• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor a286);

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor a286);"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

動生

BANJARBttU

KEPUWSAN WALIKOTA BANJARBARU

NOMOR l■

TAHLIN 2011

π

NTANG

PENETAPAN PENGELOLA UNIT LAYANAN

PENGADAAN(ULP)KOTA BANJARBARU TAHUN 20H

Menimbang:

a.

b.

Mengingat

:

1.

WALIKOTA

BANJARBARU,

bahwa dalam rangka

memenuhi

tuntutan akan

kebutuhan

dan kelancaran pelaksanaan pengadaan barangijasa yairg sesuai dengan

prinsip-prinsip

pengadaan

di

lingkungan

Pemerintah

Kota Banjarbaru,

perlu

dilakukan

menetapkan

pengelola

Unit

Layanan Pengadaan (ULP) Kota Banjarbaru;

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

huruf a

di atas petlu menetapkan dengan Keputusan Walikota;

Undang-Undang

Nomor

9

Tahun

1999 tentang

Pembentukan

Kotarnadya Daerah

Tingkat

II

Banjarbaru (Lembaran

Negara

Repubtik

Indonesia

Tahun

1999

Nomor 43,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor

3822);

Undang-Undang

Nomor 18 Tahun

1999 tentang

Jasa Konstruksi

(Lembaran

Negara Republik

Indonesia

Tahun

1999

Nomor

54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3833);

Undang-Undang

Nomor

28

Tahun

1999 tentang

Penyelenggaraan

Negara

yang Bersih dan

Bebas

Korupsi,

Kolusi

dan

Nepotisme

(Lembaran

Negara Republik

Indonesia

Tahun

1999

Nomor

75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

Undang-Undang

Nomor

17 Tahun 2003

tentang Keuangan Negara

(Lembaran

Negara Republik

Indonesia

Tahun 2003 Nomor

47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor

a286);

Undang-Undang Nomor

32

Tahun

2004 tentang

Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara

Republik

Indonesia Tahun 2004

Nomor

125, Tambahan Lembaran Negara

Republik

Indonesia

Nomor

4437) sebagaimana

telah

diubah

beberapa

kali

terakhir

dengan

Undang-Undang

Nomor

12

Tahun 2008

tentang

Perubahan

Kedua

Atas

Undang-Undang

Nomor

32

Tahun 2004 tentang

Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara

Republik

Indonesia Tahun 2008

Nomor

59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor

4844);

Undang-Undang

Nomor

33

tahun 2004

tentang

Perimbangan

Keuangan

Antam

Pemerintah

Pusat

dan

Pemerintah

Daerah

(Lembaran

Negara

Republik

lndonesia

Tahun 2004

Nomor

126,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); Undang-Undang

Nomor

l

l

Tahun

2008 tentang Informasi

dan

Transaksi

Elekhonik'

(Lembaran Negara

Republik

Indonesia Tahun

2008

Nomor 58,

Tambahan Lembaran Negara

Republik

Indonesia

Nomor 4843); つ 一 3. 5. 7.

(2)

Menetapkan

KESATU

KEDUA

8.

Peraturan Pemerintah

Nomor

28 Tahun 2000 tentang Usaha

dan

Peran

Masyarakat Jasa

Konstruksi

(Lembaran

Negara

Republik

Indonesia

Tahun 2000 Nomor

63,

Tambahan

Lembaran

Negara

Republik lndonesia Nomor 3955);

9.

