P E L A K S A N A A N F U N G S I S E R IK A T B U R U H T E R H A D A P B U R U H D A N P E N G U S A H A D I L IN G K U N G A N P E R U S A H A A N

86 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

SENTOT USOEX HIDAYAT

P E L A K S A N A A N F U N G S I S E R IK A T B U R U H T E R H A D A P B U R U H

D A N P E N G U S A H A D I L IN G K U N G A N P E R U S A H A A N

k

6

d y a

S U R A B A j / A

I VB1PU8TA1AAI

" J L ? * *

I

!

I * VBESTTAK AIRLANMAn S I E A B A Y A

M '

F A K U LT A 8 H U K V N V M I V BK 8 I T A 8 A IR LA N G G A

(2)

3 K R I P S I

SKN TO O J U SD K K H I D A Y A U

P E L A K SA N A A N F U N G S I S E R I K A T BU R U H . T E R H A D A P BU R U H . D A t t

P E N G U SA H A D I LI N G K U N G A N P E R U SA H A A N K O D Y A SU R A BA Y A

F A K U L T A S HUKUM.

U N I V E R S I D A S A l R L A N G G A

(3)

PELAKSANAAN FUNGST SERIKAT BURUH. TERHADAP BURUH, DAN PENGUSAHA DI LINGKUNGAN PERUSAHAAN KODYA SURABAYA

S K R I P S I

DIAJUKAK UWEUK MELENGKAPI TUGAS DAN. MEMEMJHI SYARAT-SYARAT UNTUK

MENCAPAI GELAR 3ARJANA HUKUM

O L E H

SENTOT USDEK HIDAYAT 038211480

MACHSUN ALI, S.H., &US.

(4)
(5)

KATA PENGAHTAR

Atas berkah raohraat Tuhan Yang Maha Eaa, bimbingan serta petunjuk dari berbagai pihak-, maka telah dapat diae- lasaikan satu akripsi untuk raemanuhi ayarat-syarat raenca- pai gelar earjana hukum pada Pokultas Hukum Univorsitas Airlangga Surabaya dengan judul: PELAKSANAAN FUNG3I SERI­ KAT BURUH TERHADAP BURUHi DAW. PENGUSAHA DI LINGKUNGAI* PERU­ SAHAAN. KODYA SURABAYA•

■> Pada kesempatan ini pula saya sampaikan rasa teri-

ma kasih yang sobesar-besamya kepada beliau-beliau dan berbagai pihak yang telah; dengan kemurahan hati meraberikan bantuan dalam rangka pengumpulan data untuk menycleaaikan akripsi ini*

Rasa terima^ kasih tersebut disampaikan kepada*

1. Bapak R. Dj,oko Soemadijo, S.H.,, Bekan Fakultas Hukum U- niversitaa Airlangga Surabaya*

2. Bapak R* Indiarsoro, S.H.., Doaen Hukum Perburuhan serta sebagai pembimbing sekaligua penguji akripsi ini*

3. Bapak Machsun Ali, S.H.,, M.S. aebagai pengu;ji skripsi ini.

4* Bapak Ketuau Dawan Pengurua Daerah Serikat Pekerja Selu­ ruh Indonesia Jawa Timur beserta staff.

5. Bapak Ketua Dewan Pengurua Cabang Serikat Pekerja Selu-

(6)

6* Bapalc Pimpinan Perusahaan P»T». Unilever Indonesia dan Ketua Unit Kerja SPSI p*.T^ Unilever Indonesia.

7. Bapak Pimpinan Perusahaan P-T,. HM.Sampoema dan Ketua Unit Kerja SPSI P..T. HM.Sampoema*

8. Bapafc Pimpinan Perusahaan P..T.. Horison £>yntex d m Ke­ tua Unit Kerja SPSI P./E- Horison Syntex.

9. Bapak, Ibu dan aelumah. saudaraku: yang aangat kucintai yang telah raemberikan dorongait semangat dalam

pen.vela-saian akripsi inli.

10* Berbagai pihak yang t.olah raemberi bantuan yang belum 0

saya sebutkan.

Semoga semua jas& dart amal baik yang telah dibori- kan, mandapat balaaan yang sesuai dengan amalannya,

Amin*

Surabaya, 23 Deseinber 1988

Penulis

(7)

d a f t a r isi

Hal an an.

Kata Pengantar ... ... iii

Daftar lei ... ... ... v

BAB X PENDAHULUAN ...*... ... X A* Permasalahan ; Latar. Belaknng Dan Ru-muaarmya ... ... 1

B. Penjolaaan Judul ...••••••... . 6

C. Alasan Femilihan J u d u l .... ... 7

D. Tujuan Penulisan ... 8

E. Metodologi s (1) Pendekatan Masalah ... 8

(2) Suraber Data... .... 9

(3) Prosedur Pengumpulan Data dan Pengolaiian D a t a ... 9

(4) Analiaa Data 10 P. Pertanggungjawaban Siatematika. ... 10

BAB II SERIKAT BURUH. SEBAGAI ALAT MEMPERJUANGKAN-ASPIHASI BURUHt ... 13

1. Aapirasi Buiruhi Dalam Kaitannya Dengan Hubungan Kerja ... 13

2. Kenaikon Upah Sebagai Tuntutan Utama Buruh ... ... 18

3. Mekanismat Penyaluran Aapirasi Buruh 0-leh Serikat Buruh- Pada Pengusaha ... 23

BAB III *. SERIKAT BURUH, SEBAGAI PARTNER PENGUSAHA DALAM PERUSAHAAN... ... ... 34

1. Serikat Buxtuhi Sebagai Partner Pen&uaaha Dalam Produksi ... 34

(8)

3* Serikat Buruh Sebagai Partner Pengusaha

Dalam Pertanggungjawaban ... 43

BAB IV' : H A M. B- A T A N ... 49

1. Hambatan Dalam Organisasi ... 49

2*. Hambatan Luar Organisasi ... . • 55

BAB V s KESIMPULAN DAN S A R A N ... ... ... 60

1. Kesimpulan... -... •... 60

2* S a r a n ... ... .*.*... 61 Daftar Bacaan

Lampiran I Keputusan Konggrea Nasional II Federasi Bu­

ruh Seluruh Indonesia (FBSI) Nomor Kep.6/

KN II/FBSI/I985 Tentang Perubahan Anggaran

Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga FBSI Dan Pena.tap.tn Anggaran Dasar Dan Anggaran Rum ah

(9)

BAB I

P B ft D A Hi U L U A N

A* Permasalahan Latar Belakang dan Rumusannya

Buruh: sebagai sumber insani pembangunan mempunyai kedudukan penting dalam maayarakat yang sedang merabangun. Mengingat peranannya dalam kegiatan pembangunan turut me- nentukan keberhasilan dan tlngkat cepat lambatnya suatu pembangunan. Hal ini men&orong perlunya merjberikun perha- tian, pembinaan, peningkatan skilli serta peninclaiton k«- aejahtaraan buruh.

(10)

perbaikkan upah, syarat kerja>« kondisi kerjsu dan hubungan

kerja, keselamatan dan keaehatan kerjau serta jaminan so-

sial lainnyai di dalam rangkai perbaikkan kesejahteraan te~

naga. kerja. secara menyeluruh.

Disamping kebijaksanaan tersebut diatas, pemeanintah

juga telah menjamin hak dasar kaum burruh, diantaranya ada­

lah hak dasar untuk berserikat dan berkumpul* Jaminan ata3

hak dasar untuk berserikat dan berku»pul tersebut di dalasi

pasal 28 Undang Undang Dasar 194.5 dinyatakan bahwa kemer-

dekaan berserikat dan berkumpul, mengelu&rkan pikiran de­ ngan lisan dan tulisan ditetapkan dengan undang-undang. J'aminan hak dasar tersebut ditegaskan pula dalam Undang- Undang Nomor 18 (Eahun 1956 yang merupakan ratifikasi Kon- vensi International Labour Organization Nomor 98 tentang hak berorganisasi* Lebih lanjut, hak dasar tersebut dija- barkaaa. dalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 1969 tuntang ketentuan Pokok Tenaga Kerja, di dalam pasal 11 disebut- kan bahwa tiap tenaga kerja berhak mendirikan dan menjadii anggota perserikatan tenaga kerja yang dilakukan secara demokratiSo

Pemberian jojninan hulk dasar untuk berserikat dan borkumpul dimaksudkan untuk raenempatkan kaum buruh. pada proporsi:yang sederajat dengan pengusaha, khusus terhadap hak dan kewajibannnya sebagai' pelaku utama peir.bangunan

(11)

produk-si dalajn arti khusus. Walaupun pada kenyataannya apabila

ditinjau dari segi social ekonomi, kaius buruh btrada di-

bawah pengusaha. Dengrm terciptanyw. kesamaan dera;;at se~

bagaiaana tujuan pejnberian hak dasar seperti tersebut di­

atas diharapkair bahwa dengaiL melalul wadah serikat buruh

di lingkungan: perusahaan sebagai perwu*jud-annya,, bimih a-

kan Xabih mudahi mengraluarleatti aspirasinya, raerangsang per-

tumbuhrui dam peningkatan. partisipasinya. serta lehihi mudiiiii

raenonliiii ke-serasiani hubungan. dengan: pengusaha.. Lebih; lan-

jut, terjal'irmya lteserasian: hubungan buruli dengan pengu­

saha akan dapat meneiptakan suasana ketenangan kerja dan

iklim; yang sehat dju lingkungan perusahaan. sebagai. prasya-

rat, penting bagi peningkatan’ produksi, pengerabang'.ui. daji

kelangsungan hidup perusahaan*,

Manfaat kehadirani serikat buruh- di lingkungan pe­

rusahaan didalami kenyataannyai belura banyak dike.tahui. dan

(12)

