PEMBUATAN DESAIN GRAFIS T-SHIRT DISTRO DAENG (CV DAENG INDONESIA)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Mengikuti Ujian Skripsi pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Makassar
Oleh :
FIRSAN
10541 097 09
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI RUPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2015
vii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
Man Jadda Wa Jada
(Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka pasti akan berhasil)
Kupersembahkan untuk
Ayahanda dan Ibunda tercinta
serta saudara-saudariku
Atas Perjuangannya selama ini untuk ku.
viii
HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya sederhana ini kupersembahkan sebagai tanda hormat dan baktiku kepada Ayahanda Annas dan ibunda Rusliati yang tercinta, dan kakakku Dian Andriani yang telah banyak berkorban dan bersabar dengan selalu memberikan perhatian dan dukungan kepada penulis. Doa-doa beliau selalu mengiringi perjalanan penulis sampai sekarang, yang sangat ampuh menembus gelombang hidup dan merupakan berkah yang membangkitkan semangat dari keterpurukan dan kegundahan.
ix ABSTRAK
Firsan. 1054109709. 2015. “Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng (CV Daeng Indonesia) ”. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Fakultas
Keguruan Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptip bertujuan untuk mendedkripsikan pembuatan desain grafis t-shirt distro daeng, variabel dalam penelitian ini adalah pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. sedangkan Objek dari penelitian ini adalah Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro. Teknik analisis dari data yang diperoleh kemudian disusun kembali dan dianalisis secara deskriptip kualitatif, hasil penelitian menunjukan bahwa alat dan bahan yang digunakan distro daeng pada umumnya hampir sama dengan yang digunakan orang lain pada umumnya, dan proses membuat meliputi beberapa tahapan yang terdiri atas persiapan desain, proses afdruk, persiapan mencetak, proses mencetak, dan proses pengeringan. Sedangkan ciri khas dari desain grafis t-shirt distro daeng adalah desain dengan tema budaya lokal, bahan t-shirt katun kombet tipe 20s, dan label karet pada t-shirt. Dari hasil penelitian ini disarankan, desain grafis begitu berkembang dan diminati hanya saja membutuhkan ketersediaan alat bahan yang lebih baik, fasilitas penunjang dalam mendukung kelancaran kerja yang lebih progresif, apresiasi yang lebih luas untuk menciptakan desai-desain baru yang lebih baik dan mempunyai karakter.
x
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi ALLAH tuhan semesta alam. Semoga salawat dan salam senantiasa terlimpah kepada para Rasul, Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya, karena berkat karunianya penulisan Skripsi berjudul “Pembuatan Desai Grafis T-Shirt Distro Daeng (CV Daeng indonesia) dapat terselesaikan dengan baik.
Sebagai peneliti pemula, penulis menyadari sepenuhnya bahwa Skripsi ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saran dan kritikan yang sifatnya konstruktif dari berbagai pihak dengan senang hati penulis akan menerimanya. Penulis menyadari bahwa selama Skripsi ini disusun banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung.
Teristimewa dan terutama sekali penulis sampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Allah SWT. Yang tidak henti-hentinya memberikan ridho, rahmat, dan kekuatan untuk penulis. Dan kepada kedua orang tua tercinta karena atas segala pengorbanan dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu sejak kecil sampai sekarang ini. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi kebaikan dan cahaya penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.
Begitu pula ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, penulis sampaikan kepada :
xi
1. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., Rektor Univesitas Muhammadiyah Makassar.
2. Dr. Andi Syukri Syamsuri, M.Hum., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Andi Baetal Mukaddas, S.Pd., M.Sn., Ketua Prodi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar .
4. Muh Thahir, S.Pd., Sekretaris Prodi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.
5. Dra. Hj. Sri Marhaen Sakti M.Pd. pembimbing I atas segala kesediaan dan kesabarannya meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membimbing dan mengarahkan penulis mulai dari awal hingga selesainya skripsi ini.
6. Drs. Sumardi, M.Pd. pembimbing II atas segala kesediaan dan kesabarannya meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membimbing dan mengarahkan penulis mulai dari awal hingga selesainya skripsi ini.
7. Seluruh Bapak dan Ibu dosen di Jurusan Pendidikan Seni Rupa yang telah memberikan banyak ilmu dan berbagi pengalaman selama penulis menimba ilmu di Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar.
xii
8. Kepada kedua orang tua saya yang telah tulus mengirimkan do’a dan materi selama dalam perkuliahan.
9. Seluruh pengurus Himpunan Pendidikan Seni Rupa yang telah memberikan semangat dan motivasi.
10. Terima kasih kepada teman-teman Rumah Seni KASUMBA, Seni Rupa Ex-Project, Rujab Media, Lambaselo Art Studio dan Studio Kosong Sepuluh yang telah membantu baik secara moril maupun secara materi.
11. Terima kasih kepada seluruh teman seperjuangan angkatan 2009 tanpa terkecuali, terima kasih atas kerja sama dan kekompakan yang diberikan selama menjalani perkuliahan.
12. Semua pihak yang telah memberikan bantuan yang tidak sempat disebutkan satu persatu semoga menjadi ibadah dan mendapat imbalan dari-Nya.
Tiada imbalan yang dapat diberikan oleh penulis, hanya kepada Allah SWT. Penulis menyerahkan segalanya dan semoga bantuan yang diberikan selama ini bernilai ibadah disisi-Nya Amin.
