CARA BELAJAR ANAK USIA DINI
(BELAJAR MELALUI BERMAIN)
Oleh :
HERLINA BAKARI
▸ Baca selengkapnya: cara bermain tepuk air
(2)▸ Baca selengkapnya: cara bermain tabak
(3)JIKA ANDA MAU
MEMBUAT SESUATU
ANDA AKAN CARI JALANNYA
TETAPI JIKA ANDA TIDAK MAU
MEMBUAT SESUATU
Peranan Pendidik
Menyiapkan media pembelajaran
yaitu berupa alat permainan yang
dapat digunakan sebagai sarana
untuk bermain yang mengandung
nilai pendidikan (edukatif) dan
dapat mengembangkan seluruh
kemampuan anak
Apakah yang dimaksud dengan
bermain…?
Biasanya bersifat spontan
Penuh imaginatif
Dilakukan dengan segenap
perasaan
Cara Anak Usia Dini Belajar
Anak belajar melalui seluruh indera yang dimiliki dengan cara bermain dan kegiatan lain yang
menyenangkan untuk mengeksplorasi dan bereksperimen tentang lingkungannya.
Anak belajar dengan baik bila dalam suasana yang menyenangkan. Saat menyenangkan syaraf otak
terbuka dan siap untuk menerima hal-hal yang baru. Anak “belajar” dengan cara melakukan “sesuatu”. Anak belajar dengan lebih optimal bila
menggunakan seluruh panca inderanya.
Hasil belajar anak lebih optimal bila anak diberi kesempatan untuk melakukan secara berulang-ulang dan teratur.
Mengapa Bermain ?
Saat bermain semua indera anak bekerja aktif.
Semua informasi yang ditangkap indera anak,
disampaikan ke otak sebagai rangsangan,
sehingga sel-sel otak aktif berkembang
membentuk perkawatan.
Otak yang rimbun karena banyak perkawatan
memiliki kemampuan yang baik
Bermain bagi anak
membantu mereka
memahami dan
mempraktekkan,
kemampuan
pengembangan
rasa, intelektual,
sosial, dan
keterampilan
sosial.
Tiga Tahapan Perkembangan Bermain
Sensory motor play (usia 3-4 bulan-1 ½
tahun
Symbolic play (+ 2-7 tahun)
Social play games with rules (+ 8-11 tahun)
(Lev Vigotsky, Piaget, Sara Smilansky, Piaget)Kegiatan anak sebelum usia 3-4 bulan belum dapat dikategorikan sebagai bermain.
Sejak usia 3-4 bulan, gerakan anak telah lebih terkoordinasi
Dari pengalamannya, anak belajar bahwa dengan menarik mainan yang tergantung di atas tempat tidurnya, mainan tersebut akan bergerak dan berbunyi
Kegiatan bermain sensori ini menekankan pada permainan yang berpusat pada gerak sensori motorik anak
Diwarnai dengan kegiatan bermain
khayal dan pura-pura.
Anak sudah mulai dan dapat
menggunakan berbagai benda sebagai
simbol atau representasi dari benda
lain.
Kegiatan bermain telah
menggunakan simbol yang lebih banyak dan dilatar belakangi
oleh penalaran, logika dan objektivitas.
Permainan yang paling baik ialah…
Permainan yang memberikan kontribusi pada anak dalam belajar konsep dan aktivitas yang nyata.
Permainan yang dapat mengajarkan pada anak kemampuan tertentu baik itu bersifat individual ataupun kelompok
Aktivitas yang diberikan adalah aktivitas yang dapat memberikan pemahaman pada anak tentang dunia nyata yang bermanfaat dalam kehidupannya sehari-hari.
Bermain mempunyai
peran langsung
terhadap
perkembangan kognitif
anak
(Vigotsky )Jenis Kegiatan Bermain
Bermain Aktif
Pada kegiatan bermain aktif, anak melakukan aktivitas gerakan yang melibatkan seluruh indera dan anggota tubuhnya.
