• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPP PAI Kelas-5-Semester-1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RPP PAI Kelas-5-Semester-1"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

7/18/2016

RENCANA PELAKSANAAN

PEMBELAJARAN

( RPP )

Nama Guru :

ADNEN, S.Ag

NIP

: 196311261984042001

SDN KEMBANGAN SELATAN 01

KELAS: 5

(2)

1. 1.1 Terbiasa membaca Al-Quran dengan tartil.

Indikator :

1.1.1 membiasakan membaca Al Qur'an dengan tartil 1.1.2 melatih membaca Al Qur'an dengan tartil

2. 2.4 Memiliki sikap saling mengingatkan dalam kebajikan sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. At-Tin

Indikator :

2.4.1 membiasakan sikap saling mengingatkan dalam kebajikan sebagai implementasi dari pemahamanQ.S. At-Tin

2.4.2 menerapkan sikap saling mengingatkan dalam kebajikan sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. At-Tin

3. 3.3 Mengetahui makna Q.S. Al-Maun dan Q.S. At-Tin dengan benar

Indikator :

3.3.1 menjelaskan makna Q.S. Al-Maun dan Q.S. At-Tin dengan benar 3.3.1 menyimpulkan makna Q.S. Al-Maun dan Q.S. At-Tin dengan benar 4. 4.1 Membaca Q.S. Al-Maun dan Q.S. At-Tin dengan baik dan benar

Indikator :

4.1.1 menerapkan hukum bacaan tajwid dalam membaca Q.S. Al-Maun dan Q.S. At-Tin dengan baik dan benar

4.1.2 merangkai kalimat-kalimat bacaan dalam Q.S. Al-Maun dan Q.S. At-Tin menjadi susunan kalimat dalam ayat yang benar

5. 4.2 Menulis kalimat-kalimat dalam Q.S. Al-Maun dan Q.S. At-Tin dengan baik dan benar

Indikator :

4.2.1 melatih menuliskan kalimat-kalimat dalam Q.S Al Maun dan Q.S At-Tin dengan baik dan benar

4.2.2 menyusun tulisan kalimat-kalimat dalam Q.S Al Maun dan Q.S At-Tin dengan baik dan benar

6. 4.3 Menunjukkan hafalan Q.S. Al-Maun dan Q.S. At-Tin dengan baik dan benar

Indikator :

4.3.1 mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Maun dan Q.S. At-Tin dengan baik dan benar

4.3.2 membiasakan menerapakan hafalan Q.S. Al-Maun dan Q.S. At-Tin

A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya

KI 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan

tetangganya serta cinta tanah air

KI 3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda -benda yang dijumpainya di rumah, sekolah dan tempat bermain

KI 4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu

: : : :

SDN KEMBANGAN SELATAN 01

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

5 / I

12 Jtm ( 3 x Pertemuan)

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(3)

dalam shalat sehri-hari

7. 4.4 Mencontohkan perilaku saling mengingatkan dalam hal kebajikan sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. At Tin

Indikator :

4.4.1 menerapkan perilaku saling mengingatkan dalam hal kebajikan sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. At Tin

4.4.2 membiasakan perilaku saling mengingatkan dalam hal kebajikan sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. At Tin

……….

َول ّز ْيتُو ِِن

………..

َوولتِي ِِن

……….

َو َهذَاِا ْلبَلَ ِِدِاْلَ ِمي ِِن

………..

َو ُطو ِِرِ ِسينِي َِن

……….

ِفيِِأَ ْح َس ِِنِتَ ْق ِو ِيم

………..

لَقَ ِْدِ َخلَ ْقنَاِاْ ِلن َسا َِن

……….

أَ ْسفَ َِلِ َسافِ ِلي َِن

………..

ُُ ِّمِ َردَ ْد ِنَاه

ُِ ْ َ ُِ ْ َ ِ ْ َ ِْ ُ ِِِ َ ِِ ِِ َ َ َ َ َِ ِِ َِِِ

َُِ ِِ ِِ َ ْ ِِِ َ ْ َ َُِِ َِ ْ ِِِ ِِ ُِ ْ َِ ِِ َ َ

C.

Materi Pembelajaran

Orang Islam yang membaca al Qur’an tergolong manusia beruntung dan istimewa, mengapa?... Karena al Qur’an adalah mu’jizat terbesar dan istimewa di Antara mu’jizat yang diterima Nabi Muhammad Saw. Dari sekian banyak mu’jizat yang diturunkan Allah kepada para RasulNya, al Qur’an inilah yang sampai kepada kita bahkan hingga hari kiamat nanti.

A. Membaca Surat at Tin

Tata cara membaca al Qur’an di mulai dengan Isti’adzah dan basmalah. Kemudian cermati dengan baik al Qur’an surat at Tin

ســـــــــــــــــــــورةا لتي

بِا ْسا ِماااّللِالاَرا ْحاَماِنالاَراِحياِم

}

3

{َِِو َهذَاِا ْل َبلَ ِدِِاْلَ ِمي ِنِ }

َول ِتي ِنِِ َول ّز ْيتُو ِنِِ}

1

{ِ َو ُطو ِرِِ ِسي ِني َنِِ}

2

}

5

{ِِِثُ ّمِِ َردَ ْدنَاهُِِأَ ْسفَ َلِِ َسافِ ِلي َن}

لَقَ ْدِِ َخلَ ْقنَاِاْ ِلن َسا َنِِفيِِِأَ ْح َس ِنِِتَ ْق ِويمِِ}

4

}

6

{ِإالّلّذينِءاننُواِوعمنلُواِولاصولحاتِفَلَهمِأجرلِغيلِنننُون

}

8

{ِِ َلَيسِ ِوللِبِأحكمِولحاكنين}

فَمايُكذبُكِبَعدِبِلدينِ}

7

B. Menghafal Surat at Tin

Cara mudah menghafal, mulailah dari ayat pertama. Bacalah berulang-ulang sampai hafal. Lanjutkan ayat kedua dan seterusnya dengan cara yang sama sampai hafal. Ulangilah serasya meminta kepada ayah atau ibu untuk menyimak hafalanmu Semua hafalanmu dari ayat pertama hingga ayat terakhir harus bagus dan mantap baik hafalan maupun makharijul hurufnya.

C. Menulis Surat at Tin

D. Makna Kandungan Surat at Tin

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi

Maha Penyayang

بِا ْساِماااّللِالاَرا ْحاَماِنالاَراِحياِم

1

2

2

Demi buah Tin dan buah zaitun Demi gunung Sinai

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

َُِوولتِي ِنِِ َول ّز ْيتُو ِن

ُِ َو ُطو ِرِِ ِسينِي َن

3

4

5

(4)

ُِ ْ َ ُِ ْ َ ِ ْ َ ِْ ُ ِِِ َ ِِ َِ

َُِ ِِ ِِ َ ْ ِِِ َ ْ َ َُِِ َِ ْ

8

Demi negeri yang aman

Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya Kemudian kami mengembalikannya ke tingkat yang serendah rendahnya

Kecuali orang-orang yang beriman dan

mengerjakan amal saleh, maka baginya pahala yang tiada putus-putusnya

Maka apakan yang membuatmu mendustakan hari pembalasan

Bukankah Allah adalah hakim yang paling adil

ُِ َو َهذَاِا ْلبَلَ ِدِِاِْلَ ِمي ِن

ُِ

لَقَ ْدِ َِخلَ

ق نَا ِاِْل ن َسا َنِ ِ فيِ ِِأ

ْ

َ

ْح َس ِنِ ِ ت َ

ق ِو يم

ْ

ُِثُ ّمِِ َردَ ْدنَاهُِِأَ ْسفَ َلِِ َسافِ ِلي َن

ُِِالّلّ ِذي َنِِ َءا َمنُواِ َو َع ِملُوا

ولاصولحاتِفَلَهمِأجرلِغيلِنننُون

ُِفَ َمايُ َكِ ِذبُ َكِِ َب ْعدُِِ ِبل ِدي ِن

َلَيسِ ِوللِبِأحكمِولحاكنين

Mengapa dinamakan surat at Tin

Surat ini dinamakan at Tin dai ambil dari kata at Tin yang terdapat pada ayat pertama yang artinya buah Tin. Surat at Tin adalah surat yang ke 95 dalam al Qur’an yang berjumlah 8 ayat, termasuk golongan surat yang turun di Makkah atau disebut surat Makiyah.

