Teks penuh

(1)

B U L E T I N B U L A N A N S U R A U B A I T U L A M I N D E P O K

2010

Sebentar lagi kita akan menghadapi hari raya kedua dalam tahun ini, yaitu Hari Raya Idul Adha yang juga dikenal sebagai hari Raya Idul Kurban. Kemiripan kata antara kurban dan korban dan pemak-naan yang sama versi kamus besar besar bahasa Indonesia mengaburkan makna Kurban dalam bahasa asalnya, Bahasa Arab.

Ada dua pemaknaan korban di Kamus Besar Bahasa Indonesia, satu pemberian untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya; kurban. Kedua adalah orang atau binatang, yang menjadi menderita atau mati akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, atau yang lainnya.

Korban diidentikkan dengan kurban. Namun jika makna qurban dikembalikan ke dalam bahasa Arab, maknanya akan sangat berbeda. Qurban merupakan kata benda/barang (noun) dari kata qarraba-yuqarribu, qurbanan, yang artinya kedeka-tan, kecintaan, kemesraan. Qurban adalah sebuah momen untuk memperlihatkan rasa cinta hamba kepada penciptanya. Dari makhluk ke Khaliknya.

Dalam Al-Qur'an istilah qurban misal-nya secara jelas disebut dalam surat Al-Maidah ayat 27: “Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Nabi diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Kabil). Ia berkata (Kabil): "Aku pasti

mem-bunuhmu!" Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa

Jalaludin Rahmat dalam bukunya Road to Allah menuturkan sebuah hadist yang amat kita kenal meriwayatkan sabda Nabi Muhammad SAW, "Cintailah Allah atas segala anugerah-Nya kepadamu, cintailah aku atas kecintaan Allah kepadaku, dan cintailah keluargaku atas kecintaanku kepada mereka."

Dalam hadis ini Rasulullah SAW menurunkan tiga kecintaan; kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, dan keluarganya. Rasulullah

SAW mengajarkan kepada umatnya untuk meninggalkan kecintaan kepada hal-hal kongkrit dan menuju kecintaan kepada hal yang abstrak.

Kepasrahan dan Ketaatan.

Kisah tentang kurban secara lengkap ada di QS As Shaaffaat, ayat 102-109. Betapa Allah SWT bercerita tentang ketaatan seorang nabi Ulul Azmi, Ibrahim

Qurban, Pasrah Dan

Cinta Kepada Allah

Di Indonesia Idul Adha atau Idul Kurban yang ditandai

dengan penyembelihan hewan kurban dan seringkali

dimaknai dengan sebuah pengorbanan. Sementara

makna Qurban sesungguhnya sangat dalam, mulai

dari kecintaan kepada sang Khalik sampai kepasrahan

total kepada Allah.

Jadwal Sholat Nopember 2010 Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya

Sumber: Lajnah Falakiyah NU

Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban di Surau Baitul Amin, Depok, pada Idul Adha 1430 H / 2009 M lalu yang dipimpin oleh H. Akhmad Qadri Ramadhany, SH, MM (sedang berdoa) dan H. Akhmad Syukran Bestari, SE, MMSI (kiri atas). Qurban merupakan momen untuk memperlihatkan rasa cinta hamba kepada penciptanya.

Ahl Al-suffah, Generasi Sufi

Pertama

STMBA Mengutamakan

Fadhu Kifayah

YCBA, Tempat Gaul-nya

Anak Muda

Tegakkan Akhlakul

Karimah, Tegakkan Islam

BAMC Gelar Tes Pap Smear

Berbicara dengan

Ayat-Ayat Allah

Al Quran: Petunjuk dan

Imam Kita

(Bersambung ke hal. 8 kol. 2)

(2)

Mereka adalah sekelompok sahabat yang mendiami bilik-bilik yang disediakan Rasulullah SAW di sekitar Masjid Nabawi. Seluruh waktu mereka dipergunakan sebanyak-banyaknya untuk hal-hal yang bermanfaat dan seluas-luasnya untuk memahami ajaran Islam. Keperluan dan kebutuhan hidup sehari-hari mereka diambil dari dana bantuan kaum Muslimin sesuai kemampuan masing-masing.

Ahl al-Suffah bukanlah sekelompok umat yang istimewa atau diistimewakan, mereka juga bekerja, berperang, bahkan diantara mereka adalah panglima perang dan periwayat hadis. Sikap yang menonjol pada Sahabat dan Ahl al-Suffah adalah zuhud. Zuhud atau al-zuhd secara harfiah bermakna keadaan meninggalkan kehidupan dunia yang bersifat materi dan menekuni hal-hal yang bersifat rohani. Tapi jangan disalahtafsirkan, perilaku yang meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi, misalnya tidak peduli terhadap keluarga, pekerjaan dan lain sebagainya, bukan merupakan bagian dari zuhud.

Walaupun menjauhi kesenangan duniawi dan memilih hidup sederhana, mereka berbahagia bersama Rasululah SAW, berjihad mendampingi Rasululah SAW, bersikap zuhud dan qana’ah dalam menghadapi hidup. Mereka merasa lebih bahagia bila berada di sisi Rasululah SAW, menimba ilmu dari setiap wahyu yang diterima Rasululah SAW, dengan ikhlas dan penuh kegembiraan.

Dalam khalwah, mereka pergunakan untuk shalat, membaca Al-Qur’an, mengkaji ayat demi ayat secara bersama dan memusatkan diri untuk berdzikir. Sebagian mereka belajar menulis. ‘Ubadah ibn al-Samit merupakan salah seorang yang sering mengajar mereka menulis dan membaca. Bahkan salah seorang dari mereka ada yang terkenal karena pengetahuan dan hafalannya tentang hadis-hadis Nabi, seperti Abu Hurayrah yang meriwayatkan banyak hadis Nabi SAW.

