• Tidak ada hasil yang ditemukan

STYLE OF THINKING. RASIONALISME. POSTULATIONAL. SCIENTIFIC METHOD METHOD OF AUTHORITY. LITERARY (CASE STUDY) UNTESTED OPINION

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STYLE OF THINKING. RASIONALISME. POSTULATIONAL. SCIENTIFIC METHOD METHOD OF AUTHORITY. LITERARY (CASE STUDY) UNTESTED OPINION"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

STYLE OF THINKING. RASIONALISME. POSTULATIONAL.

SCIENTIFIC METHOD METHOD OF AUTHORITY. LITERARY

(CASE STUDY) UNTESTED OPINION

(2)

BAGIAN I: Style of Thinking

Sumber Pengetahuan

Case Studies

Myth and Superstition

Science

Personal Experience

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Beberapa Contoh Gaya Berpikir atau Methods of Knowing

Rasionalisme • Postulational • Self-Evident Truth

• Scientific Method

• Method of Authority • Literary (Case Study) • Untested Opinion

Eksistensialisme Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Beberapa Contoh Gaya Berpikir atau Methods of Knowing (lanjutan)

Empirisisme

Common Sense

Self-Evident Truth

Idealisme

Postulate

Authority and Tradition

Rasionalisme – Eksistensialisme dan Empirisisme Idealisme

“Style of Thinking”

1. Empirisisme: Observasi dan proposisi berdasar pada pengalaman dengan menggunakan metoda inductive logic, termasuk matematik dan statistik. Empirisis berusaha mendiskripsi, menjelaskan, dan memprediksi informasi faktual yang diperoleh melalui observasi 2. Rasionalisme: Sumber utama pengetahuan adalah penalaran (reasoning dan judgment). Pengetahuan dideduksi dari kebenaran dan hukum alam. Karena hukum alam mengatur semesta secara logik.

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

(3)

Science

1. Untested Opinion, Intuition/A Priori Method:

Angka 13 adalah angka sial Laut Selatan dikuasai Ratu Selatan 2. Self-Evident Truth atau Method of Tenacity:

Semua mahluk hidup akan mati Semua benda di Bumi akan jatuh ke bawah 3. Method of Authority:

Rahasia Perusahaan Sukses di Amerika (Peters and Waterman, 1982) Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

4. Literary Style:

Studi kasus pada sebuah perusahaan Teori Motivasi Abraham Maslow 5. Postulational Style:

Simulasi difusi inovasi Maksimisasi profit; MR = MC

Metoda Ilmiah Prosedur yang ketat untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas

Norma Komunitas Ilmiah Seperangkat norma dan nilai profesional yang diinternalisasi oleh peneliti.

6. Scientific Method Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

1

Science 1. Pengetahuan (body of knowledge) yang terklasifikasi dan tersistematisasi 2. Terorganisasi berdasar satu atau lebih teori sentral dan sejumlah prinsip umum 3. Biasanya diekspresi secara kuantitatif 4. Pengetahuan yang memungkinkan untuk memprediksi dan, dalam beberapa situasi, untuk mengendalikan kejadian di masa datang

Metoda Ilmiah 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Penilaian terhadap pengetahuan yang relevan Pembentukan konsep dan spesifikasi hipotesis Pengumpulan data Pengorganisasian dan analisis data dengan cara yang relevan Evaluasi dan pembelajaran dari temuan/hasil riset Penyebaran informasi riset Memberikan penjelasan Membuat prediksi Melakukan aktifitas pengendalian yang diperlukan

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Norma Komunitas Ilmiah

Norma Komunitas Ilmiah (lanjutan)

1. Universalism: Penelitian dinilai semata-mata atas dasar sumbangannya terhadap ilmu

pengetahuan; tanpa melihat pihak yang melakukan penelitian dan tempat penelitian dilakukan 2. Organized Skepticism: Ilmuwan harus selalu bersikap kritis dan berhati-hati dalam menerima ide

(4)

baru 3. Disinterestedness: Ilmuwan harus netral dan terbuka terhadap hal-hal baru.

4. Communalism: Pengetahuan ilmiah harus disebarluaskan dan dimiliki bersama. Temuan ilmiah merupakan milik publik yang dapat digunakan oleh semua orang. Proses riset harus dipaparkan secara rinci 5. Honesty: Merupakan norma budaya yang utama bagi seorang peneliti dan ilmuwan. Ketidak jujuran merupakan tabu besar.

