Agri-tek Volume 13 Nomor 1 Maret 2012 PENGARUH BEBAN... 66
PENGARUH BEBAN LALU LINTAS TERHADAP KERUSAKAN
PADA JALAN RAYA NGAWI-CARUBAN
Setiyo Daru Cahyono 1) 1)
Dosen Fakultes teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Merdeka Madiun,
Abstract:
Roads are one of the supporting land transportation for the distribution of goods and services in meeting the economic needs of society. Ngawi-caruban highway is one of the national road which is always passed by vehicles from one city to another city and from one province to another province. As one of the national road the need for good road conditions so the vehicle can through smoothly. Ngawi-Caruban is located between Ngawi and Madiun that have a length of about 25 km. As a national road, highway-Caruban Ngawi always experience road pavement damage caused by vehicular traffic. Therefore there is need for research on how much influence between the traffic load and the damaged road. Stages of research include the calculation of traffic growth (LHR) in 2005 to 2010, survey the number of cargo vehicles that exceed the capacity of the vehicle based on data Widodaren bridges, pavement condition assessment using PCI (Pavement Condition Index) .From the results showed that the growth in traffic from 2005 to 2010 is 3.9.% (from Ngawi to Caruban) and 3.6% (from Caruban to Ngawi). Number of vehicles overloaded by an average of 33.52% per month. Excess charge per vehicle on average by 5% to 30% by weight of the excess charge per vehicle and a maximum of more than 90% of the weight of cargo per vehicle. PCI method of calculation is obtained by the condition of the road damage Fair. This study proves that the traffic load is very influential on the damaged road. And heavy cargo vehicles causing excessive load axis of the axle of each axis of the vehicle also exceeds the allowable axle load axis so that the axis of the axle load is distributed to the pavement causing excessive damage to the pavement.
Keywords: Traffic Expenses, Road Damage, PCI
PENDAHULUAN
Untuk pemenuhan kebutuhan sarana transportasi barang dan jasa bagi
masyarakat perlu adanya sarana
transportasi yang baik. Salah satu sarana transportasi adalah jalan raya. Kondisi jalan raya yang baik berpengaruh terhadap kelancaran distribusi barang dan jasa. Jalan raya Ngawi-Caruban
merupakan jalan raya yang
menghubungkan antara Kabupaten
Ngawi dan Kabupaten Madiun (wilayah Caruban). Kendaraan yang melewati Jalan raya Ngawi- caruban adalah kendaraan dari arah Surabaya menuju Solo atau sebaliknya dari Solo menuju Surabaya. Jalan raya iNgawi- Caruban mepunyai panjang kurang lebih 25 km dengan lebar jalan 12 m terdiri atas 2
lajur a jalur. Untuk struktur perkerasan jalan mengunakan perkerasan jalan aspal. Jenis jalannya adalah jalan nasional. Kendaraan yang melewatinya termasuk kendaraan berat. Kendaraan yang sering melawati jalan ini biasa mangangkut bahan kebutuhan pokok, material industri, bus antar kota antar
provinsi yang langsung dari arah
surabaya menuju solo atau sebaliknya dan kendaraan- kendaraan lainnya. Jalan raya Ngawi- Caruban sering mengalami kerusakan pada perkerasan jalan. Oleh
kareperlu adanya penelitian yang
Agri-tek Volume 13 Nomor 1 Maret 2012 PENGARUH BEBAN... 67
manajemen, pengawasan maupun
perbaikan secara konstruksi sehingga
kondisi jalan yang baik yang
berkeselamatan bisa terwujud untuk pemenuhan memperlancar arus lalu lintas distribusi barang dan jasa.
Dengan adanya jalan raya kondisi baik
maka akan tercipta jalan yang
berkeselamatan yaitu selamat pangguna jalannya, selamat perkerasan jalannya dan diharapkan pula selamat untuk
lingkungannya. Jalan raya yang
berkesalamatan ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta
dapat meningkatkan pendapatan
masyarakat.
