• Tidak ada hasil yang ditemukan

2015 Lapkir Penyusunan Masterplan Pertanian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "2015 Lapkir Penyusunan Masterplan Pertanian"

Copied!
211
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Politeknik Negeri Jember
  • Mata Pelajaran: Pertanian
  • Topik: Masterplan Pertanian Kabupaten Jember Tahun 2015-2020
  • Tipe: laporan akhir
  • Tahun: 2015
  • Kota: Jember

I. PENDAHULUAN

Laporan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai Masterplan Pertanian Kabupaten Jember untuk periode 2015-2020. Dengan latar belakang yang kuat dari potensi pertanian yang melimpah, laporan ini bertujuan untuk menyusun kerangka kerja yang sistematis dan terarah untuk mengatasi tantangan yang dihadapi sektor pertanian. Dalam konteks ini, penting untuk memahami peran sektor pertanian sebagai pendorong utama ekonomi daerah dan kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional.

1.1 Latar Belakang

Sektor pertanian di Kabupaten Jember memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat dan tantangan seperti konversi lahan, penurunan kesuburan tanah, dan rendahnya produktivitas, diperlukan strategi yang komprehensif untuk memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan sektor ini. Laporan ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu kritis dan merumuskan strategi pengembangan yang efektif.

1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan Masterplan ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis data terkait pengembangan pertanian yang berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk mendukung pelaksanaan program pengelolaan pertanian yang sejalan dengan kebijakan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian yang lebih produktif dan berdaya saing.

1.3 Sasaran

Sasaran utama dari kegiatan ini adalah tersusunnya Buku Masterplan Pertanian yang komprehensif, yang akan berfungsi sebagai panduan bagi pengambil keputusan dalam merumuskan kebijakan dan program pengembangan pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Jember selama periode 2015-2020.

1.4 Manfaat

Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan rencana program yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, laporan ini juga menjadi referensi bagi petani dan investor dalam menentukan komoditas unggulan yang layak untuk dikembangkan di Kabupaten Jember.

1.5 Lingkup Kegiatan

Lingkup kegiatan mencakup identifikasi potensi tanaman pangan dan hortikultura, serta kendala yang dihadapi dalam pengembangan komoditas unggulan. Selain itu, laporan ini juga akan menyusun strategi pengembangan dan rencana induk untuk pengembangan pertanian di Kabupaten Jember.

II. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN

Bab ini membahas tentang kebijakan pembangunan pertanian yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian di Kabupaten Jember. Dalam konteks globalisasi dan perubahan iklim, kebijakan ini harus adaptif dan responsif terhadap tantangan yang muncul.

2.1 Definisi dan Konsep

Pembangunan pertanian didefinisikan sebagai proses yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Hal ini melibatkan mobilisasi sumber daya baik dari dalam maupun luar sektor pertanian untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pembangunan ini harus memperhatikan aspek sosial dan lingkungan agar dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

2.2 Kebijakan Pembangunan

Kebijakan yang diusulkan mencakup peningkatan ketahanan pangan, pengembangan komoditas ekspor, dan peningkatan daya saing produk pertanian. Selain itu, perlu juga dibangun infrastruktur yang mendukung pertanian, serta perlindungan terhadap lahan pertanian agar tetap produktif dan berkelanjutan.

III. GAMBARAN UMUM WILAYAH

Bab ini memberikan analisis mengenai kondisi geografis, demografis, dan ekonomi Kabupaten Jember yang berpengaruh terhadap sektor pertanian. Pemahaman yang mendalam tentang karakteristik wilayah ini penting untuk perencanaan dan pengembangan sektor pertanian yang lebih efektif.

3.1 Kondisi Geografis

Kabupaten Jember terletak di Provinsi Jawa Timur dengan topografi yang bervariasi, mulai dari dataran rendah hingga tinggi. Wilayah ini memiliki potensi lahan yang subur dan iklim tropis yang mendukung pertanian. Namun, tantangan seperti erosi dan konversi lahan harus dikelola dengan baik untuk menjaga produktivitas pertanian.

3.2 Kondisi Demografis

Dengan populasi yang terus meningkat, Kabupaten Jember menghadapi tantangan dalam penyediaan pangan. Tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di beberapa kecamatan menunjukkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan produksi pertanian. Data demografis ini penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat dalam pengembangan sektor pertanian.

