Nomor 12 Tahun Pendidikan Tinggi. DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Teks penuh

(1)

Undang‐Undang Republik Indonesia

Undang Undang Republik Indonesia

Nomor 12 Tahun 2012

Tentang

Tentang

Pendidikan Tinggi

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

(2)

RDP dengan Berbagai Kalangan

• RDP dan sosialisasi dengan berbagai

• RDP dan sosialisasi dengan berbagai

kalangan:

PTN PTS PT BHMN

• PTN, PTS, PT BHMN

• Pemerhati Pendidikan

• APTISI, ABPTSI

• Pemerintah (kementerian lain LPNK)

• Pemerintah (kementerian lain, LPNK)

• Masyarakat profesi

• Dsb.

(3)

Semangat dari UU Pendidikan Tinggi

• Perluasan dan Jaminan Akses

• Pengembangan Tridharma secara utuh

K

t

• Kesetaraan

• Penguatan Pendidikan Vokasi

g

• Keutuhan jenjang pendidikan

Ot

i

• Otonomi

• Sistem penjaminan mutu

p

j

• Memastikan tanggungjawab negara dan

hi d i lib

li

i & k

i li

i PT

3

(4)

Ruang Lingkup UU Pendidikan Tinggi

• Ketentuan Umum

P

l

P

didik

Ti

i

• Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi

• Penjaminan Mutu

• Perguruan Tinggi

• Pendanaan dan Pembiayaan

• Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Oleh Lembaga Negara Lain

• Peran Masyarakat

• Sanksi Administratif

• Ketentuan Pidana

• Ketentuan Lain-lain

• Ketentuan Peralihan

4

• Ketentuan Penutup

(5)

Alasan Perlunya UU Pendidikan Tinggi

UUD 1945 P

b h

k IV P

l 31 T t

P

didik

d

K b d

Pemerintah mengusahakan dan menyeleng‐

Ayat 3:

Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan

Ayat 5:

UUD 1945 Perubahan ke IV, Pasal 31 Tentang Pendidikan dan Kebudayaan

Pemerintah mengusahakan dan menyeleng‐ garakan satu sistem pendidikan nasional yang 

meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta  akhlak mulia dalam rangka mencerdas‐kan

Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan  dan teknologi dengan menjunjung tinggi 

nilai‐nilai agama dan persatuan bangsa  untuk kemajuan peradabanserta akhlak mulia dalam rangka mencerdas kan 

kehidupanbangsa, yang diatur dengan UU

UU No. 20 Tahun 2003 (Sisdiknas)

untuk kemajuan peradaban serta  kesejahteraan umat manusia.

UU No. 14 Tahun 2005 (Guru & Dosen) UU No. 20 Tahun 2003 (Sisdiknas) UU No. 14 Tahun 2005 (Guru & Dosen) Pendidikan: usaha sadar dan terencana  untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses pembelajaran Dosen ....dengan tugas utama mentransfor‐ masikan, mengembangkan, dan menyebar‐ luaskan ilmu pengetahuan teknologi dan

?

Perlunya jaminan bahwa pemerintah memajukan iptek

proses pembelajaran .... Pendidikan Tinggi adalah pendidikan sesudah  pendidikan menengah... luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan  seni melalui pendidikan, penelitian, dan  pengabdian kepada masyarakat. Perlunya jaminan bahwa pemerintah memajukan iptek  dengan memperhatikan dan menerapkan humaniora  secara terintegrasi dalam Sisdiknas, sekaligus sbg wadah 

bagi dosen menjalankan tugas utamanya

Perguruan tinggi memiliki  UU No. 20 Th. 2003 (Sisdiknas)

UU Pendidikan Tinggi

bagi dosen menjalankan tugas utamanya g gg otonomi untuk mengelola  sendiri lembaganya.... 5

(6)

Permasalahan Operasional Penyelenggaraan

Pendidikan Tinggi dan Penyelenggaranya (Perg. Tinggi)

Belum adanya bentuk kelembagaan yang  memadai untuk mendukung otonomi  ti i b ik PTN PTS Aturan bentuk kelembagaan  perg. tinggi dan prinsip penye‐ l didik ti i

1

ggiggi

1

perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS Belum adanya kerangka tata kelola yang 

baik bagi semua perg. tinggi dalam  lenggaraan pendidikan tinggi Aturan Tata Kelola Perguruan  Tinggi beserta prinsip otonomi 

