• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 komparasi organisasi sektor publik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAB 3 komparasi organisasi sektor publik"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

KOMPARASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DENGAN SEKTOR SWASTA

Sekilas Tentang Bab Ini

Pada bab ini, pembaca akan diajak mempelajari komparasi akuntansi sektor publik dengan akuntansi bisnis. Materi yang dibahas meliputi: perekembangan pemikiran akuntansi, tujuan komparasi, asumsi-asumsi, akuntansi sektor publik vs sektor bisnis (swasta), perencanaan, penganggaran dalam sektor publik dan sektor bisnis (swasta).

KOMPETENSI DASAR

Mahasiswa mampu memahami dan

membedakan akuntansi dalam sektor publik dengan akuntansi untuk sektor bisnis (swasta).

KOMPETENSI INTI

Agar mahasiswa dapat memahami: 1. Perkembangan pemikiran akuntansi. 2. Tujuan komparasi akuntansi sektor

publik vs sektor bisnis (swasta).

3. Asumsi-asumsi akuntansi sektor publik dan sektor bisnis (Swasta).

4. Akuntansi sektor publik versus akuntansi sektor bisnis (swasta).

5. Perencanaan dalam sektor publik dan bisnis (swasta).

(2)

Kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh peran dan kinerja sektor publik. Bahkan bisa dikatakan tidak mungkin ada Negara tanpa kehadiran sektor publik.

PERKEMBANGAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Pada tahun 1950-an dan 1960-an sektor publik memainkan peran penting sebagai pembuat dan pelakssana strategi pembangunan. Pada tahun 1952, istilah sektor publik pertama kali digunakan secara resmi, dimana sektor publik dikaitkan dengan bagian dari manjemen ekonomi makro yang terkait dengan pembangunan dan lembaga pelakssana pembangunan.

Setelah datang banyak kritikan dan serangan dari teori perkembangan radikal, di negara-negara indusri sektor publik mengalami reformasi. Reformasi tersebut tampak dalam adopsi New Public Management (NPM) dan reinventing goverment di banyak negra terutama Anglo-Saxon. Dengan adanya perubahan pada sektor tersebut, terjadi pula perubahan pada akuntansi sektor publik. Contohnya perubahan sistem akuntansi dari akuntansi berbasis kas menjadi akuntansi berbasis akrual. Pemerintah New Zeland yang dianggap berhasil dalam menerapkan akuntansi berbasis akrual telah mengadopsi sistem akuntansi tersebut sejk tahun 1991.

Kini muncul isu bahwa akuntansi sektor publik di negara berkembang mengalami kebangkrutan. Namun hal tersebut dapat disangkal dengan negara-negara yang memiliki kepercayaan publik tinggi seperti Malaysia, Taiwan, Thailand dan Korea Selatan.

Kontribusi sektor publik dapat memantu pembangunan nasional dan stabilitas publik. Oleh karena itu perbaikan kinerja sektor publik terus dilakukan agar dapat tercipta good publik and corporate govermance. Seiring dengan perbaikan sektor publik, akuntansi publik pun ikut berkembang dengan pesat. Hal ini tampak pada dua dasawarsa terakhir, istilah “akuntabilitas publik, value for money, reformasi sektor publik, privatisasi, good publik governance.” yang begitu cepat masuk ke kamus sektor publik.

Isu-isu sektor publik masih terus bermunculan misalnya isu perlunya dilakukan reformasi akuntansi, auditing, sistem anajemen keuangan pubik, privatisasi perusahaan-perusahaan publik, dan tuntutan dibuatnya laporan laporan keungan eksternal.

KARAKTERISTIK ORGANISASI SEKTOR PUBLIK VS SWASTA

(3)

dapat berbentuk usaha perseorangan (proprietorship), persekutuan (partnership), maupun perseroan (coporation). Organisasi sektor publik merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan publik dan penyelenggaraan Negara. Organisasi sektor publik pada umumnya berupa lembaga-lembaga Negara atau pemerintahan atau organisasi yang memiliki keterkaitan dengan keuangan Negara.

TABEL Perbedaan Akuntansi Sektor Publik dengan Sektor Bisnis (Swasta)

perbedaan Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Sektor Swasta

Tujuan Kesejahteraan masyarakat Keuntungan

Organisasi Sektor Publik Swasta

Keuangan Negara, daerah, masyarakat, konstituen Individual, perkumpulan

Mengapa Perlu Sektor Publik

Terdapat beberapa alasan mengapa sektor publik diperlukan yaitu :

1. Sektor publik berfungsi menyediakan barang-barang publik yang sangat dibutuhkan masyarakat dan tidak disediakan oleh sektor privat maupun sektor social.

