• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEDEKAH MENUAI BERKAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SEDEKAH MENUAI BERKAH"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Media Komunikasi Daarut Tauhiid Peduli

SEDEKAH

(2)

DAPUR UMUM

(3)
(4)

Semakin Dermawan Bukti Hamba Pilihan

Sapa Redaksi

Seputar Islam

Kabar DT Peduli

Curhat Keluarga

Hidup Bugar

Fokus

Pena Sahabat

Galeri

Info Sahabat

Kabar Cabang

Keuangan

Hikmah

Serba Serbi

Sali & Seli

Cinta Wakaf

Kolom Aa Gym

Hikayat

hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal hal Sedekah Menuai Berkah Menitipkan Anak ke Keluarga, Bolehkah? Jadi Pribadi Dermawan bersama DT Peduli

Jika Istri Keasyikan Kerja, Dosakah Ia ?

Perjalanan yang Mencerdaskan Berkah dalam

Bersedekah

Sabar Menjauhi Riba

JANUARI 2019

Dermawan Sejak Dini

Mitra Sehat-KU, Solusi Sehat untuk Umat

Nurhayati Subakat Bos Wardah yang Tak Kenal Lelah

Inspirasi Wakif Sepanjang 2018

Nabi Yusuf:

Menggapai Kekuasaan

dari Titik Nol Salat Itu Mencegah Kemunkaran

4

23

5

24

Salam

hal

6

26

7

28

Info

hal Upaya DT Peduli Cetak Generasi Qurani

29

12

Jejak Program

hal PMM Program Bahu-Membahu Keuntungan Dunia Akhirat

10

30

16

31

17

32

33

20

34

21

Kolom A Deda

hal

Menjadi Hamba Allah yang Dipercaya

22

daftarisi

Swadaya Edisi No 198, MARET 2019

SEDEKAH

MENUAI BERKAH

SIAPA yang tak ingin hidupnya berkah? Tentu semua muslim mendambakannya. Arti berkah, jika mengacu pada pendapat Imam al-Ghazali, dapat diartikan seb-agai bertambahnya kebaikan. Dengan kata lain, hidup berkah bermakna mem-peroleh segala sesuatu yang banyak atau melimpah ruah. Baik itu dalam aspek berkah material (harta benda), maupun berkah secara spiritual (kesehatan, ke-tenangan, keamanan, keluarga, dan usia). Nah sahabat, dari berbagai ‘pintu’ untuk memperoleh keberkahan hidup, sedekah adalah salah satunya. Menyegerakan ber-sedekah ketika lapang maupun sempit, diganjar pahala berlipat-lipat dari Allah. Bahkan dari delapan pintu surga yang Allah sediakan, ada pintu yang Allah peruntukan hanya bagi ahli sedekah. Masya Allah!

Dalam konteks ini membiasakan diri dan keluarga untuk rajin bersedekah adalah kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang dapat membentuk karakter dan takdir sesuai yang Allah ridai. Jika kita sangat mudah berin-vestasi dunia seperti membeli emas atau tanah, kita pun harusnya sangat mudah bersedekah. Karena bukankah sedekah merupakan investasi dunia akhirat? In-vestasi yang tidak akan merugi dan bersifat abadi. Bahkan ketika kita meninggal dunia pun, pahala sedekah (khususnya sedekah jariyah) akan terus mengalir.

Ayo, mulailah bersedekah tanpa harus menunggu memiliki banyak harta dan jan-gan ditunda-tunda. Jika sedekah itu diniat-kan ikhlas karena-Nya semata, keberkahan hidup dalam bentuk material maupun spiri-tual akan kita peroleh. Insya Allah.

Diterbitkan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional SK Menteri Agama RI No. 257 Tahun 2016 LAZ Daarut Tauhiid ISSN 1693-3087 Penasihat KH. Abdullah Gymnastiar Pengarah

H. Gatot Kunta Kumara, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, Dewan Redaksi H. Herman, Hendra Irawan, H.Dikdik Sodikin, Dadan Junaedi. Tim Redaksi Sansan Darajat, Tauhiid, Ernita, Smart Tauhiid Koresponden Cabang & Unit DT Peduli Layouter Magenta Alamat redaksi Jalan Gegerkalong Girang No. 32 Bandung, Jawa Barat Telp/Fax. 022-2021 861 / 022-2021 862 e-mail [email protected] website www.dtpeduli.org

S

adaya

w

Media Komunikasi Darut Tauhid (DT) Peduli

sapa redaksi

(5)

H. Herman, S.Sos.I

Direktur Utama DT Peduli/Ketua Fozwil Jabar

Oleh:

BICARA tentang kedermawanan, kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) patut berbangga. Mengapa? Karena pada Oktober 2018, Charities Aid Foundation (CAF) di Inggris menobatkan Indonesia sebagai negara paling dermawan nomor satu di dunia. Adanya predikat ini, kita perlu bersyukur. Berarti, orang-orang Indonesia itu memiliki jiwa kasih sayang yang sangat tinggi. Sehingga potensi kedermawanan itu harus terus kita jaga dan rawat. Bahkan, sifat kedermawanan ini harus diwariskan, dan mempertahankan predikat sebagai negara paling dermawan.

PRIBADI DERMAWAN

BERSAMA DT PEDULI

B

erarti, orang-orang Indonesia itu memiliki jiwa kasih sayang yang sangat tinggi. Sehingga po-tensi kedermawanan ini harus terus dijaga, dan dirawat oleh kita. Bahkan, sifat kedermawanan ini ha-rus diwariskan, dan mempertahankan predikat bagi sebagai negara paling dermawan.

Di sisi lain, mayoritas orang Indonesia adalah muslim. Agama Islam mengajarkan pemeluknya untuk tidak menjadi orang yang kikir. Sebaliknya, Islam mengajarkan untuk memiliki sifat peduli. Seb-agaimana hadis yang menyebutkan, Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan. Apalagi bulan Ramadan, Rasulullah saw jauh lebih dermawan. Maka, kita bisa mengambil pelajaran, bahwa sifat kedermawanan ini harus dipupuk, dan dikuatkan, oleh semua komponen masyarakat.

Jika melihat kondisi geografis Indonesia, negara ini riskan dengan bencana. Setelah dikaji oleh para ahli, bencana yang riskan terjadi adalah gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan banjir. Artinya, di sisi lain Allah menakdirkan kita

ting-gal di negara yang riskan bencana. Namun, kita juga tertakdir menjadi negara yang paling dermawan sedu-nia.

Nah, sifat kedermawanan yang dibangun oleh Laznas DT Peduli, yaitu menghidupkan, mensosialisasikan, agar masyarakat berperan aktif dalam hal membantu sesama. Misalnya men-sosialisasikan zakat dan infak yang dia-jarkan dalam Agama Islam.

Mudah-mudahan DT Peduli dapat lebih aktif lagi menumbuhkan sifat kedermawanan ini kepada generasi muda. Program edukasi yang selama ini dilakukan, yaitu program kencleng

un-tuk siswa-siswi di sekolah. Kalau rasa kedermawa-nan itu dibina, dan dipupuk sejak kecil, insha Allah hingga dewasa menjadi orang yang dermawan.

Mengapa kedermawanan ini serius harus dita-namkan sejak dini? Agar mereka memahami bahwa kebaikan itu tidak hanya muncul ketika diminta, tidak hanya peka ketika ada bencana. Tapi, keder-mawanan harus terus ada dalam diri kita.

Misal, ada orang yang tidak mampu secara finansial. Ini juga harus jadi peluang bagi kita un-tuk membantu memberdayakan, agar meningkat pendapatan finansialnya, dan kuat tauhidnya.

Tidak hanya sekadar mengedukasi generasi milenial, DT Peduli juga menyediakan fasilitas yang memudahkan mereka untuk infak dan zakat secara praktis. Hanya dengan klik dtpeduli.org di ponsel, mereka dapat melakukan transaksi zakat dan infak secara online. Terakhir, semoga kita menjadi pribadi yang dermawan, sebagaimana teladan kita, Rasu-lullah Muhammad saw.

(6)

SEMAKIN DERMAWAN

BUKTI HAMBA PILIHAN

“Kedermawanan adalah pohon yang kokoh di surga. Tidak akan

masuk surga kecuali orang yang dermawan. Bakhil adalah pohon

neraka, Tidak ada orang bakhil yang bahagia, kecuali sedikit

kesenangan Dunia Sementara, Tidak akan masuk neraka kecuali

karena kebakhilannya.”

Muhamad Sutrisno DT Peduli Sumatera Utara

Oleh:

D

ermawan ialah memberikan harta dengan senang hati dalam kondisi wajib memberi, tanpa mengharap imbalan dari yang di-beri. Baik imbalan berupa pujian, balasan, kedudu-kan, ataupun sekadar ucapan terima kasih.

Pada dasarnya, manusia memiliki naluri untuk mencintai harta dan kehidupan duniawi. Kecin-taan itu sesuatu yang wajar, tapi jika berlebihan, kecintaan itu akan membuat kikir, berbuat yang melampaui batas, hingga melupakan tugas utama kehidupan yaitu menjadi hamba-Nya yang ber-takwa.

Dari ‘Imran bin Hushain RA, ia berkata: Rasu-lullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah mengh-endaki agama ini murni hanya untuk-Nya semata, maka tidaklah pantas untuk agama kalian kecu-ali berbuat dermawan dan akhlak yang baik. Keta-huilah, maka hiasilah agama kalian dengan kedua-duanya”. [HR. Thabrani di dalam Al-Ausath]

Harta yang diperoleh selama hidup merupak-an rezeki ymerupak-ang diberikmerupak-an Allah SWT untuk bekal beribadah, digunakan untuk kepentingan kehidu-pan di dunia, terutama untuk mempersiapkan ke-hidupan yang abadi di akhirat kelak. Harta yang  disedekahkan atau diwakafkan akan menjadi har-ta abadi, bermanfaat bagi yang beramal, bahkan kepada keluarganya.

Orang yang dermawan berarti memelihara dirinya, keluarganya, hartanya untuk tetap ter-jaga di dunia dan di akhirat. Meyakini keuntun-gan tersebut, semoga kita terdorong bersikap dermawan dalam kehidupan sehari-hari. Bersikap dermawan juga pilihan bagi Hamba Allah yang ya-kin bahwa tidak ada balasan yang lebih baik kecu-ali keridaan Allah.

