PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) BERBASIS PELESTARIAN JALAK BALI TERHADAP KEPEDULIAN LINGKUNGAN DAN HASIL PETA KOGNITIF SISWA

10 

Teks penuh

(1)

55

PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR (JAS) BERBASIS

PELESTARIAN JALAK BALI TERHADAP KEPEDULIAN

LINGKUNGAN DAN HASIL PETA KOGNITIF SISWA

Ayu Manik Santika, Desak Nyoman Budiningsih, Cornelius Sri Murdo Yuwono

Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati Denpasar

ABSTRAK

Kurangnya rasa peduli tentang fenomena yang ada dilingkungan sekitar dapat menyebabkan semakin terpuruknya sikap empatik siswa. Hal ini biasa berdampak pada lingkungan mereka yang akan terbengkalai dan rusak karena tidak dirawat dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) berbasis pelestarian Jalak Bali dalam penangkaran Friends of the National Parks Foundation (FNPF) terhadap kepedulian lingkungan dan hasil peta kognitif siswa. Jenis penelitian

Pre-Experimental Design dengan rancangan penelitian One-group Pretest-Posttest Design yang

dilaksanakan di SMA N 1 Nusa Penida. Pengumpulan data menggunakan angket kepedulian lingkungan dengan 3 indikator dan rubrik hasil peta kognitif dengan 4 indikator penilaian. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon Match Pairs yang menunjukkan adanya perbedaan sangat nyata (p<0,01) dari penerapan pendekatan pembelajaran Jelajah Alam sekitar (JAS) berbasis pelestarian Jalak Bali terhadap kepedulian lingkungan siswa dan berbeda nyata (p<0,05) terhadap hasil peta kognitif siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar berbasis pelestarian Jalak Bali dalam penangkaran Friends of the National Parks Foundation berpengaruh positif terhadap hasil peta kognitif siswa KIR SMA N 1 Nusa Penida.

Kata Kunci :Pendekatan JAS, Kepedulian Lingkungan, Peta Kognitif

ABSTRACT

The lack of a sense of caring about the phenomena exists in the environment around can cause further decline empathic attitude possessed by the students. This usually affects their environment which would break down because it is not treated properly. The purpose of this study was to analyze the effect of the approach of Natural Roaming Around (JAS) based on the preservation of the Bali Starling in captivity Friends of the National Parks Foundation (FNPF) to environmental concerns and the students cognitive map results. This type of research Pre-Experimental Design with the study design One-group pretest-posttest design were carried out in SMA N 1 Nusa Penida from April to May. Collecting data using a questionnaire with three indicators of environmental awareness and cognitive maps of the results section with four assessment indicators. Results analyzed by the Wilcoxon Match Pairs showed significant differences (p <0.01) on the application of learning approaches Natural Roaming Around (JAS) Jalak Bali-based conservation to environmental concerns and the students were significantly different (p <0.05 ) the results of students' cognitive maps. The conclusion of this research is application-based approach Roaming Neighborhood Nature conservation Bali Starling in captivity Friends of the National Parks Foundation has positive influence on students cognitive map results KIR SMAN 1 Nusa Penida.

(2)

56 PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan dan bertujuan untuk menumbuh kembangkan sumber daya manusia itu sendiri. Pendidikan memiliki peranan sangat penting bagi manusia karena dengan menempuh jalur pendidikan mampu menciptakan manusia yang berilmu, kreatif, berdaya saing tinggi, dan juga bertanggung jawab. Pendidikan dapat dimaknai sebagai proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada (Sagala, 2006).

Pendekatan pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) secara komprehensif memadukan berbagai pendekatan antara lain eksplorasi dan evaluasi. Pendekatan pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS)

menekankan pada kegiatan

pembelajaran yang dikaitkan dengan situasi dunia nyata, sehingga selain dapat membuka wawasan berpikir siswa yang beragam, pendekatan ini

memungkinkan siswa dapat

mempelajari berbagai konsep dengan cara mengaitkannya dengan dunia

nyata sehingga lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa. Implementasi pendekatan pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) lebih menekankan pada kesenangan yang dirasakan oleh peserta didik.Berbagai sumber

menyatakan suasana hati

mempengaruhi ilmu yang dapat

diserap oleh para peserta

didik.Pendekatan pembelajaran yang inovatif mampu menimbulkan rasa senang bagi peserta didik sehingga mereka lebih mudah mengerti pelajaran yang diberikan. Dalam pendekatan pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS) karakter menyenangkan dapat dilihat secara eksklusif dalam istilah Bioedutainment yang merupakan strategi pembelajaran biologi yang menghibur dan menyenangkan melibatkan unsur ilmu atau sains, proses penemuan ilmu, keterampilan berkarya, kompetisi, tantangan dan sportivitas (Mulyani dkk., 2008).

