• Tidak ada hasil yang ditemukan

KHUTBAH JUM’AT (18) Hakikat Ibadah Puasa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KHUTBAH JUM’AT (18) Hakikat Ibadah Puasa"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KHOTBAH JUM'AT

Hakikat Ibadah Puasa

َرْهَش ِتا ّرَبَمْلا َو ِتاَعاّطلا َرْهَش ِةََك َرَبْلا َو ِتا َرْي َخْلا َرْهَش َناَضَم َر ُرْهَش َلَع َج ىِذَلا ِ ل ِل ُدْم َحْلَا

ىِذللا ِة َر ْدُقْلا َو ِةليِناَد ْح َوْلاِب ُد ِرَفْنُمْلا ُهَل َكْي ِرَش ل ُهَد ْح َو ُالِا َهلِا ل ْنأ ُدَهْشأ َو ِماَيِقْلا َو ِماَيلصلا

ُهَماّيأ َو ِماَظِعْلا ِر ْوُهّشلا َنِم َناَضَمَر َرْهَش َلَعَج َو ٍضْعَب ىَلَع ِماّيَلا َو ِر ْوُهّشلا َضْعَب َلّضَف

َنْيِمَلاَعْلِل ًةَم ْح َر ُا ُهَلَس ْرأ ىِذّلا ُهُل ْوُسَر َو ُهُدْبَع اًدلمَحُم اَنَدّيَس ّنأ ُدَهْشأ َو ِماَرِكْلا ِماّيلا َنِم

ْمُهَعِبَت ْنَم َو ِهِب ْحَص َو ِهِلآ ىَلَع َو ٍدلم َحُم اَنِدّيَس َكِل ْوُس َر َو َكِدْبَع ىَلَع ْمّلَسِو يلَص ّمُهلللا

ىَلِا اَه َرْي ِصَم ّنِاَف اَيْنّدلا َةاَي َحْلا ُمُكّن ّرُغَت ل َو َا ْوُقّتا ِاَداَبِع اَيَف .ْمِهّبَر ِِءاَقِل ِم ْوَي ىَلِا ٍناَس ْحِاِب

ِلا َو ّزلا

Sidang Jum'at yang dimuliakan Allah Puji syukur kehadirat Allah SWT karena kita masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah yang sangat mulia, yakni puasa di bulan suci Ramadhan. Oleh sebab itu, marilah kita bersama-sama memuliakan bulan Ramadahan 1435 H ini dengan melatih diri serta berpacu memperbanyak amal ibadah agar kita senantiasa mendapatkan barokah dan ampunan.

Rasulullah SAW bersabda:

ِهِب ْم ِرْكأَف ٍتاَكَرَبِب ِماَيّصلا ُرْهَش َءاَج ًلْهَا َو ِهِب اًبَح ْرَمَف ِر ْوُهّشلا ُدّيَس ُناَضَمَر ْمُكاََتآ ْدَق

Artinya: "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka hendaklah engkau mengucapkan selamat datang kepadanya. Telah datang bulan puasa dengan segenap berkah di dalamnya maka hendaklah engkau memuliakannya."

Bulan ini adalah bulan yang diberkati, bulan ini adalah bulan diturunkannya Al-Qur'an, bulan ini adalah bulan terjadinya peristiwa Lailatul Qadar, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan dan di bulan juga merupakan bulan dimana pintu maghfirah (ampunan) dibuka selebar-lebarnya serta segenap amal kebajikan dilipatgandakan pahalanya. Mengingat betapa mulianya bulan ini, maka alangkah bahagianya jika pada momentum Ramadhan ini kita dapat bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita serta mengisinya dengan segala kebajikan.

(2)

Dari seluruh keistimewaan Ramadhan, yang paling penting bagi kehidupan umat manusia terletak pada kewajiban untuk melaksanan puasa sebagaimana firman Allah SWT:

َن ْوُقّتَت ْمُكللَعَل ْمُكِلْبَق ْنِم َنْيِذّلا ىَلَع َبِتُك اَمَك ُماَيّصلا ُمُكْيَلَع َبِتُك اوُنَما َنْيِذللا اَهّيا اي

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Albaqarah 2: 183)