Petarung Ulung

Selain menjadi orang-orang yang mengkhususkan diri untuk mempelajari dan mengembangkan ajaran Islam, Ahl as-Suffah juga merupakan pasukan yang mumpuni yang sewaktu-waktu siap dikirim ke medan perang menghadapi orang-orang kafir. Mereka terkenal

sebagai pasukan yang sangat berani. Ketika pertempuran dan perang berkecamuk dengan silih berganti mereka memimpin pasukan menjadi laskar Islam yang tangguh. Di kala damai mereka sering mendapat tugas dari Rasululah SAW sebagai duta umat ke negeri-negeri yang ditaklukkan pasukan Islam dan sekaligus menjadi da’i yang menyampaikan dakwah dan mengajarkan Islam di sana.

Sebagian mereka yang syahid di Badar, antara lain; Safwan ibn Bayda, Zayd ibn Khattab, Kharim ibn Fatik al-Asadi, Khubayh ibn Yasaf, Salim ibn Umair, dan Haritsah ibn Nu’man al-Ansari. Yang syahid di Uhud; Hanzhalah al-Ghazil. Syahid dalam Perang Hudaibiyah; Jurhad ibn Khuwa’ad dan Abu Suraybah

al-Ghifari. Syahid di Khaibar; Tariq ibn Amr. Syahid di Tabuk; Abd Allah Dzu al-Bijadam. Syahid di Yamamah; Salim dan Zayd ibn al-Khattab. Dengan demikian, mereka menghabiskan malam hari untuk ibadah dan siang hari untuk berperang.

Jumlah mereka bervariasi dari waktu ke waktu. Mereka bertambah saat delegasi berdatangan ke Madinah. Penghuni permanen kira-kira 70 orang, tetapi jumlah mereka bertambah setiap saat. Suatu ketika Sa’ad ibn Ubadah menjamu sekitar 80 orang.

Abu Nu’aim adalah ulama pertama yang membuat daftar nama-nama mereka di kalangan Ahl al-Suffah. Ia mengutip dari sumber-sumber terdahulu tanpa menyebut referensinya. Barangkali dari buku Abu Abd al-Rahman al-Sulami (wafat 412 H) yang menulis tentang Ahl as-Suffah. Diantara sahabat yang termasuk ke dalam golongan Ahl as-Suffah yang ditulis Abu Nu’aim, ditambah lagi dengan nama-nama yang disebut dalam sumber-sumber lain ada 55 orang.

Salah satu Ahl al-Suffah yang tertulis sebagai Mursyid dalam silsilah Tarekat N a q s y a b a n d i y a h adalah Sayyidina Salman al-Farisi RA. Beliau inisiator strategi pertahanan dalam ‘Perang Parit’ yang belum pernah dikenal sebelumnya di Jazirah Arab. Sayyidina Salman al-Farisi RA mendapat ilmu yang menjadi amalan para sufi ini berasal dari Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq, yang mendapat langsung dari Nabi Muhammad SAW, seperti diterangkan Nabi sendiri:

“Tidak ada sesuatu pun yang dicurahkan Allah ke dalam dadaku, melainkan aku mencurahkan kembali ke dalam dada Abu Bakar.” [BAM]

Referensi :

Tim Penulis UIN Syarif Hidayatullah, Ensiklopedi Tasawuf, Angkasa – Bandung (2008).

Simak artikel tentang Sayyidina Salman al-Farisi RA di Mozaik edisi mendatang

Foto Mesjid Nabawi pada tahun 1907. Di lokasi inilah Ahl as-Suffah tinggal dan berkumpul pada jaman Rasulullah SAW.

http://facebook.com/mozaiksurau

http://twitter.com/baitulamin

http://blog.baitulamin.org

Tasawuf Dalam Islam

Artikel dan informasi seputar kegiatan kesurauan, Islam dan Tasawuf berupa soft copy dapat dikirimkan disertai data diri pengirim ke Kontak Redaksi yang tertulis diatas. Redaksi berhak untuk mengedit isi artikel atau tidak menerbitkan artikel yang telah dikirimkan. Untuk informasi selengkapnya, kunjungi situs web: http://media.baitulamin.org

Penanggung Jawab H. Akhmad Syukran Bestari | Pemimpin Umum H. Tugirin | Pemimpin Redaksi Reza Hoesin | Kontak Redaksi Kampus Baitul Amin, Jl. Curug Raya No. 35, Curug, Bojongsari, Depok 16517, Email: mozaik@baitulamin.org | Kontak Iklan dan Sirkulasi:

021-97707220, Email: iklan@baitulamin.org

Banyak yang menyebut bahwasanya

Ahl

al-Suffah

adalah generasi sufi pertama

dalam Islam. Istilah ‘sufi’ sendiri ada yang

berpendapat berasal dari kata

Ahl al-Suffah

.

Al-suffah adalah bangku yang dijadikan alas

tidur mereka dengan berbantal pelana.

Ahl Al-suffah,

Generasi Sufi

Pertama

d

o

k

.

s

u

n

n

if

o

ru

m

(3)

Pengurus II Surau Baitul Amin menegaskan bahwa sangat penting keberadaan STMBA ini terutama yang berkaitan dengan Fardhu Kifayah. Oleh karena itu fokus kegiatan STMBA pada periode ini adalah mengurus kematian mulai dari memandikan, mensholati, hingga

memakamkan jenazah.