Bermain Pasif
Kegiatan bermain pasif tidak melibatkan banyak gerakan tubuh anak, tetapi hanya melibatkan sebagian indera saja terutama pendengaran dan penglihatan.
Sering dilakukan anak
receptive play.
Permainan dimana anak menerima kesan-kesan yang membuat jiwanya sendiri menjadi aktif (bukan fisik yang aktif) melalui
Bermain Aktif
Tactile Play/Bermain dengan Tangan
- Kegiatan bermain yang meningkatkan keterampilan jari jemari
- Membantu anak memahami dunia sekitarnya melalui alat perabaan dan penglihatannya.
Functional Play
Permainan yang mengutamakan gerakan motorik kasar/ otot besar.
Constructive Play/ Pembangunan
Anak menggunakan peralatan bermain untuk menciptakan sesuatu. Contoh: balok unit, lego, puzzle, kertas dan sebagainya.
Bermain Aktif
Creative Play/ Bermain Kreatif
Permainan yang memungkinkan anak menciptakan berbagai kreasi dari imajinasinya sendiri.
Symbolic/Dramatic Play/Bermain Simbolik
Permainan dimana anak memegang suatu peran tertentu. Anak merepresentasikan dunia nyata dalam kegiatan bermain
Play Games
Permainan yang dilakukan menurut aturan tertentu dan bersifat kompetisi/persaingan.
Unoccupied Play/ Perilaku Tidak Perduli
Terjadi ketika anak tidak
terlibat dalam permainan
seperti anak-anak lain atau
melakukan
gerakan-gerakan
acak
yang
nampaknya tidak memiliki
suatu tujuan
.
Mildred Parten
Solitary play/
Perilaku Main
Sendiri
Terjadi ketika anak
bermain sendirian dan
mandiri dari orang
lain.
Onlooker Play/
Perilaku Penonton
Anak memperhatikan anak lain saat bermain. Mereka mungkin
berhubungan secara lisan, tetapi tidak ikut main.
Azizah’06 D!4n4 09
Parallel Play/
Perilaku Main BerdampinganAzizah’06
Assosiative
Play/Perilaku
Main Bersama
Anak bermain bersama dengan anak lain dalam satu kelompok.
Ia mungkin akan bertukar bahan dan bahasa, tetapi tidak ada tujuan yang
direncanakan untuk
Anak main dengan
anak lainnya
Mainnya memiliki
tujuan yang
direncanakan
Anak merencanakan
dan berperan
Azizah’06 D!4n4 09Tiga Jenis Main
• Main Sensorimotor/Fungsional
• Main Peran
• Main Pembangunan
Main Sensorimotor
• Anak melakukan sesuatu berulangkali,
menikmati sesuatu yang baru dikuasai dan
menegaskan kepada dirinya sendiri
kemampuan yang baru diperoleh.
• Menangkap rangsangan melalui
penginderaan dan menghasilkan gerakan
sebagai reaksinya
• Utamanya dilakukan anak usia lahir – 2 tahun, namun
tetap penting sepanjang masa kanak-kanak.
• Kebutuhan akan main sensorimotor dipenuhi bilamana
lingkungan bermain menyediakan kesempatan bagi anak
untuk berinteraksi dengan berbagai
tekstur, warna, bentuk,
ukuran
, dan jenis-jenis bahan main lainnya
Main Peran
main simbolik, role play, pura-pura,
make-believe, fantasi, imajinasi, atau main drama
Main Peran Mikro
Main peran mikro anak memainkan peran melalui tokoh yang diwakili oleh benda- benda berukuran kecil
Main Peran Makro
Main peran makro anak bermain menjadi tokoh menggunakan alat berukuran besar yang digunakan anak untuk menciptakan dan memainkan peran-peran
• Terdapat suatu kontinum dari bahan-bahan main pembangunan mulai sifat paling cair hingga ke paling terstruktur
• Bahan main pembangunan:
• Bahan main sifat cair/bahan alam Bila
penggunaan dan bentuk dari bahan-bahan main ditentukan oleh anak Contoh: krayon, cat air, pulpen, pensil.
