SURAT PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama

76 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Adab dan Humaniora Sebagai Salah Satu Syarat dalam Memperoleh Gelar Sarjana Humaniora (S. Hum) pada Jurusan Sejarah

Peradaban Islam

Oleh : ROLIS PUTRA NIM: 1311020145

JURUSAN SEJARAH PERADABAN ISLAM FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) IMAM BONJOL PADANG

(2)

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Rolis Putra

BP : 1311020145

TTL : Air Bangis, 20 Agustus 1994

Alamat : Jorong Pasar Pokan Kenagarian Air Bangis Kec. Sungai Beremas Kab. Pasaman Barat

Sehubungan dengan penulisan skripsi saya yang berjudul Sejarah Kenagarian Parit (1957 – 2016) dengan ini saya menyatakan bahwa, sesungguhnya penulisan skripsi ini adalah benar (orisinal) sebagai hasil karya saya dan menurut kaidah orisinalitas karya ilmiah. Oleh karena itu, bila dikemudian hari terbukti bahwa skripsi tersebut adalah hasil plagiasi atau tidak orisinal karya saya, saya bersedia untuk dibatalkan kembali keabsahan skripsi ini sekaligus batalnya kesarjanaan saya.

Demikian surat pernyataan ini saya buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Padang, 9 Agustus 2017 Saya yang menyatakan,

(3)

yang disusun oleh Ro ilmiah dan dapat diset persetujuan ini diberikan

P

Pembimbing I

Drs. Chairusdi M. NIP. 1955102419820310

olis Putra, BP. 1311020145, telah memenuhi tujui untuk diajukan ke sidang munaqasya an, untuk dapat dipergunakan sebagaimana me

Padang, 08 Agustus 2017

.Ag 195510241982031005

Pembimbing II

Dra. YUlniza, M.Ag NIP. 196906201994032004

nuhi persyaratan ah. Demikianlah estinya.

(4)

“Sejarah Kenaga BP: 1311020145, telah Budaya UIN Imam Bo dinyatakan telah diterim program Strata Satu (S.1)

Ketua

agarian Parit ( 1957 – 2016 )”. Disusun ol h diuji dalam sidang munaqasyah Fakultas

onjol Padang, hari Kamis tanggal 24 Agu ma sebagai salah satu syarat dalam mencap .1) pada Jurusan Sejarah Peradaban Islam ( SP

Padang. 28 Agustus 2017 Tim Penguji

ua Sekretari

i, M.Ag Dra. Yulniza, M.Ag 19551024198203 1 005 NIP. 19690620199403 2

uji I Penguji II

T, M.Pd Mhd. Ilham, S.Ag, S.So 19601112198903 2 002 NIP. 19730611199903 1

Mengesahkan,

as Adab dan Ilmu Budaya UIN Imam Bonjol P

Dr. Yufni Faisol, MA Nip. 19590213198803 1 002

(5)

telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

penulisan skripsi yang berjudul “Sejarah Kenagarian Parit 1957 – 2016 . Salawat beriring salam mohonkan kepada Allah SWT untuk dikirimkan kepada Nabi

Muhammad SAW yang telah menyampaikan dan menegakkan syari’ah Islam dan

membawa umatnya kealam yang berilmu pengetahuan seperti saat ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini banyak menghadapi

kesulitan dan kesukaran, namun berkat rahmat dan petunjuk dari Allah SWT dan

bantuan, dorongan, partisipasi dari berbagai pihak, maka skripsi ini dapat terwujud

juga sebagaimana adanya. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih

kepada:

1. Yang tercinta Ayahanda Alm. Safrendi dan Ibunda Liswati telah

mendidik dan membesarkan, telah ikhlas bersusah payah memberikan

materil maupun moril dalam kelancaran studi penulis. Semoga Allah

SWT memberi rahmat dan ampunan kepada Ayah dan Bunda. Amin.

2. Bapak Rektor UIN Imam Bonjol Padang beserta staf.

3. Bapak Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III

Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang yang telah

memberikan dorongan kepada penulis untuk menimba ilmu.

(6)

4. Bapak Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan Sejarah dan Kebudayaan

Islam M. Ilham S.Sos, M.Hum, dan Lisna Sandora, M.Pd yang telah

membantu penulis dalam menyelesaikan studi di Fakultas Adab dan Ilmu

Budaya UIN Imam Bonjol Padang.

5. Prof. Drs. Chairusdi, M.Ag sebagai Pembimbing I dan Dra.

Yulniza,M.Ag, selaku Pembimbing II sekaligus sebagai PA ( Penasehat

Akademik ) yang telah meluangkan waktu dan memberikan bimbingan

yang sebaik-baiknya kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

6. Bapak-bapak dan Ibu-Ibu karyawan / karyawati Perpustakaan Institut dan

Fakultas Adab UIN Imam Bonjol Padang yang telah memberikan

kemudahan untuk mencari bahan skripsi penulis.

7. Abang ( Rengga Ali Permadi ) dan adik - adikku (Rafi Gustian, Reza

Pahlevi, Rezkia Arifa, Ramadhani Putri dan Sibungsu Raysa Nurul Izzah)

yang memberikan semangat kepada penulis.

8. Sahabat-sahabat (Jaka Ramadhan, Riski Irwansyah, Adsizon, Yusrizal,

dan Haqiqi Rivandi) yang telah memberikan penulis semangat dan selalu

mendengarkan keluhan dalam proses penulisan skripsi ini.

9. Teman-teman senasib sepenanggungan yang telah memberikan semangat

kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini (Marsel, Afri, Utia,

Widia, Yesi, Viona, Fitri Intan , Fitri Darola) serta semua rekan-rekan

SPI 13, yang telah bersama-sama dalam berjuang.

(7)

Semua bantuan baik moril dan materil sangat berguna bagi penulis, Semoga

Allah akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda, Amin. Dalam penulisan

skripsi ini mungkin saja terdapat kekeliruan dan kekurangan walaupun penulis sudah

berusaha semaksimal mungkin menghindari kekurangan tersebut. Untuk itu penulis

mengharapkan kritik yang membangun dan saran-saran dari pembaca untuk

kesempurnaan skripsi ini. Atas bantuan yang diberikan penulis ucapkan terima kasih

yang sedalam-dalamnya.

Billahi taufiq wal hidayah.

Padang, 9 Agustus 2017

Penulis

Rolis Putra 1311020145

(8)

ABSTRAK

Skripsi Rolis Putra NIM 1311020145. Sejarah Kenagarian Parit 1957 -2016. Jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Ilmu Budaya Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pindahnya pusat pemerintahan Kenagarian Parit pada tahun 1957 dari Air Balam Ke Jorong Parit. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah sejarah Kenagarian, bentuk perubahan pemerintahan nagari parit pasca perpindahan ibu kota Kenagarian Parit dan perkembangan sarana dan prasarana di kenagarian parit pasca perpindahan ibu kota Kenagarian Parit. Sedangkan tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui sejarah dari Kenagarian Parit, untuk mengetahui bentuk perubahan pemerintahan nagari parit pasca perpindahan ibu kota Kenagarian Parit, untuk mengetahui perkembangan sarana dan prasarana di kengarian parit pasca perpindahan ibu kota Kenagarian Parit.

Jenis penelitian ini adalah penelitian sejarah. Penelitian ini dilaksanakan di Kenagarian Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten pasaman Barat pada tahun 2016 - 2017. Langkah-langkah penelitian ini adalah mengumpulkan sumber yang bersifat eksploratif dan tidak terbatas, setelah sumber tersebut di kumpulkan selanjutnya dilakukan kritik sumber setelah itu dilakukan merangkai dan mengungkap objek permasalahan yang akan diteliti pada tahap akhir dilakukan penulisan.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orang yang pertama kali mendirikan Kenagarian Parit adalah Rajo Jawo Bajangguk Ameh dari Batipuah. Sedangkan nama dari Kenagarian Parit sendiri diambil dari sebuah benteng pertahanan masyarakat Kenagarian Parit dari penjajahan Belanda.

(9)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Rumusan dan Batasan Masalah... 4

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 5

D. Penjelasan Judul ... 6

E. Tinjauan Pustaka ... 8

F. Metode Penelitian... 9

G. Sistematika Penulisan... 11

BAB II MONOGRAFI KENAGARIAN PARIT... 12

A. Geografi Kenagarian Parit... 12

B. Demografi Kenagarian Parit... 15

C. Struktur Pemerintahan dan Politik Kenagarian Parit... 18

D. Pendidikan... 21

E. Kondisi Keagamaan…...………. 22

F. Mata Pencaharian (Ekonomi)……… ………. 23

G. Kondisi Sosial……...……… 31

H. Kondisi Budaya……… 32

BAB III SEJARAH KENAGARIAN PARIT 1957 -2016... 35

A. Sejarah Kenagarian Parit... 35

B. Bentuk Perubahan Pemerintahan Nagari Parit Pasca Perpindahan……. Ibu Kota Kenagarian Parit Tahun 1957 -2016 ...43

C. Perkembangan Sarana dan Prasarana di Kenagarian Parit Pasca Perpindahan Ibu Kota Kenagarian Parit………. ... 47

(10)

6

BAB IV PENUTUP ... 57

A. Kesimpulan ... 57

B. Saran ... 59

(11)

A. Latar Belakang

Nagari merupakan unit pemukiman1 yang paling sempurna yang diakui oleh adat, nagari memiliki teritorial dan mempunyai struktur politik serta aparat hukum tersendiri. Untuk menjadi nagari kelengkapan yang harus dipenuhi oleh suatu pemukiman diantaranya adalah adanya balai adat, masjid serta ditunjang oleh areal persawahan.2 Dalam pembentukan suatu nagari sejak dahulunya telah dikenal dalam istilah pepatah Minang itu sendiri yaitu Dari Taratak manjadi Dusun, dari Dusun manjadi Koto, dari Koto manjadi Nagari, Nagari ba Panghulu. Jadi dalam sistem administrasi pemerintahan di kawasan Minang dimulai dari struktur terendah disebut dengan Taratak, kemudian berkembang menjadi Dusun, kemudian berkembang menjadi Koto dan kemudian berkembang menjadi Nagari, yang dipimpin secara bersama oleh para penghulu atau datuk setempat. Biasanya disetiap nagari yang dibentuk itu minimal terdiri dari 4 suku yang mendomisili kawasan tersebut.3Didalam sebuah nagari juga ada yang melebihi dari 4 suku yang mendomisi daerah tersebut seperti nagari Koto Tangah, Tilatang yang mempunyai sepuluh buah

1

Musyair Zairuddin (2011),Membangkit Batang Tarandam : Adat Salingka Nagari Di Minangkabau, Ombak, Yogyakarta . hal.55

2

Tsuyoshi Kato, (2005),Adat Minangkabau dan merantau dalam perspektif,balai pustaka, Jakarta. hal.27

3

Yerris S. Putra,dkk (2007),Minangkabau Dalam Persimpangan Generasi,Pusat Study Humaniora Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang. hal.124

(12)

2

suku.4Sistem adat nagari adalah memakai salah satu sistem adat koto piliang dan Bodi caniago, sesuai dengan kesepakatan suku – suku yang ada atau campuran keduanya.5 Adapun syarat fisik sebuah nagari adalah batas jalan penghubung antar nagari, dan mempunyai tempat tinggal.6Selain itu fungsi dari sebuah nagari berdasarkan sebagai kesatuan masyarakat hukum adat antara lain:

1. Membantu pemerintah dalam mengusahakan kelancaran pembangunan di segala bidang,terutama dibidang kemasyakatan dan budaya.

