• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Hipertensi Pada Ibu Hamil

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Hipertensi Pada Ibu Hamil"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN

HUBUNGAN POLA

POLA NUTRISI

NUTRISI DENGAN

DENGAN KEJADIAN

KEJADIAN HIPERTENSI

HIPERTENSI

PADA IBU HAMIL DI DTP DARMARAJA KABUPATEN

PADA IBU HAMIL DI DTP DARMARAJA KABUPATEN

SUMEDANG TAHUN 2018

SUMEDANG TAHUN 2018

Oleh : Oleh : Eenk Eenk

Jurnal Kajian Keperawatan Martenitas. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran Jurnal Kajian Keperawatan Martenitas. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran

Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, Sumedang, Indonesia 45363. Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, Sumedang, Indonesia 45363.

ABSTRAK ABSTRAK

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan masih masalah komplek diberbagai belahan dunia. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan masih masalah komplek diberbagai belahan dunia. Angka kematian Ibu di Indonesia terdapat penurunan sebanyak 1712 orang. Hal ini Angka kematian Ibu di Indonesia terdapat penurunan sebanyak 1712 orang. Hal ini

disebabkan karena tidak tersedianya makanan secara adekuat yang dipengaruhi oleh perilaku ibu disebabkan karena tidak tersedianya makanan secara adekuat yang dipengaruhi oleh perilaku ibu hamil . Menurut data Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2015 sebanyak 986 balita menderita gizi hamil . Menurut data Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2015 sebanyak 986 balita menderita gizi kurang dari keseluruhan jumlah balita 142.186 orang. Faktor status gizi kurang dipengaruhi oleh kurang dari keseluruhan jumlah balita 142.186 orang. Faktor status gizi kurang dipengaruhi oleh  perilaku ibu

 perilaku ibu dalam pdalam pembeemberian rian makmakan an dengan dengan jenis jenis asupan asupan makmakanan, anan, waktu waktu dan dan frekuensi frekuensi makmakanan.anan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu d

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu dalam pemberian malam pemberian makanan pada balita akanan pada balita usia 6-usia 6-24. Jenis penelitian berupa

24. Jenis penelitian berupa deskriptifdeskriptif dengan pendekatandengan pendekatan cross sectionalcross sectional. Populasi dan sampel yang. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu teknik

digunakan yaitu teknik purposive sampling purposive sampling  sebanyak 73 orang. Instrumen penelitian yang digunakan  sebanyak 73 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis yang dilakukan yaitu berupa distribusi frekuensi.

yaitu kuesioner. Analisis yang dilakukan yaitu berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitianHasil penelitian diperoleh 61,72% responden tidak hipertensi . Usia produktif 48,43%. 54,69% responden diperoleh 61,72% responden tidak hipertensi . Usia produktif 48,43%. 54,69% responden  primipara.

 primipara. Hasil Hasil uji uji korelasi korelasi usia usia terhadap terhadap hipertensi hipertensi dengan dengan p-p-valuevalue  = 0,000, sedangkan  = 0,000, sedangkan  paritas

 paritas terhadap terhadap hipertensi hipertensi dengan dengan p-p-valuevalue  = 0,176. Dapat disimpulkan terdapat hubungan  = 0,176. Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara usia dengan hi

antara usia dengan hipertensi pertensi dan tidak terdapat hdan tidak terdapat hubungan ubungan antara paritas dengan hipertensi .antara paritas dengan hipertensi . Saran bagi petugas kesehatan khususnya petugas di Puskesmas untuk melakukan skrining Saran bagi petugas kesehatan khususnya petugas di Puskesmas untuk melakukan skrining untuk mengetahui preeclampsia, untuk memperhatikan usia, paritas pada ibu hamil dan untuk mengetahui preeclampsia, untuk memperhatikan usia, paritas pada ibu hamil dan melakukan penyuluhan pada ibu hamil.

melakukan penyuluhan pada ibu hamil.

Food intake is less due to lack of adequate food that is influenced by the behavior of mother Food intake is less due to lack of adequate food that is influenced by the behavior of mother toddler. According to data from the Health Office of Bandung in 2015, 986 children under toddler. According to data from the Health Office of Bandung in 2015, 986 children under five suffered less than the total number of under-fives of 142,186 people. Nutritional status five suffered less than the total number of under-fives of 142,186 people. Nutritional status factors are less influenced by the mother's behavior in feeding with the type of food intake, factors are less influenced by the mother's behavior in feeding with the type of food intake, time and frequency of food. This study aims to determine the behavior of mothers in the time and frequency of food. This study aims to determine the behavior of mothers in the feeding of children aged 6-24 months at Babakan Sari Health Center Bandung. The research feeding of children aged 6-24 months at Babakan Sari Health Center Bandung. The research type is descriptive with cross sectional approach. Population and samples used is purposive type is descriptive with cross sectional approach. Population and samples used is purposive sampling technique as much as 73 people. The r

sampling technique as much as 73 people. The research instrument used is questionnaire. Theesearch instrument used is questionnaire. The analysis is a frequency distribution. The results showed that the behavior of mothers in analysis is a frequency distribution. The results showed that the behavior of mothers in feeding got 71,2% less good category. Advice on the puskesmas can monitor the growth of feeding got 71,2% less good category. Advice on the puskesmas can monitor the growth of toddlers and can be used as information that the age of the toddler is the age to consider toddlers and can be used as information that the age of the toddler is the age to consider especially in terms of food

especially in terms of food inintake.take.

Kata

(2)

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Kehamilan merupakan kondisi yang Kehamilan merupakan kondisi yang sedemikian kompleks. Kehamilan adalah sedemikian kompleks. Kehamilan adalah suatu anugerah yang didambakan semua suatu anugerah yang didambakan semua  perempuan. Kehamilan dimulai dari proses  perempuan. Kehamilan dimulai dari proses  pembuahan

 pembuahan sampai sampai terjadinya terjadinya persalinan,persalinan, lamanya kehamilan sekitar 40 minggu. lamanya kehamilan sekitar 40 minggu. Terkadang masalah yang muncul dalam Terkadang masalah yang muncul dalam kehamilan, dapat menyebabkan kematian. kehamilan, dapat menyebabkan kematian. Dewasa ini angka mortalitas dan Dewasa ini angka mortalitas dan morbiditas ibu hamil masih menunjukkan morbiditas ibu hamil masih menunjukkan angka yang tidak memuaskan (Sari, 2013). angka yang tidak memuaskan (Sari, 2013). Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi perhatian Kematian Bayi (AKB) menjadi perhatian dunia internasional. Organisasi kesehatan dunia internasional. Organisasi kesehatan dunia WHO (

dunia WHO (World Health OrganizationWorld Health Organization)) memperkirakan di seluruh dunia lebih dari memperkirakan di seluruh dunia lebih dari 585.000 ibu meninggal tiap tahun saat 585.000 ibu meninggal tiap tahun saat hamil atau bersalin. Hipertensi yang terjadi hamil atau bersalin. Hipertensi yang terjadi  pada

 pada ibu ibu hamil hamil merupakan merupakan salah salah satusatu  penyebab

 penyebab morbidimorbiditas tas dan dan mortalitas mortalitas ibuibu yang tinggi disamping kasus perdarahan yang tinggi disamping kasus perdarahan dan infeksi. Telah diketahui bahwa dan infeksi. Telah diketahui bahwa kejadian hipertensi muncul pada kejadian hipertensi muncul pada kehamilan trimester III (

kehamilan trimester III (WHO, 2016).WHO, 2016). Angka kematian Ibu di Indonesia terdapat Angka kematian Ibu di Indonesia terdapat  penurunan.

 penurunan. Menurut Menurut KemenkKemenkes es RI RI 20172017 yang terupdate pada bulan Agustus tahun yang terupdate pada bulan Agustus tahun 2017 mendeskripsikan bahwa data yang 2017 mendeskripsikan bahwa data yang dianalisis dari tahun 2015-2017 yaitu dianalisis dari tahun 2015-2017 yaitu angka kematian ibu turun dari 4.999 tahun angka kematian ibu turun dari 4.999 tahun 2015 menjadi 4912 di tahun 2016 dan di 2015 menjadi 4912 di tahun 2016 dan di tahun 2017 (semester I) sebanyak 1712. tahun 2017 (semester I) sebanyak 1712. Walapun angka kematian ibu di Indonesia Walapun angka kematian ibu di Indonesia akan tetapi menjadi masalah serius yang akan tetapi menjadi masalah serius yang harus ditangani dengan optimal, salah satu harus ditangani dengan optimal, salah satu  penyebab kematian

 penyebab kematian ibu hamil ibu hamil di Idi Indonesiandonesia adalah kejadian hipertensi (Kemenkes RI, adalah kejadian hipertensi (Kemenkes RI, 2017).

2017).

Menurut data Statistik Jawa Barat angka Menurut data Statistik Jawa Barat angka kematian ibu dari 1054 kematian Ibu di kematian ibu dari 1054 kematian Ibu di tahun 2012 menjadi 776 kematian Ibu di tahun 2012 menjadi 776 kematian Ibu di tahun 2014. Sedangkan menurut wilayah tahun 2014. Sedangkan menurut wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat kabupaten dan kota di Jawa Barat diketahui untuk Kota Bekasi jumlah AKI diketahui untuk Kota Bekasi jumlah AKI sebanyak 22 kasus di tahun 2014, sebanyak 22 kasus di tahun 2014, Kabupaten Karawang mencatat kasus AKI Kabupaten Karawang mencatat kasus AKI di daerahnya sebanyak 59 kasus di 2014, di daerahnya sebanyak 59 kasus di 2014,

Kota Bandung tercatat AKI pada tahun Kota Bandung tercatat AKI pada tahun 2015 sebanyak 26 ibu meninggal saat 2015 sebanyak 26 ibu meninggal saat melahirkan, kabupaten Garut tahun 2016 melahirkan, kabupaten Garut tahun 2016 sebanyak 70 kasus, dan

sebanyak 70 kasus, dan KabupatenKabupaten Sumedang

Sumedang  sendiri kasus kematian ibu  sendiri kasus kematian ibu hamil sebanyak 17 kasus (Profil Kemenkes hamil sebanyak 17 kasus (Profil Kemenkes RI, 2017).

RI, 2017).

Faktor yang menjadi penyebab kematian Faktor yang menjadi penyebab kematian Ibu di wilayah tersebut diantaranya adalah Ibu di wilayah tersebut diantaranya adalah usia Ibu hamil di bawah 20 tahun (16-18 usia Ibu hamil di bawah 20 tahun (16-18 yang tercatatat), Jauh dari akses layanan yang tercatatat), Jauh dari akses layanan  persalinan

 persalinan (ter(terlambat lambat mendapatmendapat  pertolongan),

 pertolongan), masyarakat masyarakat masih masih menganutmenganut  beberapa

 beberapa budaya budaya lokal lokal yang yang merugikanmerugikan kesehatan Ibu Hamil, persalinan tanpa di kesehatan Ibu Hamil, persalinan tanpa di  bantu

 bantu medis, medis, Indikator Indikator penyakipenyakit t (salah(salah satunya hipertensi). Hipertensi dalam satunya hipertensi). Hipertensi dalam kehamilan adalah hipertensi yang terjadi kehamilan adalah hipertensi yang terjadi saat kehamilan berlangsung dan biasanya saat kehamilan berlangsung dan biasanya  pada

 pada bulan bulan terakhir terakhir kehamilan, kehamilan, tekanantekanan darah mencapai nilai 140/90 mmHg atau darah mencapai nilai 140/90 mmHg atau kenaikan tekanan sistolik 30 mmHg dan kenaikan tekanan sistolik 30 mmHg dan tekanan diastolik 15 mmHg di atas nilai tekanan diastolik 15 mmHg di atas nilai normal

normal (Junaidi, (Junaidi, 2010). 2010). Hipertensi Hipertensi padapada kehamilan adalah kelainan

kehamilan adalah kelainan malfungsimalfungsi endotel

endotel  pembuluh darah atau vaskular  pembuluh darah atau vaskular yang menyebar luas sehingga terjadi yang menyebar luas sehingga terjadi vasospasm

vasospasme setelah usia kehamilan 20e setelah usia kehamilan 20 minggu, mengakibatkan terjadinya minggu, mengakibatkan terjadinya  penurunan

 penurunan perfusi perfusi organ organ dan dan pengaktifanpengaktifan endotel yang menimbulkan terjadinya endotel yang menimbulkan terjadinya hipertensi, edema, dan dijumpai hipertensi, edema, dan dijumpai  proteinuria

 proteinuria 300 300 mg mg per per 24 24 jam jam atauatau 30mg/dl (+1 pada dipstick) dengan nilai 30mg/dl (+1 pada dipstick) dengan nilai sangat fluktuatif saat pengambilan urin sangat fluktuatif saat pengambilan urin sewaktu (Brooks MD, 2011).

sewaktu (Brooks MD, 2011).

Penyebab lain dari angka kematian ibu Penyebab lain dari angka kematian ibu hamil adalah saborsi yang tidak aman, hamil adalah saborsi yang tidak aman, Kurang Gizi, Vitamin dan Nutrisi Kurang Gizi, Vitamin dan Nutrisi (Mohhad, 2016). Nutrisi adalah zat yang (Mohhad, 2016). Nutrisi adalah zat yang terkandung dalam makanan yang berguna terkandung dalam makanan yang berguna dalam tubuh. Nutrisi mempunyai peranan dalam tubuh. Nutrisi mempunyai peranan yang sangat penting bagi suatu kehidupan yang sangat penting bagi suatu kehidupan manusia khususnya bagi ibu hamil, pada manusia khususnya bagi ibu hamil, pada masa kehamilan. kebutuhan nutrisi masa kehamilan. kebutuhan nutrisi meningkat kurang lebih 15% untuk meningkat kurang lebih 15% untuk  pertumbuhan

 pertumbuhan janin, janin, payudara payudara dandan memproduksi sel darah merah. Bila nutrisi memproduksi sel darah merah. Bila nutrisi ibu normal pada masa sebelum dan selama ibu normal pada masa sebelum dan selama

(3)

hamil kemungkinan besar akan melahirkan hamil kemungkinan besar akan melahirkan  bayi yang sehat, cukup bulan, den

 bayi yang sehat, cukup bulan, dengan beratgan berat  badan

 badan normal. normal. Dengan Dengan kata kata lain lain kualitaskualitas  bayi

 bayi yang yang dilahirkan dilahirkan sangat sangat tergantungtergantung  pada

 pada keadaan keadaan nutrisi nutrisi ibu ibu sebelum sebelum dandan selama hamil ( Kardjati, 2015)

selama hamil ( Kardjati, 2015)

Makanan yang bernutrisi tinggi sangatlah Makanan yang bernutrisi tinggi sangatlah diperlukan untuk kebutuhan ibu hamil dan diperlukan untuk kebutuhan ibu hamil dan  janinnya,

 janinnya, makanan makanan yang yang di di makan makan ibuibu hamil harus cukup mengandung sumber hamil harus cukup mengandung sumber energi, karbohidrat, lemak dan protein. energi, karbohidrat, lemak dan protein. Banyak orang berpendapat bahwa ibu Banyak orang berpendapat bahwa ibu hamil sama dengan “ makan untuk dua hamil sama dengan “ makan untuk dua orang ” pendapat ini sebagian besar sudah orang ” pendapat ini sebagian besar sudah tidak dipercaya lagi minimal dalam hal tidak dipercaya lagi minimal dalam hal kuantitas, namun kualitas dalam makanan kuantitas, namun kualitas dalam makanan yang dimakan selama hamil perlu yang dimakan selama hamil perlu mendapat perhatian khusus untuk mendapat perhatian khusus untuk meningkatkan kesehatan yang optimal. Ibu meningkatkan kesehatan yang optimal. Ibu hamil membutuhkan energi kalori yang hamil membutuhkan energi kalori yang lebih dari pada ibu yang tidak hamil. lebih dari pada ibu yang tidak hamil. Penambahan ekstra kalori untuk ibu hamil Penambahan ekstra kalori untuk ibu hamil semester satu 150-200 kal/hari, semester satu 150-200 kal/hari, tri-semester dua 250-350 kal/hari, tri-tri-semester semester dua 250-350 kal/hari, tri-semester tiga 400 kal/hari dan jumlah cairan yang tiga 400 kal/hari dan jumlah cairan yang dibutuhkan minimal 1500 ml/hari. Ibu dibutuhkan minimal 1500 ml/hari. Ibu hamil memerlukan makan yang hamil memerlukan makan yang mempunyai kelengkapan gizi hal ini mempunyai kelengkapan gizi hal ini  penting

 penting terutama terutama pada pada kehamilan kehamilan berusiaberusia 20 minggu, pada masa ini sebaiknya ibu 20 minggu, pada masa ini sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi nutrisi yang hamil tidak mengkonsumsi nutrisi yang tinggi natrium dan rendah protein karena tinggi natrium dan rendah protein karena dapat menyebabkan gangguan kehamilan dapat menyebabkan gangguan kehamilan seperti hipertensi (Almatsier 2014)

seperti hipertensi (Almatsier 2014)

Dampak dari gangguan pola nutrisi selama Dampak dari gangguan pola nutrisi selama kehamilan bisa berakibat dengan semakin kehamilan bisa berakibat dengan semakin meningkatnya angka kejadian hipertensi meningkatnya angka kejadian hipertensi yang di tandai dengan banyaknya ibu yang di tandai dengan banyaknya ibu hamil dengan gejala tekanan darah tinggi, hamil dengan gejala tekanan darah tinggi, kelebihan kadar protein dalam urin, edema kelebihan kadar protein dalam urin, edema kaki, pengelihatan kabur, sesak nafas dan kaki, pengelihatan kabur, sesak nafas dan  bisa

 bisa berakibat berakibat fatal fatal seperti seperti menurunyamenurunya kesadaran dan kejang hal ini paling sering kesadaran dan kejang hal ini paling sering terjadi pada ibu berusia tri-semester dua terjadi pada ibu berusia tri-semester dua (Almatsier 2014).

(Almatsier 2014).

Sejak dahulu, makanan wanita hamil telah Sejak dahulu, makanan wanita hamil telah dianggap sangat penting, sebab orang dianggap sangat penting, sebab orang  percaya

 percaya bahwa bahwa makanan makanan yang yang benar benar akanakan memberi dampak yang baik bagi janin. memberi dampak yang baik bagi janin.

Tetapi masih saja terdapat anggapan yang Tetapi masih saja terdapat anggapan yang salah tentang kebutuhan makanan untuk salah tentang kebutuhan makanan untuk ibu hamil, misalnya ibu hamil tidak boleh ibu hamil, misalnya ibu hamil tidak boleh makan yang banyak dengan tujuan agar makan yang banyak dengan tujuan agar  bayinya t

 bayinya tidak besar idak besar dan dan mudah dilahirkan.mudah dilahirkan. Padahal pendapat tersebut tidak dapat Padahal pendapat tersebut tidak dapat dibenarkan (Soetjiningsih, 2013). Ibu dibenarkan (Soetjiningsih, 2013). Ibu hamil masih memperccayai hal tersebut, hamil masih memperccayai hal tersebut, sehingga mereka mengurangi porsi sehingga mereka mengurangi porsi makanan setiap harinya, dan akibatnya makanan setiap harinya, dan akibatnya kebutuhan nutrisi ibu hamil tersebut kebutuhan nutrisi ibu hamil tersebut kurang terpenuhi. Masalah tersebut kurang terpenuhi. Masalah tersebut menjadi salah satu penyebab banyaknya menjadi salah satu penyebab banyaknya kasus perkembangan bayi yang tidak kasus perkembangan bayi yang tidak sempurna dan berat badan bayi yang sempurna dan berat badan bayi yang dilahirkan tidak sesuai dengan berat badan dilahirkan tidak sesuai dengan berat badan normal.

normal.

Kekurangan atau kelebihan nutrisi pada Kekurangan atau kelebihan nutrisi pada masa kehamilan dapat berakibat kurang masa kehamilan dapat berakibat kurang  baik

 baik bagi bagi ibu ibu dan dan perkembangan perkembangan janinjanin.. Kekurangan Nutrisi seperti asupan energi Kekurangan Nutrisi seperti asupan energi dan protein pada ibu hamil dapat dan protein pada ibu hamil dapat menyebabkan melahirkan bayi berat lahir menyebabkan melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR). BBLR akan membawa rendah (BBLR). BBLR akan membawa resiko kematian, gangguan pertumbuhan resiko kematian, gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. KEK juga dapat dan perkembangan anak. KEK juga dapat menjadi penyebab tidak langsung menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu (Soetjiningsih, 2013).

kematian ibu (Soetjiningsih, 2013).

Berdasarkan paparan dan latar belakang Berdasarkan paparan dan latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada diatas, maka rumusan masalah pada  penelitian

 penelitian ini ini yaitu yaitu apakah apakah ada ada HubunganHubungan Antara Pola Nutririsi Dengan Kejadian Antara Pola Nutririsi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil Di DTP Hipertensi Pada Ibu Hamil Di DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang.

Darmaraja Kabupaten Sumedang. TujuanTujuan Penelitian

Penelitian: Mengidentifikasi pola nutrisi,: Mengidentifikasi pola nutrisi, angka kejadian hipertensi hubungan antara angka kejadian hipertensi hubungan antara  pola

 pola nutririsi nutririsi dengan dengan kejadian kejadian hipertensihipertensi  pada ibu hamil.

 pada ibu hamil.

METODOLOGI PENELITIAN METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan adalah Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan untuk menemukan ada tidaknya hubungan (Sugiyono, 2014). Pada penelitian ini (Sugiyono, 2014). Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perilaku ibu dalam mendeskripsikan perilaku ibu dalam  pemberian

 pemberian makan makan pada pada balita balita usia usia 6-246-24  bulan

(4)

Pendekatan waktu dalam pengumpulan Pendekatan waktu dalam pengumpulan data menggunakan pendekatan

data menggunakan pendekatan crosscross sectional

sectional, yaitu suatu penelitian untuk, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau cara pendekatan, observasi atau  pengumpulan

 pengumpulan data data sekaligus sekaligus pada pada suatusuatu saat (

saat ( point  point time time approacapproachh) (Notoatmodjo,) (Notoatmodjo, 2010). Data yang digunakan dalam 2010). Data yang digunakan dalam  penelitian

 penelitian ini ini yaitu yaitu Perilaku Perilaku ibu ibu dalamdalam  pemberian

 pemberian makan makan pada pada balita balita usia usia 6-246-24  bulan

 bulan

Variabel Penelitian Variabel Penelitian

Variabel adalah objek penelitian, atau apa Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu yang menjadi titik perhatian suatu  penelitian.

 penelitian. Ada dua Ada dua macam variabel, macam variabel, yyaituaitu variabel independen dan variabel dependen variabel independen dan variabel dependen (Arikunto, 2014). Ada dua macam (Arikunto, 2014). Ada dua macam variabel, yaitu variabel independen variabel, yaitu variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2014). Variabel independen (Sugiyono, 2014). Variabel independen  penelitian

 penelitian ini ini yaitu yaitu Perilaku Perilaku ibu ibu dalamdalam  pemberian

 pemberian makan makan pada pada balita balita usia usia 6-246-24  bulan

 bulan

Populasi Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek Populasi adalah keseluruhan objek  penelitian

 penelitian atau atau objek objek yang yang ditelitiditeliti (Notoatmodjo, 2012). Populasi yang (Notoatmodjo, 2012). Populasi yang menjadi sasaran dalam penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan Sari sebanyak 73 Puskesmas Babakan Sari sebanyak 73 orang.

orang. Sampel Sampel

Sampel adalah suatu cara yang ditempuh Sampel adalah suatu cara yang ditempuh dengan pengambilan sampel yang dengan pengambilan sampel yang benar- benar

 benar sesuai sesuai dengan dengan keseluruhan keseluruhan obyekobyek  penelitian

 penelitian (Nursalam, (Nursalam, 2013). 2013). TeknikTeknik sampel yang digunakan pada penelitian ini sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu

yaitu Purposive SamplingPurposive Sampling. Pengambialan. Pengambialan sampel dengan

sampel dengan Purposive SamplingPurposive Sampling, yaitu, yaitu didasarkan pada suatu pertimbangan didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang di buat oleh peneliti sendiri, tertentu yang di buat oleh peneliti sendiri,

 berdasarkan

 berdasarkan ciri ciri atau atau sifat-sifat sifat-sifat populasipopulasi yang sudah diketahui sebelumnya yaitu yang sudah diketahui sebelumnya yaitu menggunakan rumus minimal sampling menggunakan rumus minimal sampling dengan alasan karena jumlah populasi dengan alasan karena jumlah populasi yang diketahui maka hendaknya dilakukan yang diketahui maka hendaknya dilakukan  perhitungan

 perhitungan atas atas pertimbangpertimbangan an sampelsampel yang hendak dilakukan yang ditentukan yang hendak dilakukan yang ditentukan  berdasarkan

 berdasarkan kriteria kriteria inklusi inklusi dan dan eksklusieksklusi sebagai berikut :

sebagai berikut : Inklusi

Inklusi a.

a. Balita usia 6-24 bulanBalita usia 6-24 bulan  b.

 b. Balita tidak sakit beratBalita tidak sakit berat c.

c. Balita tidak sedang mengalamiBalita tidak sedang mengalami  penyakit infeksi

 penyakit infeksi d.

d. Bukan keluarga miskinBukan keluarga miskin

Instrumen penelitian Instrumen penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu alat Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan oleh peneliti untuk yang digunakan oleh peneliti untuk mengobservasi, mengukur atau menilai mengobservasi, mengukur atau menilai suatu fenomena (Hidayat, 2012 ). Data suatu fenomena (Hidayat, 2012 ). Data yang diperoleh dari suatu pengukuran yang diperoleh dari suatu pengukuran kemudian dianalisis dan dijadikan sebagai kemudian dianalisis dan dijadikan sebagai  bukti

 bukti (evidence)(evidence)  dari suatu penelitian.  dari suatu penelitian. Kuisioner adalah suatu bentuk atau Kuisioner adalah suatu bentuk atau dokumen yang berisi beberapa item dokumen yang berisi beberapa item  pertanyaan

 pertanyaan atau atau pernyataan pernyataan yang yang dibuatdibuat  berdasarkan

 berdasarkan indikator-indikator. indikator-indikator. PadaPada  penelitian

 penelitian ini ini instrumen instrumen yang yang akanakan digunakan yaitu berupa bentuk kuesioner digunakan yaitu berupa bentuk kuesioner yang beriisikan item pertanyaan. Pada yang beriisikan item pertanyaan. Pada  penelitian

 penelitian ini ini terdapat terdapat 2 2 variabel variabel dengandengan kuesioner yang berbeda yaitu : perilaku kuesioner yang berbeda yaitu : perilaku ibu dalam pemberian makan pada balita ibu dalam pemberian makan pada balita usia

usia 6-24 6-24 bulan bulan terdiri terdiri dari 1dari 16 6 pertanyaanpertanyaan menggunakan skala likert dengan skor menggunakan skala likert dengan skor  jawaban

 jawaban 5=selalu, 5=selalu, 4=sering, 4=sering, 3=kadang- 3=kadang-kadang, 2=tidak pernah.

kadang, 2=tidak pernah.

Uji Validitas Uji Validitas

Uji validitas dilakukan untuk menguji Uji validitas dilakukan untuk menguji ketepatan setiap item dalam mengukur ketepatan setiap item dalam mengukur instrumennya. Teknik uji yang digunakan instrumennya. Teknik uji yang digunakan adalah teknik Korelasi Item-Total melalui adalah teknik Korelasi Item-Total melalui Koefisien Korelasi Product-Moment Koefisien Korelasi Product-Moment dengan ketentuan : bila r hasil > r tabel, dengan ketentuan : bila r hasil > r tabel, maka pertanyaan yang diuji kevalidannya maka pertanyaan yang diuji kevalidannya

(5)

korelasikan dengan skor total seluruh item korelasikan dengan skor total seluruh item Instrumen (Arikunto, 2014).

Instrumen (Arikunto, 2014).

Teknik korelasi yang dipakai adalah teknik Teknik korelasi yang dipakai adalah teknik korelasi

korelasi “product “product moment”moment”   yangyang dirumuskan sebagai berikut :

dirumuskan sebagai berikut :

Keterangan : Keterangan :

rxy: Indeks dua variable yang rxy: Indeks dua variable yang dikorelasikan

dikorelasikan X: Skor rata

X: Skor rata –  –  rata dari X rata dari X Y: Skor rata

Y: Skor rata  –  –  rata rata dari dari Y Y (Arikunto,(Arikunto, 2010)

2010)

Pada uji validitas ini peneliti hanya untuk Pada uji validitas ini peneliti hanya untuk kuesioner pemberian makan, yang kuesioner pemberian makan, yang dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adjie dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adjie dengan alasan memiliki karakteristik yang dengan alasan memiliki karakteristik yang  peneliti

 peneliti cari cari seperti seperti ada ada status status gizi gizi buruk,buruk, melayani kesehatan pada balita. Jumlah melayani kesehatan pada balita. Jumlah yang diujikan sebanyak 30 orang dengan yang diujikan sebanyak 30 orang dengan ke

ketentuan r tabel≥0,361 berarti valid dantentuan r tabel≥0,361 berarti valid dan  jika

 jika r r tabel tabel <0,361 <0,361 berarti berarti tidak tidak validvalid (Sugiy

(Sugiyono, ono, 2014).2014).

Berdasarkan hasil uji validitas yang telah Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adji dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adji dengan jumlah responden yang diujikan dengan jumlah responden yang diujikan yaitu sebanyak 30 orang diketahui bahwa yaitu sebanyak 30 orang diketahui bahwa nilai r-tabel terendah sebesar 0,443 dan nilai r-tabel terendah sebesar 0,443 dan nilai r tabel tertinggi sebesar 0,987 nilai r tabel tertinggi sebesar 0,987 keputusanya hasil r tabel tersebut tidak ada keputusanya hasil r tabel tersebut tidak ada yang menunjukan kurang dari ketentuan yang menunjukan kurang dari ketentuan nilai baku sebesar <0,361 yang artinya nilai baku sebesar <0,361 yang artinya adalah seluruh item pertanyaan valid dan adalah seluruh item pertanyaan valid dan sudah layak untuk digunakan peneli

sudah layak untuk digunakan penelitian.tian.

Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah indeks yang Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat menunjukan sejauh mana suatu alat  pengukur

 pengukur dapat dapat dipercaya dipercaya atau atau dapatdapat diandalkan. Uji reliabilitas dilakukan diandalkan. Uji reliabilitas dilakukan untuk menguji kehandalan/konsistensi untuk menguji kehandalan/konsistensi instrument. Item

instrument. Item  –  –   item yang dilibatkan  item yang dilibatkan dalam uji reliabilitas adalah seluruh item dalam uji reliabilitas adalah seluruh item

yang valid atau setelah item yang tidak yang valid atau setelah item yang tidak valid disisihkan.

valid disisihkan.

Untuk mengukur reliabilitas secara Untuk mengukur reliabilitas secara statistik digunakan koefisien reliabilitas statistik digunakan koefisien reliabilitas alpha cornbach

alpha cornbach  yang dirumuskan sebagai  yang dirumuskan sebagai  berikut:

 berikut:

Dimana : Dimana : 

 : : Koefisien Koefisien reliabilitas reliabilitas alphaalpha K

K : : BanyaknyBanyaknya a item item pernyataanpernyataan s2j

s2j : : Varians Varians skor skor setiap setiap itemitem s2x

s2x : : Varians Varians skor skor totaltotal

Ketentuan uji reliabilitas pada penelitian Ketentuan uji reliabilitas pada penelitian ini yaitu 0,6 jika r tbel ≥0,06 maka ini yaitu 0,6 jika r tbel ≥0,06 maka dikatakan reliabel dan jika <0,6 maka dikatakan reliabel dan jika <0,6 maka tidak reliabel. Berdasarkan hasil uji tidak reliabel. Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan di reliabilitas yang telah dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adji dengan jumlah Puskesmas Ibrahim Adji dengan jumlah responden yang diujikan yaitu sebanyak 30 responden yang diujikan yaitu sebanyak 30 orang. Hasil uji reliabilitas menunjukan orang. Hasil uji reliabilitas menunjukan 0,950>0,6 yang berarti reliabel dan item 0,950>0,6 yang berarti reliabel dan item  pertanyan

 pertanyan tersebut tersebut sudah sudah layak layak untukuntuk digunakan penelitian.

digunakan penelitian.

Teknik Pengolahan Data Teknik Pengolahan Data

Pada pengolahan data ini peneliti Pada pengolahan data ini peneliti melakukan analisis data terdapat melakukan analisis data terdapat langkah-langkah yang harus ditempuh, diantaranya langkah yang harus ditempuh, diantaranya ::  Editing Editing  data,  data, CodingCoding  data,  data,  Entry Entry  data,  data, Cleaning

Cleaning data data

Analisis Data Analisis Data

Analisa data yang merupakan proses Analisa data yang merupakan proses  penyederhanaan

 penyederhanaan data data ke ke dalam dalam bentukbentuk yang lebih mudah dibaca dan di yang lebih mudah dibaca dan di interpretasikan dengan menggunakan interpretasikan dengan menggunakan statistik, kemudian diberikan interpretasi statistik, kemudian diberikan interpretasi dan membandingkan hasil penelitian dan membandingkan hasil penelitian dengan teori yang ada. Pada analisis ini dengan teori yang ada. Pada analisis ini  peneliti

 peneliti menentukan menentukan terlebih terlebih dahulu dahulu untukuntuk  perilaku

(6)

 balita

 balita usia usia 6-24 6-24 bulan bulan yaitu yaitu dari dari jumlahjumlah  pertanyaan

 pertanyaan dikalikan dikalikan skor skor tertinggi tertinggi dibagidibagi dua, dengan alasan pembagian tersebut dua, dengan alasan pembagian tersebut ditentukan dari nilai rata-rata ditentukan dari nilai rata-rata jawaban- jawaban

 jawaban responden responden yang yang kemudiankemudian dikategorikan sebagai berikut jika perilaku dikategorikan sebagai berikut jika perilaku  baik

 baik skor skor mean≥33,6 mean≥33,6 jika jika perilaku perilaku kurangkurang  baik

 baik skor skor mean<33,6 mean<33,6 Setelah Setelah diketahuidiketahui nilai hasil ukur analisa data yang nilai hasil ukur analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dilakukan dalam penelitian ini adalah Analisis Univariat yaitu untuk Analisis Univariat yaitu untuk menjelaskan atau mendeskripsikan menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. karakteristik setiap variabel penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan menghasilkan distribusi frekuensi dan  persentase dari tiap variabel,(Notoatmodjo,  persentase dari tiap variabel,(Notoatmodjo, 2012). Adapun analisis dalam penelitian 2012). Adapun analisis dalam penelitian ini yaitu menggunakan

ini yaitu menggunakan rumus persentaserumus persentase frekuensi

frekuensi sebagai berikut: sebagai berikut:   ==     100% 100% Keterangan : Keterangan :

P : presentase untuk setiap kategori P : presentase untuk setiap kategori f : jumlah setiap kategori

f : jumlah setiap kategori  N : jumlah total responden  N : jumlah total responden

HASIL PENELITIAN HASIL PENELITIAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil  penelitian

 penelitian mengenai mengenai hubungan hubungan usia usia dandan  paritas terhadap hipertensi

 paritas terhadap hipertensi pada ibu hamilpada ibu hamil Gambaran usia, paritas dan hipertensi Gambaran usia, paritas dan hipertensi pada ibu hamil

pada ibu hamil

Gambaran usia, paritas dengan hipertensi Gambaran usia, paritas dengan hipertensi  pada

 pada ibu ibu hamil hamil di di Puskesmas Puskesmas DTPDTP Darmaraja Kabupaten Sumedang , Darmaraja Kabupaten Sumedang , disajikan dalam tabel sebagai berikut : disajikan dalam tabel sebagai berikut :

Usia Usia f f %% <20 <20 46 46 35,9435,94 20-35 20-35 62 62 48,4348,43 >35 >35 20 20 15,6315,63 Total Total 128 128 100100

Pada tabel 4.1 distribusi frekuensi usia, Pada tabel 4.1 distribusi frekuensi usia, dapat dilihat bahwa dari 128 responden, dapat dilihat bahwa dari 128 responden, terdapat 46 responden (35,94%) dengan terdapat 46 responden (35,94%) dengan usia <20 tahun, terdapat

usia <20 tahun, terdapat 62 responden62 responden

(48,43%) dengan usia 20-35 tahun, dan (48,43%) dengan usia 20-35 tahun, dan terdapat 20 responden (15,63%) dengan terdapat 20 responden (15,63%) dengan usia >35 t

usia >35 tahun.ahun.

Tabel 4.2 Distribusi frekuensi paritas ibu hamil Tabel 4.2 Distribusi frekuensi paritas ibu hamil

Paritas Paritas f f %% Primipara Primipara 70 70 54,6954,69 Multipara Multipara 58 58 45,3145,31 Total Total 128 128 100100

Pada tabel 4.2 distribusi frekuensi paritas, Pada tabel 4.2 distribusi frekuensi paritas, dapat dilihat bahwa dari 128 responden, dapat dilihat bahwa dari 128 responden,

terdapat 70 (54,69%) primipara dan 58 terdapat 70 (54,69%) primipara dan 58 responden (45,31%) multipara.

responden (45,31%) multipara. Tabel 4.3

Tabel 4.3 Distribusi frekuensi hipertensi Distribusi frekuensi hipertensi ibu haibu hamilmil

Paritas Paritas f f %% Hipertensi Hipertensi 49 49 38,2838,28 Tidak hipertensi Tidak hipertensi 79 79 61,7261,72 Total Total 128 128 100100

Pada tabel 4.3 distribusi frekuensi Pada tabel 4.3 distribusi frekuensi hipertensi , dapat dilihat bahwa dari 128 hipertensi , dapat dilihat bahwa dari 128

(7)

responden, terdapat 49 (38,28%) hipertensi responden, terdapat 49 (38,28%) hipertensi dan 79 responden (61,72%) tidak dan 79 responden (61,72%) tidak hipertensi .

hipertensi .

Hubungan usia, paritas terhadap Hubungan usia, paritas terhadap hipertensi

hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil didi

Puskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Puskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang

Sumedang Hubungan

Hubungan usia usia terhadap terhadap hipertensi hipertensi padapada ibu hamil

ibu hamil

Berikut ini adalah hasil koefisien korelasi Berikut ini adalah hasil koefisien korelasi mengenai hubungan usia terhadap mengenai hubungan usia terhadap hipertensi

hipertensi pada ipada ibu bu hamilhamil Tabel

Tabel 4.4 4.4 Hubungan Hubungan usia usia terhadap terhadap hipertensi pada hipertensi pada ibu ibu hamil hamil di di PuskesmasPuskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang

DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang

Berdasarkan table 4.4 hubungan usia Berdasarkan table 4.4 hubungan usia terhadap

terhadap hipertensi hipertensi pada ibu pada ibu hamilhamil diperoleh usia <20 ada 18 (39,1%) orang diperoleh usia <20 ada 18 (39,1%) orang tidak

tidak hipertensi hipertensi dan dan 28 28 (60,9%) (60,9%) orangorang hipertensi , usia 20-35 ada 55 (88,7%) hipertensi , usia 20-35 ada 55 (88,7%) tidak hipertensi , 7 (11,3%) orang tidak hipertensi , 7 (11,3%) orang hipertensi

hipertensi dan dan usia usia >35 >35 ada ada 6 6 (30,0%)(30,0%) tidak hipertensi , 14 (70,0%) orang tidak hipertensi , 14 (70,0%) orang hipertensi . Hasil uji statistik diperoleh hipertensi . Hasil uji statistik diperoleh p-value

value  = 0,000, maka dapat disimpulkan  = 0,000, maka dapat disimpulkan

 bahwa

 bahwa terdapat terdapat hubunhubungan gan usia usia terhadapterhadap hipertensi

hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil di di PuskesmasPuskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang . DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang . Hubungan paritas terhadap hipertensi Hubungan paritas terhadap hipertensi pada ibu hamil

pada ibu hamil

Berikut ini adalah hasil koefisien korelasi Berikut ini adalah hasil koefisien korelasi mengenai hubungan paritas terhadap mengenai hubungan paritas terhadap hipertensi

hipertensi pada ibpada ibu u hamilhamil Tabel

Tabel 4.5 4.5 Hubungan Hubungan paritas paritas terhadap terhadap hipertensi pada hipertensi pada ibu ibu hamil hamil di di PuskesmasPuskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang

DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang

Berdasarkan tabel 4.5 hubungan paritas Berdasarkan tabel 4.5 hubungan paritas terhadap

terhadap hipertensi hipertensi pada ibu pada ibu hamilhamil diperoleh ibu primipara ada 39 (55,7%) diperoleh ibu primipara ada 39 (55,7%) orang

orang tidak tidak hipertensi hipertensi dan dan 31 31 (44,3%)(44,3%) orang hi

orang hipertensi pertensi dan idan ibu mbu multipara ada ultipara ada 4040

(69,0%) tidak hipertensi , 18 (31,0%) (69,0%) tidak hipertensi , 18 (31,0%) orang hipertensi .. Hasil uji statistik orang hipertensi .. Hasil uji statistik diperoleh

p-diperoleh p-valuevalue  = 0,176, maka dapat  = 0,176, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan

(8)

ibu hamil di Puskesmas DTP Darmaraja

ibu hamil di Puskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Kabupaten SumedangSumedang Pembahasan

Pembahasan

Gambaran usia pada ibu

Gambaran usia pada ibu hamilhamil

Berdasarkan tabel 4.1 tentang distribusi Berdasarkan tabel 4.1 tentang distribusi frekuensi usia ibu hamil di Puskesmas frekuensi usia ibu hamil di Puskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang , DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang , diketahui bahwa usia responden terbanyak diketahui bahwa usia responden terbanyak  pada

 pada usia usia 20-35 20-35 tahun tahun yaitu yaitu 62 62 respondenresponden (48,43%). Hal ini menunjukkan banyak (48,43%). Hal ini menunjukkan banyak ibu hamil berada pada usia produktif.

ibu hamil berada pada usia produktif.

Usia adalah lama waktu hidup seseorang, Usia adalah lama waktu hidup seseorang, dari sejak dirinya dilahirkan. Kehamilan di dari sejak dirinya dilahirkan. Kehamilan di  bawah

 bawah usia usia <20 <20 tahun tahun beresiko beresiko terjadinyaterjadinya hipertensi

hipertensi dalam dalam kehamilan kehamilan dikarenakandikarenakan organ reproduksi di dalam tubuhnya masih organ reproduksi di dalam tubuhnya masih  belum

 belum matang matang secara secara sempurna.sempurna. Kehamilan di atas usia >35 tahun Kehamilan di atas usia >35 tahun menyebabkan perempuan terpapar pada menyebabkan perempuan terpapar pada komplikasi medik dan obstetrik seperti komplikasi medik dan obstetrik seperti hipertensi /eklampsia dan perdarahan hipertensi /eklampsia dan perdarahan hingga menyebabkan kematian ibu dan hingga menyebabkan kematian ibu dan  janin.

 janin. Pada Pada usia usia 20-35 20-35 tahun tahun adalah adalah usiausia  paling

 paling aman aman untuk untuk hamil hamil atau atau bersalin.bersalin.55 Pada usia 20-35 merupakan waktu yang Pada usia 20-35 merupakan waktu yang  paling

 paling tepat tepat untuk untuk menikah menikah dan dan hamil.hamil. Karena di usia tersebut kondisi fisik masih Karena di usia tersebut kondisi fisik masih sangat bagus untuk hamil. Elastisitas sangat bagus untuk hamil. Elastisitas  panggul masih bagus, rahim dala

 panggul masih bagus, rahim dalam kondisim kondisi  prima,

 prima, risiko risiko keguguran keguguran kecil kecil karena karena selsel telur relatif muda dan kuat meski di telur relatif muda dan kuat meski di trimester pertama, kualitas sel telur yang trimester pertama, kualitas sel telur yang  baik

 baik memperkecil kememperkecil kemungkinan bamungkinan bayi yi lahirlahir cacat akibat ketidaknormalan jumlah cacat akibat ketidaknormalan jumlah kromosom dan fisik masih cukup kuat kromosom dan fisik masih cukup kuat untuk hamil maupun melahirkan

untuk hamil maupun melahirkan1010..

Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sitriani, di Rumah Sakit Yudha oleh Sitriani, di Rumah Sakit Yudha Depok bahwa hasil penelitian ibu hamil Depok bahwa hasil penelitian ibu hamil terbanyak pada usia produktif. terbanyak pada usia produktif. Berdasarkan teori, penelitian terdahulu dan Berdasarkan teori, penelitian terdahulu dan hasil penelitian ini. Penulis menyimpulkan hasil penelitian ini. Penulis menyimpulkan  bahwa

 bahwa usia usia ibu ibu hamil hamil sesuai sesuai dengan dengan usiausia yang diharapkan yaitu usia produktif. yang diharapkan yaitu usia produktif. Sehingga dapat diketahui bahwa kondisi Sehingga dapat diketahui bahwa kondisi ini berada ke fase yang aman untuk hamil ini berada ke fase yang aman untuk hamil sampai melahirkan.

sampai melahirkan.

Gambaran paritas pada ibu hamil Gambaran paritas pada ibu hamil

Berdasarkan tabel 4.2 tentang distribusi Berdasarkan tabel 4.2 tentang distribusi frekuensi paritas di Puskesmas DTP frekuensi paritas di Puskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang , Darmaraja Kabupaten Sumedang , diketahui bahwa jumlah paritas responden diketahui bahwa jumlah paritas responden terbanyak pada paritas primipara yaitu 70 terbanyak pada paritas primipara yaitu 70 responden (54,69%) .

responden (54,69%) .

Hal ini menunjukkan ibu hamil berada Hal ini menunjukkan ibu hamil berada  pada

 pada paritas paritas yang yang beresiko beresiko tinggi.tinggi. Frekuensi lebih tinggi terjadi pada Frekuensi lebih tinggi terjadi pada  primipara

 primipara daripada daripada multipara. multipara. PadaPada  primipara

 primipara dengan dengan hipertensi hipertensi dapatdapat mengalami kelainan aktivasi imun dan hal mengalami kelainan aktivasi imun dan hal ini dapat menghambat invasi trovoblas ini dapat menghambat invasi trovoblas  pada

 pada pembuluh pembuluh darah darah ibu. ibu. SehinggaSehingga hipertensi

hipertensi lebih lebih sering sering terjadi terjadi padapada  perempuan

 perempuan yang yang terpajan terpajan antigen antigen paternalpaternal untuk yang pertama kali seperti kehamilan untuk yang pertama kali seperti kehamilan  pertama

 pertama kali kali atau atau kehamilan kehamilan pertamapertama dengan pasangan baru

dengan pasangan baru99..

Berdasarkan teori, penelitian terdahulu dan Berdasarkan teori, penelitian terdahulu dan hasil penelitian ini. Penulis menyimpulkan hasil penelitian ini. Penulis menyimpulkan  bahwa

 bahwa paritas paritas ibu ibu hamil hamil berada berada pada pada usiausia  beresiko.

 beresiko. Karena diketahui Karena diketahui pada pada primiparaprimipara imun ibu hamil dapat terpajan antigen imun ibu hamil dapat terpajan antigen  paternal

 paternal dan dan dapat dapat menghammenghambat bat invasiinvasi trobovlas pada pembuluh darah.

trobovlas pada pembuluh darah.

Gambaran

Gambaran hipertensi hipertensi di di PuskesmasPuskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang Berdasarkan tabel 4.3 tentang distribusi Berdasarkan tabel 4.3 tentang distribusi frekuensi

frekuensi hipertensi hipertensi di di Puskesmas Puskesmas DTPDTP Darmaraja Kabupaten Sumedang , Darmaraja Kabupaten Sumedang , diketahui

diketahui bahwa bahwa jumlah jumlah hipertensi hipertensi padapada responden

responden terbanyak terbanyak 79 79 respondenresponden (61,72%) yaitu tidak hipertensi . (61,72%) yaitu tidak hipertensi . Hipertensi

Hipertensi adalah adalah sindroma sindroma spesifik dalamspesifik dalam kehamilan yang menyebabkan penurunan kehamilan yang menyebabkan penurunan  perfusi

 perfusi darah darah pada pada organ-organ organ-organ akibatakibat adanya vasopasme dan menurunnya adanya vasopasme dan menurunnya aktivis sel endotel.

aktivis sel endotel.2020 Hipertensi biasanyaHipertensi biasanya terjadi dalam trimester ke-3 kehamilan terjadi dalam trimester ke-3 kehamilan atau pada kehamilan > 20 minggu. Gejala atau pada kehamilan > 20 minggu. Gejala ini dapat timbul sebelum 20 minggu bila ini dapat timbul sebelum 20 minggu bila terjadi penyakit trofoblastik 

terjadi penyakit trofoblastik 55. . GejalaGejala hipertensi

(9)

sistolik antara 140-160 mmhg dan tekanan sistolik antara 140-160 mmhg dan tekanan darahdiastolik 90-110 mmhg, proteinuria darahdiastolik 90-110 mmhg, proteinuria minimal (< 2g/l/24 jam), disertai gangguan minimal (< 2g/l/24 jam), disertai gangguan fungsi organ. Berdasarkan teori dan hasil fungsi organ. Berdasarkan teori dan hasil  penelitian

 penelitian ini. ini. Penulis Penulis menyimpulkanmenyimpulkan  bahwa

 bahwa hipertensi hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil banyakbanyak ibu hamil tidak mengalami hipertensi . ibu hamil tidak mengalami hipertensi .

Hubungan usia terhadap hipertensi Hubungan usia terhadap hipertensi pada ibu hamil

pada ibu hamil

Berdasarkan tabel 4.4 hubungan usia Berdasarkan tabel 4.4 hubungan usia terhadap

terhadap hipertensi hipertensi pada pada ibu ibu hamilhamil diperoleh usia <20 ada 18 (39,1%) orang diperoleh usia <20 ada 18 (39,1%) orang tidak

tidak hipertensi hipertensi dan dan 28 28 (60,9%) (60,9%) orangorang hipertensi , usia 20-35 ada 55 (88,7%) hipertensi , usia 20-35 ada 55 (88,7%) tidak hipertensi , 7 (11,3%) orang tidak hipertensi , 7 (11,3%) orang hipertensi

hipertensi dan dan usia usia >35 >35 ada ada 6 6 (30,0%)(30,0%) tidak hipertensi , 14 (70,0%) orang tidak hipertensi , 14 (70,0%) orang hipertensi . Hasil uji statistik diperoleh hipertensi . Hasil uji statistik diperoleh p-value

value  = 0,000, maka dapat disimpulkan  = 0,000, maka dapat disimpulkan  bahwa

 bahwa terdapat terdapat hubhubungan ungan usia usia terhadapterhadap hipertensi

hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil di di PuskesmasPuskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang . DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang . Kehamilan pada ibu dengan usia kurang Kehamilan pada ibu dengan usia kurang dari 20 tahun mempunyai resiko dari 20 tahun mempunyai resiko mengalami anemia, gangguan tumbuh mengalami anemia, gangguan tumbuh kembang janin, keguguran, prematurus dan kembang janin, keguguran, prematurus dan BBLR, gangguan persalinan dan hipertensi BBLR, gangguan persalinan dan hipertensi . Kemudian hamil atau bersalin diusia >35 . Kemudian hamil atau bersalin diusia >35 tahun juga sangat berisiko, karena pada tahun juga sangat berisiko, karena pada usia tersebut fungsi organ reproduksi juga usia tersebut fungsi organ reproduksi juga sudah mulai mengalami penurunan sudah mulai mengalami penurunan sehingga tidak dapat bekerja secara sehingga tidak dapat bekerja secara maksimal. Terjadi peningkatan hubungan maksimal. Terjadi peningkatan hubungan usia terhadap preeklamsi pada perempuan usia terhadap preeklamsi pada perempuan hamil yang berusia < 20 tahun dan> 35 hamil yang berusia < 20 tahun dan> 35 tahun, hal ini dikarenakan organ tahun, hal ini dikarenakan organ reproduksi sudah mengalami penurunan, reproduksi sudah mengalami penurunan, sehingga rentan terjadinya hipertensi sehingga rentan terjadinya hipertensi dalam kehamilannya. Maka faktor usia dalam kehamilannya. Maka faktor usia  berpengaruh t

 berpengaruh terhadap terhadap terjadinya erjadinya hipertensihipertensi . Selain itu ibu hamil usia 20-35 tahun . Selain itu ibu hamil usia 20-35 tahun  biasanya

 biasanya masih masih memiliki memiliki anak anak sedikit,sedikit, sehingga merasa tidak mampu keadaannya sehingga merasa tidak mampu keadaannya selama hamil. Bahwa ibu hamil yang selama hamil. Bahwa ibu hamil yang  berumur

 berumur 20-35 20-35 tahun tahun adalah adalah usia usia palingpaling aman untuk hamil dan bersalin

aman untuk hamil dan bersalin3,93,9..

Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sitriani, di Rumah Sakit Yudha oleh Sitriani, di Rumah Sakit Yudha Depok bahwa hasil penelitian ibu hamil Depok bahwa hasil penelitian ibu hamil terbanyak pada usia produktif. Hal ini terbanyak pada usia produktif. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara usia menunjukkan adanya hubungan antara usia ibu hamil terhadap preeclampsia

(p-ibu hamil terhadap preeclampsia (p-valuevalue = 0.033). Berdasarkan teori, penelitian = 0.033). Berdasarkan teori, penelitian terdahulu dan hasil penelitian ini. Penulis terdahulu dan hasil penelitian ini. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat hubungan menyimpulkan bahwa terdapat hubungan usia

usia terhadap terhadap hipertensi hipertensi pada ipada ibu bu hamil.hamil. Usia ibu hamil sesuai dengan usia yang Usia ibu hamil sesuai dengan usia yang diharapkan yaitu usia produktif. Sehingga diharapkan yaitu usia produktif. Sehingga dapat diketahui bahwa kondisi ini berada dapat diketahui bahwa kondisi ini berada ke fase yang aman untuk hamil sampai ke fase yang aman untuk hamil sampai melahirkan.

melahirkan.

Hubungan paritas terhadap hipertensi Hubungan paritas terhadap hipertensi pada ibu hamil

pada ibu hamil

Berdasarkan tabel 4.5 hubungan paritas Berdasarkan tabel 4.5 hubungan paritas terhadap

terhadap hipertensi hipertensi pada pada ibu ibu hamilhamil diperoleh ibu primipara ada 39 (55,7%) diperoleh ibu primipara ada 39 (55,7%) orang

orang tidak tidak hipertensi hipertensi dan dan 31 31 (44,3%)(44,3%) orang hi

orang hipertensi pertensi dan ibu dan ibu mulmultipara ada 4tipara ada 400 (69,0%) tidak hipertensi , 18 (31,0%) (69,0%) tidak hipertensi , 18 (31,0%) orang hipertensi , hasil penelitian dengan orang hipertensi , hasil penelitian dengan menggunakan uji

menggunakan uji Continuity CorrectionContinuity Correction yaitu

p-yaitu p-valuevalue  = 0,176, dimana p-  = 0,176, dimana p- valuevalue >> 0,05, sehingga Ho gagal ditolak, artinya 0,05, sehingga Ho gagal ditolak, artinya tidak terdapat hubungan antara usia tidak terdapat hubungan antara usia terhadap hi

terhadap hipertensi pertensi pada ibpada ibu hamilu hamil

Frekuensi lebih tinggi terjadi pada Frekuensi lebih tinggi terjadi pada  primipara dar

 primipara daripada ipada multipara. Berdasarkamultipara. Berdasarkann Sudhaberata, pada primipara dengan Sudhaberata, pada primipara dengan hipertensi

hipertensi dapat dapat mengalami mengalami kelainankelainan aktivasi imun dan hal ini dapat aktivasi imun dan hal ini dapat menghambat invasi trovoblas pada menghambat invasi trovoblas pada  pembuluh

 pembuluh darah darah ibu. ibu. Sehingga Sehingga hipertensihipertensi lebih sering terjadi pada perempuan yang lebih sering terjadi pada perempuan yang terpajan antigen paternal untuk yang terpajan antigen paternal untuk yang  pertama

 pertama kali kali seperti seperti kehamilan kehamilan pertamapertama kali atau kehamilan pertama dengan kali atau kehamilan pertama dengan  pasangan

 pasangan baru.lagi baru.lagi padapada grandemultigravida. Hal ini tidak sesuai grandemultigravida. Hal ini tidak sesuai dengan yang dijabarkan pada teori dan dengan yang dijabarkan pada teori dan hasil penelitian dari peneliti yang lain

hasil penelitian dari peneliti yang lain99.. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Akbar, di RSUP Haji Adam Malik oleh Akbar, di RSUP Haji Adam Malik Medan bahwa tidak terdapat hubungan Medan bahwa tidak terdapat hubungan

(10)

1 1  paritas terhadap hipertensi

 paritas terhadap hipertensi pada ibu hamil.pada ibu hamil. Berarti paritas bukan merupakan faktor Berarti paritas bukan merupakan faktor risiko

risiko terjadinya terjadinya hipertensi hipertensi . . BerdasarkanBerdasarkan teori, penelitian terdahulu dan hasil teori, penelitian terdahulu dan hasil  penelitian

 penelitian ini. ini. Penulis Penulis menyimpulkanmenyimpulkan  bahwa

 bahwa tidak tidak terdapat terdapat hubunhubungan gan paritasparitas terhadap

terhadap hipertensi hipertensi pada ibu pada ibu hamil.hamil. Penelitian

Penelitian di di Puskesmas Puskesmas DTP DTP DarmarajaDarmaraja

Kabupaten

Kabupaten Sumedang Sumedang menunjumenunjukkankkan  bahwa

 bahwa paritas paritas terbanyak terbanyak berada berada padapada  primipara yaitu 70 (54,69%), menunju  primipara yaitu 70 (54,69%), menunjukkankkan  bahwa

 bahwa berada berada pada pada kehamilan kehamilan beresiko.beresiko. Tetapi dari hasil uji

Tetapi dari hasil uji Chi-SquareChi-Square  tidak  tidak terdapat hubungan antara paritas terhadap terdapat hubungan antara paritas terhadap hipertensi

hipertensi dengan dengan p-p-valuevalue = 0,176. = 0,176. SIMPULAN DAN SARAN

SIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini disajikan mengenai

Pada bab ini disajikan mengenai kesimpulan dan saran dari hasil penelitian kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti tentang yang telah dilakukan peneliti tentang “Hubungan usia da

“Hubungan usia dan paritas terhadapn paritas terhadap hipertensi

hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil di di PuskesmasPuskesmas Padasuka Kota Bandung”, dapat Padasuka Kota Bandung”, dapat disimpulkan bahwa :

disimpulkan bahwa : 1.

1. Pada usia 20-35 ibu hamil terdapatPada usia 20-35 ibu hamil terdapat terdapat 62 responden (48,43%).

terdapat 62 responden (48,43%). 2.

2. Pada jumlah paritas ibu hamil terdapatPada jumlah paritas ibu hamil terdapat 70 (54,69%) primipara.

70 (54,69%) primipara.

3.

3. Pada Pada kejadian kejadian hipertensi hipertensi ibu ibu hamilhamil terdapat 79 responden (61,72%) tidak terdapat 79 responden (61,72%) tidak hipertensi .

hipertensi . 4.

4. Terdapat hubungan antara usia terhadapTerdapat hubungan antara usia terhadap hipertensi

hipertensi pada ibpada ibu hamil u hamil di Pusdi Puskesmaskesmas Padasuka Kota Bandung, didapat hasil Padasuka Kota Bandung, didapat hasil  p-value 0,000.

 p-value 0,000. 5.

5. Tidak terdapat hubungan antara paritasTidak terdapat hubungan antara paritas terhadap

terhadap hipertensi hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil didi Puskesmas Padasuka Kota Bandung, Puskesmas Padasuka Kota Bandung, didapat hasil p-value 0,176.

didapat hasil p-value 0,176.

SARAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran yang diusulkan yaitu :

saran yang diusulkan yaitu :

1.

1. Bagi peneliti selanjutnyaBagi peneliti selanjutnya

Peneliti mengharapkan bahwa untuk Peneliti mengharapkan bahwa untuk  peneliti

 peneliti selanjutnya selanjutnya perlu perlu dilakukandilakukan dengan jumlah sampel yang lebih dengan jumlah sampel yang lebih  banyak

 banyak lagi. lagi. Dan Dan dapat dapat 41 41 menjadimenjadi data pertimbangan untuk melakukan data pertimbangan untuk melakukan  penelitian-penelitian

 penelitian-penelitian tentang tentang usia,usia,  paritas, dan hipertensi .

 paritas, dan hipertensi .

2.

2. Bagi PuskesmasBagi Puskesmas

Penelitian ini diharapkan dapat Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan informasi dalam upaya dijadikan informasi dalam upaya menurunkan tingkat kejadian menurunkan tingkat kejadian hipertensi

hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil yangyang  berkaitan

 berkaitan dengan dengan paritas paritas dan dan usia usia didi Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Peran perawat disini yaitu Peran perawat disini yaitu memberikkan penyuluhan dan arahan memberikkan penyuluhan dan arahan kepada ibu hamil dalam merawat kepada ibu hamil dalam merawat kondisi tubuh dan mempeerhatikan kondisi tubuh dan mempeerhatikan  pola

 pola makan makan dalam dalam kehidupan kehidupan sehari- sehari-hari.

hari.

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA Manuaba. IBG(e). 2007.

Manuaba. IBG(e). 2007. Pengantar Kuliah Pengantar Kuliah Obstetri

Obstetri. Jakarta : EGC,pp 401-31. Jakarta : EGC,pp 401-31 WHO. 2013.

WHO. 2013. Profil Kesehatan danProfil Kesehatan dan

Pembangunan Perempuan

Pembangunan Perempuan

 Indonesi

 Indonesiaa. Jakarta : . Jakarta : Bhakti HusadaBhakti Husada Cunningham F. G., 2006.

Cunningham F. G., 2006. GangguanGangguan  Hiperte

 Hipertensi nsi Dalam Dalam KehamilanKehamilan.. Dalam Obstetri Williams. Edisi 18. Dalam Obstetri Williams. Edisi 18. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

EGC.

Sastrawinata. 2004.

Sastrawinata. 2004.  Ilmu  Ilmu KesehatKesehatanan  Reproduks

 Reproduksi: i: ObstetrObstetri i PatologiPatologi..  Edisi Edisi

Ke-Ke-2. Jakarta : EGC.2. Jakarta : EGC.

Data Survei Demografi Kesehatan Data Survei Demografi Kesehatan

Indonesia

Indonesia tahun tahun 2013. 2013. Available Available atat ::www.dataSDKIwww.dataSDKI2013.com (2013.com (diunduhdiunduh  pada tanggal 2

 pada tanggal 23 maret 23 maret 2014)014)

Dorlan 2002. Buku saku Kamus Dorlan 2002. Buku saku Kamus

kedokteran. kedokteran.

(11)

1 1 Sopiyudin. 2010.

Sopiyudin. 2010.  Besar Sampel  Besar Sampel Dan CaraDan Cara Pengambilan Sampel

Pengambilan Sampel..  Edisi Edisi  ke-21.  ke-21. Jakarta : Salemba Medika

Jakarta : Salemba Medika

Hoetomo,2005. Kamus Lengkap Bahasa Hoetomo,2005. Kamus Lengkap Bahasa

Indonesia. Surabaya : Mitra Pelajar Indonesia. Surabaya : Mitra Pelajar Wiknjosastro, H, dkk, editor. Wiknjosastro, H, dkk, editor.

2007.

2007.Preeklampsia Dan Eklampsia.Preeklampsia Dan Eklampsia.  Dalam

 Dalam :Ilmu :Ilmu KebidanaKebidanan. n. EdisiEdisi III.III. Cetakan Kesembilan. Jakarta : Cetakan Kesembilan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Prawirohardjo. pp.281-300pp.281-300 Prawirohardjo, S., 2008.

Prawirohardjo, S., 2008.  Ilmu  Ilmu KebidananKebidanan.. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Profil Sarwono Prawirohardjo. Profil Kesehatan 2008.

Kesehatan 2008.

Himpunan Kedokteran Feto Maternal Himpunan Kedokteran Feto Maternal

POGI. 2005.

POGI. 2005. Pedoman PengelolaanPedoman Pengelolaan  Hiperten

 Hipertensi si Dalam Dalam KehamilaKehamilan n didi  Indonesia

 Indonesia. Semarang : POGI. pp. 1-. Semarang : POGI. pp. 1-28

28

Rochjati, Poedji, 2003.

Rochjati, Poedji, 2003. Skrining AntenatalSkrining Antenatal Pada Ibu Hamil,

Pada Ibu Hamil,PengendalianPengendalian Faktor Resiko, Deteksi Dini Ibu Faktor Resiko, Deteksi Dini Ibu Hamil Resiko Tinggi, Surabaya : Hamil Resiko Tinggi, Surabaya : Airlangga University Press.h 38-9 Airlangga University Press.h 38-9 Wibowo dan Rachimhadi. 2006. Wibowo dan Rachimhadi. 2006. Preeklampsia Dan Eklampsia, Preeklampsia Dan Eklampsia,  Dalam

 Dalam :Ilmu :Ilmu KebidananKebidanan. . EdisiEdisi  III.  III. Jakarta : Yayasan bina pustaka Jakarta : Yayasan bina pustaka sarwono prawiroharjo, pp. 281-99 sarwono prawiroharjo, pp. 281-99  Notoatmodjo,S.,

 Notoatmodjo,S., 2010.2010.  Metodologi Metodologi Penelitian Kesehatan

Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT.. Jakarta: PT. RinekaCipta

RinekaCipta Arikunto, S.2007.

Arikunto, S.2007. Prosedur penelitianProsedur penelitian suatu pendekatan praktik.

suatu pendekatan praktik.  Jakarta :  Jakarta : Rineka Cipta

Rineka Cipta Sutanto, P. H. 2001.

Sutanto, P. H. 2001.  Modul Analisis Data. Modul Analisis Data. Depok

Depok Bobak. 2004.

Bobak. 2004.  Buku  Buku Ajar Ajar KeperawKeperawatanatan  Materni

Gambar

Tabel 4.4  4.4  Hubungan  Hubungan usia  usia  terhadap  terhadap  hipertensi  pada  hipertensi  pada ibu  ibu hamil  hamil  di  di  Puskesmas Puskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 5.3 Hasil Uji Mc Nemar terhadap Pemeliharaan Tekanan Darah Ibu Hamil Penilaian Pertama dan Kedua pada Kelompok Intervensi di Puskesmas Amplas Kecamatan Medan Amplas (n =

Hasil penelitian dengan uji OR yang dilakukan terhadap variabel perilaku kebiasaan berada diluar rumah malam hari memberikan arti bahwa ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah karakteristik responden ibu hamil di Puskesmas

Berdasarkan hasil penelitian menggunakan uji t-test dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan yoga hamil dengan total nilai

Berdasarkan penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Pampang Kota Makassar menunjukkan bahwa hasil uji statistik dengan Chi-square diperoleh tidak ada hubungan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Puskesmas Rumbai Tahun 2016 didapatkan bahwa pengetahuan dengan sikap ibu hamil dalam pencegahan anemia kehamilan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada ibu hamil yang melakukan ANC di Puskesmas Grobogan menunjukkan bahwa dari 16 responden, paling banyak 13

Hasil dan Pembahasan Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan menggunakan sampel sebanyak 30 responden yang didapat dari penyebaran kuesioner tahap pertama terhadap masing-masing