Puncak dari kedermawanan ialah ketenangan hati, akibat dari ketulusan dan keikhlasan dalam beramal. Orang yang memberi karena ingin bala-san dari pihak yang diberi, bukanlah dermawan,

tapi disebut berdagang. Sebab ia seolah-olah mem-beli balasan berupa pujian, kedudukan, ucapan terima kasih dan lainnya dengan hartanya.

Adapun kondisi yang menuntut wajib memberi, bisa disebabkan kewajiban sebagai perintah dari Rabb-Nya, untuk menjaga muru’ah (kehormatan diri). Kewajiban agama misalnya membayar zakat, memberi nafkah kepada keluarga, istri, anak, kedua orangtua, membayar hutang, menolong orang yang dalam kondisi darurat dan lain-lain. Maka, orang yang tidak mau membayar zakat, tidak menafkahi keluarga, dan tidak mau membayar kewajiban aga-ma lainnya, disebut bakhil. Lalu, tidak pula disebut orang yang dermawan. Jika memberi barang yang kualitasnya buruk, atau memberikan barang yang lebih baik, tapi dengan hati yang terpaksa.

“Sahabat Anas mengisahkan: “Pada suatu hari ada seseorang yang datang menemui Rasulullah saw, lalu beliau memberinya hadiah berupa kamb-ing sebanyak satu lembah. Spontan lelaki itu ber-lari menemui kaumnya dan berkata kepada mere-ka: “Wahai kaumku, hendaknya kalian semua segera masuk Islam, karena sesungguhnya Muhammad memberi pemberian yang sangat besar, seakan ia ti-dak pernah takut kemiskinan” (HR. Muslim)

Orang yang dermawan dengan tulus, makin banyak sedekah dan kian bahagia. Sebaliknya, orang yang pelit, makin keluar uang makin mend-erita.

(7)

S

edekah memberikan keuntungan bagi sia-papun yang memiliki niat baik karena Allah SWT. Tidak hanya bagi si pemberi sedekah, mereka yang memberi informasi, atau ilmu penge-tahuan tentang manfaat sedekah pun mendapat-kan pahalanya.

Hal itu sesuai dengan janji Allah SWT dalam surat an-Nisa yang berbunyi, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali dari bisikan-bisikan orang yang menyuruh (manu-sia) memberi sedekah, atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kami akan memberinya paha-la yang besar”. (QS. an-Nisa ayat [114] : 4)

Bagi orang yang bersedekah, bukan hanya ke-selamatan dan keberkahan hidup jaminannya, tapi juga kehormatan serta menjadi panutan dalam hidup bermasyarakat. Sebab, jika kita membia-sakan diri untuk bersedekah, secara otomatis Allah akan menganugerahkan kita sifat dermawan.

Sungguh mulia bila kedermawanan bisa men-jadi watak bahkan prilaku sehari-hari. Selain

mem-bawa keberuntungan, sifat kedermawanan juga memperlihatkan kredibilitas atau penilain orang lain terhadap diri. Layaknya menanam, berse-dekah adalah benih kedermawanan yang dapat tumbuh dan mengakar pada diri.

Sifat dermawan dalam bersedekah juga ti-dak melihat waktu. Seperti kata pepatah,“lebih baik tangan diatas di bandingkan di bawah”. Hal ini menjabarkan, jika sedekah merupakan se-buah tindakan yang penting untuk dilakukan, baik saat lapang maupun sempit.

BERKAH DALAM BERSEDEKAH

Layaknya nafas, sedekah adalah bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan setiap manusia

yang ingin mencari berkah. Pada level sosial, sedekah mengikis kesenjangan antara si miskin dan

si kaya. Sedangkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sedekah justru penghilang

dahaga kaum dhuafa, membangkitkan semangat mereka menata kembali perekonomian yang

yang porak-poranda.

(8)

Saat dalam kondisi harta melimpah ruah, maupun saat kekurangan.

Allah SWT menjanjikan pahala yang sangat besar bagi mereka yang gemar bersedekah den-gan ikhlas. “Perumpamaan (nafkah yang dikelu-arkan oleh) orang-orang yang menafkahkan har-tanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (gan-jaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. al-Baqarah [2] : 261)

Hindari Niat yang Salah

Ibarat jalan tol, bersedekah merupakan sebuah akses utama dalam mencari keberkahan. Sayang-nya, masih banyak orang yang bersedekah dengan niat yang kurang tepat, atau bahkan niatnya salah.

Contoh, seseorang bersedekah dengan ha-rapan Allah SWT melipatgandakan uang yang ia ke luarkan untuk bersedekah. Lalu, ada pula yang bersedekah dengan tujuan agar orang lain yang di-tolong atau disedekahi berutang budi kepadanya. Padahal, kunci sedekah yang diterima oleh Allah

SWT, ialah sedekah yang ikhlas karena Allah semata. Investasi Dunia dan Akhirat

Sisi lain dari sedekah, yaitu investasi. Jika un-tuk urusan dunia, seorang muslim berinvestasi dalam bentuk tabungan, deposito, rumah, dan saham misalnya. Tapi, ketika kematian itu datang, maka harta kekayaan yang diinvestasikan semasa hidupnya akan berubah menjadi harta warisan, dan dinikmati oleh anak cucu keturunan mereka. Sungguh laku lampah yang sempit, jika orientasi manusia hanya menumpuk harta dengan mem-perbanyak investasi dunia, tanpa berpikir perjala-nan akhirat yang abadi.

Rasulullah saw juga mengingatkan dalam sabdan-ya, bahwa ketika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara. Apa itu? Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orangtuanya.

Maka, bersedekah adalah salah satu investasi akhirat yang akan menolong pelakunya dari kes-engsaraan, karena setiap orang akan berada dalam naungan sedekahnya. Hadist riwayat Shahih Ibnu Khuzaimah menerangkan, “Naungan seorang

(9)

muk-min di Hari Kiamat adalah sedekahnya”.

Keberkahan lainnya dalam bersedekah, yaitu mampu melapangkan jalan menuju surga. Sebuah investasi yang tidak pernah dijanjikan oleh sia-papun dan perusahaan manapun. Sedekah juga dapat menjadi penghalang dari api neraka, dan melanggengkan jalan menuju surga-Nya.

Allah SWT berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang dise-diakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menginfakkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kes-alahan) orang. Allah menyukai orang yang berbuat kebajikan.”(QS. Ali Imron:133-134)

Maka dari itu, walau investasi dunia penting juga untuk dilakukan, namun jangan lupa investasi kebaikan (sedekah), untuk kehidupan di akhirat kelak. Percayalah, saat kita melakukan investasi akhirat berupa sedekah, kita juga akan mendapat-kan keberkahan selama hidup di dunia. Jadi, mari mencari berkah dengan bersedekah.

(10)

jejak program

Membangun kehidupan akhirat tidak selamanya dijalankan secara perorangan.

Melalui elemen lembaga pun sah hukumnya, terlebih jika feedback yang

dihasilkan mampu memberdayakan kepentingan bersama (umat), dan secara

tidak langsung tugas sosial akan terbangun dengan niat perorangan yang

berharap rida Allah SWT.

K

orelasinya adalah menjalin kerja sama antarlembaga demi kepentingan bersama, untuk mencapai visi-misi mulia. Dalam pelaksanaannya, pernikahan antarprogram dari dua lembaga kerap menghasilkan sesuatu yang baru, serta terbentuknya kepercayaan untuk membangun keuntungan dunia dan akhirat.

DT Peduli pun merespons cepat dengan membuka lebar tangannya kerja sama dengan BNI Syariah. Kepercayaan, kesamaan, dan kepentingan umat menjadi akses penyambung kerja sama ini. Daya tarik yang dimiliki DT Peduli, seperti adanya program pemberdayaan masyarakat dalam hal ekonomi, pendidikan, dakwah dan sosial, memperkaya kerja sama yang dibangun.

Menurut SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi, DT Peduli merupakan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang memiliki misi memberdayakan masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, dakwah dan sosial menuju masyarakat mandiri. Hal ini sejalan dengan BNI Syariah yang memiliki value proposition Hasanah Banking Partner, maksudnya BNI Syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan dunia, melainkan juga memberikan kebaikan (Hasanah) untuk kehidupan akhirat (Hasanah Way).

Tidak hanya itu, menurutnya DT Peduli memiliki pengeloalaan standar menjalankan mekanisme kerja sama. Belum lagi Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam mendorong program, terutama dalam membangun kemandirian umat.

“DT Peduli memiliki standar dalam pengelolaan manajemen masjid dan mendapatkan penghargaan terbaik kedua pada 2004, Kategori Penghargaan Masjid Pesantren Termakmur dari Dewan Masjid Indonesia (DMI). DT Peduli juga memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) yang kompeten dalam pengelolaan

masjid,” ujarnya.

PMM PROGRAM BAHU-MEMBAHU

KEUNTUNGAN DUNIA AKHIRAT

(11)

Sama-sama ingin membangun kemaslahatan umat adalah garis merah sekaligus titik temu berlangsungnya kerja sama ini. Iwan Abdi menyampaikan, sinergi yang besar dirasakan dalam menjalankan program tersebut. Ia berharap kesinambungan sinergi ini dapat terus dijaga demi mensyiarkan kemandirian ekonomi umat.

“Alhamdulillah program yang kami jalankan bersama dengan DT Peduli dapat berjalan lancar tentunya atas rida Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Terima kasih kepada DT Peduli atas sinergi yang baik, semoga dapat terus bekerja sama secara berkesinambungan dalam mensyiarkan Hasanah demi kemandirian ekonomi umat,” katanya.

Melanjutkan Pelatihan Manjemen Masjid (PMM)

Salah satu hasil kerja sama yang menjadi program unggulan adalah Pelatihan Manajemen Mesjid (PMM) program ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat luas. Memasuki 2019, program ini akan terus dilakukan bahkan ditingkatkan pengelolaannya. “Antusiasme yang positif ini harus kita jadikan energi untuk melanjutkannya di 2019,” tegasnya.