2. Mengurus urusan hukum adat dan adat – istiadat dalam nagari.

3. Memberi kedudukan hukum menurut hukum adat terhadap hal – hal yang menyangkut harta kekayaan masyarakat nagari guna kepentingan keperdataan adat juga dalam hal adanya sengketa atau perkara perdata adat. 4. Menyelenggarakan penbinaan dan pengembangan nilai adat Minangkabau,

dalam rangka memperkaya, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan nasional pada umumnya dan kebudayan Minangkabau khususnya.

5. Menjaga, memelihara, dan memanfaatkan kekayaan nagari untuk kesejahteraan masyarakat nagari.7

4

Chairil Anwar ( 1997 ),HUKUM ADAT INDONESIA Meninjau Hukum Adat Minangkabau,Jakarta: PT. Rineka Putra. hal. 24

5

Nashbahry couto (2008),Budaya Visual Seni Tradisi Minagkabau,Padang: UNP Press. hal. 170

6

Amir MS ( 2011) .ADAT MINANGKABAU Pola dan Tujuan Hidup Orang Minang, Jakarta: Citra Harta Prima. Hal. 52 - 53

7

(13)

Jika segala isi nagari tidak memakai undang – undang, meskipun bagaimana orang berusaha hendak memperbaiki nagari itu tiadalah selamat.8

Kabupaten Pasaman Barat memiliki 12 Kecamatan dan 13 Kenagarian. Salah satu kenagarian yang ada di Pasaman Barat adalah Kenagarian Parit Kecamatan Koto Balingka. Kenagarian Parit ini merupakan kenagarian terluas diantara kenagarian lainnya di Kabupaten Pasaman Barat dengan luas 486,519Km2yang terdiri dari 28 jorong10.

Menurut informasi yang diperoleh sudah 12 orang Wali Nagari Parit sejak zaman Belanda sampai sekarang. Ibu kota Kenagarian Parit pertama adalah Air Balam. Pada tahun 1957 dengan wali nagari Sutan Syeh Johan, dia memindahkan pusat pemerintahan ke Jorong Parit, yang sekaligus juga merupakan Ibu Kota Kecamatan Koto Balingka sekarang. Sesuai perkembangan politik Nasional maka tahun 1975 – 2003 Pemerintah Nagari berubah ke Pemerintah Desa dan sejak tahun 2003 sampai sekarang kembali ke sistim Pemerintah Nagari11. Alasan Kembalinya ke sistem Pemerintahan nagari, hal itu di sebabkan oleh Pemerintahan desa yang selama ini berfungsi sebagai pemerintahan terendah sepenuhnya dapat mewujudkan dan menampung filosofi dan sosial masyarakat Minangkabau.12

8

Ibrahim Dt. Singgono Dirajo (2003),Curaian Adat Minagkabau,Bukittinggi: Kristal Mulia. hal. 107

9

Pasaman Barat Dalam Angka (2009),Statistic Of West Pasaman

10

Wawancara dengan Hendra Jhoni ( Bapak Wali Nagari Parit), 25 Agustus 2016

11

Ampera Salim, Zulkifli (2005),Minangkabau (Dalam Catatan Sejarah Yang Tercicir),(Padang:Yayasan Citra Budaya Indonesia Sanggar Sastra Remaja Pelangi, hal. 156)

12

(14)

4

Dari uraian diatas penulis tertarik untuk meneliti sejarah pindahnya ibu kota nagari tersebut karena dilihat dari fungsi sebuah nagari sebagai kesatuan masyarakat hukum adat. Nagari itu membantu pemerintah dalam mengusahakan kelancaran pembangunan disegala bidang. Fungsi itu tidak begitu terlihat di kengarian Parit sampai sekarang,hal itu dapat dibuktikan dengan masih banyaknya sarana dan prasarana seperti jalan raya, sekolah,dan perekonomian yang jauh dari kata sempurna. Selain itu dikenagarian Parit sering terjadi yang namanya penculikan kendaraan dan baru – baru ini ada pembunuhan di Kenagarian Parit lebih tepatnya bulan agustus 2016.

13

Penculikan dan pembunuhan itu menunjukkan bahwa tidak jalannya fungsi nagari sebagai pengurus urusan hukum adat.

B. Rumusan Masalah dan Batasan Masalah

Dari penjelasan di atas agar lebih terarahnya penelitian ini, maka untuk itu penulis merumuskan dan membatasi masalah penelitian ini sebagai berikut : 1. Rumusan Masalah

Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Sejarah dan Perkembangan Kenagarian Parit.

2. Batasan Masalah

Agar penulisan ini tidak melenceng kemana – mana, maka penulis memberi batasan masalah sebagai berikut:

2017

13

(15)

a. Batasan Temporal

Yaitu tahun 1957 – 2016, dikarenakan pada tahun 1957 inilah ibu kota Nagari Parit Pindah14dan diakhiri tahun 2016 karena pada tahun ini penulis menyeminarkan dan sekaligus ditahun ini juga jurusan Sejarah Peradapan Islam mensyahkan judul skripsi penulis. Selain itu penulis ingin melihat pengaruh perpindahan nagari tersebut secara menyeluruh (dari awal pindah sampai yang terbaru / 2016)

b. Batasan Spasial

Batasan Spasial dari Penelitian ini adalah Kenagarian Parit. Alasan penulis, karena disitulah tempat permasalahan penelitian ini ditemukan.

c. Batasan Tematis

1. Sejarah Kenagarian Parit.

2. Bentuk perubahan pemerintahan Nagari Parit pasca perpindahan ibu kota Kenagarian Parit.

3. Perkembangan sarana dan prasarana di kenagarian parit pasca perpindahan ibu kota Kenagarian Parit.

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui Sejarah Kenagarian Parit.

b. Untuk mengetahui bentuk perubahan pemerintahan nagari parit pasca perpindahan ibu kota Kenagarian Parit.

14

(16)

6

c. Untuk mengetahui perkembangan sarana dan prasarana di kengarian parit pasca perpindahan ibu kota Kenagarian Parit.

2. Kegunaan Penelitian

a. Memberikan informasi dan memperkaya wawasan keilmuan dalam bidang Sejarah di kawasan Minangkabau.

b. menambah khazanah kepustakaan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Imam Bonjol Padang.

c. Untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana Humaniora di Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Imam Bonjol Padang.

D. Penjelasan Judul

Agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami judul penelitian ini maka penulis menjelaskan beberapa istilah sebagai berikut:

1. Sejarah : Kejadian atau peristiwa – peristiwa sesungguhnya dan dapat pula diartikan sebagai ungkapan gambaran atau peristiwa tentang manusia.15 Selain itu sejarah menurut para ahli berasal dari yaitu sebagai berikut:

a. Dr. R. Ruslan Abdul Gani : Sejarah adalah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematic perkembangan masyarakat serta manusia di masa lampau beserta kejadian-kejadian.

15

Irhash A. Shamad, (2003),Ilmu Sejarah perspektif Metodologis dan Acuan Penelitian

(17)

b. Prof. Dr. H. Muh. Yamin : Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan bberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan ( fakta-fakta ).

c. . Patrick Gardiner : Sejarah merupakan suatu ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat manusia.

d. W.H. Walsh : Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang menitik beratkan pada pencatatan yang berarti dan penting bagi manusia.

e. JV. Bryce : Sejarah adalah catatan dari apa yang dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.

f. R. Moh. Ali : Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang menitik beratkan pada pencatatan yang berarti dan penting bagi manusia.16

2. Nagari Parit : Salah satu nagari dan merupakan nagari terluas yang ada di Kabupaten Pasaman Barat. Kenagarian Parit terletak di Kecamatan Koto Balingka, dimana kenagarian ini merupakan Kenagarian terluas diantara 13 nagari lainnya yang ada di Pasaman Barat.

Sesuai dengan penjelasan judul diatas Sejarah Kenagarian Parit adalah sebuah peristiwa tentang asal usul dari sebuah kenagarian yang teletak di Pasaman Barat, lebih tepatnya di Kenagarian Parit Kecamatan Koto Balingka.

16

(18)

8

E. Tinjauan Pustaka

Sejauh pengamatan yang penulis lakukan di perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Perpustakaan Pusat UIN Imam Bonjol Padang, Perpustakan Fak. Ilmu Budaya Unand, penulis belum menemukan penelitian yang mengangkat tentang judul ini. Hanya saja penulis menemukan skripsi mahasiswa Unand tahun 2010 yang berjudul Sejarah Kota Dumai 1979-2005. Skripsi ini lebih cendrung membahas Menjelaskan bentuk perubahan pemerintahan kota Dumai dari kota Administratif sampai memjadi kota Otonom. Selain itu, penulis juga menemukan buku – buku yang menyinggung perpindahan ibu kota Negara (PDRI) seperti Sejarah Kebudayaan Islam di Minangkabau 2 (karangan Drs. Chairusdi dan Drs. Saharman), dimana pada buku ini kita dapat melihat surat dari Soekarno kepada Syafruddin (Menteri Kemakmuran RI) untuk membuat pemerintahan darurat Surat itu berbunyi:

‘’Kami, presiden Republik Indonesia,memberitakan bahwa pada hari

minggu 19 Desember 1948,tepatnya jam 6 pagi, Belanda telah mulai serangannya atas ibu-kota Yogyakarta. Jika dalam keadaan pemerintah tidak dapat menjalankan kewajibannya lagi,kami menguasakan kepada Mr.