Pekarjia Seluruhi Indonesia (SPSI) Jawa. timur, kepada Ketua Umum Dewan Pengurua Pusat (DPP) SPSI, Imara. uoedar/’/o, bah­ wa tardapat. sekitar 15 perusahaan industri; yang menolak aapirasi pekarjanya. yang berkeinginan untuk mendirikan U- nit Kerj> SPSX, bahkan penolakkan tersebut diikuti dengan tindak Pemutusatt'Hubimgan Ker ja (PHK) yang dilakuitam pi- hak manajemen. perusahaan industri yang bersangkutai-j t«r- hadap 67 orang pekar janya yang menj add. penggerak pendliri-

an Unit Kerja SPSI,, karena mereka bearaikearas tak' memper— dulikan larangan tersebulfc.1 Grarakkan aktifita®; serikat, buruh dalam kenyataannya juga. akan mengalami kemulitan, tidak leluaaa dan selalu^ mendapat pengawaaan ketaU dari pihak> penguaaha*. Sebagai bukti, aeperti dikemukakaWL oleiu Iwnu Hondoko r ffaMl Ketua DPD, SPSI Jiawa Timur yar.3 telahi

mengadakam Toutir Study? Komparaaii ke 4 DPD SPSI se-Jawa di-

baw$h pimpinan Ke^tua DPD SPSI J&s/Ya 3Elmuarf Taunidi Su giant© dan diikuti ol dti 16 pomerta t«rdiri ataa pen^nru* SPSI JIawa Timur, bir.ci-biro dam 5> Dewan Penguru® Cabang (DPG), tulang punggung yaitu, Surabaya, Malang, Sadaari,*) #asr Pa- suruan, telah' menilai kadi*r SPSI dalam gerak aktitfita»nya

aalalu dibayangi ancavaa PHK* Doori PHK yang terjadj , 25

2 pro3ennya mengenai para kad*r SPSI diperusahaan.

(13)

Madi#i#r aeorang anggota Dewan PerwakilsJi Rakyat (DPR) Re-

publik In&oneaia, Beuanggapi "bahwa banyaknya pengusaMa yang tidak: menginginkan atau bahkan aienolak &ibentuknyr%

serdka-b. burult aebagai akibat kurangnya pe*uhaman akan fungei serikat buruh, akan' dapat menghamb&t pertumbuhan perekonosaian national. Kons*naue nasionul yang meaijadi kebi jiaksanaaML Presiden harua didukung oX*h.< semua pihak, para pengusaha harua sadar bahwa) SPSI adalah jembatan an- tara pekerja dengan pengusaha untuk melancarkan pertum -buhan perekonomian nasional.^

M.emparhatikan dan mempartimbangkan kondisi diataa. yang pada. akhimya dapat meni*bulkan danpalc nasional

raen-dorong perlunya membenikan kejelasan akan fungRl serikat buruh. terhadap buruh dan pengusaha serta pelaksanaannya di lingkungan perusahaan,

Dari uraian yang dipaparkan diatas dapat dizoimus- kan peraasalahan sebagai berikut ;

1. Apakah fungal serikat buruh bagi buruh di. lingkungan perusahaan 7

2*. BagaimanakaJl kete^rkaitan antara aerikat buruh. dengan pengusaha dalsun perusahaan ?

(14)

B* Pen.ielasan JuduX

Skripai ini berjudul "Pelaksanaan Fungsi Serikat Buruh. Terhadap Buruh Dan Pengusaha Di Lingkungan Peruaa- aan Kodya Surabaya" •

"Pelaksanaan" berarti perihal (perbuatan, usaha) 4

untuk menjalankan atau monger j akan seauatu.

”Fungai" adalahi jabatan (yang dilakukan) atau pe- kerjaan yang dilakukan*'* Untuk menytderhanakan masalah, skripai ini terbataa pada fungsi serikat buruh sebagai a- lat raemperjuangkan aspirasi buruh dan tfungai serikat buruh. sebagai partner pengusaha*

‘'Serikat buruh" berarti suatu organisasi yang Aidi- xdkan oleh dan untuk buruh secara sukarela, berbentuk ke-

satuan dan mencakup suatu lapangan pekerjaan serta. tel ah

terdaftar pada Departemen Tenaga Kerja.^Dalam kaitannya dengan skripai ini yang dijadikan obyak penelitian adalah' Serikat Pekerja Seluiuh\ Indonesia (SPSI) sebagai salahj aa- tu organiaasi serikat buruh yang ada di Indonesia*

"Buruh" adalah orang yang beicerja pada pihak lain, pengusaha, dalam ikatan hubungan kerja dengan menarima u-

7

pah. Selanjutnya dalam skripai ini akan dipakai istilah. pekerja dan karyawan secara bergantian tetapi mempunyai maksud yang aama* Ha? ini untuk monyesuaikan dengan sumber yang dijadikan acuan.

(15)

men-7

Jalankan perusahaan milifc sendiri atau milik orang l&in atau

mewakili orang atau ba&an hukum yang berkedudukan diluar

ne>-geri yang memperkerjakan seorang buruh atau lebih dengan mem-

bay ar upah.®

"Di Lingkungan Perusahaan" menunjukan tempat keduduk-

an ddmana unit:, kerja serikat buruh yang merupakan porangkat terrendah dalam atruktur vertikal organisasi melakaanakan pe- ranan dan fungainya.

"Kodysu Surabaya" menunjukan batas vrilayah daerah yang melingkupi sampler obyek pengamatan akripsi yaitu : P.T*Unile- ver Indonesia, P*.T*. HM.Sampoernai, P.T*Jtori£son Syntex , DPC 3- PSX Kodya Surabaya dan DPD SPSI Jawa Timur*

Alasan Pemilihan Judul

1. Mempertimbangkan maealah keberadaan serikat buruh yang te>-lah diakui baik secara nasional maupun internasional dalam kehyataannya banyak menghadapi kendala, sebab itu perlu. mendapatkan perhatian secara nasional mengingat dampaknya

akan berpengaruh b&gt perkembangan dan kelansaran pembangun- an khusuanya dibidarig perekonomian.

(16)

D. Tu.juan Penulisan

Sknipai ini mempunyai tujuan akademis dan tujuan praktia* Tujuan akademia dimaksudkan untuk. memcnuhi pcr- syaratan memperoleh. geXan sarjana hukum pada EakuXtaa Hukum Universitas Airlangga.

Tujuan praktis yaitu untuk sekedar membcrikan aumbangan pemikiran bagi pe*ecahan permasalahan yuridia yang berkaitan dengan kaberadaan aerikat buruh.

£. M e t o d o l o g j i (X) • Pendekatan M xaaletfai

Untufc mendekati masalafc. yang mentfadi obyek akrip- si ini digunakan pendekatan yuzadist dan pendekatan hia*- toria soaioXogis.. Pendekatan Yuridia, yaitu pendekatan berdasarkan teori iXmu hukum dan pezrundang-undangan yang berXalcu.

Pendekatan hiatoria aosioXogis. dimaksudkan aebstr-gai pendekatan berd&sarkan Xatar belakang perkembangan organisasi aerikat buruh serta keadaan serikat buruh da- lau kaitannya dengan: fakta yang ada dalam keh.id.upan se- hari-hari antara serikat buruhi dengan pengusaha®

(2). Sumber Data

(17)

9

Perpuatakaan (Library Resaearch) dan Rieet Lapangan (Field Research)* Riset pexrpustakaan dimaktiudkan peng^alian data diperoleh dari tuliaan ilmiah, surat kabar harian yang a*-da kaitannya dengan obyek akripaii searfca penaturan perun- dangan yang mengatur tentang serikat buruh yang berlaku’ di Indonesia.

Riae.t lapangfm dimakaudkan penggalian data ddipero- leh berdasankan pengamatan langsung dan haail wawancara

(Interviewing) dengan pimpinan actau pengurua. aarikaU bu­ ruh, pangusala.su atau yang mewakili aerta buruh selakui ang­ gota aeaiikat buruM*

(3). Prosadur Fenftumpulan Dan Pengolehan Data

(18)

(4). Analiaa Data

Analiisa data dilakulcant dengan metode Diskriptif A- nalitia yaitai data' yang telah terkumpul kemudian diaunun, dijelaskan dan dianalisa), hasilnya dinanfaatkan untuk merabahus raasalah yang d&ajukan daiam akxdpsi*

F. Pert anggun^ .1 awaban 3 i 31 aa at ilfca

Dalam akriipsi ini ponekanan yang pertama adalah fungsi aerikat 'buruh khuausnya terhad&p buruli sebagai ang- gotanya* mengingat serikat buruli! dibentuk adalah sebagai wadah buruhi. Dibentultnya serikat burult secara fungsional diantaranya sebagaii alat. untuk meaper juangkan kepentingan sosial ekonomi buiruh, membuahkan suatu- penilaian bahwa pxriorita& utaaa dari tujuan gerak langkah' serikat buruhi adalah. raenyelesaikan permasalahan yang berkaitan secara langsung maupun. tidak langsung terhadap buruh)*, Maka dari itu raasalah ■ fungsi serikat buruh terhadap buruh akan sa- ya ball a a dalaa bab II, tentang Serikat Buruh, Sebagai Alat Merapor juangkan Aspirasi BuxrulU

(19)

masing-masing organ saling terkait satu sama lainnya. Itendasari hal inii dalam bab III akan saya bahus tentang

Serikat Buruh Sebagai Partner Pengusaha Dalam Perusahaan. Pada bab IV alcan dibahaa masalah) hambat&n yang mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung

terhadap pelaksanaan fungsi serikat buruh., mengingaU pa­ da kcmyataannya kondula tersebut selalw ada dan menentu- kan keborhasilan dan ke.tidak berhasilan pelaksanaam fung-

sx serikat buruh*

Sebelura pembahasan dalam bab II, III dan bah IV, akan aaya berikan gaubaran umum beserta motifasi dari permasalahan skriipsi ini dalam bah I tsntang Pendahuluan. Akhiraya pembahasan -ikripaii ini dxtutup dengan bab V' ten­ tang Kesimpulan Dan Saran©

^(P-47')t "15> Perusahaan. Industri Surabaya Toliak Pendirian. Unit SPSI", Priioritaa, 9 Junii 1987/, h.II.