Makassar, februari 2015
xiii DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN SAMPUL ………... .... i
HALAMAN JUDUL ………. .. ii
LEMBAR PENGESAHAN... iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING ………... iv
SURAT PERNYATAAN ………. v
SURAT PERJANJIAN ………. .. vi
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ……… vii
ABSTRAK ……….. ... ix
KATA PENGANTAR ………...……….... . x
DAFTAR ISI ..………...……… ... xiii
DAFTAR SKEMA ... . xv
DAFTAR GAMBAR ... . xvi
DAFTAR LAMPIRAN ... . xviii
BAB I PENDAHULUAN………... 1
A. Latar Belakang ……… 1
B. Rumusan Masalah……… 2
C. Tujuan Penelitian……….. 2
D. Manfaat Hasil Penelitian……….. 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR………. .... .. 4
A. Kajian Pustaka ………. 4
xiv
BAB III METODE PENELITIAN …..………...……….……… 18
A. Jenis dan Lokasi Penelitian ……….. 19
B. Variabel dan Desain Penelitian ……….... 19
C. Definisi Operasional Variabel ... 20
D. Objek Penelitian... ... .. 21
E. Teknik Pengumpulan Data ……….. 21
F. Teknik Analisis Data ………... 23
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN …...……….. 24
A. Penyajian Hasil Penelitian ……… 24
B. Pembahasan ………... 40
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ………... 44
A. Kesimpulan ………... 44 B. Saran ………. 45 DAFTAR PUSTAKA ………..….. 46 LAMPIRAN-LAMPIRAN……….... 47 PERSURATAN……….…... 50 RIWAYAT HIDUP ………...……… 53
xv
DAFTAR SKEMA
Skema
Uraian
Halaman
Skema 1. Kerangka Pikir ... 17 Skema 2. Desain Penelitian ... 20xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar
Halaman
Uraian
Gambar 1. Peta lokasi penelitian... 18
Gambar 2. Screen T 90 di distro daeng... 25
Gambar 3. Rakel ... 26
Gambar 4. Meja afdruk... 27
Gambar 5. Sketsa desain ... 31
Gambar 6. Sketsa desain... ... 31
Gambar 7. Sketsa desain... 32
Gambar 8 Den Dede saat proses pewarnaan ... 33
Gambar 9. Out line... 33
Gambar 10. Colouring... 34
Gambar 11. Colouring... ... 34
Gambar 12. Proses pengeringan afdruk ... 36
Gambar 13. Persiapan sebelum mencetak ... 37
Gambar 11. Proses mencetak ... 38
Gambar 12. Proses pengeringan dengan mesin hot press ... 38
Gambar 13. Wawancara bersama Den Dede ...…. 49
Gambar 21. T-Shirt Distro Daeng ... 49
Gambar 25. Distro Daeng ... 50
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran
Halaman
Uraian
Lampiran 1. Format Wawancara ... 48
Lampiran 2. Dokumentasi ... 49
Lampiran 3. Persuratan... 51
1
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengekspreasikan diri, salah satunya adalah lewat T-Shirt (Kaos) yang kita pergunakan. Terkadang banyak orang yang beranggapan apalah arti sebuah kaos, dipakai, dicuci, disterika, dilipat dan dipakai lagi, itulah siklus dari kehidupan sebuah kaos. Namun, pernahkah terfikirkan kalau kaos yang kita kenakan dapat menjadi lahan kreasi yang mempunyai nilai estetika dan nilai jual.
Kaos Distro, sebutan untuk yang memiliki tema dan idealisme terhadap desain-desain yang dibuatnya sehingga tidak terkesan pasaran dan memiliki kebanggaan tersendiri ketika kita pakai. Keunikan dan kreatifitas dari desain-desain yang dibuat merupakan kekuatan yang dapat membuat kaos Distro tersebut mendapat hati dari para konsumennya.
Dalam perkembangan Seni Rupa khususnya Desain Grafis telah mengalami kemajuan. Kondisi ini dapat dilihat dari semakin meningkatnya kemampuan kreativitas seniman. Salasatu yang menarik perhatian penulis yaitu Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng yang terletak di Jalan Sungai Saddang Baru. Distro Daeng adalah salasatu Distro yang memproduksi T-Shirt dengan mengangkat Tema Desain Budaya Lokal. Melihat kondisi realitas tersebut penulis tertarik untuk mengulas tentang Proses Pembuatan desain Grafis T-Shirt Distro Daeng.
2
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, maka penulis berkeinginan untuk meneliti “Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng (CV Daeng Indonesia)
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Alat dan bahan apa yang digunakan Distro Daeng untuk memproduksi T-Shirt?
2. Bagaimana proses pembuatan desain T-Shirt Distro Daeng? 3. Bagaimana ciri-ciri desain grafis T-Shirt Distro Daeng?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Untuk mendeskripsikan tentang alat dan bahan apa yang digunakan Distro Daeng dalam memproduksi T-Shirt
2. Untuk mendeskripsikan tentang proses pembuatan desain grafis T-Shirt Distro Daeng
3. Untuk mendeskripsikan tentang ciri-ciri desain grafis T-Shirt Distro Daeng
3
D. Manfaat Penelitian
Melalui penelitian ini diharapkan adanya manfaat yang dapat dipetik utamanya bagi pihak yang terkait dengan penelitian ini, di antaranya :
1. Secara akademik diharapkan dapat memberi informasi dan bahan referensi bagi pembaca agar lebih mengenal tentang desain grafis T-Shirt Distro Daeng .
2. Sebagai bahan perbandingan Mahasiswa Pendidikan seni rupa dalam berkarya desain grafis.
3. Menambah pengetahuan bagi penulis terhadap masalah dalam penelitian ini.
4
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
A. Tinjauan Pustaka
Pada dasarnya tinjauan pustaka dilakukan untuk mengetahui sasaran penelitian secara teoritis, dan pada bagian ini akan diuraikan landasan teoritis yang dapat menjadi kerangka acuan dalam melakukan penilitian. Landasan yang dimaksud ialah teori yang merupakan kajian kepustakaan dari berbagai literatur yang relevan dengan masalah yang akan diteliti oleh penulis.
1. Pengertian Pembuatan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pembuatan di artikan sebagai bagian dari proses produksi yang berhubungan dengan pembuatan barang dengan menggunakan tangan, mesin, ataupun dengan cara yang lain (http://kbbi.web.id)
2. Pengertian Desain
Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata "desain" bisa digunakan, baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, "desain" memiliki arti "proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru". Sebagai kata benda, "desain" digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata (http://id.wikipedia.org/wiki/Desain).
5
Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetika, dan berbagai macam aspek lainnya dengan sumber data yang didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya.
3. Pengertian Grafis
Grafis adalah gambar yang tersusun dari koordinat-koordinat. Gambar atau grafis dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu gambar biasa (non digital) dan gambar digital. Gambar non digital adalah guratan alat gambar ke suatu media tertentu, misalnya kertas, kanvas, dan media lainnya. Sedangkan gambar digital adalah gambar yang dihasilkan dari pengolahan melalui komputer atau pemotretan menggunakan kamera digital, yang disimpan dalam bentuk file (http://www.zainalhakim.web.id/pengertian-grafis-gambar.html).
4. Pengertian Desain Grafis
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin
(http://manpras.blogspot.com/2013/02/pengertian-desain-grafis.htm). Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).