2. Sektor publik diperlukan sebagai regulator.

3. Sektor publik diperlukan sebagai pengelola Negara dan pengemban amanah konstitusi melalui fungsi birokrasi pemerintahan.

Masyarakat membutuhkan berbagai barang publik (public goods), sementara itu tidak ada pihak yang mau menyediakan barang publik yang dibutuhkan masayarakat tersebut selain pemerintah atau Negara. Barang publik yang dibutuhkan masyarakat misalnya keamanan, kepolisian, dan pengadilan. Sektor publik tidak mau menyediakan barang publik karena dua alasan utama yaitu tidak menguntungkan dan sangat besar biayanya.

Tujuan Komparasi Akuntansi Sektor Publik dengan Sektor Bisnis (Swasta)

(4)

mencapai tujuannya. Maksimalisasi kinerja organisasi sektor publik inilah yang menjadi tujuan dari komparasi akuntansi sektor publik dan organisasi bisnis (swasta).

Lingkup Organisasi Sektor Publik

Organisasi sektor publik sangat luas cakupannya, bervariasi, dan bergerak dalam lingkungan yang kompleks (Henley et al., 1989; Jones dan Pendlebury,2010). Suatu organisasi dapat dikategorikan sebagai organisasi sektor publik jika memenuhi karakteristik berikut :

1. Organisasi bergerak dalam penyediaan barang dan pelayanan publik

2. Organisasi berasosiasi dengan pemerintah atau terkait dengan penyelenggaraan Negara. 3. Organisasi bukan milik pribadi atau sekelompok orang tetapi menjadi milik publik atau

milik Negara.

Organisasi sektor publik merupakan organisasi yang core business-nya berupa penyediaan barang dan pelayanan publik. Barang publik adalah barang-barang yang mempunyai dua karakteristik (Rosen dan Grayer, 2008), yaitu :

a. Tidak bersaing (nonrival) – artinya penggunaannya tidak bersaing. Meskipun semua orang mengkonsumsinya tetapi tidak akan saling mengurangi atau terganggu.

b. Tidak dapat dikecualikan (nonexcludable) – artinya penggunaannya tidak ada pengecualian. Barang tersebut bisa dikonsumsi oleh semua orang dan tidak mungkin dibatasi konsumsinya untuk orang tertentu saja.

Penyediaan Pelayanan Publik

Didamping berkecimpung dalam penyediaan barang publik, organisasi sektor publik juga terkait dengan penyediaan pelayanan publik (public service). Pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan publik dan pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini organisasi sektor publik berfungsi sebagai penyelenggara pelayanan publik.

Pelayanan publik dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama, yaitu :

a. Pelayanan Kebutuhan Dasar

Pelayanan kebutuhan dasar meliputi :

 Kesehatan

(5)

 Bahan kebutuhan pokok berupa sandang, pagan, dan papan.

b. Pelayanan Umum

1. Pelayanan Administratif

Adalah pelayanan berupa penyediaan berbagai bentuk dokumen administrative yang dibutuhkan oleh publik, misalnya :

 Kartu Tanda Penduduk (KTP)

 Paspor

 Sertifikat Tanah

 Akta Kelahiran

 Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)

 Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK)

 Ijin Mendirikan Bangunan (IMB)

 Surat Ijin Usaha

 Surat Keterangan Menikah

 Surat Ijin Mengemudi

2. Pelayanan Barang

Adalah layanan yang menghasilkan berbagai bentuk/jenis barang yang menjadi kebutuhan publik, misalnya :

 Barang konsumsi publik, misalnya sembako

 Air bersih

 Air irigasi pertanian

 Bahan bakar gas dan minyak

3. Pelayanan Jasa

Adalah pelayanan yang menghasilkan berbagai bentuk jasa yang dibutuhkan publik, misalnya :

 Pendidikan

 Pemeliharaan kesehatan

 Penyelenggaraan transportasi darat, laut, dan udara

 Jasa pos dan telekomunikasi

 Informasi dan penyiaran publik

(6)

 Sanitasi lingkungan

 Persampahan

 Drainase

 Jalan, dam, jembatan dan trotoar

 Perparkiran

 Penanggulangan bencana : banjir, gempa, gunung meletus, dan kebakaran

 Pelayanan sosial (asuransi atau jaminan sosial/social security)

Penyelenggara Negara

Organisasi dapat dikategorikan dalam sektor publik apabila organisasi tersebut berasosiasi dengan pemerintah, terkait dengan penyelenggara Negara atau keuangan Negara. Organisasi sektor publik merupakan bagian dari alat Negara untuk melaksanakan konstitusi dan peraturan perundangan yang ditetapkan.