2,,Penintis Unit. Ken ja SPSI Bering Terkena PIIK", Surabaya Post. 16 Juli 1987F h.III.

3(P-47}, loc.cit.

(20)

5Ibidi#f h.35.

^Peraturan^ Menteri Tlenaga Kerjia, Transmigrasi dan Koperasi, "Tentang Pcndaftarani Organisasi. B u r u h . ?1 , Nom^r

Pexr-01/Mexi/T97/^, Pa:;al 1 b.

^Jndang Undang Nomar 22 Tahun 195>7» "Tentang Pe­ nyelesaian Per-sftllslhan Perburuhan11, Pasal 1 a.

o

(21)

SSRIKAT BURUH SEBAGAI- ALAT MEMPERJUANGKAN ASPIRASI BURUH

Organisasi adalah m e r u p a k a n wadah dari suatu kegi-

atan untuk mencapai tujuan tertantu. Seperti dikatakan o- leh saorang ahli manajeman, Jlaaea D. Mooney, bahwa orga­ nisasi adalah bentuk tiap peraerikatan manusia untuk

men-Q

capai tujuan bersaaa# Deraikian halnya serikat buxnihn sa- bagai suatu organisasi, dibentuk untuk< menoapai tujuan diantaranya turut serta raenciptakan kehidupan dan penghi- dupan pekerja yang selaraa, seraai dan aeimbang.^ Untulc dapat mencapaii tujuan dimaksudi, dalam pasali 5’ ayat (1) Anggaran Dasar SPSI disabutkan bahwa serikat buruhi harua dapnt menjalankan ftingsinyau untuk raenbela dan melindungi hak, kepentingan serta aepirasi anggota* Fungsi ini ee- lanjutnya merupakan salah satu catur fungsi SPSI yang dd- rangkum dalam pokok-pokok perjuangan SPSIo’1'^

II.1 Aapirasi Buruh Dalam Kaitannya Dengan Hubungan

Kerja-Hubungan kerja adalah suatu hubungan antara buiruh dengan pengusaha yang diciptakan secara fonail yuridis de­ ngan kontrak kerja*

(22)

tasan hubungan kerja sebagai berikut :

Hubungan kerja adalah suatu hubungan antara buruh dengan majikan, yang terjadi setelak diadakannya perjanjian oleh buruh dengan Majikan, yaitu, suatu peitjanjian dim an a pihak kesatu, buruh, mengikatkar. dirri untuk bekerja dengan menerima upahi pada pihak lainnya> majikan, yang mcngikatkan diri untuk mem- pekerjakan buruh itu dengan membay&r upah *^2

Mendasarkan pendapat diataa,. berarti hubungan ker­ ja terjadii setelah adanya perjanjiwn kerja antara seorang buruh dengan seorang majikan (pengusaha)* Suatu perjanji- an dimana masing-masing pihak aaling mongikatkan diri, buruh mengikatkan diri untuk bekerja dengan menerima upah pada pihak' pengusaha, sedang pengusaha mengikatkan diri untuk mempekerjakan buruh tersebut- dengan membayar upsho

Hubungan kerja; yang lahir sebagai perwujudan ada>- nya perjanjian kejtija, didalamnya terkandung pengertian yang luas yang menyangkut hak dan kewajiban serta kedu- dukkan para pihak. Pihak buruh di dalam ikatan hubungan kerja mempunyai hak dan kewajiban tertentu yang prinsip- nya merupakan dasar bagi pelaksanaan tugas, dan tanggung

jawabnya sebagai buruh. Kitab Undang-Undang Hukum Perda- ta telah menetapkan kewajiban buruh diantarar.ya seperti disebutkan dalam pasal 1603> yaitu sebagaii berikut :

a© Buruh: wajib melakukan pekerjaan yang telah dijan- jikan. Jika sifat dan luas pekerjaan itu- tidak ditetapkan dalam perjanjian atau dalam peratursm majikan, maka kebiasaanlah yang menentukan.

(23)

perbajk-an tata-tertib dalam perusah&perbajk-an majikperbajk-an yperbajk-ang; dibe- rikan kepadanya oleh atau atas ncuna m# jilcan dalam batas-batas aturan perundangan atau perjanjian a- tau* peraturan majikan, atau bila itnx tidak ada, kebiusaan.

c. Buruh pada umumnya wajib melakukan ataupun tidak melakuko,n segala sesuatu y&n£; dalam koadaan sama

seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan olehi se- orang buruh yang baik.1 ^

Sedangkan hak buruh yang di^amin undang-undsng da- laiti euatu hubungan kerja di&ntaranya yang paling pokok yaitu hak untuk mendapatkan upah. Disamping itu hak untuk mendapatkan perlindungan keselamatan kerja, hak untuk i-

kut raendirikan dan menjadi anggota peirserikatan tonaga kerja yang dilakukan seea.na demokratis, dan lain., sebagai- nya.

Selain hak dan kewajiban seperti tersebut, diataa, di dalajn rangka pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasi-la atau Hubungan Perburuhan PancasiPancasi-la yang menganut asas tri dharma, yaitu melu handarbeni, melu hangrungkebi dait mulat sariro hangrosowanii, raaka buruh. juga. dituntut" untuk berpeiran serta dxdalara mewuijudkan ketenangaik ker jaf kete-nangan usaha, pengembang&n perusahaan aerta kelangsungan

11 hidup perusahaan.

(24)

apa yang meirupakan; hak yang selayaknya diterima oleh bu­ ruh* Misalnya, kewajiban membayar upah pada buruh, kewa*-

jiban member! jamincm kecelakaan kerja pada buruh yang mengalami' kecelakaan kerja, kewajiban untuk raengakui ke- beradaan serikat buruh. dan memberi jaminr*n keleluas&an kepada buruh yang menjadi pengurrus serikat buruh untuk melakukan aktifitas fjehubungan dengan' tugaa organisasi

dan lain sebagainya.

Didalam kenyataannya usaha pemenuhan hak buruh yang mcrrupakan kewajiban pengusaha untuk memenuhinya ti- dak mudah untuk dapat dilaksanakan aecara merouaskan. Ai;a- lagl dalfim hubungan korja pihak pengusaha mempunyai ke- pentingan tersendiri yaitu meneari keuntungan yang raaksi- mal, diraana tujuan ini bertolak belakang dengan pemenuhan kewajibannya sebagai pengusahaj*

Dipandang dari sudut. ekonomi, terdapat 2 faktor utaraa yang raenyebabkan timbulnya kondisi diatas, yaitu pertama, adanyai penerapan prdnsip ekonomi, d«ngan modal' yang rendah diusahakan untuk meraih keuntungan yang be- sar demi penoapaian tujuan, perkembangan dan keiangsung- an hidup peru3ahaan. Kedua, faktor situasi dan kondisi peru3ahaan yang semakini ineroaoto

(25)

pada prinsip elconomii tersebut yang intinya raeraaksiraalkan keuntungan dengan.'raenakair. serendahnya beaya produksi,. ma- ka mengakibatkan timbulnya. sikap untuk secara sengaja. me- ngurangi hak bumih* Miaalnya, terhadap upah, karena ter- raasuk kategorii beaya produksi raaka harus ditekan seminiai- nya agar dapat memperoliehi keuntungan yang tinggi. Faktor pertama inii raerupakan sebab) timbulnya sikap pengusaha. yang tidak sesuai atau; bertentangan dengan isi atau; jiwa Kesepakatan: Kerja Bersaraa (KKB). dan atau peraturan perun- dangan yang berlakuv Sebagai1 dampaknya, raelahirkan;. keluhi kasah: buruhi yang tercetus dalam bentuk pengaduan dan ke- luhan yang prinsipnya meirupakan tuiitutan dan harapan aican keinginan untuk. dapa*t memperoleh dan dijamini halmya sex;a- Ea memadai.

(26)

Dalam hubungan kerja, berbagai bentuk keluhan a- tau pengaduan searba berbagai maGara sumbangan pemikiran> buruhi sebagai akibat pengaruh. 2 faktor tsrsebut- din-taa, inij yang dinamakan ajpiiraaii buruh <, Dengan demiklan tim- bulnya aspirasl buruh sebagai konsekuensi keterikatannya

Aalaa hubungan kerja, disebabkan 2 hal yaitu : (a), Se-

bag.'-ii refleksi rasa ketidak puasan atas realisasi hak bu­ ruh yang merupakan kewajiban bagi pengusaha untuk. meraenu-hinya; (b)» Sebagai perwujudan rasa ikut. iriemiliki dan ra­

sa ikut bertanggung jawab atas. perkembangan dan kelang- sungan hidup perusahaan dimana ia bekerja*

II. 2 Kenaikan TJpahi Sebagai' Tuntutan Utama Buruh

Dari bermacan aapiraaij yamg tertampung pada ha»piir aebagian beaar jajaran uni ft ker ja SPSI di wilayak Gabang KoAya tingkat II Surabaya y/ang ber jujnlah 188 buah. unit kerja SPSI, mayoriitas; aengenai. masalah' tuntutan kenaikkan

IK

upah* Masalah ini tiap tahun timbul keperrnukaan, J Bahkan. pada sekitar tallum 1982 sampai ctengan: tahun, 1983, m&aalahi upali sempat raembangkltkan gejollak buruh yang diungkapkara

(27)

diae-19;

babkarii seGara langsung karensu tuntutan kenaikkan upah. ^

IITpair. merapunyai art! penting bagi s.e.tiap buruhv ter- utama bagii buruh yang sudah' Uerkeluargsn« Besar kedlaiya u- pah berpeaigsuruh langaung terhadap kuaXHtas k^sft^fahtextaoizi busuft pul bad! maupun keluarganyaio. Upaht yang ren&ah. menga— kihatkan buruh- kesulitan untuk mentenuM kebutuhan hidupnya baik sandang, pangan maupun papan*, Sebaliknya, apabilts bu­ ruh. memperoleh upah yang cukup tinggi, maka terbukelaifc

pe-r

luang bagi buruh untuk dapatmeningkatkan kesejahtera&n dan kebahagiaan keluarganya•

Setiap buruhi mempunyai harapan untuk dapat mening- ka/tikan kesejahteraan keluarganya0 01eh< karena itu;, patut dipahami bila aebagian be.sar aspirasii buruh yang tertam- pung dise.tiap unit kerja. serikat buruhi adallah soal kenaik- 8xi upah oabagai: faktor utama untuk dapat meningkatkan ke- aejahteraan mereka.