Desain Grafis berasal dari 2 buah kata yaitu Desain dan Grafis, kata Desain berarti proses atau perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum
6
bertindak atau merancang. Sedangkan Grafis adalah titik atau garis yang berhubungan dengan cetak mencetak. Jadi dengan demikian Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus atau sangat berguna dalam bidang gambar
Desain Grafis adalah cabang ilmu dari seni Desain yang dalam perkembangannya Desain Grafis dibantu oleh komputer dalam mendesain sebuah objek. Orang yang bekerja dalam bidang ini di sebut seorang Desainer dan seorang Desainer harus memiliki minimal 5 (lima) Dimensi Keilmuan yaitu : 1. Wawasan Teknologi
2. Wawasan Sains 3. Wawasan Seni
4. Wawasan Sosial Dan Budaya 5. Wawacan Filsafat Dan Etika
(http://manpras.blogspot.com/2013/02/pengertian-desain-grafis.htm).
Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi gambar dengan komputer dan penciptaan gambar 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau
7
untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.
Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.
Ada beberapa software yang digunakan dalam desain grafis: Desktop publishing : 1) Adobe Photoshop 2) Adobe Illustrator 3) Adobe Indesign 4) Coreldraw 5) GIMP 6) Inkscape 7) Adobe Freehand 8) Adobe image ready 9) Adobe Page Maker
10) Paint Tool SAI
Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk, tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (proportion) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.
8
Graphic, atau Grafis dalam Bahasa Indonesia, berasal dah Bahasa Yunani Graphein yang berarti menulis atau menggambar. Sementara itu, istilah Seni
Grafis yaitu seni gambar dalam dua dimensi pada umumnya mencakup beberapa bentuk ke-giatan, seperti menggambar, melukis, dan fotografi. Secara spesifik, cakupan tadi terbatas pada karya yang dicetak atau karya seni yang dibuat untuk diperbanyak melalui proses cetak.
Desain grafis dapat diartikan sebagai proses pemikiran yang diwujudkan dalam gambar (Hendi Henratman S.T. 2006). Dalam bahasa inggris disebut Graphic diartikan sebagai goresan yang berupa titik-titik atau garis yang berhubungan dengan kegiatan cetak-mencetak. (Freddy Adiono Basuki, 2000). Desain gerafis dapat diartikan sebagai proses pemikiran untuk mengalihkan gagasan dalam bentuk gambar.( Atisah Sipahelu.1991)
Beberapa definisi desain grafis dari para tokoh antara lain :
1) Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.
2) Sedangkan Jessica Helfand mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini,
9
sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat. 3) Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai
elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.
4) Menurut Michael Kroeger, Visual Communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran
5) Warren memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual. 6) Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif
yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.
( http://www.belajarcoreldraw.com/2014/04/pengertian-desain-grafis-menurut-ahli.html)
Secara umum pengertian dari desain grafis adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda
10
yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya. Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain
5. Pengertian Seni Grafis
Kata grafika dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), merupakan padanan untuk kata Inggris graphics boleh diartikan sebagai segala cara pengungkapan dan perwujudan dalam bentuk huruf, tanda, dan gambar yang diperbanyak melalui proses pencetakan guna disampaikan kepada khalayak (https://roemahmm.wordpress.com/2014/07/12/pengertian-seni-grafis) Jadi, seni grafis adalah sebuah karya seni rupa yang memiliki wujud dua dimensi, dengan proses pembuatan karyanya menggunakan teknik cetak berupa teknik manual ataupun teknik digital (yang sekarang sudah banyak digunakan), biasanya di atas kertas.
6. Jenis - jenis Teknik Seni Grafis
Seni grafis memiliki jenis-jenisnya yang berdasarkan teknik yang digunakkan, alat dan cara pembuatannya yang berbeda-beda. Jenis-jenis teknik dalam seni grafis adalah sebagai berikut :
1. Cetak Tinggi
Cetak tinggi atau cetak timbul adalah cara membuat acuan cetak dengan membentuk gambar pada permukaan media cetak secara timbul. Contoh yang paling sederhana dari teknik ini adalah stempel atau cap. Media yang umum digunakan untuk membuat cetak tinggi adalah kayu
11
lapis/triplek, hardboard, metal, karet (linoleum), dan papan kayu. Teknik cetak tinggi yang paling popular yaitu seni grafis cukilan kayu (woodcut).
2. Cetak Datar/Lithography
Lithography berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos (batu) dan graphien (menulis). Lithography merupakan seni grafis cetak datar dengan menggunakan acuan cetak dari lempengan batu kapur. Media batu kapur digunakan karena memiliki sifat dapat menghisap tinta cair dan lemak
3. Cetak Dalam
Cetak Dalam adalah proses cetak menggunakan permukaan yang dikerik (tenggelam). Contoh karya hasil cetak dalam adalah dry point dan etsa.
Dry point adalah sebuah teknik seni grafis (intaglio), di mana gambar dituangkan ke lempeng tembaga atau seng dengan ujung jarum. Seperti etsa, drypoint lebih mudah bagi seorang seniman terlatih dalam menggambar yang menguasai ukiran, sebagai teknik penggunaan jarum lebih dekat untuk menggunakan pensil daripada alat pengukir. Garis diproduksi dengan mencetak sebuah drypoint sebenarnya dibentuk olehujung jarum yang tajam, selain depresi terbentuk di permukaan lempeng. Sebuah jarum yang lebih besar, dibentuk oleh sudut curam alat ini, akan terus banyak tinta, menghasilkan garis, bersifat lembut padat yang membedakan drypoint dari metode intaglio lainnya seperti etsa atau ukiran yang halus hasilnya, bermata garis keras. Ukuran atau karakteristik
12
lubang goresan biasanya tidak bergantung pada berapa banyak tekanan diterapkan, namun pada sudut jarum
Etsa adalah proses dengan menggunakan asam kuat untuk mengikis bagian permukaan logam yang tak terlindungi untuk menciptakan desain pada logam. Sebagai metode intaglio dalam seni grafis, bersama dengan gravir, etsa merupakan teknik paling penting dalam sejarah karya seni grafis Barat (old master prints) dan masih tetap banyak digunakan sampai sekarang.
4. Cetak Digital
Cetak digital merujuk pada image/citra yang diciptakan dengan komputer menggunakan gambar, teknik cetak lain, foto, light pen serta
tablet, dan sebagainya. Citra tersebut bisa dicetak pada bahan yang
bervariasi termasuk pada kertas, kain atau kanvas plastik. Reproduksi warna yang akurat merupakan kunci yang membedakan antara digital print berkualitas tinggi dengan yang berkualitas rendah. Warna metalik (emas, perak) sulit untuk direproduksi secara akurat karena akan memantul-balikkan sinar pada scanner digital. Cetak digital berkualitas tinggi biasanya direproduksi dengan menggunakan file data ber-resolusi sangat tinggi dengan printer ber-presisi tinggi.