• Bahan main pembangunan terstruktur
penggunaan ditentukan oleh bahan-bahan main tersebut Contoh: balok unit, lego, puzzle,
kertas dan sebagainya.
• Anak pertama kali mengenal bahan main pembangunan akan
memulainya dengan main sensorimotor.
• Mereka akan mengeksplorasi bahan-bahan main tersebut hingga
mengerti penggunaan dan bagaimana cara memainkannya.
• Anak awalnyamenggunakan cat dan melukis dengan mencoret-coretkan karyanya.
• Makin lama lukisan tersebut makin terlihat seperti apa yang
mereka gambarkan.
• Piaget menjelaskan bahwa bila hasil karya anak menjadi semakin
nyata maka secara kognisi anak bergerak mendekati pikiran operasional kongkrit (Piaget, 1962)
MANFAAT BERMAIN
a. Mendukung tumbuh kembang dan kesehatan anak
b. Mendukung perkembangan bahasa anak Komunikasi
Kosa kata baru
Persiapan membaca dan menulis
c. Mendukung perkembangan motorik kasar dan halus
d. Mendukung perkembangan sosial
Anak berlatih memanage lingkungan melalui kerjasama, tolong menolong, dan keberhasilan pemecahan masalah
d. Mendukung perkembangan aspek emosional Belajar mengontrol emosi
Ekspresi perasaan Sebagai katalisator
d. Mendukung bagi perkembangan kognitif anak
Memberikan kesempatan untuk mencoba hal baru Mengapaplikasikan kenyataan dalam representasi simbolis
Memberikan kesempatan untuk problem solving Mengembangkan kreativitas
e. Mendorong dan mengasah perkembangan alat penginderaan
f . Mengaktifkan dan mengembangkan otak anak
g. Mengembangkan kemandirian anak
h. Mengembangkan keterampilan olahraga dan seni.
i. Sebagai media terapi karena selama
bermain perilaku anak akan tampil
lebih bebas
j.
Sebagai media intervensi
Bermain dapat melatih konsentrasi
(pemusatan perhatian pada tugas
tertentu) seperti melatih konsep
dasar warna, bentuk, dan lain-lain.
8 KECERDASAN MENURUT PROF. HOWARD GARDNER • Kecerdasan Linguistic (cerdas bahasa)
• Kecerdasan Logic-Mathematics (cerdas logika dan angka)
• Kecerdasan Visual-spatial (cerdas gambar) • Kecerdasan Musical (cerdas musik)
• Kecerdasan Kinesthetic (cerdas gerak)
• Kecerdasan Interpersonal (cerdas bergaul) • Kecerdasan Intrapersonal (cerdas diri)
Pengelolaan Kegiatan Main
1. Pijakan Lingkungan Main
• Penataan lingkungan main harus dapat mengembangkan seluruh perkembangan anak
• Setiap sentra dapat membangun seluruh domain perkembangan anak
• Sentra dapat membangun tujuh kecerdasan dasar (multiple intelligent)
• Lingkungan main dapat di tata di dalam maupun di luar ruangan.
• Setiap sentra juga secara
terpadu membangun anak
dengan memberikan
kesempatan kepada anak
untuk melakukan tiga jenis
main
• Membuat lingkaran di tempat
yang telah disiapkan.
• Mengucapkan salam,
bernyanyi, tepuk tangan, untuk
menarik perhatian anak.
• Bacakan buku cerita dan
nyanyikan lagu-lagu sesuai
dengan tema dan minat anak.
• Mendiskusikan aturan main
untuk kelancaran dan
kenyamanan main
• Membuat aturan main
1. Pijakan Sebelum Main
• Mengamati anak, membuat
catatan perkembangan yang
ditampilkan anak, guru
memposisikan dirinya dapat
mengamati keseluruhan anak
tetapi ti dak mengganggu
dinamika gerak anak main.
