Akuntabilitas Anggaran Riset Berbasis
Output
Akuntabilitas Anggaran Riset Berbasis
Output
Ocky Karna Radjasa
Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat
Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan
Pengembangan
Kemenristek Dikti
Surabaya, 14 Juli 2017
Ocky Karna Radjasa
Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat
Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan
Pengembangan
Kemenristek Dikti
PERBANDINGAN BELANJA R&D TAHUNAN
INDIKATOR PROGRAM
TARGET
2015
2016
2017
2018
2019
KPI
1
Jumlah kekayaan
Intelektual terdaftar
1.580
1.735
1.910 2.100 2.305
KPI
2
Jumlah Publikasi
Internasional
5.008
6.229
7.769 9.689 12.08
9
KPI
3
Jumlah Prototipe
Laboratorium (TRL hingga
6)
530
632
783
930 1.081
KPI
4
Jumlah Prototipe Industri
(TRL 7)
5
15
20
20
20
PROGRAM
Penguatan riset dan pengembangan
OUTCOME
Peningkatan relevansi dan produktifitas riset
dan pengembangan
KEKAYAAN INTELEKTUAL, PUBLIKASI, PROTOTIPE
LATAR BELAKANG
RENCANA INDUK RISET NASIONAL
2017 - 2045
innovation driven economy
innovation driven economy
UU 18/2002 SisNas P3-Iptek
MARWAH IPTEK (RISET)
UU 18/2002 SisNas P3-Iptek
MARWAH IPTEK (RISET)
Sejumlah
kebijakan Iptek
telah diterbitkan
tapi belum optimal
Sampai se-karang
masih dirasakan
berbagai
kelemahan dalam
SD Iptek
Masih terjadinya diskonektifitas
supply-demand Iptek
LPNK &
LITBANG K/L
PERGU-RUAN
TINGGI
Komuni-tas Iptek
INDUSTRI
Rencana Induk Nasional 2017 -2045
Rencana Induk Riset Nasional 2017 -2045
RENCANA INDUK
RISET NASIONAL !!!
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN
RENCANA INDUK RISET NASIONAL 2017-2045
VISI
“Indonesia Berdaya
Saing dan
Berdaulat Berbasis
Iptek”
"Indonesia Berdaya Saing"
Riset menjadi motor utama untuk menghasilkan invensi dan inovasi yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan daya saing bangsa.
“Berdaulat berbasis iptek”
RIRN menjadi titik awal membentuk Indonesia yang mandiri secara sosial ekonomi melalui penguasaan dan keunggulan komparatif iptek yang tinggi secara global.
MISI
1. Menciptakan masyarakat Indonesia yang inovatif
berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi
2. Menciptakan keunggulan kompetitif bangsa secara
global berbasis riset
TUJUAN:
1. Meningkatkan literasi ilmu pengetahuan dan
teknologi;
2. Meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan
sinergi riset Indonesia; dan
3. Memajukan perekonomian nasional berbasis
ilmu pengetahuan dan teknologi.
SASARAN:
1. Meningkatnya kapasitas Riset Nasional yang
mencakup kuantitas dan kualitas Sumber Daya
Iptek;
2. Meningkatnya relevansi dan produktivitas Riset
serta peran pemangku kepentingan dalam
kegiatan Riset; &
3. Meningkatnya kontribusi Riset terhadap
pertumbuhan ekonomi nasional.
BERKONTRIBUSI DALAM
PERTUMBUHAN EKONOMI
NASIONAL & PENINGKATAN
KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT
Rencana Induk Nasional 2017 -2045
Rencana Induk Riset Nasional 2017 -2045
SASARAN:
1. Meningkatnya kapasitas Riset Nasional yang
mencakup kuantitas dan kualitas Sumber Daya
Iptek;
2. Meningkatnya relevansi dan produktivitas Riset
serta peran pemangku kepentingan dalam
kegiatan Riset; &
Sasaran
2015
2020
2025
2030
2035
2040
2045
Input
SDM
Jumlah Sumber Daya Manusia Iptek
setiap sejuta penduduk 1.071 1.600 3.200 4.800 6.400 8.000 8.600 Rasio Kandidat Sumber Daya Manusia
Iptek(%) 5,6 20 40 60 80 90 100
Input
Anggar
an
Rasio Alokasi Anggaran Pemerintah untuk Penelitian dan
Pengembangan/PDB (%) 0,15 0,21 0,42 0,63 0,84 1,05 1,26 Rasio Belanja Penelitian dan