13
5. Cetak Saring/Tembus/Sablon
Cetak saring atau sablon atau screen printing merupakan bagian dari ilmu grafika terapan yang bersifat praktis. Cetak saring dapat diartikan kegiatan cetak mencetak dengan menggunakan kain gasa/kasa yang biasa disebut screen (Guntur Nusantara, 2007: iii). Pada umumnya cetak mencetak dilakukan pada setiap benda padat yang datar tetapi dapat juga dilakukan di atas bentuk yang melingkar. Pada prinsipnya cetak mencetak pada berbagai macam benda padat adalah sama. Perbedaannya terletak pada jenis cat / tinta yang digunakan dan jenis produk yang akan dicetak. Menengok sejarah cetak saring atau cetak sablon telah lama dikenal dan digunakan oleh bangsa Jepang sejak tahun 1664, abad ke- 17. Ketika itu, Yuzensai Miyasaki dan Zisukeo Mirose mengembangkannya dengan menyablon kain kimono beraneka motif yang sebelumnya dibuat motif kimono dengan tulis tangan. Ternyata lebih menekan biaya sehingga kimono motif sablon mulai b anyak digunakan oleh masyarakat Jepang. Sejak itu, teknik cetak saring terus berkembang dan merambah ke berbagai negara. Pada tahun 1907, pria berkebangsaan Inggris, Samuel Simon, mengembangkan teknik sablon menggunakan chiffon sebagai pola untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari benang sutera halus. Bahan rajut inilah yang merupakan cikal bakal kain gasa untuk menyablon. Menyablon dengan chiffon caranya tinta yang akan dicetak dialirkan melalui kain gasa atau kain saring, sehingga teknik ini juga disebut silk
14
screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutera.
Setelah Perang Dunia II, teknik cetak saring terus berkembang pesat, inovasi-inovasi terus dilakukan sehingga munculah teknik-teknik baru, yang semula membuat motif secara sederhana kemudian berkembang dengan digunakannya komputer untuk membuat motif yang lebih bervariasi.
Istilah cetak saring di Indonesia lebih populer dengan sebutan cetak sablon. Kata sablon berasal dari bahasa Belanda, yaitu Schablon, sehingga dalam bahasa serapan menjadi sablon (Guntur Nusantara, 2007: 2). Sablon dapat didefinisikan sebagai pola berdesain yang dapat dilukis berdasarkan contoh. Cetak sablon adalah mencetak dengan menggunakan model cetakan atau mal. Cetak saring adalah mencetak dengan menggunakan kain gasa yang dibingkai disebut screen. Proses Pembuatan Cetak saring bisa dilakukan dengan mesin seperti yang dilakukan pada pabrik printing dan bisa dilakukan secara manual seperti yang dilakukan oleh home Industri menengah dan kecil. Teknik pembuatan desain motif dengan cara: Tanpa kodatrace atau menggunakan kertas warna gelap yang diafdruk, dengan kodatrace dan komputer atau teknik sparasi warna (CMYK). Zat warna yang digunakan antara lain zat warna pigmen dan zat warna reaktif, walaupun hampir semua jenis zat warna untuk tekstil bisa digunakan. Kain tekstil yang digunakan hampir semua jenis kain tekstil, dari serat sintetis
15
atau serat alam yang mempunyai permukaan datar bisa disablon dengan menggunakan screen.
7. Karakteristik Seni Grafis
Setiap karya grafis memiliki karakteristik yang berbeda-beda sekalipun berasal dari satu catakan. Dalam karya seni grafis memiliki 4 karakteristik di antaranya :
1. Karya yang dihasilkan bisa lebih dari satu karena karya yang ada dapat direproduksi.
2. Karya seni grafis merupakan hasil karya cetak, bukan hasil karya goresan
tangan.
3. Karya seni grafis ditentukan oleh proses/ teknik cetak yang digunakan
artinya setiap karya seni grafis memiliki karakter sesuai dengan tekniknya, dan karakter karya seni grafis ditentukan oleh jenis media yang digunakan.
8. Pengertian Distro
Distro, singkatan dari distribution store atau distribution outlet, adalah jenis toko di Indonesia yang menjual pakaian dan aksesori yang dititipkan oleh pembuat pakaian, atau diproduksi sendiri (http://id.wikipedia.org/wiki/Distro). Distro umumnya merupakan industri kecil dan menengah (IKM) yang sandang dengan merk independen yang dikembangkan kalangan muda. Produk yang dihasilkan oleh distro diusahakan untuk tidak diproduksi secara massal, agar mempertahankan sifat eksklusif suatu produk dan hasil kerajinan. Konsep distro
16
berawal pada pertengahan 1990-an di Bandung. Saat itu band-band independen (Indie) di Bandung berusaha menjual merchandise mereka seperti CD/kaset, t-shirt, dan sticker selain di tempat mereka melakukan pertunjukan. Bentuk awal distro adalah usaha rumahan dan dibuat etalase dan rak untuk menjual t-shirt. Selain komunitas musik, akhirnya banyak komunitas lain seperti komunitas punk dan skateboard yang kemudian juga membuat toko-toko kecil untuk menjual pakaian dan aksesori mereka. Kini, industri distro sudah berkembang, bahkan dianggap menghasilkan produk-produk yang memiliki kualitas ekspor. Pada tahun 2007 diperkirakan ada sekitar 700 unit usaha distro di Indonesia, dan 300 diantaranya ada di Bandung.
17
B. Kerangka Pikir
Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus dalam bidang gambar. Dengan melihat uraian tersebut maka kerangka pikir penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Skema 1 Kerangka Pikir
Proses Pembuatan Desain
Grafis
Distro Daeng
Alat dan
Bahan
Hasil Penelitian
Ciri khas
Desain Grafis
18
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Lokasi Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini termasuk metode “deskriptif kualitatif”, yang artinya metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang biasanya digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, yang mana peneliti berperan sebagai instrumen kunci. (Sugiyono, 2008 : 15). Dalam arti lain deskriptif kualitatif ialah berusaha mengungkapkan sesuatu atau memberi gambaran secara objektif sesuatu dengan kenyataan sesungguhnya mengenai Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng (CV Daeng Indonesia)
2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di CV Daeng Indonesia yang terletak di Jalan Sungai Saddang Baru Nomor 35B Makassar Sulawesi Selatan.