Bukan tanpa alasan, program PMM ini sudah sesuai dengan value proposition BNI Syariah sebagai

Hasanah Banking Patner, BNI Syariah berharap dapat

menjadi partner masjid dalam syiar ekonomi syariah di lingkungan masyarakat, dan menjadi partner pemberdayaan ekonomi di lingkungan masjid dan sekitarnya. Bahkan aktivitas ini harus mampu menjadi media bagi para takmir menjawab kebutuhan yang terkait dengan penegelolaan masjid.

Tidak tanggung-tanggung sebanyak 20 kota menjadi target selanjutnya untuk pengoptimalan pelaksanaan PMM. Lhokseumawe, Palembang, Jambi, Lampung, Batam, Pekanbaru, Purwokerto, Cirebon, Tasikmalaya, Pekalongan, Kudus, Bogor, Kendari, Malang, Jember, Bali, Balikpapan, Pontianak, Banjarmasin, Lombok.

Ke depannya Iwan ber encana un tuk mengembang kan program ini menjadi lebih massif lagi dalam pemberdayaan mesjid. Mengembalikan fungsi masjid sebagai simbol kesejahteraan sosial. Bukan tanpa sebab, pengembangan ini disandarkan pada latar belakang digagasnya PMM.

Masjid sebagai sentra utama seluruh aktivitas keumatan, baik untuk kegiatan pendidikan, pembinaan dan pembentukan karakter serta aspek-aspek lainnya termasuk politik, ekonomi, sosial dan budaya. Pengembangan juga diarahkan pada masing-masing SDM seperti takmir. Diharapkan takmir mampu mengangkat kualitas pengelolaan masjid dari berbagai sisi terutama sosial ekonomi, seperti pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, Kesenian, dan Olahraga

“BNI syariah berencana membuat program

advance yaitu Masjid Binaan. Peranan masjid binaan

ini akan fokus kepada pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan sosial untuk masyarakat sekitar masjid.” ujarnya.

Harapan terciptanya kerja sama untuk menjembatani keuntungan dunia dan akhirat juga harus di rencanakan dengan maksimal. PMM mencoba membenahi sistematis yang ada di pengelolaan masjid menjadi lebih baik dari mulai meningkatkan kualitas organisasi dan penyususunan program.

“Kami berharap dapat meningkatkan kualitas pengelolaan masjid dalam hal manajemen masjid, di antaranya manajemen keuangan, manajemen organisasi masjid, penyusunan program masjid, dan pengembangan usaha mandiri masjid. Selain itu, diharapkan program ini dapat mencetak takmir-takmir masjid yang profesional untuk peningkatan kualitas pengelolaan masjid, serta mengoptimalkan peranan masjid di tengah lingkungan masyarakat untuk seluruh aktivitas keumatan, baik dari segi ekonomi, politik, sosial budaya, dan pendidikan,” jelasnya. (Elga)

(12)

galeri

galeri

DT PEDULI SOLO

Penandatanganan perjanjian kerjasama Program Sekolah Sehat dan edukasi mitigasi kebencanaan, antara DT Peduli dan TK Bintangku, Selasa (15/1).

DT PEDULI JAKARTA – CIPAKU Program Khitanan Ceria, kerja sama dengan Pertamina Perkapalan, Sabtu (2/2). DT PEDULI SOLO

Roadshow“Singlelillaah Menjemput Jodoh Impian, di Linchak Cofee Klaten, (20/1). DT PEDULI GARUT

Upgrading koordinator peternak binaan Desa Ternak Mandiri (DTM), Selasa (5/2).

DT PEDULI KALSEL Sosialisasi dan Pelatihan Program Balai Kreatif pembuatan sabun cuci piring dan peralatan dapur dari bahan minyak jelantah, Sabtu (26/1).

DT PEDULI TASIKMALAYA Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Cimanggu RT 01/08 Kelurahan Tamansari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Senin (28/1). DT PEDULI KARAWANG

Sinergi Program Kencleng dengan MT Nur Amaliah Teluk Jambe Timur, Ahad (6/1). DT PEDULI SUKABUMI: Kegiatan

Aku Cinta Masjid (ACM) di Mushola al-Ikhlas, Cibeureum, Sukabumi, Kamis (31/1).

DT PEDULI LAMPUNG

Program tebar paket sembako untuk masyarakat

kurang mampu di lampung Selatan, pada Jumat (2/2).

DT PEDULI BOGOR

Kamis (15/2), Bantuan penebusan ijazah atas nama Nur Indah di sekolah SMK YAK I

Kota Bogor.

DT PEDULI KALIMANTAN

SELATAN

Berbagi nasi dan roti bersama warung sedekah di halaman

Masjid Istiqamah, Jumat (18/1).

DT PEDULI GARUT:

Pembangunan Rumah Veteran untuk Abah Lili, di Cisurupan, Garut, sudah selesai 75%, Senin (28/1).

JAKARTA – CIPAKU: Program Pendidikan Adzkia, kerjasama dengan Paragon, Jumat (1/2)

KARAWANG, Program Yatim Care Rumah Santri al-Ridwan, Sinergi dengan DT Peduli Karawang, studi tour Ke DT Bandung, Jumat, (11/1).

DT PEDULI SUKABUMI: Pakaian karya binaan

(13)

galeri

galeri

DT PEDULI JAKARTA – CIPAKU Program Khitanan Ceria, kerja sama dengan Pertamina Perkapalan, Sabtu (2/2).

DT PEDULI JAWA TENGAH Tabligh Akbar Spesial bersama Bunda Astrie Ivo di Masjid Khoirul Huda Kinibalu Barat, Nidaul Khirot Sawah Besar, dan al-Ikhlas Plamongan Elok, Ahad (13/1).

DT PEDULI BOGOR

Silaturahmi ke SMK Ibnu Sina Bogor, kerjasama beasiswa prestatif bagi siswa siswi yang kurang mampu, Rabu (16/1). DT PEDULI JAWA TENGAH

Launching Penyerahan Kandang dan pelatihan Ternak kepada anggota DTM (Desa Ternak Mandiri), Senin (21/1). DT PEDULI TASIKMALAYA

Safari Dakwah Majelis Manajemen Qolbu bersama Terry Putri, di Masjid Agung Ciamis, Ahad (2/3).

DT PEDULI TASIKMALAYA Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Cimanggu RT 01/08 Kelurahan Tamansari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya, Senin (28/1).

DT PEDULI KUNINGAN Kerja sama dengan Aparatur Pemerintah Sukaraja, melakukan Penanaman Pohon, Jumat (25/1).

DT PEDULI KUNINGAN Festival Gerobak Barokah, menyalurkan 11 Gerobak, Sabtu (26/1).

DT PEDULI METRO

Berbagi daging kambing siap saji gratis untuk anak yatim & dhuafa di Ponpes sekitar Metro, Jum’at (25/1).

DT Peduli Jakarta Pejaten: Penutupan pelatihan handycraft di Jalan Suka Mulya Raya,

Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (6/2).

DT PEDULI SUMATERA UTARA: Launching Program Baitul Quran dengan konsep ‘Tauhiid, Akhlaq, Manfaat , Berkarakter Baku’, pada Jumat (1/2).

DT PEDULI BOGOR, Smart Student bersama Kang Fikar Rabbani di sekolah pembangunan satu (PESAT), Senin (28/1).

DT PEDULI METRO

Acara “Hijrahku Menemukan-Mu” di Masjid Taqwa Kota Metro,

pada Ahad (12/1).

DT PEDULI SUKABUMI: Pakaian karya binaan

(14)

DT PEDULI ACEH

Tebar jus berkah, d Jambo Banda Tape, Banda Aceh, Jumat (15/2)

.

DT PEDULI LAMPUNG Roadshow Singlelillah bersama Anandito dan Annisa Rahmah, pada Ahad (13/1)

DT PEDULI LAMPUNG Roadshow Singlelillah bersama Anandito dan Annisa Rahmah, pada Ahad (13/1)

DT PEDULI ACEH: Melaksnakan Kegiatan MMQ di MIN Model Banda Aceh, Jumat (15/2)

galeri

galeri

DT PEDULI BEKASI

Kamis (27/12), distribusi bantuan paket pangan untuk korban tsunami Selat Sunda.

DT PEDULI LUBUKLINGGAU Bantuan gerobak barokah ayam geprek, kepada Zelena, mustahik Warga Lubuklinggau, Sabtu (12/1). DT PEDULI BEKASI

Bantuan modal usaha setrika uap untuk Ibu Ngatiyah, pada Selasa (12/2).

DT PEDULI PALEMBANG Menyerahkan bantuan untuk Panti Asuhan Az-Zikri yang kebakaran, Sabtu (16/2).

DT PEDULI LAMPUNG

Program tebar paket sembako untuk masyarakat

kurang mampu di lampung Selatan, pada Jumat (2/2).

DT PEDULI BOGOR

Kamis (15/2), Bantuan penebusan ijazah atas nama Nur Indah di sekolah SMK YAK I

Kota Bogor.

DT PEDULI BATAM

Melaksanakan Program Balai Kreatif

di Pulau Boyan, Kel. Buluh, Kec. Bulang,

Senin (18/2).

DT PEDULI LUBUKLINGGAU:

Sinergi dengan LDK Kemas STKIP PGRI LLG, beri bantuan untuk korban bencana tsunami Selat Sunda, Jumat (1/2).

DT PEDULI SUMATERA UTARA : Bahagiakan anak yatim dan dhuafa dengan Program Ntarktir Yatim bersama donatur, pada Ahad (20/1).

DT PEDULI PALEMBANG,

Tes Tertulis dan Wawancara Calon Santri SMA Adzkia Islamic School, Rabu (20/2).

DT PEDULI BATAM: Menyalurkan bantuan

pembangunan masjid dan perlengkapan belajar untuk TPQ Mujahidin, di Pulau Seraya Tanjung Riau Sekupang, Sabtu (2/2).

(15)

kabarcabang maret 2019

DT PEDULI BATAM: Menyalurkan bantuan

pembangunan masjid dan perlengkapan belajar untuk TPQ Mujahidin, di Pulau Seraya Tanjung Riau Sekupang, Sabtu (2/2).

S

ebanyak 118 orang meninggal dunia, 432 orang mengalami luka berat, 5.729 mengalami luka ringan, 7.868 orang mengungsi ke posko-posko yang telah disediakan, dan tujuh orang hingga kini belum ditemukan.

