3. METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian mengenai customer service experience pada generasi Y dan generasi Z dalam melakukan pemesanan online food delivery melalui aplikasi GO-FOOD di Surabaya ini menggunakan metode penelitian kuantitatif komparatif. Definisi penelitian kuantitatif jika dilihat dari segi tujuannya adalah metode penelitian yang dipakai untuk menguji sebuah teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antar variabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, pemahaman, atau mendeskripsikan banyak hal (Subana dan Sudrajat, 2005). Penelitian kuantitatif ini menekankan analisisnya pada data numerikal/angka yang diolah dengan metode statistika (Azwar, 2010).
Pendekatan komparatif adalah metode pendekatan penelitian yang digunakan untuk menjawab permasalahan yang bersifat membandingkan atau membedakan. Dalam penelitian ini, penulis ingin menguji apakah terdapat perbedaan online customer service experience pada generasi Y dan generasi Z.
3.2 Populasi dan Sampel 3.2.1 Populasi
Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2016). Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah semua masyarakat Surabaya yang termasuk dalam generasi Y dan generasi Z yang pernah melakukan pemesanan makanan dan minuman melalui aplikasi GO-FOOD.
3.2.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengambilan sampel disebabkan karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu yang dimiliki penulis untuk melakukan penelitian. Hasil yang
didapat dari sampel tersebut akan diberlakukan untuk populasi, maka dari itu sampel yang diambil harus benar-benar representatif (Sugiyono, 2016).
Sedangkan, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
non-probability sampling. Menurut Sugiyono (2016), non-non-probability sampling adalah
teknik pengambilan sampel dimana setiap anggota populasi tidak diberikan kesempatan atau peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Selain itu, penulis juga menggunakan teknik purposive sampling dalam penelitian ini.
Purposive sampling menurut Sugiyono (2016) merupakan teknik pengambilan
sampel yang memiliki pertimbangan tertentu dengan tujuan agar memperoleh sampel yang sesuai dan dapat mendukung penelitian tersebut. Dikarenakan jumlah masyakarat Surabaya yang termasuk dalam generasi Y yang lahir pada tahun 1980-2000 dan generasi Z yang lahir pada tahun 2001-2019 yang melakukan pemesanan online food delivery melalui aplikasi GO-FOOD sangat banyak, maka sampel yang diambil untuk penelitian ini berjumlah 145 responden untuk generasi Y dan 128 responden untuk generasi Z. Sampel yang diambil memenuhi jumlah minimum yang dianjurkan Fraenken dan Wallen (2015) untuk penelitian deskriptif, yaitu sebanyak 100 responden. Selain itu, sampel untuk penelitian ini ditentukan beberapa kriteria sebagai berikut:
1. Masyarakat generasi Y dan generasi Z yang berdomisili di Surabaya, termasuk masyarakat yang tidak berdomisili di Surabaya tetapi tinggal di Surabaya untuk sekolah, bekerja, atau kuliah.
2. Pernah melakukan pemesanan makanan atau minuman melalui aplikasi GO-FOOD minimum dua kali dalam kurun waktu 6 bulan terakhir (Desember 2018-Mei 2019).
Penyebaran kuesioner ini dilakukan pada tanggal 13 Mei 2019 sampai dengan 10 Juni 2019 kepada masyarakat Surabaya yang termasuk generasi Y dan generasi Z. Dari 300 kuesioner yang disebarkan, terdapat 27 kuesioner yang tidak bisa digunakan karena tidak sesuai dengan kriteria sampel yang diinginkan, karena tidak memesan makanan atau minuman menggunakan aplikasi GO-FOOD minimal 2 kali dalam 6 bulan terakhir (Desember 2018 - Mei 2019) serta responden tidak berdomisili di Surabaya. Oleh karena itu, hanya 273 kuesioner
yang sesuai dengan kriteria sampel peneliti dan siap diolah. Berikut data tingkat partisipasi responden:
Tabel 3.1 Tingkat Partisipasi Responden
Jumlah Penyebaran Kuesioner 300
Jumlah Kuesioner Tidak Dapat Diolah 27
Jumlah Kuesioner Siap Diolah 273
3.3 Jenis dan Sumber Data 3.3.1 Jenis Data
Data menurut sifatnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif merupakan metode atau data yang berdasar pada filsafat positivisme yang digunakan untuk meneliti populasi suatu sampel yang teknik pengambilannya random, menggunakan instrumen penelitian dalam pengumpulan datanya, serta analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan (Sugiyono, 2016).
