BAB 1 PENDAHULUAN. Media Sosial menjadi sebuah kebutuhan primer masyarakat perkotaan seperti di DKI Jakarta

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Salah satu pelajaran penting bagi yang dapat diambil selama pemilihan umum 2009 adalah semakin menguatnya peran media dalam proses kampanye politik. Munculnya banyak partai politik di Indonesia dan perkebambangan baru pemilihan langsung kepala pemerintahan telah mendorong kompetisi yang semakin tajam di antara partai politik dan Caleg. Sekarang ini Media Sosial menjadi sebuah kebutuhan primer masyarakat perkotaan seperti di DKI Jakarta hampir seluruh warga yang berusia di antara 18 hingga 50 tahun menggunakan media sosial untuk berinteraksi antara satu orang dengan yang lainnya. Melakukan kampanye melalui media sosial “Twitter” dianggap cukup untuk mendongkrak perolehan suara dalam setiap Pemilu ataupun Pilkada. Pada akhirnya, hal ini membuat semakin menguatnya peran new media, khusunya media sosial.

Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik adalah usaha untuk menentukan peraturan-peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian warga,untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan bersama yang harmonis.1 Dan politik itu adalah pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan , khususnya dalam negara. Pemasaran politik tentu saja tidak sesederhana dan tidak pula sebatas layaknya pidato-pidato yang saling bersahutan dan saling bersaing merebut perhatian publik.2

1 Miriam Budiharjo,Dasar-dasar,ilmu politik, jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2007, hal 14. 2komunikasi Pemasaran politik, Dr. Solatun Dulah sayuti,Drs,M.Si. hal 11

(2)

Faktanya akhir-akhir ini aktivitas politik tak terkecuali di Indonesia banyak menggunakan media yang menjangkau target khalayak politiknya,baik secara geografis, demografis, maupun psikorgafis mengingat besar jumlahnya dan luasnya sebaran khalayak politik itu. Mereka memakai media bukan hanya utnuk kampanye, tetapi sepanjang waktu dan kesempatan.3

Bermula dari Keprihatinan, Partai Gerindra lahir untuk mengangkat rakyat dari jerat kemelaratan, akibat permainan orang-orang yang tidak peduli pada kesejahteraan.Dalam sebuah perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta, terjadi obrolan antara intelektual muda Fadli Zon dan pengusaha Hashim Djojohadikusumo. Ketika itu, November 2007, keduanya membahas politik terkini, yang jauh dari nilai-nilai demokrasi sesungguhnya. Demokrasi sudah dibajak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan memiliki kapital besar. Akibatnya, rakyat hanya jadi alat. Bahkan, siapapun yang tidak memiliki kekuasaan ekonomi dan politik akan dengan mudah jadi korban.

Setelah perdebatan cukup panjang dan alot, akhirnya disepakati perlu ada partai baru yang benar-benar memiliki manifesto perjuangan demi kesejahteraan rakyat.Akhirnya, pembentukan partai pun terus dilakukan. Hingga akhirnya, nama Gerindra muncul, diciptakan oleh Hashim sendiri. Sedangkan lambang kepala burung garuda digagas oleh Prabowo Subianto.

Pembentukan Partai Gerindra terbilang mendesak. Sebab dideklarasikan berdekatan dengan waktu pendaftaran dan masa kampanye pemilihan umum, yakni pada 6 Februari 2008. Dalam deklarasi itu, termaktub visi, misi dan manifesto perjuangan partai, yakni terwujudnya tatanan masyarakat indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur serta beradab dan berketuhanan yang berlandaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD NRI tahun 1945.