TINJAUAN PUSTAKA
Penyebaran beban lalu lintas dari kendaraan dilimpahkaan ke roda – roda
kendaraan kemudian diterima oleh
konstruksi perkerasan jalan. Beban yang yang tidak berlebih tidak menimbulkan kerusakan yang terlalu besar pada konstruksi jalan sehingga jalan dapat memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan. Besarnya beban yang diimpahkan tersebut tergantung dari berat total kendaraan, konfigurasi sumbu,
bidang kontak antara roda dan
perkerasan jalan, kecepatan kendaraan dan lain-lain. (Sukirman, 1999). Kondisi permukaan perkerasan jalandipengaruhi oleh standart konstruksi jalan, beban lalu lintas, intensitas lalu lintas, pemeliharaan jalan serta lingkungan alam sekitar jalan. Semakin tinggi intensitas lalu lintas jalan maka semakin tinggi pula beban gandar (axle load) yang diteri oleh perkerasan jalan sehingga tingkat pelayanan jalan
juga semakin menurun. Kecepatan
penurunan kualitas struktur pelayanan jalan (deterioration) dipengaruhi oleh tingkat perawatan yang dilakukan pada jalan tersebut. (Cristady.H, 2007)
Kemampuan kendaraan untuk mengangkut beban (power-weight ratio) yang terus meningkat dari tahun ketahun
menyebabkan meningkatnya muatan
sumbu yang diijinkan oleh penggunan jasa untuk mengangkut beban maksimal
dari kendaraan. Sehingga
mamungkinkan para pengemudi
mengankut beban kendaraan yang
melebihi batas muatan ataupun tekanan atau beban sumbu gandar yang diijinkan
sehingga terjadi overloading. (Darma
A.S.S, 2009)
Overloading pada ruas jalan
merupakan salah satu penyebab
berkurangnya masa pelayanan jalan. Disamping itu kesalahan pada konstruksi juga berpengaruh pada kerusakan jalan raya. (Cahyono.S.D, 2012)
METODE
Lokasi dari penelitian ini pada
jalan raya Ngawi-Caruban dengan
panjang 25 km dan lebar 12 m. terdiri dari 2 lajur 2 jalur tanpa median jalan.
Kendaraan yang melewati arah
Surabaya-Solo atau sebaliknya
Solo-Surabaya. Jenis kendaraan yang
melewati adalah semua jenis kendaraan berat dan ringan. Variable yang diteliti adalah mnelakukan survey terhadap
LHR, beban muatan kendaraan,
konvigurasi sumbu gandar dan kondisi perkerasan jalan. Kemudian melakukan identivikasi terhadap pengaruh beban lalu lintas terhadap kerusakan jalan.
Analisa kerusakan jalan
mengunakan metode Pavement
Condition Index (PC). Metode PCI
(Pavement Condition Index) dilakukan
untuk mengetahui nilai kondisi
perkerasan jalan. Untuk melakukan
penilaian kondisi perkerasan jalan,
terlebih dahulu perlu ditentukan jenis
kerusakan, penyebab serta tingkat
kerusakan jalan yang terjadi dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan perkerasan jalan.
Analisa yang dilakukan untuk mencapai tujuan diantaranya:
1. Mengetahui persentase lalu lintas harian rata-rata (LHR) yang melewati jalan raya Ngawi- Caruban
2. Mengetahui persentase kelebihan
muatan kendaraan yang melewati jalan raya Ngawi- Caruban
3. Mengetahui jenis kerusakan yang
terjadi pada jalan raya Ngawi-
Agri-tek Volume 13 Nomor 1 Maret 2012 PENGARUH BEBAN... 68
4. Mengetahui pengaruh antara beban lalu lintas terhadap kerusakan jalan. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa diketahui pengaruh beban lalu lintas
dengan kerusakan yang terjadi pada
perkerasan jalan. Untuk tahapan
penelitian ditunjukkan pada gambar 1
Gambar 1. Bagan Alir Penelitian
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan data Lalu lintas harian rata-rata (LHR) dari data skunder pada tahun
2005 sampai tahun 2010 yang
ditunjukkan pada gambar 2 dan 3 dibawah ini.