Gambar 1: peta lokasi penelitian
(sumber : dokumentasi kasumba. Januari 2015)
19
B. Variabel dan Desain Penelitian 1. Variabel Penelitian
Variabel (Setyosari, 2010 : 108) adalah segala sesuatu yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian. Penelitian ini dilakukan guna memperoleh data tentang bagaimana Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng ( CV Daeng Indonesia). Dengan demikian, variabel penelitian adalah sebagai berikut:
1. Alat dan bahan yang digunakan Distro dalam memproduksi T-Shirt
2. pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng 3. Ciri khas Desain Grafis Distro Daeng
2. Desain Penelitian
Desain penelitian (Setyosari, 2010: 148) merupakan rencana atau struktur yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban atas permasalahan-permasalahan penelitian.
20
Adapun bentuk Desain penelitian ini digambarkan dalam skema seperti di bawah ini:
Skema 2: Desain Penelitian
C. Definisi Operasional Variabel
Untuk memperjelas ruang lingkup variabel, penulis mengemukakan definisi sebagai acuan di dalam mengumpulkan data. Definisi yang dimaksud sebagai berikut:
1) Alat dan Bahan
Variabel ini dapat didefinisikan tentang alat dan bahan yang digunakan Distro Daeng dalam memproduksi T-Shirt
Pengumpulan Data tentang Alat dan Bahan yang di gunakan
Ciri khas Desain Grafis Distro Daeng Proses pembuatan Teknik Analisis Data Kesimpulan Pengolahan Data
21
2) Proses Pembutan
Variabel ini dapat didefinisikan tentang bagaimana proses Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng
3) Ciri khas
Variabel ini dapat didefinisikan tentang bagaimana Ciri khas Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng
D. Objek Penelitian
Objek penelitian merupakan sasaran atau permasalahan yang akan diteliti. Objek dari penelitian ini adalah Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng Makassar ( CV Daeng Indonesia )
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan, observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara.
1. Teknik Kepustakaan
Penelitian perpustakaan, digunakan untuk memperoleh data/refrensi sekunder seperti buku-buku dan berbagai literatur berupa teori-teori yang ada hubungannya dengan judul penelitian.
2. Teknik Lapangan
Penelitian dengan teknik lapangan digunakan untuk memperoleh data primer pada penelitian ini. Teknik lapangan yang digunakan yaitu:
22
a) Observasi
Observasi dilakukan guna memperoleh data secara langsung terhadap Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng sebagai bahan analisis.
b) Wawancara
Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan keterangan objektif melalui pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan rumusan masalah yang diajukan kepada Distro Daeng Makassar
c) Dokumentasi
Teknik dokumentasi dapat pula dikatakan sebagai “pemberian atau pengumpulan bukti-bukti dan keterangan seperti gambar-gambar dan sebagainya”. (Tim penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990 : 211). Teknik ini dilakukan untuk memperkuat data-data sebelumnya, teknik dokumentasi dibutuhkan sebagai alat pengumpul data yang bersifat dokumenter. Sumber informasi dari dokumenter pada dasarnya segala bentuk sumber informasi yang berhubungan dengan dokumentasi baik resmi maupun tidak, baik diterbitkan maupun tidak.
23
F. Teknik Analisis Data
Berdasarkan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian mengenai Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng (CV Daeng Indonesia) yaitu:
1. Data hasil observasi, Interview/wawancara dan dokumentasi dikumpulkan dan diperiksa kembali.
2. Menganalisis permasalahan yang ada serta menyusun kembali untuk dikaji lebih lanjut.
3. Mengadakan kategorisasi data dan membuat kriterianya baik data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, maupun hasil dokumentasi.
4. Teknik analisis data adalah non statistik atau analisis kualitatif karena data yang terkumpul merupakan data kualitatif.
24
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Penyajian hasil penelitian
1. Alat dan bahan yang digunakan oleh Distro Daeng dalam pembuatan desain grafis
Alat merupakan penunjang yang membantu memudahkan pekerjaan serta membantu pengerjaan yang tidak mengkin dilakukan dengan tangan, biasanya alat bukanlah bagian dari obyek yang dikerjakan dan terbuat dari bahan yang tidak mudah habis.
Alat yang digunakan dalam proses mencetak dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu alat pokok dan alat penunjang. Alat pokok yang dimaksud disini adalah peralatan utama yang akan digunakan dalam proses mencetak.
Adapun peralatan yang digunakan di distro daeng adalah sebagai berikut:
a. Screen
Screen adalah media yang digunakan untuk mengantarkan tinta atau pasta sablon ke media sablon. Ada beberapa jenis dan ukuran screen, dan mempunyai fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan media sablon, seperti screen T 150 untuk media kertas, screen T 120 untuk media kayu atau besi, dan screen T 90 untuk media t-shirt atau kaos.
25
Berikut ini adalah screen tipe T 90 yang biasa digunakan untuk mencetak pada t-shirt.
Gambar 2: Screen T 90 di distro daeng ( Sumber: Dokumentasi Kasumba. Januari 2015)
b. Rakel
Rakel digunakan untuk menyapu dan menekan tinta yang ada pada screen agar merembes melalui pori-pori yang telah terbentuk sehingga menempel pada bahan yang disablon. Rakel terbuat dari bermacam bahan seperti plastik yang lentur, karet dan busa karet yang keras. Agar mudah dalam menggunakannya rakel diberi tangkai atau pegangan dari kayu. Bentuk ujung rakel juga bermacam-macam antara lain: runcing, persegi dan bulat. Ukuran rakel biasanya disesuaikan dengan ukran screen yang digunakan.
26
Rakel yang biasa digunak untuk mencetak t-shirt adalah jenis rakel yang ujungnya runcing seperti yang terdapat pada gambar di bawah ini.
Gambar 3: Rakel
(Sumber: Dokumentasi kasumba. Januari 2015}
c. Meja Afdruk
Meja afdruk adalah meja yang disatasnya diberi kaca bening setebal 5 mm dan di bawahnya diberi lampu yang berfungsi untuk menyinari film agar bisa terbaca discreen sablon. Dibawah ini merupakan contoh gambar untuk meja afdruk.
27
Gambar 4: Meja afdruk
(Sumber: Dokumentasi kasumba. Januari 2015)
Alat penunjang diperlukan untuk mendapatkan berbagai kemudahan serta hasil yang lebih maksimal, akan tetapi tidak selamanya digunakan dalam mendukung proses menyablon, terkadang disesuakian dengan kebutuhan atau digantikan dengan alat penunjang yang fungsinya serupa. Adapun alat penunjang dalam proses mencetak.
a. Meja Sablon
Menyablon sebenarnya dapat dilakukan dimana saja asal tempat yang digunakan datar dan rata. Akan tetapi sebaiknya menggunakan meja khusus agar mudah pengerjaan cetaknya dan hasil cetakan cenderung lebih berkualitas. Apalagi jika cetakan beraneka warna maka meja cetak merupakan hal keharusan agar hasilnya bisa maksimal.
