• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rapat Kerja Dinas Kepala RA/TK/ PAUD PW LP Ma arif NU Jawa Tengah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rapat Kerja Dinas Kepala RA/TK/ PAUD PW LP Ma arif NU Jawa Tengah"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Rapat Kerja Dinas Kepala

RA/TK/ PAUD PW LP Ma’arif NU

Jawa Tengah

Rapat Kerja Dinas (RAKERDIN) Kepala RA/TK/ PAUD

PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah

(2)
(3)
(4)

Rakerdin Kepala RA/ TK/ PAUD PR LP MA’ARIF NU JAWA TENGAH

Sentul Water Park, 4 Mret 2017

Rapat Kerja Dinas Kepala

MI/SD/MTs/SMP/MA/SMA/SMK

Kelompok V (Kab. Cilacap,

Banyumas dan Purbalingga) PW

LP MA’ARIF NU JAWA TENGAH

Bertempat di Gedung Griya

Patra Cilacap tanggal 4 Maret

2017

(5)

Kegiatan Rapat Kerja Dinas K e p a l a M a d r a s a h MI/SD/MTs/SMP/MA/SMA/SMK Kelompok V (Kab. Cilacap, Banyumas, Purbalingga) PW LP MA’ARIF NU JAWA TENGAH

(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)

Rapat Kerja Dinas (RAKERDIN) Kepala MI/SD/MTs/SMP/MA/SMA/SMK

Kelompok V (Kab. Cilacap, Banyumas dan Purbalingga) PW LP MA’ARIF NU JAWA TENGAH

Gedung Griya Patra Cilacap, 4 Maret 2017

Alhamdulillah berjalan lancar,

KHUTBAH GERHANA MATAHARI

Khotbah I َﻖــَﻠَ ﺧ يِﺬــَّﻟَا ،َﻦْﻴِﻤَﻟﺎــَﻌْﻟا ِّبَر ِﻪــﻠِﻟ ُﺪــْﻤَﺤْﻟَا َّﻞُﻛ َﻞَﻌَﺟ يِﺬَّﻟاَو ِضْرَ ﻷْا ﻲِﻓ ًﺔَﻔْﻴِﻠَ ﺧ َنﺎَﺴْﻧِ ﻹْا ِبْﻮُﻠُ ﻗ ﻰِﻓ َﻞَﻌَﺟَو َﻦْﻴِﻘَّﺘُﻤْﻠِّﻟ اًرﺎَﺒِﺘْﻋِإ ٍﺊْﻴَ ﺷ َﻪﻟِا َ ﻻ ْنَأ ُﺪَﻬْ ﺷَأ .اًرْوُﺮُﺳَّو ًﺔَ ﺠْﻬَﺑ َﻦْﻴِﻤِﻠْﺴُﻤْﻟا ُﻪَﻟَو ُﻚْﻠُﻤْﻟا ُﻪَﻟ ،ُﻪَﻟ َﻚْﻳِﺮَـﺷَ ﻻ ُهَﺪْـﺣَو ُﻪﻠﻟا َّ ﻻِا ٍﺊــْﻴَ ﺷ ِّﻞــُﻛ ﻰَﻠَﻋَﻮــُﻫَو ُﺖــْﻴِﻤُﻳَو ﻰــِﻴْﺤُﻳ ُﺪــْﻤَﺤْﻟا

(15)