Syafruddin Prawira Negara, Menteri kemakmuran Republik Indonesia, untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatera”.Yogyakarta,19 Desember

1948 Soekarno- Hatta17.

Selain itu juga ada buku Sedjarah Minangkabau (karangan Drs. Mansoer) dkk yang berisi tentang : setelah memperoleh kepastian bahwa pimpinan RI sudah

(19)

ditawan dan diasingkan oleh Belanda, di Proklamirkanlah Halaban tentang berdirinya Pemerintahan darurat RI, yang berkedudukan disuatu tempat di Sumatera ( 22 Desember 1948).

Adapun penelitian yang telah dilakukan adalah memcari bahan penelitian di perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang baik perpustakaan institut maupun fakultas dan Perpustakaan Universitas lain seperti Unand serta Profil Nagari Parit di kantor Wali Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat, dimana pada profil nagari ini terdapat sedikit hal – hal yang menyangkut keadaan Nagari Parit itu sendiri.

F. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan Metode Sejarah lisan atau Oral History. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk Penelitian wawancara. Tujuan dari penggunaan metode sejarah lisan adalah untuk dapat memperoleh hasil penelitian berupa rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif hingga tingkat yang dapat dipertanggung jawabkan. Metode Sejarah Lisan terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, sintesis, dan penulisan. Berikut langkah-langkahnya:

1. Heuristik

(20)

10

kabar yang menyinggung tentang perpindahan Nagari Parit. Sedangkan sumber sekunder adalah jurnal dan internet.

2. Kritik Sumber

Setelah sumber-sumber didapatkan, langkah selanjutnya penulis melakukan kritik sumber gunanya untuk mengetahui sumber-sumber sejarah yang masih ada atau masih orisinil (asli), baik dari bentuk fisiknya maupun isinya pada sumber-sumber yang penulis dapatkan dalam penelitian ini maka diuji melalui kritik eksteren maupun kritik interen. Kritik eksteren yaitu bertugas untuk menyelidiki atau meneliti keaslian sumber, bagaimana otensitasnya suatu sumber, dan apakah sumber tersebut masih asli atau tidak. Sedangkan kritik interen adalah melakukan pengujian kandungan informasi yang diperoleh dari sumber.

3. Sintesis

Pada tahap ini setelah sumber yang dikumpulkan menjadi fakta, selanjutnya fakta tersebut saling dihubungkan antara fakta yang satu dengan fakta yang lainnya, sehingga menjadi satu kesatuan makna yang saling berhubungan dan dirangkai sehingga menjadi rangkaian yang logis dan benar.18

3. Penulisan

Dalam hal ini penulis berusaha untuk memaparkan hasil penelitiandengan mendeskripsikan dalam bentuk karya tulis dengan

18

(21)

menggunakan pendekatan deskriptif-naratif dan penulis juga menggunakan pendekatan deskriptif-analitis.

G. Sistematika Penulisan

Sebagai pedoman dan memudahkan penulis dalam melakukan penelitian maka penulis menyusun sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I: Menjelaskan tentang pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, rumusan dan batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, penjelasan judul, tinjauan pustaka, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II: Berisi gambaran umum Nagari Parit yang memjelaskan tentang Geografis, Demografis, Struktur Pemerintahan dan Politik Kenagarian Parit, Pendidikan, Kondisi Keagamaan , Kondisi Sosial, dan Kondisi Budaya .

BAB III: Menjelaskan tentang bagaimana sejarah Kenagarian Parit, memjelaskan bentuk perubahan pemerintahan nagari parit pasca perpindahan ibu kota Kenagarian Parit, dan perkembangan sarana dan prasarana di kengarian parit pasca perpindahan ibu kota Kenagarian Parit.

(22)

BAB II

MONOGRAFI KENAGARIAN PARIT KECAMATAN KOTO BALINGKA KABUPATEN PASAMAN BARAT

A. Geografi Kenagarian Parit

Kecamatan Koto Balingka merupakan kecamatan terluas diantara kecamatan lainnya di kabupaten Pasaman Barat dengan luas 592.17 Km,2yang terdiri dari satu kenagarian dengan 28 jorong, jumlah Penduduk 28.140 jiwa, adapun letak Kenagarian Parit adalah sebagai berikut :

(23)

 Sebelah Utara : Kab. Madina, Sumut dan Kec. Ranah

Batahan

 Sebelah Selatan : Samudera Indonesia

 Sebelah Timur : Kec. Lembah Melintang dan Kec. Sei Aur  Sebelah Barat : Kec. Sei Beremas / Nagari Aia Bangih

Secara Geografis Nagari Parit terletak pada garis 000 03` Lintang Utara – 000 11` Lintang Utara dan 99010` Bujur Timur – 100004` Bujur Timur, dengan ketinggian 500 – 1.240 diatas permukaan laut, sehingga Nagari Parit Secara umum bersuhu Panas.1

Dalam melaksanakan Roda Pemerintahan Nagari Parik memiliki satu orang Wali Nagari dan dibantu oleh 28 orang Kepala Jorong. Tanggal 04 Januari 2013 telah dilantik oleh Bupati Pasaman Barat, Bapak Hendra Joni, A.Md sebagai Wali Nagari Parik Menggantikan Bapak Pjs. Hendri Fausal.

Adapun nama-nama jorong beserta kepala jorongnya dapat kita lihat pada table di bawah ini.

Tabel I Nama Jorong dan Kepala Jorong Nagari Parik

No Nama Jorong Nama Kepala Jorong

1 Parit2 Yufrizal

2 Pemukiman Baru I3 ( PB I ) Adlizar

1

Profil Kenagarian Parit Tahun 2012

2

(24)

14

3 Pemukiman Baru II4( PB II ) Arif Arianto

4 Tanah Datar5 Soang Kupon

5 Sikabau6 Rusdan

6 Lubuk Gadang Isman Antono

7 Ulu Simpang Muslim

8 Labuai Baharuddin

9 Pegambiran Mulkan

10 Rura Patontang Tumorang

11 Aek Garingging Nafhan

12 Simaninggir Nasrun

13 Aek Nabirong Saiful

14 Tombang Padang Jefri Naldi

15 Air Runding7 Ade Candra

16 Simpang Muzilwan

17 Kampung Randah khaidar. M

18 Batas Tarok8 Dalkiswan

19 Siduampan Eri Surifman

20 Setia Baru Makri

21 Batang Lapu9 Daflaizar

3

Penduduknya mayoritas orang Minang yang transmigrasi dari maninjau.

4

Penduduknya mayoritas orang Jawa ( Transmigrasi dari Jawa).

5

Penduduknya mayoritas orang minang.

6

Penduduknya mayoritas orang minag.

7

Dari Lubuk Gadang sampai ke Air Runding mayoritas penduduknya adalah orang Mandahiling.

8

(25)

22 Limau Saring10 Asriman

23 Air Balam11 Afrizal

24 Tamiang Ampalu12 Alirman

25 Sigalangan Sulhel Antoni

26 Pt. BPP Safruddin

27 Sukarame Rusdan

28 Air Jernih13 Sapri

Sumber : Data Kantor Wali Nagri Parit Tahun 2012

B. Demografi Kenagarian Parit

Jumlah Penduduk Nagari Parit sesuai data tahun 2012 adalah 28.104 yang berdomisili di 28 jorong. Jumlah Kepala Keluarga yang banyak terdapat pada Jorong Parit terdiri dari 767 KK dengan jumlah penduduknya 2.759 jiwa. Untuk keseluruhan jumlah KK yang terdapat di Nagari Parit adalah 6.828 KK dan dapat dilihat pada table dibawah ini.

9

Dari Siduampan sampai ke batang Lapu mayoritas penduduknya adalah orang Mandahiling.

10

Penduduknya mayoritas orang Mandahiling.

11

Penduduknya mayoritas orang Minang.

12

Penduduknya mayoritas orang mandahiling.

13

(26)

16

Tabel II Jumlah Penduduk Nagari Parit

No Nama Jorong Jumlah KK

Jumlah Penduduk Jumlah Jiwa Laki-laki Perempuan

1 Parit 767 1377 1382 2759

2 PB I 181 408 415 823

3 PB II 169 357 313 670

4 Tanah Datar 120 277 272 549

5 Sikabau 357 783 754 1537

6 Lubuk Gadang 641 1127 1225 2352

7 Ulu Simpang 75 176 154 330

8 Labuai 164 354 502 856

9 Pegambiran 523 1154 1206 2360

10 Rura Patontang 100 172 172 344

11 Aek Garingging 32 54 67 121

12 Simaninggir 82 188 175 363

13 Aek Nabirong 225 477 458 935

14 Tombang Padang 172 232 278 510

15 Air Runding 465 738 843 1581

16 Simpang 473 1057 1211 2268

17 Kampung Randah 98 182 197 379

18 Batas Tarok 127 264 279 543

(27)

20 Setia Baru 130 277 254 531

21 Batang Lapu 287 461 578 1039

22 Limau Saring 154 329 289 618

23 Air Balam 235 507 534 1041

24 Tamiang Ampalu 420 810 774 1584

25 Sigalangan 195 476 495 971

26 Pt. BPP 320 735 839 1574

27 Sukarame 54 143 140 283

28 Air Jernih 167 351 369 720

Jumlah 6828 13695 14409 28104

Sumber : Data Penduduk Tahun 2014

(28)