28
b. Bantalan pengalas
Bantalan pengalas terbuat dari bahan kayu yang diberi karet dan ditutupi dengan kain warna gelap. Fungsi dari bantalan pengalas adalah untuk alas tekanan kaca terhadap film di atas permukaan screen, mencegah pembiasan sinar dan menjamin ketajaman hasil afdruk.
c. Hair Dryer
Alat ini diperlukan dalam proses pengeringan setelah screen dilapisi larutan afdruk
d. Busa
Busa digunakan untuk mendapatkan tekanan yang seimbang agar proses penyinaran lebih sempurna.
e. Penyemprot air (handsprayer)
Penyemprot air atau handsprayer digunakan untuk membersihkan model gambar atau film pada sceen yang telah diafdruk (eksposing).
f. Gelas ukur dan mangkok plastik
gelas ukur digunakan untuk mengukur kebutuhan pelarut/air, mangkuk digunakan sebagai tempat untuk mencampur pasta warna sablon.
29
g. Sendok dan Pengaduk
sendok, solet dan pengaduk digunakan untuk mencampur pasta warna supaya rata dan menuangkannya ke permukaan screen. h. Papan landasan
papan landasan terdiri dari Triplek yang dilapisi perekat / lem kain (Hidronal G) sebagai papan landasan pada penyablonan T-Shirt
i. Kain hitam
Kain hitam digunakan untuk menutup screen pada waktu penyinaran menggunakan lampu supaya tidak tembus bayangan. j. Isolasi bening atau coklat
Digunakan untuk menutup bagian tepi screen sebelum penyablonan agar tidak bocor.
Bahan merupakan unsur yang menentukan kualitas dari hasil setiap cetakan t-shirt distro daeng dan bahan yang digunakan terdiri atas :
a. T-Shirt (kaos oblong)
T-Shirt yang digunakan distro daeng adalah t-shirt yang berbahan katun kombet tipe 20s
30
b. Film / Klise
Fungsinya sebagai media desain sablon, biasanya desain diprint atau dijiplak langsung dari kertas kalkir atau bisa juga dengan kertas HVS.
c. Tinta /pasta sablon
Ada beberapa jenis dan nama tinta/pasta yang biasa di gunakan oleh distro daeng. Biasanya tinta/pasta yang digunakan disesuaikan dengan desain yang akan dicetak.
d. Ulano/Afdruk
Fungsinya untuk mentransfer media dari film/klise ke dalam screen sablon. Ulano merupakan obat/exposure yang peka terhadap cahaya.
e. Binder
Binder berfungsi sebagai penguat dari pewarna pasta yang dicampur
2. Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng
Dalam proses pembuatan Desain Grafis, Distro Daeng melakukan langkah-langkah sebagi berikut :
1. Tahapan membuat desain a. Membuat sketsa awal
Tahap awal yang dilakukan adalah membuat sketsa di atas kertas A3, hal dilakukan untuk merumuskan setiap ide dan gagasan dari setiap desain yang akan dibuat di Distro Daeng.
31
Berikut ini merupakan gambar untuk desain awal t-shirt distro daeng.
Gambar 5: Sketsa Desain
(Sumber : Dokumentasi Den Dede. Januari 2015)
Gambar 6: sketsa desain
32
Gambar 7: sketsa desain
(Sumber : dokumentasi kasumba, Januari 2015)
b. Proses pewarnaan
Setelah sketsa desain yang telah dibuat, dilanjutkan ke tahap pewarnaan yang dilakukan dengan mengunakan komputer. Proses pewarnaan dilakukan dengan menggunakan software corel
draw dan photoshop seperti yang terlihat pada gambar di bawah
33
Gambar 8 : Den Dede saat proses pewarnaan (Sumber : Dokumentasi Kasumba. Januari 2015)
Gambar 9 : Out Line
34
Gambar 10 : Colouring
(Sumber : Dokumentasi Den Dede. Januari 2015)
Gambar 11: Colouring
35
2. Tahapan mencetak/menyablon a. Persiapan Desain
Desain yang akan dicetak dipisah sesuai dengan warnya. Proses pecah warna dapat dilakukan dengan manual ataupun dilakukan dengan aplikasi grafis pada komputer, seperti Corel
Draw atau Photoshop, Setelah itu Desain dicetak sebagai klise
b. Proses Afdruk
Sebelum afdruk dilakukan, secreen mesti dibersihkan dan dikeringkan. Tahap berikutnya adalah screen yang sudah bersih dilumuri dengan cairan afdruk yang telah dicampur dengan sesitizer lalu diratakan dan dikeringkan. Untuk mempercepat proses pengeringan dilakukan dengan menggunakan hair dryer . Semua harus dilakukan dalam ruang yang tidak terkena sinar matahari.
Setelah cairan afdruk kering, dilanjutkan dengan pembuatan film pada screen. Alat yang dibutuhkan meja afdruk, gambar desain, screen, busa, kain hitam,pemberat. Semua alat akan digunakan untuk membuat cetakan diatas screen.
Setelah itu proses penyinaran/perekaman dilakukan dengan meletakkan klise pada posisi terbalik diatas meja afdruk kemudian screen yang telah ditutupi dengan busa dan kain hitam diatasnya selama 20 menit.
36
Berikut ini adalah gambar pada saat proses pengeringan cairan afdruk pada screen
Gambar 12: Proses pengeringan cairan afdruk (Sumber : Dokumentasi Kasumba. Januari 2015)
c. Persiapan mencetak/menyablon
Setelah proses perekaman selesai, berikutnya membersihkan model desain dengan menggunakan penyemprot air (handsprayer), setelah itu dikeringkan kembali dengan hair dryer. Sebelum proses mencetak dimulai, sebaiknya bagian pinggir dan sudut dari screen dilapisi dengan isolasi, hal ini dilakukan untuk mencegah tembusnya tinta yang tidak sesuai dengan desain dan masuknya tinta kesudut-sudut screen yang akan membuat screen sulit untuk dibersihkan.