ASUMSI-ASUMSI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR BISNIS (SWASTA)

Dalam realitas di masyarakat, akuntansi sektor publik maupun sektor bisnis (swasta) ada untuk memenuhi kebutuhan publik atau masyarakat. Pada tataran konsep, materi Akuntansi Sektor Publik secara tersendiri diharapkan dapat meningkatkan keinginan akan akuntabilitas dan transparansi kinerja pengelolaan sektor publik. Pada awalnya, sektor publik muncul akibat kebutuhan masyarakat akan barang dan layanan tertentu.

Keunikan akuntansi sektor publik adalah cenderung kurang seragam karena setiap bidangnya mempunyai karakteristik yang berbeda. Selain itu, perumusan standar akuntansi juga mengadaptasi praktek regulasi yang sudah ada. Akuntansi yang diterapkan dalam sektor publik umumnya berbasis kas, dan laporan keuangan yang dihasilkan akan dijadikan sebagai media akuntabilitas publik. Akuntansi Sektor Publik dibuat sebagai wujud pertanggungjawaban kepada masyarakat dan bukan semata-mata kepada pemilik atau pemegang saham saja sebagaimana di sektor swasta.

PERBANDINGAN SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR SWASTA

(7)

dan kesejahteraan rakyat tidak mungkin dapat diatasi oleh pemerintah. Sektor bisnis dibutuhkan untuk membantu mengurangi kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Diantara sektor publik dan sektor bisnis terdapat beberapa persamaan dan perbedaan. Bahkan ada yang merupakan organisasi campuran atau kombinasi antara sektor publik dengan sektor bisnis. Sebagai contoh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan campuran atau kombinasi antara sektor publik dengan sektor bisnis. Di satu sisi BUMN merupakan bagian dari pemerintah karena modalnya berasal dari kekayaan Negara yang dipisahkan pengelolaannya. Di sisi lain, operasionalnya seperti organisasi pada umunya.

Perbedaan Sektor Publik dengan Sektor Bisnis

Terdapat beberapa aspek yang membedakan antara sektor publik dengan sektor bisnis. Perbedaan tersebut terkait dengan tujuan organisasi, sumber pembiayaan, kepemilikan, pola pertanggungjawaban, struktur organisasi, karakteristik anggaran, pemangku kepentingan (stakeholder), sistem akuntansi yang digunakan.

TABEL perbandingan sektor publik dan sektor swasta

Aspek Perbedaan Sektor Bisnis Sektor Publik

Tujuan Organisasi

Mencari laba (profit oriented) Penyediaan barang dan jasa

komersial

Nonprofit

Pelayan publik (public service

oriented

Sumber Pendanaan

Setoran modal, laba ditahan, hasil penjualan, utang, penerbitan saham

Pajak, PNBP, retribusi, utang, bagian laba perusahaan Negara, hibah, penjualan aset

Kepemilikan Dimiliki pemegang saham (shareholder)

Dimiliki Negara atau seluruh rakyat

Pertanggungjawaban Kepada pemegang saham dan investor

Merupakan dokumen rahasia

(confidential)

Terbuka untuk publik Merupakan dokumen publik

Sistem Akuntansi Accrual Accounting Cash accounting

(8)

Commitment accounting

Standar Akuntansi Standar akuntansi bisnis (Standar Akuntansi Keuangan)

Standar Akuntansi Pemerintahan

Persamaan Sektor Bisnis dan sektor publik

Disamping terdapat perbedaan, terdapat pula beberapa persamaan antara sektor publik dengan sektor bisnis (swasta). Persamaannya antara lain (Mardiasmo, 2009) :

1. Kedua sektor merupakan bagian integral dari sistem ekonomi suatu Negara, menggunakan sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan organisasi.

2. Kedua sektor menghadapi permasalahan yang sama, yaitu keterbatasan sumber daya sehingga keduanya dituntut untuk melaksanakan prinsip ekonomi, efisiensi, dan efektivitas.

3. Prinsip-prinsip manajemen pada dasarnya sama untuk kedua sektor hanya saja mungkin terdapat beberapa variasi dan modifikasi.