Agri-tek Volume 13 Nomor 1 Maret 2012 PENGARUH BEBAN... 69
Gambar 2. LHR arah Ngawi-Caruban
Sumber: Dinas Perhubungan Kab. Ngawi
Gambar 3. LHR arah Caruban-Ngawi
Ditahun 2007 sempat mengalami
penurunan LHR yang sangat rendah karena pada ruas jalan Ngawi- Caruban putus di daerah Kecamatan Padas Kabupaten Ngawi karena jalan amblas pada sisi jalan sehingga jalan hanya bias dilewati oleh kendaraan kecil. Dari grafik diatas diperoleh pertumbuhan lalu lintas
arah Ngawi-Caruban sebesar 3,9 % dan lalu lintas arah Caruban-Ngawi sebesar 3,6 %.
Dari data jembatan timbang diperoleh
besarnya muatan kendaraan yang
melebihi batas muatan yang diijinkan seperti yang ditunjukkan pada tabel 2.
Tabel 1. Kelebihan Muatan Kendaraan Tahun 2009 (ton)
NO BLN 5-20
Sumber: Jembatan Timbang Mantingan, 2009
Dari tabel diatas diketahui bahwa muatan kendaraan melebihi batas muatan yang diijinkan (JBI) sebesar 5% sampai 30% dari muatan yang diijinkan pada masing-masing jenis kendaraan.
Untuk perhitungan berat muatan
Agri-tek Volume 13 Nomor 1 Maret 2012 PENGARUH BEBAN... 70
Sumber: Jembatan Timbang Mantingan, 2009
Gambar 3. Persentase Kendaraan Yang Melanggagar Batas Muatan
Dari gambar grafik diatas ditunjukkan bahwa pada tahun 2009 rata-rata ada 33,52% kendaraan yang lewat jembatan
timbang tersebut berat muatannya
melebihi berat muatan yang diijinkan (JBI) masinmasing jenis kendaraan. Setelah data pembebanan teridentifikasi
kemudian melakukan survey terhadap kerusakan jalan. Untuk jenis kerusakan jalan yang terjadi pada Jalan raya Ngawi-Caruban seperti yang ditunjukkan pada gambar 4 dibawah ini:
Lubang Retak Memanjang
Bergelombang Retak Buaya
Agri-tek Volume 13 Nomor 1 Maret 2012 PENGARUH BEBAN... 71
Gambar 4. Jenis Kerusakan (lanjutan)
Kemudian dilakukan perhitungan nilai PCI dengan tahapan sebagai berikut: 1. Mencatat semua jenis kerusakan dan
volume kerusakan
2. Menentukan Densitas Kerusakan
3. Mencari deduct value (DV)
memasukkan persentase densitas
pada grafik sampai memotong tingkat kerusakan.
Gambar 5. Grafik Deduct Value (DV)
4. Menjumlah total deduct value (TDV) 5. Mencari corrected deduct value (CDV)
memasukkan nilai DV ke grafik CDV
dgn cara menarik garis vertikal pada TDV sampai memotong garis q
kemudian ditarik garis horisontal
.
Agri-tek Volume 13 Nomor 1 Maret 2012 PENGARUH BEBAN... 72
6. Menghitung Nilai Kondisi Perkerasan 7. Menghitung Nilai Kondisi Perkerasan
Rata-Rata
Gambar 7. Indeks dan Kondisi Lapis Permukaan Jalan
Setelah dilakukan servei di dapatkan nilai kondisi perkerasan jalan seperti pada Tabel 2. sehingga untuk penanganan kerusakan
jalan dengan pelaburan (perbaikan
standart) dan peningkatan perkerasan jalannya (overlay).