METODOLOGI Metodologi : • Ilmu tentang metode • Metode semua ilmu berprinsip pada logika • Logika pada dasarnya berlaku umum/universal • Metodologi semua ilmu (termasuk hukum) pada dasarnya sama, yang berbeda adalah methods (cara penelitiannya) • Metodologi membicarakan : proses, langkah, tahap, dan prinsip-prinsip dasar Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Research Paradigm Radical Change

Radical Structuralist Interpretivist Functionalist Objective Subjective Radical Humanist

Regulation Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

2

BAGIAN III: Scientific Research

Paradigma Kualitatif dan Kuantitatif Paradigma Kualitatif

Scientific Research Paradigma Kualitatif

Paradigma Kuantitatif

Riset Kualitatif

Riset Kuantitatif Mixed Methods Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian

-Metoda kualitatif

Metoda kuantitatif

(5)

Mencari fakta atau penyebab fenomena sosial secara obyektif

Pendekatan fenomenologi

Pendekatan logical-positivism

Uncontrolled, naturalistic observational measurement Subyektif, insider perspective, tidak menjaga jarak dengan data Grounded, discovery oriented, exploratory, expansionist, descriptive, inductive

Obtrusive, controlled measurement

Orientasi proses

Orientasi hasil

Obyektif, outsider perspective, menjaga jarak dengan data Ungrounded, verification oriented, confirmatory, reductionist, inferential, hypothetico-deductive

Validitas sangat penting, nyata, kaya, dan Reliabilitas sangat penting, hard data, data mendalam mudah direplikasi Holistik, sintesa

Kriteria bagi Terwujudnya Scientific Knowledge

Partikularistik, analisis

Instrumen dikembangkan secara ad hoc, spesifik pada setting dan peneliti Data dalam bentuk kata-kata atau kesan yang bersumber dari dokumen, observasi, dan transkrip Teori dapat bersifat kausal atau nonkausal dan induktif Prosedur riset sangat khas dan replikasi sangat jarang dilakukan Analisis dilakukan untuk mengekstraksi tema dari temuan-temuan riset

Data dalam bentuk angka dari pengukuran dengan presisi tinggi Teori pada umumnya bersifat kausal dan deduktif Prosedur riset terstandar dan replikasi perlu dilakukan Analisis menggunakan statistik, tabel, atau diagram dan dikaitkan dengan hipotesis

Differences among Three Approaches to Research

Positivism

Interpretive Critical Social Social Science Science

To discover natural laws so people can predict and control events

To understand and describe meaningful social action

To smash myths and empower people to change society radically

Transferability: dapat diterapkan pada Validitas Eksternal konteks lain yang memiliki kesamaan

2. Nature of social reality

(6)

Fluid definitions of a situation created by human interaction

Conflict filled and governed by hidden underlying structure

Dependability: stabilitas interpretasi

Reliabilitas

3. Nature of human beings

Self-interested and rational individuals who are shaped by external forces

Social beings who create mening and who constantly make sense of their worlds

Creative, adaptive people with unrealized potential, trapped by illusion and exploitation

Confirmability: konstruksi interpretasi peneliti dapat ditelusuri kembali melalui catatan prosedur penelitian

Obyektifitas

4. Role of common sense

Clearly distinct from and less valid than science

Powerful everyday theories used by ordinary people

False beliefs that hide power and objective conditions

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Riset Kuantitatif Menguji hipotesis yang mengawali proses penelitian Konsep berupa variabel-variabel yang unik Instrumen dikembangkan secara sistematik dan terstandar sebelum

pengumpulan data

Differences among Three Approaches to Research

Riset Kuantitatif Validitas Internal

Riset Kualitatif Mengungkap makna ketika peneliti menyatu dengan data Konsep berupa tema, gambaran, dan taksonomi (klasifikasi/kategorisasi)

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

1. Reason for research

Credibility: konstruksi realitas yang memenuhi syarat dan dapat dipercaya

Riset Kualitatif dan Kuantitatif

(7)

B'Kapti

Riset Kualitatif

Paradigma Kuantitatif

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Positivism

Interpretive Critical Social Social Science Science

5. Theory looks like

A logical deductive system of interconnected definitions, axioms, and laws

A description of how a group’s meaning system is generated and sustained

A critique that reveals true conditions and helps people see the way to a better world

6. An explanation that is true

Is logically connected to laws and based on facts

Resonates and feels right to those who are being studied

Supplies people with tools needed to change the world

7. Good evidence

Is based on precise Is embedded in the observations that others context of fluid social can repeat interactions