Peraturan Pemerintah

Nomor

30

Tahun

2000

tentang

Penyelenggaraan

Pembinaan Jasa

Konstruksi

(Lembaran

Negara

Republik

Indonesia

Tahun 2000

Nomor 65,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3957);

10. Peraturan Pemerintah

Nomor 58

Tahun 2005

tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2005

Nomor

140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor

4578);

ll.Peraturan

Pemerintah

Nomor 38 Tahun 2007

tentarrg Pembagian

Urusan

Pemerintahan

Antara

Pemerintah, Pemerintahan

Daerah

plsyinsi, dan

Pemerintahan

Daerah

Kabupaten/I(ota

(Lembaga

Negara Republik

Indonesia

Tahun

2007

Nomor 82,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor

4737);

12. Peraturan Pemerintatr

Nomor

41

Tatrun

2007

tentang

Organisasi

PeranSat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia T ahun 2007

Nomor

89, Tambahan Lembaran Negara

Republik

Indonesia

Nomor

4741);

13.

Peraturan Presiden

Republik

Indonesia Nomor

54

Tahun

2010 tentang Pengadaan Barang

I

Jasa Pemerintah;

14. Peraturan

Menteri

Dalarn Negeri

Nomor 13 Tahun 2006

tentang

Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana

telah

diubah

dengan Peraturan

Menteri

Dalam

Negeri Nomor 57

Tahun

2007 tentang Perubahan Atas Peraturan

Menteri

Dalam Negeri

Nomor

13

Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

l5.Peraturan Walikota

Banjarbaru

Nomor

11 Tahun 2008

tentang

Petunjuk Teknis

Proses

Pemilihan

Penyedia Barang/Jasa dengan

Sistem

E-Procwement (Lembaran Daerah

Kota

Banjarbaru Tahun 2009

Nomor

11 Seri E

Nomor

Seri 7);

`EMI」

TUSKAN:

Keputusan

Walikota

Banjarbaru tentang Penetapan Pengelola

Unit

Layanan

Pengadaan

(ULP) Kota

Banjarbaru Tahun

2011

dengan susunan keanggotaan tercantum dalam lampiran Kepufusan

ini.

Pengelola

Unit

Layanan

Pengadaan sebagaimana

dimaksud

pada

diktum

KESATU terdiri

dari unsur :

a,

Penanggung Jawab ULP;

b.

Kepala IJLP;

c.

Sekretaris

ULP;

d.

Kelompok Kerja (Pokja)

ULP;

e.

Pejabat Pengadaan ULP;

f.

Staf Teknis ULP yang

terdiri

dari :

(3)

KETIGA

2.

Staf Teknis

Logistik;

3.

Staf Teknis Dokumen dan

Arsip;

4.

Staf Teknis Evaluasi.

g.

Staf

Sekretariat ULP.

Unsur

Pengelola

ULP

sebagaimana

dimaksud

diktum

KEDUA

memiliki

tugas dan fungsi sebagai berikut :

a.

Penanggung Jawab ULP.

Penanggung Jawab ULP

memiliki

tugas :

1.

melakukan pengawasan terhadap pengelolaan

ULP;

2.

fungsinya sebagai pembina dan pengarah pelaksanaan ULP.

b.

Kepala ULP.

Kepala ULP

memiliki

tugas dan fungsi :

1.

menyusrln rencana kegiatan dan penganggaran

ULP;

2.

menyusun anggota Pokja dan Pejabat Pengadaan;

3.

menyusun

dan

mendistribusikan paket-paket

pekerjaan pengalaan kepada Pokja dan Pejabat Pengadaan;

4.

menyampaikan

hasil

evaluasi

dan

usulan

calon

penyedia/pemenang

dari Pokja

kepada

SKPDAJnit

Kerja

pemilik

paket pekerjaan;

5,

mengawasi,

mengatur

dan

mengendalikan

ssmua

unsur pengelola ULP;

6.

melaporkan hasil dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan

ULP

secara

periodik

dan

atau sewaktu

waktu

diperlukan

kepada

Walikota Banjarbaru

melalui

Sekretaris

Daerah

Kota

Banjarbaru.

Untuk

melaksanakan

tugas

dimaksud,

Kepala

ULP

memiliki

fungsi:

1.

melakukan

pengawasan

dan

pengendalian

terhadap

semurr

unsur pengelola ULP;

2.

koordinator persiapan proses pengadaan (pemilihan penyedia barang/jasa) antara

SKPDrunit Kerja

dengan Pokja dan atau dengan Lembaga Pengadaan Secara

Elektronik (LPSE)

Kota

Banjarbaru selaku pengelola

portal

e-procurement terkait

proses pengadaan secara elektronik;

3.

koordinator dan fasilitator

persiapan dan proses pengadaan

yang

dilaksanakan

oleh

Pokja,

sampai pada

penetapan pemenang termasuk didalamnya penanganan sanggahan.

c.

Sekretaris ULP.

Sekretaris ULP

memiliki

tugas :

1.

pengelolaan kepegawaian, tata persuratan, perlengkapan dan rumah tangga;

2.

mengelola penyediaan

logistik,

sarana

dan

prasarana kebutuhan operasional ULP;

3.

menghimpun

dan

menyiapkan bahan peraturan perundang-undangan terkait proses pengadaan;

(4)

4.

mengevaluasi dan menyusun ketentuan ketentuan

teknis mekanisme proses pemilihan penyedia barang/j asa;

5.

membantu

Kepala

ULP.

untuk

melaksanakan tugas

dimaksud

Sekretaris

ULP

memiliki

fungsi kesekretariatan.

Pokja ULP.

Pokja ULP

memiliki

tugas :

l.

menyusun rencana pemilihan penyedia barang/jasa;

2.

menetapkan dokumen Pengadaan;

3.

menetapkan besaran nominal Jaminan Penawaran;

4.

mengumumkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa;

5.

menetapkan dan mengumumkan pemenang;

6.

membuat laporan mengenai proses

dan

hasil

pengadaan

kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPKm);

7.

dan tugas tugas lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk melaksanakan tugas dimaksud Pokja

ULP memiliki

fungsi sebagai

panitia

pengadaan yang melaksanakan proses pemilihan

penyedia barangljasa;

Pejabat Pengadaan ULP.

Pejabat Pengadaan

memiliki

tugas :

1.

rnenyusun rencana pemilihan penyedia barang/jasa;

2.

menetapkan dokumen pengadaan;

3.

mengumumkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa;

4.

menetapkan dan mengumumkan pemerumg;

5.

menyampaikan

hasil

proses

pemilihan

penyedia barang/jasa kepada Pejabat Pembuat Komitrnen (PPKm);

6.

dan tugas-tugas lairurya sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk melaksanakan tugas dimaksud Pejabat Pengadaan

memiliki

fungsi sebagai Pejabat Pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Staf Teknis UI-P.

1.

staf Teknis

Keuangan bertugas melaksanakan administrasi keuangan ULP.

2.

staf

Teknis

Logistik bertugas

melaksanakan penyediaan

logistik

sarana dan prasarana keperluan lelang.

3.

staf Teknis

Dokumen

dan

Arsip bertugas

melaksanakan penyrapan, penyusunan dan pengarsipan dokumen lelang.

4.

staf Teknis Evaluasi bertugas melaksanakan pengadaan data

(5)

EWIPAT :

Untuk melaksanakan tugas dimaksud Staf Teknis

memiliki

fungsi

sebagai

Staf

Teknis Kepala

ULP

dalam mengkoordinir

proses lelang yang dilaksanakan oleh Pokja ULP.

g.

Staf Sekretariat ULP.

Staf Sekretariat

memiliki

tugas membantu Sekretaris

ULP

dalam melaksanakan tugas dan fungsi kesekretariatan ULP.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Pengelola

ULP

diberikan honorarium sebagai berikut :

a.

Penanggung

Jawab

ULP

sebesar

Rp.

3.000.000,00

(tiga juta

rupiah) per bulan;

b.

Kepala

ULP

sebesar

Rp.

2.500.000,00 (dua

juta lima

ratus

ribu

rupiah) per bulan;

c.