ُﻪُﻟْﻮـُﺳَرَو ُهُﺪـْﺒَﻋاًﺪَّﻤَﺤُﻣ َّنَا ُﺪـَﻬْ ﺷَأَو .ٌﺮْﻳِﺪـَ ﻗ ﺎَﻧِﺪِّﻴــَﺳ ﻰــَﻠَﻋ ِّﻞــَﺻ َّﻢــُﻬَّﻠﻟَا .ُهَﺪــْﻌَﺑ َّﻲِﺒــَﻧَ ﻻ ِءﺎَﻴِﺒْﻧَ ﻻْا ِﻞﻀْﻓَأَو َﻦْﻴِﻠَﺳْﺮُﻤْﻟا ِﺪِّﻴَﺳ ٍﺪَّـﻤَﺤُﻣ ،ُﺪــْﻌَﺑ ﺎــَّﻣَأ َﻦــْﻴِﻌَﻤْﺟَأ ﻪﺑِﺎَﺤــْﺻَاَو ِﻪــِﻟآ ﻰــَﻠَﻋَو ﻪِﺗﺎَﻘُﺗ َّﻖَ ﺣ َﻪﻠﻟااْﻮُﻘَّﺗِا ،َنْﻮُﻤِﻠْﺴُﻤْﻟا ﺎَﻬُّﻳَأﺎَﻴَﻓ َلﺎَ ﻗ ْﺪَﻘَﻓ َنْﻮُﻤِﻠْﺴُﻣ ْﻢُﺘْـﻧَأَوَّ ﻻِإ َّﻦُﺗْﻮُﻤَﺗَ ﻻَو ِﻢْﺳﺎِﺑ ْأَﺮْ ﻗا :ِﻢْﻳِﺮَﻜْﻟا ِﻪِﺑﺎَﺘِ ﻛ ﻲِﻓ َﻰﻟﺎَﻌَﺗ ُﻪﻠﻟا . ٍﻖَﻠَﻋ ْﻦِﻣ َنﺎَﺴْﻧِ ْﻹا َﻖَﻠَ ﺧ . َﻖَﻠَ ﺧ يِﺬَّﻟا َﻚِّﺑَر ُمَﺮْﻛَ ْﻷا َﻚُّﺑَرَو ْأَﺮْ ﻗا. َﺮَﻤَﻘْﻟاَو ًءﺎَﻴِ ﺿ َﺲْﻤَّ ﺸﻟا َﻞَﻌَﺟ يِﺬَّﻟا َﻮُﻫ :ًﺎﻀﻳأ لﺎﻗو َﻦﻴِﻨِّﺴﻟا َدَﺪَﻋ اﻮُﻤَﻠْﻌَﺘِﻟ َلِزﺎَﻨَﻣ ُهَرَّﺪَ ﻗَو اًرﻮُﻧ . ِّﻖَﺤْﻟﺎِﺑ َّﻻِإ َﻚِﻟَٰذ ُﻪَّﻠﻟا َﻖَﻠَ ﺧ ﺎَﻣ . َبﺎَﺴِ ﺤْﻟاَو َنﻮُﻤَﻠْﻌَﻳ ٍمْﻮَﻘِﻟ ِتﺎَﻳ ْﻵا ُﻞِّﺼَﻔُﻳ Jamaah a‘zakumullah,

Sebagian besar kita kerap salah paham, begitu kata “ayat-ayat Allah” disebutkan maka yang tergambar hanya teks Al-Qur’an. Padahal, Allah menciptakan ayat bukan semata huruf-huruf atau lafal-lafal suci. Ayat secara bahasa berarti tanda. Apa itu tanda? Tanda adalah sarana yang dianggap representasi dari kehadiran sesuatu. Allah menciptakan tanda akan keberadaan Diri-Nya bukan melalui Al-Qur’an saja. Alam semesta dan diri k i t a p u n a d a l a h b a g i a n d a r i t a n d a a l i a s a y a t - N y a . Allah subhanahu wata’ala berfirman:

ﻰَّﺘَ ﺣ ْﻢِﻬِ ﺴُﻔْﻧَأ ﻲِﻓَو ِقﺎَﻓﻵا ﻲِﻓ ﺎَﻨِﺗﺎَﻳآ ْﻢِﻬﻳِﺮُﻨَﺳ َﻚِّﺑَﺮِﺑ ِﻒْﻜَﻳ ْﻢَﻟَوَأ ُّﻖَﺤْﻟا ُﻪَّﻧَأ ْﻢُﻬَﻟ َﻦَّﻴَﺒَﺘَﻳ ٌﺪﻴِﻬَ ﺷ ٍءْ ﻲَ ﺷ ِّﻞُﻛ ﻰَﻠَﻋ ُﻪَّﻧَأ

“Kami (Allah) akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (ayat) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri,

(16)

sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?“ (QS Fushshilat [41]:53 )

Dari sinilah kemudian muncul istilah ayat qauliyah dan ayat kauniyah. Ayat qauliyah berupa ayat Al-Qur’an yang bisa kita baca dan ucapkan, sementara ayat kauniyah berupa realitas ciptaan di luar itu, seperti penciptaan manusia dan hewan, pergantian siang dan malam, serta fenomena alam lainnya. Termasuk segenap hal yang ada dalam diri manusia: tentang metabolisme tubuh, emosi, pikiran, perasaan, dan lain-lain. Ayat atau tanda yang disebutkan terakhir ini bisa dibaca jika dan hanya jika kita merenungkan dan menghayatinya secara mendalam. ِﻞْﻴَّﻠﻟا ِف َﻼِﺘْ ﺧاَو ِضْرَ ْﻷاَو ِتاَﻮَٰﻤَّﺴﻟا ِﻖْﻠَ ﺧ ﻲِﻓ َّنإ َﻦــﻳِﺬَّﻟا ِبﺎــَﺒْﻟَ ْﻷا ﻲــِﻟوُ ِﻷ ٍتﺎــَﻳ َﻵ ِرﺎــَﻬَّﻨﻟاَو ْﻢِﻬِﺑﻮُﻨُﺟ ٰﻰَﻠَﻋَو اًدﻮُﻌُ ﻗَو ﺎًﻣﺎَﻴِ ﻗ َﻪَّﻠﻟا َنوُﺮُﻛْﺬَﻳ ﺎَﻨَّﺑَر ِضْرَ ْﻷاَو ِتاَﻮَٰﻤَّﺴﻟا ِﻖْﻠَ ﺧ ﻲِﻓ َنوُﺮَّﻜَﻔَﺘَﻳَو َباَﺬـَﻋ ﺎـَﻨِﻘَﻓ َﻚَﻧﺎَﺤْﺒـُﺳ ًﻼِ ﻃﺎـَﺑ اَﺬـَٰﻫ َﺖـْﻘَﻠَ ﺧ ﺎـَﻣ ِرﺎَّﻨﻟا

