• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1974

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 1974"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

w w w .h u k u m on lin e .com

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 1974

TENTANG

PERUBAHAN/PENETAPAN STATUS RUMAH NEGERI

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:

a. bahwa dalam rangka penertiban golongan rumah-rumah Negara/Pemerintah yang ada dalam lingkungan Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen, perlu mengadakan pendaftaran dan penentuan status/golongan dari rumah-rumah tersebut.

b. bahwa dalam rangka penertiban dan pendayagunaan penggunaan rumah-rumah tersebut dimungkinkan pula adanya perubahan penggolongan rumah-rumah tersebut diatas kedalam rumah golongan III (Tiga) serta mengalihkan pengurusannya ke Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik.

Mengingat:

1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945.

2. "Burgerlijke Woningregeling" Staatsblad 1934 Nomor 147 dengan perubahan dan tambahannya, terakhir dengan Lembaran Negara 1949 Nomor 388.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1974 tentang Pelaksanaan Penjualan Rumah Negeri.

4. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1973.

MEMUTUSKAN:

Menetapkan:

PERTAMA:

Menteri/Pimpinan Lembaga Tinggi Negara yang bersangkutan mendaftar dan menetapkan dengan Surat Keputusan masing-masing status rumah-rumah yang ada dalam lingkungan wewenangnya kedalam Golongan I (Satu) dan II (Dua) seperti yang dimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dan

menyampaikan daftar-daftar tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik dan Menteri Keuangan.

KEDUA:

Menteri/Pimpinan Lembaga Tinggi Negara yang bersangkutan, apabila menganggap perlu, dapat mengusulkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik untuk mengubah/menetapkan status golongan Rumah-rumah Negeri/instansi yang ada dibawah wewenangnya menjadi Rumah Negeri Golongan IIl (Tiga).

KETIGA:

Kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik diberikan wewenang untuk mengubah/menetapkan status Rumah Negeri yang diusulkan oleh Menteri yang bersangkutan seperti yang dimaksud dalam diktum PERTAMA dan KEDUA, menjadi Golongan III (Tiga).

(2)

w w w .h u k u m on lin e .com

KEEMPAT:

Rumah-rumah Negeri/milik Negara yang dapat dirubah/ditetapkan statusnya menjadi Rumah Negeri Golongan III (Tiga) harus memenuhi syarat sebagai berikut:

a. menurut pertimbangan rumah tersebut sudah tidak memenuhi fungsi yang ditetapkan semula, sehingga tidak sesuai lagi dengan Golongan rumah yang semula.

b. umur rumah minimum 10 (sepuluh) tahun.

c. status tanahnya sudah ditetapkan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

d. rumah tidak dalam sengketa.

KELIMA:

Ketentuan-ketentuan serta tata-cara perubahan/penetapan status sebagaimana tersebut pada diktum KETIGA Keputusan Presiden ini ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik.

KEENAM:

Permintaan-permintaan untuk merubah status Rumah Negeri Golongan II (Dua) menjadi Rumah Negeri Golongan III (Tiga) yang telah diajukan sebelum ditetapkannya Keputusan Presiden ini, diselesaikan menurut ketentuan peraturan perundang-undangan yang telah berlaku.

KETUJUH:

Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan Di Jakarta,

Pada Tanggal 18 Maret 1974

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Ttd.

SOEHARTO

JENDERAL TNI

Referensi

Dokumen terkait

Mengubah tunjangan Tenaga Kependidikan bagi Guru dan Pamong Belajar sebagaimana tersebut pada Lampiran III Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 1995 sehingga menjadi sebagaimana

(2) Menteri Keuangan menetapkan alokasi dana pengeluaran Bendahara Umum Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan Keputusan Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13

(2) Untuk pertama kali setelah pembentukan BP3, pengangkatan Deputi dan Sekretaris Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) diusulkan oleh Menteri yang

(2) Menteri Keuangan menetapkan alokasi dana pengeluaran Bendahara Umum Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan Keputusan Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selaku Ketua Harian Badan Pertimbangan

(3) Kesepakatan bersama sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dibuat oleh Dewan Pimpinan Organisasi yang bersangkutan bersama-sama dengan Kepala Wilayah Pemerintahan Setempat

(1) Pembayaran Ongkos Naik Haji sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 digunakan untuk keperluan biaya penyelenggaraan urusan haji tahun yang bersangkutan di dalam dan di luar

(2) Menteri-menteri yang sebelum ditetapkannya Keputusan Presiden ini melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap badan-badan usaha milik Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2,