3.3.2 Sumber Data
Menurut sumber datanya, data dikelompokkan menjadi dua, yaitu data primer (primary data) dan data sekunder (secondary data). Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah keduanya.
Data primer adalah data yang dibutuhkan oleh peneliti diperoleh langsung melalui sumber data (Sugiyono, 2016). Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari survei dengan membagikan kuesioner secara online kepada masyarakat pengguna aplikasi GO-FOOD yang termasuk dalam generasi Y dan generasi Z yang berdomisili di Surabaya termasuk masyarakat yang tinggal di Surabaya untuk sekolah, kuliah, ataupun bekerja.
Sementara itu, data sekunder menurut Sugiyono (2016) merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumber datanya, misalnya melalui dokumen, artikel, jurnal, ataupun orang lain. Yang dimaksud data sekunder dalam penelitian ini adalah jurnal, buku, dan artikel mengenai customer service
experience dalam penggunaan online food delivery dilihat dari sudut pandang dua
generasi yang berbeda yaitu generasi Y dan Z yang mendukung penelitian.
3.4 Metode dan Prosedur Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan alat bantu berupa kuesioner, yaitu seperangkat pertanyaan maupun pernyataan tertulis yang ditujukan kepada responden untuk dijawab sesuai dengan pendapat pribadi responden. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang efisien dan hasilnya cukup realistis jika variabel dan responden yang dipilih tepat. Selanjutnya menurut Sugiyono (2016), jika jumlah responden yang dibutuhkan cukup banyak serta tersebar di wilayah yang luas, kuesioner adalah alat bantu penelitian yang tepat.
Berdasarkan bentuk pertanyaannya, pertanyaan dalam kuesioner terbagi menjadi dua, yaitu pertanyaan terbuka (open-ended question) dan pertanyaan tertutup (close-ended question). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pertanyaan tertutup. Menurut Sugiyono (2016) pertanyaan tertutup (close-ended
question) adalah pertanyaan yang mengharapkan jawaban singkat dari responden
dengan cara memilih salah satu alternatif jawaban dari setiap pertanyaan yang tertulis dalam kuisioner tersebut. Pertanyaan close-ended question dalam kuesioner ini memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Pertanyaan yang berkaitan dengan profil masyarakat Surabaya yang termasuk dalam generasi Y dan Z sebagai responden.
Pertanyaan yang akan dicantumkan dalam kuesioner meliputi: jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan saat ini, uang saku atau penghasilan per bulan, produk yang biasa dipesan (makanan berat, makanan ringan/jajanan, makanan penutup/dessert atau minuman), kisaran harga produk, kisaran biaya kirim yang rela dibayarkan, serta metode pembayaran (tunai/cash, dompet virtual GO-PAY).
b. Pertanyaan mengenai pengalaman konsumen pada masyarakat Surabaya yang termasuk dalam generasi Y dan Z sebagai responden.
Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
close-ended question. Seven Likert Scale juga digunakan untuk mengukur sikap,
pendapat, dan persepsi seseorang mengenai fenomena sosial (Sugiyono, 2016). Untuk pengukuran atribut-atribut yang berperan dalam customer
service experience, peneliti menggunakan tujuh butir yang menggambarkan
tanggapan responden dari gradasi sangat positif sampai sangat negatif. Tanggapan paling positif ditunjukkan oleh nilai 7 (SSS) yang berarti sangat setuju sekali, nilai 6 (SS) menunjukkan tanggapan sangat setuju, nilai 5 (S) menunjukkan tanggapan setuju, nilai 4 (ASTS) menggambarkan tanggapan antara setuju atau tidak setuju, nilai 3 (TS) menyatakan tanggapan tidak setuju, nilai 2 (STS) menyatakan tanggapan sangat tidak setuju dan tanggapan responden paling negatif, yaitu sangat tidak setuju sekali dinyatakan oleh nilai 1 (STSS).
3.5 Variabel dan Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel merupakan penentuan sifat yang akan dipelajari sehingga menjadi variabel yang dapat diukur (Sugiyono, 2016). Trevinal dan Stenger (2014) mendefinisikan online customer experience sebagai pengalaman yang bersifat komprehensif dan subjektif yang timbul dari interaksi antara lingkungan berbelanja, konsumen, dan aktivitas berbelanja itu sendiri. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah customer service experience dalam melakukan pemesanan online food delivery melalui aplikasi GO-FOOD dilihat dari dua sudut pandang berbeda yaitu generasi Y dan Z. Variabel atribut dari customer service experience terdiri dari:
1. Trust
Definisi operasional dari variabel trust adalah rasa aman dan terlindungi yang dirasakan konsumen dalam membagikan informasi pribadi dan menggunakan aplikasi GO-FOOD. Adapun indikator empiris kepercayaan sebagai berikut: a. Konsumen percaya untuk membagikan informasi pribadi di aplikasi
GO-FOOD
b. Konsumen percaya pihak GO-FOOD menggunakan data pribadi konsumen dengan bijaksana
c. Konsumen percaya akan fitur rincian privacy policy (kebijakan privasi) di aplikasi GO-FOOD
d. Konsumen merasa aman dalam melakukan transaksi pembelian makanan atau minuman melalui aplikasi GO-FOOD
e. Informasi-informasi yang disampaikan dalam aplikasi GO-FOOD akurat f. Informasi-informasi yang disampaikan dalam aplikasi GO-FOOD dapat
dipercaya 2. Value for money
Definisi operasional dari variabel value for money adalah layanan dan produk yang ditawarkan dan diberikan dalam aplikasi GO-FOOD sebanding dengan apa yang dibayarkan oleh konsumen. Adapun indikator empiris value for
money sebagai berikut:
a. Harga yang ditawarkan di aplikasi GO-FOOD sebanding dengan kualitas makanan yang dibeli
b. Harga yang ditawarkan di aplikasi GO-FOOD sebanding dengan kualitas minuman yang dibeli
c. Harga yang ditawarkan di aplikasi GO-FOOD sebanding dengan porsi makanan yang dibeli
d. Harga yang ditawarkan di aplikasi GO-FOOD sebanding dengan porsi minuman yang dibeli
e. Ongkos kirim yang dibayarkan sebanding dengan harga makanan atau minuman yang dibeli
f. Tarif ongkos kirim dalam aplikasi GO-FOOD terjangkau
g. Promo yang ditawarkan GO-FOOD sebanding dengan harga yang dibayarkan
3. Context familiarity
Definisi operasional dari variabel context familiarity adalah kemampuan GO-FOOD untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen dalam menggunakan fitur di aplikasi GO-FOOD. Adapun indikator empiris context familiarity sebagai berikut:
a. Fitur map untuk melihat lokasi pengemudi berguna bagi konsumen untuk melacak keberadaan pengemudi