18

C. Struktur Pemerintahan dan Politik Kenagarian Parit Wali Nagari 2011 Iswandy N. Sahlan, SH, M.Si

Sekretaris Nagari M u r s a l

Kaur Pembangunan Kaur Umum Kaur Kesra Kaur Pemeintahan

Dedi Sunarya Yarman Eva Yulianti Indra Jaya

28 Kepala Jorong

Berdasarkan bagian struktur di atas terlihat bahwa Nagari Parit dipimpin oleh seorang Wali Nagari yang di bantu oleh seorang Sekretaris Nagari yang membawahi empat kepala urusan (KAUR) yaitu:

1. Kepala Urausan Pemerintahan yang mengurus administrasi yang berhubungan dengan Pemerintahan.

2. Kepala Urusan Pembangunan yang bertanggung jawab tentang Pembangunan Nagari.

(29)

4. Kepala Urusan Umum yang mengurus di luar ketiga bidang tersebut dan k di bantu oleh dua puluh delapan kepala jorong tersebut. Dan kepala jorong lah yang langsung berhubungan dengan masyarakat sampai ke Nagari. Sistem Pemerintahan Nagari juga dibantu oleh para pemuka adat yang tergabung dalam suatu lembaga yang bernama Kerapatan Adat Nagari (KAN), dengan susunan organisasi sebagai berikut:

Tabel III

Pengurus Kerapatan Adat (KAN) Nagari Parit14

NO NAMA GELAR

ADAT

JABATAN ALAMAT

1 Yurnalis M Khatib Bosa Ketua Parit

2 Ghazali Chan St. Kabasaran Sekretaris Parit

3 Akhyar Panglimo sati Bendahara Parit

4 Perwakilan di 28 Anggota

14

Ruang lingkup yang ditanganinya adalah :Pengembangan dan pelestrarian adat dan

budaya yang ada di Nagari Parit, merancang Peraturan Nagari yang sesuai dengan budaya

dan adat setempat yang disebut dalam pepatah Minangkabau “Tali Tigo Sapilin Tungku

Tigo Sajarangan” dengan arti dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

(30)

20

Jorong

Tabel IV

Anggota Badan Permusyawaratan Nagari Parik

NO NAMA JABATAN UNSUR ALAMAT

1 Askolan Lubis Ketua Pemuda Tamiang

Ampalu

2 Mursal st.

Majolelo

Wk. Ketua Ninik Mamak Mursal

3 Nafrida, S.Pd Anggota Bundo Kanduang

Batang Lapu

4 Arwin, S.Pdi Anggota Cadiak Pandai Limau Saring

5 Jhon Hendri Anggota Cadiak Pandai Batas Tarok

6 Habdaini Anggota Alim Ulama Koto

Laweh

7 Zukhni, S.Ag Anggota Bundo Kanduang

(31)

8 Ramadhan Anggota Pemuda Simaninggir

9 Drs. Islahuddin Ralba

Anggota Alim Ulama Lb. Gadang

10 Darul Aziz Anggota Ninik Mamak Pegambiran

11 H. Marwazi N (Alm.)

Anggota Ninik Mamak Parit

12 Fakhruddin Sekretaris Non-Anggota Simpang

Sumber: Kantor Nagari Parik Tahun 2011

D. Pendidikan

Pendidikan di Kenagarian Parit sudah cukup bagus dimana lulusan pendidikan umum dan lulus pendidikan khusus sudah banyak di Kenagarian Parit seperti tabel dibawah ini.

Tabel V

No Keterangan Jumlah (orang)

1 Lulus Pendidikan Umum

1) Taman Kanak-kanak 1520 2) Sekolah Dasar 3019

(32)

22

4) SLTA 1858

5) Akademi (D1-D3) 4797 6) Sarjana (S1-S2) 3656 2 Lulus Pendidikan Khusus

1) Pendidikan Pesantren 576

2) Madrasah 364

3) Pendidikan Keagamaan

4) SekolahLuar Biasa 12 5) Kursus/ Keterampilan

Sumber: Kantor Nagari Parik Tahun 2014

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan di Kenagarian Parit sudah lumayan bagus. Hal itu dapet dibuktikan dengan sudah banyaknya lulusan Diploma danS1 yang ada disana.

E. Kondisi Keagamaan

(33)

Tabel VI

No Keterangan

Jumlah

Laki-laki Perempuan

1 Islam 14.168 14.659

2 Kristen 103 15815

3 Katholik -

-4 Hindu -

-5 Budha -

-6 Konghucu -

-Sumber: Kantor Nagari Parik Tahun 2014

F. Mata Pencaharian ( Ekonomi )

Dari sekian banyak jenis pekerjaan yang di geluti masyarakat di Kenagarian Parit, Petani dan pedaganglah yang menjadi pekerjaan yang paling banyak di geluti masyakat di Kenagarian Parit. Sedangkan jenis pekerjaan yang paling jarang digeluti oleh masrakat Parit adalah Industri Kecil. Hal itu dapat dilihat dari tabel dibawah ini.

Tabel VII

No Mata Pencarian Jumlah Presentase Keterangan

* Petani 5,541

* Peternak 320

15

(34)

24

* Pedagang 2,370 * Tukang Kayu 53 * Penjahit 56

* PNS 275

* Pensiunan 57 * TNI/Polri 38 * Pengrajin 20 * Industri Kecil 9 * Karyawan Swasta 1,245

* Sopir 578

* Perangkat Nagari 52

Jumlah 10,614

Sumber : data Kantor Wali Nagari Parik Tahun 2012

Adapun Sektor perekonomian Kenagarian Parit berdasarkan Profil Kenagarian

Parit tahun 2014 dan 2015 yaitu sebagai berikut :

1. Sub sektor Pertanian Pangan di Kenagarian Parit

No Status Jumlah (Orang)

1 Pemilik tanah sawah 549

2 Pemilik tanah tegalan/lading 295

(35)

4 Buruh tani 761

Sumber : data Kantor Wali Nagari Parik Tahun 2015

Tabel diatas menunjukkan masih banyaknya buruh tani dibandingkan pemilik tanah sawah, tanah tegalan, dan penyewa.

2. Sub sektor Perkebunan di Kenagrian Parit

No Status Jumlah (Orang)

1 Pemilik perkebunan 4012

2 Buruh perkebunan 2996

Sumber : data Kantor Wali Nagari Parik Tahun 2015

Tabel diatas menunjukkan pemilik perkebuan lebih banyak dibandingkan buruh perkebunannya di Kenagarian Parit.

3. Sub sektor Peternakan

No Status Jumlah (Orang)

1 Jumlah pemilik ternak sapi 43

2 Jumlah pemilik ternak Kambing 51

3 Jumlah pemilik ternak Ayam 279

(36)

26

5 Jumlah pemilik ternak Kerbau 11

6 Jumlah pemilik Kuda

-7 Jumlah pemilik Domba

-8 Jumlah buruh peternak

-Sumber : data Kantor Wali Nagari Parik Tahun 2015

Tabel diatas menunjukkan binatang yang paling banyak

diternakkan di Kenagarian Parit adalah Ayam sedangkan kuda dan domba

belum ada di ternakkan disana.

4. Sub sector Perikanan / Nelayan

No Status Jumlah (Orang)

1 Jumlah pemilik kapal 47

2 Jumlah pemilik sampan/perahu 211

3 Jumlah penanaman rumput laut

-4 Jumlah pemilik kolam ikan 213

5 Jumlah pemilik tambak

-6

Jumlah pemilik

(37)

-7

Jumlah pemilik

perikanan/nelayan

-8 Lain – lain

-Sumber : data Kantor Wali Nagari Parik Tahun 2015

Tabel diatas menunjukkan bahwa sector perikanan / nelayan belum begitu maju di Kenagarian Parit. Hal itu dapat dibuktikan dengan masih sedikitnya penduduk yang mempunyai kapal, perahu, ataupun tambak ikan. Ditambah lagi belum adanya penduduk yang membudidayakan rumput laut dan keramba.

5. Pemasaran Hasil Perikanan

No Uraian Ya/Tidak

1 Langsung dijual ke konsumen Ya

2 Pasar hewan/ternak

-3 Melalui KUD/TPI

-4 Melalui Tengkulak

-5 Melalui pedagang pengencer Ya

6 Langsung dijual ke komsumen Ya

(38)

28

6. Sub sektor Industri Besar/Kecil

No Status Jumlah (Orang)

1 Jumlah pemilik industri besar 2

2 Jumlah pemilik industri sedang

-3 Jumlah buruh industry 543

Sumber : data Kantor Wali Nagari Parik Tahun 2015

7. Lembaga Keuangan

No Jenis Lembaga Keuangan Jumlah (Orang)

1 Bank 1

2 Usaha bersama

-3 Kelompok simpan pinjam 1562 orang16

4 Bank perkereditan rakyat (BPR)

-5 Bank kredit nagari

-6 Lumbung pitih nagari

-Sumber : data Kantor Wali Nagari Parit Tahun 2015

16

(39)

8. Koperasi

No Jenis Koperasi Jumlah

1 Koperasi Unit Desa ( KUD ) 1

2 Koperasi Primer Non KUD 117

Sumber : data Kantor Wali Nagari Parik Tahun 2015

9. Sub sektor Kehutanan

No Status Jumlah (Orang)

1 Jumlah pemilik usaha kehutanan

-2

Jumlah pemilik usaha industry

kehutanan

-3

Jumlah buruh industry

kehutanan

-Sumber : data Kantor Wali Nagari Parik Tahun 2015

10. Sub sektor Pertamabangan dan Galian C

No Status Jumlah (Orang)

17

(40)

30

1

Pemilik usaha pertambangan

Galian C 1

2

Pemilik usaha industri hasil

pertambangan galian C

-3

Buruh usaha pertambangan

galian C 52

Sumber : data Kantor Wali Nagari Parit Tahun 2015

11. Sub sektor kecil/ Kerajinan

No Status Jumlah (Orang)

1 Jumlah pemilik usaha kerajinan 576

2

Jumlah pemilik usaha industri

rumah tangga 321

3 Jumlah usaha industry kecil 124

Jumlah pemilik usaha industri

4 kecil 9818

Sumber : data Kantor Wali Nagari Parik Tahun 2015

18

(41)

Menurut data Profil Kenagarian Parit tahun 2015, penerangan yang digunakan

oleh penduduk adalah sebagi berikut :