3.3 Kondisi Ekonomi

Ekonomi Kabupaten Jember sangat bergantung pada sektor pertanian, yang menyerap sebagian besar tenaga kerja. Sektor ini berperan penting dalam pembentukan nilai tambah ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengembangan pertanian yang berkelanjutan harus menjadi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

IV. METODE PELAKSANAAN KAJIAN

Bagian ini menjelaskan metode yang digunakan dalam penyusunan Masterplan Pertanian, termasuk desain kajian, tahapan kegiatan, serta metode pengumpulan dan analisis data. Metode yang tepat sangat penting untuk memastikan hasil yang akurat dan relevan.

4.1 Desain dan Lokasi Kajian

Desain kajian dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi-lokasi strategis yang memiliki potensi pertanian tinggi. Penentuan lokasi ini bertujuan untuk mendapatkan data yang representatif dan relevan dengan kondisi aktual di lapangan, sehingga hasil kajian dapat memberikan rekomendasi yang tepat.

4.2 Tahapan Kegiatan

Tahapan kegiatan mencakup persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Setiap tahapan dilakukan secara sistematis untuk memastikan bahwa semua aspek penting dalam pengembangan pertanian diperhatikan. Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas strategi yang diusulkan.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN KAJIAN

Bab ini menyajikan hasil dari kajian yang dilakukan, termasuk potensi tanaman pangan dan hortikultura, karakteristik produksi, serta kendala yang dihadapi. Pembahasan ini akan menjadi dasar untuk merumuskan strategi pengembangan yang lebih baik.

5.1 Potensi Tanaman Pangan dan Hortikultura

Potensi tanaman pangan di Kabupaten Jember sangat besar, dengan padi, jagung, dan kedelai sebagai komoditas utama. Selain itu, Kabupaten Jember juga dikenal sebagai produsen hortikultura seperti jeruk dan cabai. Identifikasi potensi ini penting untuk mengembangkan strategi yang tepat dalam meningkatkan produksi dan daya saing.

5.2 Karakteristik Produksi

Karakteristik produksi tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Jember menunjukkan adanya variasi dalam produktivitas dan kualitas. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jenis tanah, iklim, dan praktik budidaya. Pemahaman tentang karakteristik ini akan membantu dalam merumuskan rekomendasi untuk peningkatan produksi.

VI. PENUTUP

Sebagai kesimpulan, laporan ini menekankan pentingnya penyusunan Masterplan Pertanian yang komprehensif untuk mengatasi tantangan yang dihadapi sektor pertanian di Kabupaten Jember. Dengan strategi yang tepat, diharapkan sektor pertanian dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gambar

Tabel 3.1. Penggunaan Lahan di Kabupaten Jember
Tabel 3.2. Pembagian Wilayah Administratif di Kabupaten Jember
Tabel 3.3  Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Jember 2010
Tabel 3.6. Peranan Perekonomian Masing-Masing Sektor di KabupatenJember Atas Dasar Harga Berlaku 2009 � 2013
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penerapan GAP/SOP diantaranya; (1) Meningkatkan produksi dan produktivitas, (2) Meningkatkan mutu hasil hortikultura termasuk keamanan konsumsi, (3)

Perekonomian Daerah Melalui Peningkatan Investasi, Berbasis Komoditi Unggulan, Potensi Wisata dan Daerah.. Meningkatnya Produksi dan produktifitas Komoditas

Tujuan dari pengisian kuesioner tahap pertama ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan faktor-faktor strategis internal dan eksternal yang spesifik berpengaruh

Urutan prioritas strategi dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Bantul adalah: (1) membudidayakan komoditas unggulan tanaman pangan, yaitu padi sawah, jagung,

Peningkatan produksi hortikultura tercakup upaya peningkatan produktivitas dan mutu yang diperoleh melalui pengelolaan usahatani yang efisien untuk menghasilkan produk

Maka dapat disimpulkan bahwa antara peranan kelompok tani dengan tingkat penerapan Sapta Usahatani padi sawah di Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten

PANCA PROGRAM KE –5 (LIMA) BUPATI WONOGIRI NO SASARAN 1 Meningkatnya Produktivitas Bahan Pangan Utama (Kw/Ha) 2 Meningkatnya Produksi Komoditas Unggulan Pertanian Non Tanaman

Penelitian ini menyusun Masterplan Pertanian Kabupaten Bojonegoro 2020-2024 dengan mengkaji potensi pengembangan, identifikasi sentra, distribusi produksi, dan strategi percepatan pertanian menggunakan analisis deskriptif, LQ, dan