermawan,2007).

Dalam penerapan pendekatan kontekstual di kelas, salah satu contoh adalah pemodelan. Pemodelan di kelas ini dilaksanakan, misalnya oleh seorang guru yang mendemonstrasikan penggunaan thermometer suhu badan (Depdiknas, 2002).

C. TINJAUAN MASALAH DAN TINDAKAN PERBAIKAN

(42)

1. Metode mengajar harus memungkinkan dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa lebih jauh terhadap materi pembelajaran (curriosity).

2. Metode mengajar harus memungkinkan dapat memberikan peluang untuk berekspresi yang kreatif dalam aspek seni.

3. Metode belajar harus memungkinkan siswa belajar melalui pemecahan masalah.

4. Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk selalu ingin menguji kebenaran sesuatu (sikap skeptis).

5. Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk melakukan penemuan

(baerinkuiri) terhadap suatu topik permasalahan.

6. Metode mengajar harus memungkinkan siswa mampu menyimak.

7. Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri (independent study).

8. Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk belajar secara bekerja sama (cooperative learning).

9. Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk lebih termotivasi dalam belajarnya.

(43)

kegiatan pengamatan itu diolah sebagai titik tolak dan bahan dasar pengajaran lebih lanjut. Kegiatan berikutnya dapat berupa ekspresi lisan atau tertulis, menggambar, menyanyi, diskusi, pekerjaan tangan dan kegiatan lain yang langsung dihubungkan dengan bidang-bidang pelajaran seperti Bahasa, Matematika, IPA, IPS, Sopan Santun, Olah Raga dan Kesehatan.

3. Pengembangan Pengajaran Alam Sekitar

Salah seorang tokoh pengajaran alam ialah J. Ligthart (1859 – 1916) seorang ahli pendidikan bangsa Belanda. Pengajaran alam sekitar ini oleh J. Ligthart dinamakan “Pengajaran Barang Sesungguhnya”. J. Ligthart menekankan bahwa didalam pelaksanaan pengajaran yang amat penting ialah suasananya, yaitu ketulus - ikhlasan, kasih sayang, persaudaraan dan kepercayaan.

Pengajaran alam sekitar selanjutnya menjadi benih bagi perkembangan pengajaran pusat perhatian, sekolah kerja dan pengajaran proyek.

B. TINDAKAN PENELITIAN

(44)

Penetapan obyek yang akan diamati didasarkan atas prinsip, konsentrasi, yaitu mulai dari yang paling dekat, makin lama makin menjauh dan makin meluas.

b. Persiapan perlu dilakukan baik persiapan guru maupun murid. Persiapan guru dimaksudkan untuk melancarkan proses peninjauan dan pengamatan obyek yang telah ditetapkan serta pengolahannya, sedangkan persiapan untuk murid dimaksudkan agar mereka memiliki kesiapan mental (antara lain tahu tujuan dan memiliki dorongan kuat untuk melakukan peninjauan, tahu kegiatan apa dan memiliki dorongan kuat untuk melakukan peninjauan, tahu kegiatan apa yang akan dilakukan. Jika perlu murid-murid dibagi dalam kelompok dengan tugas-tugas khusus dan dilengkapi peralatan yang diperlukan.

c. Jika langkah persiapan telah ditangani dengan baik, pelaksanaan pengamatan biasanya dapat berjalan dengan lancar. Hal-hal khusus ditemukan di lapangan menjadi tanggung jawab guru untuk menanganinya sehingga hal itu tidak mengganggu kelancaran kegiatan dan bahkan membantu memperkaya pengajaran yang sedang dijalankan itu.

(45)

sebagainya, juga rumah, halaman, jalan, sungai, lapangan, gunung, pohon dan lain-lain merupakan bagian hidup anak yang tidak dapat terlepas dari alam sekitarnya itu.

Konsep pengajaran alam sekitar juga diilhami oleh kata-kata yang dipetik dari Emmanuel Kant “Pengertian tanpa pengamatan adalah kosong dan pengamatan tanpa pengertian adalah buta”. Hal ini berarti bahwa antara pengamatan dan pengertian harus terjalin hubungan yang saling menunjang, saling memperkuat. Tidak ada gunanya anak memiliki pengertian tertentu jika ia tidak diberi kesempatan mengamati apa yang dimengertinya itu. Alam sekitar anak memberikan kemungkinan yang amat kaya untuk pengembangan konsep pengertian seperti ini.