Sekretaris

ULP

sebesar

Rp.

1.750.000,00 (satu

juta

tujuh

ratus

lima puluh ribu rupiah) per bulan;

d.

Staf Teknis I"ILP sebesar

Rp

1.500.000,00 (satu

juta

lima

ratus

ribu rupiah) per bulan;

e.

Staf

Sekretariat

ULP

sebesar

Rp.

500.000,00

(lima

ratus ribu

rupiah) per bulan;

f.

Pejabat Pengadaan

untuk

paket

pengadaan

Rp.

20.000.000,00

(dua puluh

juta

rupiah)

s.d

Rp.

50.000.000,00

(lima

puluh

juta

rupiah)

sebesar

Rp.

150.000,00 (seratus

lima

puluh

ribu

rupiah)

per paket pengadaan;

g. Pejabat

Pengadaan

untuk

paket

pengadaan

Rp.

50.000.000,00

(lima

puluh

juta

rupiah) s,d

Rp.

100.000.000,00 (seratus

juta

rupiah)

sebesar

Rp.

175.000,00 (seratus

tujuh puluh

lima

ribu

rupiah) per paket pengadaan;

h. Pokja

ULP

dengan

nilai

paket

pengadaan

diatas

Rp.

100.000.000,00

(seratus

juta

rupiah) sampai

dengan Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus

juta

rupiah) :

l.

Ketua Rp. 325.000,00 (tiga ratus dua

puluh

lima

ribu

rupiah) per paket pengadaan;

2.

Sekretaris

Rp.

225.000,00

(dua ratus dua

puluh lima

ribu

rupiah) per paket pengadaan;

3.

Anggota

Rp

175.000,00

(seratus

tujuh puluh

lima

ribu

rupiah) per paket pengadaan.

i.

Pokja

ULP

dengan

nilai

paket

pengadaan

diaks

Rp.

300.000.000,00 (tiga

ratus

juta

rupiah) sampai

dengan

Rp. 500.000.000,00 (lima ratus

juta

rupiah) :

1.

Ketua

Rp.

375.000,00

(tiga ratus

tujuh

puluh

lima

ribu

rupiah) per paket pengadaan;

2.

Sekretaris

Rp.

275.000,00 (dua ratus

tujuh puluh

lima

ribu

rupiah) per paket pengadaan;

3.

Anggota

Rp.

235.000,00

(dua

ratus

tiga puluh lima

ribu

(6)

LIMA

KEENAM

KETUJUH

j.Potta ULP dengan nilai paket pengadaan diatas

Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiahJ sampai dcngan

Rp,1.000.000.000,00(satu milyar mpiahJ:

1.Kctua Rp.475.000,00(emptt ratus ttuh puluh lima ribu

ruplahp per paket pengadaan;

2.Sekretaris Rp.375。000,00 oiga ratus ijuh puluh lima ribu

mpiahp per paket pengadaall;

3.Anggota Rp.275,000,00 cua ram ttuh puluh lima Jbu

rupl→ pcr paket pengadaan;

k.Pokia ULP dengan nilai paket pcngadaan diatas

Rp:1.000.000.000,00(satu milyar rupiahn:

1.Ketua Rp.675.000,00(enaln ratlls ttuh puluh lima五 bu

mpiah)per paket pengadaan:

2. Sekretaris Rp.600,000,00(enarn ratus ribu mpiah)per pよ et

pengadaan;

3.如

ggota Rp.500.000,00(lima ratus ribu rupi山 )per pakct pengadaan.

Segala biaya yang timbul sebagd akibat ditetapК annya Keputusan ini

dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belan」

a Daerah Kota

Bttarbaru Tahun Anggaran 2011.

Dengan berlakunya Keputusan ini maka Keputusan Waliko協

Battarbaru Nomor 390 Tahun 2010 tcntang Penetapan Pengclola Unit La7yanan Pengadaan oLP)Kota Bttarbaru Tahun 20H dicabut

dan dinyatakan tidak bcdaku_

Keputusan illl mulal berlaku pada tanggal ditetapkan dengan kctentuan apabila dikemudian hari terdapat kekcliruan dalarn

penetapan ini akan diubah dan dipcrbaiki sebagaimana rnestinya.

Ditctapkan d Bttarbaru

padatanggJ 3計゛`

油μ

2011

Tembusan disampaikan dengan ho..1.at kepada: 1.Wakil WdikOta B〔arbaru di B〔arbaru.

2.Sekretaris Daerah Kota Bttarbaru di Bttarbaru.

3.httett Ko協

Bttarbaru d Bttarbaru.

4.Kepda Dhtt Pendapatan,Pcngclolaan Keuangan dan Asset Daerah Kota Bttarbaru

di Bttarbaru.

5.Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bttarbaru di Bttarbam. 6.Anggota Pengc101a ULP Kota Bttarbaru di Bttarbaru.

(7)

Lampiran:Keputusan Walikota Bttarbaru

Nomor: 1■

Tahlm 2011

Tanggal:

ら 〔7い範

A%2011

SUSUNAN PENGELOLA IINIT PELAYANAN PENGADAAN(ULP)

KOTA BANJARBARU TAHUN 2011

N0

NAPIA

JABATAN UNIT KERJA

KEDUDUKAN

DALAル

l ULP

1

DR.H.Syahriani,MoSi

Sekretaris Daerah Penanggung Jawab

Ir.Fttdin

Kabag Pcmbangunan Sctdako

Baniarbaru Kepala

3. Subhan,S.Sos.卜 〔

AP

Kasubbag. Bina Adm. Perhubungan dan Informatika Bag. Pembangunan

Setdako Baniarbaru

Sekretaris

4. Ⅳl.市Iaulana,ST

Kasubbag. Adm. Pekerjaan Umum dan Penataan Kota Bag. Pembangunan

Setdako Baniarbaru

StafTeknis

Eva1112si

5. Sutikno Dinas PU dan Perumahan Kota

Banjarbaru

Staf Teknis

Dokumen dan

Arsip

6. Rachmat Hidayat, SH Pclaksana Bag.Pcmbangunan sctdako

B狐

i・arbaru

StafTcknis

LoAlstik

7. 巧 .Anlawati Suflatin,SP Kabag Umum Setdako Banjarbaru Staf Teknis Keuangan

8.

M.Firdaus,A.Md

Pelaksana Bag. Pembangunan Setdako

Baniarbaru Staf Sekrettiat

9. Diah Syafa'ah,

A. Md

Pelaksana Bag. Pembangunan Setdako

Baniarbaru Staf Sehctariat

10. Ratna Fajar Wati,

A. Md

Pelaksana Bag. Pembangunan Setdako

Baniarbaru S●f Sckretariat

POKJA PANITIA I

POKJA PANITIA II

N0

NAMA

UNIT KERJA

DALAPIPOKJA

KEDUDUKAN

1 Abdussarnad,ST,ⅣIT Dinas PU dan Perumahan

Kota Baniarbaru Ketua

Eka Yuliesda Akbari,ST,市 IT f)inas PU dan Perumahan

Kota Baniarbaru Sekretaris

う D

Henny Rachmaniar, ST Dinas PU dan Perumahan

Kota Baniarbaru Anggota

N0

NAMA

UNIT KERJA

KEDUDUKAN

DALAM POК

LJA

1 Achntad Rizani,ST Dinas

Ptl

dan Perumahan

Kota Baniarbaru Ketua

う 乙

M.