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang-orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya, Tuhan kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.” (QS Ali Imran [3]:190-191).

Jamaah shalat gerhana matahari a‘zakumullah,

Gerhana matahari total yang kita alami hari ini adalah bagian dari ayat kauniyah tersebut. Penanda tentang keagungan dan kekuasaan Allah subhanahu wata’ala. Gerhana matahari terjadi ketika piringan matahari ditutup oleh piringan bulan. Jika

(17)

bulan hanya menutup sebagian, maka disebut sebagai gerhana matahari sebagian. Jika seluruh piringan bulan menutupi piringan matahari disebut sebagai gerhana matahari total. Meskipun ukuran diameter matahari sekitar 400 kali lebih besar daripada diameter bulan, bayangan bulan mampu menghalangi cahaya matahari sepenuhnya karena bulan lebih dekat dibandingkan matahari. Bulan berjarak rata-rata 384.400 kilometer dari bumi sedangkan matahari mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer dari bumi.

Gerhana merupakan peristiwa alamiah sebagai bagian dari gerak harmonis sistem Tata Surya yang luar biasa. Tata Surya adalah kumpulan benda-benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Tata Surya sendiri terletak di galaksi Bima Sakti, sebuah galaksi spiral yang berdiameter sekitar 100.000 tahun cahaya dan memiliki sekitar 200 miliar bintang. Matahari berlokasi di salah satu lengan spiral galaksi yang disebut Lengan Orion. Letak Matahari berjarak antara 25.000 dan 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi, dengan kecepatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2.200 kilometer per detik. Subhânallâh.

Peristiwa gerhana matahari total ini merupakan momentum tepat bagi kita semua untuk merenungkan dahsyatnya kekuasaan Penguasa Alam Raya ini. Ini juga momentum seorang hamba untuk mengagungkan Tuhannya, meningkatkan kualitas penghambaan, dan membantu sesama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallampernah bersabda:

َ ﻻ ﻪـﻠﻟا ِتﺎـَﻳآ ْﻦـِﻣ ِنﺎـَﺘَﻳآ َﺮـَﻤَﻘْﻟاَو َﺲـْﻤَّ ﺸﻟا َّنِإ اَذِﺈــَﻓ ، ِﻪِﺗﺎــَﻴَﺤِﻟ َ ﻻَو ٍﺪــَ ﺣَأ ِتْﻮــَﻤِﻟ ِنﺎَﻔــَﺴَ ﺨْﻨَﻳ ، اﻮُّﻠَﺻَو ،اْوُﺮّﺒَﻛَو َﻪﻠﻟا اﻮُﻋْدﺎَﻓ َﻚِﻟَذ ْﻢُﺘْﻳَأَر اْﻮُ ﻗَّﺪَﺼَﺗَو

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bagian dari tanda-tanda (keagungan) Allah. Keduanya tidakmemunculkan gerhana

(18)

lantaran peristiwa kematian atau kelahiran seseorang. Apabila kalian melihat gerhana itu, lekaslah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dan dirikanlah shalat, dan bersedakahlah.” (HR Bukhari)

Mari kita gunakan kesempatan langka ini untuk bermuhasabah, menginstropeksi diri sendiri. Sudahkah doa, takbir, dan sedekah kita berada di jalan yang benar?

Apakah kita berdoa sebagai wujud ketawadukan kepada Sang Khaliq atau keserakahan kita sebagai manusia yang serba-ingin? Berdoa karena kita membutuhkan Allah atau sekadar memenuhi nafsu diri sendiri? Pernahkah kita tidak meremehkan doa sebagai perintah dari Allah subhanahu wata’alâ? Lalu bagaimana dengan takbir kita? Sudahkah ia lebih mendalam dan bermakna dari sebatas kata-kata? Apakah kita bagian dari sebagian orang yang bertakbir membesarkan nama Allah tapi di saat bersamaan juga membesarkan ego pribadi dan kelompoknya sendiri?