2

n

 Tin

g

n

 Tin

g

2

g p g gg mengelola sumberdaya (Keu.,SDM,Aset, ..) Belum setaranya pendidikan yg 

k h ( k d k) gg p p pengelolaan perguruan tinggi Kesetaraan jenis  dan jenjang  d d k d

2

didik

a

didik

a

2

Masih besarnya hambatan memperoleh mengutamakan pengetahuan (akademik)

dan keterampilan (vokasi), serta profesi

Aturan penerimaan calon pendidikan tinggi dan  kesetaraan hak dosennya

3

n

Pe

n

n

Pe

n

3

Belum adanya standar pend tinggi yang Masih besarnya hambatan memperoleh  pendidikan tinggi, baik dari segi ekonomi,  geografi, maupun sosial. Aturan penerimaan calon  mahasiswa dan pemerataan  pembangunan perg. tinggi

4

Unda

n

Unda

n

4

Belum adanya standar pend. tinggi yang  mencakup pengembangan & pemanfaatan  iptek dg nilai humaniora beserta  penjaminan kepatuhannya

5

n

dang

 

n

dang

 

Ketentuan tentang SNPT  sebagai perluasan dari SNP  dan sistem penjaminan mutu

5

penjaminan kepatuhannya Kurang dianggap pentingnya penelitian, komitmenpendanaan, dan penghargaan Aturan tentang dana peneliti‐ an dan penghargaan peneliti

6

U

n

U

n

6

6

(7)

Konstruksi Pendidikan Tinggi

Bangsa yang Cerdas,

Sejahtera, dan Berbudaya

Berkembangnya SDM dan Iptek

Pemeliharaan dan Penyebarluasan

n

n

Kp

d

 

at

n

dang

an

Pemeliharaan dan Penyebarluasan

endidik

a

Penelitia

n

gabdian

  

M

as

ya

ra

ka

St

andar

an

 Pe

ru

n

Pe

P

Pe

n

g

M

b

(

)

Pe

ra

tu

ra

Prinsip Otonomi Pengelolaan Perguruan Tinggi

Sumber Daya (SDM, Keuangan, Aset, Data,...) 

Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi

Azas Pendidikan Tinggi

7

(8)

Azas-Azas Pendidikan Tinggi

Kebenaran Ilmiah, Penalaran,

Kejujuran, Keadilan, Manfaat,

Kebajikan, Tanggung Jawab,

Kebhinekaan, Keterjangkauan

(9)

Amar Putusan MK

No: 11-14-12-126-136/PUU-VII/2009 (31 Maret 2010) T t UU B d H k P didik

Tentang UU Badan Hukum Pendidikan

Tidak boleh terjadi penyeragaman

• Tidak boleh terjadi penyeragaman

bentuk lembaga pendidikan

• Pemerintah tidak boleh lepas

tanggung jawab keuangan untuk

tanggung jawab keuangan untuk

penyelenggaraan pendidikan

Tid k t j di lib

li

i d

• Tidak terjadi liberalisasi dan

komersialisasi pendidikan

Menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam

j

p

g

penyusunan UU PT

(10)

Prinsip Pengelolaan PT

• Nirlaba

• Akuntabel

T

• Transparan

• Mutu

Mutu

• Efektif dan Efisien

10

(11)

HAL PENTING BARU DALAM RUU DIKTI

HAL PENTING BARU DALAM RUU DIKTI

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

11 11

(12)

Sifat dasar PT

Sifat dasar PT

Misi Pendidikan Tinggi:

da

SDM & IPTEK Unggul

d

idik

an

e

litian

d

ian

p

a

yar

ak

at

Pe

n

d

Pe

n

e

P

eng

ab

d

mas

y

Otonomi keilmuan, kebebasan akademik dan

kebebasan mimbar akademik dijamin

P

(13)

PERPADUAN ANTARA PENDIDIKAN FORMAL, 

PERPADUAN ANTARA PENDIDIKAN FORMAL, 

PROFESIONALISME, PENGALAMAN KERJA DAN KARIR: 

PROFESIONALISME, PENGALAMAN KERJA DAN KARIR: 

Pencapaian

Pencapaian Level

Level pada

pada KKNI

KKNI Melalui

Melalui Berbagai

Berbagai Jalur

Jalur

Pencapaian

Pencapaian Level 

Level pada

pada KKNI 

KKNI Melalui

Melalui Berbagai

Berbagai Jalur

Jalur

9 D3 S1 D4 P 8 9 SMP SMA D1 D2 6 7 SMP 5 L3 3 4 L3 L1 L2 1 2

(14)

Jenis & Jenjang Pendidikan Tinggi dan Bentuk 

Perguruan Tinggi 

(Ps 16‐32)

Program Profesi Program Doktor

k

Program Profesi Program Magister

o

lit

ekni

k

stitut,

 

P D 3 Program D‐4 Kementerian,  Kementerian lain, LPNK, 

Po

it

as,

 In

s

Ting

gi

m

i

tas

d

emi

Program Sarjana Program D‐2 Program D‐3 Profesi. 

