• Tidak ada hasil yang ditemukan

Purnomo Hadi 21020112140073 JUDUL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Purnomo Hadi 21020112140073 JUDUL"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

i LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

JUDUL

Bekasi Youth And Community Center

TUGAS AKHIR 135

oleh:

PURNOMO HADI

21020112140073

Dosen Pembimbing I :

DR. Ir. Erni Setyowati.MT

Dosen Pembimbing II : Resza Riskyanto, ST, MT

Dosen Penguji:

Budi Sudarwato, Ir, MSi

JURUSAN/PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

(2)

ii LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

JUDUL

Bekasi Youth And Community Center

TUGAS AKHIR

oleh:

PURNOMO HADI

21020112140073

JURUSAN/PROGRAM STUDI S1 TEKNIK ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

vii

ABSTRAK

BEKASI YOUTH AND COMMUNITY CENTER

Oleh: Purnomo Hadi

Pada tahun 2020 mendatang, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi (BKKBN, 2010). Bonus demografi adalah masa di mana penduduk usia produktif ( 15 – 60 ) tahun lebih banyak dari penduduk usia non-produktif (penduduk usia di bawah 15 tahun dan penduduk usia di atas 65 tahun). Pada masa ini, dua orang usia produktif hanya akan menanggung beban hidup satu orang non – produktif.

Kota Bekasi merupakan kota yang amat potensial, selain kota satelit dari Ibukota DKI

Jakarta, Bekasi memiliki penduduk sekitar dua juta penduduk, lima persen penduduk Jawa

Barat ada di kota ini. Tentu saja sumber daya manusia yang ada di kota ini sangatlah banyak,

sehingga manfaat yang didapatkan dari hal tersebut akan sangat terasa di era bonus

demografi, tentunya dengan pengelolaan yang baik.

Berdasarkan uraian di atas “Bekasi Youth Community Centre” merupakan jawaban

atas segala kebutuhan ruang bagi komunitas dan anak muda khususnya di Kota Bekasi.

Komunitas

komunitas dan pemuda

pemudi yang haus akan kreatifitas dan ingin produktif,

bisa menuangkan segala ide, dan gagasannya di sini. Sentral Pemuda dan Komunitas Bekasi

nantinya akan menjadi ruang kreatifitas dan manifestasi mereka.

Diharapkan dengan adanya bangunan ini akan meningkatkan produktivitas penduduk

Kota Bekasi. Fasilitas dan sarana pada bangunan ini mendukung segala aktivitas

aktivitas

pengunjung, baik umum, anggota komunitas, maupun pengurus komunitas, hingga pengelola.

Kesimpulan yang di dapat adalah tapak yang terpilih sebagai lokasi proyek, program

ruang yang mampu mengakomodasi kebutuhan yang diperoleh dari analisis dan studi

banding, serta konsep desain yang efektif dan efisien. Seluruh kesimpulan dimanifestasikan

dalam sebuah desain berupa gambar arsitektur.

(8)

viii

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN___________________________________________________________1

1.1. Latar Belakang ________________________________________________________1

1.2. Tujuan dan Sasaran ____________________________________________________2

1.3. Manfaat_______________________________________________________________2

1.4. Lingkup Pembahasan___________________________________________________3

1.5. Metode Pembahasan __________________________________________________3

1.6. Alur Pikir Proses Perencanaan ________________________________________5

BAB II. TINJAUAN & STUDI KOMPARASI

2.1. Definisi______________________________________________________________6

2.1.1. Definisi Komunitas ___________________________________________6

2.1.2. Definisi Pemuda/Pemudi ______________________________________6

2.1.3. Definisi Youth Center ________________________________________7

2.1.4. Aspek – aspek dalam bangunan Youth Center __________________7

2.1.5. Pertimbangan Desain Youth Center ___________________________12

2.2. Studi Komparasi/Preseden

2.2.1. The New Generation Youth Center by RCKa___________________17

2.2.2. Komunitas Salihara__________________________________________22

BAB III. DATA DAN TINJAUAN LOKASI

3.1. Gambaran Umum___________________________________________________32

3.2. Data Komunitas ____________________________________________________37

3.2.1. Komunitas Hijau ____________________________________________37

3.2.2. Komunitas Seni _____________________________________________39

3.3. Data Populasi Usia Produktif di Kota Bekasi ___________________________45

3.4. Hasil riset sindikasi terhadap anak muda di kota besar di Indonesia ______48

(9)

ix

BAB IV. KESIMPULAN, BATASAN, DAN ANGGAPAN

4.1. Kesimpulan_________________________________________________________53

4.2. Batasan ____________________________________________________________53

4.3. Anggapan __________________________________________________________53

BAB V. ANALISIS PENDEKATAN LP3A YOUTH COMMUNITY CENTER ___________55

5.1. Pendekatan Aspek Fungsional________________________________________55

5.1.1. Pendekatan Pelaku dan Kegiatan pada Youth Community Center 55

5.1.2. Pendekatan Kapasitas Pelaku Kegiatan Pada Youth Communty Center

___________________________________________________________58

5.1.3. Pendekatan Persyaratan Ruang ______________________________62

5.1.4. Program Ruang _____________________________________________64

5.2. Pendekatan Aspek Kontekstual_______________________________________74

5.2.1. Pemilihan Lokasi____________________________________________74

5.3. Pendekatan Aspek Kinerja ___________________________________________74

5.3.1. Sistem Penghawaan / Pengkondisian Ruang ____________________74

5.3.2. Sistem Pencahayaan ________________________________________75

5.3.3. Sistem Jaringan Air Bersih ___________________________________76

5.3.4. Sistem Jaringan Air Kotor ____________________________________77

5.3.5. Sistem Transportasi Vertikal _________________________________78

5.4. Pendekatan Aspek Visual Arsitektural _________________________________78

BAB VI. PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN_______________________81

6.1. Program Dasar Perencanaan__________________________________________81

6.1.1. Program Ruang ____________________________________________81

6.1.2. Tapak Terpilih _____________________________________________90

(10)

x

Referensi

Dokumen terkait

KJPP yang kantor perwakilannya telah ditutup dan dinyatakan tidak berlaku tetap dapat mengajukan permohonan pembukaan kantor perwakilan dengan memenuhi ketentuan

(2) Penyalahguna narkotika bagi diri sendiri, yang dimaksud dengan “penyalahguna narkotika” adalah orang yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum, menurut Pasal

Kesimpulan : biji durian dapat dikembangkan menjadi es krim yang kaya akan karbohidrat sehingga diharapkan dapat menjadi pengganti nasi (beras) bagi anak-anak yang susah makan..

as the mechanisms of resolving conflicts in the form of conflict resolution models in the society which relies on the local 296. wisdom. This study found that the local

The method used in this research is the development research methods models by Borg & Gall.The results of a questionnaire distributed to 30 students and 3 teachers

Naskah yang dapat dimuat dalam jurnal ini meliputi tulisan tentang kebijakan, penelitian, pemikiran, reviu teori/konsep/metodologi, resensi buku baru, dan informasi

lingkungan, kontrol infeksi di masyarakat, pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, untuk mendeteksi dini,

Dalam penelitian, observasi dikelompokkan sebagai penelitian ilmiah apabila observasi tersebut secara khusus dirancang untuk menjawab sebuah