37
d. Tahap mencetak/menyablon
T-Shirt yang sudah dimasukan triplek bagian dalamnya diletakan di atas meja di bawah screen, kemudian tinta yang sudah dicampur dengan cairan penguat di letakkan diatas screen dan diusapkan dengan menggunakan rakel. Di bawah ini adalah gambar saat mencetak
Gamabar 13 : Persiapan sebelum mencetak (Sumber : Dokumentasi Kasumba. Januari 2015)
38
Gambar14: Proses mencetak
(Sumber : Dokumentasi Kasumba. Januari 2015)
e. Tahap pengeringan
Proses pengeringan dapat dilakukan dengan proses alami (dijemur atau dianginkan), atau dengan bantuan mesin hot press yang dapat diatur panas temperaturnya, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 12 : Proses pengeringan dengan mesin Hot press (Sumber : Dokumentasi Kasumba. Januari 2015)
39
3. Ciri khas Desain grafis T-Shirt Distro Daeng
Dari setiap desain garfis T-shir Distro Daeng tentunya memiliki karakter sendiri, hal ini juga menjadi upaya kerja keras Desainer Distro Daeng untuk menggagas ide-ide baru yg blum pernah dibuat orang lain, dan tentunya tanpa mengabaikan selera dan kebutuhan pasar.
Tentunya selain dari desain ada beberapa hal yang juga menjadi ciri khas dari produk T-shirt Distro Daeng yang sangat menonjol, mulai dari jenis bahan T-shirt sampai ke pemasangan label. semua di upayakan berbeda dari dari produk T-shirt Distro lain.
a. Bahan T-Shirt
T-Shirt Distro Daeng semua berbahan katun kombet tipe 20s, ada beberapa tipe untuk katun jenis ini, akan tetapi yg menjadi standar untuk desain distro daeng adalh katun kombet tipe 20s. b. Label
Berbeda dari jenis yang kebanyakan di gunakan produk distro lain, jenis label yang ada pada Distro daeng terbuat dari bahan karet. Hal ini menjadikan Distro Daeng yang pertama menggunakan jenis label seperti ini dan sekaligus menjadikan hal tersebut ciri khas Distro Daeng.
40
B. Pembahasan hasil peneletian
Dalam pembahasan ini, penulis akan menguraikan hasil kegiatan penelitian tentang pembuatan Desain Grafis T-shirt Distro Daeng (CV Daeng Indonesia) Di Jalan Sungai Saddang Baru No 35b, yang berdasarkan penyajian hasil analisa data yang telah dikemukakan sebelumnya. Adapun pembahasan hasil yang telah dikemukakan meliputi
1. Pembahasan tentang alat dan bahan yang digunakan Distro Daeng
Sebelum masuk ke tahap produksi/cetak tentunya alat dan bahan yang akan di gunakan dipersiapkan terlebih dahulu. dan berikut adalah uraian tentang alat dan bahan yang akan digunakan.
a. Alat
Alat merupakan penunjang yang membantu memudahkan pekerjaan serta membantu pekerjaan pada proses mencetak yang terdiri dari alat pokok dan alat penunjang. Alat pokok terdiri atas screen, rakel, dan meja afdruk. Sedangkan alat penunjang terdiri atas meja sablon, bantalan pengalas, busa, hair dryer, penyemprot air, gelas ukur, sendok pengaduk, papan landasan, kain hitam dan isolasi bening.
b. Bahan
Bahan merupakan unsur yang menentukan kualitas dari hasil setiap cetakan t-shirt distro daeng, dan bahan yang digunakan terdiri atas kaos oblong, klise, pasta sablon, ulano, dan binder.
41
2. Proses pembuatan
Pada proses ini ada beberapa tahapan yang harus dikerjakan yang meliputi persiapan desain, proses afdruk, persiapan mencetak, proses mencetak, dan proses pengeringan.
a. Persiapan desain
Desain yang akan dicetak tentunya berawal dari desain yang digambar diatas kertas dengan menggunakan pensil, dan dilanjutkan keproses pewarnaan didalam komputer dengan menggunakan software
corel draw dan photoshop. Dalam proses pewarnaan dilakukan
dengan dua tahapan yaitu out line dan colouring. Proses outline dilakukan dengan menggunakan corel draw, sedangkan proses colouring dilakukan dengan photoshop.
Gambar yang sudah jadi, kemudian di pisahkan kembali menurut warnanya, hal ini dilakukan untuk membuat klise sebelum masuk ketahap selanjutnya.
b. Proses afdruk
Proses afdruk merupakan salasatu tahap yang sangat penting dan hal ini dilakukan dengan cara melumuri screen dengan cairan ulano. Sebelum proses afdruk dilakukan terlebih dahulu cairan afdruk yang telah dicampur dengan emulsi (sensitizer) dipersiapkan didalam gelas ukur yang sudah disediakan, dan Screen yang akan dilumuri dengan cairan afdruk terlebih dahulu
42
dibersihkan dan dikeringkan hal ini dilakukan untuk meghindari adanya kotoran yang dapat merusak screen saat proses afdruk.
Tahap selanjutnya adalah menuangkan cairan ulano keatas screen dan kemudian diratakan dengan menggunakan rakel sampai semua cairan afdruk benar-benar menutupi semua permukaan screen. Cairan ulano yang sudah dilumuri pada screen kemudian dikeringkan dengan menggunakan hair dryer, hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pengeringan dan untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal. Selanjutnya memasukan bantalan busa yang sudah dibungkus dengan kain hitam kedalam screen kemudian papan landasan diatasnya.
Tahap Berikutnya adalah menempelkan film yang akan direkam dengan posisi yang terbaca diatas meja afdruk yang telah disiapkan. Screen yang sudah disiapkan kemudian diletakkan diatas pada posisi yang sesuai dengan film. Dan tahap selanjutnya adalah proses perekaman yang dilakukan dengan menyalakan lampu yang ada pada meja afdruk selama 20 menit.
Setelah selesai proses penyinaran, bantalan busa kemudian dilepas lepas dan scren diram dengan dengan air. Setelah disiram dengan air maka akan kelihatan perubahan warna pada bagian yang di film tadi. Berikutnya menyemprotkan air secara perlahan pada area tersebut sehingga gambar yang diinginkan akan terbentuk sempurna dan seluruh pori-pori terbuka.
43
c. Mencetak
Sebelum proses mencetak dilakukan, beberapa hal terlebih dahulu dipersiapkan. T-shirt yang akan dicetak dipersiapkan dengan memasukan papan landasan yang sesuai dengan ukuran t-shirt, berikutnya adalah memberikan isolasi bening atau coklat pada bagian sudut screen setelah itu menyiapkan posisi screen diatas meja sablon yang diberi catokan untuk menahan posisi screen.
Tahap selanjutnya adalah meletakkan t-shirt dibawah screen sesuai dengan posisi yang telah disesuaikan, kemudian menuangkan pasta sablon kedalam screen, dan diusap dengan menggunakan rakel. Proses mencetak disesuaikan dengan banyaknya warna yang ada pada desain.