b. Fitur GO-PAY memudahkan konsumen dalam melakukan pembayaran c. Fitur choose from cuisines (memilih berdasarkan jenis masakan)
membantu konsumen untuk memilih makanan atau minuman yang diinginkan
d. Fitur my orders (pesanan saya) memudahkan konsumen untuk melihat kembali makanan atau minuman yang sudah pernah dipesan sebelumnnya e. Fitur my orders (pesanan saya) memudahkan konsumen untuk memesan
kembali makanan atau minuman yang sudah pernah dipesan sebelumnya f. Fitur promos everywhere (promo) memudahkan konsumen untuk memilih
makanan atau minuman yang sedang promo 4. Usability/kegunaan
Definisi operasional dari variabel kegunaan adalah kemudahan konsumen dalam menggunakan aplikasi GO-FOOD. Beberapa indikator empiris kegunaan yang dimaksud adalah:
a. Fitur di dalam aplikasi GO-FOOD mudah diaplikasikan oleh konsumen b. Konsumen dapat melakukan transaksi pembelian di aplikasi GO-FOOD
dengan mudah
c. Konsumen dapat mengakses aplikasi GO-FOOD dengan mudah dan cepat 5. Communication
Definisi operasional dari variabel communication adalah sarana yang diberikan dalam aplikasi GO-FOOD untuk memudahkan komunikasi antara pengemudi dan konsumen. Beberapa indikator empiris komunikasi yang dimaksud adalah:
a. Fitur chat (obrolan) di aplikasi GO-FOOD memudahkan konsumen untuk berkomunikasi dengan pengemudi mengenai pesanan
b. Pesan konfirmasi otomatis dalam proses pembelian memberikan kepastian bagi konsumen mengenai pesanan
c. Fitur notes to driver (pesan untuk pengemudi) berguna bagi konsumen menambahkan spesifikasi makanan dan minuman yang dipesan
6. Product Presence
Definisi operasional dari variabel product presence adalah tampilan dan gambar yang menarik dalam aplikasi GO-FOOD sehingga konsumen dapat mengenal produk makanan ataupun minuman yang akan dibeli. Beberapa indikator empiris product presence yang dimaksud adalah:
a. Fitur explore from categories (kategori) dalam aplikasi GO-FOOD beragam
b. Fitur explore from categories (kategori) dalam aplikasi GO-FOOD memudahkan konsumen memilih makanan dan minuman yang diinginkan c. Tampilan gambar makanan dan minuman di aplikasi GO-FOOD menarik d. Tampilan harga makanan dan minuman di aplikasi GO-FOOD jelas e. Penjelasan mengenai makanan dan minuman di aplikasi GO-FOOD rinci f. Penjelasan mengenai makanan dan minuman di aplikasi GO-FOOD
menarik 7. Interactivity
Definisi operasional dari variabel interactivity adalah interaksi yang terjadi antara aplikasi GO-FOOD dengan konsumen melalui fitur-fitur khusus yang ditawarkan dalam aplikasi GO-FOOD. Beberapa indikator empiris interactivity yang dimaksud adalah:
a. Fitur recommended restos (rekomendasi restoran) dalam aplikasi GO-FOOD memudahkan konsumen memilih makanan dan minuman yang diinginkan
b. Fitur foodprints (rekomendasi makanan yang paling sering dipesan) dalam aplikasi GO-FOOD memudahkan konsumen memilih makanan dan minuman yang diinginkan
c. Riwayat alamat pengiriman di aplikasi GO-FOOD menghemat waktu konsumen dalam melakukan pemesanan makanan dan minuman
d. Informasi pribadi yang sudah tersimpan di aplikasi GO-FOOD menghemat waktu konsumen dalam melakukan pemesanan makanan dan minuman
3.6 Teknik Analisa Data 3.6.1 Uji Keabsahan Data
1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur hasil jawaban dari kuesioner. Sugiyono (2016) mengungkapkan bahwa hasil jawaban akan dinyatakan valid apabila instrumen tersebut dapat dipakai untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Pada penelitian ini, setiap pertanyaan baru dapat dikatakan valid apabila r hitung > r tabel dengan tingkat siginifikansi 5% (Ghozali, 2011).