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan:
1. Pertumbuhan lalu lintas arah Ngawi-Caruban sebesar 3,9 % dan lalu lintas arah Caruban-Ngawi sebesar 3,6 %.
2. Kelebihan muatan tiap kendaraan rata-rata sebesar 5% sampai 30 % dari berat muatan tiap kendaraan.
3. Kelebihan maksimal sebesar lebih dari 90 % dari berat muatan tiap kendaraan.
4. Jenis kerusakan yang terjadi adalah
Lubang, Retak Memanjang,
Bergelombang, Retak Buaya,
Tambalan, Shoving.
5. Berdasarkan perhitungan PCI
kondisi perkerasan jalan pada indek Fair.
6. Beban lalu lintas sangat
mempengaruhi kerusakan
perkerasan jalan .
7. Perbaikan jalan bisa dapat dilakukan dengan perbaikan standart dan overlay.
Saran
Penelitian ini sebagai usulan terhadap pemegang kebijakan pada lalu lintas angkutan jalan DLLAJ dan Dinas Pekerjaan Umum bahwa beban lalu
lintas sangat berpengaruh pada
kerusakan jalan sehingga perlu adannya
pengawasan pada berat muatan
kendaraan serta penanganan kerusakan jalan yang tepat sehingga tercipta jalan
yang berkeselamatan bagi para
Agri-tek Volume 13 Nomor 1 Maret 2012 PENGARUH BEBAN... 73
DAFTAR PUSTAKAAnonim, 1997, Manual Kapasitas Jalan
Indonesia (MKJI), Departemen
Pekerjaan Umum, Direktorat
Jenderal Bina Marga, Jakarta
Anonim, 2008, Panduan batasan
maksimal JBI (Jumlah Berat yang diijinkan) dan JBKI (Jumlah Berat Kombinasi yang diijinkan untuk mobil barang, kendaraan khusus, kendaraan penarik berikut kerata
tempelan/kereta gandeng.,
Kementrian Perhubungan
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Jakarta.
Anonim, 2009, UU LLAJ No. 22 tahun
2009 tentang Lalulitas dan
Angkutan Jalan ., Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Jakarta.
Cahyono.S.D, 2012, Analisa Kerusakan
Dan Desain Perbaikan Outer Ring-road Kota Madiun , Jurnal Teknik Sipil, UNS, Surakarta
Christady, H., 2007, Pemeliharaan Jalan
Raya, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
Darma, A.S.S., 2009, Evaluasi Kinerja
dan Teknik Rehabilitasi Jalan
Sukoharjo-Pondok, Tesis
Program Magister Teknik Sipil
Universitas Sebelas Maret
Surakarta, Surakarta.
Gao, L. and Zhang, Z., 2008, Robust
Optimization for Managing
Pavement Maintenance and
Rehabilitation, Journal of the Transportation Research Board,
No. 2084, Transportation
Research Board of the National Academies, Washington, D.C. Juni, E., Adams, T.M. and Sokolowski D,
2008, Relating Cost to Condition in Routine Highway Maintenance, Journal of the Transportation
Research Board, No. 2084,
Transportation Research Board of
the National Academies,
Washington, D.C., 2008, pp. 3-10. Luo, Z. and Yin, H., 2008, Probabilistic
Analisys of Pavement Distress Ratings with the Clusterwise Regression Method, Journal of
the Transportation Research
Board, No. 2084, Transportation Research Board of the National Academies, Washington, D.C., 2008, pp. 38-46.
Mishalani, R.G. and Gong, L., 2008, Evaluating Impact of Pavement Condition Sampling Advances on Life-Cycle Management, Journal of the Transportation Research Board, No. 2084, Transportation Research Board of the National Academies, Washington, D.C., 2008, pp. 3-9.
Sukirman. Silvia. 1999. Perkerasan
Lentur Jalan Raya. Nova.
Bandung
Tao. Mingjiang. Dkk. 2008. Simple
Procedure to Assess
Performance and Cost Benefits of Using Recycled Materials in
Pavement Construction. Journal
Of Materials In Civil Engineering. ASCE. U.S.A. Departement of
Defense. . Paver Asphalt
Surfaced Airfield Pavement