• Mencatat kegiatan pertama
yang dilakukan anak merupakan
informasi bagi guru tentang
pemahaman anak melalui main
yang dipilihnya.
5 Langkah Pijakan Guru Saat Anak Bermain
1.
Looking (memperhatikan apa yang dilakukan
anak)
2.
Naming (menyebutkan apa yang terlihat)
3.
Questioning (menanyakan apa yang ingin
dilakukan anak)
4.
Commanding (memberi gagasan untuk dilakukan
anak)
5.
Acting (memberi kesempatan anak untuk berbuat,
jika anak belum dapat melakukannya dapat
memberikan modelling)
• Pengalaman langsung bagi anak untuk “bekerja tuntas” hingga semua alat kembali ke tempatnya semula.
• Pengalaman langsung belajar mengklasifikasikan alat main berdasarkan warna, bentuk, ukuran serta fungsi alat.
• Belajar tentang urutan dan menata lingkungan.
• Setiap tempat diberi nama dengan maksud untuk memudahkan bagi anak bersama-sama guru bekerja menyimpan alat main kembali ke tempat semula.
• Pemberian nama merupakan salah satu dukungan perkembangan keaksaraan anak.
• Guru juga bisa memberikan pijakan dengan pertanyaan
• Mengingat kembali kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dilakukan.
• Kegiatan “recalling” merupakan saat guru mengetahui sejauh mana tujuan sentra dicapai oleh anak
• Menambah dan menguatkan pengetahuan
yang dimiliki anak sesuai rencana belajar yang telah dibuat.
Manfaat Recalling
• Mengingat kembali pengalaman mainnya dan menceritakannya.
• Mengembangkan kemampuan anak dalam membuat deskripsi dari apa yang telah dilakukan (termasuk
menceriterakan hasil karyanya). • Mendengarkan pengalaman main
teman, sehingg dapat menambah dan memperluas gagasan anak. • Membangun konsep-konsep yang
• Elemen pembeda yg penting pendekatan sentra adalah pengajaran tidak langsung (nondirect teaching). • Guru tidak menyuruh, tidak melarang dan tidak boleh
marah pada anak.
• Apapun yang dilakukan oleh anak itu muncul dari anak sendiri
• Guru dapat membantu memberikan pijakan pada anak • Menekankan proses pembelajaran yang berpusat pada
anak
• Guru lebih berfungsi sebagai motivator dan fasilitator.
Variabel Mutu Penentu Mutu Bermain Anak
1. Densitas (ragam dan kedalaman kesempatan)
2. Intensitas (kesempatan sepanjang waktu)
3. Mendukung tiga jenis main
4. Mendukung perkembangan perilaku sosial anak
5. Memunculkan keaksaraan anak
6. Pijakan (scaffolding)
7. Ruang yang cukup (tidak penuh sesak, alat mudah dijangkau)
8. Tersedia alat-alat untuk mendukung kegiatan main
Ada 5 Skala Pendampingan
Guru Saat Anak Main
• Pengamatan (visually looking
on)
• Pernyataan tidak langsung
(non directive statement)
• Pertanyaan (question)
• Pernyataan langsung (directive
statement)
SAAT INI AKU
ANAK-ANAK, DAN TUGASKU
MEMANG BERMAIN
……..Tugas Kelompok
1. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok
2. Masing-masing kelompok menciptakan kegiatan bermain untuk
anak usia:
a. 3 – 4 thn b. 4 – 5 thn c. 5 – 6 thn
3. Memilih :
a. Bermain dengan aturan
b. Bermain dengan gerakan motorik kasar c. Bermain dengan membangun
d. Bermain kreatif
3. Ditambah dengan lagu yang terkait dengan
permainan tersebut
4. Tulis kemampuan yang dapat dikembangkan