• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

Hukum Acara Perselisihan

Hasil Pemilu Anggota DPR,

DPD, dan DPRD

Bimbingan Teknis Hukum Acara Penyelesaian PHPU

Tahun 2019 bagi Pengurus Partai Golongan Karya.

Bogor, 7 Desember 2018

(2)

Kewenangan Mahkamah

Konstitusi

 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang

Mahkamah Konstitusi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011;

 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang

Kekuasaan Kehakiman; dan

 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang

(3)

Objek Perkara

Objek Perkara PHPU Anggota DPR/DPRD adalah:

Keputusan Termohon tentang penetapan perolehan suara hasil Pemilu anggota DPR dan DPRD secara nasional yang memengaruhi perolehan kursi Pemohon dan/atau terpilihnya calon anggota DPR dan/atau DPRD.

(4)

Para Pihak Berperkara

PHPU Anggota DPR/DPRD Pemohon Termohon Pihak Terkait Bawaslu

(5)

Para Pihak Berperkara

1. Pemohon

a. Partai Politik Peserta Pemilu untuk pengisian keanggotaan DPR dan DPRD, baik perselisihan antar partai politik maupun dalam satu partai politik yang sama

b. Partai Politik Lokal Peserta Pemilu untuk pengisian keanggotaan DPRA dan DPRK, baik perselisihan antar partai politik maupun dalam satu partai politik yang sama

2. Termohon

(6)

Para Pihak Berperkara

3. Pihak Terkait

a. Partai Politik Peserta Pemilu untuk pengisian keanggotaan DPR dan DPRD, baik perselisihan antar partai politik maupun dalam satu partai politik yang sama

b. Partai Politik Lokal Peserta Pemilu untuk pengisian keanggotaan DPRA dan DPRK, baik perselisihan antar partai politik maupun dalam satu partai politik yang sama

4. Pemberi Keterangan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)

*) Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait dapat diwakili oleh kuasa hukum.

(7)

Tenggang Waktu Pengajuan

Permohonan

Permohonan diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak diumumkan penetapan perolehan suara hasil Pemilu anggota DPR dan DPRD secara nasional oleh Termohon.

(8)

Permohonan Pemohon

 Diajukan oleh DPP Partai Politik peserta Pemilu.  Isi Permohonan meliputi:

1. Identitas Pemohon; 2. Uraian mengenai:

a. Kewenangan Mahkamah b. Kedudukan hukum Pemohon

c. Tenggang waktu pengajuan Permohonan d. Pokok Permohonan

e. Petitum

(9)

Permohonan Pemohon

 Permohonan Pemohon yang diajukan kepada MK

dicatat oleh Panitera dalam BP3;

 Kemudian Penitera menerbitkan dan menyampaikan

AP3;

 Jika permohonan belum lengkap, Panitera

menerbitkan APBL;

 Pemohon dapat memperbaiki permohonan dan

menyerahkan dalam 3 x 24 jam sejak APBL diterima Pemohon;

 Jika tidak ada perbaikan, permohonan yang dicatat

dalam BRPK (dan diperiksa dalam persidangan) adalah permohonan awal.

(10)

Permohonan Pemohon

 Selanjutnya Permohonan diunggah dalam laman MK;

dan

 Salinan Permohonan diserahkan oleh MK kepada

Termohon, Parpol lain, dan Bawaslu satu hari setelah registrasi permohonan.

(11)

Jawaban Termohon

 Jawaban Termohon diserahkan kepada MK selambatnya

2 hari sebelum sidang Pemeriksaan Pendahuluan.

 Isi Jawaban Termohon meliputi:

1. Identitas Termohon; 2. Uraian mengenai:

a. Kewenangan Mahkamah; b. Kedudukan hukum Pemohon;

c. Tenggang waktu pengajuan Permohonan;

d. Keputusan Termohon mengenai penetapan perolehan suara yang menjadi objek permohonan; dan

e. Petitum.

(12)

Keterangan Pihak Terkait

 Permohonan untuk menjadi Pihak Terkait dan Keterangan

Pihak Terkait diajukan kepada MK selambatnya 2 hari sebelum sidang Pemeriksaan Pendahuluan.

Permohonan menjadi Pihak Terkait diajukan oleh DPP Partai

Politik.

 Isi Keterangan Pihak Terkait meliputi:

1. Identitas Pihak Terkait; 2. Uraian mengenai:

a. Pihak Terkait adalah Partai Politik peserta Pemilu;

b. Tanggapan terhadap dalil Pemohon mengenai Kewenangan Mahkamah, kedudukan hukum Pemohon, tenggang waktu pengajuan Permohonan, dan pokok Permohonan;

c. Petitum.

 Keterangan Pihak Terkait disertai alat bukti dan daftar alat

(13)

Pihak Lain

 Bawaslu adalah salah satu pihak yang dimintai

keterangan oleh Mahkamah.