No Uraian Jumlah

1 Rumah Tangga yg menggunakan lampu minyak tanah

1156 KK

2 Rumah Tangga yg menggunakan listrik

a. Sumber Tenaga Diesel 109 KK b. Sumber Tenaga Surya 130 KK

c. Sumber Tenaga Air

-3 Rumah Tangga yang menggunakan listrik PLN

538919

G. Kondisi Sosial

Kondisi sosial Masyarakat Parit yaitu masih memegang teguh rasa tolong menolong ( gotong royong ) dalam setiap pengadaan kegiatan masyarakat di Kenagarian Parit. Seperti pesta perkawinan, ronda, memperbaiki saluran air PAM, membersihkan selokan, membersihkan kuburan umun, dan lain – lain. Ronda di Kenagarian Parit itu dilaksanakan setelah sholat Isya. Dimana Yang mengatul jadwal ronda adalah kepala jorong di masing – masing kejorongan yang ada di kenagarian Parit. Bagi yang tidak ikut ronda dengan alasan tertentu bisa menyuruh orang lain untuk menggantikannya dengan membayar orang tersebut, kalau tidak ada yang menggantikannya. Maka, dia harus membayar

19

(42)

32

denda sebesar 50.000 rupiah. Sedangkan memperbaiki saluran Air, membersihkan selokan, dan membersihkan kuburan umum biasanya dilakukan pada hari minggu ( sebulan sekali ). Cara mengumpulkan warga biasanya seluruh kepala jorong di Kenagarian Parit menyampaikannya lewat Masjid dan biasanya dilakukan pada hari jum’at.20

H. Kondisi Budaya

Masyarakat Minagkabau adalah salah satu suku di Indonesia Yang susunan masyarakatnya adalah matrilineal.21 Suku ini juga merupakan kelompok etnis terbesar dengan jumlah penduduknya lebih dari seperempat dari seluruh penduduk di pulau Sumatera.22Bagi orang Minangkabau adat, adat merupakan jalan hidup ( way of life ), cara berpikir, dan bertindak. Dari cara berpikir dan bertindak itulah lahirnya sebuah kebudayaan.23Adat Minangkabau adalah aturan hidup yang diciptakan oleh datuak Perpatiah nan Sabatang dan Datuak Katumanggungan. Ajaran – ajarannya membedakan secara tajam antara manusia dengan hewan didalam tingkah laku dan perbuatan, yang didasarkan kepada ajaran – ajaran berbudi baik dan bermoral mulia sesama manusia dan alam lingkungan.24 Adat Minangkabau yang kita warisi sekarang telah berlangsung berabad – abad yang lalu, malah konon dari tambo menyebutkan

20

Wawancara dengan Rahman ( pemuda ),03 Februari 2017

21

Rasnidar Darwis ( 2004 ),Transformasi Nilai – nilai Kekeluargaan Masyarakat Minangkabau Dalam Pendidikan Kewirausahaan,Bandung : Pustaka Aulia Press. hal. 24

22

Mochtar Naim (2013 ),Merantau Pola Migrasi Suku Minangkabau,Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Hal. 15

23

Puti Reno Raudha Thaib ( 2014 ),Pakaian Adat Perempuan Minangkabau,SUMBAR :Bundo Kanduang. Hal. vii

24

(43)

bersamaan datangnya dengan nenek moyang kita dulu.25 Corak budaya Minangkabau pada dasarnya bersifatuniversal. Jiko dibalun babalun kuku, jiko dikambang saleba alam. Alam terkembang seperti yang kita tahu bukanlah sesuatu yang liar dan tidak beraturan begitupun sebaliknya sangat teratur dan tunduk kepada hukum- hukum alam. Dengan masuknya Islam, Islam tinggal memasukkan unsur – unsur kepercayaan yang bersifat theologis – eskatologis yang semua berpuncak pada keesaan dan kemahakuaasan Allah.26 Hal atau corak budaya Minagkabau dapat kita lihat pada tambo dan kaba.27 Yang membedakan budaya Minangkabau dengan budaya laiannya adalah budi pekerti juga. Sehingga kita bisa berbangga dengan adat kita Tak lapuak dek hujan , ndak lakang dek paneh,28 yang hidup dalam jiwa turun temurun.29

Tibo dikaba baik bahimbauan, Tibo dikaba buruak bahambauan.

Nan tuo dimuliakan, nan mudo dikasihi, Samo gadang hormat menghormati.30

Selain itu adat Minangkabau dilihat dari struktur masyarakatnya yang matrialkal dapat dipastikan sebagai adat alam yang tertua dalam kehidupan manusia.31

25

Musyair Zainuddin ( 2010 ),Pelestarian Eksistensi Dinamis Minagkabau,Yogyakarta: Ombak. Hal. 67

26

Gusnawita Taib ( 2001) ,TANTANGAN SUMATERA BARAT Mengembalikan keunggulan pendidikan Berbasiskan Budaya Minangkabau, Jakarta: Citra Pendidikan. hal. 118

27

Yaswirman (2013 ),HUKUM KELUARGA: Karakteristik dan Prospek Dokrim Islam dan Adat Dalam Masyarakat Matrilinear Minangkabau, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Hal. 99

28

Amir MS ( 2011),Adat Minangkabau Terancam Punah,Jakarta:Citra Harta Prima. Hal. 11

29

Latief DT Bandaro ( 2002),Etnis dan Adab Minagkabau Permasalahan dan hari depannya, Bandung: Percetakan Angkasa. Hal. 62

30

(44)

34

Sedangkan kondisi budaya masyarakat kenagarian parit bisa dikatakan masih menjunjung tinggi budaya ataupun adat istiadatnya sampai saat ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih dipakainya adat dalam segala kegiatan seperti masih melakukan acara basilam( pesta sunatan anak laki - laki dengan mengundang orang sekampung untuk makan bersama, sehari sebelumbasilam itu biasanya sang anak akan diarak disepanjang kampung dengan memakai baju marapulai, di iringi oleh rombongan bapak – bapak yang memainkan rabab serta di ikuti pula oleh keluarga dari anak yang akan basilam terebut, setelah itu keesokan harinya barulah sang anak disilam/disunat oleh seorang dokter rumah sakit dirumah anak tersebut), ma opom (memasak kue sejenis serabi tapi dikasih unti dari kelapa parut yang dicampur gula merah setiap memjelang bulan Ramadhan, bahan – bahan dariopom tersebut adalah tepung beras, santan kental, garam . Setelah adonan diaduk, adonan dimasak tampa menggunakan minyak di tungku yang menggunakan wajan yang terbuat dari tanah liat dan menggunakan panas dari bara tempurung kelapa. Sebagai penutupopom yang sedang dimasak adalah batok kelapa. Setelah opom sudah banyak yang masak, selanjutnya dibagikan kepada tetangga dan orang kurang mampu disekitar rumah), malamang setiap menjelang hari raya Islam ( melamang di Kenagarian parit dengan tempat lain sama saja tidak ada perbedaannya), dan lain – lain.32

126

2017

31

Herwandi ( 2006 ),Menggugat Minangkabau,Padang: Andalas University Press. hal.

32

(45)

Sistem kanagarian telah ada sebelum kemerdekaan Indonesia. Kerajaan Pagaruyung pada dasarnya merupakan konfederasi nagari-nagari yang berada di Minangkabau. Kemungkinan besar sistem nagari juga sudah ada sebelum Adityawarman mendirikan kerajaan tersebut ( 1347 ).1Padahal bisa diyakini bahwa jauh sebelum itu, Adityawarman maupun raja – raja lainnya telah memiliki pemerintahan di daerah ini.2 Datangnya Adityawarman ke Minangkabau jelas pula akan menimbulkan persentuhan – persentuhan budaya, yakni budaya Jawa dan nilai budaya minagkabau. Apalagi Adityawarman datang ke Minangkabau untuk memerintah.3

Terdapat dua aliran besar dalam sistem pemerintahan nagari di Minangkabau yakni Koto Piliang dan Bodi Caniago yang keduanya mempunyai kemiripan dengan pemerintahan polis-polis pada masa Yunani kuno4. Selain dipengaruhi oleh tradisi adat, struktur masyarakat Minangkabau juga diwarnai oleh pengaruh agama Islam. Awalnya muncul konflik akibat pertentangan kedua pengaruh ini, yang kemudian dapat diselesaikan dengan

1

Wikipedia di Akses Tanggal 16 Juni 2017, Jam 00:13 WIB

2

Abdul Kiram, Yeyen Kiram (2003),Raja – raja Minangkabau Dalam Lintasan Sejarah,Penerbit Museum Adityawarman Padang, Padang. hal. 21

3

Mursal Esten (1993) ,Tradisi dan Perubahan,Angkasa Raya Padang Anggota IKAPI, Padang. hal. 135

4

Bonner, Robert Johnson (1933).Aspects of Athenian democracy Vol 11. University of

California Press. pp. 25–86, di Akses melalui WikipediaTanggal 16 Juni 2017, Jam 00:13 WIB

(46)

36

menyerasikan kedua pengaruh tersebut dalam konsep Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah5.

Nagari pada awalnya dipimpin secara bersama oleh para penghulu atau datuk di nagari tersebut, kemudian pada masa pemerintah Hindia Belanda dipilih salah seorang dari para penghulu untuk menjadi wali nagari. Dalam menjalankan pemerintahannya, wali nagari dibantu oleh beberapa orang kepala jorong atau wali jorong, namun sekarang dibantu oleh sekretaris nagari (setnag) dan beberapa pegawai negeri sipil (PNS) yang ditugaskan oleh pemerintah di Kantor Wali Nagari tersebut ( yang jumlahnya tergantung dengan kebutuhan masing-masing nagari tersebut ). Wali nagari ini dipilih oleh anak nagari (penduduk nagari) secara demokratis dalam pemilihan langsung untuk 6 tahun masa jabatan. Dalam sebuah nagari dibentuk Kerapatan Adat Nagari, yakni lembaga yang beranggotakan Tungku Tigo Sajarangan. Tungku Tigo Sajarangan merupakan perwakilan anak nagari yang terdiri dari Alim Ulama,Cadiak Pandai (kaum intelektual) dan Niniak Mamak( para pemimpin suku dalam suatu nagari ) sama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam sistem administrasi desa. Keputusan keputusan penting yang akan diambil selalu dimusyawarahkan antara wali nagari dan Tungku Tigo Sajarangan di Balai Adat atau Balairung Sari Nagari.6

Dari banyaknya nagari yang terdapat di Sumatera Barat terdapat berbagai keunikan dari tiap – tiap nagari tersebut salah satunya adalah Kenagarian Parit

5

Wikipedia.Loc.Cit

6

(47)

yang berada di Kabupaten Pasaman Barat.7 Keunikan dari Kenagian ini dibandingkan Kenagarian lain yaitu:

1. Kenagarian terluas diantara kenagarian lainnya di kabupaten Pasaman Barat dengan luas 592.17 Km2.

2. Satu – satunya Kenagarian yang berada di Kecamatan Koto Balingka

3. Masyarakat Nagari Parit terdiri berbagai etnis, mulai dari Melayu, Mandahiling, Minang, Jawa, hingga Batak. Dengan demikian penduduk Kenagarian Parit Bersifat Multi Etnis sangat majemuk.8

Kenagarian Parit memiliki sejarah sendiri mengenai keberadaannya. Kenagarian Parit sudah ada sejak sebelum Belanda masuk ke Sumatera Barat (Abad Ke 17), namun nagari itu belum mempunyai nama jelas seperti sekarang9 Sumatera Barat10 memiliki alam yang luas dan hasil bumi yang melimpah. Secara Geografis daerah Sumatera Barat memiliki bagian daerah yakni daerah pedalaman atau daerah darek dan daerah pesisir atau daerah rantau.11 Daerah pedalaman bentuk alamnya yang berbukit-bukit, banyak lembah dan ngarai. Selain itu daerah Sumatera Barat bagian pedalaman memiliki alam yang kaya akan hasil buminya seperti kandungan mineral besi,

7

Kabupaten Pasaman Barat adalah salah satu kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Daerah ini dibentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Pasaman berdasarkan UU No.38 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003, dengan ibu kota kabupaten di Simpang Ampek.

8

Profil Kenagarian Parit Tahun 2012 ,Loc.Cit

9

H. Gazali Chan(Ninik mamak kampung Sirih )wawancara tanggal, 30-04-2017 di kenagarian Parit

10

Sumatera Barat sebelah utara berbatasan dengan Sumatera Utara, sebelah selatan berbatasan dengan Jambi dan Bengkulu, sebelah timur dengan Riau, dan sebelah Barat dengan lautan Hindia. Sedangkan Sumatera Barat terdiri atas delapan kabupaten dan enam kotamadya. Kedelapan kabupaten itu adalah Pasaman, Agam, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Solok, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Sawahlunto Sijunjung, dan Dhamasraya. Sedangkan enam kotamadya ini adalah Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh, Solok dan Sawahlunto.

11

(48)

38

timah, emas, dan batubara.12Dari itu tidak mengherankan kalau belanda datang ke Sumatera Barat ( termasuk Kenagarian Parit di Kabupaten Pasaman Barat).

Untuk pertama kalinya Kapal-kapal Belanda singgah di Sumatera Barat terjadi di pelabuhan Tiku pada awal dasawarsa pertama abad ke 17. Berkat kelicikan dan kelihaiannya serta dengan berbagai tipu dayanya Kolonial Belanda pada pertengahan abad ke 17 berhasil menancapkan kukunya di daerah pesisir Sumatera Barat. Walaupun kawasan tersebut bagian dari Kerajaan Minangkabau, namun pada masa itu kerajaan tersebut hanya tinggal nostalgia dalam angan-angan orang Minang saja. Walau Rajo Tigo Selo (Raja Alam, Raja Adat dan Raja Ibadat) masih bertakhta di Pagaruyung dan sangat dihormati oleh seluruh orang Minang, namun angkatan bersenjata atau kekuasaan mereka tidak punya.13 Sehingga salah satu anggota kerajaan dari Pagaruyung itu memcari tempat tinggal yang aman ( Rajo Jawo Bajangguk Ameh ). Rajo Jawo Bajangguk Ameh ini merupakan orang yang pertama mendirikan kenagarian ini. Dia mengawali perjalanannya melalui Batipuh. Lalu dia pergi ke daerah Sikabau14 ( Sikabau terletak di Kecamatan Kotobalingka yang berjarak sekitar 70 KM dari ibu kota Kabupaten Pasaman Barat / Simpang Empat )15 dan memdirikan perkampungan disana. Setelah cukup lama tinggal disana. Rajo Jawo Bajangguk Ameh itu kemudian pergi

12

http://sumaterarailways.blogspot.co.id/sejarah-perkeretaapian-sumatera-barat.html/02-04-2017/21.00

13

ifile:///G:/(1)%20Stigma%20Belanda%20di%20Ranah%20Minang.htm di Akses Tanggal 27 -05 - 2017

14

Sikabau sekarang merupakan salah satu kejorongan yang berbentuk pesisir di Kenagarian Parit, Pasaman Barat

15Objek Wisata Kabupaten Pasaman Barat

(49)

mamudiakkan Aia( menambah daerah kekuasaan) dari Batang Lapu ( sekarang merupakan salah satu kejorongan di Kenagarian Parit). Tanah yang dikiri mudiakitu merupakan tanah ulayat “Bosa kutub” (niniak mamak), tanah kanan mudiak termasuk kedalam tanah kekuasaan niniak mamak Induak “Nan Salapan Bosa Nan 12”. Adapun “Induak Salapan Bosa Nan 12” itu merupakan pemegang kekuasaan adat dan ulayat nagari Parit. Sedangkan tanah ulayat itu adalah tanah yang diperuntukkan kepada penghulu, namanya Panggadangkan Penghulu.Tanah tersebut bisa saja terdiri sawah dan perladangan.Jika penghulu berganti maka tanah itu digarap oleh penghulu yang baru.16 Induak Salapan itu antara lain:

1. Datuak Gadang ( nama lain dari Rajo Jawo Bajangguk Ameh / orang yang pertama mendirikan kenagarian Parit )

2. Panglimo Sati ( nama ulayatnya Parit)

3. Bagindo Maharajo Lelo ( nama ulayatnya Kampung Baru Parit) 4. Kampek Suku ( nama ulayatnya Tamiang Ampalu)

5. Kalimaja Lelo ( nama ulayatnya Kampung Sarik )

6. Datuak Sampono ( nama ulayatnya Kampung Danau Parit)

7. Sultan Kebesaran ( nama ulayatnya Kampung Sirih dan nama Datuaknya sekarang H. Ghazali Chan)

8. Datuak Rajo Mangguyang ( ulayatnya Batang Lapu)17

Induak Nan Salapan + 4 Bosa = 12. Adapun Nan 4 Bosa itu antara lain18: 16

Latief Dt. Bandaro,dkk. (2004),Minagkabau Yang Gelisah : Memcari Strategi Sosialisasi Pewarisan Nilai – nilai Adat dan Budaya Minangkabau Untuk generasi Muda,Bandung: CV Lubuk Agung. hal. 175

17

(50)

40

1. Bosa ( tidak mempunyai tanah ulayat)

2. Khatip Bosa ( tidak mempunyai tanah ulayat ). 3. Bilal Bosa ( tidak mempunyai tanah ulayat)

4. Datuak Rajo Nan Bosa ( nama ulayatnya Lubuak Gadang).19

Selain dari Induak Salapan Bosa Nan 12 itu dinamakan penghulu adat. Penghulu adat hanya mengurus masyarakat atau cucu kemenakannya saja tanpa ada tanah ulayatnya, karena tanah ulayat kenagarian Parit hak kekuasaannya dipegang oleh Induak Salapan Bosa Nan 12. Kenagarian Parit mempunyai 30 niniak mamak / penghulu. Tapi yang memegang kekuasaan adat dan ulayat nagari Parit hanya Induak Salapan Bosa nan 12. Selebihnya hanya mengurus anak cucu kemenakan saja.

Adapun sejarah dari nama Kenagariann Parit yaitu kira – kira ditahun 1800an ( zaman Belanda ) warga nagari Parit Sangat anti terhadap penjajahan Belanda.20Untuk mengantisipasi penjajahan Belanda maka diperintahkanlah kepada cucu kemenakan untuk membuat suatu benteng atau tempat perlindungan/kubu pertahanan dari serangan Belanda. Kubu pertahanan21itu berbentuk parit/banda gadang yang ditanami Aur Baduri yang melingkari seluruh kubu pertahanan itu. Sejak itu orang – orang – orang di Kenagarian

18

Bosa nan 4 itu merupakan salah satu pemegang kekuasaan adat di nagari Parit atau pelengkap pemegang kekuasan di kenagarian Parit . Hanya saja mereka berempat tidak

mempunyai tanah ulayat seperti Induak nan salapan. Tapi walaupun begitu mereka ikut rapat dalam urusan tanah ulayat dari masing - masing Induak Salapan tersebut. Beda dengan Penghulu adat yang hanya mengurus masyarakat atau cucu kemenakannya saja.

19

H. Gazali Chan ( Ninik mamak kampung Sirih ) wawancara tanggal, 30-04-2017 di kenagarian Parit

20

Yufrizal ( kepala Jorong Parit ) wawancara tanggal,03 – 05 - 2017

21

(51)

Parit menyebut tempat tinggal mereka “Parik Balingkea/Parit Balingka), kemudian nama kecamatannya diambil pula dari nama kenagariannya yaitu Kecamatan Koto Balingka.22Menurut sejarah sudah 12 Orang Wali Nagari Parit sejak zaman Belanda sampai sekarang, dengan ibu kota pertama adalah Air Balam, pada tahun 1957 dengan wali nagari Sutan Syeh Johan memindahkan Ibu Kota Nagari Parit dari Air Balam ke Jorong Parit, yang sekaligus juga merupakan Ibu Kota Kecamatan Koto Balingka sekarang. Sesuai perkembangan politik Nasional maka tahun 1975 – 2003 Pemerintah Nagari berubah ke Pemerintah Desa dan sejak tahun 2003 sampai sekarang kembali ke sistim Pemerintah Nagari. Masyarakat Nagari Parit terdiri dari berbagai etnis, seperti Melayu, Mandahiling, Minang, Jawa, hingga Batak. Dengan demikian penduduk Nagari Parit bersifat Multi Etnis sangat majemuk. Hal ini tidak mengherankan karna posisinya yang merupakan daerah perbatasan Sumatera Barat dengan Sumatera Utara23.