Is informed by a theory that unveils illusions

8. Place for values

Science is value free, and values have no place except when choosing a topic

All science must begin with a value position; some posistions are right; some are wrong

Values are an integral part of social life; no group’s values are wrong; only different

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

3

Argumen dalam Penelitian

(8)

• Deduction Deduction:: penarikan kesimpulan yang

dianggap konklusif • Induction: pengambilan kesimpulan dari satu atau beberapa fakta

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Klasifikasi Desain Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Exploratory study: ditujukan untuk mengembangkan hipotesis atau mengidentifikasi masalah

Wawancara Kuesioner Observasi Motivational Techniques

Formal or confirmatory study: ditujukan untuk menguji hipotesis atau menjawab masalah/research questions

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Elemen Teori Konsep dan Konstruk Definisi: teoretikal dan operasional Variabel: – Laten dan Terobservasi – Independent, dependent, mediating (intervening), moderating, extraneous Proposisi dan Hipotesis Teori Model: pengukuran dan struktural Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Power to Produce Effects: Control and Manipulation/treatment

Field Study Field Experiment Lab Experiment Simulation Ex Post Facto Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

4

Dimensi Waktu Studi Cross-sectional studies: dilakukan sekali Longitudinal studies dilakukan lebih dari sekali (time series, panels, cohorts)

Cakupan Studi Statistical studies berupaya menjelaskan karakteristik populasi melalui sampel

Individu Organisasi

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Individu Dyads, triads Group Organisasi Industri Kultur

Case studies menekankan pada analisis kontekstual kejadian-kejadian atau kondisi

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

(9)

Unit Analisis

(tingkat agregasi data)

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Pengukuran

Tipe Data Order

Interval Origin Nominal none none none Ordinal yes unequal none Interval yes none Ratio yes

equal or unequal equal

Objects: – Things of ordinary experience – Some things not concrete

Properties: characteristics of objects

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

zero

(10)

5

VALIDITAS INSTRUMEN CONTENT AND FACE VALIDITY (JUDGMENTAL) CONCURRENT VALIDITY (CORRELATION, CROSS SECTIONAL) PREDICTIVE VALIDITY (CORRELATION, LONGITUDINAL) CONSTRUCT VALIDITY (JUDGMENTAL, CONVERGENT – DISCRIMINANT TECHNIQUES, FACTOR ANALYSIS, MTMM ANALYSIS)

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Nonprobability Sampling Convenience Sampling Purposive Sampling – Judgment Sampling – Quota Sampling

RELIABILITAS INSTRUMEN INTERNAL CONSISTENCY (SPLIT HALF TECHNIQUE, ITEM-TO-TOTAL CORRELATION, CRONBACH’S COEFFICIENT ALPHA) STABILITY (TEST-RETEST) EQUIVALENCE (INTERRATER RELIABILITY, DELAYED EQUIVALENT FORMS) CONSTRUCT RELIABILITY (CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS)

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Analisis Data Analisis Kuantitatif Analisis Kualitatif

Snowball Sampling

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Probability Sampling Designs Simple random sampling Systematic sampling Stratified sampling – Proportionate – Disproportionate

Cluster sampling Double sampling Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

Contoh judul penelitian bisnis • Accounting: 1. Evaluasi pengambilan keputusan pada sistem manufaktur 2. Regulasi yang berkaitan dengan jumlah transaksi • Buyer behaviour Penerimaan konsumen pada produk baru • Strategic management Menciptakan keuntungan kompetitif yang berkelanjutan Metode Ilmiah & Metodologi Penelitian B'Kapti

6

FILSAFAT METODE PENELITIAN

PERBANDINGAN TIGA FILSAFAT PRAPOSITIVISME

PRAPOSITIVISME

METODE PENELITIAN Filsafat, Hakekat & Metode Ilmiah

PERKEMBANGAN FILSAFAT PENELITIAN

(11)

POSTPOSITIVISME

PRAPOSITIVISME • METODE KUALITATIF, REALITAS BERSIFAT ALAMIAH

REALITAS BERKEMBANG SECARA ALAMIAH

POSITIVISME REALITAS TERAMATI, BERSIFAT TUNGGAL, DAPAT DIKLASIFIKASIKAN, DETERMINISME (SEBAB AKIBAT), BEBAS NILAI, RELATIF TETAP DAN TERUKUR

POSTPOSITIVISME REALITAS BERSIFAT HOLISTIK (UTUH), DINAMIS (TIDAK TETAP), KOMPLEKS, SALING MEMPENGARUHI, PENUH MAKNA DAN TERIKAT NILAI