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk menguji konsistensi dari suatu alat ukur apakah dapat menghasilkan hasil yang konsisten apabila pengukuran tersebut diulang. Uji reliabilitas pada penelitian ini dilakukan dengan melihat hasil dari kolom cronbach’s alpha (α). Berdasarkan Ghozali (2009), dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
a. Jika nilai cronbach’s alpha > 0.6 maka variabel atau butir tersebut reliabel.
b. Jika nilai cronbach’s alpha < 0.6 maka variabel atau butir tersebut tidak reliabel.
3.6.2 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Sebelum menyebarkan 300 kuesioner kepada responden, peneliti telah melakukan uji validitas dan reliabilitas dengan menggunakan metode kuesioner dan metode pengukuran Seven Likert Scale yang disebarkan secara online menggunakan Google Form. Peneliti telah meminta pendapat beberapa orang terkait dengan butir-butir pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner dengan tujuan agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda antar peneliti dan responden. Tata bahasa pada beberapa pertanyaan telah diganti agar mudah dipahami dan ada beberapa juga yang dihapus karena terdapat pengertian yang sama antar pertanyaan satu dengan lainnya sehingga terbentuk kuesioner yang siap dibagikan kepada responden. Adapun hasil uji validitas untuk penelitian ini sebagai berikut:
Tabel 3.2 Hasil Uji Validitas
No. Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
1. Saya percaya untuk membagikan informasi
pribadi saya di aplikasi GO-FOOD 0.598 0.361 Valid 2. Saya percaya akan fitur rincian privacy policy
(kebijakan privasi) di aplikasi GO-FOOD 0.713 0.361 Valid 3. Saya merasa aman dalam melakukan transaksi
pembelian makanan atau minuman melalui aplikasi GO-FOOD
0.691 0.361 Valid
4. Informasi-informasi yang disampaikan dalam
aplikasi GO-FOOD akurat 0.777 0.361 Valid
5. Informasi-informasi yang disampaikan dalam
aplikasi GO-FOOD dapat dipercaya 0.806 0.361 Valid 6. Harga makanan atau minuman yang ditampilkan
dalam aplikasi GO-FOOD dapat dipercaya 0.640 0.361 Valid 7. Harga yang ditawarkan di aplikasi GO-FOOD
sebanding dengan kualitas makanan yang saya beli
0.808 0.361 Valid
8. Harga yang ditawarkan di aplikasi GO-FOOD sebanding dengan kualitas minuman yang saya beli
0.778 0.361 Valid
9. Harga yang ditawarkan di aplikasi GO-FOOD
sebanding dengan porsi makanan yang saya beli 0.813 0.361 Valid 10. Harga yang ditawarkan di aplikasi GO-FOOD
sebanding dengan porsi minuman yang saya beli 0.813 0.361 Valid 11. Ongkos kirim yang saya bayarkan sebanding
dengan harga makanan atau minuman yang saya beli
0.676 0.361 Valid
12. Tarif ongkos kirim dalam aplikasi GO-FOOD
terjangkau 0.682 0.361 Valid
13. Promo yang ditawarkan GO-FOOD sebanding
dengan harga yang saya bayarkan 0.659 0.361 Valid 14. Fitur map untuk melihat lokasi pengemudi
berguna bagi saya untuk melacak keberadaan pengemudi
0.682 0.361 Valid
15. Fitur GO-PAY memudahkan saya dalam
melakukan pembayaran 0.551 0.361 Valid
16. Fitur choose from cuisines (memilih berdasarkan jenis masakan) membantu saya untuk memilih makanan atau minuman yang saya inginkan
0.721 0.361 Valid
17. Fitur my orders (pesanan saya) memudahkan saya untuk melihat kembali makanan atau minuman yang sudah pernah saya pesan sebelumnya
0.787 0.361 Valid
18. Fitur my orders (pesanan saya) memudahkan saya untuk memesan kembali makanan atau minuman yang sudah pernah saya pesan sebelumnya
Tabel 3.2 Hasil Uji Validitas (Sambungan)
No. Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