Tidak hanya lembaga pemerintah, DT Peduli Lam-pung turut andil membuka posko bagi para penyintas (korban yang selamat), pada Ahad (23/12). Lokasi posk-onya yaitu di Aula Mushala Fatimah Az-Zahra, Jalan Teru-san Way Semangka, No. 42, Pahoman, Bandar Lampung. Di sana, DT Peduli Lampung menyiapkan tempat istira-hat, makanan siap saji, obat-obatan, dan suplemen.

Tim DT Peduli Lampung berbagi tugas. Di antara

mer-eka, ada yang ditugaskan melakukan assesment wilayah, pada Senin (24/12). Di sela-sela assesment, mereka juga memberikan bantuan darurat seperti makanan siap saji, dan kebutuhan penyintas yang mendesak lainnya.

Setelah assesment meliputi tujuh kecamatan, DT Peduli Lampung membuka posko bantuan di Hargo Pancuran, Rajabasa, Lampung Selatan. Tujuannya untuk memudahkan mengumpulkan bantuan yang diberikan dari luar lokasi kejadian.

Masjid-masjid yang masih berdiri kokoh tak luput dari perhatian DT Peduli Lampung. Masjid tersebut dibersihkan, agar dapat digunakan kembali oleh ma-syarakat untuk beribadah.

BANGKIT BERSAMA

DT PEDULI LAMPUNG

Tsunami yang melanda Selat Sunda pada Sabtu (22/12) lalu, memberi dampak yang luar biasa

bagi masyarakat di Lampung, khususnya mereka yang tinggal di daerah pesisir. Dari data yang

didapat Tim Daarut Tauhiid (DT) Peduli Lampung, tujuh kecamatan yang terkena dampak

(16)

kabarcabang maret 2019

Mari Sinergi Wujudkan Desa Tangguh Hari-hari berlalu, pemberitaan mengenai dam-pak dari tsunami Selat Sunda mulai hilang di tele-visi dan media-media nasional. Namun, DT Peduli Lampung tetap bertahan untuk memberikan bantuan jangka pendek seperti pembuatan dapur umum, pembagian sembako ke daerah Way Muli Timur, Rajabasa, Lampung Selatan, hingga ban-tuan yang sifatnya untuk jangka panjang.

Pembuatan dapur umum pun dijadikan ajang untuk membangkitkan semangat para penyintas. Mereka diberikan bahan-bahan mentah, untuk kemudian mereka masak secara bersama-sama. Tujuannya, tentu agar mereka ada aktivitas, dan menjaga izzah (kehormatan diri) untuk tidak se-lalu berharap makanan siap saji datang dari orang-orang.

Mengenai tempat ibadah, DT Peduli Lampung tidak hanya membersihkannya melalui Program ACM (Ayo Cintai Masjid). Tapi, memberikan pula perlengkapan masjidnya. Ke depannya, DT Peduli Lampung juga berencana membangun Masjid Tangguh, untuk penyintas yang berada jauh di atas pegunungan. Alasannya, karena masjid yang terse-dia di sana, tidak layak digunakan untuk beribadah sebagai mana mestinya.

Pembangunan Masjid Tangguh ini dibangun atas kerja sama dengan pemerintah setempat, para donatur, corporate, sekolah, kampus, dan or-mas, alhamdulillah dapat diresmikan pada Ahad (10/2), oleh Eko Yunianto, Kepala Cabang DT Peduli Lampung. “Semoga dengan adanya masjid ini, masyarakat bisa semangat beribadah dengan nya-man,” katanya.

Selain Masjid Tangguh, DT Peduli Lampung juga akan menjadikan Desa Way Muli Timur Desa Tangguh. Bantuan yang diberikan berupa pem-buatan waterwell dan family shelter. Program Eko-nomi Produktif digulirkan untuk membangkitkan perekonomian para penyintas. Seperti memberi-kan bantuan perahu dan tambak udang untuk para nelayan.

Mislam Hakim, Kepala Bagian Program DT Peduli Lampung menghaturkan terima kasihnya kepada pihak-pihak yang bersinergi mendukung program ini. Ia juga mengajak kepada para pem-baca, turut bersinergi mewujudkan Desa Tangguh bersama DT Peduli Lampung.

(17)

hikmah

BOS WARDAH YANG

TAK KENAL LELAH

Umumnya Perempuan Indonesia mengenal Wardah. Dari mulai

remaja tanggung hingga emak-emak pasti sudah tak asing lagi dengan

merek kosmetik yang satu ini. Ya! Sejumlah aktris dan model ternama

yang menjadi brand ambassador kosmetik ini semakin membuat

masyarakat teringat dan akrab dengan Wardah

W

ardah berasal dari Bahasa Arab yang arti-nya bunga mawar. Wardah, kini menjadi salah satu produk kecantikan termasy-hur di Indonesia. Tak hanya dikenal para hijabers, produk kecantikan berlabel halal ini juga dikenal di berbagai kalangan. Tak hanya di Indonesia, produk ini juga bisa ditemukan di berbagai Negara.

Di balik kemahsyuran Wardah, ada sosok

perempuan yang tak kenal lelah. Dialah Nurhaya-ti Subakat. Perempuan kelahiran Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, pada 27 juli 1950 lalu ini adalah perempuan yang tak kenal lelah mem-bangun perusahaannya dari nol. Awal Mei tahun 2018 lalu, Nurhayati masuk ke dalam daftar 25 pebisnis perempuan paling berpengaruh versi Forbes Asia.

(18)

Bersama suaminya, Subakat Hadi, ibu dari tiga anak ini mendirikan perusahaan pada Februari 1985. Awalnya, perusahaan kecilnya itu bernama Pusaka Tradisi Ibu (PTI) dan memproduksi produk perawatan rambut bernama Putri. Pada 2011, Pu-saka Tradisi Ibu berganti nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation.

Nurhayati memperkenalkan merek Putri ke salon-salon secara door to door dan hanya dibantu karyawan satu-satunya yang juga asisten rumah tangganya. Merek Putri pun akhirnya mendapat tempat di hati masyarakat.

Jatuh, Bangkit Lagi!

Kemasyhuran Wardah saat ini dan produknya yang laris manis di pasaran adalah buah kesabaran serta perjuangan Nurhayati dan suaminya selama lebih dari tiga puluh tahun. Kepada Tim DT Peduli, Nurhayati menceritakan, untuk mencapai kesuk-sesannya seperti saat ini, banyak ujian yang harus dilaluinya.

Di saat Nurhayati dan suaminya bertekad mem-besarkan perusahaannya, kobaran api sempat membakar sebagian asetnya. Nurhayati sempat se-dih dan tertekan. Tapi, tak lama sejak kebakaran itu, Nurhayati kembali bangkit dan kembali memulai usahanya dari nol.

Jika Nurhayati mau, ia akan menutup perusah-annya dan mengandalkan penghasilan suaminya. Sayangnya, Nurhayati tak demikian. Nurhayati ma-sih memikirkan nasib utang-utang dan karyawan-nya jika perusahaankaryawan-nya itu ditutup.

“Kalau saya mementingkan diri sendiri, nggak apa-apa karena suami saya masih bekerja. Cuma kalau saya harus tutup, berarti saya tidak bisa bayar

hutang, kemudian karyawan saya tidak bekerja. Jadi, saya kembali bangkit itu karena memikirkan orang lain. Karena kalau kita peduli terhadap orang lain, insya Allah ada kemudahan,” ujarnya.

Pascakebakaran itu, Nurhayati dan suaminya kembali membangun perusahaan dari modal pinja-man. Nurhayati merasakan, pertolongan Allah SWT terus berdatangan ketika ia mulai berusaha untuk memikirkan nasib orang lain. Dari mulai pinjaman modal yang lebih dari cukup dan perkembangan positif lainnya. Belum genap setahun, Nurhayati bisa membangun rumah dan pabriknya.

Pada 1995, Nurhayati melahirkan produk ba-runya bernama Wardah. Rangkaian tata rias wajah dengan konsep halal ini pertama kali dikenalkan ke-pada para santri perempuan. Sayangnya, usahanya kali ini tak langsung menguntungkan. Akhirnya, Nurhayati kembali mengubah target pemasaran-nya. Secara bersamaan, anaknya ikut membantu Nurhayati. Kehadiran Hijaber pada 2009 pun ikut melejitkan Wardah hingga laris manis di pasaran seperti saat ini. Tah hanya Wardah, Nurhayati juga mengembangkan berbagai merek lainnya yakni Make Over, Emina, dan IX.

Berbagi, Kunci Sukses

Dari sekian banyak kunci kesuksesan Nurhayati, ada satu kunci yang menurutnya sangat luar biasa karena kunci tersebut mampu mengundang per-tolongan Allah SWT. Berbagi adalah rahasia sukses Nurhayati yang paling ampuh. Diakuinnya, berbagi kepada sesama dapat mengundang pertolongan Allah ketika perusahaannya berkali-kali mengha-dapi ujian.

(19)

peru-sahaannya konsisten menyisihkan sebagian keun-tungannya untuk membantu orang lain. Salah satunya bantuan untuk kajian muslimah yang di-percayakannya kepada DT Peduli.

“Visi kami adalah menjadi perusahaan yang ter-us berkembang, memiliki kualitas yang lebih baik dari hari-hari kemarin, dan bermanfaat untuk orang banyak. Alhamdulillah selalu ada pertolongan Al-lah. Mudah-mudahan ketika kita banyak menolong orang lain, maka insya Allah akan banyak juga per-tolongan Allah,” katanya.

Hingga saat ini, Nurhayati memiliki ribuan kary-awan. Uniknya, selain memberikan gaji, Nurhayati memberikan beasiswa kepada para karyawannya itu. Nurhayati tak segan mengumrahkan karyawan-karyawannya. Diakuinya, keputusan Nurhayati itu sempat diprotes anak-anaknya. Tapi Nurhayati tak gentar dan terus melanjutkan niat baiknya itu. Tak lama kemudian, Nurhayati pun menikmati buah dari benih kebaikan yang ditanamnya.

“Dengan kita banyak membantu orang lain, Insya Allah banyak pertolongan Allah. Itulah yang kami rasakan. Jadi, selama jatuh bangunnya pe-rusahaan ini, selalu ada saja pertolongan Alllah,” katanya.