Bagaimana pula dengan sedekah kita? Seberapa besar manfaat yang dibawa harta dan kehadiran kita untuk orang-orang sekitar? Masihkah kita membeda-bedakan dalam bersedekah orang yang kita senangi dan orang yang kita benci? Sudah kita tak mengharap pamrih dari jasa-jasa yang kita buat meskipun sekadar pujian dan terima kasih?

Jamaah a‘zakumullah,

Apapun momentumnya, seyogianya hal itu menjadi bahan memperbaiki kualitas kepribadian kita. Semakin dekat kepada Allah dari hari ke hari, kian bersahabat dengan alam dan manusia lainnya dari waktu ke waktu. Hal itu bisa dilakukan hanya dengan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dan Dzat yang diagungkan, melebihi apa saja, tak terkecuali jabatan, gelar, harta, atau lainnya.

(19)

dunia ini?”

Murid-muridnya yang menjawab, “Gunung.” “Matahari.” “Bumi.”

Imam Al-Ghazali berkata, “Semua jawaban itu benar, tapi yang jauh lebih besar adalah hawa nafsu. Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.”

Semoga kita semua bisa belajar dan mengambil dari peristiwa gerhana matahari ini.

Khotbah II َﻰﻠَﻋ ُﻪَﻟ ُﺮْﻜُّ ﺸﻟاَو ِﻪِﻧﺎَﺴْ ﺣِا َﻰﻠَﻋ ِﻪﻠﻟ ُﺪْﻤَﺤْﻟَا َّ ﻻِا َﻪَﻟِا َ ﻻ ْنَا ُﺪَﻬْ ﺷَاَو .ِﻪِﻧﺎَﻨِﺘْﻣِاَو ِﻪِﻘْﻴِﻓْﻮَﺗ َّنَا ُﺪـَﻬْ ﺷَاَو ُﻪـَﻟ َﻚـْﻳِﺮَ ﺷ َ ﻻ ُهَﺪـْ ﺣَو ُﻪـﻠﻟاَو ُﻪـﻠﻟا َﻰﻟِا ﻰِﻋاَّﺪﻟا ُﻪُﻟْﻮُﺳَرَو ُهُﺪْﺒَﻋ اًﺪَّﻤَﺤُﻣ ﺎَﻧَﺪِّﻴَﺳ ﻰَﻠَﻋِو ٍﺪَّﻤَﺤُﻣ ﺎَﻧِﺪِّﻴَﺳ ﻰَﻠَﻋ ِّﻞَﺻ َّﻢُﻬﻠﻟا .ِﻪِﻧاَﻮْ ﺿِر اًﺮْﻴﺜِ ﻛ ﺎًﻤْﻴِﻠْﺴَﺗ ْﻢِّﻠَﺳَو ِﻪِﺑﺎَﺤْﺻَاَو ِﻪِﻟَا ﺎَﻤْﻴِﻓ َﻪﻠﻟااﻮُﻘَّﺗِا ُسﺎَّﻨﻟا ﺎَﻬُّﻳَا َﺎﻴَﻓ ُﺪْﻌَﺑ ﺎَّﻣَا ّﻪﻠﻟا َّنَا اْﻮُﻤَﻠْﻋاَو ﻰَﻬَﻧ ﺎَّﻤَﻋ اْﻮُﻬَﺘْﻧاَو َﺮَﻣَا ﻶَﻤِﺑ ﻰَﻨـَﺛَو ِﻪِ ﺴْﻔَﻨِﺑ ِﻪْﻴِﻓ َأَﺪَﺑ ٍﺮْﻣَﺎِﺑ ْﻢُﻛَﺮَﻣَا ﻶَﻣَو َﻪــﻠﻟا َّنِا ﻰَﻟَﺎــﻌَﺗ َلﺎــَ ﻗَو ِﻪــِ ﺳْﺪُﻘِﺑ ِﻪــِﺘَﻜِﺋ َﻦْﻳِﺬَّﻟا ﺎَﻬُّﻳَا ﺂﻳ ﻰِﺒَّﻨﻟا َﻰﻠَﻋ َنْﻮُّﻠَﺼُﻳ ُﻪَﺘَﻜِﺋ َّﻢُﻬﻠﻟا .ﺎًﻤْﻴِﻠْﺴَﺗ اْﻮُﻤِّﻠَﺳَو ِﻪْﻴَﻠَﻋ اْﻮُّﻠَﺻ اْﻮُﻨَﻣآ ِﻪـْﻴَﻠَﻋ ُﻪـﻠﻟا ﻰَّﻠـَﺻ ٍﺪـَّﻤَﺤُﻣ ﺎَﻧِﺪِّﻴـَﺳ ﻰـَﻠَﻋ ِّﻞـَﺻ ﻰــَﻠَﻋَو ٍﺪــَّﻤَﺤُﻣ َﺎﻧِﺪِّﻴــَﺳ ِلآ ﻰــَﻠَﻋَو ْﻢِّﻠــَﺳَو