19. Fitur promos everywhere (promo) memudahkan saya untuk memilih makanan atau minuman yang sedang promo
0.601 0.361 Valid
20. Saya mudah mengaplikasikan fitur-fitur di
aplikasi GO-FOOD 0.897 0.361 Valid
21. Saya dapat melakukan transaksi pembelian di
aplikasi GO-FOOD dengan mudah 0.840 0.361 Valid 22. Saya dapat mengakses aplikasi GO-FOOD
dengan mudah dan cepat 0.859 0.361 Valid
23. Fitur chat (obrolan) di aplikasi GO-FOOD memudahkan saya untuk berkomunikasi dengan pengemudi mengenai pesanan saya
0.771 0.361 Valid
24. Pesan konfirmasi otomatis memberikan kepastian
mengenai pesanan saya 0.760 0.361 Valid
25. Fitur notes to driver (pesan untuk pengemudi) di aplikasi GO-FOOD memudahkan saya untuk menambahkan spesifikasi pesanan makanan atau minuman
0.523 0.361 Valid
26. Fitur explore from categories (kategori) di
aplikasi GO-FOOD beragam 0.611 0.361 Valid
27. Fitur explore from categories (kategori) dalam aplikasi GO-FOOD memudahkan saya memilih makanan dan minuman yang saya inginkan
0.477 0.361 Valid
28. Tampilan gambar makanan dan minuman di
aplikasi GO-FOOD menarik 0.855 0.361 Valid
29. Tampilan harga makanan dan minuman di
aplikasi GO-FOOD jelas 0.689 0.361 Valid
30. Penjelasan mengenai makanan dan minuman di
aplikasi GO-FOOD sudah terperinci 0.748 0.361 Valid 31. Penjelasan mengenai makanan dan minuman di
aplikasi GO-FOOD menarik 0.776 0.361 Valid
32. Fitur recommended restos (rekomendasi restoran) dalam aplikasi GO-FOOD memudahkan saya memilih makanan dan minuman yang saya inginkan
0.614 0.361 Valid
33. Fitur your foodprints atau rekomendasi makanan yang paling sering saya pesan dalam aplikasi GO-FOOD memudahkan saya memilih makanan dan minuman yang saya inginkan
0.732 0.361 Valid
34. Riwayat alamat pengiriman di aplikasi GO-FOOD menghemat waktu saya dalam melakukan pemesanan makanan dan minuman
0.778 0.361 Valid
35. Informasi pribadi yang sudah tersimpan di aplikasi GO-FOOD menghemat waktu saya dalam melakukan pemesanan makanan dan minuman
Dengan jumlah responden pre-test sebanyak 30 responden, maka untuk mendapat derajat bebas (f) berdasarkan Ghozali (2014) adalah n-2 yaitu 28. Oleh karena itu, r-tabel yang didapat adalah 0.361. Dari data pada tabel di atas yang menunjukkan hasil uji validitas atas variabel memiliki nilai di atas 0.361 sehingga dapat dinyatakan bahwa semua variabel valid untuk digunakan dalam penelitian ini. Berikut adalah hasil uji reliabilitas yang terangkum dalam tabel.
Tabel 3.3 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Nilai cronbach’s alpha Hasil
Trust 0.774 Reliabel
Value of money 0.784 Reliabel
Context familiarity 0.764 Reliabel
Usability 0.851 Reliabel
Communication 0.767 Reliabel
Product presence 0.776 Reliabel
Interactivity 0.785 Reliabel
Berdasarkan hasil uji reliabilitas pre-test pada tabel 3.2 menunjukkan hasil bahwa semua variabel yang diuji memiliki nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0.6 sehingga berdasarkan Ghozali (2009) dapat dikatakan bahwa semua variabel yang diuji reliabel atau terpercaya sebagai alat pengukuran dalam data penelitian. 3.6.3 Analisa Statistik Deskriptif
Analisa statistik deskriptif merupakan metode statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah terkumpul apa adanya tanpa bermaksud untuk membuat kesimpulan secara generalisasi (Sugiyono, 2016). Pengukuran dalam statistik deskriptif antara lain penyajian data melalui tabel, grafik, pictogram, diagrm lingkaran, perhitungan modus, median, mean, perhitungan desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui rata-rata dan standar deviasi, dan perhitungan prosentase.