 Selain Pemohon, Termohon, Pihak Terkait, dan

Bawaslu, Mahkamah dapat juga meminta

keterangan pihak lain seperti Kepolisian, Kementerian Dalam Negeri, dsb, selama berkaitan dengan

(14)

Mekanisme Pemeriksaan

Dilaksanakan dalam Sidang Pleno terbuka untuk umum; Salinan Putusan disampaikan kepada para pihak, MPR, DPR, Presiden/Pemerintah, Bawaslu, dan Parpol peserta Pemilu dalam waktu 3 hari sejak pengucapan putusan.

Sidang Pengucapan

Putusan

Sidang tertutup (internal) oleh Majelis Hakim untuk mengambil putusan; Diikuti oleh 9 hakim atau sekurangnya 7 hakim. Rapat Permusyawaratan Hakim Memeriksa Jawaban Termohon, Keterangan Pihak Terkait, dan Keterangan Bawaslu; Mengesahkan alat bukti; Memeriksa alat bukti, saksi, dan ahli; Ketidakhadiran Pemohon dapat mengakibatkan permohonan tidak diterima. Sidang Pemeriksaan Persidangan Memeriksa kelengkapan dan kejelasan Permohonan; Mengesahkan alat bukti Pemohon; Dihadiri Pemohon, Termohon, Pihak Terkait, dan Bawaslu; Ketidakhadiran Pemohon mengakibatkan permohonan gugur. Sidang Pemeriksaan Pendahuluan

(15)

Alat Bukti

 Surat atau tulisan;

 Keterangan para pihak;  Keterangan saksi;

 Keterangan ahli;

 Keterangan pihak lain;  Alat bukti lain; dan/atau  Petunjuk.

(16)

Putusan Mahkamah

Konstitusi

 Perkara PHPU Anggota DPR dan DPRD diputus

Mahkamah dalam waktu 30 hari kerja sejak Permohonan dicatat dalam BRPK.

 Putusan Mahkamah dapat berupa:

a. Putusan;

b. Putusan Sela; atau c. Ketetapan.

(17)

H

UKUM

A

CARA

P

ERSELISIHAN

H

ASIL

P

EMILU

A

NGGOTA

(18)

Objek Perkara

Objek Perkara PHPU Anggota DPD adalah:

Keputusan Termohon tentang penetapan perolehan suara hasil Pemilu anggota DPD secara nasional yang memengaruhi terpilihnya Pemohon.

(19)

Para Pihak Berperkara

PHPU Anggota DPD Pemohon Termohon Pihak Terkait Bawaslu

(20)

Para Pihak Berperkara

1. Pemohon

Perseorangan peserta Pemilu untuk pengisian keanggotaan DPD.

2. Termohon

Komisi Pemilihan Umum (KPU)

3. Pihak Terkait

Perseorangan peserta Pemilu untuk pengisian keanggotaan DPD yang berkepentingan terhadap permohonan Pemohon.

4. Pemberi Keterangan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)

*) Pemohon, Termohon, Pihak Terkait, dan Bawaslu dapat diwakili oleh kuasa hukum.

(21)

Tenggang Waktu Pengajuan

Permohonan

Permohonan diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak diumumkan penetapan perolehan suara hasil Pemilu anggota DPD secara nasional oleh Termohon.

(22)

H

UKUM

A

CARA

P

ERSELISIHAN

H

ASIL

P

EMILU

P

RESIDEN

DAN

(23)

Objek Perkara

Objek Perkara PHPU Presiden dan Wakil Presiden adalah:

Keputusan Termohon tentang penetapan perolehan suara hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang memengaruhi:

a. Pasangan calo Presiden dan Wakil Presiden yang

berhak mengikuti putaran kedua Pemilu Presiden dan Wakil Presiden; atau

b. Terpilihnya pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

(24)

Para Pihak Berperkara

PHPU Presiden dan Wakil Presiden Pemohon Termohon Pihak Terkait Bawaslu

(25)

Para Pihak Berperkara

1. Pemohon

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden

2. Termohon

Komisi Pemilihan Umum (KPU)

3. Pihak Terkait

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang berkepentingan terhadap permohonan Pemohon.

4. Pemberi Keterangan

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)

*) Pemohon, Termohon, Pihak Terkait, dan Bawaslu dapat diwakili oleh kuasa hukum.

(26)

Tenggang Waktu Pengajuan

Permohonan

Permohonan diajukan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari setelah penetapan perolehan suara hasil

(27)

Permohonan Pemohon

 Diajukan oleh Pasangan Calon Presiden dan Wakil

Presiden.

 Isi Permohonan meliputi:

1. Identitas Pemohon; 2. Uraian mengenai:

a. Kewenangan Mahkamah b. Kedudukan hukum Pemohon

c. Tenggang waktu pengajuan Permohonan d. Pokok Permohonan

e. Petitum

(28)

Permohonan Pemohon

 Permohonan yang diajukan Pemohon dicatat oleh

Panitera dalam BRPK.