U

niv

er

s

Sek

olah

Ak

ade

m

K

o

muni

t

Ak

ad

Program D‐1 Program D 2

U

S

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(15)

Hak Penyelenggaraan Program PT

Hak Penyelenggaraan Program PT

k i

Bentuk PT Jenis Program PT

Akademik Vokasi Profesi/Spesialis

Akademi Komunitas

D1 D2

Akademi Komunitas

Akademi

D1 D2 D1 D2 D3

Sekolah Tinggi

Institut

S1 S2 S3 S1 S2 S3 D3 D4 MT DRT PR SP D3 D4 MT DRTT PR SP

Universitas

Politeknik

S1 S2 S3 D3 D4 MT DRTT T T D4 D1 D2 D3 PR SP PR SP

Politeknik

D4 MT DRTT D1 D2 D3 PR SP MT D3 Pengaturan eksisting Pengaturan baru

(16)

Jenjang Karir Akademik Dosen

Jenjang Karir Akademik Dosen

DOSEN PADA PT

JABATAN AKADEMIK

Asisten Ahli

Lektor

Lkt Kepala

Profesor

Ak d

i K

it

Akademi Komunitas

Akademi

Sekolah Tinggi

Institut

Institut

Universitas

P li k ik

Politeknik

Pengaturan eksisting Pengaturan baru

BUP PROFESOR: 70 TAHUN

(17)

Persyaratan Dosen

Persyaratan Dosen

l f k

d d k

/

k

k

DOSEN PADA PT

Kualifikasi pendidikan/Pengakuan Tingkat 

Kompetensi KKNI

D3+/5

S1/SST/6

S2/MST/8

S3/DRT/9

D3 /5

S1/SST/6

S2/MST/8

S3/DRT/9

Akademi Komunitas

Akademi

Akademi

Sekolah Tinggi

Institut

Universitas

Universitas

Politeknik

Pengaturan eksisting Pengaturan baru

(18)

Perijinan dan Akreditasi (Baru)

Perijinan dan Akreditasi (Baru)

PT

Institusi

Program Studi

Ijin

Terbit

Terbit

Akreditasi

Minimum

Minimum

Pendirian Prodi baru harus telah memenuhi syarat minimum

akreditasi, sehingga pada saat izin Prodi keluar, otomatis sudah

,

gg p

,

(19)

Standar Nasional PT

Jenjang

Isi Proses Lulusan PTK Sarpras Kelola Biaya Penilaian Lingkup

Pendidikan

Dasar

Delapan 

Pendidikan

Standar Nasional Pendidikan (SNP)

Pendidikan

Menengah

Pendidikan

Pendidikan

Delapan 

St d

N i

l P

didik

Ti

i

Pendidikan, Penelitian,

Tinggi

Standar Nasional Pendidikan Tinggi 

(SNPT)

Penelitian,  Pengabdian  Kpd Masy. Baru 19

(20)

Penjaminan Mutu

Penjaminan Mutu

O

PT BAN LAM PRO LAM WIL

INST PRODI

Internal

Internal

Eksternal

Bisa

Bisa

Bisa

Catatan:

+ Semua standar mengacu pada SNP dari BSNP yang ditetapkan Menteri

+ Semua didasarkan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi yang dikelola Menteri

p

g

gg y g

+ LAM PRO: Lembaga Akreditasi Mandiri

+ LAM WIL: Lembaga Akkreditasi Wilayah (BAN)

+

Bisa: Pengaturan baru

(21)

Perluasan Akses dan Jaminan Kepastian

U i

i

/I

i

N

i di

i

P

i i

Ketersediaan

Ketersediaan

•Universitas/Institut Negeri di setiap Provinsi

•Akademi Komunitas di Setiap

Kabupaten/Kota

•PJJ untuk menjangkau 3T

JJ u tu

e ja g au 3

•Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan 

Khusus unt Jenjang Pendidikan Tinggi

Khusus unt Jenjang Pendidikan Tinggi

•Pengembangan sumber belajar terbuka 

(open educational resources)