Pengembangan Bruto/PDB (%) 0,20 0,84 1,68 2,52 3,36 4,20 5,04
Output
Produktivitas Sumber Daya Manusia Iptek (publikasi terindeks global/100Sumber Daya Manusia Iptek) 2 4 8 10 14 18 22
Outcom
e
Produktivitas Multifaktor (%) 16,7 20 30 40 50 60 70FOKUS PERPRES RIRN:
PENETAPAN INDIKATOR CAPAIAN SASARAN RISET
Catatan : 1) MFP: multi factor productivity (%) MFP = TFP (Y-K-L) / PDB Ket: Y, Yield; K, Kapital; L, Labor 2) Produktifitas Peneliti: jumlah total publikasi terindeks global / 100 peneliti
3) SDM Peneliti: rasio jumlah peneliti / sejuta populasi (orang)
4) SDM Kandidat Peneliti: rasio jumlah mahasiswa (S2 + S3) / S1 (%) 5) GERD / PDB dan GBAORD / PDB (%)
Korsel 2014
Rencana Induk Nasional 2017 -2045
FOKUS PERMENRISTEKDIKTI PRN:
PENETAPAN FOKUS RISET
1. Pangan - Pertanian
2. Energi - Energi Baru dan Terbarukan
3. Kesehatan - Obat
4. Transportasi
5. Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK)
6. Pertahanan dan Keamanan
7. Material Maju
8. Kemaritiman
9. Kebencanaan
10.Sosial Humaniora – Seni Budaya –
Pendidikan
1. PANGAN
2. ENERGI
3. KESEHATAN
4. TRANSPORTASI
5. PRODUK REKAYASA
KETEKNIKAN
6. HANKAM
7. KEMARITIMAN
8. SOSIAL HUMANIORA
BIDANG RISET RIRN
FOKUS RISET PRN 2017 -- 2019
Ditetapkan
tiap 5
tahun
BERBASIS PROSES/
PERTANGGUNG
JAWABAN ADM
Mengacu pada SBM
SWAKELOLA Tipe 1
Terdiri dari berbagai
komponen (Honor, SPJ,
Bahan dll)
Pertanggung jawaban
Tim Peneliti pada Bukti
Pengeluaran (Kuitansi)
BERBASIS
OUTPUT
Mengacu pada SBK
SWAKELOLA Tipe 2
Merupakan Paket
Penelitian sesuai SBK
dan di nilai kelayakannya
oleh Komite Penilaian/
reviewer
Pertanggung Jawaban Tim
Peneliti pada Kualitas
hasil Peneliti (dievaluasi
oleh Tim Penjamin Mutu)
TABEL BIAYA DASAR
PENELITIAN
Merupakan biaya penelitian
maksimal berdasarkan jenis
dan bidang fokus penelitian
•
Pendanaan disesuaikan dengan ketersediaan
BIAYA TAMBAHAN
Merupakan
biaya
tambahan
TATACARA PELAKSANAAN PENILAIAN PENELITIAN OLEH
KOMITE PENILAI
(PERMENRISTEKDIKTI 69/2016)
• Penyelenggara dan Pelaksana Penelitian menandatangani kontrak kerja penelitian berbasis keluaran/output yang berupa kontrak penelitian.
• Dalam pelaksanaan anggaran, besaran penggunaan satuan biaya untuk Sub Keluaran (Sub Output) Penelitian didasarkan pada hasil penilaian komite penilaian dan/atau reviewer (Proposal dan Output),
• Pedoman pembentukan komite penilaian dan/atau reviewer, dan tata cara pelaksanaan penilaian penelitian mengacu pada peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh
Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang riset dan teknologi Permenristekdikti 69/2016.
PENYELENGGARA
PENELITI KOMITE PENILAI
DAN/REVIEWER PROPOSAL KOMITE PENILAI DAN/ REVIEWER KELUARAN PENELITIAN
Pengajuan Proposal Berbasis SBK Output
Proposal Pedoman Teknis
Pengajuan Biaya Penelitian
Penilaian Kelayakan Proposal
Penilaian Kelayakan Output
PROSES PENJAMINAN MUTU
Sumber: Dtjen Penguatan Risbang, tahun 2016
CONTOH PERHITUNGAN:
Untuk Penelitian Dasar di Bidang Kesehatan obat
(Bea dasar Rp
317 Jt)
, dengan target Publikasi Internasional terindeks
(Anggaran
tambahan Rp 50 Jt)
di berikan
anggaran Penelitian Maksimal
sebesar:
PENERAPAN PMK 106/2016 - STANDAR BIAYA
KELUARAN
CONTOH PERHITUNGAN:
Untuk
Penelitian Dasar di Bidang
TIK
(Bea dasar Rp 93,9 Jt), dengan targetPublikasi Nasional terakreditasi
(Anggaran tambahan Rp 10 Jt) di berikan
anggaran Penelitian Maksimal sebesar:
TAHAPAN PENELITIAN
•
Catatan Harian
•
Laporan Kemajuan
•
Pengawasan Internal/Eksternal
1
•
Penilaian
Pra-Proposal