 Salinan Permohonan diunggah dalam laman

Mahkamah Konstitusi dan disampaikan kepada Termohon, Pihak Terkait, dan Bawaslu.

(29)

Jawaban Termohon

 Jawaban Termohon diserahkan kepada MK selambatnya

2 hari sebelum sidang Pemeriksaan Pendahuluan.

 Isi Jawaban Termohon meliputi:

1. Identitas Termohon; 2. Uraian mengenai:

a. Kewenangan Mahkamah; b. Kedudukan hukum Pemohon;

c. Tenggang waktu pengajuan Permohonan; d. Keputusan Termohon mengenai penetapan

perolehan suara yang menjadi objek permohonan; dan

e. Petitum.

(30)

Keterangan Pihak Terkait

 Keterangan Pihak Terkait diajukan kepada MK selambatnya

1 (satu) hari setelah sidang Pemeriksaan Pendahuluan.

 Isi Keterangan Pihak Terkait meliputi:

1. Identitas Pihak Terkait; 2. Uraian mengenai:

a. Pihak Terkait adalah pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden;

b. Tanggapan terhadap dalil Pemohon mengenai Kewenangan Mahkamah, kedudukan hukum

Pemohon, tenggang waktu pengajuan Permohonan, dan pokok Permohonan;

c. Petitum.

 Keterangan Pihak Terkait disertai alat bukti dan daftar alat

(31)

Pihak Lain

 Bawaslu adalah salah satu pihak yang dimintai

keterangan oleh Mahkamah.

 Selain Pemohon, Termohon, Pihak Terkait, dan

Bawaslu, Mahkamah dapat juga meminta

keterangan pihak lain seperti Kepolisian, Kementerian Dalam Negeri, dsb, selama berkaitan dengan

(32)

Mekanisme Pemeriksaan

Dilaksanakan dalam Sidang Pleno terbuka untuk umum; Salinan Putusan disampaikan kepada para pihak, MPR, DPR, Presiden/ Pemerintah, Bawaslu, dan Parpol peserta Pemilu dalam waktu 3 hari sejak pengucapan putusan. Sidang Pengucapan Putusan Sidang tertutup (internal) oleh Majelis Hakim untuk mengambil putusan; Diikuti oleh 9 hakim atau sekurangnya 7 hakim. Rapat Permusyawaratan Hakim Sidang Pleno; Memeriksa Jawaban Termohon, Keterangan Pihak Terkait, dan Keterangan Bawaslu; Mengesahkan alat bukti; Memeriksa alat bukti, saksi, dan ahli; Ketidakhadiran Pemohon dapat mengakibatkan permohonan tidak diterima. Sidang Pemeriksaan Persidangan Sidang Pleno; Memeriksa kelengkapan dan kejelasan Permohonan; Mengesahkan alat bukti Pemohon; Dihadiri Pemohon, Termohon, Pihak Terkait, dan Bawaslu; Ketidakhadiran Pemohon mengakibatkan permohonan gugur. Sidang Pemeriksaan Pendahuluan

(33)

Alat Bukti

 Surat atau tulisan;

 Keterangan para pihak;  Keterangan saksi;

 Keterangan ahli;

 Keterangan pihak lain;  Alat bukti lain; dan/atau  Petunjuk.

(34)

Putusan Mahkamah

Konstitusi

 Perkara PHPU Presiden dan Wakil Presiden diputus

Mahkamah dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja sejak Permohonan dicatat dalam BRPK.

 Putusan Mahkamah dapat berupa:

a. Putusan;

b. Putusan Sela; atau c. Ketetapan.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan lima kata kunci (keyword) mengenai objek wisata Indonesia yang dianalisis melalui Google Trends untuk mengetahui letak negara yang

Oleh itu, 10 tahun data curahan hujan daripada tahun 2005 sehingga tahun 2014 di Negeri Kelantan dan Terengganu telah digunakan untuk menentukan masa minimum antara peristiwa (MIT)

Dapat disimpulkan bahwa model yang menggunakan metode region growing ini memiliki kemampuan segmentasi daerah makula yang terdegenerasi dengan akurasi yang

Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang upaya yang telah dilakukan Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta dalam melaksanakan Kurikulum Terpadu, meliputi:

Adapun upaya hukum yang dapat dilakukan oleh Kreditor dalam hal mempertahankan haknya adalah Kreditor dapat mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung, hal ini

Syaprin Zahidi, MA selaku Ketua Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Malang yang pernah juga menjadi pembimbing peneliti dan telah

7) Melakukan gerakan dengan full ROM dan menahan posisinya diakhir tanpa tahanan. Ekstremitas yang tidak dites diposisikan abduksi untuk mencegah gangguan gerakan

Perbandingan lemak dan bunga serta variasi waktu optimal yang diperoleh untuk ekstraksi enfleurasi adalah 3 : 21 (w/w) dan 48 jam.. Senyawa fragarance yang diduga