Pengajaran alam sekitar diselenggarakan terhadap anak dengan memperkenalkan itu melalui proses pelajaran yang aktif dan kreatif. Dalam praktek di sekolah, memperkenalkan alam sekitar itu dilakukan dengan penyelenggaraan pelajaran sekolah.

2. Langkah-langkah Pokok Pengajaran Alam Sekitar

Langkah-langkah pokok pelajaran alam sekitar ialah menetapkan tujuan mengadakan persiapan, melakukan pengamatan, dan mengolah apa yang diamati.

(46)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistimatis, sehingga sains bukan sekedar penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta, konsep atau prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan sains di sekolah dasar diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitarnya. Pendidikan sains menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung.

A. KONSEPSI PENGAJARAN SAINS

1. Konsepsi Pengajaran Alam Sekitar

Manusia hidup dalam lingkungan tertentu, manusia terikat pada lingkungannya dan tidak dapat dilepaskan dari lingkungannya itu. Lebih dari itu manusia hendaknya mampu memanfaatkan lingkungannya sejauh mungkin baik kemanfaatan bagi hidupnya sehari-hari maupun kemanfaatan dalam rangka pengembangan pribadi menusia itu sendiri. Hal inilah yang menjadi dasar bagi konsep pengajaran alam sekitar. Alam sekitar anak dijadikan pangkal dari usaha pendidikan anak.

(47)

a. Siswa dalam mengatasi kesulitan memahami konsep dalam mata pelajaran sains, meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, sehinga dapat meningkatkan hasil belajar.

b. Guru dapat memperbaiki kinerja, meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam memilih metode pengajaran yang baik.

(48)

siswa tidak memahami materi pembelajaran karena siswa dalam mendemontrasikan mengalami kendala antara lain:

Dari uraian di atas yang menjadi fokus pembelajaran adalah bagaimana meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi sehingga siswa dapat mendemontrasikan bunyi merambat melalui benda padat dengan media telepon mainan.

Fokus perbaikan pembelajaran dapat dirumuskan menjadi rumusan masalah sebagai berikut:

a. Mengapa siswa tidak dapat mendemontrasikan bunyi merambat melalui zat padat dengan media telepon mainan?

b. Mengapa siswa tidak dapat memberi contoh bunyi merambat melalui zat padat?

C. Tujuan

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk:

1. Mendiskripsikan aktivitas siswa dalam pembelajaran sains melalui metode demontrasi.

2. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami sains.

D. Manfaat

(49)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi, serta saran dan pendapat para guru maka pembelajaran sains disajikan dengan menerapkan berbagai pendekatan sehingga relevan dengan tujuan pembelajaran IPA yakni: menyajikan berbagai fakta atau percobaan sehingga dapat menambah pengalaman anak didik baik di rumah maupun di sekolah. Membangkitkan minat siswa untuk dapat menyelidiki gejala-gejala alam disekitarnya melalui pengamatan serta mengembangkan keterkaitan antara pengetahuan dan tehnologi.

Dalam pemahaman dan kemampuan menjadi masalah bagi siswa kelas IV SDN Galagga 03 Arosbaya, Bangkalan ini terbukti dalam satu kelas dari 20 siswa yang memperoleh nilai 60 keatas 14 anak, siswa yang lainnya hanya mendapat 50 kebawah.

Oleh karena itu penulis selaku peneliti melakukan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas sebagai tugas akhir sebagai mata kuliah PKP Program SI PGSD pelaksanaan perbaikan pembelajaran dilakukan 2 Siklus.

B. Rumusan Masalah

Gambar

Tabel 3  Siklus 2
Tabel 2
Tabel 1

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam materi alat pencernaan makanan pada

Melalui pembelajaran mengunakan media audiovisual yang dilaksanakan diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan ketrampilan siswa dalam memahami pesan dalam materi

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah dengan menggunakan metode action learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa pada materi

Tujuan dari penelitian pengembangan yang berjudul “Pengembangan Media Video Animasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Kelas V” yaitu untuk

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa ranah kognitif, afektif dan psikomotor pada materi proses pembentukan tanah dengan menggunakan

Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan permasalahanya bagaimana Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Melalui Penggunaan

Pada upaya perbaikan hasil pembelajaran IPA dengan materi perubahan gerak akibat pengaruh udara, penulis mencoba meningkatkan pemahaman siswa melalui alat peraga

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa ranah kognitif, afektif dan psikomotor pada materi proses pembentukan tanah dengan menggunakan