Sinergi dengan DT Peduli

Nurhayati, yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Paragon Technology and Innovation secara simbolis menyerahkan bantuan dana kepada Daarut Tauhiid (DT) Peduli Bantuan se-jumlah 1.075.000.000 (Satu Miliar Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah) diserahkan kepada DT Peduli untuk program kajian muslimah di ratusan masjid yang tersebar di penjuru Indonesia.

Bantuan diterima langsung oleh Herman,

Di-rektur Utama DT Peduli dan disaksikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Pembina Pondok Pesantren Daarut Tauhiid dan seluruh jemaah Ka-jian Tauhid di Masjid Agung Trans Studio, Band-ung. Selain menyerahkan bantuan, sebelumnya Nurhayati membagikan kisahnya membangun pe-rusahaan bersama keluarganya.

Herman menyambut baik kerja sama antara PT Paragon dengan DT Peduli. Kerja sama terse-but, jelasnya, sudah berjalan dan DT Peduli telah melaksanakan kajian khusus muslimah di berbagai wilayah cabang DT Peduli di Indonesia. Renacanan-ya, ada 429 masjid di seluruh Indonesia yang men-jadi sasaran program kajian muslimah ini.

Aa Gym pun mengapresiasi langkah PT Paragon Technology and Innovation menyalurkan bantuan-nya melalui DT Peduli. Tak habantuan-nya itu, Aa Gym juga mendoakan kebaikan perusahaan ini.

“Saya berterima kasih karena banyak program yang bersinergi dengan DT Peduli. Kita doakan semoga semakin berkah rezekinya, usahanya, kelu-arganya, dan membawa kemaslahatan bagi seban-yak-banyaknya umat,” kata Aa Gym.

(20)

cinta wakaf

Jumlah wakif (pewakaf) di tahun 2018 meningkat sangat siginifikan.

Bahkan, kenaikan wakif baru di 2018, lebih dari 100 persen dibanding tahun

sebelumnya. Banyak kisah inspiratif dari para wakif tersebut. Setiap ceritanya

membuktikan janji Allah tentang berbagai keutamaan wakaf.

D

ari mulai kelapangan hati hingga kelan-caran usaha. Dari sakinahnya keluarga sam-pai bukti kasih sayang anak kepada orang-tua.

Latar belakang para wakif begitu beragam. Dari mulai pemuda sampai lansia. Dari pengusaha sampai ibu rumah tangga. Salah satu kisah menarik di antaranya adalah kisah Krisna, wakif muda yang sampai saat ini masih rutin berwakaf.

Kisah lainnya dari seorang bunda berusia 60 tahun, yang datang ke kantor Pelayanan Wakaf DT pada November 2018 lalu. Penampilannya bersa-haja, dengan kerundung ungu dan gamis hitam sederhana. Siapa sangka, dia sengaja berangkat dari rumahnya di Jakarta, untuk menyerahkan cek bertuliskan angka seratus juta ke Wakaf DT. Dia akadkan uang itu untuk Wakaf Graha Daarut Tarbi-yah (GDT).

INSPIRASI WAKIF

SEPANJANG 2018

TETIMONI WAKIF

Saya punya ketenan-gan dibandingin saya tidak suka wakaf dulu. Memang rezeki ada, tapi hati masih gelisah.

Tetapi ketika sudah berwakaf, ngadepin apa

aja bisa aja gitu. Tidak terpikir terus. Ya udah ini

mah memang ujian.”

Wakaf itu seperti kita memiliki sesuatu yang paling berharga, dan itu harus dikembalikan kepada Allah SWT. Wakaf itu harus ikhlas, dan jangan per-hitungan

Denger wakafnya baru-baru. Langsung masuk ke dalam hati. Wakaf itu kan lebih dari sedekah. Terutama juga mudah-mudahan juga keberkahan dan pahalanya ada buat orang tua yang sudah me-ninggal dunia. Kemudian kepada yang ngemodalin, ke orang lain. Mencari rezeki mudah-mudahan dilancarkan dan dimudahkan.”

Saya ingat, di jalan saya melihat banner membeli rumah di surga dari Daarut Tauhiid. Namun per meter satu juta. Tapi uang di kantong saya hanya 500 ribu. Jadi saya ajak patungan te-man saya agar satu juta, biar bisa beli rumah di surga. Saya di dunia belum dapat rumah tapi di surga saya harus dapat rumah.”

Bunda 60 tahun, Jakarta

Krisna, Wakif Muda dan Pengusaha, Bandung

Bhekti Triwahyuningtyas Wakif Wakaf Keahlian

Kang Gun, Pengusaha Otomotif, Bandung

(21)

fokus

N

abi Ya’qub sangat memerhatikan perkem-bangan anaknya. Ia amati satu persatu, menilai di antara mereka yang akan men-yongsong kekuasaan yang Allah janjikan. Rasa penasaran teramat dalam terus menderanya, hingga suatu saat salah seorang anak menyampaikan mimpi yang dialaminya semalam.

Dialah Yusuf, putra kesebelasnya. Ia mengalami mimpi tidak biasa. Ada sebelas bintang, matahari, dan bulan yang sujud kepadanya. Disertai perasaan penuh heran, ia ceritakan mimpi tersebut dengan de-tail kepada ayahnya. Nabi Ya’qub menyimak penjela-san Yusuf dengan hikmat. Perasaan haru biru pun me-nyeruak serentak.

Sesuai petunjuk nubuwwah serta kecerdasannya sebagai utusan Allah, Nabi Ya’qub mengerti maksud mimpi ini. Selepas mengapresiasi, ia berpesan agar Yusuf tidak menyampaikan mimpi ini kepada sauda-ranya. Ia pun menasihati agar Yusuf peka dan waspada terhadap kiprah setan yang senantiasa mengganggu hadirnya para pelanjut estafet risalah.

Gelagat Nabi Ya’qub yang berusaha menjaga dan mengawal Yusuf sebagai kader pilihan Allah, terde-teksi oleh anak-anaknya yang lain. Mereka merasakan ada perhatian ayahnya yang lebih kepada Yusuf. Wa-laupun Nabi Ya’qub mengemasnya secara logis, yakni dengan menugaskan Yusuf agar menjaga adik laki-lakinya yang paling kecil (Bunyamin).

Para saudaranya berkumpul. Mereka menyiapkan kekuatan dan memikirkan tindakan apa yang diambil agar mendapat perhatian orangtuanya. Masya Allah, muncullah dua pilihan bejat dari usulan mereka, yaitu membunuh atau membuang. Karena sadar mem-bunuh adalah perbuatan dosa besar, mereka pun menetapkan pilihan kedua.

Setelah menentukan rencana, mereka mendatan-gi ayahnya. Salah seorang dari mereka memberanikan diri tampil menjadi juru bicara, dan menyampaikan permohonan untuk mengajak main Yusuf. Mereka

berjanji akan menjaganya sepenuh hati dan sekuat tenaga.

Nabi Ya’qub menyampaikan keberatannya dengan bijaksana. Namun, mereka tetap mera-juk dan terus mencari alasan agar Nabi Ya’qub tidak memiliki pilihan kecuali membolehkannya. Nabi Ya’qub pun akhirnya mengizinkan walaupun penuh risiko.

Misi pertama mereka selesai, kata mereka. Se-lanjutnya menyelesaikan misi lanjutan. Mereka bergegas membawa Yusuf ke dekat sumur yang direncanakan. Setibanya di lokasi itu, Yusuf dima-sukkan ke dalam sumur setelah terlebih dahulu mengambil baju gamisnya.

Mereka lalu mencari darah binatang yang akan dilumurkan ke baju gamis Yusuf. Setelah itu, mere-ka menemui Nabi Ya’qub dan menyampaimere-kan Yusuf dimakan serigala (sambil menunjukkan baju Yusuf yang penuh darah). Nabi Ya’qub menegur keras anak-anaknya. Ia lalu menasehatinya agar tidak me-mandang baik terhadap setiap perkara yang buruk. Semua anak-anaknya tertunduk. Nabi Ya’qub selan-jutnya bermunajat kepada Allah, dan menyerahkan keamanan serta keselamatan Yusuf atas kuasa dan kehendak-Nya.

Kemudian datanglah kelompok musafir yang hendak mengambil air. Ketika mereka menurunkan timbanya, mereka kaget karena ada anak muda di dalamnya. Mereka pun menyelamatkan dengan maksud menjualnya. Akhirnya, Yusuf bisa keluar dari sumur dengan status sebagai budak belian.

Suatu saat, sampailah Yusuf ke tangan penguasa Mesir (al-Aziz) yang membelinya. Ia tertarik dengan penampilan Yusuf yang tampan, sehingga berpikir untuk mengadopsi dan menjadikannya sebagai anak angkat. Ia pun meminta istrinya agar menyiapkan tempat dan memperlakukannya dengan baik. Dari istana inilah, perjalanan Yusuf menggapai kekuasaan dimulai. Wallahu a’lam.

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: ‘Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.’” (QS. Yusuf [12]: 4)

NABI YUSUF:

MENGGAPAI KEKUASAAN

DARI TITIK NOL

Penulis, Trainer, dan Konsultan Kontak Interaktif: SMS/WA: 0857 6713 6799, PIN: 5B46D5E1 Ust. Edu Oleh:

hikayat

(22)

MENJADI HAMBA ALLAH

YANG DIPERCAYA

3. Kurang/tidak amanah

4. Berulangkali melakukan kesalahan serupa 5. Tidak bertanggung jawab

6. Tidak menepati janji 7. Pekerjaan tidak tuntas 8. Sibuk menyalahkan orang lain 9. Kurang ilmu, wawasan 10. Tidak ada kesungguhan Bahagianya bila dapat dipercaya 1. Rasa percaya diri

2. Hati gembira, puas 3. Banyak relasi silaturrahmi 4. Usaha/bisnis maju melesat 5. Karir pekerjaan dinaikan 6. Rezeki berlimpah ruah 7. Serba mudah urusan 8. Keluarga bangga terhormat 9. Disukai Allah SWT

Tips agar dapat dipercaya

1. Pastikan setiap amal disaksikan Allah SWT, dan ada balas-annya

2. Niatkan amal ada dalam keridaan Allah SWT 3. Pelajari ilmu,keterampilan dalam bekerja/bisnis 4. Lakukan setiap amal dengan kesungguhan

5. Miliki semangat untuk menyelesaikan dengan kualitas yang terbaik

6. Kuasai manajemen waktu, datang dan selesaikan peker-jaan lebih awal

7. Berani minta maaf bila ada kesalahan 8. Berkata benar.

9. Kokoh dalam menjaga rahasia

10. Tidak membicarakan orang lain di belakangnya 11. Tulus dalam menghargai orang lain

12. Selalu semangat 13. Bersikap terbuka 14. Tunjukan loyalitas

15. Menjadi kuburan bagi aib orang lain “Hai orang-orang yang beriman, janganlah

kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al-Anfal : 27).