T-shirt yang telah dicetak dikeringkan dengan menggunakan mesin hot press. Proses pengeringan dilakukan dengan menyesuaikan suhu mesin hot press dengan bahan cetakan pada t-shirt.
3. Ciri khas desain grafis t-shirt distro daeng
Ciri khas merupakan hal utama yang harus ditonjolkan pada desain grafis distro daeng dan dalam hal ini ada tiga hal yang menjadi ciri khas pada t-shirt distro daeng yang terdiri atas desain dengan tema budaya lokal, bahan t-shirt katun kombet tipe 20s, dan label karet pada t-shirt.
44
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan menganalisis hasil data maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Alat dan bahan yang digunakan Distro Daeng dalam memproduksi T-shirt yaitu :
a. Alat yang digunakan Distro Daeng pada umumnya semua hampir sama dengan yang digunakan orang pada umumnya b. jenis bahan yang digunakan semua disesuakan dengan
kebutuhan desain yang dibuat.
2. Proses pembuatan Desain grafis T-Shirt Distro Daeng meliputi beberapa tahapan sebagai berikut:
a. Tahapan pembuatan Desain
Tahapan pembuatan Desain meliputi - Proses pembuatan sketsa awal
- Proses pewarnaan yang dilakukan di komputer. b. Tahapan mencetak atau menyablon
Dalam tahapan mencetak atau menyablon meliputi tahapan - Persiapan desain
- Proses apdruk - Persiapan mencetak
45
- Proses mencetak - Proses pengeringan.
3. Ciri khas Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng adalah sebagai berikut : a. Desain dari Distro Daeng yang mengangkat tema kebudayaan lokal
Sulawesi Selatan pada umumnya dan Makassar pada Khususnya. b. T-Shirt Distro Daeng yang berbahan katun kombet tipe 20s c. Label karet pada T-Shirt Distro Daeng
B. Saran
Berdasarkan dari kesimpulan di atas tentang Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng (CV Daeng Indonesia) maka dikemukakan saran sebagai berikut :
1. Desain grafis begitu berkembang dan diminati saat ini, hanya saja membutuhkan ketersediaan alat-alat penunjang yang lebih lengkap dan lebih baik.
2. Diharapkan ada fasilitas pendukung yang lebih lengkap dalam membentuk kelancaran kerja-kerja desain yang lebih progresif.
3. Diperlukan apresiasi yang lebih luas untuk meciptakan desain-desain baru yang lebih baik dan memiliki karakter
46
DAFTAR PUSTAKA
Echols, Jhon M., 1975. Pengertian Desain Guntur Nusantara, 2007. Tekhnik cetak saring
http://belajargrafis.ismywebsite.com, diakses 08 November 2014
http://manpras.blogspot.com/2013/02/pengertian-desain-grafis.htm, diakses 09 November 2014
https://roemahmm.wordpress.com/2014/07/12/pengertian-seni-grafis, diakses 22 November 2014
http://www.belajarcoreldraw.com/2014/04/pengertian-desain-grafis-menurut-ahli.html, diakses 08 November 2014
http://www.kreatifprofesional.com/definisi-desain-gr afis, diakses 08 November 2014
http://www.idseducation.com/2014/03/14/pengertian-dan-arti-desain-grafis
Murtihadi, G. Gunarto, 1982. Dasar-dasar Desain, Jakarta : Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Poerwadarminta, W.J.S. 1982. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Suntingan pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa, Jakarta: Balai Pustaka Wojowasito S.1999. “Kamus Bahasa Indonesia(Edisi Revisi). C.V. Pengarang. Malang
Setyosari, Punaji, 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta
Sipalehut, Atisah. 1991. Dasar-dasar Desain. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kuantitatif, Kualitati (Bandung : Alfabeta, 2008). Cet.IV : 15.
Syamsuri, Sukri. A, dkk. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar: FKIP UNISMUH Makassar.
47
Tek Han, J. Oei. 1986. Dalam Teknik Menggambar Dekor dalam Gambar Interior Yuku. 2012”Kamus Besar Bahasa Indonesia Android”. Suntingan KBBI Online
Firsan, lahir di Masamba 05 Februari 1992. Putra dari pasangan Annas dan Hj. Rusliati. mulai menempuh pendidikan formal di Sekolah Dasar Negeri 393 Tobulo.
Pada tahun 2003 di SMP Negeri 2 Masamba. Pada tahum 2006, melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Masamba dan tamat pada tahun 2009. Pada tahun yang sama penulis kemudian mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Muhammadyah Makassar, dan terdaftar sebagai Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadyah Makassar. Sejak menjadi Mahasiswa, penulis aktif mengikuti kegiatan kesenian baik itu Seni Rupa, Musik, dan drama di dalam Dan di luar kampus Unismuh.
Berkat lindungan Allah SWT, dan iringan Doa kedua orang tua serta saudaraku, juga berkat bimbingan para dosen dan support dari teman-teman seperjuangan, sehingga penulis dapat berkarya dalam bentuk tulisan yakni: menyusun skripsi yang berjudul: “ Pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng (CV Daeng Indonesia)”.
Lampiran 1
FORMAT WAWANCARA
Pertanyaan dalam format wawancara yang akan diajukan oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1. Alat dan bahan apa yang digunakan Distro Daeng dalam membuat Desain Grafis pada T-Shirt ?
2. Bagaimana proses pembuatan Desain Grafis T-Shirt Distro Daeng? 3. Bagaimana ciri-ciri dari setiap desain yang dibuat distro daeng?
4. Apa saja yang perlu dilakukan Distro Daeng sebelum proses pembuatan Desain Grafis?
5. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam proses pembuatan Desain Grafis? 6. Kesulitan apa saja yang dihadapi dalam proses pembuatan Desain Grafis?
7. Bagaimana upaya Distro Daeng agar desain yang dihasilkan tampak lebih menarik dan mempunyai daya jual ?
8. Berapa lama waktu yang digunakan dalam menyelesaikan satu desain?
9. Apakah ada makna tersendiri yang terkandung dalam setiap desain yang dihasilkan?
Lampiran 2
DOKUMENTASI
Gambar 17 : wawancara bersama Den Dede ( Sumber : Dokumentasi Kasumba. Januari 2015)
Gambar 22 : T-Shirt Distro Daeng
Gambar 25 : Distro Daeng
(Sumber : Dokumentasi Kasumba. Januari 2015)
Gambar 26 : Distro Daeng