(28)

bu&t tunmnya kegairahan dan eemangat kerja buruh:. Seba-

liknya, penetapan upah yang terlalu; tirxggi dampaknya a-

kan mempengaruhi pexkembangan dan kelangsungan hidup pe-

ruaahaaiii apabila tidak dalandasi perhitungan manajemen

yang matang. L«bihi lanjut, pengaruhnya akan mengena pada

keberadaan buruhi dalam hubungan kerja.

Dilema ini merrupakait masalah yang cukup menyulitr-

kan, bagi serikat buruh. sekaliigus merupakan kendala dalam

tugasnya untuk- mamper jjuangkan aapirasi utama anggotanys*

Akan tetapi, mengingat upah mempunyai kedudukFtfi: yang pen-

ting dan strategic bagi kehi&upan buxtul*,, maka masalah u-

pait tetap menjadi. perhatian utsma untute diper juangkan

de>-mi. terwujudnya perbaikkan kualitas kahidupan b u r u h . ^

Perhatian yang sejriua terhadap masalah upahi

dise*-babkan juga k arena masih banyak perusahaan yang membayar

buruh‘ dibawah ketentuan: upah pokok minimum<»- Perbandingan dengan upahi diluar negeri adalah 1 s 10, diluar negeari

*1 ft

upah buruhi 1 hari $ 5, aedang didalam, negeri $ 0,5* Banyak juga peruaahaan yang manetapkan upahi dengaiti aiar-tera upah global, tidak; d&perincii fceuapa upah sehairi. dait berapa upah kelebihani jam kerjanya (upah lembur). Peker-

(29)

dihitung jam kerjanya, 7 dam aeharii atau 40 jam seminggu

serta kelebihan jam ketfjanya (jam lembur), adalah sangaU-19

merugikan pekenja. ^

HemaH saya, pemenuhan. kewajibani pengusaha untuk raembayar upah sepatutnya tidak-: dilaksanakan aecara1

seer-naknya, melainkan hendaknya menjamin pemberian upah; yang lay ate: seaana kemamiaiaan dan. seauai dengan: peningkatan kese jahteraan buruh dan keluarganya. Upahi bukan diipandang hanya sekedan imbalan pengusaha ataa pekerjaan atau iasa yang telaik diberikan buruh, akan tetapi dipandang dalam pengertlan yang luaa aebugaimana hakekat; fungsii pengupah-

an menuru-fe Hubungan Ferburuhan Pancasila, yai/tu; untuks

menjamin keseimbangan antara penghargaan preatasi kerjp-disatu pihak dan pemenuhan kebutuhan yang layak bagi bu­ ruhi. diliain pihak. Sehingga bagi buruhi, upah. merupakan syarat. untuk dapaH memexmhi kelayakan hidupnya aecara ke- manusiaan* Kenyataan yang raenunjukkan bahwa pengusaha ha- nya memandang upah, sebagai imbalan atast praatasi kerjist buruh, sehingga menj&di aalah satu sebab diterapkannya sistem upah global* atau sistem upahi bersih*. Nenunjukkan aikap ketidak pedulian pengusaha akan beban tanggungan buruhi terhadap ke luar gany a, lebihi jauhi sikap t.ersabu'tt menunjukkan ketidak peduliaxr. akan peningkatan^ kasagjahte.- raan buruh) dan' keluarganya. Mengingat, extern upah; global

(30)

tanpa meraperhitungkan tanggungan burult dan tanpa dipearin-

cd sesual dengan komponen upah' yang raeliputii upah' pokole,

uang raakam dan uang transport. Jadi jalias dapat diipahaai

bahwai penetapan aia>t.em upah global tidak mendukung upaya

peningkatan ke&ejahteraan buruhi.. Biitinjaui dart aegii yuri-

dis., aiatem upah global tidakr aesuai dengan keputusan Menteri Tenaga Ker jet. flfomor : Kep-72^3EN/1984: tentang Da^ Perhitungani Upahi Lembur yang menetapkani aturan sebagai berikut s

I. Pada. Harl Keujai- Biaaa :

1* Untuk jam ker ja lembur pertama (jamke-8) harus

dibayarkan upahi lembuar sebesair kalii upahi ae-

jara.

2. Untukr aetiap jam kerja lerabuar aelebihnyai, harua dibayarkan upah lembun aebeaar 2 kali upah

a.e-jam.

II • Pada Hari Istinahat Mingguan aiiaui Hburi Libuir Res>-mii

1. Untuk: ae.tiap jam kerja dal ami bataa 7 jam, hasrus; dibayarkan upah sedikit-dakitnya aebeaar 2: kali upah sa-jam.

(31)

6480,.-* dengan perincian upah pokok. Rp. 3&40,- dan upah. Xambur sebesar Rp. 2640,-. Uemyata dalam sistam upah global buruh, hanya. ti enerima upah sebesar Rp. 4800,- se- ming&u dengan. eatatan upah seharii ditetapk&n -ecara glo­ bal Rp*. 800,-. Nampsk. dlisiudi terjadi penyusutan. sebesar Rp* 1680,,-. Dapat dibayangkan jika masing-masiag bvuruh upahnya terpotong Rp.- 1 6 8 0 berapa juta rupiah uang yang

seharusnya menjadi hak buruh satu perusahaan diambilJ aXih oleh penguaaha setiap bulannya.

Dengan tergambamya kondisl diatas, raaka kebiijak- sanaan serikat burult untuk memprioritaskan pcrjuangan u- pah: buruh, merupakan. Xangkahi yang tepat dan« ini hcndaknya mendapati dulcungan pemerintaiL sesama eXemen tripartirb, a- gar pengusaha tidak raenetapkan upah atas pertimbangan e- konozcia saja, raelaiukan. harus raemperdulikait kepentingan. social buruh dalam art! memperhatilLaxL be ban. tanggungan. buruh terhadap istri dan analc-anaknya..

XI.3 Mekanisme PenyaUuran Aspirasi Oleh Serjkat. Buruh. Pada Penguaahg.

Serikat buruh dalam melaksanakg-ar fungsri. sebagai aXat rueraperjuangkan aspirasii anggatanya, menetaplcam

(32)

tetapi., ada perhatian yang berbeda menyangkut. melcanisme kerja yang diterapuh serikat burulij. Hal inii. berkaitan de­ ngan macam aspirasi anggata yang hendak diper juangkan.

Seperti telah. dxuraikan dxmuka,; timbulinya aspiraiai buruh sebagai konsekuensi hubungan kerja diseh ^kun 2 hal

yaitu pertama, merupakan refleksi rasa ketidak: puaaan &- kan r^nltsasi hak buruh; yang merupakan kewajiban Higi r.e- ngusaha untuk memenuhinya, akibatnya timbuli keluh kesah buruh- yang uwuianya cWrpat menjadi dasar lahimya peraeli- aihan parbiuruhan. Kedua, sebagai perwuju&aii ra:ia ikwfc me- milikdi dan rasa ikut bertanggung jawab ataa perkembangan dan kelangsungani hiidup perusahaan ditnana ia beker ja.

Terhadap- aspirasi buruhi yang lahir akibat fakiior yang pertama, yang berbentuk keluhan atau pengaduan, rae- kanisme penyalurannya telah) ditetapkan sesuai dengan. pe~ laksanaan penyeXesaian masalah. persellsihan perburuhan® Penyaluraax. aspi'rasii ditingkat perusahaan sabagaimana dii- atur dalam Keputusan Menter! Tunugu Kerja tentang Pedo- man PelaJcsanaan PenyeXesalan Perselisihan Industrial dan Pemu busan Hubungan Kerja, ditetapkan sebagai berikut s

1, Searang pekerja yang mempunyai keluh kesahi ten- tang aegaDa yesuatu mengenai- hubungan- kerja, me- nyampaikan keluhi ltesahi tersebut. pada ataman

sungnya untuk dimimtakan' penyeXesaiannya ;

(33)

3. Apabila atiason yang lebihi tinggi tidak Vil u me-

nyelesaikajmya atau; peksasjis. tidak puas atas. pti­ ny el e.3 ai army a , raaka pekerja dapat menvinta ban-

tuan penguru;& serikat pekerja mewakili ataui men- dampingi- pokerjja untuk. menyele saikannya XobiH lanjut ;

4-. Apabila diipmidang perlU;, atasan pekerja yang me- nyelesaikan keluhi kesah> dapat meminta iserikat pekerja untuk raewakilil dan mendaanp^ngi pekerja didaliam. menyolaaaikan koluhi Ufcsoh.*-^

Selfmjatny.a ketwntuan- ini umura dijabarkan dalam. Kesepa- katan- Ker ja Bersaw:: (KKB) • Mxsal KKB P„T^ Unilever Indo­ nesia, pada bab- XII.I tentang Penyeliesai.au ”K elution dan Pengaduan Karyawan", diurai.kan sebagai, b^rikut :