(20)

َ ضْراَو َﻦْﻴِﺑَّﺮَﻘُﻤﻟْا ِﺔَﻜِﺋﻶَﻣَو َﻚِﻠُﺳُرَو َﻚِﺋﺂﻴِﺒْﻧَا ﻰـــِﺑَا َﻦْﻳِﺪـــِ ﺷاَّﺮﻟا ِءﺎـــَﻔَﻠُ ﺨﻟْا ِﻦـــَﻋ َّﻢـــُﻬّﻠﻟا ِﺔَﺑﺎَﺤَّﺼﻟا ِﺔَّﻴِﻘَﺑ ْﻦَﻋَو ﻰِﻠَﻋَو نﺎَﻤْﺜُﻋَوﺮَﻤُﻋَوٍﺮْﻜَﺑ ٍنﺎَﺴْ ﺣِﺎِﺑ ْﻢُﻬَﻟ َﻦْﻴِﻌِﺑﺎَّﺘﻟا ﻲِﻌِﺑﺎَﺗَو َﻦْﻴِﻌِﺑﺎَّﺘﻟاَو ﺎَﻳ َﻚِﺘَﻤْ ﺣَﺮِﺑ ْﻢُﻬَﻌَﻣ ﺎَّﻨَﻋ َ ضْراَو ِﻦْﻳِّﺪﻟا ِمْﻮَﻴﯩَﻟِا َﻦْﻴِﻤِ ﺣاَّﺮﻟا َﻢَ ﺣْرَا ِتﺎـــَﻨِﻣْﺆُﻤﻟْاَو َﻦـــْﻴِﻨِﻣْﺆُﻤْﻠِﻟ ْﺮـــِﻔْﻏا َّﻢـــُﻬﻠﻟَا ْﻢــُﻬْﻨِﻣ ُءﺂــﻴْ ﺣَ ﻻَا ِتﺎَﻤِﻠــْﺴُﻤﻟْاَو َﻦْﻴِﻤِﻠــْﺴُﻤﻟْاَو َﻦْﻴِﻤِﻠْﺴُﻤﻟْاَو َمَ ﻼْﺳ ِﻻْا َّ ﺰِﻋَا َّﻢُﻬﻠﻟا ِتاَﻮْﻣَ ﻻْاَو َكَدﺎــَﺒِﻋ ْﺮــُﺼْﻧاَو َﻦــْﻴِ ﻛِﺮْ ﺸُﻤﻟْاَو َكْﺮــِّ ﺸﻟا َّلِذَأَو ْلُﺬْ ﺧاَو َﻦْﻳِّﺪﻟا َﺮَﺼَﻧ ْﻦَﻣ ْﺮُﺼْﻧاَو َﺔَّﻳِﺪِّ ﺣَﻮُﻤﻟْا ِﻦْﻳِّﺪـﻟاَءاَﺪْﻋَا ْﺮـِّﻣَد َو َﻦْﻴِﻤِﻠـْﺴُﻤﻟْا َلَﺬـَ ﺧ ْﻦـَﻣ ْﻊَﻓْدا َّﻢُﻬﻠﻟا .ِﻦْﻳِّﺪﻟا َمْﻮَﻳ ﻰَﻟِا َﻚِﺗﺎَﻤِﻠَﻛ ِﻞْﻋاَو َﻦــَﺤِﻤﻟْاَو َلِزَ ﻻَّ ﺰــﻟاَو َءﺎــَﺑَﻮﻟْاَو َءَ ﻼَﺒﻟْا ﺎــَّﻨَﻋ ﺎَﻣَو ﺎَﻬْﻨِﻣ َﺮَﻬَ ﻇ ﺎَﻣ َﻦَﺤِﻤﻟْاَو ِﺔَﻨْﺘِﻔﻟْا َءْﻮُﺳَو ِﺮِﺋﺎَﺳَو ًﺔَّﺻﺂﺧ ﺎَّﻴِ ﺴْﻴِﻧوُﺪْﻧِا ﺎَﻧِﺪَﻠَﺑ ْﻦَﻋ َﻦَ ﻄَﺑ .َﻦْﻴِﻤَﻟﺎَﻌﻟْا َّبَر ﺎَﻳ ًﺔَّﻣﺂﻋ َﻦْﻴِﻤِﻠْﺴُﻤﻟْا ِناَﺪْﻠُﺒﻟْا ِةَﺮـِﺧﻵْا ﻰـِﻓَو ًﺔَﻨـَﺴَ ﺣ ﺎَﻴْﻧُّﺪـﻟا ﻰـِﻓ َﺎـﻨِﺗآ ﺎـَﻨَّﺑَر ﺎــَﻨْﻤَﻠَ ﻇ ﺎــَﻨَّﺑَر .ِرﺎــَّﻨﻟا َباَﺬــَﻋ ﺎــَﻨِ ﻗَو ًﺔَﻨــَﺴَ ﺣ ﺎــَﻨْﻤَ ﺣْﺮَﺗَو ﺎــَﻨَﻟ ْﺮــِﻔْﻐَﺗ ْﻢــَﻟ ْنِاَوﺎَﻨــَﺴُﻔْﻧَا َﻪﻠﻟا َّنِا ! ِﻪﻠﻟاَدﺎَﺒِﻋ .َﻦْﻳِﺮِ ﺳﺎَ ﺨﻟْا َﻦِﻣ َّﻦَﻧْﻮُﻜَﻨَﻟ ىِذ ِءﺂـــﺘْﻳِإَو ِنﺎـــَﺴْ ﺣ ِﻻْاَو ِلْﺪـــَﻌﻟْﺎِﺑ ﺎـــَﻧُﺮُﻣْﺄَﻳ ﻲْﻐَﺒﻟْاَو ِﺮَﻜْﻨُﻤﻟْاَو ِءﺂﺸْﺤَﻔﻟْا ِﻦَﻋ ﻰَﻬْﻨَﻳَو َﻰﺑْﺮُﻘﻟْا َﻪــﻠﻟااوُﺮُﻛْذاَو َنْوُﺮَّﻛَﺬــَﺗ ْﻢــُﻜَّﻠَﻌَﻟ ْﻢــُﻜُ ﻈِﻌَﻳ ِﻪــِﻤَﻌِﻧ َﻰــﻠَﻋ ُهْوُﺮــُﻜْ ﺷاَو ْﻢــُﻛْﺮُﻛْﺬَﻳ َﻢــْﻴِ ﻈَﻌﻟْا ْﺮَﺒْﻛَا ِﻪﻠﻟا ُﺮْﻛِﺬَﻟَو ْﻢُﻛْدِﺰَﻳ