Karena pentingnya fardhu kifayah ini Abangda Wafi Asnawi, ketua STMBA periode 2010-2015 saat ditemui oleh tim Mozaik mengutarakan prioritas utama dari STMBA periode ini adalah melakukan pelatihan fardhu kifayah dalam waktu dekat. Hal ini sebagai regenerasi dari petugas pengurusan jenazah yang siap membantu jika terjadi kesusahan. “Di saat kita ada pesta

pernikahan atau ulang tahun sangat mudah sekali kita mencari teman untuk membantu. Tetapi tidak demikian di saat ada kesulitan atau kemalangan seperti sakit ataupun kematian.” Demikian disampaikan H. Akhmad Syukran Bestari, SE.MMSI, Pengurus II Surau Baitul Amin, mengawali penyampaian SK Pengurus Serikat Tolong-Menolong Baitul Amin (STMBA) periode 2010-2015.

STMBA yang berdiri sejak 7 April 2002 diprakarsai oleh Pimpinan Yayasan Prof Dr.

Kadirun Yahya terdahulu, Sayyidi Syaikh Drs. H. Iskandar Zulkarnain, SH, MH. Tujuannya adalah untuk memberi santunan serta membantu ikhwan yang sedang kesusahan atau tidak mampu. Hingga saat ini, STMBA telah memiliki lahan makam khusus untuk anggota STMBA, serta ambulans untuk keperluan anggotanya.

Bang Arie, panggilan akrab bagi

Kesiapan STMBA dalam

melaksanakan pengurusan jenasah ini dirasakan sangat membantu oleh anggota STMBA Rindy Tarisma.

”STMBA sangat amat membantu waktu ibu dan bapak saya meninggal. STMBA melayani dari menjemput jenazah di rumah sakit, memandikan, sampai menyiapkan perlengkapan untuk mengafani jenazah. Pemakaman juga sudah disiapkan. A n g g o t a - a n g g o t a n y a sangat kekeluargaan. Hal ini sangat terasa pada saat tahlilan Ibu saya, masih dihadiri oleh anggota STMBA.”

Pengurus STMBA periode ini berupaya agar STMBA menjadi lembaga yang bisa membantu anggota maupun jamaah di kalangan Surau Baitul

Amin. Susunan

kepengurusan STMBA periode 2010 – 2015 berdasarkan SK no: 005/01/YPDKY-BA/X/10: Wafi Asnawi sebagai ketua, Joko Supartono sebagai wakil ketua, Mamat Surachmat dan Malvinas sebagai bendahara, Dyah Agustine sebagai sekretaris, Sobari dan Anshor SBA sebagai koordinator Bagian Fardhu Kifayah, Mayor TNI (Mar) M. Basri dan Usman Effendi sebagai koordinator Bagian Perawatan & Pendataan Kavling, Hermansyah & Hendra sebagai koordinator Bagian Keanggotaan. [DHY]

Seputar Surau Baitul Amin

STMBA Mengutamakan

Fadhu Kifayah

Betapa bahagianya kita sebagai manusia jika bisa

hidup selalu memiliki rasa bersyukur dan selalu bisa

saling tolong menolong dari satu orang dengan

orang yang lainnya.

Jamaah Surau Baitul Amin sedang bersama-sama melaksanakan ibadah fardhu ‘ain berjamaah. Kebersamaan seperti ini juga dilakukan dalam hal fardhu kifayah yang difasilitasi oleh STMBA.

seperti membuat acara tahun baru, mengorganisir berbagai lomba dalam rangka memperingati 17 Agustus, penyambutan jama’ah haji, sebagai tim pendukung pelatihan dan sebagainya.

Pada tanggal 17 Juli 2010, para remaja di lingkungan SBA menyatakan tekad menggulirkan berbagai program YCBA. Sebagai ketua adalah Ahmad Basyir Santoso Adiputra dibantu oleh Putri Kumalasari Adinegoro. Kak Putri dan Bang Putra, panggilan akrab mereka, YCBA dibentuk saat Surau Baitul

Amin (SBA) masih bertempat di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, pada tahun 1988 oleh pendiri Yayasan Prof. Dr. H. Kadirun Yahya sendiri. Dibentuknya YCBA adalah untuk menjadi wadah bagi remaja SBA yang ingin berkarya di lingkungan surau. Dari segi usia, adalah mereka yang berusia antara 12-30 tahun dan belum menikah. Di masa lalu, YCBA banyak berperan dalam berbagai kegiatan di SBA

mempunyai visi untuk menerapkan 7 Nilai Dasar Yayasan dalam mewujudkan YCBA sebagai wadah berkarya sesuai tujuan awal pendiriannya. “YCBA adalah media bagi ihwan yang memiliki produktivitas dan berjiwa muda untuk berubudiyah dan menciptakan karya bagi perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah,” ungkap Bang Putra. Terkait dengan ini, Pengurus Surau Baitul Amin, H. Akhmad Syukran Bestari SE. MMSI, berpesan, “Yang penting di

Seputar Surau Baitul Amin

YCBA, Tempat

Gaul

-nya Anak Muda

Dari beberapa organisasi yang

bernaung dibawah Yayasan Prof. Dr.

Kadirun Yahya ada YCBA, atau Youth

Club Baitul Amin. Bertujuan untuk

menjadi wadah bagi remaja yang ingin

berkarya di Surau Baitul Amin,

Bojongsari, YCBA beranggotakan

para remaja dengan semangat

menjadi pribadi ber-akhlakul kharimah

dan berkarya bagi perkembangan

Tarekat Naqsyabandiyah.

Anak-anak dari pasangan peserta Family Gathering (29/08/10) sedang mengikuti sebuah game yang dipandu oleh para anggota YCBA sementara orangtua mereka mengikuti materi di ruang pelatihan. YCBA merupakan wadah bagi remaja SBA yang ingin berkarya, termasuk dalam berbagai kegiatan seperti ini.

(Bersambung ke hal. 8 kol. 2)

d

o

k

.

B

A

M

G

d

o

k

.

B

A

M

(4)

Titik awal pembahasan tentang agama adalah bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk menyembahNya, sebagaimana FirmanNya dalam Al Quran, Surat Adz Dzaariyaat ayat 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Ada segenap aturan mengenai bagaimana manusia melaksanakan fitrahnya sebagai hambaNya. Aturan-aturan ini, yang juga sering diartikan sebagai ‘agama’, itu pun datangnya dari Allah SWT yang kita ketahui sebagai Islam Mulia Raya. Menurut Abangda Drs. H. Achmad Mudjib, Islam Mulai Raya mempunyai tiga pilar. “Ketiga pilar ini adalah Iman, Islam dan Ihsan,” jelasnya. Pendalaman tentang gabungan ketiga pilar Islam Mulia Raya ini menghasilkan pemilahan pembahasan tentang Islam yang kita sering dengar sebagai masing-masing Akidah, Syariah dan Tarekat.

‘Ilmu’, atau pengetahuan akan sesuatu, mengenai akidah dikenal sebagai

ilmu ushuluddin. Sementara itu, ilmu yang membahas tentang syariah disebut sebagai fiqih, dan ilmu tentang

tarekat dikenal sebagai tasawuf. Demikian dijabarkan Pak Mudjib, saat membawakan materi Forum Diskusi Pos Wirid/Mess Bandara (Fordipoba), ‘Sekapur Sirih Tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah’, 17 Oktober 2010 lalu.

Dalam Al Baqarah ayat 208 Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah

kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” Dengan pemahaman dan pengamalan Islam secara utuh atau kaffah, sesuai dengan nilai-nilai Rasulullah SAW akan tercipta ummat yang berperilaku yang

mulia, atau akhlakul karimah, juga sukses, mulia dan terhormat. Secara kolektif, masyarakat yang seperti ini adalah ummat yang unggul, atau khairu ummah.

Mengingat pesan Pimpinan YPDKY, pada suatu acara di Medan tahun 2006 lalu, “ A n d a i k a t a setiap muslim berbuat baik dan menerapkan akhlakul karimah, niscaya kejayaan Islam yang pernah diraih pada masa Rasulullah SAW dan para Sahabat akan terulang dan ungkapan baldatun thayibbatun wa rabbun ghafur akan

benar-benar terbukti.”

Dengan keyakinan penuh, mari bersama kita tegakkan akhlakul karimah! Semoga kondisi masyarakat Madinah seperti ini akan segera terwujud. Amiin yaa Robbal ‘aalamiin. [RH]

Ketua Yayasan, H. Abdul Khalik Fajduani SH,

berpesan, “Kalau kita menyatakan diri ber-Islam,

maka tak ada cara lain kecuali meniru Rasulullah

SAW.” Dan menirunya secara utuh, maksudnya,

Fiqihnya, Karakternya dan Ruhaninya.”

Tegakkan

Akhlakul Karimah,

Tegakkan Islam

Forum Diskusi Pos/Mess Bandara

Forum Diskusi Pos Wirid/Mess Bandara (17/10/2010) dengan narasumber Abangda Drs. H. Achmad Mudjib (kanan atas).

“Andaikata setiap

muslim berbuat baik

dan menerapkan

akhlakul karimah,

niscaya kejayaan Islam

yang pernah diraih

pada masa Rasulullah

SAW dan para Sahabat

akan terulang...”

d

o

k

.

B

Y

F

A

S

T

Memahami

Kandungan Al-Qur’an

Kini Lebih Mudah

“Al-Qur’an Bayan merupakan inovasi produk Al-Qur’an yang sangat bagus, namun kesakralannya tidak hilang dan mendorong ummat ber-Islam secara Kaffah”

H. Akhmad Syukran Bestari, SE, MMSI

(Pengurus Surau Baitul Amin, Depok)

“Al-Qur’an Bayan

sesungguhnya merupakan Al-Qur’an yang yang pertama dan terlengkap dari yang pernah diterbitkan sebelumnya di Indonesia”

Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si.

(Menteri Agama Republik Indonesia)

Penerbit Al-Qur’an Terkemuka

Al-Qur’an Bayan dilengkapi dengan:

Terjemah bahasa Indonesia, Tanda tajwid dengan warna khusus pada huruf atau

tanda baca, Asbabunnuzul atau

sebab-sebab turunnya ayat, Hadist-hadist yang

berkaitan dengan ayat, Munasabah ayat

atau hubungan satu ayat dengan ayat

lainnya, Mutiara ayat atau intisari yang

terkandung dalam ayat-ayat, Untaian

Hikmah, Panduan hukum-hukum tajwid,

Indeks ayat Al-Qur’an, Munasabah Surah

yaitu penjelasan hubungan satu surah

dengan surah lainnya, Suplemen ayat-ayat

tentang do’a, wanita dan keluarga. Info Produk: 08-1111-00910

(5)

semakin cepat juga disembuhkan. Bahkan penyembuhan kanker leher rahim ini juga tidak harus membayar mahal, karena BAMC sudah menjalin kerjasama dengan YKI dan siap membantu bagi mereka mereka yang terdeteksi kanker. Banyak

kanker leher rahim (cervix) tidak bisa dideteksi awal kecuali dengan pemeriksaan semacam pap smear. Karena gejala kanker umumnya baru nampak pada stadium 2 atau 3, YKI sangat menganjurkan untuk melakukan tes pap smear secara rutin, baik untuk ibu yang masih muda maupun yang sudah menopause. Secara statistik, justru wanita yang telah menopause mempunyai indikasi kanker yang lebih tinggi.

Papanikolaou test atau Pap smear

adalah metode screening ginekologi, dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou, untuk menemukan proses-proses

premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan

endometrium. Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus

atau HPV. Menurut perkiraan, di Inggris

pap smear mencegah sekitar 700 kematian per tahun. [DHY/MFH]

diperiksa biasanya karena 2 faktor; yang pertama karena takut atau malu saat pemeriksaan, dan yang kedua adalah takut jika dia ketahuan mengidap kanker.”

Dua alasan ini seharusnya harus dihilangkan, karena pap smear atau deteksi kanker leher rahim sejak dini ini sangat berguna untuk kaum ibu, mengingat kanker leher rahim ini adalah penyakit yang sangat banyak menyerang wanita di Indonesia dan penyebab kematian tertinggi bagi kalangan perempuan di Indonesia.

Maka, semakin cepat diketahui maka Kegiatan yang bekerjasama dengan

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) ini dilakukan pada hari Minggu, 17 Oktober 2010, dihadiri sekitar 50

orang, di mulai jam 08.00 pagi hingga jam 12.00 siang. Masing-masing pasien cukup memerlukan waktu 2 - 5 menit dalam pemeriksaan ini karena memang sangat mudah. Cukup dengan mengambil contoh cairan di leher rahim

untuk berikutnya diperiksa di laboratorium. Meski tes pap smear ini cukup cepat dan tidak sakit, tetapi masih juga ada beberapa orang yang membatalkan dirinya saat pemeriksaan. Petugas YKI mengatakan, “Mereka yang takut

Selalu ingin memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi jamaah Surau

Baitul Amin serta warga sekitarnya. Semangat inilah yang melatar belakangi

diadakannya pemeriksaan Pap Smear di Baitul Amin Medical Center (BAMC).

Demikian disampaikan dr. Yusuf Wibisono, penanggungjawab BAMC.

BAMC Gelar Tes Pap Smear

Seputar Surau Baitul Amin

Pap Smear Test (deteksi dini kanker rahim) yang dilaksanakan BAMC bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (17/10/10). Semakin cepat kanker rahim terdeteksi, semakin cepat

penyembuhan salah satu penyebab kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia tersebut.

Gambar mikroskopis dari human papillomavirus (HPV). Hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa kanker serviks dipicu oleh jenis virus ini.

Menurut

perkiraan, di

Inggris

pap smear

mencegah sekitar

700 kematian per

tahun.

d

o

k

.

B

A

M

G

w

ik

ip

e

d

ia

.o

rg

Keterangan:

1. Surah, Halaman dan Juz 2. Naskah tajwid Al-Qur’an 3. Mukadimah surah 4. Terjemah dan catatan

kaki atau keterangan tambahan

5. Munasabah (hubungan satu surah dengan surah lainnya)

6. Hadist yang terkait dengan ayat

7. Asbabunnuzul (sebab-sebab turunnya ayat) 8. Mutiara ayat

9. Untaian Hikmah (intisari) 10. Penutup surah

Navigator Al-Qur’an Bayan

Jakarta:

Lutfi Agency 021-7900011

Depok:

TB. Nurul Fikri 021-7863803

Bandung:

TB. Dahlan

Bogor:

TB. Al-Amin

Medan:

TB. Sembilan Wali

AGEN-AGEN:

Surabaya:

UD. Halim 031-3521930

Malang:

Cafe Qudsi 0341-553511

Kudus:

TB. Maqtaban M 0291-434022

DI Yogyakarta:

TB. Nada Nurani 0274-558010 Juga tersedia di

toko-toko buku Gramedia dan Gunung Agung di seluruh Indonesia.

TERSEDIA DI

TONIRBA

(6)

Abdullah bin Al-Mubarak, seorang ahli Hadits yang terkemuka dan seorang zahid termasyhur, menuturkan bahwa ketika beliau pergi haji ke Baitullah Al-Haram dan berziarah ke Masjid Nabawwi di Madinah, berjumpa dengan seorang perempuan tua memakai kerudung wol.

Ibnu Mubarak memberi salam, “Assalamu’ alaikum Wa Rahmaatul-laahi Wabarakatuh.” Perempuan tua itu pun menjawab, “Salam sejahtera dari Rabb yang Maha Penyayang (Yasin: 58).” Ibnu Mubarak berkata, “Semoga Allah merahmati engkau. Apa yang kau lakukan ditempat ini?” Perempuan tua itu lalu menjawab, “Barang siapa yang Allah sesatkan, maka tiada baginya petunjuk jalan.”

Ibnu Mubarak paham bahwa Nenek itu tersesat, maka ia bertanya, “Kemana mau pergi Nek?” Nenek itu menjawab, “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masji-dil Aqsa. (Al-Isra: 01)”. Maka Ibnu Mubarak faham bahwa Nenek itu telah mengerjakan Haji dan ingin pulang ke Palestina.

Dengan iba Ibnu Mubarak bertanya, “Sudah berapa lama disini?” Jawab si Nenek, “Tiga malam, berturut-turut (Maryam: 10).” Ibnu Mubarak bertanya lagi, “Aku tidak melihat

makanan, lalu Nenek makan apa?” “Allah yang memberiku

makan dan minum

(Asy-Syu’araa: 79),” jawab-nya. “Tapi sekarang bukan bulan Ramadhan?” Nenek itu menjawab, “Dan barang siapa mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha

Memberi Pahala dan Maha Mengetahui (Al-Baqarah: 158).”

“Mana air wudhu’mu?”, tanya Ibnu Mubarak. “Maka jika tidak menemukan air, bertayamumlah dengan debu yang baik (An-Nisa: 43).” Ibnu Mubarak kembali bertanya, “Mengapa engkau tidak berbi-cara biasa seperti Aku?” Nenek itu menjawab, “Tidaklah ada satu ucapanpun yang diucapkan, kecuali ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (Qaaf: 18).”

“Manusia apa sebenarnya Engkau?” tanya Ibnu Mubarak. Dijawab oleh Nenek itu, “Janganlah mengikuti apa-apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan diminta pertanggung jawabannya (Al-Isra: 36).”

“Maafkan aku. Aku telah melakukan kesalahan!” kata Ibnu Mubarak. Dan

Nenek itu menjawab, “Tak perlu penyesa-lan bagi kalian hari ini, Allah pasti mengam-puni kalian (Yusuf: 92).” Maka Ibnu Mubarak berkata, “Maukah Nenek menaiki untaku agar dapat menyusul rombon-ganmu?” “Kebaikan apapun yang engkau lakukan, Allah pasti mengetahuinya (Al-Baqarah: 197).” Ibnu Mubarak meny-uruh untanya duduk, agar Nenek tua itu

dapat naik kepunggung-nya. Ibnu Mubarak menenangkan dan mengi-kat untanya sambil bermengi-kata, “Naiklah ‘Nek, sekarang aman.” Nenek itu naik kepunggung unta sambil berkata, “Maha suci Allah yang telah menundukkan semua ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesung-guhnya kami akan kembali kepada Tuhan (Az-Zuhruf: 13-14).”

Ibnu Mubarak tiba-tiba bertanya, “Apakah kau mempunyai suami?” Nenek itu menjawab, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah menanyakan sesuatu yang jika diterangkan kepada kalian, niscaya menyusahkan kalian (Al-Maidah: 101).” Ibnu Mubarak tak berani bertanya lagi, sampai melihat rombongan kafilah di depan mereka. Ibnu Mubarak bertanya, “Itukah kafilahmu siapa saudaramu di kafilah itu?” Nenek itu menjawab, “Harta benda dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia (Al-Kahfi: 46).” Ibnu Mubarak mengerti bahwa ada anak-anaknya ada disana.

Ibnu Mubarak bertanya lagi, “Bagaimana keadaan mereka pada waktu ibadah haji?”

Nenek menjawab, “Dan Dia ciptakan

tanda-tanda petunjuk jalan dan dengan binatang-binatang mereka mendapat petunjuk (An-Nahl: 16).” Ibnu Mubarak mengerti dengan jawabannya itu bahwa mereka berpedoman dengan melihat kubah-kubah bangunan-bangunan dan letak binatang.

“Siapa nama anak-anakmu?” tanya Ibnu Mubarak. Nenek tua menjawab, “Dan Allah menjadikan Ibrahim kesayangan-Nya (An-Nisa: 125).” “Dan Allah berbicara pada Musa secara langsung (An-Nisa: 164).” “Wahai Yahya ambillah kitab itu dengan sungguh-sungguh (Maryam: 12).” Ibnu Mubarak lalu meneriakkan ketiga nama itu, “Hai Ibrahim, Hai Musa, Hai Yahya, ibumu disini!” ketiganya datang menghampiri.

Nenek itu berkata, “Maka suruhlah salah seorang diantara kalian pergi ke kota, dengan membawa uang perak, dan hendaklah ia lihat manakah makanan yang lebih baik, lalu hendaklah ia membawa makanan itu untuk kalian (Al-Kahfi: 19).” Salah seorang dari ketiganya pergi, dan tak lama kemudian kembali membawa makanan yang dihidangkan kepada Ibnu Mubarak. Nenek itu berkata, “Makanlah, minumlah dengan nikmat sebagai balasan atas apa yang kalian kerjakan pada hari-hari yang telah lalu (Al-Haqqah: 24).”

Setelah makan, Ibnu Mubarak memandangi ketiga pemuda itu. Karena rasa penasaran yang makin menguat. Dia berkata, “Aku ingin tahu tentang Ibu kalian ini?” Mereka menjawab, “Bahwa sejak 40 tahun yang lalu, ibu mereka tidak berbi-cara kecuali dengan ayat-ayat Al-Qur’an karena khawatir salah bicara. Ibnu Mubarak berkata, “Itulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui (Al-Maidah: 54).”

Ketularan juga nampaknya Ibnu Mubarak ini. Mudah-mudahan kisah ini memberi kita hikmah kebijaksanaan. (Kak Mer)

Berbicara dengan Ayat-ayat Allah

Kisah Hikmah

“Itulah karunia

Allah yang

diberikan kepada

siapa saja yang

Dia kehendaki

dan Allah Maha

Luas lagi Maha

Mengetahui”

Tikus, rayap, dan berbagai serangga mengancam...

Melayani:

General Pest Control

Pengendalian nyamuk, kecoa, semut, lalat, laba laba, dan berbagai hama lainnya dengan Spraying System & Fogger (indoor) dan Fogging (outdoor).

Rodent Control

Pengendalian tikur dengan rat poison (baiting system) tipe “Anticoagulant” yang ramah lingkungan dan aman bagi manusia.

Termite Control

Pengendalian rayap dengan 2 cara yaitu Barrier & Baiting (Sentricon).

GRATIS Survey & Konsultasi Harga Terjangkau

Garansi Treatment

C

G

.

M

F

(7)

h t t p : / / m e d i c . b a i t u l a m i n . o r g

Siap Membantu

Menjaga

Kesehatan Anda

Dengan biaya terjangkau kami melayani:

• Pengobatan umum untuk dewasa dan anak anak

• KB dengan suntik dan pil

• Operasi kecil seperti pengangkatan tumor jinak, kutil dan mata ikan. • Khitan dengan metode electrocouter

(laser) dan SmartKlamp™ (tanpa jahitan/pendarahan)

• Laboratorium sederhana untuk pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol

• Fisioterapi dengan sistim infra merah, nebulizer & galvanisasi • Dokter panggil (home visit)

Juga tersedia layanan penyuluhan dan

pemeriksaan kesehatan (Medical Check-Up) kolektif bagi karyawan perusahaan dan siswa sekolah.

Jl. Curug Raya No. 35 RT 02/04, Kel. Curug, Kec. Bojongsari (d/h Kec. Sawangan), Depok 16517 Tel. 021-93754204, Email: medic@baitulamin.org

h t t p : / / m e d i c . b a i t u l a m i n . o r g “Tafsir Tematik Al Quran.” Demikian

nama acara yang digelar hari Sabtu 16 Oktober 2010 lalu di Ruang Pelatihan Surau Baitul Amin. Hadir sebagai pembicara dalam acara yang mengkaji kandungan makna Al Quran secara menyeluruh, tema demi tema ini, adalah Ustadz Bami Abdul Majid dari Pusat Kajian Tasawuf Badan Koordinasi Kesurauan (BKK) Yayasan Prof Dr. Kadirun Yahya (YPDKY). Selain Pimpinan YPDKY, H. Abdul Khalik Fajduani, SH., Pengurus Surau Baitul Amin, serta beberapa kyai dan ustadz di kalangan YPDKY, serta undangan lainnya yang mencapai sekitar 50 orang turut menghadiri acara ini.

Di awal acara, Pimpinan Yayasan menyampaikan bahwa setiap manusia di dunia ini selalu ingin kehidupannya lebih baik. Tetapi, seolah-olah kita menjadi seperti mobil mogok dan kita tidak tahu cara memperbaikinya. Kita tahu kehidupan kita sedang berhenti tetapi kita tidak tahu bagaimana menghadapinya. Oleh karena itu, sebaiknya ketika kita menghadapi kehidupan, kita mengetahui tentang konsep kehidupan. Contohnya, sebelum kita memasuki ruangan kita harus tahu dimana pintu, dan jendela serta tata letak ruangan tersebut. Seperti halnya kehidupan, kita juga harus tahu mengenai ruangan kehidupan kita. Sebagai umat muslim, kita sudah memiliki Al Quran sebagai petunjuk membuka tembok kehidupan; sebagai petunjuk dan imam kita.

Menggunakan ‘analogi rumah’ ini, Ustadz Bami menjelaskan bahwa Al Quran adalah petunjuk bagi kita untuk membuka tembok-tembok konsep kehidupan. Dalam melakukan hal ini, beliau mengatakan bahwa Allah SWT telah

memudahkan Al Quran untuk pelajaran (QS: 54:17), dan hendaknya kita menggunakan bahasa

kita dalam memahami Al Quran, sambil mengutip ayat Al Quran, “Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur'an itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran (QS 44:58)”. “Selain itu, mempelajari bahasa Al

Quran dapat dengan memahami menggunakan bahasa terjemahan akan menguatkan bahwa ayat-ayat Al Quran ditujukan kepada diri kita,” lanjutnya.

Mengambil Pelajaran dari Al Quran “Dengan kemudahan yang telah dianugerahkan bagi kita, sewajarnya kita mengambil pelajaran dari Al Quran, yang Allah SWT sebutkan sebagai “bacaan yang sangat mulia”, “kitab yang terpelihara”, dan “diturunkan dari Tuhan

semesta alam” (QS Al Waaqiah 56: 75-81).”, tambah Ustadz Bami.

Peringatan untuk tidak melalaikan Al Quran telah difirmankan Allah SWT dalam Al Quran. Salah satu ayat yang memuat tentangnya adalah Surat Al-A’raaf (QS 7:179) yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”

Sungguh luas dan dalam makna yang dapat digali dari Al Quran. “Jadi, jelas bahwa Al Quran itu harus dibaca, sebagaimana pula difirmankan-Nya dalam Surat Al-Ankabuut (QS 29: 45) dan Al-Alaq (QS 96:1-3).”

“Namun lebih dari itu, Al Quran harus dipelajari penafsirannya untuk dapat memahami kandungannya, dengan menggunakan pendengaran, penglihatan, hati dan pikiran,” jelas Ustadz Bami. “Al-Quran juga harus dilaksanakan, disyiarkan dan disebarluaskan. Kesemuanya harus terus menerus kita dilaksanakan sampai ajal tiba,” ujar beliau dalam kesimpulannya. (DHY/RH)

Al Quran: Petunjuk dan Imam Kita

Mengenal Islam

Para peserta Tafsir Tematik Al Qur’an (16/10/2010) sedang ice breaking sehingga suasana diskusi berjalan lebih menyenangkan.

“Sebagai umat muslim,

kita sudah memiliki Al

Quran sebagai

petunjuk membuka

tembok kehidupan;

sebagai petunjuk dan

imam kita.”

– Pimpinan YPDKY –

d

o

k

.

B

A

M

(8)

Jual Kelambu Suluk seharga Rp100.000 s/d Rp 200.000 sesuai pesanan. Hubungi Kak Itoh 081318006906

---Jual Macam-macam Handuk Hubungi: Kak Siti / Bang Eko telp. (021) 94602055, 081229113153

---Ada yang ingin anda tanyakan kepada tim redaksi Mozaik Surau? Kirimkan email anda ke mozaik@baitulamin.org, atau kunjungi http://media.baitulamin.org dan http://facebook.com/mozaiksurau. Surat dapat dikirimkan ke alamat Surau Baitul Amin, Bojongsari, Depok.

---Ingin berlangganan Mozaik Surau? Hubungi iklan@baitulamin.org.

---Siapa tahu ada diantara

iklan baris ini yang bermanfaat untuk anda.

BACA

INI JUGA

Surau Baitul Amin

menyediakan dan menyalurkan qurban Anda untuk Hari Raya Idul Adha 1431 H, 17 November 2010 mendatang, dengan kelas dan harga hewan qurban sebagai berikut:

Sapi Kelas I : Rp. 11.000.000 Kelas II : Rp. 9.000.000 Kelas III : Rp. 7.000.000

Kambing Kelas I : Rp. 1.250.000 Kelas II : Rp. 1.000.000 Kelas III : Rp. 900.000

Untuk informasi dan pemesanan, hubungi:

•฀ Abang฀Irdifal฀Ilyas.฀

telp. (0251) 8617556

•฀ Kantor฀Kampus฀Baitul฀Amin

telp: (0251) 8601870 I N F O R M A S I Q U R B A N

Surau adalah melakukan pekerjaan untuk niat menjadi orang baik dan dikerjakan dengan bahagia.”

Produktif dengan semangat tinggi Penuh energi. Itulah yang terkesan saat melihat para anggota YCBA. Disamping membantu dalam menjalankan berbagai kegiatan di SBA seperti pelatihan jamaah ‘Sufi Thinking’, acara silaturahim ‘Family Gathering’ yang digelar beberapa waktu lalu, YCBA juga telah sukses menyelenggarakan sejumlah acara

lainnya. Dalam kurun waktu tiga bulan saja, YCBA telah menggelar berbagai forum diskusi, rujakan, Padang Party, nonton bareng (Nobar) bersama anak surau (Anshor) yang tujuan utamanya adalah menjalin silaturrahim dengan sesama remaja Surau. Dengan gayanya yang khas dan antusias, Bang Putra mengatakan, “Melalui nonton bareng kita bisa belajar tentang nilai kebaikan, namun silaturrahimnya juga dapat.”

Kedepannya, YCBA memang berencana untuk kembali menggelar Nobar. Tak hanya itu, namun juga Reuni YCBA, Pekan Olah Raga dan Seni juga berbagai acara lainnya. Maju terus, YCBA! [RT]

YCBA, Tempat Gaul...

(Sambungan dari hal. 3)

Pertengahan bulan September lalu, kepercayaan untuk mengemban tugas negara diberikan kepada Brigjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington. Melalui upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang diikuti 2.800 prajurit, Bang Faridz, demikian sapaan baginya di lingkungan Surau Baitul Amin (SBA), dilantik menjadi Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 1 di Bhumi Marinir Karangpilang Surabaya. Beliau menggantikan Brigjen (Mar) I Wayan Mendra.

Bang Faridz dikenal sebagai prajurit

yang rendah hati

dan penuh

senyum. Hal tersebut setida-knya terekam dalam pelatihan Anshor-man IV tahun 2008 di SBA. Dalam pelati-han pengembangan SDM untuk Anshor (santri dan pengelola) SBA, Bang Faridz menjadi salah satu narasumber.

“Selalu melihat dengan hati”, jawab Bang Faridz saat itu ketika ditanya tentang tips penanganan konflik dalam sebuah tim kerja atau manajemen. Rupanya ‘melihat dengan hati’ juga membuat gemilang karir militer Bang Faridz.

Selamat bertugas, Bang Faridz! [RED- berbagai sumber]

Brigjen TNI (Mar) A. Faridz Washington

d

e

ti

k

.c

o

m

Selamat Bertugas, Bang Faridz!

Berita Jamaah SBA

AS terhadap perintah Allah. Kelahiran seorang putra bagi Nabi Ibrahim adalah jawaban dari sebuah penantian panjang. Beliau berdoa kepada Allah untuk dikaru-niai seorang anak yang sholeh. Dari istri pertamanya Siti Sarah beliau belum mendapatkan anak. Akhirnya beliau menikahi Siti Hajar, budaknya. Dari Siti Hajar lahirlah Ismail. Saat putra perta-manya lahir, Nabi Ibrahim AS sudah berumur 86 tahun.

Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS melalui mimpi untuk menyem-belih putra satu-satunya. Sebuah ujian di tengah kebahagiannya mendapatkan putra. Sang anaklah yang menguatkan Nabi Ibrahim. Ismail, sang anak mendo-rong sang ayah untuk melaksanakan perintah Allah meski yang terancam adalah nyawanya.

Mereka berdua melakukan kepasra-han sesungguhnya. Sang ayah menguat-kan hatinya untuk menyembelih anak semata wayangnya. Ismail rela untuk disembelih ayahnya. Namun pada titik kepasrahan keduanya yang diuji oleh Allah. Sebuah kepasrahan total, sebagaimana yang tertulis dalam QS Ash Shaaffaat 103: ”Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya)”.

Allah SWT sendiri di surat yang sama, pada ayat 106 menegaskan:

“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” Pada waktu itu Allah mengganti Ismail dengan seekor hewan sembelihan yang besar. Sebab Allah SWT berkata di ayat sebelumnya bahwa Allah SWT memberi balasan kepada orang yang melakukan perbuatan baik (muhsinin). Tidak hanya itu, Allah mengabadikan Nabi Ibrahim AS untuk umat-umat setelahnya serta kesejahteraan.

Terbukti sampai saat ini, sampai agama terakhir yang dibawakan Nabi Muhammad SAW. Ajaran Nabi Ibrahim AS tetap dilanjutkan untuk berkurban menjadi syariat umat Nabi Muhammad SAW.

Saat tanggal 10 Dzulhijjah sampai hari tasyrik, 11, 12, 13 Dzulhijjah umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban. Bukan materi atau fisik hewan yang akan dinilai Allah. Melainkan karena ketakwaan kita yang sampai ke haribaan-Nya. Allah SWT berfirman dalam Surat Al Hajj ayat 37: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketak-waan dari kamulah yang dapat mencapa-inya. Demikianlah Allah telah menunduk-kannya untuk kamu supaya kamu menga-gungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Maha Benar Allah dengan segala FirmanNya. [NAV/UDY/MFH]

Qurban, Pasrah dan...

Figur

Gambar mikroskopis dari human papillomavirus
Gambar mikroskopis dari human papillomavirus . View in document p.5

Referensi

Memperbarui...

Unduh sekarang (8 Halaman)
Related subjects : Cinta kepada Allah