4. Dalam beberapa hal kedua sektor menghasilkan produk yang sama, misalnya sama-sama mengelola pendidikan, kesehatan, transportasi, dan sebagainya.

5. Kedua sektor terikat pada peraturan perundangan yang disyaratkan.

Ekonomi, Efisiensi, dan Efektivitas

Akuntansi sektor publik dapat berperan untuk mewujudkan pelaksanaan prinsip ekonomi, efisiensi, dan efektivitas atau yang dkenal dengan value for money (VFM). Value For Money merupakan konsep pengelolaan organisasi sektor publik yang menekankan pentingnya penghargaan atas setiap Rupiah uang publik dengan cara memanfaatkannya secara ekonomis, efisien, dan efektif.

Ekonomi

(9)

kualitas tertentu. Kehematan harga biasanya diukur dengan harga pasar. Ekonomi merupakan perbandingan antara input dengan nilai Rupiah (anggaran).

Efisiensi

Efisiensi merupakan hubungan antara output berupa barang atau jasa yang dihasilkan dengan sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan output tersebut. Secara matematis, efisiensi merupakan perbandingan antara output dengan input atau dengan istilah lain output per unit input. Konsep efisiensi hamper sama dengan produktivitas. Jika efisensi merupakan perbandingan antara output dengan input, maka produktivitas merupakan perbandingan antara input dengan output. Suatu organisasi, program, atau kegiatan dikatakan efisien apabila mampu menghasilkan output tertentu dengan input serendah-rendahnya, atau dengan input tertentu mampu menghasilkan output sebesar-besarnya. Efisien berarti pembelanjaan anggaran secara cermat. (spending well).

Suatu organisasi dianggap semakin efisien apabila rasio efisiensi cenderung di atas satu. Semakin besar angkanya, semakin tinggi tingkat efisiensinya. Secara absolute, rasio ini tidak menunjukkan posisi keuangan dan kinerja organisasi. Namun, berbagai program pada dua organisasi yang berkecimpung dalam industry yang sama dapat diperbandingkan tingkat efisiensinya. Apabila hasil rasionya lebih besar dari satu dibandingkan hasil rasio program yang sama di organisasi lainnya, program tersebut bisa disebut lebih efisien. Karena itu efisiensi dapat dikembangkan denagn 4 cara, yaitu:

1) Dengan menaikkan output untuk input yang sama

2) Dengan menaikkan output lebih besar dibandingkan proporsi peningkatan input. 3) Dengan menurunkan input untuk output yang sama.

4) Dengan menurunkan input lebih besar dibandingkan proporsi penurunan output.

Ekono mi= Input Anggaran(Rp)

(10)

Value For Money (3E)

INPUT PRIMER

(Anggaran) (Masukan)INPUT (Keluaran)OUTPUT OUTCOME (Hasil)

EKONOMI (Belanja

Hemat) EFISIENSI (Belanja Cermat) (Belanja Tepat)EFEKTIVITAS Efektivitas

Efektivitas merupakan perbandingan antara hasil yang diharapkan (target) dengan hasil yang sesungguhnya dicapai. Hasil atau target yang diharapkan merupakan outcome sedangkan hasil yang dicapai merupakan output. Efektivitas membandingkan antara outcome dengan output. Ekonomi berfokus pada input efisien pada output atau proses, sedangkan efektivitas berfokus pada outcome (hasil). Suatu organisasi, program, atau kegiatan dinilai efektif apabila output yang dihasilkan bisa memenuhi tujuan yang diahrapkan, atau dengan kata lain anggaran yang digunakan secara tepat (spending wisely).

Value For Money menghendaki organisasi sektor publik dapat memenuhi prinsip ekonomi, efisiensi, dan efektivitas tersebut secara bersam-sama yang berarti mampu menggunakan uang publik (anggaran) secara cermat, hemat, dan tepat untuk mencapai target, sasaran dan tujuan.

PERENCANAAN DALAM SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR BISNIS (SWASTA)

Setiap organisasi yang bergerak di sektor publik maupun sektor swasta ingin mencapai tujuannya melalui sumber daya yang tersedia (manusia, modal, bahan baku, dan sebagainya). Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, diperlukan suatu perencanaan yang terdiri dari:

(11)

1) Proses perencanaan: strategi yang digunakan untuk memilih atau memodifikasi (menambah atau mengurangi) aktivitas.