(open educational resources)

•Penggunaan teknologi informasi dan 

(

)

telekomunikasi (INHERENT)

(22)

Perluasan Akses dan Jaminan Kepastian

Keterjangkauan

Keterjangkauan

•Penetapan standar biaya satuan oleh

Menteri

Menteri

•Pembatasan pungutan pada mahasiswa

(tidak memberatkan)

(tidak memberatkan)

•Jaminan akses non diskriminatif

•Jaminan pembiayaan bagi masyarakat 

miskin yang memenuhi syarat akademik

•Pengalokasian 20% kapasitas penerimaan 

untuk mahasiswa miskin dan prioritas untuk 

p

calon mhs dari daerah 3T

(23)

Perluasan Akses dan Jaminan Kepastian

Jaminan Kepastian

Jaminan Kepastian

•Larangan penggunaan penerimaan 

mahasiswa baru utk tujuan komersial

•Kepastian bagi yang memenuhi syarat 

akademik untuk dapat kuliah

p

•Jaminan bagi yang telah masuk untuk 

menyelesaikan kuliah dalam batas waktu

menyelesaikan kuliah dalam batas waktu 

yang ditentukan

•Dukungan beasiswa bantuan biaya

•Dukungan beasiswa, bantuan biaya 

pendidikan, pembebasan SPP, pinjaman 

t

b

b i

tid k

tanpa bunga bagi yang tidak mampu

(24)

Sistem Penjaminan Mutu

BSNP

Masyarakat

Pemerintah

Lembaga 

Penjamin

Pangkalan Data 

BAN PT

Lembaga 

L

P

d

(Wilayah)

Penjamin 

Mutu

g

Pendidikan Tinggi

BAN‐PT

Layanan Pend. 

Tinggi

L

b

Perguruan 

Tinggi

Perguruan 

Tinggi

Lembaga 

Akreditasi 

Mandiri

Lembaga 

Akreditasi 

Mandiri

Lembaga 

Akreditasi 

Mandiri

Perguruan 

Tinggi

Ketentuan Baru

Mandiri

Ketentuan Saat Ini 24

(25)

Pendidikan Tinggi Keagamaan

• Pemerintah atau masyarakat dapat

menyelenggarakan PT Keagamaan

menyelenggarakan PT Keagamaan

• PT Keagamaan dapat berbentuk: Universitas,

Institut Sekolah Tinggi Akademi dan Ma’had

Institut, Sekolah Tinggi, Akademi dan Ma had

Ali, Pasraman, Seminari, dan bentuk lain yang

sejenis

sejenis

• Ketentuan mengenai PT Keagamaan diatur

dengan Peraturan Pemerintah

dengan Peraturan Pemerintah

(26)

Tata Kelola & Otonomi

(Baru)

Tata Kelola & Otonomi 

(Baru)

Aspek I II III

Kelembagaan Satker Satker Badan hukum

Organisasi & Tata  kelola

Pola Satker Pola Satker + Mandiri kelola

Aset Negara Negara Dipisahkan

Alokasi APBN Mekanisme APBN  Mekanisme APBN melalui Mekanisme subsidi melalui Kemdikbud

langsung

Kemdikbud langsung atas penyediaan pelayanan publik Penetapan tarifp Kementerian & PTN Didelegasikan olehg Organ PTN

Menkeu Ke Kementerian &  PTN

g

PNBP PNBP PNBP digunakan langsung Bukan PNBP PNBP PNBP PNBP digunakan langsung Bukan PNBP

Pelaporan LKPP LKPP Diintegrasi LKPP

Kepegawaian PNS PNS Pegawai PTN + PNS 

diperbantukan Akuntabilitas Menteri Menteri + Menkeu Pemangku

(27)

Otonomi Perguruan Tinggi & Kelembagaannya

Otonomi 

Perguruan Tinggi Negeri

Otonomi Bidang

Otonomi Bidang Non‐

Otonomi Bidang 

Akademik

Otonomi Bidang Non

Akademik

Otonomi Penuh Otonomi Penuh (sesuai perundangan) Satker PPK‐BLU Satker PPK‐Negara (Statuta dg Permen) Badan Hukum Satker PPK‐BLU (Statuta dg Permen)  (Statuta dg PP) PPK : Pola Pengelolaan Keuangan  27