Dalam ayat ini, tersirat makna bahwa sebenarnya puasa bukanlah ibadah yang baru dilaksanakan ketika kedatangan Islam akan tetapi sudah dilaksanakan jauh sebelumnya. Para pakar perbandingan agama mendapatkan data bahwa sebelum mengenal agama Samawi, orang-orang Mesir kuno, orang-orang Yunani dan Romawi telah mengenal puasa. Demikian juga dengan orang-orang Majusi, Budha, Yahudi dan Kristen. Dalam karyanya "al-Fahrasat" Ibnu Nadim menyebutkan bahwa orang-orang Majusi berpuasa tiga puluh hari dalam setahun. Mereka juga melakukan puasa-puasa sunnah yang ditujukan sebagai penghormatan kepada bulan, Mars dan Matahari. Sementara At-Thabari dalam tafsirnya, Jami` al-Bayan, menyebutkan bahwa seluruh pemeluk agama samawi (ahl kitab) diwajibkan oleh Allah untuk melaksanakan puasa.

Barangkali terdapat perbedaan mengenai tata cara berpuasa antara satu agama dengan agama lainnya. Namun yang penting untuk kita camkan, dipraktekkannya model ibadah dengan cara menahan diri dari makan, minum dan hawa nafsu oleh agama-agama dan umat manusia dari rentang masa yang satu ke rentang masa berikutnya menegaskan bahwa ibadah puasa merupakan ibadah yang bersifat universal. Ia dipandang sebagai jalan yang sangat efektif dalam dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.

Sedangkan dalam Islam, puasa memiliki keistimewaan yang berbeda dengan ibadah-ibadah lain. Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah berfiman:

ِهِب ي ِز ْجأ اَنَا َو يِل ُهّنِاَف م ْوّصلا لِا ُهَل َمَدآ ِنْبا ِلَمَع ّلُك

"Semua amal anak Adam (manusia) untuk dirinya sendiri kecuali puasa, sebab puasa itu adalah untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya."

(3)

atau tidak. Lalu apakah yang membuat seseorang tetap menjaga puasanya? Satu-satunya jawaban adalah keimanan yang terpatri dalam jiwanya.

Dalam konteks ini, puasa sebenarnya adalah latihan dan uji kesadaran akan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah, Dzat yang mengetahui dan mengawasi segenap tingkah laku manusia, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Jika seseorang yang berpuasa betul-betul berdasarkan motivasi keimanan nan dapat menjaga tindak tanduknya selama berpuasa maka ia akan mendapatkan pencerahan ruhani dan dikembalikan kepada fitrahnya sebagai manusia, makhluk yang mulai tanpa bercak noda dan dosa sebagaimana sabda Rasulullah:

ُهَماَق َو ُهَماَص ْنَمَف ُهَماَيِق ْمُكَل َنّنَسو ُهَماَي ِص ْمُكْيَلَع ُا َبَتَك ٌرْهَش َناَضَمَر ُرْهَش

ُهّمُا ُهْتَدَل َو ٍم ْوَيَك ِهِب ْوُنُذ ْنِم َجَرَخ اًباَسِت ْحا َو اًناَمْيِا

Artinya: "Bulan ramadhan, bulan dimana Allah telah mewajibkan kamu sekalian berpuasa dan aku sunnahkan kamu untuk melaksanakan sholat malam. Barangsiapa puasa Ramadhan dan sholat malam dengan dasar iman dan ihtisab, dia telah keluar dari dosa-dosanya sebagaimana hari dia dilahirkan oleh ibunya."

Sidang Jum'at yang berbahagia

Memang benar bahwa melaksanakan ibadah puasa bukanlah sesuatu yang mudah karena membutuhkan latihan fisik dan psikologis. Namun perlu juga disadari bahwa tidak ada sebuah keuntungan besar yang didapatkan dengan upaya yang ala kadarnya. Sebaliknya setiap keuntungan besar hampir dapat dipastikan merupakan buah dari kerja keras dengan dukungan dengan modal yang besar pula.

Demikian juga dengan puasa Ramadhan. Di bulan ini, fisik kita dilatih menahan lapar dan haus agar kita juga peka terhadap penderitaan orang-orang miskin. Kita juga ditekankan untuk mengeluarkan infak dan sedekah dari kelebihan harta yang kita miliki. Kesemuanya itu pada dasarnya adalah sebuah pendidikan keimanan agar kita dapat merenung eksistensi diri kita sebagai manusia dan hamba Allah. Lebih jauh lagi agar kita memahami tugas kita sebagai umat Islam yang tidak hanya bertanggungjawab kepada diri kita sendiri akan tetapi juga memiliki tanggung jawab atas umat Islam yang lainnya.

(4)

seperti sebuah bangunan yang saling mengokohkan satu dengan yang lainnya; Tidak sempurna iman salah satu dari kalian hingga ia mampu mencinta saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri; Allah senantiasa menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya."

Di samping itu, puasa juga merupakan benteng yang menggiring manusia untuk berfikir sehat dan menekan hawa nafsunya. Rasulullah sendiri mengibaratkan puasa sebagai "junnah" atau perisai. Dalam sebuah hadis beliau bersabda:

ٌمِئاَص ىّنِا ْلُقَيْلاَف ُهَلَتاَق ْوأ ٌد َحأ ُهّباَس ْنِاَف ُب َخ ْصَي ل َو ُثَف ْرَي َلَف ْمُكِد َحأ ِم ْوَص ُم ْوَي َناَك اَذِاَف ٌةّنُج ُماَيّصلا َو

Artinya: "Puasa adalah perisai. Jika salah satu dari kalian sedang berpuasa maka janganlah ia berkata kotor dan mengeraskan perkataan. Jika seseorang mencacinya atau menantangnya maka hendaklah ia berkata: 'sesungguhnya aku sedang berpuasa."

Berfikir sehat, pengendalian emosi serta menahan amarah dan hawa nafsu ini merupakan hal yang sangat penting dalam puasa. Karena sebagai seorang yang sedang berpuasa maka ia harus dapat memlihara seluruh panca inderanya untuk tidak melakukan larangan Allah, terutama tidak melakukan hal-hal yang dapat menyakiti atau merugikan orang lain, apalagi merampas harta orang lain.

Sahabat Jabir bin Abdullah pernah berkata:

ْنُكَيْل َو ُمِدا َخْلا ىَذَا ْعَد َو ِمَثْأَمْلا َو ِبِذَكْلا ِنَع َكَناَسِل َو َكَرَصَب َو َكَعْمَس ْمُصَيْلاَف َتْمُص اَذِا

ًءا َوَس َكِماَي ِص َو َك ِرْطِف َم ْوَي ْلَع ْجَت ل َو َكِماَي ِص َم ْوَي ُةَنْيِكَس َوٌراَق َو َكْيَلَع

Artinya: "Apabila engkau sedang berpuasa, hendaklah puasa juga pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa. Jauhkanlah menyakiti pembantu. Hendaklah engkau berlaku terhormat dan tenang di hari ketika engkau berpuasa. Janganlah engkau samakan hari ketika engkau tidak puasa dengan hari ketika engkau berpuasa."

(5)

ّب َر ِ ل ِلُدْم َحْلا َو ُمْيِح ّرلا ُبا ّوّتلا َتْنأ َكّنِا اَنْيَلَع ْبُت َو ُمْيِلَعْلا ُعْيِمّسلا َتْنَأ َكّنِا اّنَم ْلّبَقَت اَنلب َر

َنْيِمَلاَعْلا

Khutbah II

ُا َو ُا ّلِا َهَلِا َل ْنَا ُدَهْشَا َو .ِهِناَنِتْمِا َو ِهِقْيِف ْوَت َىلَع ُهَل ُرْكّشلا َو ِهِناَس ْحِا َىلَع ِل ُدْم َحْلَا

ّلَص ّمُهللا .ِهِنا َو ْض ِر َىلِا ىِعاّدلا ُهُل ْوُس َر َو ُهُدْبَع اًدّم َحُم اَنَدّيَس ّنَا ُدَهْشَا َو ُهَل َكْي ِرَش َل ُهَد ْح َو

َااوُقّتِا ُساّنلا اَهّيَا َايَف ُد ْعَب اّمَاا ًرْيثِك اًمْيِل ْسَت ْمّلَس َو ِهِبا َح ْصَا َو ِهِلَا ىَلَعِو ٍدّم َحُم اَنِدّيَس ىَلَع

ِهِتَكِئ َمِب ىَنَِث َو ِهِسْفَنِب ِهْيِف َأَدَب ٍرْمَاِب ْمُكَرَمَا لا ّنَا ا ْوُمَلْعا َو ىَهَن اّمَع ا ْوُهَتْنا َو َرَمَا اَمْيِف

ِهْيَلَع ا ْوّلَص ا ْوُنَمآ َنْيِذّلا اَهّيَا آي ىِبّنلا َىلَع َن ْوّلَصُي ُهَتَكِئ َم َو َا ّنِا ىَلَاعَت َلاَق َو ِهِسْدُقِب

ٍدّم َحُم َانِدّيَس ِلآ ىَلَع َو ْمّلَس َو ِهْيَلَع ُا ىّلَص ٍدّمَحُم اَنِدّيَس ىَلَع ّلَص ّمُهللا .اًمْيِلْسَت ا ْوُمّلَس َو

ىِبَا َنْيِدِشاّرلا ِءاَفَلُخلْا ِنَع ّمُهلللا َض ْرا َو َنْيِبّرَقُملْا ِةَكِئ َم َو َكِلُسُر َو َكِئآيِبْنَا ىَلَع َو

ٍناَس ْحِاِب ْمُهَل َنْيِعِباّتلا يِعِباَت َو َنْيِعِباّتلا َو ِةَبا َحّصلا ِةّيِقَب ْنَع َو ىِلَع َو ناَمْثُع َورَمُع َو ٍرْكَب

َنْيِمِحا ّرلا َم َح ْرَا اَي َكِتَم ْح َرِب ْمُهَعَم اّنَع َض ْرا َو ِنْيّدلا ِم ْوَيىَلِا

ّمُهللا ِتا َوْمَلْا َو ْمُهْنِم ُءآي ْحَلَا ِتاَمِل ْسُملْا َو َنْيِمِل ْسُملْا َو ِتاَنِم ْؤُملْا َو َنْيِنِم ْؤُمْلِل ْرِف ْغا ّمُهللَا

ْنَم ْرُصْنا َو َةّيِد ّح َوُملْا َكَداَبِع ْرُصْنا َو َنْيِك ِرْشُملْا َو َك ْرّشلا ّلِذَأ َو َنْيِمِلْسُملْا َو َمَلْسِلْا ّزِعَا

.ِنْيّدلا َم ْوَي ىَلِا َكِتاَمِلَك ِلْعا َو ِنْيّدلاَءاَدْعَا ْرّمَد َو َنْيِمِلْسُملْا َلَذَخ ْنَم ْلُذ ْخا َو َنْيّدلا َرَصَن

اَم َو اَهْنِم َرَهَظ اَم َن َحِملْا َو ِةَنْتِفلْا َء ْوُس َو َن َحِملْا َو َل ِزَلّزلا َو َءاَب َولْا َو َءَلَبلْا اّنَع ْعَفْدا ّمُهللا

َنْيِمَلاَعلْا ّب َر اَي ًةّمآع َنْيِمِل ْسُملْا ِناَدْلُبلْا ِرِئاَس َو ًةّصآخ اّيِسْيِنوُدْنِا اَنِدَلَب ْنَع َنَطَب.

ْمَل ْنِا َواَنَسُفْنَا اَنْمَلَظ اَنّب َر . ِراّنلا َباَذَع اَنِق َو ًةَنَس َح ِة َرِخخْا ىِف َو ًةَنَس َح اَيْنّدلا ىِف َانِتآ اَنّب َر

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Demikianlah perumpamaan yang diberikan Rasulullah saw tentang keadaan orang yang mengerjakan salat lima waktu dengan sungguh-sungguh hanya karena Allah. Dari uraian yang

: Marilah kita bersama dengan umat Allah di masa lalu, masa kini dan masa depan mengulang pengakuan janji baptisan kita menurut Pengakuan Iman dengan mengucapkan demikian …

Dengan hormat, kami sampaikan bahwa dalam rangka mengisi kegiatan ibadah selama bulan Ramadhan di tingkat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Pendidikan Agama

Dengan demikian, ketika pada bulan Ramadhan Allah telah menolong kita untuk bisa melakukan kebaikan-kebaikan dengan mudah, maka hendaklah kita menjadikan aktifitas pada

Khutbah Jum’at sangat terkait erat dengan pelaksanaan ibadah Jum’at dan tidak bisa dilepaskan, karena ibadah Jum’at ini terdiri dari khutbah Jum’at dan shalat Jum’at. Khutbah

15. Liturgos : “Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, marilah kita bangkit berdiri dan memperbaharui iman kita dengan mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli yang demikian:…. a)

Kita saat ini tengah berada di penghujung bulan Dzulqa’dah. Kurang dari sepekan kita akan memasuki bulan Dzulhijjah 1430 H. Dengan demikian kita telah 2 bulan keluar dari

Mari kita kurangi sedikit demi sedikit sampai di bulan Ramadhan tidak lagi kita lakukan dan untuk selanjutnya kita tidak disibukkan dengan hal-hal yang sia-sia.. Karena yang Allah