(21)

Pengajuan SK Guru 2016

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Teriring puji syukur kehadirat Allah SWT serta shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan umatnya. Semoga Allah SWT. senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah dan inayah-Nya kepada kita. Amin.

Untuk menghindari kesalahan data dalam penerbitan SK Guru maupun Kepala dan untuk mengantisipasi kesiapan setiap Guru/ Kepala ketika data-data tersebut dibutuhkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap yang seringkali mendadak, maka PC LP Ma’arif NU Kabupaten Cilacap memberitahukan hal-hal sebagai berikut:

1. Syarat Pengajuan SK Guru :

a. Melampirkan fotocopy SK terakhir.

b. SK guru diajukan secara kolektif, ditandatangani Kepala Madrasah/ Sekolah dan diketahui Ketua MWC LP Ma’arif setempat. Contoh terlampir

2. Syarat Pengajuan SK Kepala :

a. Melampirkan fotocopy SK terakhir.

b. Mengajukan permohonan SK kepala yang ditandatangani oleh Pengurus Madrasah/ Sekolah dan diketahui oleh Pengurus MWC LP Ma’arif setempat.

c. Melampirkan berita acara dan daftar hadir pemilihan Kepala Madrasah/ Sekolah. Contoh terlampir

3. Permohonan SK Guru diajukan ke PC LP Ma’arif NU Kabupaten Cilacap, paling lambat tanggal 30 Maret 2016.

4. Pengajuan SK Kepala selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah pemilihan Kepala Madrasah/ Sekolah.

5. Bagi Guru atau Kepala yang belum mengambil SK yang telah diterbitkan pada tahun 2015, maka SK 2016 tidak dapat diterbitkan.

6. Batas akhir pengambilan SK tahun 2015 selambat-lambatnya tanggal 28 Februari 2016.

7. Biaya Administrasi penerbitan SK guru untuk tingkat PAUD/RA/TK sebesar Rp. 25.000,- dan SK Kepala Rp. 50.000,-.

(22)

8. Biaya Administrasi penerbitan SK guru untuk tingkat MI,MTs/SMP,MA/SMA/SMK sebesar Rp. 50.000,- dan SK Kepala Rp. 100.000,-.

9. SK Guru Madrasah/Sekolah di Lingkungan PC. LP Ma’arif NU Cilacap untuk Tahun Pelajaran 2016/2017 diterbitkan per 01 Juli 2016

10. Apabila terjadi kesalahan pada penulisan nama, gelar, tanggal lahir, tmt, atau ada guru yang belum ter SK kan untuk segera memberikan data yang benar kepada PC. LP Ma’arif NU Cilacap.