Fahrian Rozany,

Amd

Dinas PU dan Perumahan

Kota Baniarbaru Sekretaris

3. Ir.均.Siti Kusmini Dinas PU dan Perumahan

(8)

POKJA PANITIA III

POKJA PANITIA IV

POKJA PANITIA V

POKJA PANITIA VI

N0

NAⅣIA

UNIT KERJA

DALAⅣ

KEDUDUKAN

IPOKJA

1 Ir.H.Akhmad Sulaiman,Ⅳ IT

Dinas PU dan Perumahan

Kota Banjarbaru Ketua

Dwi Kusumo W.ST.,MT.

Dinas PU dan Perumahan

Kota Baniarbaru Sekretaris

3. T五 Rudiarto A,A.NIId Dinas PU dan Perumahan

Kota Banlarbaru Anggota

N0

NAPIA

UNIT KEttA

DALAⅣ

KEDUDUKAN

lPOKJA

Fathurrahman, ST

Dinas PU dan Perumahiur Kota Banjarbaru

Ketua

2. Sumaryono, ST,

MT

Dinas Kebersihan dan Tata Ruang Kota

Banjarbaru

Sekretaris

3. Sartono, S. Sos

Kantor Perpustakaan Dan

Arsip

Daerah

Kota Banjarbaru

Anggota

N0

NAMA

UNIT KERJA

DALAⅣI POKJA

KEDUDUKAN

l Suprapto, S.

Hut

Dinas Pertanian,Perikanan dan

Kehutanan Kota Banj arbaru Ketua

″ Subhan,S,Sos.NIIAP Bag. Pembangunan Setdako Banjarbaru

Schetans

3.

M.

Deny Pramudji

Badan Kesbang dan Linmas Kota

Banjarbaru

Anggota

N0

NAMA

UNIT KERJA

DALAM POKJA

KEDUDUKAN

1 ヽ4.ヽlaulal■

t ST

Bag. Pembangunan Setdako Banj arbaru Ketua

“ Rahmat Juliani,ST Bag. Pembangunan Setdako Banjarbaru Sekretaris

(9)

PEJABAT PENGADAAN

N0

NAMA

UNIT KERJA

1 Subhall,S.Sos.,NIAP tsagian Pembangunan Setdako Banj arbaru

1.Ⅳlaulana,ST Bagian Pembangunan Setdako Banj arbaru

3 Suprapto, S.

Hut

Dinas Pertanian,Perikanan dan Kehutanan Kota Banjarbaru

4

Hj. Arnawati

Sufiatin, SP Bagian Umum Setdako Banjarbaru

5 Rusna

Apriani,

ST Dinas PU dan Perumahan Kota Banjarbaru

6 Fathurrahman, ST Dinas PU dan Perumahan Kota Banjarbaru

7 lrpansyah S., ST Dinas PU dan Perumahan Kota Banjarbaru

WALIKOTA BANJARBARU,

k /

l\

rI4. RUZAIDIN

NOOR

Referensi

Dokumen terkait

Dengan qardh tersebut nasabah melunasi kredit (utang)-nya; dan dengan demikian, asset yang dibeli dengan kredit tersebut menjadi milik nasabah secara penuh (

Upaya mahasiswa dalam membantu anak menumbuhkan rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, sebagian besar mahasiswa diinterpretasikan pada

Disisi lain masyarakatnya mengembangkan budaya yang tidak kondusif dan mendukung tegaknya hukum seperti main hakim sendiri, tidak bersahabat dengan aparat untuk mencegah

Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada hotel sri wedari maka dalam menjalankan usahanya hotel sri wedari masih menerapkan sistem-sistem yang berjalan secara manual

Euler mengemukakan teoremanya yang mengatakan bahwa perjalanan yang diinginkan di atas (yang kemudian dikenal sebagai perjalanan Euler) akan ada apabila graf

Dari beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode penemuan (Discovery) adalah suatu metode di mana dalam proses belajar mengajar

Peneliti melakukan probing kepada responden nomor 40 dan nomor 98 Dari hasil probing, responden nomor 40 menyatakan sangat tidak setuju bahwa Endorsement

[r]