3Axford dan Huggins, 2001

(3)

Budaya bangsa dan wawasan kebangsaan harus menjadi modal utama untuk mengeratkan persatuan dan kesatuan. Sehingga perbedaan di antara kita justru menjadi rahmat dan menjadi kekuatan bangsa indonesia. Namun demikian mayoritas rakyat masih berkubang dalam penderitaan, sistem politik kita tidak mampu merumuskan dan melaksanakan perekonomian nasional untuk mengangkat harkat dan martabat mayoritas bangsa indonesia dari kemelaratan. Bahkan dalam upaya membangun bangsa, kita terjebak dalam sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi pasar telah memporak-porandakan perekonomian bangsa, yang menyebabkan situasi yang sulit bagi kehidupan rakyat dan bangsa. Hal itu berakibat menggelembungnya jumlah rakyat yang miskin dan menganggur. Pada situasi demikian, tidak ada pilihan lain bagi bangsa indonesia ini kecuali harus menciptakan suasana kemandirian bangsa dengan membangun sistem ekonomi kerakyatan.Nah, Partai Gerindra terpanggil untuk memberikan pengabdiannya bagi bangsa dan negara dan bertekad memperjuangkan kemakmuran dan keadilan di segala bidang.4

Saat ini dunia telah memasuki era globalisasi, dan tanpa disadari, masyarakat sedang dibawa oleh kemajuan teknologi yang begitu pesat. Dahulu kita menggunakan surat-menyurat lewat jasa pos jika ingin berkomunikasi secara antarpersonal dengan kerabat atau partner yang berada dalam tempat yang mungkin jauh dan berbeda. Tetapi media komunikasi seperti ini tentu memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan. Maka hal ini dapat dikaitkan dengan sejarah peradaban manusia seperti yang dikatakan oleh Marshal Mc. Luhan. Ia membagi beberapa sejarah dalam peradaban manusia.

4Ridwan Dhani Wirianata, Manifesto Partai Gerindra, 3 Maret 2008 diakses jam 21.55 tgl 25 Juni 2014 http://partaigerindra.or.id/sejarah-partai-gerindra#sthash.TlfhDPDO.dpuf

(4)

Empat periode sejarah dalam peradaban manusia menurut Marshal Mc. Luhan adalah tribal age (era suku atau purba), literate age (era literal atau huruf), print age(era cetak), dan electronic age (era elektronik). Dalam tribal age (era suku atau purba), dahulu manusia hanya mengandalkan indra pendengaran dalam berkomunikasi, di literal age (era literal atau huruf), manusia telah dapat mengenal huruf. Dan tentu hal ini berbeda dengan tribal age (era suku atau purba), karena dalam berkomunikasi ternyata manusia tidak hanya mengandalkan indra pendengaran saja tetapi di era ini, manusia telah menggunakan indra penglihatannya juga dalam berkomunikasi. Di print age (era cetak), manusia telah mengenal huruf dan hal ini juga didukung dengan adanya mesin cetak, dimana manusia dapat dengan bebas berkomunikasi. Lalu pada electronic age (era elektronik), terjadi penemuan-penemuan teknologi komunikasi seperti Alexander Graham Bell yang menemukan telepon, Samuel Morse yang menemukan mesin telegraf. Dalam electronic age (era elektronik), manusia dapat dengan bebas lagi dalam berkomunikasi karena kehadiran teknologi komunikasi seperti televisi dan komputer sudah dapat dirasakan manfaatnya. Dalam pembagian era yang dikemukakan oleh Marshal Mc. Luhan, komputer yang memiliki keterkaitan dengan internet masuk ke dalam electronic age (era elektronik). Namun para ahli komunikasi saat ini membaginya ke dalam lingkup yang lebih spesifik sehingga media massa seperti media massa cetak (koran atau majalah) dan media massa elektronik (televisi,radio,film) dapat dikategorikan ke dalam media massa konvensional, sedangkan seperti komputer yang memiliki keterkaitan dengan internet dapat dikategorikan dengan istilah media baru (new media).