•
Penilaian
Proposal
•
Pembahasaan
PEDOMAN
BAB I PENDAHULUAN
1
BAB II TATA CARA PENGGUNAAN STANDAR BIAYA KELUARAN (OUTPUT)/SUB KELUARAN (SUB-OUTPUT)
PENELITIAN
2.1 Ketentuan Umum
2.2 Kelompok Kegiatan Penelitian
2.3 Jenis Luaran Hasil Penelitian
BAB III BESARAN TAMBAHAN BIAYA PENELITIAN DASAR, PENELITIAN
TERAPAN, DAN PENELITIAN PENGEMBANGAN
3.1 Ketentuan Umum
3.2 Jenis-jenis Tambahan Biaya SBK Penelitian
3.3 Mekanisme Perolehan Tambahan Biaya SBK
Penelitian
BAB IV KOMITE PENILAI
4.1 Pembentukan Komite Penilai
4.2 Susunan Keanggotaan
4.3 Tugas dan Fungsi
4.4 Pembiayaan
BAB V TAHAPAN KEGIATAN DAN PENILAIAN PROPOSAL/HASIL PENELITIAN
5.1 Tahapan Kegiatan Penelitian
5.2 Penilaian Proposal dan Hasil Penelitian
BAB VI PENUTUP LAMPIRAN
A Besaran Nilai SBKU
B Kualifikasi Standar Kualitas
C Matriks Penggunaan SBK Sub Output Penelitian
PERMENRISTEKDIKTI 69/2016
PASAL 1 Definisi SBK dan Penyelenggara
PASAL 2 Penetapan besaran biaya oleh
Komite Penilai dan/atau Reviewer
PASAL 3 Jenis dan Penetapan Komite
Penilai/ reviewer dan anggotanya
PASAL 4 Persyaratan Komite Penilai
PASAL 5 Persyaratan Reviewer
PASAL 6 Tugas Komite Penilai/ Reviewer
PASAL 7 Tahapan Penilaian Proposal
PASAL 8 Ketentuan Detail diatur dalam
PENYELENGGARA PENELITIAN
Penyelenggara
Penelitian
adalah
Pengguna
Anggaran/Kuasa
Pengguna
Anggaran
pada
kementerian/lembaga/SKPD/perguruan tinggi.
a. melakukan
perencanaan,
pelaksanaan
dan
monitoring/evaluasi program pembiayaan penelitian;
b. menyusun arah kebijakan memperhatikan kesesuaian
dengan rencana induk riset nasional dan/atau
dokumen-dokumen
terkait
kebijakan
strategis
pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi;
c. mengembangkan organisasi dan sistem manajemen
yang efektif, dan efisien serta akuntabel untuk
pelaksanaan kegiatan;
d. monitoring dan evaluasi dilakukan dalam rangka
menjaga kualitas hasil dan dilengkapi dengan format
model evaluasi tertentu yang baik;
e. menyusun format penilaian; dan
KOMITE PENILAIAN /
REVIEWER
•
Komite Penilaian/
Reviewer
--> Komite Penilaian/
Reviewer
Proposal
dan Komite Penilaian/
Reviewer
Keluaran Penelitian (Pasal 1)
•
Komite Penilaian/
Reviewer
dibentuk oleh Penyelenggara Penelitian
TUGAS KOMITE PENILAIAN /
REVIEWER
KOMITE PENILAI DAN/REVIEWER PROPOSAL
bertugas pada satu tahun sebelum biaya penelitian
diberikan untuk menilai usulan penelitian yang
kompetitif dan penugasan/non kompetitif
•
menilai subtansi proposal dengan
mengacu pada arah pengembangan
penelitian nasional;
•
menilai kesesuaian antara besaran biaya
dengan keluaran/output yang akan dicapai
termasuk biaya tambahan
keluaran/output;
•
menelaah tingkat kesiapterapan teknologi
berdasarkan data pada aplikasi tingkat
kesiapan teknologi (TKT) online; dan
•
memberikan rekomendasi kelayakan
proposal kepada Penyelenggara
Penelitian.
KOMITE PENILAI DAN/ REVIEWER KELUARAN
PENELITIAN
menilai hasil/proses akhir penelitian
•melaksanakan penjaminan mutu pada setiap tahapan pelaksanaan kegiatan penelitian;
•mengevaluasi kesesuaian target dan keluaran penelitian yang dilakukan;
•menilai kelayakan keluaran pelaksanaan penelitian yang
tergambar dari kesesuaian proposal yang diajukan dengan keluaran pelaksanaan penelitian yang dilakukan;
•menilai substansi pelaksanaan penelitian yang sedang berjalan dan/atau sudah selesai;
•menilai kelayakan biaya yang telah diberikan dengan keluaran pelaksanaan penelitian yang dicapai; dan
•memberikan rekomendasi kelayakan keluaran pelaksanaan penelitian kepada Penyelenggara Penelitian.