(3)

57 Menurut Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa (2003), pelestarian yaitu suatu upaya untuk membuat sesuatu tetap selama-lamanya, tidak berubah, yang dilakukan secara terus menerus, terarah, dan terpadu. Salah satu dari sekian banyak bentuk pelestarian yang tengah gencar dilakukan adalah konservasi satwa endemik Indonesia yang keberaannya saat ini sudah berada diambang kepunahan. Satwa-satwa endemik Indonesia sangat beragam salah satu contohnya adalah burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), burung ini dikategorikan sebagai satwa yang paling terancam punah. Pengurangan daerah jelajah dan juga ditambah lagi dengan penangkapan burung jalak bali ini yang dilakukan secara illegal untuk diperjual belikan baik secara domestik maupun internasional, ataupun untuk dipelihara telah menurunkan populasi liarnya di alam sampai batas kritis terendah (Riany, 2013). Sehingga dilakukannya suatu usaha konservasi secara ex situ terhadap burung Jalak Bali dalam sebuah penangkaran Friends of the National Parks

Foundation (FNPF), yaitu pelepasliaran burung Jalak Bali di Nusa Penida untuk mencegah

kepunahan burung Jalak Bali di alam. Kepedulian bermula dari perasaan yang mendorong munculnya perilaku atau tindakan sebagai ungkapan atau respon dari perasaan tersebut.

Dari hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti pada bulan Februari 2016, di SMA N 1 Nusa Penida secara keseluruhan peserta didik disana cerdas dibidang akademik maupun non akademik, namun rasa peduli terhadap lingkungan mereka perlu untuk ditingkatkan. Terutama tentang cara mengkombinasikan pendekatan pembelajaran dengan permasalahan lingkungan yang ada di sekitar mereka yang nantinya akan mampu meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.

(4)

58 METODE PENELITIAN

Jenis penelitian adalah Pre-Experimental Design. Sedangkan rancangan penelitian One-Group Pretest-Posttest Design, di mana sampel sebelum diberikan perlakuan, terlebih dahulu diberikan pretest dan setelah diberikan perlakuan, selanjutnya diberikan posttest (Sugiyono, 2014).

Penelitian dilakukan pada Semester Genap Tahun Ajaran 2015/2016, pada bulan April sampai Mei 2016 di SMA N 1 Nusa Penida, yang beralamat di Jalan Pendidikan, Banjar Nyuh, Nusa Penida. Populasi penelitian adalah seluruh anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di SMA N 1 Nusa Penida. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik Non-Probability Sampling, yaitu sampling jenuh dimana jumlah populasi siswa KIR berjumlah 48 orang, terdiri dari laki-laki 5 orang dan perempuan 43 orang, seluruhnya menjadi sampel penelitian. Variabel penelitian dikelompokkan menjadi dua, yaitu variabel bebas (independen variable) dan variabel terikat (dependen variable).Variabel bebas pada penelitian ini adalah pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) berbasis

pelestarian Jalak bali dalam penangkaran Friends of the National Parks Foundation (FNPF), sedangkan variabel terikat dalam penelitian adalah Kepedulian Lingkungan dan hasil Peta Kognitif siswa KIR SMA N 1 Nusa Penida.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Kepedulian Lingkungan

Ditinjau dari skor rata-rata yang diperoleh pada tahap pretest dan tahap posttest juga terdapat perbedaan yaitu hasil skor rata-rata tiap indikator kepedulian lingkungan pada tahap posttest lebih tinggi dari pada skor rata-rata pretest. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 1 sebagai berikut :

135,7

112,7 119 213,6 217,7 214,8

10 60 110 160 210 260

Rata-rata Pretest

Gambar 1. Diagram Batang

Perbandingan Skor Rata-rata Indikator Angket Kepedulian Lingkungan pada Tahap Pretest dan Tahap Posttest.

(5)

59 Berdasarkan Gambar 1 diatas dapat dilihat dari ketiga indikator angket kepedulian lingkungan semua mengalami peningkatan dari tahap pretest ke tahap posttest. Pada tahap posttest indikator yang mengalami peningkatan tertinggi adalah indikator melestarikan dengan skor rata-rata sebesar 217,7, dengan peningkatan skor dari tahap pretest ke tahap posttest sebesar 105. Sedangkan pada

indikator yang mengalami

peningkatan terendah adalah indikator menjaga dengan skor rata-rata sebesar 213,6, dengan peningkatan skor dari tahap pretest ke tahap posttest sebesar 77,9. Hal ini diperkuatdengan menggunakan uji statistik Wilcoxon Match Pairs yang menunjukkan ada perbedaan nyata antara tahap pretest dan tahap posttest yang memperoleh nilai signifikansi (p<0,01). Signifikansi tiap-tiap indikator angket kepedulian lingkungan siswa antara tahap pretest dan tahap posttest disajikan.

Analisis hipotesis terhadap hasil angket kepedulian siswa berdasarkan jumlah skor rata-rata tahap pretest dan posttest dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon

Match Pairs, memperoleh hasil tingkat signifikansi sebesar (p=0,000<0,01). Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar berbasis pelestarian Jalak Bali dalam penangkaran Friends of the National Parks Foundation (FNPF) berpengaruh nyata terhadap kepedulian lingkungan siswa.

Deskripsi Hasil Peta Kognitif

Berdasarkan perbandingan skor hasil peta kognitif siswa, jumlah skor hasil peta kognitif mengalami peningkatan dari tahap pretest ke posttest, dengan jumlah skor pada tahap posttest lebih tinggi dibandingkan jumlah skor pada tahap pretest yaitu dari skor 34,5 menjadi 75,7. Perbandingan skor hasil peta kognitif antara tahap pretest dan tahap posttest berdasarkan nilai median dapat dilihat secara rinci pada Tabel 1 sebagai berikut :

(6)

60

Tabel 1. Perbandingan Skor Hasil Peta Kognitif antara Tahap Pretest ke Tahap Posttest berdasarkan Nilai Median

Keterangan : Ide inti (Ii), Warna (Wr), Detail (Dt), Pesan (Ps), Jumlah Skor (∑), Kelompok (Klpk)

Setelah dilakukan analisis hipotesis terhadap hasil peta kognitif siswa berdasarkan nilai median antara tahap pretest dan posttest dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon Match Pairs, memperoleh tingkat signifikansi sebesar (p=0,018<0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar berbasis pelestarian Jalak Bali dalam penangkaran Friends of the National Parks Foundation (FNPF) berpengaruh terhadap hasil peta kognitif siswa.

Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data terhadap angket kepedulian lingkungan siswa, diperoleh jumlah skor rata-rata pada

tahap posttest didapatkan skor yang lebih tinggi dibandingkan skor rata-rata pada tahap pretest. Begitu juga dilihat dari distribusi frekuensi dimana pada tahap pretest siswa dalam kategori sangat setuju sebesar (0%), namun kategori sangat tidak setuju sebesar (41,6%), berbeda dengan tahap posttest siswa dalam kategori sangat setuju mengalami peningkatan menjadi (50,0%), sedangkan kategori sangat tidak setuju sebesar (0%). Perbedaan ini disebabkan karena sebelum diberikan perlakuan pada tahap pretest siswa hanya dapat membayangkan, atau memperkirakan tentang keberadaan Jalak Bali dalam penangkaran Friends of the National Parks Foundation (FNPF) tanpa

Pretest (N=7) Posttest (N=7)

Indikator Indikator

Klpk Ii Wr Dt Ps ∑ Klpk Ii Wr Dt Ps ∑

A 1,0 1,0 2,6 1,0 5,6 A 2,8 2,8 2,7 2,8 11,2 B 1,0 1,0 2,6 1,0 5,6 B 2,8 2,8 2,7 2,6 11,0 C 1,0 1,0 1,0 1,0 4,0 C 2,8 2,8 2,6 2,6 10,9 D 1,0 2,7 1,0 1,0 5,7 D 2,7 2,8 2,6 2,8 11,0 E 1,0 1,0 1,0 1,0 4,0 E 2,7 2,8 2,6 2,8 11,0

F 1,0 2,7 1,0 1,0 5,7 F 2,8 1,0 2,7 2,8 9,4

(7)

63 melihat keadaan yang sebenarnya dengan kata lain pada tahap ini hanya terbatas pada persepsi awal siswa. Sedangkan setelah diberikan

perlakuan dengan penerapan

pendekatan Jelajah Alam Sekitar, siswa bisa mengeksplor apa yang ada didalam diri mereka dan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan disekitar penangkaran Jalak Bali sehingga mereka bisa melihat fakta dan fenomena yang ada dilapangan yang dirasakan langsung oleh siswa.

Berdasarkan perbandingan nilai median peta kognitif pada tahap posttestmemperoleh skor yang lebih tinggi yaitu 75,7, dibandingkan pada tahap pretest memperoleh skor lebih rendah 34,5. Begitu pula dilihat dari perbandingan skor yang diperoleh masing-masing kelompok terjadi peningkatan antara sebelum (pretest) dan sesudah perlakuan (posttest), secara keseluruhan semua kelompok mengalami peningkatan, karena dalam kegiatan jelajah alam sekitar ini siswa dapat menemukan permasalahan baru yang berkaitan dengan pelestarian burung Jalak Bali, dan memberi solusi dari permasalahan-permasalahan yang mereka temukan. Sehingga kegiatan ini berpengaruh positif terhadap

kepedulian dan hasil peta kognitif siswa dalam pelestarian Jalak Bali. Strategi ini didasarkan pada prinsip learning by doing dimana siswa dapat berinteraksi langsung dengan keadaan dilapangan sehingga seluruh indera yang dimilikinya akan difungsikan dengan baik. Hal tersebut sesuai dengan apa yang diungkapkan Mulyani, dkk., (2008), bahwa

pendekatan JAS memberikan

pengalaman-pengalaman baru yang lebih menyenangkan sehingga dapat membangkitkan siswa untuk bertindak lebih peduli terhadap lingkungan, baik lingkungan sosial maupun alam sekitar.

PENUTUP

Simpulan

(8)

64 of the National Parks Foundation (FNPF) berpengaruh terhadap kepedulian lingkungan dan hasil peta kognitif siswa KIR SMA N 1 Nusa Penida.

Saran

Diharapkan pendekatan Jelajah Alam Sekitar berbasis pelestarian burung Jalak Bali dapat dijadikan salah satu strategi pembelajaran yang perlu diperhitungkan oleh guru dalam mengembangkan berbagai kompetensi belajar siswa, tidak hanya terhadap kepedulian saja. Di samping itu, pelestarian tidak hanya terhadap burung Jalak Bali saja tetapi semua flora dan fauna endemik Indonesia dapat diintegrasikan langsung dalam kegiatan belajar untuk membangun pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan.

DAFTAR PUSTAKA

Azhar, K.(2015).Peningkatan Hasil Belajar Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Pada Materi Keanekaragaman Hayati Di Mts. Miftahul Huda Sarang Rembang Kelas VII Semester Genap. Skripsi. Semarang: Universitas Islam NegeriWalisongo. Diaksespada 17 Maret

2016.Diunduh dari

http://eprints.walisongo.ac. id.

Dwiningtyas, Y. A. (2012). PenerapanPendekatanJelaj ahAlamSekitar (Jas) Untuk Meningkatkan Motivasi

(9)

65

Pengintegrasikan 18 Nilai Pembentuk Karakter

dalam Mata

Pelajaran.Yogyakarta :Familia

Prasetyo, K. (2006). Pengembangan Peta Kognitif pada Anak-anak Sekolah (Dalam rangka Penanaman Konsep Geo-Spasial untuk Menjaga Keutuhan NKRI)

[PDF document].

Prosiding Seminar

Nasional dan Pertemuan Ilmiah Tahunan IGGIPSJ-UI Jakarta. Diakses pada Lingkungan Hidup. Skripsi.Universitas Stresemann 1912) Hasil Pelepasliaran di Desa Ped

Seminar dan Lokakarya

Pelatihan Singkat

Penyusunan Kontrak

Perkuliahan dan Bahan Ajar Bagi Staf Pengajar PTN KawasanTimur Indonesia. Pusat Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas

Subali, B. (2010).Metodologi Penelitian Pendidikan Biologi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Bandung.

Tim Penyusun Kamus Pusat. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: BalaiPustaka

(10)

Figur

Gambar 1. Diagram Batang  Perbandingan Skor Rata-rata Indikator Angket Kepedulian Lingkungan pada Tahap Pretest dan Tahap Posttest
Gambar 1 Diagram Batang Perbandingan Skor Rata rata Indikator Angket Kepedulian Lingkungan pada Tahap Pretest dan Tahap Posttest. View in document p.4

Referensi

Memperbarui...