Rumus yang digunakan untuk menghitung rata-rata (mean) adalah sebagai berikut: X = ∑ 𝑋𝑖 𝑁 𝑖=1 𝑁 (3.1) Keterangan : N : Banyak data 𝑋𝑖 : Data ke i ∑𝑁
𝑖=1 : Jumlah seluruh data X
Peneliti mengkategorikan mean yang diperoleh menggunakan interval poin yang dibagi menjadi kelas-kelas berdasarkan hasil nilai maksimal dikurangi dengan nilai minimal dibagi dengan jumlah kelas interval, yaitu (7-1)/7, sehingga akan didapati interval 0.86, yang kemudian dikategorikan sebagai berikut:
- Nilai 6.14<X ≤7.00 = Sangat Baik Sekali - Nilai 5.27<X ≤6.13 = Sangat Baik - Nilai 4.40<X ≤5.26 = Baik
- Nilai 3.53<X ≤4.39 = Cukup Baik - Nilai 2.66<X ≤3.52 = Tidak Baik
- Nilai 1.79<X ≤2.65 = Sangat Tidak Baik - Nilai 0.92<X ≤1.78 = Sangat Tidak Baik Sekali 3.6.4 Analisa Statistik Inferensial
Menurut Sugiyono (2016), analisa statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisa data sampel yang akan diberlakukan untuk populasi. Tujuan dilakukannya teknik statistik inferensial ini adalah untuk mengetahui perbedaan perilaku sampel yang diuji ditinjau dari dua sudut pandang berbeda yaitu generasi Y dan generasi Z. Apabila melalui uji normalitas data didapat hasil sig. > 0.05, yang menandakan bahwa data tersebut berdistribusi normal, maka pengujian yang disarankan menggunakan t-test karena data yang digunakan adalah interval rasio (Sugiyono, 2016).
1. Uji Normalitas Data
atau nilai nol mutlak (Sugiyono, 2016). Menurut Sugiyono (2016), statistik parametris adalah statistik yang bekerja dengan asumsi bahwa data dari setiap variabel penelitian yang dianalisis nantinya akan membentuk distribusi normal. Jika data yang didapat tidak normal (sig. <0.05), maka statistik parametris tidak dapat dijadikan alat untuk analisis.
2. Independent Sample T-test
Independent Sample T-test adalah uji statistik yang digunakan untuk
mengetahui perbedaan nilai tengah antara dua kelompok (Sugiyono, 2016). Uji statistik ini digunakan untuk menarik kesimpulan terhadap permasalahan yang diteliti. Kriteria pengujian adalah H0 tidak didukung apabila signifikansi t hitung < 0.05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan.
Untuk menentukan rumus t-test mana yang akan digunakan untuk pengujian hipotesis, perlu diketahui dua rata-rata (mean) yang berasal dari dua sampel jumlahnya sama atau tidak serta varian kedua sampel tersebut homogen atau tidak. Untuk menjawab hal tersebut, perlu dilakukan pengujian normalitas data untuk mengetahui data tersebut berdistribusi normal atau tidak (Sugiyono, 2007).
Untuk melakukan uji t-test, perlu diperhatikan kriteria sebagai berikut: a. Menggunakan tingkat kepercayaan 95% dan α=0.05 (Uyanto,2009)
Apabila nilai signifikansi < 0.05, maka hipotesis didukung karena terdapat perbedaan antara sampel yang diteliti. Sebaliknya, jika nilai signifikansi > 0.05, maka hipotesis tidak didukung karena tidak terdapat perbedaan antara sampel yang diteliti.