Demikian pemberitahuan ini, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.

Wallohul Muwafiq Ila Aqwamith Thariq Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Cilacap, 05 Januari 2016

PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA LEMBAGA PENDIDIKAN MA’ARIF

KABUPATEN CILACAP

MUNIRIYANTO, MM, M.Pd (K e t u a) MARYONO, M.Pd.I.

(Sekretaris)

Contoh Surat Pengajuan SK

KOP MADRASAH Nomor : ……… Lamp : ….lembar

Hal : Permohonan Penerbitan SK …. Kepada Yth.

(23)

Ketua Pengurus Cabang LP Ma’arif NU Cilacap Di Cilacap

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Teriring puji syukur ke hadirat Allah SWT serta shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan umatnya. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayat dan inayah-Nya kepada kita. Amin.

Yang bertandatangan di bawah ini :

Nama Kepala : ……… Jabatan : ……….

AlamatMadrasah/ Sekolah : ……….. No. HP : ………..

Mohon kepada PC LP Ma’arif NU Kabupaten Cilacap, untuk menerbitkan SK Guru/ Tenaga Kependidikan tahun 2016, data terlampir dalam surat permohonan ini.

Demikian permohonan ini dibuat, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terimakasih.

Wassalamu’alaikum. Wr. Wb. Cilacap, ………..2016 Mengetahui, MWC LP Ma’arif NU Kec……….. ……… K e t u a Mengetahui, Kepala Madrasah ………..

(24)

Tausiyah Mbah Mus

Idul Fitri dan Halalbihalal Bersama

Mbah Mus

Kegiatan Ma’arif NU Cilacap

Nabi Muhammad SAW pernah ditanya istri Nabi, Aisyah, mengenai doa apa yang mesti dibaca saat Lailatul Qadar, Nabi Menjawab, “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni”. Doa ini dalam bahasa Indonesia kira-kira, “Ya Allah, ya Tuhanku; sungguh Engakau Maha Pengampun, suka mengampuni, maka ampunilah aku.”

Maha pengampun-Nya Allah dan kesukaan-Nya mengampuni tidak hanya tercermin dalam asma-asma-Nya seperti Al-Ghafuur, al-Ghaffaar, dan Al-‘Afwu, tetapi juga dapat diketahui melalui banyak firman-Nya di al Quran dan sabda Rasul-nya dalam hadis-hadis-Nya.

Salah satu firman-Nya bahkan menyeru hamba-hamba-Nya yang berdosa agar tidak berputus harapan akan pengampunan-Nya dan menegaskan bahwa Dia mengampuni dosa-dosa, semuanya (Q39:53). Bahkan sedemikian sukanya Allah mengampuni sehingga Rasul-Nya dalam bahasa sahih bersumber dari sahabat Abu Hurairah dan

(25)

riwayat imam Muslim-bersumpah bahwa seandainya “kalian semua tidak ada yang berdoa, Allah SWT akan menghilangkan kalian dan menggantinya dengan kaum yang berdosa yang memohon ampun kepada Allah lalu Ia pun mengampuni mereka”.

Maka, kita melihat “lembaga pengampunan” Allah yang dapat menghapuskan dosa, begitu banyak. Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang menjadikan banyak amalan sebagai penghapus dosa, mulai dari istighfar, shalat, puasa, hingga berbuat baik lainnya, semuanya dapat menghapus dosa. Ini sangat kontras dengan perangai “khalifah”nya di bumi yang namanya manusia ini.

Manusia-setidaknya kebanyakan mereka-dari satu sisi suka berbuat kesalahan, dan disisi lain gampang tersinggung dan sangat sulit memaafkan kesalahan.

Bahkan, dalam banyak diantara mereka yang merasa “dekat” dengan Tuhan pun tidak tampak lebih pemaaf daripada yang lain. Malah sering kali justru lebih terlihat sempit dada dan tengik.

Yang aneh, terhadap Allah yang begitu baik dan Maha Pengampun, kita ini begitu hati-hati. Namun kepada sesama manusia yang tersinggung dan begitu sulit memaafkan, kita malah sering sembrono, padahal, dibandingkan dengan dosa yang langsung berhubungan dengan Allah, kesalahan terhadap sesama manusia jauh lebih sulit menghapusnya. Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang mengetahui kesalahan kepada saudaranya sesama manusia sebelum saudaranya itu memaafkan.

Makna halalbihalal

Ada sebuah hadis sahih yang sungguh membuat mukmin yang sehat pikirannya akan merasa khawatir merenungkannya. Yaitu hadis sahih-dari sahabat Abu Hurairah yang diriwatkan oleh Bukhari dan Muslim-tentang betapa tragisnya orang yang saat datang di hari kiamat membawa seabrek (pahala) amal, seperti shalat puasa, dan zakat, sementara ketika hidup di dunia banyak

(26)

berbuat kejahatan kepada sesama.