METODE PENELITIAN METODE PENELITIAN METODE PENELITIAN DESKRIPTIF KUANTITATIF, KUALITATIF, KUALITATIF DEDUKTIF INDUKTIF PENELITI PASIF, MENGGAMBARKAN APA YANG DIAMATI

MELAKUKAN EKSPERIMEN, MENCARI PENGARUH

MEMAHAMI MAKNA REALITAS YANG KOMPLEKS, MENGKONSTRUKSI FENOMENA

POSITIVISME METODA KUANTITATIF HASIL RESEARCH DAN DEVELOPMENT

7

POSTPOSITIVISME

Metode Penelitian

METODE KUALITATIF, MENCARI MAKNA HAKEKAT PENELITIAN CARA ILMIAH UNTUK MENDAPATKAN DATA/INFORMASI SEBAGAIMANA ADANYA DAN BUKAN SEBAGAIMANA SEHARUSNYA, DENGAN TUJUAN DAN KEGUNAAN TERTENTU

Metode Penelitian Teknik (Engineering) ... mengembangkan cara –cara … Secara teknis, ekonomis, etis, dll,

Zaman dahulu : - coba-coba (trial & error ?) - pengalaman (sendiri > , orang lain <) - naluri  Perkembangan lambat Zaman Modern : - coba-coba (dioptimumkan) - pengalaman (sendiri < + orang lain >) - spekulasi - Metode Ilmiah (scientific approach)  Perkembangan cepat

KOMPONEN METODE PENELITIAN

RASIONAL

Dilakukan dg cara yg masuk akal shg Terjangkau penalaran manusia

1. CARA ILMIAH

2. DATA KOMPONEN METODE PENELITIAN 3. TUJUAN

(12)

KEGIATAN PENELITIAN DIDASARKAN CIRI-CIRI KEILMUAN

EMPIRIS

Dapat diamati indera manusia shg Org lain dpt mengamati dan Mengetahui cara yg digunakan

harus feasible (layak) 4. KEGUNAAN

Bagaimana ?

SISTEMATIS

Proses yg digunakan menggunakan langkah yg logis

8

KRITERIA DATA PENELITIAN

DATA KUALITATIF

KUALITATIF

VALID Menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti Misal : korban tsunami 900 ribu org dilaporkan berbeda

Data dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat atau gambar MACAM DATA

DISKRIT/ NOMINAL

RELIABEL KUANTITATIF

Menunjukkan derajat konsistensi data dalam interval waktu tertentu

ORDINAL

Misal : peserta penlok 50 org, sumber ditanya tetap 50 org sampai kapanpun

OBYEKTIF

KONTINUM/ HSL PENGUKURAN

Derajat persamaan persepsi berkenaan dengan kesepakatan antar banyak orang (interpersonal agreement) misal : data peneliti berbeda pd satu obyek, berarti data tdk obyektif

RATIO

DATA KUANTITATIF Data yang dinyatakan dalam angka atau data kualitatif yang diangkakan Data kuantitatif dibedakan menjadi dua: 1. Diskrit/nominal : data yang hanya dapat

digolongdigolonggolongkan secara terpisah, diskrit atau kategori. Data diperoleh dari hasil menghitung Misal : dalam I kelas setelah dihitung tdpt 50 mahasiswa terdiri atas 30 pria dan 20 wanita 2. Kontinum : data yang bervariasi menurut tingkatan dan diperoleh dari hasil pengukuran

(13)

INTERVAL

DATA KONTINUM ORDINAL

DATA KONTINUM RATIO

• Data kontinum ordinal adalah data yang berbentuk rangking atau peringkat misalnya : juara I, II, III Atau data yang dinyatakan dalam skala, dengan jarak satu data dengan data yang lain tidak sama I II III IV V VI 88 83 66 60 40 30

• Data kontinum ratio adalah data yang jaraknya sama dan mempunyai nilai nol mutlak misal berat 0 kg berarti tidak ada bobotnya Data ini juga dapat dirubah ke dalam interval dan ordinal atau dapat dijumlahkan / dikalikan

9

TUJUAN PENELITIAN

DATA KONTINUM INTERVAL • Data kontinum interval adalah data yang jaraknya sama tetapi tidak mempunyai nilai nol (0) absolut/mutlak. misal : skala thermometer, walaupun ada nilai 0ºC tetapi tetap ada nilainya Data interval dapat dibuat menjadi data ordinal (peringkat).