Dengan adanya tiga macam tatakelola tersebut, berarti 

tidak ada penyeragaman (amar putusan MK)

(28)

Otonomi Perguruan Tinggi & Kelembagaannya

Otonomi 

Perguruan Tinggi Swasta

Otonomi Bidang

Otonomi Bidang Non‐

Otonomi Bidang 

Akademik

Otonomi Bidang Non

Akademik

Otonomi Penuh Otonomi Penuh (sesuai perundangan) Ditentukan oleh Badan  Penyelenggara PTS a.l. yayasan

Bentuk tatakelola ditentukan oleh Badan Penyelenggara PTS 

(a.l. Yayasan) masing‐masing, berarti tidak ada penyeragaman 

28

(amar putusan MK)

(29)

Penyelenggaraan Otonomi PTN

POLA PENGELOLAAN 

KEUANGAN

BADAN LAYANAN UMUM

BADAN HUKUM

BADAN HUKUM

Sesuai dengan

UU No. 1 Tahun 2004 Tentang

Perbendaharaan Negara dan UU

UU PT

Perbendaharaan Negara dan UU 

20 Tahun 1997 tentang PNBP

Telah diatur dalam PP 23/2005 

Tentang BLU dan PP 66/2010

‐Diatur dlm Statuta PP

(usulan dari PTN‐BH)

‐ Sebagian diatur dengan PP 

Tentang BLU dan PP 66/2010.

g

g

(bentuk dan mekanisme 

pendaaan PTN‐BH)

29

(30)

Pengelolaan Transisi Perguruan Tinggi BHMN

STATUTA DENGAN PP

PTN BH

(SESUAI

PT BHMN 

(SESUAI 

RUU 

DIKTI)

&

EX BHMN

DIKTI)

‐ SELAMA MASA TRANSISI MAX 2 TAHUN MENGGUNAKAN PPK BLU ‐ SESUAI PP Bentuk dan Mekanisme d ‐ Pendanaan PTN‐BH 30

(31)

Praktik Pengelolaan Keuangan PT BHMN Kini

1. Pengelolaan Keuangan mirip dengan Pola Pengelolaan BLU:

a. Mendapatkan alokasi APBN yang dikelola sesuai dengan 

mekanisme APBN.

b

l l

d

bk

b. Mengelola PNBP secara otonom, dipertanggunjawabkan 

dan dikonsolidasikan dalam Laporan Keuangan 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2. Aset tidak terpisah, kacuali IPB dan Unair.

3 Program dan Anggaran (khususnya komponen PNBP)

3. Program dan Anggaran (khususnya komponen PNBP) 

dievaluasi dan ditetapkan oleh Majelis Wali Amanah.

4 Pengelolaan SDM PNS dan Non‐PNS

4. Pengelolaan SDM PNS dan Non PNS

(32)

Pendanaan dan Pembiayaan Perguruan Tinggi

• Pemerintah bertanggung jawab dalam pendanaan pendidikan tinggi

Pemerintah bertanggung jawab dalam pendanaan pendidikan tinggi 

(dialokasikan dalam APBN).

• Sebagian alokasi BOPTN untuk biaya penelitian.

• Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan pendanaan pendidikan

• Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan pendanaan pendidikan 

tinggi (dialokasikan dalam APBD).

• Alokasi untuk calon mahasiswa tidak mampu

P

i t h

f ilit i d

i

h d

d

i i d t i d

ktif

• Pemerintah memfasilitasi dunia usaha dan dunia industri dengan aktif 

memberikan bantuan dana kepada Perguruan Tinggi.

• Pemerintah memberikan insentif kepada dunia usaha/ industri atau 

masyarakat yang memberikan bantuan penyelenggaraan pendidikan tinggi.

• Pemerintah menetapkan standar satuan biaya operasional pendidikan tinggi 

dan dipergunakan PTN untuk menetapkan biaya yang ditanggung oleh 

mahasiswa.

• Dana Pendidikan berasal dari APBN diberikan kepada:

– PTN untuk investasi operasi dosen dan tenaga kependidikan dan

– PTN untuk investasi, operasi, dosen dan tenaga kependidikan, dan 

pengembangan

– PTS untuk tunjangan profesi dosen, tunjangan kehormatan 

profesorinvestasi dan pengembangan

(33)

Perguruan Tinggi Asing

• Perguruan Tinggi Asing (negara lain) yang sudah terakreditasi

dan/atau diakui di negaranya, dapat menyelenggarakan pendidikan

tinggi di wilayah NKRI

tinggi di wilayah NKRI.