Digambarkan, nanti orang yang pernah dicacinya, orang yang pernah difitnahnya, yang pernah dimakan hartanya, yang pernah dilukainya, dan pernah dipukulnya akan beramai-ramai menggerogoti (pahala) amalnya yang banyak itu.

Bahkan apabila (pahala) amalnya itu sudah habis dan masih ada orang yang pernah dizalimi dan belum terlunasi dosa orang ini pun akan ditimpukkan kepadanya sebelum akhirnya dia dilempar ke neraka. Orang yang malang ini disebut Rasulullah sebagai orang yang bangkrut yang sebenarnya.

Lihatlah orang yang bangkrut itu disebutkan membawa seabrek (pahala) shalat, puasa, dan zakat. Berarti dari sisi ini, dia adalah orang yang taat beribadah. Namun, karena perangainya yang buruk terhadap sesama, justru hasil ibadahnya itu sirna. Maka, bagi kaum beriman, berhati-hati dalam pergaulan itu sangat penting. Kaum beriman tidak hanya mengandalkan amal ibadahnya tanpa menjaga akhlak pergaulannya dengan sesama. Apalagi, karena bangga terhadap amal ibadahnya, lalu merendahkan dan menyepelekan sesamanya. Na’idzubillah min dzaalik.

Masih ada satu hadis sahih lagi yang senada dengan hadis di atas yang menganjurkan kita segera meminta halal dari orang yang pernah kita zalimi (falyatahallalhu minhu), apakah itu berkenan dengan kehormatannya atau yang lain.

Saya pikir, bertolak dari sinilah bermula istilah halal bihalal (menulisnya tidak dipisah-pisah). Anjuran Nabi untuk meminta halal dari saudara kita yang penah kita zalimi tentunya berlaku juga bagi saudara kita.

Seperti kita ketahui, kata kita ini assembling dari bahasa Arab. Asalnya halaal-bi-halaal (dalam kamus Arab sendiri, tidak ditemukan entri halaal-bi-halaal ini). Jadi, ini murni rakitan bangsa Indonesia. Semua mempunya makna harfiah halal dengan halal, kemudian menjadi saling menghalalkan.

(27)

Begitulah tradisi silaturahmi (Arabnya silaturrahim) di hari raya Idul Fitri pun diisi dengan acara halalbihalal. Saling menghalalkan alias saling memaafkan. Halalbihalal-lah terutama mendorong orang bersemangat melakukan silaturrahim di hari raya Idul Fitri. Sampai-sampai kemudian melahirkan tradisi lain yang kita sebut mudik.

Kalau tujuannya saling memaafkan, mengapa halalbihalal ini (hanya) dilakukan di hari raya Idul Fitri atau di bulan Syawal, tidak setiap saat.

Boleh jadi ini ada kaitannya dengan “watak” bangsa kita yang sulit mengaku salah dan sulit memaafkan. Jadi, diperlukan timing yang tepat untuk saling meminta dan memberi maaf. Lalu kapan itu? Nah, tidak ada saat yang lebih tepat melebihi saat setelah puasa Ramadhan.

Mengapa? Karena sesuai janji Rasulullah SAW, barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan semata-mata karena iman dan mencari pahala Allah, diampuni dosa-dosanya yang sudah-sudah.

Tentunya ini dosa-dosa yang berkaitan dengan Allah langsung. Orang yang tidak mempunyai dosa kepada Allah karena dosa-dosanya sudah diampuni, dadanya menjadi lapang. Mungkin ini bisa menjelaskan mengapa setelah usai puasa Ramadhan, orang-orang Islam menjadi terbuka, ringan menerima maaf, dan mudah memaafkan.

Maka, dosa-dosa berat yang diakibatkan kesembronoan dalam pergaulan hidup dengan sesama hamba Allah diharapkan dengan mudah dilebur. Nah, kesempatan bersilaturrahim di hari raya I d u l F i t r i i n i s a n g a t s a m p a i k i t a l e w a t k a n u n t u k berhalalbihalal, saling menghalalkan dan saling memaafkan. Sehingga di Lebaran ini, leburkan semua dosa-dosa kita semoga. Selamat Iful Fitri 1435 Hijriah. Mohon maaf lahir batin. (artikel ini telah dimuat di harian Kompas, Sabtu, 26 Juli 2014)

(28)

———————

Sumber : KH MUSTOFA BISRI Senin, 28/07/2014 10:00

http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,6-id,53553 -lang,id-c,taushiyah-t,Idul+Fitri+dan+Halahbihalal-.phpx

Referensi

Dokumen terkait