Segala puji hanya milik Allah SWT. Salawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada pe-mimpin teladan seluruh alam, Rasulullah Mu-hammad saw.

Jauh sebelum Nabi Muhammad saw diang-kat sebagai seorang rasul, ketika masih belia, beliau sudah sangat dikenal masyarakatnya seb-agai al-Amin, artinya orang yang amanah atau bisa dipercaya. Gelar dari masyarakat Quraisy ini dise-babkan kejujuran dan sikap tanggung jawab yang dimiliki Nabi Muhammad saw.

Atas dasar itu, kaum Quraisy memberikan ke-percayaan kepada Nabi Muhammad saw untuk menjadi penengah dan pemberi jalan keluar bagi mereka yang sedang berselisih dalam pemindahan Hajar Aswad. Al-Amin merupakan teladan yang perlu dicontoh dari Nabi Muhammad saw. Sebab amanah adalah hal yang sangat mendasar yang penting di-miliki seorang muslim.

Sengsara bila tidak dipercaya

1. Relasi silaturahmi semakin hari semakin sedikit 2. Usaha/bisnis dapat bangkrut

3. Karir pekerjaan buruk bahkan dikeluarkan 4. Rezeki sempit melilit

5. Keluarga dipermalukan 6. Kesulitan dalam segala hal 7. Hidup terasa sempit 8. Sedih, galau merana hati 9. Depresi, dan sakit Penyebab tidak dipercaya

1. Tidak sesuai antara perkataan dengan perbuatan 2. Sering berbohong

kolom a deda

Oleh: Abdurrahman Yuri Dewan Pembina Yayasan Daarut Tauhiid

(23)

MENITIPKAN ANAK

KE KELUARGA, BOLEHKAH?

Oleh: Prof. Dr. KH. Miftah Faridl

Dewan Syariah DT Peduli dan

Ketua MUI Kota Bandung Konsultasi: SMS/WA: 082118644667, PIN BB: 7E 854 357

Apa hukum dan sangsinya suami yang menuduh istrinya berzina dengan lelaki lain?

+62859 3244 xxxx Seperti hal zina, menuduh zina juga hukum-nya dosa besar. Dalam hukum Islam, orang yang berzina harus dicambuk 100 kali dan menuduh zina dihukum cambuk 80 kali. Tuduhan zina, harus dibuktikan dengan empat orang saksi dewasa muslim. Kalau suami menuduh zina kepada istrinya tapi tanpa empat saksi, maka bisa diproses cerai dengan cara lian, diputus cerai oleh Hakim Agama.

Saya mau tanya hukum asuransi. Jika ses-eorang berutang kepada bank dan mendapat-kan fasilitas asuransi jiwa dari bank tersebut, serta yang bersangkutan meninggal, apakah masih ada kewajiban bagi orang tersebut melu-nasi utangnya (ahli warisnya)?

+62896 2122 xxxx Asuransi yang sudah mendapatkan fatwa keha-lalannya insya Allah boleh. Adapun praktik asuransi yang lain harus dicermati oleh para ahli terlebih dahulu. Prinsipnya tidak boleh riba dan tidak boleh ada penipuan. Utang orang yang wafat harus dibayar dari harta peninggalannya. Kalau tidak ada peninggalannya, maka ahli waris yang wajib membayarnya.

Saya bersalah kepada suami karena me-minjamkan uang kepada saudara yang sedang kesusahan, tapi saya tidak memberi tahu suami terlebih dahulu. Suami saya marah dan mau mnceraikan saya, padahal saya sudah minta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat. Saya ikhlas jika dia menceraikan saya. Hanya saja, zikir apa yang bisa menghapus dosa saya dan membuat tenang batin ini? Atas wejangannya saya ucapkan terima kasih.

+62857 9436 xxxx Pertama-tama Anda harus tetap minta maaf kepada suami, mendoakan suami agar diberi hi-dayah menjadi seoarang pemaaf. Jangan diulangi perbuatan yang sama. Utangnya supaya segera dibayar. Usahakan jangan sampai terjadi talak hanya karena masalah tersebut. Setelah salat, berdoa supaya keluarga tetap utuh: Robbana Hablana…. dan seterusnya (QS. al-Furqon [25]: 74), untuk menghapus dosa baca doa Nabi Adam dan Nabi Yunus (QS. al ‘Araf [7]: 23, al-Anbiya [21]: 87).

Saya seorang ibu rumah tangga. Berdo-sakah jika saya mendapatkan tawaran peker-jaan sehingga anak-anak saya titip ke keluarga? Ini saya lakukan karena desakan ekonomi.

+62857 1546 xxxx Kalau karena terpaksa boleh. Tapi tetap harus ada waktu untuk anak-anak walaupun tidak penuh. Kalau penghasilan suami sudah cukup, prioritas-kan waktu untuk anak-anak sedang kerja hanya boleh dilakukan kalau tidak menghancurkan masa depan anak-anak.

(24)

Bagaimana menyikapi istri yang gila kerja se-hingga melupakan kewajibannya sebagai istri dan seorang ibu?

Jawab : Seorang istri sebenarnya tidak wajib untuk mencari nafkah, kecuali memang berniat mem-bantu suami mencukupi nafkah keluarga. Selain itu, boleh jadi seorang istri bekerja karena tuntutan profesi atau keahlian yang dimilikinya untuk mem-bantu sesama, seperti pendidik atau guru, dokter atau ahli medis lainnya, konsultan, dan lain-lain. Itu semua berpulang kembali kepada izin dari sua-minya.

Jika sudah kebablasan kerja sampai lupa ke-wajiban utama, tentu tidak baik, bahkan berdosa. Harus diingatkan, dinasihati dengan bijak supaya paham, dan bisa mengevaluasi kembali semua ak-tivitasnya. Tugas utama bagi seorang muslimah yang sudah menikah adalah menjadi istri dan ibu yang baik. Masalah mencari nafkah tidak wajib, apalagi bila suami mampu memenuhinya.

Sebaiknya segera diingatkan, bila tidak mampu mengingatkan secara langsung, bisa meminta ban-tuan orang lain yang diseganinya. Bisa pula melalui

media lainnya, seperti buku, rekaman ceramah, atau tayangan ilmu. Jangan lupa yang paling am-puh dan utama mendoakannya supaya Allah SWT membukakan hatinya untuk menyadari kekeliruan-nya.

Bagaimana mengatasi kecemburuan anak. Cem-buru antara adik dan kakak atau sebaliknya. Pada-hal, saya merasa tidak pernah membedakan sedik-itpun anak yang laki-laki dan perempuan. Apakah anak laki- laki dan perempuan harus diperlakukan berbeda?

Jawab : Cemburu di antara anak, adik, dan kakak atau sebaliknya bisa dipicu karena adanya sikap yang membandingkan di antara mereka. Sikap tersebut bisa timbul di keluarga oleh orangtua atau ang-gota keluarga lainnya. Bisa pula akibat sikap dari lingkungan di sekitarnya, misal teman main atau sekolahnya, guru, dan lain-lain. Jadi harus teliti, dis-elidiki dari mana penyebabnya.

Tugas orangtua bila terjadi hal seperti itu adalah bersikap adil, selain itu memberi pemaha-man kepada anak bahwa masing-masing punya

BERDOSAKAH JIKA

ISTRI ASYIK KERJA?

Konsultasi: SMS/WA: 082118644667, PIN BB: 7E 854 357 Oleh: Betty Y. Sundari

(Penulis dan Mompreneur)

(25)

“Barangsiapa yang mencukupi kebutuhan dan mendidik dua anak perempuan hingga mereka dewasa, maka dia akan datang pada hari kiamat nanti dalam keadaan aku dan dia (seperti ini),” dan beliau mengumpulkan jari jemarinya”. (HR. Muslim no. 2631)

keistimewaan dan harus saling membantu, sal-ing menyayangi.

“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Sebagaimana bi-natang ternak akan melahirkan bibi-natang ternak yang sempurna. Apakah engkau lihat ada bina-tang yang lahir dalam keadaan telah terpotong telinganya?” (HR. Al-Bukhari no. 1385)

Perlakuan secara umum untuk anak laki-laki dan perempuan adalah sama, misalnya perlakuan harus ibadah dengan benar, belajar , disiplin, dan lain-lain. Namun saja ada per-lakuan lain yang khusus harus dibedakan. Con-toh pola pengasuhan untuk anak laki-laki harus menumbuhkan sikap yang lebih berani, tegas, karena kelak akan jadi pemimpin keluarga. Adapun untuk perempuan, digali dan diajarkan sisi keperempuannya, dipahamkan tugas-tugas seorang perempuan yang kelak akan menjadi seorang istri dan ibu.

Selain itu ada perlakuan khusus yang dicon-tohkan Rasulullah saw terhadap anak perem-puan. Dulu, ada pemahaman merasa kurang beruntung bila memiliki anak perempuan. Karenanya, Rasulullah saw mengubah para-digma tersebut dengan mengutamakan sikap lemah lembut saat mendidik anak perempuan,

(26)

Oleh:

S

esuai dengan ayat al-Quran (di antaranya QS [3]:137; [30]:9; [30]:42; [62]:10; [14]:32), Allah SWT memerintahkan manusia untuk melakukan perjalanan sebagai sarana untuk mentafakuri ayat-ayat dan kekuasaan-Nya.

Agar perjalanan mendatangkan banyak man-faat, kita wajib mengatur ritmenya dengan baik, dan diniatkan untuk ibadah. Perjalanan wisata misalnya, ia akan mampu memberikan manfaat yang optimal, khususnya berupa pertambahan ilmu dan wawasan, apabila dimaksudkan sebagai perjalanan edukasi.