Tabel. 1 Nama-nama Wali Nagari

Sebelum dan Sesudah Berdirinya Nagari Parik

N o

Periode Nama Wali Nagari Keterangan

1 Tidak Diketahui Tuanku Gapuk Sutan Ketek Kantor Air Balam

22

H. Yurnalis,.M ( Ketua KAN Parit ) wawancara tanggal,04 – 05 - 2017

23

(52)

42

2  s/d 1943 Tuanku Kuciek Darmansyah Kantor Air Balam 3 1943 – 1952 Burhanuddin Kantor Air Balam

4 1952 – 1957 Sutan Syah Johan Kantor Air Balam / Parik 5 1957 – 1965 Burhanuddin Kantor Parik

6 1965 – 1967 Saidina Umar Kantor Parik

7 1967 – 1975 M. Isya Kantor Parik

8 1975 – 1982 M. Bahri Kantor Parik

9 1982 – 2001 - Pemerintah Desa

10 2001 – 2006 Makmur, SH Kantor Parik 11 2006 – 2007 Pjs. Sudirman, SE Kantor Parik 12 2007 – 2008 Pjs. Syafri Kantor Parik 13 2008 – 2011 Makmur, SH Kantor Parik 14 2011 – 2012 Iswandi. N. Sahlan, M.Si Kantor Parik 15 2012 – 2013 Pjs. Hendri Fausal Kantor Parik 16 2013 – sekarang Hendra Joni, A.Md Kantor Parik24

Penyebab pindahnya pusat Kenagarian Parit tahun 1957 diantara,letak Ibu Kota Kenagarian Parit yang lama ( Air Balam ) yang jauh dari pusat nagari atau lebih dekat ke Kenagarian Air bangis, kecamatan Sungai Beremas. Sehingga menyulitkan penduduk nagari Parit untuk mengurus segala keperluan di pusat pemerintahan25. Hal itu memjadi sulit karena akses

2017

24

Profil Kenagarian Parit tahun 2012

25

(53)

-jalan yang belum terlalu bagus, transportasi yang belum memadai, dan takutnya diserang hewan buas ketika pergi ke pusat pemerintahan yang lama26. Mengingat keluhan dari masyarakat maka Sultan Syah johan memindahkan pusat pemerintahan kenagarian dari Air Balam ke Jorong Parit.27

B. Bentuk Perubahan Pemerintahan Nagari Parit Pasca Perpindahan Ibu Kota Nagari Parit 1957 - 2016

Perpindahan pusat pemerintahan sangat memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan sosial, budaya, agama, dan ekonomi dari penduduk kenagarian Parit. Dari banyaknya pengaruh yang ditimbulkan dari perpindahan pusat pemerintahan kenagarian tersebut lebih terlihat jelas pengaruhnya kepada ekonomi masyarakat Parit. Pengaruhnya dalam bidang ekonomi sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat Parit.

Mengenai perekonomian Kenagarian Parit dari 1957 – 2016. Akan dilihat dari seluruh masa pemerintahan Wali Nagari di Kenagarian Parit:

1. Tuanku Gapuk Sutan Ketek ( Tidak Ada Keterangan ) 2. Tuanku Kuciek Darmansyah ( sampai 1943 )

Pada masa pemerintahan Tuanku Kuciek Darmansyah perekonomian Kenagarian Parit cukup bagus. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya sekolah yang di bangun pemerintah pada masa jabatannya, seperti :

a. Masjid Raya Parit ( di bangun tahun 1941 ) b. SDN 01 Air Balam ( di bangun tahun 1941 )

26

Syamsinar ( Masyarakat ) wawancara tanggal, 04 – 05 - 2017

27

(54)

44

c. SDN 02 Parit (dibangun tahun 1941) d. SDN 03 Parit (dibangun tahun 1941)28 3. Burhanuddin (1943 – 1952 )

Pada masa pemerintahan Wali Nagari Burhanuddin pembangunan di Kenagarian Parit cukup bagus karena pada masa ini jalan raya di Kenagarian Parit sudah dibangun dari tahun 1942 – 1945 berupa jalan yang dilapisi kerekel29.

4. Sutan Syah Johan (1952 – 1957)

Perubahan pemerintahan sangat terlihat dari pemerintahan Wali Nagari Burhanuddin ke Sultan Syah Johan khususnya dibidang ekonomi. Pada masa pemerintahan Sutan Syah Johan, kehidupan perekonomian di Kenagarian Parit sangat susah. Dimana, masyarakat pada masa itu sangat sulit untuk membeli kebutuhan pokok,30 tidak banyak pembangunan terlihat, pokoknya perekonomian pada masa ini benar – benar payah31. 5. Burhanuddin (1957 – 1965)

Pada masa pemerintahannya yang untuk ke dua kalinya perekonomian di Kenagarian Parit cukup merosot dan pembangunan pun tersendat karena meletusnya PKI pada masa itu. Pada masa ini bangunan yang bisa terlihat

sampai sekarang adalah pembangunan MTs Jami‟atul Koiriah . 32

28

Ke tiga sekolah diatas pada masa itu dinamakan Sekolah Rakyat

29

H.Gazali Chan,Loc.Cit

30

Syamsinar,Loc. Cit

31

Mas „ar (Masyarakat) , wawancara tanggal , 03-05-2017 di Kenagarian Parit

32

(55)

6. Saidina Umar (1965 – 1967)

Perekonomian pada masa ini cukup bagus karena pada masa ini Kenagarian Parit sudah aman dari PKI. Hal itu terlihat sudah tidak terlalu sulitnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.33

7. M. Isya (1967 – 1975)

Pada masa ini perekonomian di kenagarian Parit lebih bagus dari masa pemerintahan Saidina Umar karena pada masa pemerintahan M. Isya ada yang namanya BANDES ( Bantuan Desa ) setiap desa memdapatkan BANDES. Selain itu pada masa pemerintahan M. Isya dibangunlah Kantor Wali Nagari Parit dan SD Impres di Jorong Parit ( kantor Wali Nagari sekarang ) sehingga sarana dan prasara dibidang pendidikan pada masa itu bertambah34.

8. M. Bahri (1975 – 1982)

Perekonomian Kenagarian Parit pada masa ini sudah berangsur membaik. Hal itu didukung dengan adanya perbaikan jalan dihampir seluruh Kenagarian Parit. Setelah tahun 1982, sistem pemerintahan berdasarkan undang – undang kembali kepada sistem pemerintahan desa. Kemudian pada tahun 2001 pemerintahan berubah lagi ke sisten nagari.

33

Supono (Masyarakat),wawancara tanggal,04 – 05 – 2017di Kenagarian Parit

34

(56)

46

9. Makmur, SH (2001 – 2006)35 10. Pjs. Sudirman, SE (2006 – 2007) 11. Pjs. Syafri (2007 – 2008)

12. Makmur, SH (2008 – 2011)

13. Iswandi. N. Sahlan, M.Si (2011 – 2012) 14. Pjs. Hendri Fausal (2012 – 2013) 15. Hendra Joni, A.Md (2013 – sekarang).

Sejak sistim pemerintahan kembali ke sistim pemerintahan desa dan kembali lagi ke sistim nagari sampai sekarang perekonomian masyarakat Nagari Parit sudah cukup bagus akibat dari kemajuan perkembangan zaman saja ( bukan akibat pengaruh besar dari pemerintahan wali nagari36.

Menurut kabar di Kenagarian Parit sering terjadi perampokan didaerah itu. Mulai dari sering terjadi masuknya komplotan perampok ke dalam rumah warga, beraksi dijalanan dimalam hari, memcuri hasil kebun warga dan lain.37 Bahkan motor yang sedang parkir di Mesjidpun pernah hilang38. Hal itu terjadi karena adanya kesenjangan ekonomi di dalam masyarakat ditambah lagi kurangnya lapangan pekerjaan yang bisa menampung seluruh warga yang sudah masuk usia angkatan kerja. Kalau lapangan pekerjaan sudah merata di Kenagarian Parit kemungkinan besar tidak akan ada lagi yang namanya

35

Tidak adanya adanya penjelasan mengenai pemerintahan Makmur, SH sampai Hendra Jhoni, Amd karena Menurut H. Yurnalis : Sejak sistim pemerintahan kembali ke sistim

pemerintahan desa dan kembali lagi ke sistim nagari sampai sekarang perekonomian masyarakat Nagari Parit sudah cukup bagus akibat dari kemajuan perkembangan zaman saja ( bukan akibat pengaruh besar dari pemerintahan wali nagari.

36

H.Yurnalis. M,Loc. Cit

37

Adlisar (Kepala Jorong PB 1), wawancara tanggal , 06-05-2017 di Kenagarian Parit

38

(57)

perampokan, motor warga yang hilang, dan tindakan kriminal lainnya. Sehingga Kenagarian Parit akan aman seperti dulu ( sebelum pindah pusat pemerintahan ) tampa adanya perampokan dan tindakan Kriminal lainnya 39

C. Perkembangan Sarana dan Prasarana di Kenagarian Parit Paska Perpindahan Ibu Kota Kenagarian Parit

Pengertian sarana dan prasarana secara etimologi memiliki perbedaan, namun keduanya memiliki keterkaitan yang sangat penting sebagai alat penunjang keberhasilan suatu proses yang dilakukan. Dengan kata lain, suatu proses kegiatan yang akan dilakukan tidak akan dapat mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan rencana jika sarana dan prasarana tidak tersedia. Pengertian sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat untuk mencapai makna dan tujuan (Kamus Besar Bahasa Indonesia,2008). Sebagai contoh: sarana pendidikan diartikan sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, misalkan buku, tas, pulpen, komputer, dll. Sedangkan pengertian prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008) Sebagai contoh: prasarana pendidikan berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan, misalnya lokasi, bangunan sekolah, lapangan olahraga, dll.