1. Setrap kel\i'nan dan.' pengaduan seorang karyawan pertama-tama diselesaikan dibxcarakan dengan a- tasati langsung

2. Bilaraam peuyeleaaian. belum raerauaskaa maka dengan persetujuan atau sepengetahuan- atasannya. langsung karyawan dapat, meneruskani keluhan. dan. pengaduan- nya keatasaimya yang Xe.bihi tinggi ;

3o Bilamana proaedum tersebut di atas. teloh. uiijnlan- kani tanpa memherikan: hasili yang merauaskan,. perso-alannya dapaU diitingkatkan antara Serikat Pekerja dan Bagian Urusan Pegawai atau Wakil Peng^saha setempat

4. Billamana prosedur tersebut diatas belum dapat mem- berik&n hasili. yang raemuaskan maka persoalannya da­ pat diitingkatkan anatara Pirapinan. Unit Kcrja/3PSI dengan Pirapinan Perusahaan dii Tingkat Pusat ; 5«. Billaman proseduar tersebut diatas belum: juga meitir-

berikan hasili yang memuaskan, raaka per3oalannya dapat diteruskan. sesuai. dengan TJndang-Undang No* 22 tahun; 195979tentang Penyelesaian Perselisihan I)erburuhan0 2

(34)

saran daiv bentuk mauulcan lainnya),, dalam pelaksanaannya tidak terdapat petunjuk- yang baku sebagai acuannya. Prak- tek menunjukkan bahwa mekanismenya dilakukan melalui 2 macam cara, yaitu : (l)o Sistem penyaliuran langsung; (2)

Sist«n penyaluran tidak langsung. Pada sistem penyuluran langsung, setiap anggota yang mempunyai saran tertentu- dapat langsung diisampaikan kepada. pimpinan dan ataupun pengurus- unit kerja serikat "buruh setempat dengan lisan maupun tezrtulia. Penyampaian tertulis: mayoiritan, serine dilakukan dtlbanding penyampaian secara lisan. Pengurus u- nit kerja; biasa menyediakan kotak saran dikantor sekreta- riat. Keraungkinan lain, aspira3i dapat. disampaikan mela- Xui bulletin yang dikeluarkan perusahaan, Sebagai aontoh, P.,T. Unilever Indonesia^ telah menerbitkan bulletin Kes&r- lamatan dan Kesehatan Kerja., yang dikelolah oleh panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerjai. (Occupational Health And Safety Commitee). Bulletin tersebut disamping berisi petunjuk bagi buruh dalam menjaga kesalamatannya,

juga dipakai sebagai media, penyaluir aspirasi buruh secara langsung pada pengusaha, sehubungan dengan hal yang bur- kaitan dengan usaha untuk mencegah kecelakaan kerja dan mewujudkan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan,

(35)

dibicarakan oleh pengurus bersama dengan pengusaha pada. waktu pertemuan rutin dan atau pada saat penyusunnan Ke- sepakatan Kerja Barsartia yang umum dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali.

Pada sitem penyaluran tidak langsung atau lasira disebut sistem perwakilan, dalam pelaksanaannya mirip de­ ngan mekanisme penyelesaian keluh kesah atau penyelasaian perselisihan perburuhan sebagaimana diutarakan diatas. A- kan tetapi dalam hal ini atasan langsung buruh tidak ber- tugas untuk menyelesaikan keluhan buruh, melaink-m hanya menampung saran, untuk selanjutnya disampaikan kepada pe^ ngurus uniti. kerja serikat buruh secara tertulis. Sebagai tindak lanjut, serikat buruh akan meneruskannya pada-

pe-o A ngusaha1 seperti pada sitem yang pertama.

(36)

per-aturan perburuhan yang berlaku.

Hemat saya, setelah mengetahui bagainana cara pe- laksanaan penyaluran aspirasi anggata: oleh pengurus se. - rikat buruh. dd lingkimgan perusahaan, klm3tisnya carsi p.'.- nyelesaian keluh kesah anggota, ap&bi1 a dltinc’au secara yuridis formal dengan bertitik; tiolak makna1 yaiif; terkan - dung dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja tentur;£ Fedo - man Pelaksanaan Penyelesaian Perselisihan Perburuhan dan Undang-Undang noraor 2 2. tahun 1957 tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan yang pada dasarnya dimuksudkan untuk menghindarkan; dan menghapuskan bentuk penyelesaian yang beraifat konfrontatip menyimpang dari asas musy.awa- rah untuk mufakat. Ternyata telah' memenuhi dani sesuai, lebih jault Xangkah yang ditempulli serikat buruhi cukup e- fektifi dalami raerealisir kehendak pemerintah agar nieng - hindarkan- bentuk; penyelesaian perselisihan perburuhan yang bertentangan dan tidak mencerminkan niHJai-nil'ai Pan- casila. Hal) inii terbukti dengan menurunnya secara drati’s bentuk penyelesaian konfrontatip. Dalam laporan perkam- bangan SPS1 dd. wilayahi DPC SPSX Kodya Dati: II Surabaya, yang disusun oleh DPC SPSI Kodya Surabaya, dari tahun 1986 sampai dengan bulan Maret 1-988 dinyatakan bahv/a da­ ri 3ejumlah. 274 unit SPSI yang tercatat tidak pernah tor-

(37)

hanya terjadi sebanyak 3 (tiga) kalio2"*

Ditinjau dari sudut kepentingan pengusaha, raekanis- me penyelesaian keluh kesah buruh seba&aimana maum diten- tukan dalam KKB, sangat meraberikan manfaat0 Pertama, de - ngan dite.tapkannya pentahapan, diharapkan agar pengusaha tidak secara lang3ung menangani pennasalahan yang timbul melainkan cukup daparfc disel&saikan oleh. atasanlangsung atau atasan lebih tinggii dari buruh yang beraangkutan* Dengan demikian tidak mengganggu waktu, tenaga dan pikir- an pengusaha dalam menangani tugas-tugas utama perusaha­ an. Selebihnya, kenyataani yang menunjukkan Eseiaakdns menu- runnya angka pemogokkan dan bentuk tindakkan sejenis la- innya secarai langsung dapat menjaga kelancaran dan kesta- bilan kerja yang pada dasamya merupakan prasyarat untuk mewujudkan ketenangan kerja. dan ketenangan. usaha didalam perusahaan. Tereiptanya kondi3i yang baite tersebut: bagi pengusaha mempunyai! arti yang penting dan merupakan\ mo­ dal yang cukup bes&r bagi dirinya untuk dapat secara le- luasa. raengkonsentrasikan pikirannya terhadap perkembang- an dan kelangsungan hidup perusahaan yang dipimpinnya.

Berbeda dengan pengusaha, dipandang dari' kepen­ tingan buruh maupun serikat burulij temyata mekanisme se- perti telah ditentukan dalam KKB mengandung aspek nega-- tip* Bagii burulij, penyampaian keluh kesah tersebut dira- sakan cukup berbelit dan merupakan hambatan* Sebab tiap

(38)

tahap dapat diibaratkan sebagaii suatu- filter (penyaring) • Keluh kesah yang d.i sampaikan oleh buruh.. kepada atasannya pada kenyataaannya t^rkadang dibekukan dalam arti tidak diteruskan untuk- diselesaikan, terutama untuk. tuntutan yang bernada cukup keras. Hal inii disebabkan pertimbang- an politis semata dari atasan langsung atau atasan lebih tinggi dari buruh yang bersangkutan* Mengingat, apapun yang terjadi sehubnngan dengan bidang tugas yang dibawahi adalahi merupakan tanggung jawabnya, yang pada gilirannya akan. menentukan kredibilitas atasan langsung maupun; atas- an lebih tinggi buruh yang bersangkutan dimata. pengusaha.- Adanya pentahapan penyaluran keluh kesah anggota. bagii se­ rikat buruh sendiri sebenamya meltomahkan fungs.inya seba­ gai alat> utama untuk memperjuangkan aspirasi anggota* Se- bab dengan adanya pentahapan, serikat buruh tidak^ dapat

secarai cepat dan tanggap untuk mengetahui problem anggo- tanya, selanjutnya tidaks bisa pula untuk aecepatnya me- nyelesaikan problem tersebut. Kita lihat saja dalam me- kanisme, serikat buruh baru pada. tahapan ketiga ikut di- libatkan. Kondisi demikian jelas- memaksa serikat buruh/ untuk tidak dapat secara dinii memperjuangkan problema anggotanya1.

(39)

dike-31

mukakan me.tode penyaluran secara langsung sebagai alter- natip. Seperti yang dilakukan ol’eh unit kerja SPSI Hyatt Bumi Surabaya. Dalam KKB yang dibuat. antara Management Hyatt. Bumi Surabaya dengan SPSI Unit. Kerja Hyatt Bumi Su­ rabaya untuk tahun 1988 - 1990, ditetapkan pada bah-XVI tentang Gara-caxra Penyelesaian Pengaduan dan Keluh:. Kesah Karyawan sebagai berikut s

Pasal 41s

41.1. Segala keluh kesah dan pengaduan karyawaxL me- ngenai segala hal yang menyangkut hubungan. kerja. da- ngan pengusaha harus. disampaikan secara. tertulis ke­ pada Serikat Pekerja untuk diteruskan kepada- pengu­ saha.

41.2« Apabila perundingan antara Serikat Felter ja dan Pengusaha mengcnai hal-hal tersebut. tidak mendapat- kan penyel'eaai an^ ataa j&lart. keluarr maka kedua^ b.elah. pihakv akan meneruskan persoalan/perselisihan terse­ but kepada Departemen Tfenaga Kerja sesuaii dengan Un- dang-Undang No. 022/1957 dan Peraturan Menteri Tena- ga Kerja No. 04/1986.-26'

(40)

M.Manulang, Daaar-Dasar Mana.jemen, Cet.X, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1983,

h.6>7.-1 0

Lihat. lampiran 1, Tentang Anggaran Dasar dan Ang- garan Rumah Tangga SPSIo

1 1

Ibid. 12

Imam Soeporao, Hukum Perburuhan Bidang Hubungan Kerja, Cet.IV, Djambatan, Jakarta, 1932, h'.l7

13

R.Subekti dan R.Tjitroaudibyo, Kitab: Undang-Un- dang Hukum^ Perdata (Terjemaham}, Cet.V, Pradya Paramita, Jakarta, 1975, Buku III bab 7 a.