***

Bagaimana agar perjalanan yang kita lakukan bisa membawa perubahan?

Sebuah perjalanan dikatakan mencerdaskan, terdapat aktivitas observasional (pengamatan) pada suatu budaya, gaya hidup, nilai-nilai lokal yang ditemui. Allah SWT menciptakan fitrah pada manusia, fitrah untuk berkomunikasi dan saling memotivasi. Itulah mengapa, orang-orang di suatu daerah pasti akan tertarik untuk menceritakan kekhasan daerah nya kepada para pendatang. Hal semacam ini pada akhirnya melahirkan proses ko-munikasi dua arah, ada timbal balik, ada transfer informasi dan pengetahuan, sehingga satu pihak menjadi tahu keadaan yang belum diketahui se-belumnya, hal itu akan semakin kuat memorinya tentang daerah yang diceritakan.

Melalui perjalanan semacam itu, database in-formasi di otak kita pun akan bertambah kaya. Itu

hidup bugar

Perjalanan adalah sebuah keniscayaan bagi manusia. Siapa yang ingin

di lapangkan rezekinya, diluaskan ilmu dan wawasannya, diperbanyak

saudaranya, dilapangkan hatinya, dan dimudahkan jalannya menuju surga,

lakukanlah perjalanan atas nama Allah SWT.

PERJALANAN YANG

MENCERDASKAN

Dr. Tauhid Nur Azhar, M.Kes Akademisi, peneliti, penulis buku, trainer, konsultan, dan pendiri Fakultas Kedokteran Unisba

artinya wawasan dan ilmu yang kita miliki menjadi bertambah. Semakin sering melakukan perjalanan, wawasan dan keilmuan kita pun insya Allah akan se-makin bertambah.

Jangan lupa pula, ketika kita melakukan proses perjalanan, ada proses adaptasi dan pengenalan ter-hadap suhu, makanan, dan hal-hal yang sebelumnya tidak diketahui. Hal ini seakan menjadi sebuah vak-sinasi alami bagi sel-sel dalam tubuh untuk dapat menerima kondisi-kondisi yang asing tidak pernah dirasakan atau di luar kebiasaan. Kondisi semacam ini akan menginstall kemampuan adaptif pada seorang manusia. Kemampuan beradaptasi, baik fisik maupun nonfisik, pada akhirnya akan mempengaruhi eksisten-si seseorang dalam lingkungan dan kehidupannya.

***

Perjalanan pun dapat dijadikan sarana membaca dan mengamati ayat-ayat kauniyah yang telah Allah SWT hamparkan di muka bumi. Bukankah Zat Yang Mahakuasa mengajari hamba-Nya melalui aneka tan-da di alam semesta?

Ketika kita menaiki pesawat terbang dan berada di atas awan misalnya, kita bisa belajar dan mena-fakuri proses terjadinya awan, menamena-fakuri tentang lapisan-lapisan atmosfer yang teramat luar biasa.

Bahkan, kita pun bisa menafakuri tentang so-sok-sosok bakteri mungil yang turut membentuk awan, micobacterium sirring namanya, yaitu sejenis bakteri TB yang bisa larut dalam uap air dan bisa terbawa sampai ketinggian 15.000 kaki. Bakteri ini

(27)

berada di tanah dan akan terbawa menguap saat ia berada dalam genangan air. Pada ketinggian ter-tentu, ia akan tertiup angin dan turun bersamaan dengan air hujan. Hal yang menakjubkan, tempat di mana ia turun adalah sama dengan tempat nai-knya. Inilah ke-kaffah-an miccobactrium sirring

yang layak menjadi bahan renungan manusia.

***

Kala berwisata ke taman bunga, taman buah, pegunungan, atau pun hutan rimba, kita dapat mengamati dan merenungi aneka kebesaran Al-lah SWT dalam hewan, tumbuhan atau

pepohonan. Kita dapat merenungkan tentang mengapa buah Mangga, Ke-semek, Gohok, Belimbing, dan juga

Apel kesat bahkan pahit dan lengket ketika masih mengkal? Sayang anak jawabnya!

Bagaimana maksudnya? Tujuan pohon dikotil berbuah adalah

berketurunan. Maka, “buah” haki-katnya adalah tanda cinta yang

harus dijaga sehingga tumbuh menjadi sosok yang

sem-purna dan berdaya guna. Ia pun dimatangkan

se-cara terencana, seperti juga tumbuhnya pohon harus seirama dengan dunia. Ketika tanah subur bertasbih memuja Sang Pen-cipta, pohon akan mensin-tesa hormon sitokinin hasil pemecahan adenin lewat jalur mevalonat. Ini jawaban dari hadiah tanah berupa nitrogen, kalium, dan fosfat. Kemudian, pohon tumbuh dengan pan-duan pemandu sorak berupa auksin dan giberelin. Pesat, cepat, dan kuat.

Tapi, kerap datang suatu masa seperti air tiada, cahaya matahari sayup terasa, suhu udara dingin

meraja, pohon pun dengan bijaksana bersandar pada bumi yang bersabar

menan-ti. Maka, diproduksilah hormon absisat sebagai ba-gian dari tasbih dan siasat. Daun-daun mengering, ranting ranting merangas seolah mudah melenting.

Ketika datang bulir air pertama dan cahaya yang menyimbahi lembah rimba raya, tunas-tunas muda menghijau dan kembali tasbih fotosintesis menguar lewat para stomata yang terus merintih mendamba cinta. Buah-buah angkatan pertama akhirnya meranum dengan bantuan gas etilena yang mendorong stomata membuka. Kita pun akan menyaksikan keindahan orkestra alam dengan ha-dirnya beburungan yang menyantap penuh syukur buah buah nan selezat dan semanis anggur. Lalu, biji-biji yang tertelan dibawa terbang tinggi, me-nyebar ke pelosok negeri, tersemai dan kelak akan tumbuh kembali.

Maka, mengkal adalah tanda pada burung si caraka pembawa nawala, bahwa anak-anak pohon belum siap dan sempurna untuk ditanam di lahan benua, tunggulah ia sampai matang sempurna. Maa syaa Allah, dari satu kebun atau taman saja, kita bisa mengenal kemahaagungan Allah SWT.

***

Ketika melakukan perjalanan, rasa ingin tahu dalam benak pun biasanya akan segera muncul, baik sebelum, saat perjalanan, atau bahkan sesudahnya. Dengan kemajuan teknologi informasi dan komuni-kasi, kita akan berusaha mengenal lebih jauh tempat yang akan atau pernah dikunjungi. Saat melakukan perjalanan dengan menumpangi pesawat terbang misalnya, setidaknya kita akan berusaha mencari tahu tentang jenis pesawat yang ditumpangi, faktor ke-amanan selama perjalanan, atau membrowsing di in-ternet tentang apa dan bagaimana tempat yang akan kita tuju atau akan kita lewati selama perjalanan. Jika demikian adanya, perjalanan bisa menjadi media un-tuk menumbuhkan inspirasi, motivasi, rasa ingin tahu dan dapat menjadi media belajar yang menyenang-kan.

Pendekatan seperti ini, insya Allah perjalanan yang kita lakukan akan semakin mendewasakan dan mencerdaskan. Namun sekali lagi, pengayaan jaringan di otak sebagai efek dari perjalanan tidak bisa dilepaskan dari proses iqra; proses berpikir, menelaah, dan memaknai, setelah sebelumnya mengumpulkan dan menghimpun informasi yang terserak. Tanpa adanya proses iqra, ke mana pun pergi, kita tidak akan mendapatkan apa-apa, selain kesenangan sesaat plus rasa lelah. ***

(28)

Oleh: Lian Hasnan Haris Nasution

SABAR

MENJAUHI RIBA

Sabar itu tidak sebatas ucapan, tapi dikuatkan pula

dengan keyakinan. Banyak hal dalam keseharian,

bahkan prinsip hidup perlu dibuktikan dalam tindakan

nyata.

pena sahabat

S

alah satu bentuk sabar dalam prinsip adalah sabar tidak meminjam uang ke bank. Apalagi uang yang dipinjam terse-but digunakan untuk keterse-butuhan konsum-tif. Dalam artian, tanpa membeli barang tersebut, hidup kita masih baik-baik saja.

Kemudahan yang ditawarkan bank, atau lem-baga riba yang terorganisir menggiurkan. Tidak hanya pencairan yang mudah, syaratnya pun dibuat amat leluasa. Siapa saja diberikan kemuda-han untuk meminjam, sehingga banyak diminati berbagai kalangan.

Saya berkecimpung hampir sepuluh tahun di dunia riba. Mulai dari leasing kendaraan, hingga karyawan salah satu bank ternama. Banyak hal yang bertentangan dengan nurani saya. Apalagi bila su-dah berhubungan dengan sita, bunga, dan bonus. Ah, semua ‘uang basah’ tersebut begitu mudahnya saya dapatkan.

Pengalaman saya ketika masih bekerja di per-bankan, nasabah yang meminjam uang di atas tiga ratus juta untuk usaha, selang beberapa waktu pasti meminjam kembali. Ada rasa tidak puas yang mereka miliki. Bahkan, nasabah yang meminjam milyaran rupiah, keuntungan tiap bulan yang mer-eka peroleh dari usahanya, habis digunakan untuk membayar cicilan. Walau terlihat aset di mana-ma-na, tapi sebenarnya itu milik bank. Belum lagi den-gan kewas-wasan yang dialami tiap bulan, karena khawatir tidak dapat terlunaskan. Itulah kondisi real di lapangan. Belum lagi bunga yang dibayarkan, pokok pun harus diperhitungkan.

Saya memiliki teman sesama muslim. Ketika saya bilang makan babi itu haram, ia setuju. Saat saya bilang minum khamr itu haram, ia pun tidak membantah. Namun, ketika ia memakai mobil cici-lan yang dipinjam di bank, saya bicici-lang mobil itu haram, alhasil perdebatan bahkan ketidaksetujuan

darinya. KPR dan leasing kendaraan, sama-sama memberikan kecemasan, kewas-wasan pada nasa-bah. Sejatinya barang tersebut, ketika belum lunas adalah milik orang lain, bank atau lembaga riba. Ka-pan saja bisa disita, kaKa-pan saja bisa tergadai.