Contoh lain dari pengertian sarana dan prasarana yaitu mobil, bus, motor adalah sarana transportasi darat sedangkan jalan raya, rambu lalu lintas, jembatan, terminal adalah prasarana transportasi darat. Dengan kata lain,

39

(58)

48

pengertian umum sarana lebih ditujukan untuk alat atau benda-benda yang bergerak sedangkan prasarana lebih ditujukan untuk alat atau benda-benda yang tidak bergerak40.

Perkembangan sarana dan prasarana dari setiap Wali Nagari Yang pernah memjabat di Kenagarian Parit dapat dilihat di poin sebelum ini. Sedangakan perkembangan perkembangan sarana dan prasarana di Kenagarian Parit Secara umum yang sudah dirinci sampai 2012 adalah sebagai berikut:

1. Jalan

Jumlah ruas jalan di nagari Parit ada 24 ruas, 16 diantaranya Dalam keadaan rusak ( sebelum tahun 1957 hanya ada satu ruas jalan yaitu jalan yang dibangun pada masa wali nagari Burhanuddin pada masa pemerintahannya yang pertama tahun 1943 – 1957 ).

2. Jembatan

Jumlah jembatan di nagari Parit ada 12 buah. 3. Prasarana Olahraga

• Lapangan sepak bola : 2 buah • Lapangan Badminton : 4 buah • Lapangan Voley Ball : 24 buah • Lapangan Bola Basket : 0 buah • Lapangan Tenis : 0 buah 4. Prasarana Pendidikan

• TK : 30 buah

40

(59)

• SD : 48 buah • SLTP : 5 buah

•SLTA : 1 Buah

•MAS : 1 Buah

• MDA/TPA : 10 buah 5. Prasarana dan Sarana Lainnya

Sarana dan Prasarana yang terdapat di Nagari Parit adalah sebagai berikut : • Mesjid : 45 unit

• Mushalla/surau : 20 unit

• Posyandu : 0 unit

• Puskesmas pembantu : 1 unit

• Polindes : 14 unit.41

Sedangkan data Sarana dan Prasarana Kenagarian Parit berdasarkan Profil Kenagarian Parit Tahun 2014 yaitu sebagai berikut :

No Status Jumlah (Orang)

1 Kantor Nagari 1

2 Gedung SLTA 1

3 4

Gedung SLTP Gedung SD

5 48

41

(60)

50

5 Gedung MAS 1

6 Gedung TK 30

7 Mesjid 45

8 Musholla 20

9 Pasar Nagari 7

10 Polindes 14

11 PKK

-12 Pos Kamling

-13 Jembatan 13

14 Gedung TPQ 8842

Sedangkan perkembangan sarana dan prasarana dari tahun 1957 – 2016 dapat dilihat sebagai berikut:

1. Burhanuddin (1957 – 1965)

Pada masa pemerintahannya ini perekonomian di Kenagarian Parit cukup merosot dan pembangunan pun tersendat karena meletusnya PKI pada masa itu. Pada masa ini bangunan yang bisa terlihat sampai sekarang adalah

pembangunan MTs Jami‟atul Koiriah . 43

42

Profil Kenagarian Parit Tahun 2014

43

(61)

2. Saidina Umar (1965– 1967)

Perekonomian pada masa ini cukup bagus karena pada masa ini Kenagarian Parit sudah aman dari PKI. Hal itu terlihat sudah tidak terlalu sulitnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari, Sedangkan mengenai perkembangan sarana dan prasarana tidak ada terlihat pada masa pemerintahan Saidina Umar ini.44

3. M. Isya (1967 – 1975)

Pada masa ini perekonomian di kenagarian Parit lebih bagus dari masa pemerintahan Saidina Umar karena pada masa pemerintahan M. Isya ada yang namanya BANDES ( Bantuan Desa ) setiap desa memdapatkan BANDES. Selain itu pada masa pemerintahan M. Isya dibangunlah Kantor Wali Nagari Parit dan SD Impres di Jorong Parit ( kantor Wali Nagari sekarang ) sehingga sarana dan prasara dibidang pendidikan pada masa itu bertambah45.

4. M. Bahri (1975 – 1982)

Perkembangan sarana dan prasarana di Kenagarian Parit pada masa ini sudah berangsur membaik. Hal itu didukung dengan adanya perbaikan jalan dihampir seluruh Kenagarian Parit. Setelah tahun 1982, sistem pemerintahan berdasarkan undang – undang kembali kepada sistem pemerintahan desa. Kemudian pada tahun 2001 pemerintahan berubah lagi ke sistem nagari. Pada masa pemerintahan desa inilah yang banyak mengalami perkembangan

44

Supono (Masyarakat),wawancara tanggal,04 – 05 – 2017di Kenagarian Parit

45

(62)

52

sarana dan prasarana di kenagarian Parit. Hal itu dapat dibuktikan dengan dibangunnya:

a. Pertamina ( tahun 1990 )

b. MTsN Air Balam ( tahun 1992 ) c. SMPN 1 Koto Balingka

5. SM Makmur, SH (2001 – 2006)46

Pada masa pemerintahan Wali Nagari ini dibangun lah dua buah lapangan sepak bola.

6. Pjs. Sudirman, SE (2006 – 2007) 7. Pjs. Syafri (2007 – 2008)

8. Makmur, SH (2008 – 2011)

9. Iswandi. N. Sahlan, M.Si (2011 – 2012) 10. Pjs. Hendri Fausal (2012 – 2013)47 11. Hendra Joni, A.Md (2013 – sekarang).

Pada masa pemerintahannya sudah banyak pembangunan seperti adanya perbaikan jalan ke daerah Sikabau dengan cara menambah pasir dan kerekel, sudah banyak dipasang tonggak – tonggak listrik di sepanjang jalan Sikabau. Kemudian, ditahun 2016 ini sudah dibangun kembali sebuah sekolah baru di Kengarian Parit yaitu SMKN 1 Koto Balingka48.

46

Tidak adanya adanya penjelasan mengenai pemerintahan Makmur, SH sampai Hendra Jhoni, Amd karena Menurut H. Yurnalis : Sejak sistim pemerintahan kembali ke sistim

pemerintahan desa dan kembali lagi ke sistim nagari sampai sekarang perekonomian masyarakat Nagari Parit sudah cukup bagus akibat dari kemajuan perkembangan zaman saja ( bukan akibat pengaruh besar dari pemerintahan wali nagari.

47

Pada masa pemerintahan Pjs. Sudirman, SE sampai masa Pjs. Hendri Fausal,

perkembangan sarana dan prasarana tidak terlihat begitu terlihat di Kenagarian Parit. disebabkan oleh masa pemerintahan Wali Nagari yang sebentar .

48

(63)

Jadi dapat diketahui perkembangan sarana dan prasarana di Kenagarian Parit banyak terdapat setelah tahun 1957. Hal itu dapat dilihat disalah satu contoh sarana dan prasarana khususnya dibidang pendidikan yang sebelum tahun 1957 hanya ada 3 buah SD yang dibangun sekarang setelah tahun 1957 sampai sekarang sudah ada 48 buah SD yang dibangun di Kenagarian Parit. Begitu pula dengan pembangunan jembatan yang sebelumnya hanya ada satu buah jalan tahun 1957 sekarang setelah tahun 1957 sudah dibangun 24 ruas jalan.

Dari tabel diatas telihat masih banyak sarana dan prasarana di Kenagarian Parit yang belum lengkap. Berikut akan dipaparkan semua sarana dan prasarana di kenagarian Parit yang belum lengkap tersebut:

- Belum adanya kantor KAN, tempat pemuka adat berkumpul - Belum adanya tribun mini sepak bola

- Banyaknya jalan dan jembatan yang belum dibangun - Banyaknya sarana ibadah yang belum dibangun - Los pasar banyak yang belum layak

- Kurangnya sarana umum

- Perlu pengembangan pemukiman.

Adapun rencana pembangunan jangka menengah kenagarian Parit adalah sebagai berikut:

(64)

54

mendapatkan bentuknya bersamaan dengan terlaksananya rangkaian kegiatan dan musyawarah yang dilakukan untuk penyusunan RPJM-Nagari periode 2011-2015. Dengan rangkaian kegiatan ini, visi Nagari Parik semakin mendekatkan masyarakat pada potensi, permasalahan maupun hambatan yang ada pada masyarakat, baik saat ini maupun masa yang akan datang. Bersamaan dengan ditetapkannya RPJM-Nagari Parik, dirumuskan dan ditetapkan juga visi Nagari Parik di dalam sebuah kalimat akronim:“Nagari Parit Intan Berseri”.

Visi tersebut mengandung pengertian bahwa cita-cita yang dituju di masa mendatang oleh segenap warga masyarakat Nagari Parik. Adapun maksud dan pengertian dari akronim tersebut adalah: Nagari Parit membangun Insan Intelektual, Inovatif, danEntrepreneur berbasis pada usaha-usaha perkebunan, pertanian, peternakan dan perikanan sehingga menjadi Nagari yang bersih, sehat dan asri.

Misi merupakan turunan dari visi yang telah diuraikan di atas. Misi sifatnya lebih operasional untuk mengantipasi perubahan lingkungan berupa hambatan dan tantangan, baik dari dalam maupun dari luar. Untuk itu disusunlah misi Nagari Parik sebagai berikut:

- Membangun dan mendorong majunya bidang pendidikan, baik formal maupun informal yang mudah diakses dan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Figur

Tabel INama Jorong dan Kepala Jorong Nagari Parik
Tabel INama Jorong dan Kepala Jorong Nagari Parik. View in document p.23
Tabel II
Tabel II. View in document p.26
Pengurus Kerapatan Adat (KAN) Nagari ParitTabel III14
Pengurus Kerapatan Adat KAN Nagari ParitTabel III14. View in document p.29
Tabel IV
Tabel IV. View in document p.30
Tabel V
Tabel V. View in document p.31
Tabel VIJumlah
Tabel VIJumlah. View in document p.33
NoTabel VIIMata PencarianJumlahPresentase
NoTabel VIIMata PencarianJumlahPresentase. View in document p.33
Tabel diatas menunjukkan bahwa sector perikanan / nelayan belum
Tabel diatas menunjukkan bahwa sector perikanan nelayan belum. View in document p.37
Tabel. 1Nama-nama Wali Nagari
Tabel 1Nama nama Wali Nagari. View in document p.51

Referensi

Memperbarui...