14

Sukarno, Pembaharuan Gerakan Buruh Di Indonesia Dan Hubungan Perburuhan Panc.asila,

15

Wawancara dengan: Sekretaris DPC SPSI Kodya Dati II Surabaya, 14 Juni 1988®

ia-Sekretariat Negara Republi'k Indonesia, Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, 16 Agustus 1983*

17

Jaumid Sugianto, "Upah.. Peranannyu Cukup Strate- gia", Jawa Po3, 14 Maret 1987,. h.V.

18

DPC. SPSI Kodya Datl II Surabaya, Lapon-m Perkem- banyan Dan Kegiiatan SPSI Surabaya, 18 Noperaber 1987, h.2.

19

Jaumid Sugianto, loc».cit. 2 0

(41)

33

Menterl Tenoga Kerja, Keputusan Nomo.r Kep-1108/ MEN/1986, "flentang lVdoman Pelaksanaan Penyelesaian Per-

aelisihan Induatrial Dan Pemutusan Hubungan Kcr;jaV 30 Oktober 198(5".

22

P..T- Unilever Indonesia, Keaepalcatan ICerja Bersa­ ma 1988-1989* Jakarta, 1 Januari l988# hj*To,

23

Wawancara cVaigan Ketua Unit Kerja SPSI P..T. Uni­ lever Indonesia, 20 Juni 19880

24

Ibid. 25

DPC SPSI Kodya Dati II Surabaya, op.cit., h.7. 26

Hyatt Biunii Surabaya, Kesepakatan Kerja Bersama 1988-1990. Surabaya, 9, Februari 19o8, h • 2 6.

(42)

BAB. Ill

SERIKAT BURUH SEBAGAI PARTNER. PENGUSAHA DALAM' PERUSAHAAN

Peranan serikat buruh: terhadap pengusaha merupa - kan perimbangari dan konsekuensi logiis atas fung3ii serikat buruh terhadap anggotanya (buruh)., Bag! anggotanya, seri­ kat buruhi memantapkan diri sebagai pelindung, psmbela dan penyalUr aspirasi. Sebaliknya, terhadap pengusaha, seri - lcat buruh, bertanggung jiawab untuk bersaraa pengusaha me - ningkatkan mutu dan pribadi buriili yang memiliki etoa k^r-

ja pembangunan, berjivva pengabdiany disiplin’ dan produlc- tif serta. mempunyai rasa ikuit memiliki perusahaan.

XII..1, Serikat BaruK Sebagai Partner Pen^saha Dalam Produkai

Se.cara umura kewajiban serikat buruh terhadap pe. -ngusaha ditetapkan dulam Undang-Undang Nomor 21 tahun 1954 tentang Perjanjian Perburuhan Antara Serikat Buruh.

27

(43)

-nuhi aturan yang berlaku untuk mereka. Sebagai keleluasa—

an pada pasaX- 4. ayat (2),. dinyatakan bahwa tanggung jiawab

serikat buruh terhadap anggotanya hanya apabila hal itu

telah. ditentukan dalara per janj'ian perburuhan©

Dengan berlandaskan peraturan diataa, praktek hu­

bungan antara serikat buruhi dengan pengusaha di Xingkung-

an perusahaan secara lebih terperinGi, umura telah.! diatur

dalam KKB atau> Collective Labour Agreement (CLA) yang

dii-buat ataa- dasar kesepakatan' para pihak-, yaitu serikat bu^ iruhj dengan pengusaha,, Maksud; dan tujuan dibuatmya KKB, d-i-antaranya untuk- mempertegas Hak dan kewajxban jjsngusahji, serikat burulii dan burruh serta untuk meinbina, memperbaiki dan mengenibangkan’ hubungan kerja sama yang harmonis anta­ ra pengusaha, serikat buruh dan buruh*. Dislsi lain,

(44)

pengusaha- melalui perundingan bersama s.erta atas: persetu-

juan kedua belah pihako Sebagai' contoh., dapat dikeraukakan

disinii KKB: P.T. Unilever Indonesia. Pada bab X KKB^ terse­ but menetapkan sebagai berikut :

Pasal 45 :

Kedua. belah pihak bersepakat untuk melaksanakan uaaha peningkatan produktivitas kerja karyawan dalJam trangka

raeningkatkan pertumbuhan perusahaan yang pada^ gilir

-anny^a akan> raeningkatkan ke s ej ah t e raan karyawan. Usotta’ termaksudi antara- lain dengan jalan :

1. Mendorong para pelaku dalam proses produksi senan-

tiasa^ meningkatkan disiplin kerjn ;

2. Mendorong para pelaku dalam proses: produksi untuk raenghindarkan dirii dari tindakkan pemborosan dd -dalam melaksanakarr pekerjaan sehari-llari.SP.

Dalam* hubungan sebagaii partner in. production seba- gaimana teXah’ diikemukakait sebelumnya, yang menjadi inti permasaiahan adalah. bahwa serikat bunihi di l'ingkungam pe­ rusahaan diharapkait mampiL menunjukkan tanggung jiawabnya untuk membantU' pengusaha dalam up ay a meningkatkani produk­

si dan produktivitas. Barkaitan dengan hal tersebut seca- ra sepihak; serikat buruhi telahi menetapkan langkah kebi - jiaksanaan yang diarahkanu untuk peningkatan i)roduksi dam produktivitas sebagaimana dicanangkan dalam salyh satU' sasaran.' program umum yang bersifat kedalam yaitu nebagaii berikut :

2 0 Program Peningkatan Produksi, Produktivitas-*

a. Mengupayakan terbentuknya et.os ker ja pembangun-

an> deni semangat ker jia tercermin. dalam' Proni.-Se-

(45)

b*. Ikut. aktif dalam kegiatan: peningk&t&n produksi dan pxroduktivitas diXingkungait usaha.

c. Menyelenggarakan kegiatan dan latih&n pening- katan; ketrampilaii di lJingkungan pekerja®

d. secara teratur mengadakan ke&iatanj yang mendo- rong peningkatan produksij dan. produktivita& dengan pilihan dan. slogan-slogan penir.gkatan produksi! dan produktivitas *29

Pelaksanaan program tersebut dalam praktek tidak keselurtihannya harus diterapuh,, raeliainkan sebagaimama te- lail umum dite.tapkan dalam KKB- yang dibuat bersama pengu­ saha, maka hanya terbatas' pada upaya yang tel’ah. di&epa - katii saja. Sebagaii contohi KKB; P-T- Unilever Indonesia

sepertii dikemukakan diatas, disita ditetapkan. bahwa upa- ya sementara yang mesti dilakukan serikat buruh dalam rangka penin^jkatanu produksi’ dan produktivitas adalahi u- paya meningkatkan disipliox ker ja dan upaya untuk mendfo- rong para pelaku; proses produksi agar menghindarkan diri dari tindakan pemboro^an..^ Diluar tugas yang secara for­ mal ditetapkan dalam KKB, serikat buruh.' dalam. upaya untuk

(46)

serikat buruh berusaha untuk ikut terlibat baik secara

langsung maupun tidak langsung. Dengan menempatkan dirii

dalam Trainning Commitee afcuu dengan mengkoordinir ang-

gotanya agar bensedia mengikuti trainning derai untuk me-

nambah pengetahuan dan meningkatkan keahlian dalam bidang

pekerjannya masing-masing.-^

Hemat saya, materi program yang telah dicanangkan

dalam salM.li natu sasaran program urawn serikat buruh ada-

lah m^ruijakan langkah yang tepat bagi upaya peningkatan

produktifitas dan produksi. Dalam materi programnya nam-

pak bahwa serikat buruhi lebih raenekankan perhatian. pada

faktor raanusia, yaitu pentingnya dilakukan upaya pening-

katan produktivitas buruh.- molalui pembinaan kedisiplinan

peningkatan skill. Hal ini merupakan tindakkan yang e -

fektif, sebab pada dasarnya peningkatan produksi tidak

saja tergantung pada besarnya modal atau peral'atan teh.

-ilia yang lengkap, raelainkan banyak- ditcntukan oleH presr-

tasi lterja para pelaku proses produksi<, Seperti dikemu-

kakan oleh a?*.. Munandar bahwa peningkatan produksi ter-

gantung pada kuantitas produktivitas pekerja, sedangkan

produktivitas itu sendiri untuk kirar-kira 90 i* borgan-

tung pada prestani kerja si tenaga-ker ja dan. yang 10

(47)

39

ya yang paling mendasar untuk dilaksanakan- dalam rangka

peningkatan produksi adalah upaya untuk lebih menxngkat-

ku.n produktivitas buruh. Disisi lain, langknh kebj jaksa-

naan serikat buruh: seperti dikemukakan diatas secara mo­

ral adalah merupakan, penc^rrainan sikap perhatian yang be-

sar dan rasa kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan

dan kelangsungan hidup perusahaan, oleh karena itu sangat

perlu kiranya apabila pihak: pengusaha maupuni pemerintah

ilsut roenunjang keberhasilan pelaksanaan program serikat

buruh secara menyeluruh’.

III.2. Serikat Buruh Sebagai' Partner Pengusaha Dalam Keuntungan

Peranan serikat buruhi selaku partner dalam keun -tungan (partner in profit) merupakani realisasi- pelaksana­ an ICeputusan Menteri Tenaga Kerja Noraor Kep-1109/lVIEN/l986 tentang Pe.&oraan Pembentukan, Pembinaan dan- Pengerabangan. Serikat Pekerja Di Perusahaan yang didalamnya menetapkan. bahwa salah satu fungsi,, peranan dan tugas- pokok Serikat. Pekerja adalah' meningkatkan partisipasinya dalam pelakrsa-naan Hubungan Industrial Paneasila dan. menyusun KKB. Serikat buruh dalasi hubungan ini mempunyai 2 tugas pokok yaitu : (a). Memberikan arahan dan. penjelasan kepada s ^

(48)

an. yang diperoleh perusahaan hendaknya didasari pertim-

bangan akan pentingnya pencapaian tujuan, perkembangan

dan kelangsungan hidup perusahaan; (b), Bersama-sama de­ ngan pengusaha menentulcan dan menetapkan hagairaana dan dalam bentuk apa keuntungan yang diperoleh perusahaan di- kelolah demi keperrtingan pihak pengusaha dan pihak buruh.. Tugas pokok yang pertama, dimaksudkan untuk mel-jruGkan pandangan yang kurang tepat; dan raenghindarkan uimbulnya gejolak dikalangan anggota, raengingat dal'aia kenyataannya buruh. kurang memahnmi dan mengertii baftwa di dalam rnemper- gunakan keuntungan yang diilipat perusahaan itu harua di- lcelolah' sedemiklan- rupa,. sehingga tujuan, perkemhangan dan kelangsungan hidup perusahaan tetap terjajmin serta kesejuhteraan buaruhi dapat pula ditingkatkan. Buruh uraum-nya berpikiran apabila pei'uaahaan meningkat keuntungan- nya, maka secara otomatiis puningkatan kesejahteraan me­ re ka huruti dilakukan. Pemik.tran tersebut memang logis akan tetapi kurang tepat, sebab menandakan buruh leb-Lh. memon^ingkan kepentingannya sendiri tanpa mampertimbang- kan. segi lain.* Padahul pemanfaatan keuntungan perusahaan harus dirasakan kodua belah pihak secara layak dan sera— si.

(49)

tun-jangan- lainnya, penetapannya harus dipertimbangkan dengan perkembangan perusahaan, Seri kat buruh, sebagai; partner in profit, harus membantut pengusaha untuk bersarna-sama menge- loUah' keuntungan untuk ditetapkan dalam. KKB* Sellubungan dengan hal tersebut, untuk dapat- menempatkan dirt sebagai partner yang topat serikat buruh* menetapkan upaya dianta- ranya seperti ditentukan dalam sasaran program pemantapan dan peningkatan pengabdian organisasi yaiitu dengan raenga-dakan pembinaan terhadap- tenaga-tenaga khusus dibidang pengupahan, labour economic yang membantu organisasi,. pe- nelitian dan perundingan♦ Selanjutnya, meningkatkan keikut

sertaan peranan organisasii dalam Bewan, Penelitian Pengu -pahan nasional/daerali- dengan meningkatkan' kuali-tas anggota dewan,, support informasi dan datar-data yang lebifoj baik da- ri organisasi;; serta meningkatkan keikut-sertaan organisa- aii dalam. pelakaanaan program^ kese.jahTfceraan pekerjia yang dilakukan.' pengusaha.^

Pelaksanaan beutuk kerja sama tersebut dibeberapa perusahaan nampak dari. ftaail penetapan upah’ dan- atau tun-

jangan^ lain sebagaimana diputuskan dalaxti KKB. yang merupa- kan konsensua kecfeua belahi pihak, pengusaita dan serikat buruh* Sebagai contoh., KKB.' yang ddbuat antara P..T- Faroka

(50)

Yang diraaksud Upahi Pokok pada prinsipnya adalah Upah' Pokok lama (yang berlalcui pada KKB/CLA periode 1982- 1985) yang telahi diperhitungkan dengan Indeks bulan Agustus 1985 terrnasuk didalamnya Tunjangan Keluarga. Pasal 9 : Tunjangan-tunjangan.

Terhitung mul'ai tanggal 1 April 1986, pengusaha. akan memberikan Tunjangan Kemahalan sebesar 2i "/> (dua se- tengah persen) dari upah pokok, yang akan ditinjau dari tahun Ice tahun- sesuai dengan kemanpuan pengusaha. Pasali 12 s Pembagian rokok.

Tiap bulan diberikan rokolc cuina-cuma kepa&a masing- masing pekerja sebanyak 4 (empat) slof, dari salah

aatui produksi perusahaan yang jeniisnya akan ditentu- kan oleh perusahaan. 35

Contoh lain ddkemukak/in dasinoj KKB'P.T.. Unilever Indonesia periode tahun 1988-1989* Peningkatan kesejahte-raan buruh sebagai realisasij pembagian profit ditetapkan sebagai berikut :

Pasal 14 : Sistem Penggajian.

Setiap tahun dilakukan 2 (dua) kali1 penyesuaian gajdi yaitu setiap tanggal 1 Januari dan tanggal 1 JUli*. Disepakati bersama baiiwa besaraya kenaikan adalah

sebagai berikut :

- Tahun 1988 : 1 Januari 1 2°/<>

1 Juli : 3^

- Tahun 1989 s 1 Januari s 2°J>

1 Juli : 33*

Pasal 20 : Tunjangan Khusus- Tahunan.

a-© Sebulan menjelang tiap-tiap Hari Raya, pengusaha akan memberikan penggantiian Tunjangan Hari Raya

kepada para karyawan sebesar (satu setengah)

buian gaji bruto dengan minimum Rp. 150.000,-

(seratus lima puluh ribu1 rupiah).{garis bawah da­

ri saya).

Pasal 21 : Distribusi.

(51)

43

Karyawan

JC 3-9a Karyawan JG 10-16 - Minyak Goreng DeLfia

- Blue Band

- Sabun cuci Sunlight - Rinso (Medium)

- Sabun rnandi Lux - Pepsodent (Ec.)

3 leg 3 kg

7 batang 7 bungkus 6 batang 5 buiigkus 2 botol

4 kg 4' kg

7 batang 7 bunglcus 6 batang 5 bungkus 2 botol 1 canister Sunsilk

Vim Scourer

2* Pengusaha dalam keadaan terpaksa dapat raerubah: ba- rang distribusi. sepanjang menyangkut pembungkusan tanpa mengurangi jumlah mutu yang seharusnya dite- rima karyawan.3o

Perincian bentuk dan besamya tunjangan sebagaima­ na ditetapkan dalam KKB' seperti contoh diatas, telahi me -nunjukan bahwa dalam mengelolah profit terutama bagi pe- ningkatan kesejahteraan buruh> didasari atas- perhitungan yang raatang dengan mempertimbangkan kondisi; perusahaan, perkembangan serta kelangsungan hidup perusahaan. Disam- ping hal tersebut hemat saya, juga telah menunjukan bah­ wa serikat buruh tunrut menentukan dan terlibat bersama pengusaha mengelolah.' keuntungan yang diraihj perusahaan.

III.3. Serikat Buruhi Sebagaii Partner Pengusaha Dalam Pertan^gmig.jawaban

(52)

wajiban merasa ikut liertanggung jawab terhadap kemajuan

perusahaan, dilain pihak sebagai irabangangannya pengusaha

harus, merasa ikut bertanggung jawab terhadap kesejahtera-

an buruh. Sesuai dengan dasar falsafah Pancasila, maka

kedua segi tanggung jawab tersebut harus diperluaa lagi yaitu perlunya kedua. belah pihak, pengusaha dan serikat buruh (buruh), memiliki rasa tanggung jawab kepada masya- rakat, kepada kepentingan negara dan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan demikian partner in responsibility men-

cakup bentuk dan meliputi tanggung jawab dalam hal sebagai berikut :

(a). Tanggung jawab Irnpada Tuhan Yang Maha Esa, (b). Tanggung jawab kepada bangsa dan negara, (c). Tanggung jawab kepada masyarakat.

(d). Tanggung jawab kepada buruh serta keluarganya. (e). Tanggung jawab kepada perusahaan dimana mere-

ka bekerja>.

Dipandang dari obyek sasaran pertanggungjawaban, maka tanggung jawab serikat buruh bersama pengusaha dapat

diklasifikasikan menjadi 2 (dua) yaitu : tanggung jawab kedalam perusahaan dan tanggung jawab keluar perusahaan. Tanggung jawab kedalam perusahaan berarti bahwa serikat buruh dan pengusaha secara timbal balik mempunyai tang­

(53)

45

Undang-Undang nomor 21 tahun. 1954 tentang Perjanjian Per­ buruhan antara. Serikat Buruh dan Majikan, tepatnya pada pasal 4 ayat (1) disebutkan bahwa "Suatu Serikat buruh a- tau perkiwipulan majikan yang raenyelenggarakan porjanjian perburuhan, wajib mengusahakan agar anggotanya memenuhi a- turan yang berlaku untuk mereka". Secara global pengerti- annya. bahwa pihak pengusaha bertanggung jawab untuk mema- nuhi kewajibannya sebagaimana> teleh ditetapkan dalam KKB,

demikian juga pihak serikat buruh, harus. mengusahakan agar setiap anggotanya memenuhi kewajibannya seperti telah di- tentukan dalam KKB* Perwujudan tanggung jawab lcedalam ini pada dasamya, pelaksanaan partner in production dan part­ ner in profit.

Tanggung Jawab keluar merupakan perluasan dari tanggung jawab kedalam. Serikat buruh dengan pengusaha secara bersama harua merailiki tanggung jiawab kepada masya- rakat sekeliling, kepada kepentingan negara sertai kepada. Tuhan Yang Maha Esa* Dalam nkripsi ini tanggung jawab ke­ luar perusahaan tidak dibahas dengan pertimbangan berto- lak dari judul skripsi yang secara* khusus. membicarakan hal-hal di lingkup perusahaan.

(54)

per-janjian, bukan tanggung jawab secara yuridis terhadap pe­

ngusaha. Pembatasan tersebut dimaksudkan untuk mcmilahkan hal yang merupakan tanggung juwab buruhi aecara pribadi dan hal yang merupakan tanggung jiawab serikat buruh seca­ ra organisatoris. Dalam pelaksanaan hubungan kerja apabi- la terbukti buruh secara pribadi telah berbuat sesuatu yang merugikan perusahaan, maka beban tanggung jawab ter- letak pada diri pribadi buruh yang bersangkutan bukan pa­ da serikat buruh. Serikat buruh baru akan diraintai per -tanggungjawaban secara. yuridia apabila timbulnya kerugian perusahaan disebabkan kesengajaannya (serikat buruh). Se­

perti ditetapkan dalam pasal 13 ayat (2) Undang-Undang

Nomor. 21 tahun 1954 bahwa- "Majikan yang menyelenggarakan perjanjian perburuhan, dapat minta kerugian kepada seri­ kat buruh yang sengaja berbuat bertentangan dengan kewa-

jibannya"*

Hemat saya, tanggung jawab serikat buruh dalam hu- bungannya sebagai partner in responsibility adalah meru- pakan jawaban atas persepsi negatip atau anggapan buruk

sebagian pengusaha yang masih memandang bahwa keberadaan serikat buruh di lingkungan perusahaan Itanya merupakan penghambat dan oebagai kekuatan yang dapat menekan pengu­

saha sehingga mempengaruhi ketenangan dan kelancaran usa- ha« Sebab dengan adanya hubungan ini, membuktikan bahwa

(55)

47

atau^ pengakuan, melainkan untuk menampilkan diri sebagai

penanggung jawab atas kelancaran dan ketenangan usaha me-

lalui upaya perobinaan buruh. agar memiliki jiwa pengabdi-

an,; disiplin, produktif dan bertanggung jawab.

27'Imam Soepomo, Hukum Perburuhan, Cet.V, Djambat-

an, Jakarta, 1981, h.16*

28

P.T. Unilever Indonesia, op.cit., h..46.

2% a s i l Konggres Nasional II FBSI, Tentang Program Umum Organisasi SPSI tahun 1985-1990, Jakarta 26 s/d 30 Nopeiaber 1985# h.52.

^P.T. Unilever Indonesia, loo.oit.

•^Wawancara dengan Walcil Ketua I DPD SPSI Jawa Ti­ mur, 27 Juni 1988.

^A s h a r Sunyoto Munandar, "Menuju Budaya Produkti- vitaa Di Indonesia11, Manajeraen, Nomoir 2j tahun VI, Janua- ri-Pebruari, 19^6, h»29»

^^Menteri Tenaga Kerja, Keputusan Noraor Kep-1109/ MEN/1986, "Tentang Pedoman Pembentukan, Pembinaan dan Pe- ngembangan Serikat Peker.-foTPi Peruaahaan”, 30 Oktober

19ffS'.

(56)

^P..T.. Unilever Indonesia, o-p»cit.. h.25.

(57)

BAB. IV

HI A M B A T A N

Kehadiiran serikat bu.'uh? sangat panting dan atrategiis

dalam pengembangan dan pelaksanaan Hubungan Industrial Pan-

sila. Serikat buruh' sebagai salaht satu: sarana utama flalan raerabina buruhf menjadi pekerla yang penuh dedikasi, disiplin

serta produktif merupakan mitra kerja pengusaha yang sangat tepat. Akan tatapii apa yang diharaplcan oleh serikat. buruh untuk dapat berporan dan berfungsi sebagai aeorang mitra k^r- j a dalam pelaksanaannya raasihi belumi sebagalmana yang diharap- kan, hal ini disehabkan masihi banyak kendala yang harus diha- dapi baik yang datang dari intern organisasi maupun daffi luar organisasi. Maea-laHi tersebut merupakan tantangan yang tengah dihadapi serikat buruh hingga saa*t ini.

IV.1. Hambatan Dalam Organ!saai

Bagi serikat buruh, fuktor penghambat dari dalam orga- nisasi yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan tfungai se­ rikat buruh meliputi 3('tiga) hal, yaitu ; (a). Masalah kepe­ mimpinan ; (b). Partisipasi anggota ; (c). Prasaraim.38

(58)

ruh dimasa yang akan datang. Proses poleburan serikat bu~ ruh dalam satu wadah tunggal yang dihasilkan oleh suatu konsenaus nasional menjadi Serikat Pekerja Seluruh Indone­ sia (SPSI), memenlukan suatu poise kepemimpinan dalam masa tranaiai yang dapat memahami segala; sesuatu yang raelatar belakangi proaea peleburan itu aerta menjaga dan mengem - bangkan solidaritaa menuju kearahi penggerablengan kekompak- an kepemimpinan. Keterikatan serikat buruh dalara pembangun- an nasional memerlukan corak kepemimpinan tertentu. Kepe- mimpinan serikat buruh tidak culcup hanya merailiki kemauan keraa dan aemangat. yang berkobar-kobar aaja dalam membela dan melindungi kepentingan buruh, melainkan harua pula me­ miliki wawaean nasional sehingga mampu dan sanggup raemadu- kun tugaa: tersebut dengan kepentingan masyarakat lebih lu~ as. Dibeberapa perusahaan, figuit pimpinan terma3Uk pengu- rua lainnya yang menjalankan rod® organisasi temyata bu- kan figur yang diharapkan dapaU dan mampui molaks&nakan fungai serikat buruh aecara baik. Banyak diantara pimpinan yang kurang menguaaai bidang perundang-undangan dan pera-

(59)

51

tidak raejniliki kemampuan*. Misalnya, dalam rangka poning- katan produktivitas buruh yang diupayakan melalui train- ning atau pendidikan latihan ketrampilan di lingkungan perusahaan dalam hal ini apabila pimpinan serikat buruh tidak dapat raengorgaxiisir polaksanaannya dan atau raemili-lci bekal pengetahuan tentang materi pendidikan, maka se­ rikat buruh tidak akan dapat berbicara banyak.

Faktor kedueu raenyangkut soal partisipa3i anggota. Dalam suatu organisasi kekuatem terpenting terletak pada anggota. Suatu organisasi akan dapat dengan mudah raenca-pai tujuan yang telah ditetapkan apabila raeraperoleh du- kungan yang besaar dari seraua anggotanya. Se.baliknya, or­ ganisasi tidak akan bisa merealisaai tujuannya apabila tidak mendapatkan dukungan sepenuhnya dari anggotau Kea- daan yang terafchir ini, ytii fcu kurangnya dukungan anggota serikat buruh terhadap pelaksanaan fungsi serikat buruh dewaaa ini merupakan masalah yang tengah dihadapi seri­ kat buruh, Kenyataan menunjukan bahwa banyak diantara anggota serikat buruh yang bersikap pasif dan acuh taic aeuh terhadap aktivitaa serikat buruh, bahkan yang lebih memrihutinkan ada sebagian buruh yang tidak tertarik

umr-40

tuk menja&i anggota serikat buruh* Situasi demikian

(60)

memimpin raereka, menyebabkan amggo'm kurang respon terha­

dap aktivitas serikat buruh. Kedua, kurangnya. koraimlkasi

yang dilakukan pengurus terhadap anggotanya sehingga

nyebabkan anggota tidak mengetahui aktivitas yang dilaku-

kun pQiiguiruo, dampaknya timbul penilaian dari seraentara

anggota bahwa' pengurus tidak aktif dan tidak dapat beker-

ja* Pengaruh lainnya timbul karen.a adanya rasa, takut pada

diri anggota terhadap sikap sementara pengusaha. yang ter- kadang akan mendiskriditkaxuiya, apabila nampate bahwa anggota yang bersangkutan tarlalu aktif terHbat- dalam kegiatan serikat buruifc*^ Hemat saya, masalah kepemirapin- an) dan parti sipasi anggota aebenaroya merupakan suatu conditio sine, quanon, satu sama lain merupakan muaabab yang saling merapengaruhi dan mengkondisikan.

(61)

ti< bag! kemajuan dan perkembnr.'gan serikat buruh. Saat ini

serikat buruh telah melakukan upaya penggalian dana baik

yang berasal dari intern organisasi maupun. dari pihak

lu-ar. Penghimpunan dana secara intern dlperoleh dari uang

pangkal yang dikenakan bagi setiap buruh pada saat raaouk menjadi anggota dan uang iuran yang dikenakan setiap bu~ lan bagi setiap buruh yang telah. terdaftar sebagai anggo-

42

ta. Sedangkan penghimpunan dana dari pihak luar dipero-

leh dari bantuan sukarela perusahaan secara insidentil

dan atau donasi dari pemerintah. J Akan tetapi dana yang

terhimpun hanya. dapat menutup kebutuhan rutine. yang tidak menyeluruh,^ Kondisi demikian semakdn diperburuk dengan kenyataan bahwa aasih jarang unit ker ja* serikat buiruh me- nerapkani sistem penarikan iuran melalui pengusaha' (Check Off System) sebagai suatu cars yang efektif dan eficien dalam menjamin k&tertiban dan kelancaran pemasukan dana

organisasi. Ber daBarkan rekapitulasi DPC: SPSI Kodya Tk»II

Surabaya disebutkan, bahwa di sekton Kimia,, Energi dan Pertambangan (KEP) darii 42 unit, kerja SPSI yang ada hanya 26 unit kerja yang menarik iuran. dengan; Check Off System (COS); kemudian di sek-tor Pariwisita, Makanan dan Minuman (PARMAM1N), darii 37 unit kerja SPSI terdapa* 15-unit ker- ja yang menerapkan COS; sedang di sektor Textil/Sandang,

dari aefcanyak 19 unit kerja SPSI yang ada hanya 4 unit

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...