Data ordinal

-2

-1

0

(14)

2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF

• PENEMUAN Sebelumnya belum pernah diketahui

• MEMAHAMI MASALAH Peneliti memperjelas suatu masalah/informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu

(15)

• MEMECAHKAN MASALAH Peneliti meminimalkan/menghilangkan masalah

• PENGEMBANGAN Memperdalam dan memperluas pengetahuan yang sudah ada

PERBEDAAN AKSIOMA ANTARA METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF AKSIOMA DASAR

PERBEDAAN AKSIOMA DASAR

PERBEDAAN METODA KUANTITATIF & KUALITATIF

PERBEDAAN PROSES PENILAIAN

PERBEDAAN KARAKTERISTIK PENELITIAN

KEGUNAAN PENELITIAN

METODE KUANTITATIF

METODE KUALITATIF

Sifat realitas

Tunggal, konkrit, teramati

Ganda, holistik, dinamis, hsl konstruksi & pemahaman

Hubungan peneliti dengan yang diteliti

Independen

Interaktif tidak dapat dipisisahkan

Hubungan variabel

Sebab--akibat/kausal Sebab

Timbal balik/interaktif

Kemungkinan generalisasi

Cenderung membuat generalisasi

Transferability/hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktub

Peranan nilai

Cenderung bebas nilai

Terikat nilai

(16)

KARAKTERISTIK METODE KUANTITATIF DAN KUALITATIF Metode kuantitatif a. spesifik, jelas, rinci b. Mantap sejak awal c. Menjadi pegangan langkah d. demi langkah

DESAIN

Metode kualitatif a. Umum b. Fleksibel c. Berkembang dan muncul dalam prose penelitian

10

Metode kuantitatif a. Eksperimen, survey b. Kuisioner c. Observasi dan wawancara terstruktur

Metode kuantitatif a. Menunjukkan hubungan antar variabel b. Menguji teori c. Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif

Instrumen penelitian

TEKNIK PENELITIAN

TUJUAN

Metode kualitatif a. Participant observation b. In depth interview c. Dokumentasi d. Triangulasi

Metode kualitatif a. Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif b. Menggambarkan realitas yg kompleks c. Memperoleh pemahaman makna d. Menemukan teori

Metode kuantitatif a. Kuantitatif b. Hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrumen

Metode kualitatif a. Deskriptif b. Dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden,, dll

Metode kualitatif a. Peneliti sebagai instrumen b. catatan, rekaman, kamera, handycam, dll

Metode kuantitatif a. Besar b. Representatif c. Sedapat mungkin random d. Ditentukan sejak awal

Sampel/ Sumber Data

DATA

Metode kuantitatif a. Test, angket, wawancara b. Instrumen yang telah standar

Metode kuantitatif a. Setelah selesai pengumpulan data b. Deduktif c. Menggunakan statistik

Analisis

Metode kualitatif a. Kecil b. Tidak representatif c. Purposive d. Berkembang selama proses penelitian

Metode kualitatif a. Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian b. Induktif c. Mencari pola, model, tema, teori

(17)

11

Metode kuantitatif a. Luas dan rinci b. Literatur berhubungan dengan masalah dan variabel yang diteliti c. Prosedur yang spesifik dan rinci langkahlangkahnya d. Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas

Metode kuantitatif a. Berjarak, bahkan sering tanpa kontak b. Peneliti merasa lebih c. Jangka pendek HUBUNGAN DENGAN RESPONDEN

METODE KUANTITATIF Kapan penelitian dianggap selesai -Setelah semua data yang direncanakan dapat terkumpul

USULAN DESAIN Metode kualitatif a. Singkat b. Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama c. Prosedur bersifat umum d. Masalah bersifat sementara dan akan

ditemukan setelah studi pendahuluan e. Tidak dirumuskan hipotesis, karena justru akan menemukan hipotesis f. Fokus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan

Metode kualitatif a. Empati, akrab b. Kedudukan sama bahkan sebagai guru/konsultan c. Jangka lama

METODE KUALITATIF Kapan penelitian dianggap selesai - Setelah tidak ada yang dianggap

baru/jenuh Kepercayaan terhadap hasil penelitian - Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian

Kepercayaan terhadap hasil penelitian - Pengujian validitas dan realiabilitas instrumen

PROSES PENELITIAN • Metode kuantitatif – Bersifat linear

• Metode kualitatif – Bersifat sirkuler

(18)

Referensi

Dokumen terkait