1. Tin adalah buah yang enak dan lembut serta cepat dicerna. Ia menjadi obat yang banyak manfaatnya, memperhalus fsik, mengencerkan dahak,

membersihkan ginjal, menghancurkan batu pada saluran air seni,

menggemukan badan dan dapat melonggarkan rongga hati dan limpa. Zaitun adalah buah yang memiliki keistimewaan karena kandungan minyaknya yang berlimpa sehingga dapat dipergunakan di daerah yang kurang emiliki minyak. 2. Gunung Sinai terletakn disemenanjung Sinai, lintasan antara tanah Mesir ke

Israel, Arab dan Mesopotamia. Gunung setinggi 2.285 meter ini juga dikenal dengan nama Jabal Musa (Gunung Nabi Musa), karena di tempat ini Nabi Musa menerima wahyu pertama dan diangkat menjadi Rasul. Pada malam mi’raj Rasulullah saw. berhenti sebentar di tempat ini dan melaksanakan shalat sebagai penghormatan beliau pada kesucian tempat tersebut. 3. Kota yang aman adalah kota Makkah. Kota ini di sebut dengan kota yang

aman karena siapapun yang memasukinya terjaga keamanan dan

keselamtannya. Kota Makkah juga disebut sebagai Ummul Qura dan tanah yang aman. Kota ini banyak menyimpan sejrah sejak zaman Nabi Ibrahim a.s. 4. Allah menjadikan manusia dalam sebaik-baik bentuk. Proses kejadian

manusia tidak sama dengan kejadian makhluk-makhluk lain. Manusia

memiliki akal, jasmani, rohani, dan nafsu. Anggota tubuh manusia serasi dan seimbang sehingga tampak indah, cantik dan memudahkan untuk melakukan kegiatan. Sedangkan hewan hanya memiliki jasmani dan nafsu saja. Manuisa harus mamou menjaga keseimbangan yang dimilikinya itu supaya menjadi mulia. Apabila manuisa mengutamakan nafsunya, maka ia turun derajatnya seperti hewan. Selain rohani, manusia di bekali dengan akal pikiran supaya dapat membedakan yang baik dan buruk.

5. Allah mengingatkan manusia, sekalipun mereka sempurna tetapi dapat turun menjadi hina karena pengetahuan, sikap dan perilakunya telah keluar dari aturan yang telah ditetapkan oleh Allah melalui Rasulnya.

6. Orang yang tidak pernah hina adalah yang beriman dan melaksanaka amal shalih, orang yang demikian itu akan selamat dari khinaan dunia akhirat. 7. Pada hari kiamat nanti ada hari pembalasan terhadap perbuatan manusia

yang baik dan buruk. Manusia seharusnya tidak meragukan adanya hari pembalasan, karena Allah sudah menunjukkan bukti-buktinya, allah memberikan akal kepada mausia untuk berpikir tentang ciptaanNya, dan hati untuk merasakan iman. Pertanyaan Allah itu untuk mengingatkan adanya hari kiamat agar manusia tidak lupa dan lalai sehingga terjerumus dalam dosa dan kehinaan.

8. Allah Swt adalah yang maha mengetahui sebagus-bagus pencipta dan pengatur segala urusan. Allah yang memberikan keputusan atas segala persoalan. Tiada perbuatan walau sekecil atom pun yan gdapat terlepas dari

3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(5)

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan Kesatu

a. Kegiatan Awal ( 20 Menit)

Pendahuluan

 Membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat;

 Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan dengan lancar dan benar (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya);

 Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;

 Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan materi sebelumnya tentang: Pengalaman siswa liburan dan mngaji di rumah  Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai  Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati,

menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan mengkomunikasikan

 Mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa tulisan di papan tulis/white board, potongan kartu/kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca atau gambar), jika memungkinkan melalui tayangan slide (media LCD projector).

b. Kegiatan Inti ( 100 Menit)

Mengamati

 Membaca Al-Qur’an surat Al-Maun dengan memperhatikan makhraj hurufnya secara klasikal, kelompok atau individual.

Menanya

 Memotivasi siswa bertanya, misalnya : mengapa membaca al-Qur’an harus dengan makhrijul huruf yang benar?

 Bagaimana jika kita salah membaca makharijul huruf?

pengadilanNya. Pengadilan Allah adalah sebaik-baik pembuat keputusan.allah maha pengasih kepada hambaNya. Ia senantiasa mengingatkan agar manusia tidak lupa diri. Jika ternyata manusia masih melakukan dosa, maka karena keadilanNya, manusia akan menanggung akibat dan pembalasan adas dosanya itu. Allah swt juga telah menyiapkan kenikmatan bagi orang yang menjalankan syari’atnya.

RANGKUMAN:

1. Surat At Tin terdapat dalam urutan ke 95 dalam al Qur’an. Surat ini terdiri atas 8 ayat. Diturunkan di Makkah maka dinamakan juga surat Makiyah. 2. Allah Swt. Melalui surat ini bersumpah dengan menyebut ciptaanNya, yaitu

“Demi at Tin dan Zaitun.” Hanya Allah yang boleh bersumpah dengan ciptaanya.

3. Negeri yang aman adalah Makkah al Mukarromah

4. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sbaik-baiknya, yaitu terdiri atas jasmani dan rohani yang seimbang

5. Allah swt memperingatkan bahwa manusia itu bias menjadi hina bila tidak beriman dan beramal shaleh

6. Manusia menjadi mulia di sisi Allah swt bila beriman kepada Allah swt. Dan beramal shaleh.

7. Walaupun Allah swt. Telah menunjukkan bukti-bukti kebenaran hari pembalasan, namun diantara manusia ada yang endustakanNya

8. Allah swt. Maha Adil dan Bijaksana terhadap manusia dan makhluk lainnya.

4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(6)

Eksperimen/explore/mengumpulkan informasi

 Diskusi tentang bacaan QS Al-Maun secara kelompok  Diskusi tentang tulisan QS Al-Maun secara kelompok

Asosiasi / mengolah informasi

 Menulis QS Al-Maun dengan benar secara individu  Mencermati kalimat QS Al-Maun

Mengkomunikasikan

 Menyampaikan hasil diskusi tentang bacaan dan tulisan QS Al-Maun secara kelompok

 Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengkonfrmasi, menyanggah)

 Membuat resume dibantu dan dibimbing guru

c. Kegiatan Penutup ( 20 Menit)

1. Kesimpulan

Menyimpulkan materi pembelajaran yang telah disampaikan 2. Refeksi

mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;

3. Umpan Balik

Guru memberikan penilaian kepada siswa terhadap kegiatannya mengikuti proses pembelajaran

4. Tindak Lanjut

Memberikan tugas individu maupun kelompok

5. Informasi Kegiatan Selanjutnya

Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

2. Pertemuan Kedua

a. Kegiatan Awal ( 20 Menit)

Pendahuluan

 Membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat;

 Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan dengan lancar dan benar (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya);

 Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;

 Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan materi sebelumnya tentang:

bacaan dan tulisan QS Al-Maun

 Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai  Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati,

menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan mengkomunikasikan

 Mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa tulisan di papan tulis/white board, potongan kartu/kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca atau gambar), jika memungkinkan melalui tayangan slide (media LCD projector).

5

(7)

b. Kegiatan Inti ( 100 Menit)

Mengamati

 Membaca secara berulang-ulang sampai hafal surat Al-Maun dengan memperhatikan makhraj hurufnya.

 Mendemontrasikan hafalan Surat Al-Maun, secara klasikal, kelompok atau individual.

Menanya

 Memotivasi siswa bertanya, misalnya : mengapa membaca al-Qur’an harus dengan makhrijul huruf yang benar?

 Bagaimana jika kita salah membaca makharijul huruf?

Eksperimen/explore/mengumpulkan informasi  Diskusi tentang arti QS Al-Maun secara kelompok

 Diskusi tentang isi kandungan QS Al-Maun secara kelompok

Asosiasi / mengolah informasi

 Menulis QS Al-Maun dengan benar secara individu  Mencermati arti QS Al-Maun

 Mencermati isi kandungan QS Al-Maun  Menyimpulkan kandungan QS Al-Maun

Mengkomunikasikan

 Menyampaikan hasil diskusi tentang arti dan isi kandungan QS Al-Maun secara kelompok

 Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengkonfrmasi, menyanggah)

 Membuat resume dibantu dan dibimbing guru

c. Kegiatan Penutup ( 20 Menit)

1. Kesimpulan

Menyimpulkan materi pembelajaran yang telah disampaikan 2. Refeksi

mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;

3. Umpan Balik

Guru memberikan penilaian kepada siswa terhadap kegiatannya mengikuti proses pembelajaran

4. Tindak Lanjut

Memberikan tugas individu maupun kelompok

5. Informasi Kegiatan Selanjutnya

Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

3. Pertemuan Ketiga

a. Kegiatan Awal ( 20 Menit)

Pendahuluan

 Membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat;

 Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan dengan lancar dan benar (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya);

 Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan 6

(8)

memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;

 Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan materi sebelumnya tentang:

arti dan isi kandungan QS Al-Maun

 Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai  Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati,

menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan mengkomunikasikan

 Mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa tulisan di papan tulis/white board, potongan kartu/kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca atau gambar), jika memungkinkan melalui tayangan slide (media LCD projector).

b. Kegiatan Inti ( 100 Menit)

Mengamati

 Menyimak penjelasan tentang perilaku saling mengingatkan  Mengamati gambar tentang perilaku saling mengingatkan

Menanya

 Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang tentang perilaku saling mengingatkan

 Mengajukan pertanyaan tentang tentang perilaku saling mengingatkan

Eksperimen/explore/mengumpulkan informasi

 Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang perilaku saling mengingatkan

Asosiasi / mengolah informasi

 Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang perilaku saling mengingatkan

 Menguhubungkan pelajaran tentang perilaku saling mengingatkan dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari

Mengkomunikasikan

 Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku saling mengingatkan  Menyampaikan hasil pengamatan tentang perilaku saling mengingatkan  Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru

c. Kegiatan Penutup ( 20 Menit)

1. Kesimpulan

Menyimpulkan materi pembelajaran yang telah disampaikan 2. Refeksi

mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;

3. Umpan Balik

Guru memberikan penilaian kepada siswa terhadap kegiatannya mengikuti proses pembelajaran

4. Tindak Lanjut

Memberikan tugas individu maupun kelompok

5. Informasi Kegiatan Selanjutnya

Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

(9)

Pertemuan

ke … Bentuk Penilaian Instrumen Penilaian

1. Penilaian Sikap Mengamati Pelaksanaan hapalan siswa yang memuat:

 Judul materi

 Kemampuan menghapal terdiri komponen: lancar-sedang- tidak lancar

 Mengamati pelaksanaan diskusi terkait dengan :

 Mendiskusikan pengerti-an perilaku saling mengi-ngatkan

 Perilaku saling mengi-ngatkan

 Sikap yang ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan jalannya diskusi atau kerja individu/pa-sangan/ kelompok

2.Penilaian Pengetahuan  Tes Kemampuan kognitif dengan bentuk soal tes pilihan ganda

Tes tertulis tentang:

Pengertian perilaku saling mengingatkan 3.Penilaian Keterampilan  Membaca QS Al-Maun

 Menulis QS Al-Maun  Menghafal QS Al-Maun

 Membuat laporan tentang kandungan Qs Al-Maun

Membuat contoh-contoh perilaku saling

mengingatkan

Membuat catatan tentang perilaku saling mengingatkan

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

Bentuk Instrumen

a. Bentuk Remedial

Bimbingan Individu Bimbingan Kelompok

Pembelajaran ulang Pemberian Tugas

Jika terdapat peserta didik yang belum lancer membaca, menghafal, dan menulis, serta belum memahami kandungan QS at Tin, guru memberikan kembali contoh cara

membaca,menulis dan menghafal QS at Tin yang benar. Peserta didik mendapatkan tambahan jam untuk belajar lagi cara membaca, menulis dan menghafal yang benar dan menirukannya secara berulang-ulang. Selanjutnya memberikan pemahaman kembali tentang kandungan QS at Tin memlalui berbagai pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik

b. Bentuk Pengayaan

Belajar Kelompok

Belajar Mandiri

Peserta didik yang sudah menguasai materi, di minta untuk mendampingi temannya (tutor sebaya) melancarkan bacaan, hafalan dan tulisan Qs at Tin

1.

2. Jenis/Teknik Penilaian :Instrumen Penilaian : Tes dan Non Tes

8 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(10)

F. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran

1. Media

 Poster tulisan

 Multimedia Interaktif/ CD Interaktif /Video 2. Alat/Bahan

3. Sumber Belajar

 Al Quran dan terjemahnya

 Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls V SD

Mengetahui, Kepala Sekolah

( SETIANINGSIH, M.Pd ) NIP. 197011211991022001

Lampiran-lampiran

Jakarta, …... Agustus 2016 Guru Pend.Agama Islam & Budi Pekerti

( ADNEN, S.Ag )

NIP. 196311261984042001

9 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(11)

A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya

KI 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan

tetangganya serta cinta tanah air

KI 3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda -benda yang dijumpainya di rumah, sekolah dan tempat bermain

KI 4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas,sistematis, logis dan kritis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang

mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia,

1. 3.4 Mengerti makna Asmaul Husna: Al-Mumit, Al-Hayy, Al-Qayum, Al-Ahad

Indikator :

3.4.1 menerangkan makna Asmaul Husna: Mumit, Hayy, Qayum, Al-Ahad

3.4.2 mendiskusikan makna Asmaul Husna: Mumit, Hayy, Qayum, Al-Ahad

2. 3.2 Memahami makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya sebagai implementasi rukun iman

Indikator :

3.2.1 menjelaskan makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya

3.2.2 mendiskusikan makna diturunkannya kitab-kitab suci melalui rasul-rasul-Nya

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu

: : : :

SDN KEMBANGAN SELATAN 01

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

5 / I

12 Jtm (.3 x Pertemuan)

B.

C.

Kompetensi Dasar dan Indikator

Materi Pembelajaran

Mengenal Nama Allah dan Kitabnya

1. Mengenal Allah Swt. melalui Asmaul HusnaB

Sudah menjadi kebiasaan, apabila kita ingin mengenal sesuatu, misalnya mengenal orang, hewan, tumbuhan dan benda alam lainnya, yang pertama ditanyakan adalah namanya. Melalui nama itu kita mengenal sesuatu. Demikian juga halnya Tuhan. Siapakah Tuan ? Agama Islam menyebutnya Allah swt.

Untukmengenal lebih jauh siapa Allah swt. Jawabannya, ada pada al asmaul Husna. Oleh karena itu Allah mewahyukan namanya kepada manusia melalui kitab suci al Qur’an. Di sana disebutkan nama-nama Allah sebanyak 99 nama atau disebut dengan Asmaul Husna yaitu nama yang baik dan indah. Di antar nama-nama tersebut adalah:

1. Al Mumit ( ِاَ ْل ُم ِم ْي ُت )

Al Mumit ( ِاَ ْل ُم ِم ْي ُت ) artinya yang maha mematikan. Allah berhak dan dapat mematikan semua makhluk yang bernyawa di muka bumi ini. Allah SWT adalah zat yang maha mematikan, yaitu Dia berkuasa mematikan hamba-hambanya dan Dia juga berkuasa untuk menghidupkan kembali. Dia tidak pernah mati sebagaimana yang dialami makhluk-makhluknya. Malaikat yang bertugas mencabut nyawa adalah Malaikat Izrail.

10 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(12)

Allah yang menciptakan kematian. Semua yang hidup akan merasakan kematian yang dapat datang setiap saat. Allah yang menentukan waktu kehidupan dan kematian makhluk-makhluknya. Hal ini dijelaskan dalam surat al Waqi’ah ayat 60

ُِ ِِِِ



ِ



ِ

  



ِ

ِ



ِ







ِ



Artinya:

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,

2. Al Hayyu ( ِاَ ْل َحي ُى)

Al Hayyu ( ِاَ ْل َحي ُى) Artinya Allah Maha Hidup. Allah itu hidup tidak berawal dan tidak

berakhir. Dia yang menciptakan waktu, sehingga Dia tidak dibatasi dimensi waktu. Baginya tiada waktu lalu, sekarang, juga yang akan datang. Dia hidup dan tidak pernah mati. Hal ini dijelaskan dalam surat al Furqan ayat 58

       





Artinya:

dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan

bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.

Manusia tidak dapat hidup abadi seperti Allah. Oleh sebab itu manusia harus menyadari bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara dan berlangsung sebentar saja. Kehidupan yang sesungguhnya adalah hidup di akhirat. Kita harus menjadikan hidup di dunia ini sebagai bekal untuk hidup yang sesungguhnya di akhirat kelak

3. Al Qayyum ( اِقَيُوم)

Al Qayyum ( ولقَيُوم) artinya Yang Maha Berdiri sendiri. Dia sama sekali tidak

membutuhkan tempat, bahkan tidak membutuhkan suatu apa pun untuk kelangsungan wujudnya. Allah dapat hidup dan tidak memerlukan bantuan dari mana pun. Berbeda dengan manusia yang tidak dapat hidup jika tidak ada orang lain. Di mana

Pun tempat, kita pasti memanfaatkan jasa orang lain. Misalnya saat kita berada dalam kelas, kita sudah memanfaatkan jasa para tukang bangunan yang

membangun kelas kita. Kita duduk di kursi, berarti kita memanfaatkan jasa orang yang membuat kursi itu. Adapun Allah tidak pernah membutuhkan jasa orang lain ataupun makhluk-makhluknya. Justru Allah yang menjaga kita, yang mengasihi kita, dan yang menolong kita setiap hari.

4. Al Ahad ( ُِاَ ْلَِِ َحد)

Al Ahad ( ُِاَ ْلَِ ِ َحد) artinya Maha Esa. Esa artinya satu. Jadi Allah itu satu, tida ada

Tuhan selain Allah. Allah tidak mempunyai ayah dan ibu tidak pula beranak. Allah tidak ada menyamai dan tidak ada yang mendahuluinya. Keesaan Allah di jelaskan dalam surat al Ikhlas ayat 1-4





             

  

Artinya:

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."

Hanya Allah yang patut kita sembah. Allah tempat bergantung manusia. Kita berdo’a dan minta pertolongan hanya kepada Allah. Kita tidak boleh menyekutukan Allah

(13)
(14)

dengan suatu apapun. Orang yang menyembah selain Allah dinamakan musyrik.

2. Mengenal Kitab-Kitab Allah

Telah diterangkan sebelumnya bahwa seorang Nabi menerima syariat melalui wahyu yang berasal dari tuhan untuk dan dirinya dan juga bisa diberikan kepada selainnya, sedangkan rasul adalah seorang Nabi yang bertugas menyampaikan syariat, petunjuk aatau hal lainnya kepada sebagian umat yang menjadi

tanggungannya, jadi seorang Rasul pastilah dia seorang Nabi dan dengan demikian seorang Nabi belum tentu berfungsi sebagai Rasul.

Rasul menerima suhuf atau Kitab yang dalam arti harfahnya bermakna

lembaran-lembaran yang tertulis, tertulis dalam arti belum tentu yang ditulis oleh si penerima wahyu, tentang syariat, perintah atau larangan, diantaranya adalah :

1. Nabi ibrahim AS

2. Nabi Musa AS, disebut Taurat, berisi hukum syariat yang ditujukan kepada Bani Israil.

3. Nabi Daud AS, disebut Zabur, juga ditujukan kepa Bani Israil.

4. Nabi Isa al-Masih AS, disebut injil yang merupakan penyempurnaan dan penjelas bagi kitab-kitab sebelumnya yaitu Zabur dan Taurat dan ditujukan juga untuk Bani Israil.

5. Nabi Muhammad SAW, disebut Al-Qur'an, merupakan petunjuk berupa syariat dan hukum bagi seluruh umat manusia dan sebagai penjelas dan penyempurna kitab-kitab Allah sebelumnya. Jadi Al-Quran merupakan wahyu tertulis terakhir (Final Revelation) berisi tentang penjelasan segala sesuatu yang diperlukan manusia dalam menempuh kehidupan di dunia agar mencapai kesejahteraan, keselamatan dengan tujuan akhir adalah kebahagiaan hidup di akhirat nanti.

Semua kitab-kitab tersebut berasal dari Yang Maha Kuasa, Yang Maha Tahu, Tuhan Semesta Alam, Allah SWT. Oleh karena sumbernya satu, maka semua ajarannya adalah sejalan selaras dan bisa dijadikan dasar untuk membenarkan kitab-kitab sebelumnya.

Allah SWT menurunkan kitab kepada umat manusia dengan tujuan

memberikan petunjuk jalan, hukum-hukum dan syariat yang bisa digunakan oleh manusia yang beriman untuk keselamatan dunia dan akhirat.

Pengertian Kitab dan Suhuf

Kitab yaitu kumpulan wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul untuk diajarkan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup.

Suhuf yaitu wahyu Allah yang disampaikan kepada rasul, tetapi masih berupa lembaran-lembaran yang terpisah. Ada persamaan dan perbedaan antara kitab dan suhuf

Persamaan

Kitab dan suhuf sama-sama wahyu dari Allah.

Perbedaan

Isi kitab lebih lengkap daripada isi suhuf Kitab dibukukan sedangkan suhuf tidak dibukukan.

Allah menyatakan bahwa orang mukmin harus meyakini adanya kitab-kitab suci yang turun sebelum Al Qur’an seperti disebutkan dalam frman Allah berikut ini. Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya”. (QS An Nisa : 136)

Selain menurunkan kitab suci, Allah juga menurunkan suhuf yang berupa lembaran-lembaran yang telah diturunkan kepada para nabi seperti Nabi Ibrahim a.s dan nabi Musa a.s. Firman Allah SWT .Artinya : “ (yaitu) suhuf-suhuf (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Ibrahim dan Musa” (Al A’la : 19)

Kitab-kitab Allah berfungsi untuk menuntun manusia dalam meyakini Allah SWT dan apa yang telah diturunkan kepada rasul-rasul-Nya sebagaimana

digambarkan dalam frman Allah SWT berikut. Artinya : “Katakanlah (hai orang-orang

12 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(15)

mukmin), kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya dan apa yang kami berikan kepada Musa dan Isa seperti apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan kami hanya patuh kepada-Nya.” (QS Al Baqarah : 136)

,

Prilaku yang mencerminkan Keimanan Kepada Kitab Allah 1. Meyakini bahwa Kitab Allah itu benar datang dari Allah.

2. Menjadikan kitab Allah sebagai Pedoman (hudan) khusus kitab yang diturunkan kepada kita

3. Memahami isi kandungannya.

4. Mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari Umat manusia, khususnya umat muslim harus meyakini bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab Nya kepada para nabi atau Rasul sebagai pedoman hidup bagi umatnya

masing-masing. Al Qur’an sebagai kitab Allah yang terakhir dan penyempurna sebelumnya telah diturunkan kepada nabi Muhammad SAW.

Para nabi/Rasul yang menerima kitab wahyu tersebut yang bertugas

menyampaikan pesan wahyu tersebut, bisa diartikan sebagai penyelamat bagi umat yang diperintahkan Allah untuk menyampaikannya. Jadi Nabi Ibrahim adalah

penyelamat umatnya, Nabi Musa adalah penyelamat Bani israil kemudian oleh Nabi-nabi lainnya (yang tidak diberitakan oleh Qur'an) serta diikuti oleh Nabi Isa Al-Masih AS.

Para Nabi/Rasul seluruhnya adalah penyelamat atau juru selamat bagi

umatnya, dikarenakan mereka menerima wahyu dan sekaligus menjelaskan tentang wahyu tersebut untuk keselamatan umatnya dalam menempuh kehidupan di dunia maupun di akhirat.

Al-Qur'an sebagai fnal revelation, ditujukan kepada seluruh umat manusia dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, berisi seluruh rangkuman dan membenarkan kitab-kitab sebelumnya, petunjuk jalan, pembeda antara yang bathil dan yang hak, sebagai penerang dikarenakan berisi segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia. Seluruh Ilmu Pengetahuan terdapat dalam Al-Qur'an, sosial, ekonomi, bernegara, teknologi, jual-beli (bisnis), hukum privat dan lain sebagainya.

Oleh karena itu Al-Qur'an pantas menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia, sepanjang jaman sampai hari kiamat. Dengan demikian siapa yang ingin mencari keselamatan , pelajarilah Al-Qur'an , ikuti petunjuknya !! Nabi Muhammad SAW sebagai pengemban tugas penyampaian wahyu terakhir bisa dikatakan berfungsi sebagai penyelamat seluruh umat manusia, ya, Nabi Muhammad adalah Juru Selamat seluruh umat manusia.

Kitab Al Quran

Qur'an adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam memercayai bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah hanya yang diperuntukkan bagi manusia, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Dan sebagai wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah sebagaimana yang terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5

Kitab Al-Qur'an artinya: sungguh kami telah menurunkan az Zikir (al-Qur'an) dan sungguh kami akan memeliharanya. Diberikan kepada nabi muhammad saw, sebagai penyempurna kitab sebelumnya dari awal mula al Qur'an diturunkan sampai sekarang dan seterusnya akan selalu terjaga keaslianya.dan juga allah menjamin kitab suci al quran akan selalu terjaga keaslianya.

Hubungan dengan kitab-kitab lain

Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat, Zabur, Injil, lembaran Ibrahim), Al-Qur'an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Berikut adalah pernyataan Al-Qur'an yang tentunya menjadi doktrin bagi ummat Islam mengenai hubungan Al-Qur'an dengan kitab-kitab tersebut: Bahwa Al-Qur'an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab

13 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(16)

tersebut. QS(2:4)

Bahwa Al-Qur'an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifkator) bagi kitab-kitab

sebelumnya. QS(5:48)

Bahwa Al-Qur'an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara

ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)

Bahwa Al-Qur'an meluruskan sejarah. Dalam Al-Qur'an terdapat cerita-cerita mengenai kaum dari rasul-rasul terdahulu, juga mengenai beberapa bagian

mengenai kehidupan para rasul tersebut. Cerita tersebut pada beberapa aspek penting berbeda dengan versi yang terdapat pada teks-teks lain yang dimiliki baik olehYahudi dan Kristen.

1. Kitab taurat

KitabTaurat atauT orah dalam bahasaI br a ni adalah lima kitab pertama Tanakh atau

Alkitab Perjanjian Lama. Kitab Taurat dalam bahasa Yunanidi s ebutPe ntat eukh. Kitab taurat artinya:sesungguhnya kami telah menurunkan kitab taurat yang didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)yang kitab ini di putuskan orang yahudi oleh nabi-nabi yang menyerahkan diri kepada allah oleh orang-orang alim mereka dan pendeta2 mereka di sebabkan mereka diperintahkan

memelihara kitab2 allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya

Di turunkan kepada nabi musa as.di bukitSinaiisinya mengandung 10 hukum tuhanyang di kenal dengan ten commandment.kitab taurat adalah ajaran allah dan merupakan petunjuk yang benar terhadap kaum bani israil.

2. Kitab injil

Injil (Yunani: /euangelion - "kabar baik" atau "berita baik" atau "berita suka

cita") adalah istilah yang digunakan untuk menyebut keempat kitab pertama dalam Alkitab

Perjanjian Baru. Kitab-kitab tersebut adalah: Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil

Yohanes. Kata injil sendiri berasal dari bahasa Arab. Injil biasanya mengandung arti:

1. Pemberitaan tentang aktivitas penyelamatan Allah di dalam Yesus dari Nazaretata u berita yang disampaikan oleh Yesus dari Nazaret. Inilah asal-usul penggunaan kata "Injil" menurut Perjanjian Baru (lihat Surat Roma 1:1 atauMa r kus 1:1).

2. Dalam pengertian yang lebih populer, kata ini merujuk kepada keempatI nj ilka noni k (Matius, Markus, Lukasda n Yohanes) dan kadang-kadang juga karya-karya lainnya yang non-kanonik (mis. Injil Tomas), yang menyampaikan kisah kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus.

3. Sejumlah sarjana modern menggunakan istilah "Injil" untuk menunjuk kepada sebuah

genre hipotetis dari sastra Kristen perdana (bdk. Peter Stuhlmacher, ed.,Das Evangelium und die Evangelien, Tübingen 1983, juga dalam bahasa Inggris: The

Gospel and the Gospels).

Di berikan kepada nabi isa.secara garis besar sama dengan kitab Allah yang sebelumnya.

Kitab injil artinya: dan kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi bani israil) dengan isa putra maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya,yaitu Tuaurat.dan kami telah memberikan kepadanya kitab injil,sedangkan di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) Kitab zabur diberikan kepada nabi daud.isi pokok kitab zabur adalah tentang kewajiban meyembah ALLAH SWT

3. Kitab Zabur

Zabur (bahasa Arab: ) disamakan oleh sebagian ulama dengan Mazmur, yang menurut Islam, adalah salah satu kitab suci yang diturunkan sebelum Al-Qur'an

14 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(17)

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan Kesatu

a. Kegiatan Awal ( 20 Menit)

Pendahuluan

 Membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat;

 Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan dengan lancar dan benar (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya);

 Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;

 Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan materi sebelumnya tentang: perilaku saling mengingatkan

 Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai  Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati,

menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan

(selain Taurat dan Injil). Istilah zabur adalah persamaan dengan istilah Ibranizimra, bermaksud "lagu, musik." Ia, bersama dengan zamir ("lagu") danmiz m or ("mazmur" atau psalm), merupakan derivasi zamar, artinya "nyanyi, nyannyikan pujian,

buatkan musik."

Umat Muslim percaya bahwa zabur adalah kitab suci yang diturunkan Allah kepada kaum Bani Israil melalui utusannya yang bernama Nabi Daud.

1. Fungsi dan Peranan al-Qur'an

Al-Qur'an adalah wahyu Allah ( 7:2 ) yang berfungsi sebagai mu'jizat bagi Rasulullah Muhammad saw ( 17:88; 10:38 ) sebagai pedoman hidup bagi setiap Muslim ( 4:105; 5:49,50; 45:20 ) dan sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya ( 5:48,15; 16:64 ), dan bernilai abadi.

Sebagai mu'jizat, Al-Qur'an telah menjadi salah satu sebab penting bagi masuknya orang-orang Arab di zaman Rasulullah ke dalam agama Islam, dan menjadi sebab penting pula bagi masuknya orang-orang sekarang, dan ( insya Allah) pada masa-masa yang akan datang. Ayat-ayat yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dapat meyakinkan kita bahwa Al-Qur'an adalah frman-frman Allah, tidak mungkin ciptaan manusia apalagi ciptaan Nabi Muhammad saw yang ummi (7:158) yang hidup pada awal abad ke enam Masehi (571 - 632 M). Diantara ayat-ayat tersebut umpamanya : 39:6; 6:125; 23:12,13,14; 51:49; 41:11-41; 21:30-33; 51:7,49 dan lain-lain.

Demikian juga ayat-ayat yang berhubungan dengan sejarah seperti tentang kekuasaan di Mesir, Negeri Saba'. Tsamud, 'Ad, Yusuf, Sulaiman, Dawud, Adam, Musa dan lain-lain dapat memberikan keyakinan kepada kita bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah bukan ciptaan manusia. Ayat-ayat yang berhubungan dengan ramalan-ramalan khusus yang kemudian dibuktikan oleh sejarah seperti tentang bangsa Romawi, berpecah-belahnya Kristen dan lain-lain juga menjadi bukti lagi kepada kita bahwa Al-Qur'an adalah wahyu Allah SWT. (30:2,3,4;5:14).

Bahasa Al-qur'an adalah mu'jizat besar sepanjang masa, keindahan bahasa dan kerapihan susunan katanya tidak dapat ditemukan pada buku-buku bahasa Arab lainnya. Gaya bahasa yang luhur tapi mudah dimengerti adalah merupakan ciri dari gaya bahasa Al-Qur'an. Karena gaya bahasa yang demikian itulah Umar bin Khattab masuk Islam setelah mendengar Al-Qur'an awal surat Thaha yang dibaca oleh

adiknya Fathimah. Abul Walid, diplomat Quraisy waktu itu, terpaksa cepat-cepat pulang begitu mendengar beberapa ayat dari surat Fushshilat yang dikemukakan Rasulullah sebagai jawaban atas usaha-usaha bujukan dan diplomasinya.

15 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(18)

mengkomunikasikan

 Mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa tulisan di papan tulis/white board, potongan kartu/kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca atau gambar), jika memungkinkan melalui tayangan slide (media LCD projector).

b. Kegiatan Inti ( 100 Menit)

Mengamati

 Membaca buku teks tentang Asma ul Husna: Mumit, Hayy, Al-Qayum, Al-Ahad

 Menonton flm/video tentang Asma ul Husna: Mumit, Hayy, Al-Qayum, Al-Ahad

 Menyebutkan arti Asma ul Husna: Al-Mumit, Al-Hayy, Al-Qayum, Al-Ahad

Menanya

 Memotivasi siswa bertanya, misalnya : mengapa Allah SWT menghidupkan manusia dan Allah SWT pula yang mematikan?

 Bagaimana jika Allah SWT lebih dari Satu?

Eksperimen/explore/mengumpulkan informasi

 Diskusi tentang arti Asma ul Husna: Mumit, Hayy, Qayum, Al-Ahad secara klasikal atau individual

 Menujukkan bukti akan Asma ul Husna: Al-Mumit, Al-Hayy, Al-Qayum, Al-Ahad dalam kehidupan sehari-hari.

Asosiasi / mengolah informasi

 Menganalisis bukti Asma ul Husna: Mumit, Hayy, Qayum, Al-Ahad dalam kehidupan sehari-hari.

 Menyimpulkan bukti Asma ul Husna: Mumit, Hayy, Qayum, Al-Ahad dalam kehidupan sehari-hari.

Mengkomunikasikan

 Menyampaikan hasil diskusi tentang arti Asma ul Husna: Mumit, Al-Hayy, Al-Qayum, Al-Ahad secara kelompok

 Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengkonfrmasi, menyanggah)

Membuat resume dibantu dan dibimbing guru

c. Kegiatan Penutup ( 20 Menit)

1. Kesimpulan

Menyimpulkan materi pembelajaran yang telah disampaikan 2. Refeksi

mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;

3. Umpan Balik

Guru memberikan penilaian kepada siswa terhadap kegiatannya mengikuti proses pembelajaran

4. Tindak Lanjut

Memberikan tugas individu maupun kelompok

5. Informasi Kegiatan Selanjutnya

Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

16

(19)

2. Pertemuan Kedua

a. Kegiatan Awal ( 20 Menit)

Pendahuluan

 Membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat;

 Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan dengan lancar dan benar (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya);

 Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;

 Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan materi sebelumnya tentang:

arti Asma ul Husna: Mumit, Hayy,

Al-Qayum, Al-Ahad

 Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai  Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati,

menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan mengkomunikasikan

 Mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa tulisan di papan tulis/white board, potongan kartu/kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca atau gambar), jika memungkinkan melalui tayangan slide (media LCD projector).

b. Kegiatan Inti ( 100 Menit)

Mengamati

 Mendengar cerita kitab suci dan para nabi yang menerimanya.  Mencermati kandungan ajaran pokok kitab suci secara klasikal atau

individual

Menanya

 Memotivasi siswa bertanya, misalnya : Mengapa kita harus mengenal kitab-kitab suci Allah swt?

 Apa saja nilai-nilai yang ada dalam kitab-kitab suci Allah swt?

Eksperimen/explore/mengumpulkan informasi

 Mendiskusikan tentang kandungan kitab suci yang diberikan kepada para rasul

 Menganalisis kandungan masing-masing kitab suci Allah SWT

Asosiasi / mengolah informasi

 Menganalisis nilai-nilai pedoman hidup dalam kitab-kitab suci Allah swt  Menyimpulkan nilai-nilai pedoman hidup dalam kitab-kitab suci Allah swt

Mengkomunikasikan

 Menyampaikan hasil diskusi tentang isi kandungan kitab-kitab suci Allah swt yang dibaca secara kelompok atau individual

 Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengkonfrmasi, menyanggah)

 Membuat resume dibantu dan dibimbing guru

c. Kegiatan Penutup ( 20 Menit)

1. Kesimpulan

Menyimpulkan materi pembelajaran yang telah disampaikan 2. Refeksi

mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;

3. Umpan Balik 17

(20)

3. Pertemuan Ketiga

a. Kegiatan Awal ( 20 Menit)

Pendahuluan

 Membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat;

 Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan dengan lancar dan benar (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya);

 Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;

 Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan materi sebelumnya tentang:

kitab-kitab suci Allah swt

 Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai  Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati,

menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan mengkomunikasikan

 Mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa tulisan di papan tulis/white board, potongan kartu/kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca atau gambar), jika memungkinkan melalui tayangan slide (media LCD projector).

b. Kegiatan Inti ( 100 Menit)

Mengamati

 Mendengar cerita kitab suci al Qur’an dan rasul yang menerimanya.  Mencermati kandungan ajaran pokok kitab suci al Qur’an secara klasikal

atau individual

Menanya

 Memotivasi siswa bertanya, misalnya : Mengapa kita berpedoman pada ajaran kitab suci al Qur’an?

 Apa saja nilai-nilai yang ada dalam kitab suci al Qur’an?

Eksperimen/explore/mengumpulkan informasi

 Mendiskusikan tentang kandungan kitab suci al Qur’an yang diberikan kepada rasulullah Saw

 Menganalisis kandungan masing-masing kitab suci suci al Qur’an

Asosiasi / mengolah informasi

 Menganalisis nilai-nilai pedoman hidup dalam al-Qur’an  Menyimpulkan nilai-nilai pedoman hidup dalam al-Qur’an

Mengkomunikasikan

 Menyampaikan hasil diskusi tentang isi kandungan ayat-ayat al-Qur’an yang dibaca secara kelompok atau individual

 Menanggapi hasil presentasi atau diskusi (melengkapi, mengkonfrmasi, menyanggah)

 Membuat resume dibantu dan dibimbing guru

Guru memberikan penilaian kepada siswa terhadap kegiatannya mengikuti proses pembelajaran

4. Tindak Lanjut

Memberikan tugas individu maupun kelompok

5. Informasi Kegiatan Selanjutnya

Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

18 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(21)

Pertemuan

ke … Bentuk Penilaian Instrumen Penilaian

1. Penilaian Sikap  Mengamati diskusi tentang bukti Asma ul Husna: Al-Mumit, Al-Hayy, Al-Qayum, Al-Ahad

 Mengamati diskusi tentang kandungan isi al-Qur’an

2.Penilaian Pengetahuan  Tes kemampuan kognitif dengan bentuk soal tes pilihan ganda

 Tes kemampuan kognitif dengan dengan bentuk soal tes pilihan ganda

3.Penilaian Keterampilan  Berpasangan menyebutkan arti Asma ul

Husna: Al-Mumit, Al-Hayy, Al-Qayum, Al-Ahad  Membuat laporan tentang bukti Asma ul

Husna: Al-Mumit, Al-Hayy, Al-Qayum, Al-Ahad

 Menuliskan kandungan isi Al-Qur’an

c. Kegiatan Penutup ( 20 Menit)

1. Kesimpulan

Menyimpulkan materi pembelajaran yang telah disampaikan 2. Refeksi

mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;

3. Umpan Balik

Guru memberikan penilaian kepada siswa terhadap kegiatannya mengikuti proses pembelajaran

4. Tindak Lanjut

Memberikan tugas individu maupun kelompok

5. Informasi Kegiatan Selanjutnya

Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

Bentuk Instrumen

c. Bentuk Remedial

Bimbingan Individu

Bimbingan Kelompok Pembelajaran ulang Pemberian Tugas

Bagi peserta didi yang belum menguasai materi (belum mencapai KKM), guru terlebih dahulu mengidentifkasi hal-hal yang belum dikuasai. Berdasakan hasil identifkasi, peserta didik kembali mempelajari hal-hal yang belum di kuasai dengan bimbingan guru dan melakukan penilaian kembali.

d. Bentuk Pengayaan

Belajar Kelompok

Belajar Mandiri

Peserta didik diminta mengemukakan berdasarkan apa yang mereka lihat di sekitar sekolah, perilaku teman-temannya yang mencerminkan kebiasaan melafalkan al Asmaul Husna dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

E.

Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan

1. Jenis/Teknik Penilaian : Tes dan Non Tes 2. Instrumen Penilaian :

19 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(22)

F. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran

1. Media

 Poster tulisan

 Multimedia Interaktif/ CD Interaktif /Video 2. Alat/Bahan

3. Sumber Belajar

 Buku PAI dan Budi Pekerti PAI Kls V SD  Buku Pengayaan Asmaul Husna

 Al Quran dan terjemahnya  Buku Kisah Nabi dan Rasul

Mengetahui, Kepala Sekolah

( SETIANINGSIH, M.Pd ) NIP. 197011211991022001

Lampiran-lampiran

Jakarta, ….... September 2016 Guru Pend.Agama Islam & Budi Pekerti

( ADNEN, S.Ag )

NIP. 196311261984042001

20 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(23)

1. 2.1 Memiliki sikap jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.Al-Ahzab (33): 23

Indikator :

2.1.1 menerapkan sikap jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.Al-Ahzab (33): 23

2.1.1 membiasakan sikap jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.Al-Ahzab (33): 23

2. 2.2 Memiliki perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, dan guru dan sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Baqarah ayat 83

Indikator :

2.2.1 menerapkan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, dan guru dan sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Baqarah ayat 83

2.2.2 membiasakan perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, dan guru dan sesama anggota keluarga sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Baqarah ayat 83

3. 2.5 Memiliki sikap menghargai pendapat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Az-Zumar ayat 18

Indikator :

2.5.1 membiasakan sikap menghargai pendapat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Az-Zumar ayat 18

2.5.2 membangun sikap menghargai pendapat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Az-Zumar ayat 18

4. 4.6 Mencontohkan sikap menghargai pendapat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Az-Zumar ayat 18

Indikator :

4.6.1 melatih sikap menghargai pendapat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Az-Zumar ayat 18

4.6.2 membiaskan sikap menghargai pendapat sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Az-Zumar ayat 18

A. Kompetensi Inti (KI)

KI 1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya

KI 2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan

tetangganya serta cinta tanah air

KI 3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda -benda yang dijumpainya di rumah, sekolah dan tempat bermain

KI 4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia,

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu

: : : :

SDN KEMBANGAN SELATAN 01

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

5 / I

8 Jtm ( 2 x Pertemuan)

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

21 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

(24)

Anak-anak, kalian pasti suka

menjadi anak yang baik, jujur, amanah, dan selalu

hormat dan patuh kepada orang tua dan gurunya. Tahukah kalian, keuntungan menjadi orang yang baik? Ayo, ikuti pelajaran ini. Insya Allah kalian akan menjadi anak baik yang disayang oleh Allah.

A. Sifat Jujur

Kisah orang jujur

Anak Gadis yang Jujur

Pada suatu malam, Khalifah

Umar ditemani pengawalnya berkeliling negeri untuk

melihat dari dekat kehidupan rakyatnya. Sampai di pinggiran kota Makkah, khalifah tertarik melihat sebuah gubuk kecil. Beliau mendengar suatu percakapan. “Anakku, malam ini kambing kita mengeluarkan susu sedikit

sekali. Ini tidak cukup untuk

memenuhi permintaan pelanggan besok pagi,” keluh

wanita itu kepada anaknya. Dengan tersenyum, anak gadisnya itu menghibur, “Ibu, tidak usah disesali. Inilah rezeki yang diberikan Allah kepada kita hari ini. Semoga besok kambing kita mengeluarkan susu yang lebih banyak lagi.”Namun, aku khawatir para pelanggan tidak mau membeli susu kepada kita lagi.

Bagaimana kalau susu itu kita campur air supaya kelihatan banyak?” “Jangan, Bu!” gadis itu melarang. “Bagaimanapun kita tidak boleh berbuat curang. Lebih baik kita katakan dengan jujur pada pelanggan bahwa hasil susu hari ini hanya sedikit. Mereka tentu akan memakluminya. Lagi pula, kalau ketahuan, kita akan dihukum oleh Khalifah Umar. Percayalah, ketidakjujuran itu akan menyiksa hati.”

“Bagaimana mungkin Khalifah Umar tahu!” kata janda itu kepada anaknya. “Saat ini beliau tidur pulas di istana megah tanpa pernah mengalami kesulitan seperti kita.” Gadis remaja itu tersenyum dan berkata, “Ibu, memang khalifah tidak melihat apa yang kita lakukan sekarang. Tapi, Allah Maha Melihat setiap gerak-gerik

makhluknya. Meskipun kita miskin, jangan sampai kita melakukan sesuatu yang dimurkai Allah.” Dari luar gubuk, Khalifah Umar kagum dengan kejujuran gadis itu. Ternyata, kemiskinan tidak membuatnya untuk berbuat curang. Keesokan harinya,

Khaifah Umar memerintahkan beberapa orang untuk menjemput wanita pemerah susu dan anak gadisnya. Beliau bermaksudakan menikahkan putranya dengan gadis yang jujur itu. Allah Swt. sangat senang kepada orang yang jujur, yaitu yang tulus dan lurus hatinya, tidak curang. Misalnya, jujur mengerjakan tugas, seperti ujian atau ulangan tidak mencontek dan jujur menggunakan uang, seperti mengembalikan uang kembalian sisa belanja. Mengatakan sesuatu dengan jujur, misalnya mengakui kesalahan. Seperti pertanyaan guru, “Apakah kalian belajar di rumah?” Apabila tidak belajar, katakanlah dengan jujur “Saya tidak belajar.” Apa keuntungan orang jujur? Allah Swt. senang dengan orang jujur. Kemudian, sikap jujur disenangi semua orang. Orang jujur selalu banyak teman dan dicari orang. Sebaliknya, Allah Swt. tidak senang kepada orang yang tidak jujur, dan orang tidak jujur akan dibenci semua orang.

B. Amanah

Pada usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw. mulai berdagang ke Syam bersama pamannya. Dalam berdagang, beliau selalu bersikap amanah (terpercaya). Barang dagangan yang dititipkan kepadanya dijaga dengan baik. Mengingat sikapnya itu, beliau mendapatkan gelar al-Amin, artinya orang yang dapat dipercaya. Sebagai umat Nabi Muhammad saw., kita harus meneladani perilakunya, misalnya:

· rajin belajar;

· menjaga nama baik orang tua kita; · mengerjakan tugas sekolah;

· menjaga nama baik guru dan sekolah.

Pada usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw. mulai berdagang ke Syam bersama pamannya. Dalam berdagang, beliau selalu bersikap amanah (terpercaya). Barang dagangan yang dititipkan kepadanya dijaga dengan baik. Mengingat sikapnya itu, beliau mendapatkan gelar al-Amin, artinya orang yang dapat dipercaya. Sebagai umat Nabi Muhammad saw., kita harus meneladani perilakunya, misalnya:

· rajin belajar;

22 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(25)

· menjaga nama baik orang tua kita; · mengerjakan tugas sekolah;

· menjaga nama baik guru dan sekolah.

C.Hormat dan Patuh pada Orang Tua dan Guru

Ayah dan ibu telah berjasa mengasuh dan memelihara kita. Kita harus patuh kepada mereka berdua. Hormat dan patuh kepada orang tua adalah perintah Allah. Allah berfrman dalam al-Qur’an, yang artinya:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua

orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

(Surah Luqman/31:14).

Beberapa contoh sikap anak menghormati dan patuh kepada orang tua adalah 1. patuh dan taat bila dinasihatinya

2. rajin salat dan belajar untuk memenuhi harapannya 3. sanggup membantu di rumah sesuai kemampuan 4. selalu ingat untuk mendoakannya, seperti doa berikut:

Artinya:

“Ya Allah ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”

Kita juga diharuskan hormat kepada sesama anggota keluarga, misalnya: hormat kepada kakak dan sayang kepada adik. Selain itu, kita juga wajib berperilaku hormat dan patuh kepada guru. Guru telah berjasa mendidik dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Lalu, bagaimanakah cara kita menghormati guru? Berikut adalah contoh cara menghormati dan mematuhi guru:giatan

Ayo, ceritakan!

· Bagaimana sikap hormat dan patuh kepada orang tua? · Bagaimana sikap hormat dan patuh kepada guru?

· Bagaimana sikap hormat kepada kakak dan sayang kepada adik? · Bagaimana sikap santun kepada orang lain yang tidak kamu kenal?

Berikut adalah contoh cara menghormati dan mematuhi guru: Saat bertemu dengan guru:

· mengucapkan salam: “Assalāmu ‘alaikum”;

· bersalaman dengan mencium tangannya;

· memperlihatkan wajah berseri-seri.

Saat guru menasihati:

· mendengarkan dengan tulus; · menaati nasihatnya.

Saat guru memberi tugas/PR, hendaknya:

· selalu mengerjakan dan menyelesaikan tepat waktu;

· tidak bermalas-malas dan mengeluh.

Saat berbicara dengan guru:

· Berbicara dengan santun; · Suara tidak terlalu keras;

· Tidak memotong pembicaraannya.

Saat guru sedang mengajar: Contoh sikap santun:

· duduk tenang dan tidak mengganggu 1. Mengucapkan salam, selalu teman;

· tidak berbicara sendiri sehingga berisik atau gaduh;

· memperhatikan pelajaran di sekolah.

memperhatikan, dan bermuka manis (berseri-seri) saat bertemu. Rasulullah saw. bersabda yang artinya:

Janganlah sekali-kali kamu meremehkan sesuatu

kebaikan,walaupun hanya dengan muka manis, bila kamu bertemu dengan saudaramu.” (H.R. Muslim, dari Abu ªar r.a.).

2. Berbicara dengan lembut dan tenang, suara tidak terlalu keras, dan tidak

23 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(26)

menyakitkan, sabar saat

mendengarkan teman berbicara. Hindari kata-kata kasar, keras, dan kotor yang dapat menyakiti hati orang lain.

3. Peduli terhadap kondisi teman dan suka menolong kesulitannya. Apabila ada yang sakit atau tertimpa musibah, usahakanlah untuk menjenguknya. 4. Berteman tanpa pilih kasih.

Bersahabat dan bermain dengan siapa saja: kaya, miskin normal, cacat, cakap, buruk, bangsawan, rakyat jelata, dan sebagainya.

5. Tidak mencela dengan perkataan yang buruk.

6. Rendah hati dan bisa menerima dengan hat tulus atas kerja temanmu. 7. Mengucapkan “terima kasih” kepada

teman yang telah berjasa.

8. Minta maaf kepada teman apabila kita bersalah, menyinggung perasaan, dan sebagainya.

9. Tidak mengambil hak orang lain dan menguasainya dengan cara mencuri, merampas, atau berdusta.

10. Memberi ucapan selamat, sanjungan, dan pujian secara langsung.

D. Indahnya Saling Menghargai

Sikap saling menghargai Antara lain sebagai berikut: 1.

2.

3.

Menghargai Pendirian Orang Lain

Di dalam agama Islam terdapat sedikit perbedaan dalam beribadah. Misalnya dalam ibadah shalat subuh, ada yang melakukan qunut da nada yang tidak melakukannya. Semua itu tergantung pendiriannya masing-masing.

Pendirian inilah yang harus kita hargai karena semua ada tuntunannya. Menghargai Keyakinan Orang Lain

Dalam berteman bagi mereka yang berlainan agama harus saling menghargai Menghargai Pendapat Orang Lain

Dalam belajar kelompok, masing-masing siswa mengemukakan pedapatnya, sorang pimpinan diskusi (moderator) harus bijaksana yaitu menghargai semua pendapat peserta diskusi, dan menyimpulkan hasilnya berdasarkan suara yang telah dikemukakan oleh peserta diskusi

RANGKUMAN:

1. Bercita-cita menjadi anak shalih adalah sikap anak pintar yang terpuji

2. Anak shalih adalah anak baik yang selalu di saying Allah dan manusia sekitarnya 3. Ciri-ciri anak shalih adalah taat kepada Allah swt, jujur, hormat dan patuh

kepada orang tua dan guru, serta kepada kawanserta saling menghargai antar sesame

4. Di dalam pergaulan, hendaklah menghargai pendirian, keyakinan dan pendapat orang lain

24 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(27)

D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Pertemuan Kesatu

a. Kegiatan Awal ( 20 Menit)

Pendahuluan

 Membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat;

 Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan dengan lancar dan benar (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya);

 Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;

 Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan materi sebelumnya tentang: nilai-nilai pedoman hidup dalam al-Qur’an  Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai  Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati,

menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan mengkomunikasikan

 Mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa tulisan di papan tulis/white board, potongan kartu/kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca atau gambar), jika memungkinkan melalui tayangan slide (media LCD projector).

b. Kegiatan Inti ( 100 Menit)

Mengamati

 Menyimak penjelasan tentang sikap menghargai pendapat  Mengamati gambar tentang sikap menghargai pendapat

Menanya

 Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang tentang sikap menghargai pendapat

 Mengajukan pertanyaan tentang tentang sikap menghargai pendapat

Eksperimen/explore/mengumpulkan informasi

 Secara kelompok kecil mendiskusikan tentang sikap menghargai pendapat

Asosiasi / mengolah informasi

 Membuat catatan hasil diskusi kelompok tentang sikap menghargai pendapat

 Menguhubungkan pelajaran tentang sikap menghargai pendapat dengan sikap dan perilaku warga sekolah sehari-hari

Mengkomunikasikan

 Menyampaikan hasil diskusi tentang sikap menghargai pendapat  Menyampaikan hasil pengamatan tentang sikap menghargai pendapat  Membuat kesimpulan dengan bimbingan guru

c. Kegiatan Penutup ( 20 Menit)

1. Kesimpulan

Menyimpulkan materi pembelajaran yang telah disampaikan 2. Refeksi

mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;

25

(28)

2. Pertemuan Kedua

a. Kegiatan Awal ( 20 Menit)

Pendahuluan

 Membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh salah seorang peserta didik dengan penuh khidmat;

 Memulai pembelajaran dengan membaca al-Qur’an surah pendek pilihan dengan lancar dan benar (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya);

 Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;

 Mengajukan pertanyaan secara komunikatif berkaitan dengan materi sebelumnya tentang:

sikap menghargai pendapat

 Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai  Menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati,

menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan mengkomunikasikan

 Mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa tulisan di papan tulis/white board, potongan kartu/kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca atau gambar), jika memungkinkan melalui tayangan slide (media LCD projector).

b. Kegiatan Inti ( 100 Menit)

Mengamati

 Menyimak penjelasan pentingnya memiliki perilaku jujur, hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga secara klasikal atau individual.

 Mengamati gambar contoh hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga dan jujur secara klasikal atau individual

Menanya

 Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan tentang perilaku jujur, hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga  Mengajukan pertanyaan, misalnya apakah kewajiban kalian kepada

orangtuamu?

Eksperimen/explore/mengumpulkan informasi

 Mendiskusikan isi gambar tentang jujur, hormat dan patuh kepada orangtua,

 Mendiskusikan isi gambar tentang jujur, hormat dan patuh kepada guru  Mendiskusikan isi gambar tentang hormat kepada sesama anggota

keluarga baik secara klasikal maupun kelompok.

Asosiasi / mengolah informasi

 Membuat rumusan hasil diskusi kelompok tentang perilaku jujur, hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga

 Mengidentifkasi berbagai kegiatan tentang perilaku hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga

3. Umpan Balik

Guru memberikan penilaian kepada siswa terhadap kegiatannya mengikuti proses pembelajaran

4. Tindak Lanjut

Memberikan tugas individu maupun kelompok

5. Informasi Kegiatan Selanjutnya

Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya.

26 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

(29)

Mengkomunikasikan

 Menyampaikan hasil diskusi tentang perilaku jujur, hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga secara kelompok  Menyimpulkan hasil diskusi kelompok tentang perilaku jujur, hormat dan

patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga secara individual atau kelompok

 Mencontohkan dengan cara bermain peran/simulasi perilaku jujur, hormat dan patuh kepada orangtua, guru, dan sesama anggota keluarga secara individual maupun kelompok

 Menanggapi hasil presentasi (melengka

Gambar

gambar tentang perilaku hormat dan patuhkepada orangtua, guru, dan sesama anggota
gambar tentang keteladanan Nabi Sulaiman a.s,Nabi Ilyas a.s, Nabi Ilyasa’ a.s. Mengisi rubrik tentang keteladanan Nabi

Referensi

Dokumen terkait

 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa.  Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan

Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa seputar pemahaman mereka tentang lima dari Asmaul Husna.. Siswa menghafalkan arti lima dari

 Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa secara berkelompok dan individu tentang cara membaca huruf, kata dan kalimat dalam Alquran sesuai

 Guru mengadakan tanya jawab dengan siswa tentang isi pokok Surah Al Ikhlas dan pemahaman siswa mengenai hukum bacaan yang ada pada Surah Al Ikhlas.. 

 Siswa mendengarkan dan mengamati uraian guru tentang bahan ajar yang disampaikan  Siswa membacakan kisah Nabi Ayyub AS, sedangkan siswa yang lain mendengarkan  Elaborasi.

 Guru mengadakan Tanya Jawab dengan siswa seputar pemahaman siswa tentang materi yang telah disampaikan..  Guru membacakan kesimpulan ringkas dari materi

Dalam kegiatan pembelajaran, bagi peserta didik yang sudah mencapai kompetensi yang ditentukan (membaca, menghafal, dan menulis Q.S. al-Falaq dengan tartil , lancar, dan baik-

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS 5 SEMESTRR