Saya jadi teringat dengan salah satu dari ban-yak ayat Quran yang membahas bahaya riba. Yakni surah al-Baqarah [2]: 275, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan sep-erti berdirinya orang yang kemasukan setan lanta-ran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama den-gan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Kini saya sudah mantap meninggalkan dan menjauhi riba. Meski saya tahu hal tersebut amat-lah berat, tapi insya Alamat-lah saya yakin dengan kepu-tusan ini. Semoga Allah memberikan keistiqama-han dan memberi rezeki yang Ia ridai. Rezeki yang bebas dari riba.

(29)

tidak hanya pandai dalam membacanya (tilawah), tapi juga kuat dalam menghafalnya. Ketiga, saling mengoreksi bacaan dan hafalan antar santri.

Walau hanya memiliki empat orang pengajar, tapi atas pertolongan Allah SWT, Program Baitul Quran ini dapat terus berjalan. Program ini juga me-miliki tiga kelompok binaan. Pertama, di Aula Mas-jid al-Abyadh. Kedua, di MasMas-jid al-Aqsho. Ketiga, di Jalan Beringin Pematang Siantar.

Terakhir, DT Peduli Medan berharap, program ini semakin berkembang, bahkan menjadi karak-ter Kota Medan. Lalu, para santrinya dapat menjadi hamba Allah yang mencintai, mengamalkan, dan mengenalkan indahnya al-Quran. (Kustriawan)

C

ita-cita mulia itulah yang sedang berusa-ha diwujudkan oleh Daarut Tauhiid (DT) Peduli Cabang Medan, melalui Program Baitul Quran. Sejak diresmikan oleh Ustaz Maulana Yusuf pada pertengahan 2018, Program Baitul Quran terus melakukan evaluasi dan inovasi, agar para santri yang dibina dapat mencintai al-Quran, dibarengi dengan akhlak yang mulia.

Ada tiga materi yang diberikan kepada santri. Pertama, materi mengenai Karakter BAKU (Baik dan Kuat). Harapannya, para santri dapat menjadi hafiz quran, dan memiliki karakter yang baik dan kuat, serta bermanfaat bagi umat.

Kedua, menghafal al-Quran. Jadi, para santri

info

UPAYA DT PEDULI

CETAK GENERASI QURANI

ANAK adalah buah hati sekaligus titipan dari Allah SWT. Melalui anak pula,

investasi akhirat dapat terwujud. Terlebih jika sang anak menjadi peghafal

al-Quran, Insha Allah di akhirat kelak, orangtuanya akan mendapat hadiah

mahkota dari Allah SWT.

(30)

Menikah

LAYANAN INFORMASI DAN KONFIRMASI

Telp: 0851 0001 7002

WA: 0821 1616 4545

Chat: www.dtpeduli.org

ZAKAT

INFAQ

009.2553.718 777.0333.118

0884.01.016683.53.7

13000.9000.000.4

86000.3896.700

009.2553.729 777.0333.126

a.n DT Peduli Zakat

a.n DT Peduli Zakat

a.n DPU Daarut Tauhiid

a.n Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid

a.n Darut Tauhid Peduli

a.n DT Peduli Infaq

a.n DT Peduli Infaq

KANTOR PUSAT Jl. Gegerkalong Girang No. 32 Bandung 40153. Telp./Fax. 022-2021861, 2021862 Website: www.dpudt.org KANTOR PERWAKILAN : JAWA BARAT

Jl. Gegerkalong Hilir No. 75. Ban-dung Telp. 022 – 82003527 DKI JAKARTA

Perkantoran Pejaten, Jl Pejaten Raya Kav 2, No. 3, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan Telp. 021-7986066 // 0822 1037 7707

JAWA TENGAH Jl. Sriwijaya No. 130 Wonodri Semarang Telp. 024-8444272 // 0851 0050 0074

DIY YOGYAKARTA Jl. KH. Agus Salim No. 56A Notop-rajan Ngampilan Yogyakarta Telp. 0851 0056 0086

JAWA TIMUR Ruko Bukit Dieng Permai Kav. 3, Jl.Terusan Dieng, Pisang Candi Sukun, Kota Malang.Telp.

0341–5081883 // 081 5566 111 00 LAMPUNG

Jl. Terusan Way Semangka no. 42 Pahoman Bandar Lampung Telp. 0721-5600 613

SUMATERA SELATAN Jl. Gersik Lr. Bakung No. 1455 Rt. 30/08 Sekip Tengah Palembang 30113,Telp. 0711-5556103 // 081 1787 9009

BANTEN

Jl. Ciater Raya Rt. 02/03 Rawa Mekarjaya, Tangerang Selatan, Banten 15310 ( Samping RM. H. Sari ) Telp. 021-75671994 // 0812 9177 6977

KEPULAUAN RIAU Alamat Cabang Batam : Jl Letjen Suprapto Ruko Tembesi Point Blok A No. 3a // 0811 7073075 JAMBI

Jl. Jendral Sudirman, No.2A RT.29 (Sebrang POLDA Jambi), Kel. Tambaksari, Kec. Jambi Selatan, Kota Jambi. Telp. 0741-306-1010/ 0823-7712-5309

KALIMANTAN SELATAN Jl. Cemara Raya no. 04 rt. 36 BanjarmasinTelp. 081 1501 9933 // 081 25481 9955

NANGGROE ACEH DARUS-SALAM

Jl. Tgk. Daud Beureueh No.56 Kota Banda Aceh Telp. 0822 4700 7001

SUMATERA UTARA Jl. Abadi, Komp. Abadi Palace Blok A No. 03, Tanjung Rejo Medan Sunggal, Kota Medan. Telp. 061 4256 4229 AUSTRALIA

57 Lemon Grove, Cranbourne West, VIC 3977, Melbourne, Aus-tralia Telp. +61491-370-806. KANTOR PELAKSANA PROGRAM : BEKASI

Ruko Niaga Kalimas A1/11, Jl. Cempaka kel. Jatimulya, kec. Tambun Selatan Telp. 02182671716 // 08121992427 BOGOR

Jl. Johar Raya, Ruko Johar Grande

No. 3. Taman Cimanggu, Kel. Ke-dungwaringin Kec. Tanah Sareal Kota Bogor Telp. 0251-8358441 // 0823 1900 0200

CIREBON

Jln Perjuangan No. 99 C Rt.002 Rw 14 kelurahan Karya Mulya Kecamatan Kesambi. Kota Cirebon. (samping SMK Gracika Cirebon)- (0231) 8805 948 / 62853 1442 6132 GARUT

Ruko Gold land estate blok A 3. Jalan karacak RT 06/09 Kel. Kota Kulon Kec Garut Kota Kab Garut. Telp. 0822 1718 0001 KARAWANG

Jl. H.S Ronggowaluyo Dsn. Kaum-jaya Rt 10 Rw 04 Ds. PuseurKaum-jaya Kec. Teluk Jambe Timur Kab. Ka-rawang Telp. 0813 1998 2009 KUNINGAN

Jl. Jenderal Soedirman No. 108 Rt. 02 Rw. 01 Kelurahan Awirarangan, Kec. Kuningan, Kab. Kuningan, Jawa Barat.Telp. 0232-8902590 // 08 5353 24 5353 PRIANGAN TIMUR Jl. Ir. H. Juanda KM 1 Ruko Juanda

Office Center No. 4 Indihiang Kota Tasikmalaya , 46151 Telp. 0265–7296890 // 0822 1112 6789

SUKABUMI

Jl. Ra. Kosasih No 347 Rt 03/09 Kel. Cibeureum Hilir, Kec. Cibeu-reum Kota Sukabumi Telp. 0857 7164 6464

CIPAKU

Jl. Cipaku 1 No 18 Kebayoran Baru Jakarta Selatan ( Dekat Pa-sar Santa ) Telp. 021-2751 7191 // 0896 9000 0001

SOLO

Jl. Veteran No.247 Tipes Serengan, Kota Solo Telp. 0271 2933872 // 085102400074 METRO LAMPUNG Jl. Sosro Sudarmo No.12 Yo-sorejo, Metro Timur - Kota Metro 34111 Telp. 0725-7852684 // 0857 6900 0103 LUBUKLINGGAU Jl. Batu Nisan No. 20 Rt. 03 Kel. Taba Jemekeh Kec. Lubuk Linggau Timur I Lubuk Linggau Sumsel Telp. 0853 7795 9991

Pada 20 Januari 2019

di Kp. Salabentar RT. 11/3 Ds. Jampang Kec. Gunungsindur Bogor, Sabtu 26 Januari 2019.

Sarahdina (Sankar DT Peduli Malang)

dengan

Anggi Ega Ardiyansyah.

Nur Hildayanti (Relawan DTP Bogor)

dengan

Supriatna Albarokah

1. Menikah : 20 Januari 2019

2. Menikah: ,

Referensi

Dokumen terkait

Allah SWT menyuruh kepada orang-orang yang beriman untuk memberikan kelapangan bagi orang lain dalam majlis-majlis e.. Allah akan memberikan rejeki yang banyak

Allah swt senantiasa akan mengganti kebaikan bagi orang yang menginfakkan harta.. walaupun sekecil

Tiada sesuatu yang lebih berharga yang dapat penulis berikan kecuali harapan dan doa semoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih dari segala kebaikan yang telah

Ibnu Katsir berkata, “Allah SWT memberitahukan tentang karunia, pemberian, anugrah dan kasih sayang-Nya kepada makhluk-Nya serta kebaikan Allah SWT kepada mereka: Apabila

Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal yang baik, maka orang-orang itu, Allah akan menggantikan (pada tempat) kejahatan mereka dengan kebaikan; dan adalah

“ siiapa orang yang bersedekah sebesar biji kurma dari usahahnya yang baik, dan Allah tidak akan menerima kecuali kebaikan, maka sesungguhnya Allah akan menerimanya dengan

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” Allah SWT juga telah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 168 yang berbunyi ُْكُال ۥُهَّه ِ ا ۚ ينَٰ اطْي َّ

Mengacu kepada Al-Qur’an Surat Thoha ayat 14, dapat di pahami Bahwa Allah menyuruh kepada manusia untuk hal-hal berikut , kecuali .... Mengakui-Nya sebagai satu-satunya Tuhan;