Sekarang, dunia sedang dikendalikan oleh teknologi komunikasi dan informasi seperti internet. Internet memudahkan kita untuk komunikasi antarpersonal satu sama lain, dengan istilah chatting atau email, baik yang berada jauh di belahan bumi sekalipun. Dan dapat

(5)

memudahkan kita untuk mengetahui informasi yang terjadi di negara lain. Internet adalah perkakas sempurna untuk menyiagakan dan mengumpulkan sejumlah besar orang secara elektronis. Informasi mengenai suatu peristiwa tertentu dapat ditransmisikan secara langsung, sehingga membuatnya menjadi suatu piranti meriah yang efektif.5

Internet menjadi saluran komunikasi yang efektif karena cakupan dalam menyampaikan informasi bersifat global dan memiliki kecepatan dalam mentransmisikan beritanya hanya dalam hitungan beberapa detik, berita atau informasi dapat diketahui oleh seluruh penggunanya, meskipun berada di lokasi yang berbeda dan teramat jauh. Hal ini terjadi setelah internet mengalami kemajuan setelah ditemukannya web 2.0, dimana pada generasi sebelumnya adalah web 1.0. Pada web 2.0, para pengguna internet yang biasanya menggunakan istilah dengan masyarakat cyber dapat berinteraksi satu sama lain secara langsung dan dalam web 2.0 ini juga dapat terjadi komunikasi satu sama lain yang bersifat dinamis dan cepat. Dimana para pengguna internet dapat dengan segera menanggapi komunikasi yang terjadi antara satu sama lain, dan jaringan yang ada dalam web 2.0 juga sangat luas dibandingkan dengan web 1.0.

Internet menjadi pilihan bagi masyarakat informasi karena memiliki berbagai manfaat. Manfaat dari internet adalah memudahkan penggunanya berkomunikasi secara global, cepat dan relatif murah biaya dalam penyampaian informasi dan komunikasi (termasuk forum chatting) ke berbagai tempat secara bersamaan, menambah berbagai macam informasi penting (seperti hasil riset, men-download software, kebijakan, peraturan atau perundang-undangan baru) yang tidak didapatkan di media cetak, menambah persaudaraan, persahabatan, teman-teman baru atau pasangan baru (calon suami atau istri) dari hasil penjelajahan di internet, menambah wawasan berfikir.6

5 Lukiati Komala, Komunikasi Massa Suatu Pengantar (Edisi Revisi), Jakarta : Simbiosa Rekatama Media, hal 153. 6 Djoko Purwanto, Komunikasi Bisnis (Edisi Ketiga), Jakarta : Erlangga, 2006,hal 345.

(6)

Namun dewasa ini, ternyata internet tidak hanya memberikan informasi, menyiarkan berita seputar artis, tetapi dapat juga untuk berbisnis, kampanye, serta yang saat ini terjadi adalah dapat menyiarkan atau memberitahu mengenai diri sendiri atau hal-hal yang akan dilakukan oleh diri sendiri kepada masyarakat cyber atau pengguna internet di seluruh belahan dunia.

Seiring berjalannya waktu, situs-situs pertemanan melalui internet terus berkembang, dan yang cukup fenomenal beberapa tahun terakhir muncul situs pertemanan yang dapat memperluas pertemanan melalui jejaring social, situs pertemanan ini dikenal dengan nama Twitter.Twitter mampu bersaing dengan rivalnya yaitu Facebook. Bukan hanya Twitter yang dikenal sebagai jejaring sosial yang dapat memperluas pertemanan, namun kini melalui jejaring sosial Twitter, dapat menjadi media untuk memperluas pengetahuan tentang visi misi dan program dari masing-masing pasangan Capres dan Cawapres,

Twitter merupakan jenis situs jejaring sosial pertemanan yang memungkinkan para penggunanya dapat mendapatkan relasi dengan mendaftarkan dirinya pada situs tersebut. Kehadiran Twitter semakin meramaikan persaingan situs-situs sosial yang sudah ada sebelumnya, seperti Friendster, Facebook, Plurk, dan lain-lain.7