2) Proses pengendalian: penetapan perencanaan dalam suatu sistem yang menjamin bahwa proses perencanaan dapat dilakukan.

Perencanaan dapat dikategorikan berdasarkan dimensi waktu, sehingga dapat dibagi menjadi:

1) Perencanaan jangka panjang, yang biasanya berjangka waktu lima tahun atau lebih ke depan.

2) Perencanaan jangka menengah, yang biasanya satu atau lima tahun ke depan. 3) Perencanaan jangka pendek, yang biasanya hingga satu tahun ke depan.

Di sisi lain, akuntansi manajemen menyediakan informasi untuk pembuatan rencana sementara (tentative). Penyediaan informasi pada tahap perencanaan dapat dilakukan dengan cara:

a. Penilaian Investasi

Suatu tindakan/cara yang dilakukan manajemen untuk menyediakan informasi tentang kemampuan organisasi dalam mengevaluasi pengembalian modal, dan kemampuan aset yang akan digunakan untuk operasi organisasi pada masa yang akan dating, ‘apakah cukup diperbaiki,’ ‘tukar tambah,’ atau bahkan ‘membeli yang baru’.

b. Perencanaan dan Penganggaran Keuangan

Keputusan mengenai investasi merupakan salah satu aspek dari akuntansi manajemen.

c. Anggaran Pendapatan

Anggaran penerimaan tahunan merupakan salah satu dokumen perencanaan yang paling penting dalam suatu organisasi sektor publik

d. Model Keuangan

(12)

e. Target Perencanaan dan Penganggaran

Target adalah seperangkat sasaran dalam bentuk kuantitatif yang harus dicapai oleh pihak manajemen pada waktu tertentu di masa yang akan datang, seperti:

 Target output

 Target kinerja (efisiensi, kualitas pelayanan, kinerja keuangan)

Berikut ini tahapan pokok dari perencanaan dan pengendalian: 1) Perencanaan dasar dan tujuan dasar.

2) Perencanaan operasional 3) Penganggaran.

4) Pengukuran dan pengendalian. 5) Pelaporan, analisis, dan umpan balik.

PENGANGGARAN DALAM SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR BISNIS (SWASTA)

Dalam organisasi sektor publik, seperti organisasi pemerintahan, penyusunan anggaran dilakukan bersama masyarakat dalam perencanaan program. Penurunan program publik dalam anggaran akan dipublikasikan untuk dikritisi dan didiskusikan oleh masyarakat. Dan akhirnya disahkan oleh wakil masyarakat di DPR, DPD, atau DPRD. Dalam organisasi swasta, penyusunan anggaran dilakukan oleh apra pegawai dan manajer perusahaan yang berwenang dengan persetujuan pemilik perusahaan.

Penganggaran

Sektor Publik Sektor Binisi (Swasta)

Penyusunan anggaran dilakukan bersama

masyarakat dalam perencanaan program Penyusunan anggaran dilakukan bagian keuangan, pengelola perusahaan, atau pemilik usaha

Dipublikasikan untuk dikritisi dan didiskusikan oleh masyarakat

Tidak dipublikasikan

Disahkan oleh wakil masyarakat di DPR/D,

legislatif, dewan pengurus Disahkan oleh peneglola perusahaan atau pemilik usaha

ESAI

1. Sebutkan karakteristik organisasi sektor publik!

2. Sabutkan tiga hal yang secara signifikan yang membedakan akuntansi sektor publik dengan sektor swasta!

(13)

4. Jelaskan mengenai lingkup akuntansi sektor publik!

5. Uraikan perbedaan akuntansi sektor publik dengan akuntansi sektor swasta! 6. Jelaskan pengertian ekonomi dalam akuntansi sektor publik!

7. Jelaskan pengertian efisiensi dalam akuntansi sektor publik! 8. Jelaskan pengertian efektivitas dalam akuntansi sektor publik!

9. Apa saja persamaan antara akuntansi sektor publik dengan sektor swasta? 10. Apa itu Value For Money?

SOAL-SOAL

1. Tujuan dari komparasi akuntansi sektor publik dan organisasi bisnis (swasta) adalah . . . . a. Memaksimalkan kinerja organisasi sektor publik.

(14)

d. Memaksimalkan pendapatan masyarakat e. Memaksimalkan kekuasaan pemerintah.

2. Akuntansi sektor publik dibuat sebagai wujud . . . kepada masyarakat dan bukan semata-mata kepada pemilik atau pemegang saham saja sebagaimana di sektor swasta.

a. Penghargaan.

b. Pertanggungjawaban. c. Kebaikan.

d. Laporan. e. Penghormatan.