• Pemerintah

menetapkan daerah, jenis, dan program studi

yang dapat

diselenggarakan Perguruan Tinggi Asing. 

• Penyelenggara pendidikan Asing wajib: 

– melakukan kerja sama dengan Perguruan Tinggi Indonesia atas

izin

Pemerintah

Pemerintah

– berprinsip nirlaba

– mengangkat dosen dan tenaga kependidikan warga negara

mengangkat dosen dan tenaga kependidikan warga negara

Indonesia.

– mengembangkan ilmu dasar di Indonesia dan mendukung 

kepentingan nasional. 

• Ketentuan lebih lanjut mengenai Perguruan Tinggi Asing diatur dalam 

Peraturan Menteri

Peraturan Menteri.

(34)

Penyelenggaraan PT oleh KL Lain

Ayat 3:

UUD 1945 Perubahan ke IV, Pasal 31 

Pemerintah mengusahakan dan menyeleng‐ garakan SATU SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan

UU Pendidikan Tinggi

MENGATUR PENGELOLAAN PT

yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan  serta akhlak mulia dalam rangka mencerdas‐kan 

kehidupan bangsa, yang diatur dengan UU

BEKERJASAMA DG PT UNTUK 

K/L LAIN

PENDIDIKAN

UU Nomor 20/2003 (Sisdiknas)

PENDIDIKAN 

KEDINASAN/PROFESI

Kemdikbud penanggung jawab bidang  pendidikan

PENGELOLAAN PT OLEH K/L 

LPNK DIATUR DENGAN PP

UU Pendidikan Tinggi

MENGATUR PENGELOLAAN PT

(35)

Manfaat UU PT

Entitas Manfaat

Memiliki banyak pilihan jenis pendidikan tinggi yang setara  Jaminan dapat kuliah sesuai dengan kemampuan akademiknya Masyarakat Jaminan dapat kuliah sesuai dengan kemampuan akademiknya

Biaya kuliah yang dikendalikan sehingga lebih terjangkau Jaminan memperoleh layanan pendidikan bermutu Dunia Usaha Memanfaatkan penelitian di perguruan tinggi untuk inovasinya Memperoleh insentif bagi yang memberikan bantuan ke PT Perguruan Tinggi Dijamin otonomi akademiknya Memiliki fleksibilitas dalam pengelolaan sumber daya untuk  meningkatkan mutunya g gg g y Memperoleh dukungan pendanaan dari pemerintah melalui bantuan  operasional pendidikan tinggi  D t d ti i t k j k i t k l l i Pemerintah Dapat mendorong perguruan tinggi untuk memajukan iptek melalui  pelaksanaan tridharma secara komprehensif dan terpadu Dapat memberikan layanan pendidikan tinggi yang berkesetaraan Dosen Jaminan memperoleh dana penelitian 

(36)

Hal baru lainnya…

PT dapat menyelenggarakan hanya program pasca

•  PT dapat menyelenggarakan hanya program pasca

• Lulusan S‐1 dapat langsung S‐3

• Kopertis ditransformasi menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi

• Penugasan dosen untuk pemerataan mutu pendidikan Tinggi seluruh Indonesia • BUP Guru Besar 70 tahun

• Pemerintah menanggung biaya SNMPTN,PTS dapat mengikuti SNMPTN • Penerimaan mahasiswa baru merupakan seleksi akademik,dilarang

dikaitkan dengan tujuan komersial dikaitkan dengan tujuan komersial.

• PTN wajib mencari dan menjaring mahasiswa berpotensi akademik dari keluarga kurang mampu • Pemenuhan hak mahasiswa–beasiswa,bantuan pendidikan, pinjaman dana tanpa bunga

• Pemda dapat memberi dukungan dana kepada PT

• Standar satuan biaya operasional sebagai dasar alokasi anggaran PTN

mempertimbangkan: capaian Standar nasional Pendidikan, jenis prodi, dan indeks kemahalan wilayah

• Alokasi dana penelitian –minimum 30% dari BOPTN • Alokasi dana penelitian –minimum 30% dari BOPTN

(37)

T i

K ih

Terima Kasih..

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :