HUBUNGAN
HUBUNGAN POLA
POLA NUTRISI
NUTRISI DENGAN
DENGAN KEJADIAN
KEJADIAN HIPERTENSI
HIPERTENSI
PADA IBU HAMIL DI DTP DARMARAJA KABUPATEN
PADA IBU HAMIL DI DTP DARMARAJA KABUPATEN
SUMEDANG TAHUN 2018
SUMEDANG TAHUN 2018
Oleh : Oleh : Eenk EenkJurnal Kajian Keperawatan Martenitas. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran Jurnal Kajian Keperawatan Martenitas. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, Sumedang, Indonesia 45363. Jl. Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, Sumedang, Indonesia 45363.
ABSTRAK ABSTRAK
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan masih masalah komplek diberbagai belahan dunia. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan masih masalah komplek diberbagai belahan dunia. Angka kematian Ibu di Indonesia terdapat penurunan sebanyak 1712 orang. Hal ini Angka kematian Ibu di Indonesia terdapat penurunan sebanyak 1712 orang. Hal ini
disebabkan karena tidak tersedianya makanan secara adekuat yang dipengaruhi oleh perilaku ibu disebabkan karena tidak tersedianya makanan secara adekuat yang dipengaruhi oleh perilaku ibu hamil . Menurut data Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2015 sebanyak 986 balita menderita gizi hamil . Menurut data Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2015 sebanyak 986 balita menderita gizi kurang dari keseluruhan jumlah balita 142.186 orang. Faktor status gizi kurang dipengaruhi oleh kurang dari keseluruhan jumlah balita 142.186 orang. Faktor status gizi kurang dipengaruhi oleh perilaku ibu
perilaku ibu dalam pdalam pembeemberian rian makmakan an dengan dengan jenis jenis asupan asupan makmakanan, anan, waktu waktu dan dan frekuensi frekuensi makmakanan.anan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu d
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu dalam pemberian malam pemberian makanan pada balita akanan pada balita usia 6-usia 6-24. Jenis penelitian berupa
24. Jenis penelitian berupa deskriptifdeskriptif dengan pendekatandengan pendekatan cross sectionalcross sectional. Populasi dan sampel yang. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu teknik
digunakan yaitu teknik purposive sampling purposive sampling sebanyak 73 orang. Instrumen penelitian yang digunakan sebanyak 73 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis yang dilakukan yaitu berupa distribusi frekuensi.
yaitu kuesioner. Analisis yang dilakukan yaitu berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitianHasil penelitian diperoleh 61,72% responden tidak hipertensi . Usia produktif 48,43%. 54,69% responden diperoleh 61,72% responden tidak hipertensi . Usia produktif 48,43%. 54,69% responden primipara.
primipara. Hasil Hasil uji uji korelasi korelasi usia usia terhadap terhadap hipertensi hipertensi dengan dengan p-p-valuevalue = 0,000, sedangkan = 0,000, sedangkan paritas
paritas terhadap terhadap hipertensi hipertensi dengan dengan p-p-valuevalue = 0,176. Dapat disimpulkan terdapat hubungan = 0,176. Dapat disimpulkan terdapat hubungan antara usia dengan hi
antara usia dengan hipertensi pertensi dan tidak terdapat hdan tidak terdapat hubungan ubungan antara paritas dengan hipertensi .antara paritas dengan hipertensi . Saran bagi petugas kesehatan khususnya petugas di Puskesmas untuk melakukan skrining Saran bagi petugas kesehatan khususnya petugas di Puskesmas untuk melakukan skrining untuk mengetahui preeclampsia, untuk memperhatikan usia, paritas pada ibu hamil dan untuk mengetahui preeclampsia, untuk memperhatikan usia, paritas pada ibu hamil dan melakukan penyuluhan pada ibu hamil.
melakukan penyuluhan pada ibu hamil.
Food intake is less due to lack of adequate food that is influenced by the behavior of mother Food intake is less due to lack of adequate food that is influenced by the behavior of mother toddler. According to data from the Health Office of Bandung in 2015, 986 children under toddler. According to data from the Health Office of Bandung in 2015, 986 children under five suffered less than the total number of under-fives of 142,186 people. Nutritional status five suffered less than the total number of under-fives of 142,186 people. Nutritional status factors are less influenced by the mother's behavior in feeding with the type of food intake, factors are less influenced by the mother's behavior in feeding with the type of food intake, time and frequency of food. This study aims to determine the behavior of mothers in the time and frequency of food. This study aims to determine the behavior of mothers in the feeding of children aged 6-24 months at Babakan Sari Health Center Bandung. The research feeding of children aged 6-24 months at Babakan Sari Health Center Bandung. The research type is descriptive with cross sectional approach. Population and samples used is purposive type is descriptive with cross sectional approach. Population and samples used is purposive sampling technique as much as 73 people. The r
sampling technique as much as 73 people. The research instrument used is questionnaire. Theesearch instrument used is questionnaire. The analysis is a frequency distribution. The results showed that the behavior of mothers in analysis is a frequency distribution. The results showed that the behavior of mothers in feeding got 71,2% less good category. Advice on the puskesmas can monitor the growth of feeding got 71,2% less good category. Advice on the puskesmas can monitor the growth of toddlers and can be used as information that the age of the toddler is the age to consider toddlers and can be used as information that the age of the toddler is the age to consider especially in terms of food
especially in terms of food inintake.take.
Kata
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
Kehamilan merupakan kondisi yang Kehamilan merupakan kondisi yang sedemikian kompleks. Kehamilan adalah sedemikian kompleks. Kehamilan adalah suatu anugerah yang didambakan semua suatu anugerah yang didambakan semua perempuan. Kehamilan dimulai dari proses perempuan. Kehamilan dimulai dari proses pembuahan
pembuahan sampai sampai terjadinya terjadinya persalinan,persalinan, lamanya kehamilan sekitar 40 minggu. lamanya kehamilan sekitar 40 minggu. Terkadang masalah yang muncul dalam Terkadang masalah yang muncul dalam kehamilan, dapat menyebabkan kematian. kehamilan, dapat menyebabkan kematian. Dewasa ini angka mortalitas dan Dewasa ini angka mortalitas dan morbiditas ibu hamil masih menunjukkan morbiditas ibu hamil masih menunjukkan angka yang tidak memuaskan (Sari, 2013). angka yang tidak memuaskan (Sari, 2013). Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi perhatian Kematian Bayi (AKB) menjadi perhatian dunia internasional. Organisasi kesehatan dunia internasional. Organisasi kesehatan dunia WHO (
dunia WHO (World Health OrganizationWorld Health Organization)) memperkirakan di seluruh dunia lebih dari memperkirakan di seluruh dunia lebih dari 585.000 ibu meninggal tiap tahun saat 585.000 ibu meninggal tiap tahun saat hamil atau bersalin. Hipertensi yang terjadi hamil atau bersalin. Hipertensi yang terjadi pada
pada ibu ibu hamil hamil merupakan merupakan salah salah satusatu penyebab
penyebab morbidimorbiditas tas dan dan mortalitas mortalitas ibuibu yang tinggi disamping kasus perdarahan yang tinggi disamping kasus perdarahan dan infeksi. Telah diketahui bahwa dan infeksi. Telah diketahui bahwa kejadian hipertensi muncul pada kejadian hipertensi muncul pada kehamilan trimester III (
kehamilan trimester III (WHO, 2016).WHO, 2016). Angka kematian Ibu di Indonesia terdapat Angka kematian Ibu di Indonesia terdapat penurunan.
penurunan. Menurut Menurut KemenkKemenkes es RI RI 20172017 yang terupdate pada bulan Agustus tahun yang terupdate pada bulan Agustus tahun 2017 mendeskripsikan bahwa data yang 2017 mendeskripsikan bahwa data yang dianalisis dari tahun 2015-2017 yaitu dianalisis dari tahun 2015-2017 yaitu angka kematian ibu turun dari 4.999 tahun angka kematian ibu turun dari 4.999 tahun 2015 menjadi 4912 di tahun 2016 dan di 2015 menjadi 4912 di tahun 2016 dan di tahun 2017 (semester I) sebanyak 1712. tahun 2017 (semester I) sebanyak 1712. Walapun angka kematian ibu di Indonesia Walapun angka kematian ibu di Indonesia akan tetapi menjadi masalah serius yang akan tetapi menjadi masalah serius yang harus ditangani dengan optimal, salah satu harus ditangani dengan optimal, salah satu penyebab kematian
penyebab kematian ibu hamil ibu hamil di Idi Indonesiandonesia adalah kejadian hipertensi (Kemenkes RI, adalah kejadian hipertensi (Kemenkes RI, 2017).
2017).
Menurut data Statistik Jawa Barat angka Menurut data Statistik Jawa Barat angka kematian ibu dari 1054 kematian Ibu di kematian ibu dari 1054 kematian Ibu di tahun 2012 menjadi 776 kematian Ibu di tahun 2012 menjadi 776 kematian Ibu di tahun 2014. Sedangkan menurut wilayah tahun 2014. Sedangkan menurut wilayah kabupaten dan kota di Jawa Barat kabupaten dan kota di Jawa Barat diketahui untuk Kota Bekasi jumlah AKI diketahui untuk Kota Bekasi jumlah AKI sebanyak 22 kasus di tahun 2014, sebanyak 22 kasus di tahun 2014, Kabupaten Karawang mencatat kasus AKI Kabupaten Karawang mencatat kasus AKI di daerahnya sebanyak 59 kasus di 2014, di daerahnya sebanyak 59 kasus di 2014,
Kota Bandung tercatat AKI pada tahun Kota Bandung tercatat AKI pada tahun 2015 sebanyak 26 ibu meninggal saat 2015 sebanyak 26 ibu meninggal saat melahirkan, kabupaten Garut tahun 2016 melahirkan, kabupaten Garut tahun 2016 sebanyak 70 kasus, dan
sebanyak 70 kasus, dan KabupatenKabupaten Sumedang
Sumedang sendiri kasus kematian ibu sendiri kasus kematian ibu hamil sebanyak 17 kasus (Profil Kemenkes hamil sebanyak 17 kasus (Profil Kemenkes RI, 2017).
RI, 2017).
Faktor yang menjadi penyebab kematian Faktor yang menjadi penyebab kematian Ibu di wilayah tersebut diantaranya adalah Ibu di wilayah tersebut diantaranya adalah usia Ibu hamil di bawah 20 tahun (16-18 usia Ibu hamil di bawah 20 tahun (16-18 yang tercatatat), Jauh dari akses layanan yang tercatatat), Jauh dari akses layanan persalinan
persalinan (ter(terlambat lambat mendapatmendapat pertolongan),
pertolongan), masyarakat masyarakat masih masih menganutmenganut beberapa
beberapa budaya budaya lokal lokal yang yang merugikanmerugikan kesehatan Ibu Hamil, persalinan tanpa di kesehatan Ibu Hamil, persalinan tanpa di bantu
bantu medis, medis, Indikator Indikator penyakipenyakit t (salah(salah satunya hipertensi). Hipertensi dalam satunya hipertensi). Hipertensi dalam kehamilan adalah hipertensi yang terjadi kehamilan adalah hipertensi yang terjadi saat kehamilan berlangsung dan biasanya saat kehamilan berlangsung dan biasanya pada
pada bulan bulan terakhir terakhir kehamilan, kehamilan, tekanantekanan darah mencapai nilai 140/90 mmHg atau darah mencapai nilai 140/90 mmHg atau kenaikan tekanan sistolik 30 mmHg dan kenaikan tekanan sistolik 30 mmHg dan tekanan diastolik 15 mmHg di atas nilai tekanan diastolik 15 mmHg di atas nilai normal
normal (Junaidi, (Junaidi, 2010). 2010). Hipertensi Hipertensi padapada kehamilan adalah kelainan
kehamilan adalah kelainan malfungsimalfungsi endotel
endotel pembuluh darah atau vaskular pembuluh darah atau vaskular yang menyebar luas sehingga terjadi yang menyebar luas sehingga terjadi vasospasm
vasospasme setelah usia kehamilan 20e setelah usia kehamilan 20 minggu, mengakibatkan terjadinya minggu, mengakibatkan terjadinya penurunan
penurunan perfusi perfusi organ organ dan dan pengaktifanpengaktifan endotel yang menimbulkan terjadinya endotel yang menimbulkan terjadinya hipertensi, edema, dan dijumpai hipertensi, edema, dan dijumpai proteinuria
proteinuria 300 300 mg mg per per 24 24 jam jam atauatau 30mg/dl (+1 pada dipstick) dengan nilai 30mg/dl (+1 pada dipstick) dengan nilai sangat fluktuatif saat pengambilan urin sangat fluktuatif saat pengambilan urin sewaktu (Brooks MD, 2011).
sewaktu (Brooks MD, 2011).
Penyebab lain dari angka kematian ibu Penyebab lain dari angka kematian ibu hamil adalah saborsi yang tidak aman, hamil adalah saborsi yang tidak aman, Kurang Gizi, Vitamin dan Nutrisi Kurang Gizi, Vitamin dan Nutrisi (Mohhad, 2016). Nutrisi adalah zat yang (Mohhad, 2016). Nutrisi adalah zat yang terkandung dalam makanan yang berguna terkandung dalam makanan yang berguna dalam tubuh. Nutrisi mempunyai peranan dalam tubuh. Nutrisi mempunyai peranan yang sangat penting bagi suatu kehidupan yang sangat penting bagi suatu kehidupan manusia khususnya bagi ibu hamil, pada manusia khususnya bagi ibu hamil, pada masa kehamilan. kebutuhan nutrisi masa kehamilan. kebutuhan nutrisi meningkat kurang lebih 15% untuk meningkat kurang lebih 15% untuk pertumbuhan
pertumbuhan janin, janin, payudara payudara dandan memproduksi sel darah merah. Bila nutrisi memproduksi sel darah merah. Bila nutrisi ibu normal pada masa sebelum dan selama ibu normal pada masa sebelum dan selama
hamil kemungkinan besar akan melahirkan hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan, den
bayi yang sehat, cukup bulan, dengan beratgan berat badan
badan normal. normal. Dengan Dengan kata kata lain lain kualitaskualitas bayi
bayi yang yang dilahirkan dilahirkan sangat sangat tergantungtergantung pada
pada keadaan keadaan nutrisi nutrisi ibu ibu sebelum sebelum dandan selama hamil ( Kardjati, 2015)
selama hamil ( Kardjati, 2015)
Makanan yang bernutrisi tinggi sangatlah Makanan yang bernutrisi tinggi sangatlah diperlukan untuk kebutuhan ibu hamil dan diperlukan untuk kebutuhan ibu hamil dan janinnya,
janinnya, makanan makanan yang yang di di makan makan ibuibu hamil harus cukup mengandung sumber hamil harus cukup mengandung sumber energi, karbohidrat, lemak dan protein. energi, karbohidrat, lemak dan protein. Banyak orang berpendapat bahwa ibu Banyak orang berpendapat bahwa ibu hamil sama dengan “ makan untuk dua hamil sama dengan “ makan untuk dua orang ” pendapat ini sebagian besar sudah orang ” pendapat ini sebagian besar sudah tidak dipercaya lagi minimal dalam hal tidak dipercaya lagi minimal dalam hal kuantitas, namun kualitas dalam makanan kuantitas, namun kualitas dalam makanan yang dimakan selama hamil perlu yang dimakan selama hamil perlu mendapat perhatian khusus untuk mendapat perhatian khusus untuk meningkatkan kesehatan yang optimal. Ibu meningkatkan kesehatan yang optimal. Ibu hamil membutuhkan energi kalori yang hamil membutuhkan energi kalori yang lebih dari pada ibu yang tidak hamil. lebih dari pada ibu yang tidak hamil. Penambahan ekstra kalori untuk ibu hamil Penambahan ekstra kalori untuk ibu hamil semester satu 150-200 kal/hari, semester satu 150-200 kal/hari, tri-semester dua 250-350 kal/hari, tri-tri-semester semester dua 250-350 kal/hari, tri-semester tiga 400 kal/hari dan jumlah cairan yang tiga 400 kal/hari dan jumlah cairan yang dibutuhkan minimal 1500 ml/hari. Ibu dibutuhkan minimal 1500 ml/hari. Ibu hamil memerlukan makan yang hamil memerlukan makan yang mempunyai kelengkapan gizi hal ini mempunyai kelengkapan gizi hal ini penting
penting terutama terutama pada pada kehamilan kehamilan berusiaberusia 20 minggu, pada masa ini sebaiknya ibu 20 minggu, pada masa ini sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi nutrisi yang hamil tidak mengkonsumsi nutrisi yang tinggi natrium dan rendah protein karena tinggi natrium dan rendah protein karena dapat menyebabkan gangguan kehamilan dapat menyebabkan gangguan kehamilan seperti hipertensi (Almatsier 2014)
seperti hipertensi (Almatsier 2014)
Dampak dari gangguan pola nutrisi selama Dampak dari gangguan pola nutrisi selama kehamilan bisa berakibat dengan semakin kehamilan bisa berakibat dengan semakin meningkatnya angka kejadian hipertensi meningkatnya angka kejadian hipertensi yang di tandai dengan banyaknya ibu yang di tandai dengan banyaknya ibu hamil dengan gejala tekanan darah tinggi, hamil dengan gejala tekanan darah tinggi, kelebihan kadar protein dalam urin, edema kelebihan kadar protein dalam urin, edema kaki, pengelihatan kabur, sesak nafas dan kaki, pengelihatan kabur, sesak nafas dan bisa
bisa berakibat berakibat fatal fatal seperti seperti menurunyamenurunya kesadaran dan kejang hal ini paling sering kesadaran dan kejang hal ini paling sering terjadi pada ibu berusia tri-semester dua terjadi pada ibu berusia tri-semester dua (Almatsier 2014).
(Almatsier 2014).
Sejak dahulu, makanan wanita hamil telah Sejak dahulu, makanan wanita hamil telah dianggap sangat penting, sebab orang dianggap sangat penting, sebab orang percaya
percaya bahwa bahwa makanan makanan yang yang benar benar akanakan memberi dampak yang baik bagi janin. memberi dampak yang baik bagi janin.
Tetapi masih saja terdapat anggapan yang Tetapi masih saja terdapat anggapan yang salah tentang kebutuhan makanan untuk salah tentang kebutuhan makanan untuk ibu hamil, misalnya ibu hamil tidak boleh ibu hamil, misalnya ibu hamil tidak boleh makan yang banyak dengan tujuan agar makan yang banyak dengan tujuan agar bayinya t
bayinya tidak besar idak besar dan dan mudah dilahirkan.mudah dilahirkan. Padahal pendapat tersebut tidak dapat Padahal pendapat tersebut tidak dapat dibenarkan (Soetjiningsih, 2013). Ibu dibenarkan (Soetjiningsih, 2013). Ibu hamil masih memperccayai hal tersebut, hamil masih memperccayai hal tersebut, sehingga mereka mengurangi porsi sehingga mereka mengurangi porsi makanan setiap harinya, dan akibatnya makanan setiap harinya, dan akibatnya kebutuhan nutrisi ibu hamil tersebut kebutuhan nutrisi ibu hamil tersebut kurang terpenuhi. Masalah tersebut kurang terpenuhi. Masalah tersebut menjadi salah satu penyebab banyaknya menjadi salah satu penyebab banyaknya kasus perkembangan bayi yang tidak kasus perkembangan bayi yang tidak sempurna dan berat badan bayi yang sempurna dan berat badan bayi yang dilahirkan tidak sesuai dengan berat badan dilahirkan tidak sesuai dengan berat badan normal.
normal.
Kekurangan atau kelebihan nutrisi pada Kekurangan atau kelebihan nutrisi pada masa kehamilan dapat berakibat kurang masa kehamilan dapat berakibat kurang baik
baik bagi bagi ibu ibu dan dan perkembangan perkembangan janinjanin.. Kekurangan Nutrisi seperti asupan energi Kekurangan Nutrisi seperti asupan energi dan protein pada ibu hamil dapat dan protein pada ibu hamil dapat menyebabkan melahirkan bayi berat lahir menyebabkan melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR). BBLR akan membawa rendah (BBLR). BBLR akan membawa resiko kematian, gangguan pertumbuhan resiko kematian, gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. KEK juga dapat dan perkembangan anak. KEK juga dapat menjadi penyebab tidak langsung menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu (Soetjiningsih, 2013).
kematian ibu (Soetjiningsih, 2013).
Berdasarkan paparan dan latar belakang Berdasarkan paparan dan latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada diatas, maka rumusan masalah pada penelitian
penelitian ini ini yaitu yaitu apakah apakah ada ada HubunganHubungan Antara Pola Nutririsi Dengan Kejadian Antara Pola Nutririsi Dengan Kejadian Hipertensi Pada Ibu Hamil Di DTP Hipertensi Pada Ibu Hamil Di DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang.
Darmaraja Kabupaten Sumedang. TujuanTujuan Penelitian
Penelitian: Mengidentifikasi pola nutrisi,: Mengidentifikasi pola nutrisi, angka kejadian hipertensi hubungan antara angka kejadian hipertensi hubungan antara pola
pola nutririsi nutririsi dengan dengan kejadian kejadian hipertensihipertensi pada ibu hamil.
pada ibu hamil.
METODOLOGI PENELITIAN METODOLOGI PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan untuk menemukan ada tidaknya hubungan (Sugiyono, 2014). Pada penelitian ini (Sugiyono, 2014). Pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan perilaku ibu dalam mendeskripsikan perilaku ibu dalam pemberian
pemberian makan makan pada pada balita balita usia usia 6-246-24 bulan
Pendekatan waktu dalam pengumpulan Pendekatan waktu dalam pengumpulan data menggunakan pendekatan
data menggunakan pendekatan crosscross sectional
sectional, yaitu suatu penelitian untuk, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau cara pendekatan, observasi atau pengumpulan
pengumpulan data data sekaligus sekaligus pada pada suatusuatu saat (
saat ( point point time time approacapproachh) (Notoatmodjo,) (Notoatmodjo, 2010). Data yang digunakan dalam 2010). Data yang digunakan dalam penelitian
penelitian ini ini yaitu yaitu Perilaku Perilaku ibu ibu dalamdalam pemberian
pemberian makan makan pada pada balita balita usia usia 6-246-24 bulan
bulan
Variabel Penelitian Variabel Penelitian
Variabel adalah objek penelitian, atau apa Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.
penelitian. Ada dua Ada dua macam variabel, macam variabel, yyaituaitu variabel independen dan variabel dependen variabel independen dan variabel dependen (Arikunto, 2014). Ada dua macam (Arikunto, 2014). Ada dua macam variabel, yaitu variabel independen variabel, yaitu variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2014). Variabel independen (Sugiyono, 2014). Variabel independen penelitian
penelitian ini ini yaitu yaitu Perilaku Perilaku ibu ibu dalamdalam pemberian
pemberian makan makan pada pada balita balita usia usia 6-246-24 bulan
bulan
Populasi Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek Populasi adalah keseluruhan objek penelitian
penelitian atau atau objek objek yang yang ditelitiditeliti (Notoatmodjo, 2012). Populasi yang (Notoatmodjo, 2012). Populasi yang menjadi sasaran dalam penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan Sari sebanyak 73 Puskesmas Babakan Sari sebanyak 73 orang.
orang. Sampel Sampel
Sampel adalah suatu cara yang ditempuh Sampel adalah suatu cara yang ditempuh dengan pengambilan sampel yang dengan pengambilan sampel yang benar- benar
benar sesuai sesuai dengan dengan keseluruhan keseluruhan obyekobyek penelitian
penelitian (Nursalam, (Nursalam, 2013). 2013). TeknikTeknik sampel yang digunakan pada penelitian ini sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu
yaitu Purposive SamplingPurposive Sampling. Pengambialan. Pengambialan sampel dengan
sampel dengan Purposive SamplingPurposive Sampling, yaitu, yaitu didasarkan pada suatu pertimbangan didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang di buat oleh peneliti sendiri, tertentu yang di buat oleh peneliti sendiri,
berdasarkan
berdasarkan ciri ciri atau atau sifat-sifat sifat-sifat populasipopulasi yang sudah diketahui sebelumnya yaitu yang sudah diketahui sebelumnya yaitu menggunakan rumus minimal sampling menggunakan rumus minimal sampling dengan alasan karena jumlah populasi dengan alasan karena jumlah populasi yang diketahui maka hendaknya dilakukan yang diketahui maka hendaknya dilakukan perhitungan
perhitungan atas atas pertimbangpertimbangan an sampelsampel yang hendak dilakukan yang ditentukan yang hendak dilakukan yang ditentukan berdasarkan
berdasarkan kriteria kriteria inklusi inklusi dan dan eksklusieksklusi sebagai berikut :
sebagai berikut : Inklusi
Inklusi a.
a. Balita usia 6-24 bulanBalita usia 6-24 bulan b.
b. Balita tidak sakit beratBalita tidak sakit berat c.
c. Balita tidak sedang mengalamiBalita tidak sedang mengalami penyakit infeksi
penyakit infeksi d.
d. Bukan keluarga miskinBukan keluarga miskin
Instrumen penelitian Instrumen penelitian
Instrumen penelitian adalah suatu alat Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan oleh peneliti untuk yang digunakan oleh peneliti untuk mengobservasi, mengukur atau menilai mengobservasi, mengukur atau menilai suatu fenomena (Hidayat, 2012 ). Data suatu fenomena (Hidayat, 2012 ). Data yang diperoleh dari suatu pengukuran yang diperoleh dari suatu pengukuran kemudian dianalisis dan dijadikan sebagai kemudian dianalisis dan dijadikan sebagai bukti
bukti (evidence)(evidence) dari suatu penelitian. dari suatu penelitian. Kuisioner adalah suatu bentuk atau Kuisioner adalah suatu bentuk atau dokumen yang berisi beberapa item dokumen yang berisi beberapa item pertanyaan
pertanyaan atau atau pernyataan pernyataan yang yang dibuatdibuat berdasarkan
berdasarkan indikator-indikator. indikator-indikator. PadaPada penelitian
penelitian ini ini instrumen instrumen yang yang akanakan digunakan yaitu berupa bentuk kuesioner digunakan yaitu berupa bentuk kuesioner yang beriisikan item pertanyaan. Pada yang beriisikan item pertanyaan. Pada penelitian
penelitian ini ini terdapat terdapat 2 2 variabel variabel dengandengan kuesioner yang berbeda yaitu : perilaku kuesioner yang berbeda yaitu : perilaku ibu dalam pemberian makan pada balita ibu dalam pemberian makan pada balita usia
usia 6-24 6-24 bulan bulan terdiri terdiri dari 1dari 16 6 pertanyaanpertanyaan menggunakan skala likert dengan skor menggunakan skala likert dengan skor jawaban
jawaban 5=selalu, 5=selalu, 4=sering, 4=sering, 3=kadang- 3=kadang-kadang, 2=tidak pernah.
kadang, 2=tidak pernah.
Uji Validitas Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk menguji Uji validitas dilakukan untuk menguji ketepatan setiap item dalam mengukur ketepatan setiap item dalam mengukur instrumennya. Teknik uji yang digunakan instrumennya. Teknik uji yang digunakan adalah teknik Korelasi Item-Total melalui adalah teknik Korelasi Item-Total melalui Koefisien Korelasi Product-Moment Koefisien Korelasi Product-Moment dengan ketentuan : bila r hasil > r tabel, dengan ketentuan : bila r hasil > r tabel, maka pertanyaan yang diuji kevalidannya maka pertanyaan yang diuji kevalidannya
korelasikan dengan skor total seluruh item korelasikan dengan skor total seluruh item Instrumen (Arikunto, 2014).
Instrumen (Arikunto, 2014).
Teknik korelasi yang dipakai adalah teknik Teknik korelasi yang dipakai adalah teknik korelasi
korelasi “product “product moment”moment” yangyang dirumuskan sebagai berikut :
dirumuskan sebagai berikut :
Keterangan : Keterangan :
rxy: Indeks dua variable yang rxy: Indeks dua variable yang dikorelasikan
dikorelasikan X: Skor rata
X: Skor rata – – rata dari X rata dari X Y: Skor rata
Y: Skor rata – – rata rata dari dari Y Y (Arikunto,(Arikunto, 2010)
2010)
Pada uji validitas ini peneliti hanya untuk Pada uji validitas ini peneliti hanya untuk kuesioner pemberian makan, yang kuesioner pemberian makan, yang dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adjie dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adjie dengan alasan memiliki karakteristik yang dengan alasan memiliki karakteristik yang peneliti
peneliti cari cari seperti seperti ada ada status status gizi gizi buruk,buruk, melayani kesehatan pada balita. Jumlah melayani kesehatan pada balita. Jumlah yang diujikan sebanyak 30 orang dengan yang diujikan sebanyak 30 orang dengan ke
ketentuan r tabel≥0,361 berarti valid dantentuan r tabel≥0,361 berarti valid dan jika
jika r r tabel tabel <0,361 <0,361 berarti berarti tidak tidak validvalid (Sugiy
(Sugiyono, ono, 2014).2014).
Berdasarkan hasil uji validitas yang telah Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adji dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adji dengan jumlah responden yang diujikan dengan jumlah responden yang diujikan yaitu sebanyak 30 orang diketahui bahwa yaitu sebanyak 30 orang diketahui bahwa nilai r-tabel terendah sebesar 0,443 dan nilai r-tabel terendah sebesar 0,443 dan nilai r tabel tertinggi sebesar 0,987 nilai r tabel tertinggi sebesar 0,987 keputusanya hasil r tabel tersebut tidak ada keputusanya hasil r tabel tersebut tidak ada yang menunjukan kurang dari ketentuan yang menunjukan kurang dari ketentuan nilai baku sebesar <0,361 yang artinya nilai baku sebesar <0,361 yang artinya adalah seluruh item pertanyaan valid dan adalah seluruh item pertanyaan valid dan sudah layak untuk digunakan peneli
sudah layak untuk digunakan penelitian.tian.
Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah indeks yang Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur
pengukur dapat dapat dipercaya dipercaya atau atau dapatdapat diandalkan. Uji reliabilitas dilakukan diandalkan. Uji reliabilitas dilakukan untuk menguji kehandalan/konsistensi untuk menguji kehandalan/konsistensi instrument. Item
instrument. Item – – item yang dilibatkan item yang dilibatkan dalam uji reliabilitas adalah seluruh item dalam uji reliabilitas adalah seluruh item
yang valid atau setelah item yang tidak yang valid atau setelah item yang tidak valid disisihkan.
valid disisihkan.
Untuk mengukur reliabilitas secara Untuk mengukur reliabilitas secara statistik digunakan koefisien reliabilitas statistik digunakan koefisien reliabilitas alpha cornbach
alpha cornbach yang dirumuskan sebagai yang dirumuskan sebagai berikut:
berikut:
Dimana : Dimana :
: : Koefisien Koefisien reliabilitas reliabilitas alphaalpha K
K : : BanyaknyBanyaknya a item item pernyataanpernyataan s2j
s2j : : Varians Varians skor skor setiap setiap itemitem s2x
s2x : : Varians Varians skor skor totaltotal
Ketentuan uji reliabilitas pada penelitian Ketentuan uji reliabilitas pada penelitian ini yaitu 0,6 jika r tbel ≥0,06 maka ini yaitu 0,6 jika r tbel ≥0,06 maka dikatakan reliabel dan jika <0,6 maka dikatakan reliabel dan jika <0,6 maka tidak reliabel. Berdasarkan hasil uji tidak reliabel. Berdasarkan hasil uji reliabilitas yang telah dilakukan di reliabilitas yang telah dilakukan di Puskesmas Ibrahim Adji dengan jumlah Puskesmas Ibrahim Adji dengan jumlah responden yang diujikan yaitu sebanyak 30 responden yang diujikan yaitu sebanyak 30 orang. Hasil uji reliabilitas menunjukan orang. Hasil uji reliabilitas menunjukan 0,950>0,6 yang berarti reliabel dan item 0,950>0,6 yang berarti reliabel dan item pertanyan
pertanyan tersebut tersebut sudah sudah layak layak untukuntuk digunakan penelitian.
digunakan penelitian.
Teknik Pengolahan Data Teknik Pengolahan Data
Pada pengolahan data ini peneliti Pada pengolahan data ini peneliti melakukan analisis data terdapat melakukan analisis data terdapat langkah-langkah yang harus ditempuh, diantaranya langkah yang harus ditempuh, diantaranya :: Editing Editing data, data, CodingCoding data, data, Entry Entry data, data, Cleaning
Cleaning data data
Analisis Data Analisis Data
Analisa data yang merupakan proses Analisa data yang merupakan proses penyederhanaan
penyederhanaan data data ke ke dalam dalam bentukbentuk yang lebih mudah dibaca dan di yang lebih mudah dibaca dan di interpretasikan dengan menggunakan interpretasikan dengan menggunakan statistik, kemudian diberikan interpretasi statistik, kemudian diberikan interpretasi dan membandingkan hasil penelitian dan membandingkan hasil penelitian dengan teori yang ada. Pada analisis ini dengan teori yang ada. Pada analisis ini peneliti
peneliti menentukan menentukan terlebih terlebih dahulu dahulu untukuntuk perilaku
balita
balita usia usia 6-24 6-24 bulan bulan yaitu yaitu dari dari jumlahjumlah pertanyaan
pertanyaan dikalikan dikalikan skor skor tertinggi tertinggi dibagidibagi dua, dengan alasan pembagian tersebut dua, dengan alasan pembagian tersebut ditentukan dari nilai rata-rata ditentukan dari nilai rata-rata jawaban- jawaban
jawaban responden responden yang yang kemudiankemudian dikategorikan sebagai berikut jika perilaku dikategorikan sebagai berikut jika perilaku baik
baik skor skor mean≥33,6 mean≥33,6 jika jika perilaku perilaku kurangkurang baik
baik skor skor mean<33,6 mean<33,6 Setelah Setelah diketahuidiketahui nilai hasil ukur analisa data yang nilai hasil ukur analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dilakukan dalam penelitian ini adalah Analisis Univariat yaitu untuk Analisis Univariat yaitu untuk menjelaskan atau mendeskripsikan menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. karakteristik setiap variabel penelitian. Pada umumnya dalam analisis ini hanya Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari tiap variabel,(Notoatmodjo, persentase dari tiap variabel,(Notoatmodjo, 2012). Adapun analisis dalam penelitian 2012). Adapun analisis dalam penelitian ini yaitu menggunakan
ini yaitu menggunakan rumus persentaserumus persentase frekuensi
frekuensi sebagai berikut: sebagai berikut: == 100% 100% Keterangan : Keterangan :
P : presentase untuk setiap kategori P : presentase untuk setiap kategori f : jumlah setiap kategori
f : jumlah setiap kategori N : jumlah total responden N : jumlah total responden
HASIL PENELITIAN HASIL PENELITIAN
Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil Pada bab ini akan dibahas mengenai hasil penelitian
penelitian mengenai mengenai hubungan hubungan usia usia dandan paritas terhadap hipertensi
paritas terhadap hipertensi pada ibu hamilpada ibu hamil Gambaran usia, paritas dan hipertensi Gambaran usia, paritas dan hipertensi pada ibu hamil
pada ibu hamil
Gambaran usia, paritas dengan hipertensi Gambaran usia, paritas dengan hipertensi pada
pada ibu ibu hamil hamil di di Puskesmas Puskesmas DTPDTP Darmaraja Kabupaten Sumedang , Darmaraja Kabupaten Sumedang , disajikan dalam tabel sebagai berikut : disajikan dalam tabel sebagai berikut :
Usia Usia f f %% <20 <20 46 46 35,9435,94 20-35 20-35 62 62 48,4348,43 >35 >35 20 20 15,6315,63 Total Total 128 128 100100
Pada tabel 4.1 distribusi frekuensi usia, Pada tabel 4.1 distribusi frekuensi usia, dapat dilihat bahwa dari 128 responden, dapat dilihat bahwa dari 128 responden, terdapat 46 responden (35,94%) dengan terdapat 46 responden (35,94%) dengan usia <20 tahun, terdapat
usia <20 tahun, terdapat 62 responden62 responden
(48,43%) dengan usia 20-35 tahun, dan (48,43%) dengan usia 20-35 tahun, dan terdapat 20 responden (15,63%) dengan terdapat 20 responden (15,63%) dengan usia >35 t
usia >35 tahun.ahun.
Tabel 4.2 Distribusi frekuensi paritas ibu hamil Tabel 4.2 Distribusi frekuensi paritas ibu hamil
Paritas Paritas f f %% Primipara Primipara 70 70 54,6954,69 Multipara Multipara 58 58 45,3145,31 Total Total 128 128 100100
Pada tabel 4.2 distribusi frekuensi paritas, Pada tabel 4.2 distribusi frekuensi paritas, dapat dilihat bahwa dari 128 responden, dapat dilihat bahwa dari 128 responden,
terdapat 70 (54,69%) primipara dan 58 terdapat 70 (54,69%) primipara dan 58 responden (45,31%) multipara.
responden (45,31%) multipara. Tabel 4.3
Tabel 4.3 Distribusi frekuensi hipertensi Distribusi frekuensi hipertensi ibu haibu hamilmil
Paritas Paritas f f %% Hipertensi Hipertensi 49 49 38,2838,28 Tidak hipertensi Tidak hipertensi 79 79 61,7261,72 Total Total 128 128 100100
Pada tabel 4.3 distribusi frekuensi Pada tabel 4.3 distribusi frekuensi hipertensi , dapat dilihat bahwa dari 128 hipertensi , dapat dilihat bahwa dari 128
responden, terdapat 49 (38,28%) hipertensi responden, terdapat 49 (38,28%) hipertensi dan 79 responden (61,72%) tidak dan 79 responden (61,72%) tidak hipertensi .
hipertensi .
Hubungan usia, paritas terhadap Hubungan usia, paritas terhadap hipertensi
hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil didi
Puskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Puskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang
Sumedang Hubungan
Hubungan usia usia terhadap terhadap hipertensi hipertensi padapada ibu hamil
ibu hamil
Berikut ini adalah hasil koefisien korelasi Berikut ini adalah hasil koefisien korelasi mengenai hubungan usia terhadap mengenai hubungan usia terhadap hipertensi
hipertensi pada ipada ibu bu hamilhamil Tabel
Tabel 4.4 4.4 Hubungan Hubungan usia usia terhadap terhadap hipertensi pada hipertensi pada ibu ibu hamil hamil di di PuskesmasPuskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang
DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang
Berdasarkan table 4.4 hubungan usia Berdasarkan table 4.4 hubungan usia terhadap
terhadap hipertensi hipertensi pada ibu pada ibu hamilhamil diperoleh usia <20 ada 18 (39,1%) orang diperoleh usia <20 ada 18 (39,1%) orang tidak
tidak hipertensi hipertensi dan dan 28 28 (60,9%) (60,9%) orangorang hipertensi , usia 20-35 ada 55 (88,7%) hipertensi , usia 20-35 ada 55 (88,7%) tidak hipertensi , 7 (11,3%) orang tidak hipertensi , 7 (11,3%) orang hipertensi
hipertensi dan dan usia usia >35 >35 ada ada 6 6 (30,0%)(30,0%) tidak hipertensi , 14 (70,0%) orang tidak hipertensi , 14 (70,0%) orang hipertensi . Hasil uji statistik diperoleh hipertensi . Hasil uji statistik diperoleh p-value
value = 0,000, maka dapat disimpulkan = 0,000, maka dapat disimpulkan
bahwa
bahwa terdapat terdapat hubunhubungan gan usia usia terhadapterhadap hipertensi
hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil di di PuskesmasPuskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang . DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang . Hubungan paritas terhadap hipertensi Hubungan paritas terhadap hipertensi pada ibu hamil
pada ibu hamil
Berikut ini adalah hasil koefisien korelasi Berikut ini adalah hasil koefisien korelasi mengenai hubungan paritas terhadap mengenai hubungan paritas terhadap hipertensi
hipertensi pada ibpada ibu u hamilhamil Tabel
Tabel 4.5 4.5 Hubungan Hubungan paritas paritas terhadap terhadap hipertensi pada hipertensi pada ibu ibu hamil hamil di di PuskesmasPuskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang
DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang
Berdasarkan tabel 4.5 hubungan paritas Berdasarkan tabel 4.5 hubungan paritas terhadap
terhadap hipertensi hipertensi pada ibu pada ibu hamilhamil diperoleh ibu primipara ada 39 (55,7%) diperoleh ibu primipara ada 39 (55,7%) orang
orang tidak tidak hipertensi hipertensi dan dan 31 31 (44,3%)(44,3%) orang hi
orang hipertensi pertensi dan idan ibu mbu multipara ada ultipara ada 4040
(69,0%) tidak hipertensi , 18 (31,0%) (69,0%) tidak hipertensi , 18 (31,0%) orang hipertensi .. Hasil uji statistik orang hipertensi .. Hasil uji statistik diperoleh
p-diperoleh p-valuevalue = 0,176, maka dapat = 0,176, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan
ibu hamil di Puskesmas DTP Darmaraja
ibu hamil di Puskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Kabupaten SumedangSumedang Pembahasan
Pembahasan
Gambaran usia pada ibu
Gambaran usia pada ibu hamilhamil
Berdasarkan tabel 4.1 tentang distribusi Berdasarkan tabel 4.1 tentang distribusi frekuensi usia ibu hamil di Puskesmas frekuensi usia ibu hamil di Puskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang , DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang , diketahui bahwa usia responden terbanyak diketahui bahwa usia responden terbanyak pada
pada usia usia 20-35 20-35 tahun tahun yaitu yaitu 62 62 respondenresponden (48,43%). Hal ini menunjukkan banyak (48,43%). Hal ini menunjukkan banyak ibu hamil berada pada usia produktif.
ibu hamil berada pada usia produktif.
Usia adalah lama waktu hidup seseorang, Usia adalah lama waktu hidup seseorang, dari sejak dirinya dilahirkan. Kehamilan di dari sejak dirinya dilahirkan. Kehamilan di bawah
bawah usia usia <20 <20 tahun tahun beresiko beresiko terjadinyaterjadinya hipertensi
hipertensi dalam dalam kehamilan kehamilan dikarenakandikarenakan organ reproduksi di dalam tubuhnya masih organ reproduksi di dalam tubuhnya masih belum
belum matang matang secara secara sempurna.sempurna. Kehamilan di atas usia >35 tahun Kehamilan di atas usia >35 tahun menyebabkan perempuan terpapar pada menyebabkan perempuan terpapar pada komplikasi medik dan obstetrik seperti komplikasi medik dan obstetrik seperti hipertensi /eklampsia dan perdarahan hipertensi /eklampsia dan perdarahan hingga menyebabkan kematian ibu dan hingga menyebabkan kematian ibu dan janin.
janin. Pada Pada usia usia 20-35 20-35 tahun tahun adalah adalah usiausia paling
paling aman aman untuk untuk hamil hamil atau atau bersalin.bersalin.55 Pada usia 20-35 merupakan waktu yang Pada usia 20-35 merupakan waktu yang paling
paling tepat tepat untuk untuk menikah menikah dan dan hamil.hamil. Karena di usia tersebut kondisi fisik masih Karena di usia tersebut kondisi fisik masih sangat bagus untuk hamil. Elastisitas sangat bagus untuk hamil. Elastisitas panggul masih bagus, rahim dala
panggul masih bagus, rahim dalam kondisim kondisi prima,
prima, risiko risiko keguguran keguguran kecil kecil karena karena selsel telur relatif muda dan kuat meski di telur relatif muda dan kuat meski di trimester pertama, kualitas sel telur yang trimester pertama, kualitas sel telur yang baik
baik memperkecil kememperkecil kemungkinan bamungkinan bayi yi lahirlahir cacat akibat ketidaknormalan jumlah cacat akibat ketidaknormalan jumlah kromosom dan fisik masih cukup kuat kromosom dan fisik masih cukup kuat untuk hamil maupun melahirkan
untuk hamil maupun melahirkan1010..
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sitriani, di Rumah Sakit Yudha oleh Sitriani, di Rumah Sakit Yudha Depok bahwa hasil penelitian ibu hamil Depok bahwa hasil penelitian ibu hamil terbanyak pada usia produktif. terbanyak pada usia produktif. Berdasarkan teori, penelitian terdahulu dan Berdasarkan teori, penelitian terdahulu dan hasil penelitian ini. Penulis menyimpulkan hasil penelitian ini. Penulis menyimpulkan bahwa
bahwa usia usia ibu ibu hamil hamil sesuai sesuai dengan dengan usiausia yang diharapkan yaitu usia produktif. yang diharapkan yaitu usia produktif. Sehingga dapat diketahui bahwa kondisi Sehingga dapat diketahui bahwa kondisi ini berada ke fase yang aman untuk hamil ini berada ke fase yang aman untuk hamil sampai melahirkan.
sampai melahirkan.
Gambaran paritas pada ibu hamil Gambaran paritas pada ibu hamil
Berdasarkan tabel 4.2 tentang distribusi Berdasarkan tabel 4.2 tentang distribusi frekuensi paritas di Puskesmas DTP frekuensi paritas di Puskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang , Darmaraja Kabupaten Sumedang , diketahui bahwa jumlah paritas responden diketahui bahwa jumlah paritas responden terbanyak pada paritas primipara yaitu 70 terbanyak pada paritas primipara yaitu 70 responden (54,69%) .
responden (54,69%) .
Hal ini menunjukkan ibu hamil berada Hal ini menunjukkan ibu hamil berada pada
pada paritas paritas yang yang beresiko beresiko tinggi.tinggi. Frekuensi lebih tinggi terjadi pada Frekuensi lebih tinggi terjadi pada primipara
primipara daripada daripada multipara. multipara. PadaPada primipara
primipara dengan dengan hipertensi hipertensi dapatdapat mengalami kelainan aktivasi imun dan hal mengalami kelainan aktivasi imun dan hal ini dapat menghambat invasi trovoblas ini dapat menghambat invasi trovoblas pada
pada pembuluh pembuluh darah darah ibu. ibu. SehinggaSehingga hipertensi
hipertensi lebih lebih sering sering terjadi terjadi padapada perempuan
perempuan yang yang terpajan terpajan antigen antigen paternalpaternal untuk yang pertama kali seperti kehamilan untuk yang pertama kali seperti kehamilan pertama
pertama kali kali atau atau kehamilan kehamilan pertamapertama dengan pasangan baru
dengan pasangan baru99..
Berdasarkan teori, penelitian terdahulu dan Berdasarkan teori, penelitian terdahulu dan hasil penelitian ini. Penulis menyimpulkan hasil penelitian ini. Penulis menyimpulkan bahwa
bahwa paritas paritas ibu ibu hamil hamil berada berada pada pada usiausia beresiko.
beresiko. Karena diketahui Karena diketahui pada pada primiparaprimipara imun ibu hamil dapat terpajan antigen imun ibu hamil dapat terpajan antigen paternal
paternal dan dan dapat dapat menghammenghambat bat invasiinvasi trobovlas pada pembuluh darah.
trobovlas pada pembuluh darah.
Gambaran
Gambaran hipertensi hipertensi di di PuskesmasPuskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang Berdasarkan tabel 4.3 tentang distribusi Berdasarkan tabel 4.3 tentang distribusi frekuensi
frekuensi hipertensi hipertensi di di Puskesmas Puskesmas DTPDTP Darmaraja Kabupaten Sumedang , Darmaraja Kabupaten Sumedang , diketahui
diketahui bahwa bahwa jumlah jumlah hipertensi hipertensi padapada responden
responden terbanyak terbanyak 79 79 respondenresponden (61,72%) yaitu tidak hipertensi . (61,72%) yaitu tidak hipertensi . Hipertensi
Hipertensi adalah adalah sindroma sindroma spesifik dalamspesifik dalam kehamilan yang menyebabkan penurunan kehamilan yang menyebabkan penurunan perfusi
perfusi darah darah pada pada organ-organ organ-organ akibatakibat adanya vasopasme dan menurunnya adanya vasopasme dan menurunnya aktivis sel endotel.
aktivis sel endotel.2020 Hipertensi biasanyaHipertensi biasanya terjadi dalam trimester ke-3 kehamilan terjadi dalam trimester ke-3 kehamilan atau pada kehamilan > 20 minggu. Gejala atau pada kehamilan > 20 minggu. Gejala ini dapat timbul sebelum 20 minggu bila ini dapat timbul sebelum 20 minggu bila terjadi penyakit trofoblastik
terjadi penyakit trofoblastik 55. . GejalaGejala hipertensi
sistolik antara 140-160 mmhg dan tekanan sistolik antara 140-160 mmhg dan tekanan darahdiastolik 90-110 mmhg, proteinuria darahdiastolik 90-110 mmhg, proteinuria minimal (< 2g/l/24 jam), disertai gangguan minimal (< 2g/l/24 jam), disertai gangguan fungsi organ. Berdasarkan teori dan hasil fungsi organ. Berdasarkan teori dan hasil penelitian
penelitian ini. ini. Penulis Penulis menyimpulkanmenyimpulkan bahwa
bahwa hipertensi hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil banyakbanyak ibu hamil tidak mengalami hipertensi . ibu hamil tidak mengalami hipertensi .
Hubungan usia terhadap hipertensi Hubungan usia terhadap hipertensi pada ibu hamil
pada ibu hamil
Berdasarkan tabel 4.4 hubungan usia Berdasarkan tabel 4.4 hubungan usia terhadap
terhadap hipertensi hipertensi pada pada ibu ibu hamilhamil diperoleh usia <20 ada 18 (39,1%) orang diperoleh usia <20 ada 18 (39,1%) orang tidak
tidak hipertensi hipertensi dan dan 28 28 (60,9%) (60,9%) orangorang hipertensi , usia 20-35 ada 55 (88,7%) hipertensi , usia 20-35 ada 55 (88,7%) tidak hipertensi , 7 (11,3%) orang tidak hipertensi , 7 (11,3%) orang hipertensi
hipertensi dan dan usia usia >35 >35 ada ada 6 6 (30,0%)(30,0%) tidak hipertensi , 14 (70,0%) orang tidak hipertensi , 14 (70,0%) orang hipertensi . Hasil uji statistik diperoleh hipertensi . Hasil uji statistik diperoleh p-value
value = 0,000, maka dapat disimpulkan = 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa
bahwa terdapat terdapat hubhubungan ungan usia usia terhadapterhadap hipertensi
hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil di di PuskesmasPuskesmas DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang . DTP Darmaraja Kabupaten Sumedang . Kehamilan pada ibu dengan usia kurang Kehamilan pada ibu dengan usia kurang dari 20 tahun mempunyai resiko dari 20 tahun mempunyai resiko mengalami anemia, gangguan tumbuh mengalami anemia, gangguan tumbuh kembang janin, keguguran, prematurus dan kembang janin, keguguran, prematurus dan BBLR, gangguan persalinan dan hipertensi BBLR, gangguan persalinan dan hipertensi . Kemudian hamil atau bersalin diusia >35 . Kemudian hamil atau bersalin diusia >35 tahun juga sangat berisiko, karena pada tahun juga sangat berisiko, karena pada usia tersebut fungsi organ reproduksi juga usia tersebut fungsi organ reproduksi juga sudah mulai mengalami penurunan sudah mulai mengalami penurunan sehingga tidak dapat bekerja secara sehingga tidak dapat bekerja secara maksimal. Terjadi peningkatan hubungan maksimal. Terjadi peningkatan hubungan usia terhadap preeklamsi pada perempuan usia terhadap preeklamsi pada perempuan hamil yang berusia < 20 tahun dan> 35 hamil yang berusia < 20 tahun dan> 35 tahun, hal ini dikarenakan organ tahun, hal ini dikarenakan organ reproduksi sudah mengalami penurunan, reproduksi sudah mengalami penurunan, sehingga rentan terjadinya hipertensi sehingga rentan terjadinya hipertensi dalam kehamilannya. Maka faktor usia dalam kehamilannya. Maka faktor usia berpengaruh t
berpengaruh terhadap terhadap terjadinya erjadinya hipertensihipertensi . Selain itu ibu hamil usia 20-35 tahun . Selain itu ibu hamil usia 20-35 tahun biasanya
biasanya masih masih memiliki memiliki anak anak sedikit,sedikit, sehingga merasa tidak mampu keadaannya sehingga merasa tidak mampu keadaannya selama hamil. Bahwa ibu hamil yang selama hamil. Bahwa ibu hamil yang berumur
berumur 20-35 20-35 tahun tahun adalah adalah usia usia palingpaling aman untuk hamil dan bersalin
aman untuk hamil dan bersalin3,93,9..
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sitriani, di Rumah Sakit Yudha oleh Sitriani, di Rumah Sakit Yudha Depok bahwa hasil penelitian ibu hamil Depok bahwa hasil penelitian ibu hamil terbanyak pada usia produktif. Hal ini terbanyak pada usia produktif. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara usia menunjukkan adanya hubungan antara usia ibu hamil terhadap preeclampsia
(p-ibu hamil terhadap preeclampsia (p-valuevalue = 0.033). Berdasarkan teori, penelitian = 0.033). Berdasarkan teori, penelitian terdahulu dan hasil penelitian ini. Penulis terdahulu dan hasil penelitian ini. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat hubungan menyimpulkan bahwa terdapat hubungan usia
usia terhadap terhadap hipertensi hipertensi pada ipada ibu bu hamil.hamil. Usia ibu hamil sesuai dengan usia yang Usia ibu hamil sesuai dengan usia yang diharapkan yaitu usia produktif. Sehingga diharapkan yaitu usia produktif. Sehingga dapat diketahui bahwa kondisi ini berada dapat diketahui bahwa kondisi ini berada ke fase yang aman untuk hamil sampai ke fase yang aman untuk hamil sampai melahirkan.
melahirkan.
Hubungan paritas terhadap hipertensi Hubungan paritas terhadap hipertensi pada ibu hamil
pada ibu hamil
Berdasarkan tabel 4.5 hubungan paritas Berdasarkan tabel 4.5 hubungan paritas terhadap
terhadap hipertensi hipertensi pada pada ibu ibu hamilhamil diperoleh ibu primipara ada 39 (55,7%) diperoleh ibu primipara ada 39 (55,7%) orang
orang tidak tidak hipertensi hipertensi dan dan 31 31 (44,3%)(44,3%) orang hi
orang hipertensi pertensi dan ibu dan ibu mulmultipara ada 4tipara ada 400 (69,0%) tidak hipertensi , 18 (31,0%) (69,0%) tidak hipertensi , 18 (31,0%) orang hipertensi , hasil penelitian dengan orang hipertensi , hasil penelitian dengan menggunakan uji
menggunakan uji Continuity CorrectionContinuity Correction yaitu
p-yaitu p-valuevalue = 0,176, dimana p- = 0,176, dimana p- valuevalue >> 0,05, sehingga Ho gagal ditolak, artinya 0,05, sehingga Ho gagal ditolak, artinya tidak terdapat hubungan antara usia tidak terdapat hubungan antara usia terhadap hi
terhadap hipertensi pertensi pada ibpada ibu hamilu hamil
Frekuensi lebih tinggi terjadi pada Frekuensi lebih tinggi terjadi pada primipara dar
primipara daripada ipada multipara. Berdasarkamultipara. Berdasarkann Sudhaberata, pada primipara dengan Sudhaberata, pada primipara dengan hipertensi
hipertensi dapat dapat mengalami mengalami kelainankelainan aktivasi imun dan hal ini dapat aktivasi imun dan hal ini dapat menghambat invasi trovoblas pada menghambat invasi trovoblas pada pembuluh
pembuluh darah darah ibu. ibu. Sehingga Sehingga hipertensihipertensi lebih sering terjadi pada perempuan yang lebih sering terjadi pada perempuan yang terpajan antigen paternal untuk yang terpajan antigen paternal untuk yang pertama
pertama kali kali seperti seperti kehamilan kehamilan pertamapertama kali atau kehamilan pertama dengan kali atau kehamilan pertama dengan pasangan
pasangan baru.lagi baru.lagi padapada grandemultigravida. Hal ini tidak sesuai grandemultigravida. Hal ini tidak sesuai dengan yang dijabarkan pada teori dan dengan yang dijabarkan pada teori dan hasil penelitian dari peneliti yang lain
hasil penelitian dari peneliti yang lain99.. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Akbar, di RSUP Haji Adam Malik oleh Akbar, di RSUP Haji Adam Malik Medan bahwa tidak terdapat hubungan Medan bahwa tidak terdapat hubungan
1 1 paritas terhadap hipertensi
paritas terhadap hipertensi pada ibu hamil.pada ibu hamil. Berarti paritas bukan merupakan faktor Berarti paritas bukan merupakan faktor risiko
risiko terjadinya terjadinya hipertensi hipertensi . . BerdasarkanBerdasarkan teori, penelitian terdahulu dan hasil teori, penelitian terdahulu dan hasil penelitian
penelitian ini. ini. Penulis Penulis menyimpulkanmenyimpulkan bahwa
bahwa tidak tidak terdapat terdapat hubunhubungan gan paritasparitas terhadap
terhadap hipertensi hipertensi pada ibu pada ibu hamil.hamil. Penelitian
Penelitian di di Puskesmas Puskesmas DTP DTP DarmarajaDarmaraja
Kabupaten
Kabupaten Sumedang Sumedang menunjumenunjukkankkan bahwa
bahwa paritas paritas terbanyak terbanyak berada berada padapada primipara yaitu 70 (54,69%), menunju primipara yaitu 70 (54,69%), menunjukkankkan bahwa
bahwa berada berada pada pada kehamilan kehamilan beresiko.beresiko. Tetapi dari hasil uji
Tetapi dari hasil uji Chi-SquareChi-Square tidak tidak terdapat hubungan antara paritas terhadap terdapat hubungan antara paritas terhadap hipertensi
hipertensi dengan dengan p-p-valuevalue = 0,176. = 0,176. SIMPULAN DAN SARAN
SIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini disajikan mengenai
Pada bab ini disajikan mengenai kesimpulan dan saran dari hasil penelitian kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti tentang yang telah dilakukan peneliti tentang “Hubungan usia da
“Hubungan usia dan paritas terhadapn paritas terhadap hipertensi
hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil di di PuskesmasPuskesmas Padasuka Kota Bandung”, dapat Padasuka Kota Bandung”, dapat disimpulkan bahwa :
disimpulkan bahwa : 1.
1. Pada usia 20-35 ibu hamil terdapatPada usia 20-35 ibu hamil terdapat terdapat 62 responden (48,43%).
terdapat 62 responden (48,43%). 2.
2. Pada jumlah paritas ibu hamil terdapatPada jumlah paritas ibu hamil terdapat 70 (54,69%) primipara.
70 (54,69%) primipara.
3.
3. Pada Pada kejadian kejadian hipertensi hipertensi ibu ibu hamilhamil terdapat 79 responden (61,72%) tidak terdapat 79 responden (61,72%) tidak hipertensi .
hipertensi . 4.
4. Terdapat hubungan antara usia terhadapTerdapat hubungan antara usia terhadap hipertensi
hipertensi pada ibpada ibu hamil u hamil di Pusdi Puskesmaskesmas Padasuka Kota Bandung, didapat hasil Padasuka Kota Bandung, didapat hasil p-value 0,000.
p-value 0,000. 5.
5. Tidak terdapat hubungan antara paritasTidak terdapat hubungan antara paritas terhadap
terhadap hipertensi hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil didi Puskesmas Padasuka Kota Bandung, Puskesmas Padasuka Kota Bandung, didapat hasil p-value 0,176.
didapat hasil p-value 0,176.
SARAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran yang diusulkan yaitu :
saran yang diusulkan yaitu :
1.
1. Bagi peneliti selanjutnyaBagi peneliti selanjutnya
Peneliti mengharapkan bahwa untuk Peneliti mengharapkan bahwa untuk peneliti
peneliti selanjutnya selanjutnya perlu perlu dilakukandilakukan dengan jumlah sampel yang lebih dengan jumlah sampel yang lebih banyak
banyak lagi. lagi. Dan Dan dapat dapat 41 41 menjadimenjadi data pertimbangan untuk melakukan data pertimbangan untuk melakukan penelitian-penelitian
penelitian-penelitian tentang tentang usia,usia, paritas, dan hipertensi .
paritas, dan hipertensi .
2.
2. Bagi PuskesmasBagi Puskesmas
Penelitian ini diharapkan dapat Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan informasi dalam upaya dijadikan informasi dalam upaya menurunkan tingkat kejadian menurunkan tingkat kejadian hipertensi
hipertensi pada pada ibu ibu hamil hamil yangyang berkaitan
berkaitan dengan dengan paritas paritas dan dan usia usia didi Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Peran perawat disini yaitu Peran perawat disini yaitu memberikkan penyuluhan dan arahan memberikkan penyuluhan dan arahan kepada ibu hamil dalam merawat kepada ibu hamil dalam merawat kondisi tubuh dan mempeerhatikan kondisi tubuh dan mempeerhatikan pola
pola makan makan dalam dalam kehidupan kehidupan sehari- sehari-hari.
hari.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA Manuaba. IBG(e). 2007.
Manuaba. IBG(e). 2007. Pengantar Kuliah Pengantar Kuliah Obstetri
Obstetri. Jakarta : EGC,pp 401-31. Jakarta : EGC,pp 401-31 WHO. 2013.
WHO. 2013. Profil Kesehatan danProfil Kesehatan dan
Pembangunan Perempuan
Pembangunan Perempuan
Indonesi
Indonesiaa. Jakarta : . Jakarta : Bhakti HusadaBhakti Husada Cunningham F. G., 2006.
Cunningham F. G., 2006. GangguanGangguan Hiperte
Hipertensi nsi Dalam Dalam KehamilanKehamilan.. Dalam Obstetri Williams. Edisi 18. Dalam Obstetri Williams. Edisi 18. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
EGC.
Sastrawinata. 2004.
Sastrawinata. 2004. Ilmu Ilmu KesehatKesehatanan Reproduks
Reproduksi: i: ObstetrObstetri i PatologiPatologi.. Edisi Edisi
Ke-Ke-2. Jakarta : EGC.2. Jakarta : EGC.
Data Survei Demografi Kesehatan Data Survei Demografi Kesehatan
Indonesia
Indonesia tahun tahun 2013. 2013. Available Available atat ::www.dataSDKIwww.dataSDKI2013.com (2013.com (diunduhdiunduh pada tanggal 2
pada tanggal 23 maret 23 maret 2014)014)
Dorlan 2002. Buku saku Kamus Dorlan 2002. Buku saku Kamus
kedokteran. kedokteran.
1 1 Sopiyudin. 2010.
Sopiyudin. 2010. Besar Sampel Besar Sampel Dan CaraDan Cara Pengambilan Sampel
Pengambilan Sampel.. Edisi Edisi ke-21. ke-21. Jakarta : Salemba Medika
Jakarta : Salemba Medika
Hoetomo,2005. Kamus Lengkap Bahasa Hoetomo,2005. Kamus Lengkap Bahasa
Indonesia. Surabaya : Mitra Pelajar Indonesia. Surabaya : Mitra Pelajar Wiknjosastro, H, dkk, editor. Wiknjosastro, H, dkk, editor.
2007.
2007.Preeklampsia Dan Eklampsia.Preeklampsia Dan Eklampsia. Dalam
Dalam :Ilmu :Ilmu KebidanaKebidanan. n. EdisiEdisi III.III. Cetakan Kesembilan. Jakarta : Cetakan Kesembilan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Prawirohardjo. pp.281-300pp.281-300 Prawirohardjo, S., 2008.
Prawirohardjo, S., 2008. Ilmu Ilmu KebidananKebidanan.. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Profil Sarwono Prawirohardjo. Profil Kesehatan 2008.
Kesehatan 2008.
Himpunan Kedokteran Feto Maternal Himpunan Kedokteran Feto Maternal
POGI. 2005.
POGI. 2005. Pedoman PengelolaanPedoman Pengelolaan Hiperten
Hipertensi si Dalam Dalam KehamilaKehamilan n didi Indonesia
Indonesia. Semarang : POGI. pp. 1-. Semarang : POGI. pp. 1-28
28
Rochjati, Poedji, 2003.
Rochjati, Poedji, 2003. Skrining AntenatalSkrining Antenatal Pada Ibu Hamil,
Pada Ibu Hamil,PengendalianPengendalian Faktor Resiko, Deteksi Dini Ibu Faktor Resiko, Deteksi Dini Ibu Hamil Resiko Tinggi, Surabaya : Hamil Resiko Tinggi, Surabaya : Airlangga University Press.h 38-9 Airlangga University Press.h 38-9 Wibowo dan Rachimhadi. 2006. Wibowo dan Rachimhadi. 2006. Preeklampsia Dan Eklampsia, Preeklampsia Dan Eklampsia, Dalam
Dalam :Ilmu :Ilmu KebidananKebidanan. . EdisiEdisi III. III. Jakarta : Yayasan bina pustaka Jakarta : Yayasan bina pustaka sarwono prawiroharjo, pp. 281-99 sarwono prawiroharjo, pp. 281-99 Notoatmodjo,S.,
Notoatmodjo,S., 2010.2010. Metodologi Metodologi Penelitian Kesehatan
Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT.. Jakarta: PT. RinekaCipta
RinekaCipta Arikunto, S.2007.
Arikunto, S.2007. Prosedur penelitianProsedur penelitian suatu pendekatan praktik.
suatu pendekatan praktik. Jakarta : Jakarta : Rineka Cipta
Rineka Cipta Sutanto, P. H. 2001.
Sutanto, P. H. 2001. Modul Analisis Data. Modul Analisis Data. Depok
Depok Bobak. 2004.
Bobak. 2004. Buku Buku Ajar Ajar KeperawKeperawatanatan Materni