3. Pada tahap perencanaan, organisasi sektor swasta menitikberatkan pada keuntungan usaha semaksimal mungkin. Sementara itu, organisasi sektor publik lebih mengutamakan . . . . a. Kesejahteraan karyawan.

b. Kesejahteraan pegawai pemerintah. c. Kesejahteraan pegawai pemerintah. d. Kesejahteraan kaum marjinal. e. Kesejahteraan anak terlantar.

4. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik akuntansi sektor publik . . .

a. Sifat lembaga sektor publik.

b. Sistem pemerintahan suatu Negara. c. Mekanisme pengelolaan suatu Negara. d. Sistem anggaran Negara.

e. Sistem pertahanan nasional.

5. Berikut adalah yang bukan termasuk cara-cara mengembangkan efisiensi . . . . a. Dengan menaikkan output dengan input yang sama.

b. Dengan menaikkan output lebih besar dari proporsi peningkatan input. c. Dengan menurunkan input untuk output yang sama.

d. Dengan menurunkan input untuk output yang berbeda.

e. Dengan menurunkan input lebih besar dari proporsi penurunan output. 6. Berikut ini adalah kategori perencanaan publik, yaitu . . . .

(15)

e. Jawaban a, b, dan c salah.

7. Penyediaan informasi pada tahap perencanaan dapat dilakukan dengan cara berikut, kecuali . . . .

a. Perencanaan dan penganggaran keuangan b. Penilaian investasi.

c. Anggaran pengeluaran. d. Model keuangan.

e. Target perencanaan dan penganggaran.

8. Berikut ini yang bukan merupakan tahapan pokok perencanaan dan pengendalian adalah . . . .

a. Perencanaan saasaran dan tujuan dasar. b. Perencanaan nonoperasional

c. Penganggaran.

d. Pengukuran dan pengendalian. e. Pelaporan, analisis, dan umpan balik.

9. Berikut ini adalah cirri penganggaran dalam sektor publik . . . .

a. Disahkan oleh wakil masyarakat di DPR/D, legislative, dewan pengurus. b. Dipublikasikan untuk dikritisi dan didiskusikan oleh masyarakat.

c. Penyususnan anggaran dilakukan bersama masyarakat dalam perencanaan program. d. Jawaban a, b, dan c benar.

e. Jawaban a, b, dan c salah.

10. Audit sektor publik tidak dilakukan pada organisasi . . . . a. Pemerintah daerah

b. BUMN.

c. Perusahaan milik asing. d. BUMD.

Gambar

TABEL Perbedaan Akuntansi Sektor Publik dengan Sektor Bisnis (Swasta)
TABEL perbandingan sektor publik dan sektor swasta

Referensi

Dokumen terkait

APHI Komda Riau juga telah memberikan bantuan berupa sembako melalui BPHP wilayah III Pekanbaru dan juga membagikan sebanyak 1.003 paket sembako langsung kepada masyarakat

(5) Untuk kepentingan pemeriksaan di pengadilan dalam perkara pidana atau perdata, atas permintaan hakim sesuai dengan Hukum Acara Pidana dan Hukum Acara Perdata,

Hal ini dapat di simpulkan bahwa Semakin tinggi temperatur kalsinasi maka semakin tinggi ukuran kristal yang diikuti oleh naiknya ukuran butir berakibat pada menurunkan

- Seperti juga aturan belajar perseptron, algoritma least mean square (LMS) adalah contoh pembelajaran tersupervisi, dimana aturan belajar dijalankan dengan bantuan satu set

EVALUASI KELAYAKAN BISNIS BERBASIS ASPEK PEMASARAN D AN FINANSIAL PAD A USAHA CAFÉ ROEMAH SEBELAH.. Universitas Pendidikan Indonesia

Berdasarkan perolehan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis lakukan pada bab sebelumnya mengenai inovasi produk es cincau hijau dengan saus dari tepung

INOVASI PROD UK ES CINCAU HIJAU D ENGAN SAUS D ARI TEPUNG BERAS D AN SIRUP MERAH TERHAD AP D AYA TERIMA KONSUMEN.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Contoh 4 :.. Mudah-mudahan bermanfaat ya, dan teman-teman dapat menentukan persamaan fungsi kuadrat dari contoh- contoh soal diatas. Dibawah ini diberikan contoh