Setiap Anda menulis status pada twitter, status tersebut disebut sebagai tweets. Apabila jumlah tweets anda berjumlah 50, maka anda sudah menulis status pada twitter sebamyak 50 kali. Tweets merupakan penulisan teks berbasis 140 karakter. Jadi, jumlah maksimal karakter yang anda tuliskan sebagai status hanya terbatas pada jumlah maksimal 140 karakter. Indonesia mempunyai statistik yang cukup dominan, yang paling menonjol adalah statistik pengguna Twitter di Indonesia sebanyak 29 Juta orang, jumlah pengguna ini merupakan peringkat kelima pengguna terbanyak setelah Amerika, Brazil, Jepang dan Inggris. Hebatnya, Jakarta memiliki persentase tweet yang luar biasa sebesar 2,4% dari total 10,5 Miliar tweet secara global, jumlah

(7)

pengguna Twitter di Indonesia diperkirakan semakin meningkat seiring semakin mudah dan luasnya akses internet. Diperkirakan ada puluhan ribu pengguna Twitter di yang berasal dari generasi muda kelas menengah dan berusia di bawah 35 tahun, serta daerah terbanyak pengguna Twitter di Indonesia adalah Jakarta.8

Berdasarkan data di atas maka penulis memilih Twitter sebagai objek penelitian dikarenakan kepopuleran Twitter yang telah meluas hingga ke Indonesia sehingga Twitter bisa diakses oleh siapapun dan bisa memungkinkan untuk berinteraksi dengan Partai Gerindra dengan cepat walaupun dalam waktu yang lama. Pada pemilu 2009 kemarin terlihat Partai Gerindra menggunakan Twitter sebagai media untuk berkampanye yang merupakan metode baru bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Jika dibandingkan dengan Pemilu Presiden tahun 2009 kemarin, pada pilpres kali ini Partai Gerindra lebih intens untuk mengkampanyekan visi misi dan program yang telah dibuat oleh Partai Gerindra kepada masyarakat luas yang sering menggunakan Twitter. Dan alasan untuk pemilihan Partai Gerindra sebagai objek penelitian adalah karena Partai Gerindra terhitung masih sangat awal atau muda untuk kapasitas sebuah Partai Politik tetapi kenyataannya sekarang Gerindra mampu memberikan sosok yang ingin menjadi Presiden negara Indonesia dan tentunya sosok ini bukan sosok yang baru masyarakat tahu belakangan ini.

Dari penjelasan diatas, penulis tertarik untuk meneliti lebih mendalam mengenai Implementasi Media Sosial “Twitter” Sebagai Media Kampanye Partai Gerindra Pada Pemilu Presiden 2014.

8 Bambang, Infografis Twitter, 14 Maret 2013, diakses pada 25 Agustus 2014 pukul 11.40 WIB http://gadgetan.com/infografis-indonesia-peringkat-kelima-pengguna-twitter-terbanyak/42052

(8)

1.2 PERUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Implementasi Media Sosial ‘Twitter’ sebagai Media Kampanye Partai Gerindra ?”

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui “Sejauh mana Implementasi Media Sosial ‘Twitter’sebagai Media Kampanye Partai Gerindra ?”

1.4 MANFAAT PENELITIAN 1.4.1 MANFAAT TEORITIS

Penelitian yang mengkaji tentang Implementasi Media Sosial “Twitter” Sebagai Media Kampanye Partai Gerindra Pada Pemilu Presiden 2014, diharapkan dapat menjadi sumbangsih mengenai kajian new media khususnya media sosial.

1.4.2 MANFAAT PRAKTIS

Manfaat praktis yang dapat diambil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk memberikan informasi tentang visi misi dan program serta informasi yang seluas-luasnya tentang Partai Gerindra yang belum diketahui oleh masyarakat luas.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :